Dark Secret
Chapter 8
Setelah Sehun dan Kris pergi chanyeol pun berjalan kearah pintu dan segera menutupnya "nahh jadi, bisakah kau jelaskan padaku mengapa kau disini Tao? Tergantung jawaban mu mungkin aku akan membiarkan mu hidup" kata chenyeol perlahan sambil menatap Tao dengan pandangan tajam
Tao yang mendengar perkataan chanyeol hanya tersenyum kecil "memangnya apa yang akan kau lakukan padaku chanyeol? Jangan lupa chanyeol aku bukan orang yang bisa kau tekan begitu saja" kata tao sambil berjalan perlahan mendekati chanyeol
"kau memang bukan orang yang mudah ditekan Tao tapi bukan berarti aku tak bisa melakukannya" jawab chenyeol dengan ekspresi keras di wajahnya Tao yang mendengar perkataan chanyeol hanyaterkekeh pelan ia pun berjalan dan mengelus wajah chanyeol "jangan kau kira bisa melakukannya ingat selama ini kita selalu seri lagipula saru perkataan dariku dan baekhyung hyung tak akan pernah melihatmu lagi" kata Tao sambil menepuk pipi chanyeol pelan
Chanyeol hanya memandang Tao "jangan lupa Tao aku mengetahui rahasiamua apa kau ingin aku mengatakan hal tersebut pada Luhan? " kata chanyeol sambil tersenyum
"lagipula kau tidak menceritakan sepenuhnya pada kris bukan apa pekerjaanmu yang sebenarnya? Kau tidak ingin aku membocorkan rahasia kecilmu itu kan? Jadi lebih baik kau bersikap seperti anak baik chanyeol" kata Tao dengan pandangan dingin
"dan jika ada satu kata saja yang sampai terdengar oleh Luhan aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu" kata Tao perlahan dengan nada sedingin es seakan menekankan ancamannya tersebut
"hmm baiklah aku tak akan mengatakan hal tersebut pada Luhan tapi kau sebiknya menjaga perkataanmua dan ingat Kris merupakan sahabat baikku dan ia telah banyak menderita jika kau melukainya aku pasti akan membalasmu" kata chanyeol
"haha kau bodyguard nya bukan? Jad coba saja kau hentikan aku kalo bisa lagi pula sahabatmu itu yang memintaku untuk menjadi sekertaris pribadinya walaupun ia tahu aku seorang asasin jadi lebih baik kau tanyakan dulu kewarasan temanmu itu" jawab Tao sambil tersenyum
"APPPAAA?!" ia tahu kau asasin dan masih memperejakanmua kata chanyeol tak percaya "temanmu itu orang yang menarik" jawab Tao sambil tertawa "aku akan bicara dengan nya" kata chanyeol dan ia pun keluar ruangan untuk mencari Kris dan meninggalkan Tao yang masih tertawa karena melihat ekspreksi chanyeol.
Setelah kepergian chanyeol tao pun melihat lebih jau ruangan kerja kris Ia berjalan menuju meja kerja kris dan menyalakan computer yang ada disana "hmm lebih baik aku melakukan hal lain yang harus kulakukan akan kudapatkan semua informasi mengenai perusahaan wu" pikir Tao dengan senyum yang terkesan gelap
.
.
.
Chanyeol sedang berlari dengan kekuatan penuh menuju ruangan dimana temannya itu sedang mengadakan rapat tapi untung baginya ia bertemu dengan kris dan sehun yang sedang berjalan kearah kantor Kris "KRISSS AKU INGIN BERBICARA DENGANMU" teriak chanyeol "yah chanyeol au bisa mendengarmu tak perlu berteriak seperti itu" kata kris sambil mengusap telinganya yang sakit mendengar teriakan chanyeol yang tak terkontrol suaranya itu
"maaf tapi ini masalah penting aku ingin bicara berdua saja denganmu" kata chanyeol sambil melirik Sehun "baiklah baiklah aku tahu kapan keberadaanku tidak dinginkan aku kan menuju kantor mu dan meletakan berkas ini terlebih dahulu kris-hyung" kata sehun sambil melangkah pergi meninggalkan kedua sahabat itu menuju ruangan sepupunya
"baiklah chanyeol, apa yang ingin kau bicarakan hingga kau mengusir sehun?" kata kris "hey aku tidak mengusirnya!" kata chenyeol "yah memang tapi kata-katamu menginginkan dia pergi bukan? Balas kris
"hehe baiklah memang benar" jawab chanyeol sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gagal dengan tawa khas nya "heh tapi itu tidak penting ada hal lebih penting yang ingin kubicarakan denganmu" jawab chanyeol dengan ekspreksi muka kembali serius
"ada masalah apa chanyeol?" Tanya kris dengan ekspreksi tenang diwajahnya "mengapa kau mempekerjakan huang zitao sebagai sekertarismu kris?" Tanya chanyeol dengan wajah serius "hmm karena dia orang yang menarik dan juga ia sangat manis seperti panda" kata kris sambil tersenyum kecil
"jangan biarkan penampilan menipumu kris, ia memang manis tapi dia adalah seorang asasin yang sangat berbahaya namanya sudah terkenal didunia bawah, hanya sedikit sekali korban yang berhasil lolos darinya" kata chanyeol kepada kris ia tidak menceritakan bahwa semua korban Tao yang selamat adalah karena perbuatannya
"ya aku tahu ia mencoba membunuhku tadi malam" kata kris trsinyum simpul dan tidak terlihat kaget sedikit pun dengan ucapan chanyeol "APA KAU SUDAH GILA KRIS IA MENCOBA MEMBUNUHMU DAN KAU MEMPEKERJAKANNYA SEBAGAI SEKERTARIS?" teriak chanyeol tak percaya, walaupun ia mendengar perkataan Tao tapi ia masih tidak percaya bahwa temannya segila itu tapi setelah mendengar perkataan kris ia berpikir mungkin memang kris membutuhkan bantuan psikiater
"hmm hal yang membahayakan itu lah yang memberikan kepuasan, lagipula kau mengenalku kan chanyeol aku suka dengan hal-hal yang berbahaya" seringai kris "kau memang tidak pernah berubah kris, tapi hal ini berbeda kris ini menyangkut hidupmu tidak bisakah kau bersikap rasional?" kata chanyeol memang benar saat mereka masih bersama kris sangat menyukai hal-hal yang berbahaya bahakan saat ia masih smp sekalipun ia sangat menyukai olahraga yang menantang adrenalin seperti bungee jumping dll walaupun ia tetaplah maniak basket tapi chanyeol tak menyangka temannya akan segila ini
"bukan hanya itu alasanku chanyeol saat aku pertama bertemu dengannya ia telah berhasil mengambil semua perhatianku dan apa yang dia lakukan semakun menambah pesonanya, aku menginginkannya dan akan kubut ia tunduk padaku" kata kris bersmirk ria "lagipula ada kau yang akan melindungiku jika hal menjadi out of control kan" kata kris sambil tersenyum ke arah sahabat sekaligus bodyguardnya itu
"argggghhh kau ini benar-benar" teriak chanyeol frustasi "hah baiklas terserah lau saja, jika ini apa yang kau inginkan maka aku akan melindungimu lagi pula ini merupakan tugasku tapi berhati-hatilah jika kau hanya berdua dengannya dibalik wajah manisnya itu tersimpan hewan buas jika kau lengah sedikit maka kau akan kehilangan nyawamu" kata chanyeol dengan wajah serius
"kau memang sahabat baik ku chanyeol" kata kris dengan senyum cemelang yang sangat langka terpampang diwajahnya, yang biasanya hanya ia tunjukan untuk orang-orang yang dekat dengannya saja "tapi ada yang membuatku penasaran, bagaimana kau mengetahui bahwa ia seorang asasin yeol? Aku tak pernah menceritakan itu padamu bukan" Tanya kris
"aku mengetahuinya dari gerak-geriknya cara ia bersikap memperlihatkan bahwa ia orang yang terlati selain itu saat kau meku mnyebutkan namanya itu membuatku mengingat kabar akan seorang asasin bernama Tao yang jarang sekali gagal melakukan tugasnya dan setelah kau pergi aku memastikan dugaanku, tapi tak pernah kusangka kau akan benar-benar mempekerjakan seorang asasin sebagai sekertarismu" kata chanyeol sambil menggelengkan kepalanya
Ia tak mau mengatakan pada kris bahwa ia mengenal Tao dari pekerjaan-pekerjaan yang pernah ia lakukan sebelumnya karena ia tak ingin kris mengetahui rahasia gelapnya. "kau memang seorang bodyguard yang handal yeol, tak salah aku memilihmu" kata kris
Chanyeol hanya terawa mendengar pujian kris "tentu saja aku adalah yang tehebat" sombong chanyeol "lupakan apa yang kukatakan tadi, jangan sampe kepalamu jatuh karena beratnya" jawab kris menggeleng-gelengkan kepalanya dan ia pun berlalu menuju kantornya untuk melakukan pekerjaannya "hey kris tunggu"teriak chanyeol sambil mengejar kris yang telah berjalan
.
.
.
Diruangan kantor kris, terlihat Tao yang dengan tenangnya menggunakan computer kris untuk mencari data mengenai perusahaan milik keluarga wu itu,. Seetelah beberapa menit berlalu raut wajah tidak sabar mulai terlihat di wajah Tao "cih, dimana ia menyimpan folder-folder mengenai perusahaannya pakah ia meletakknanya di laptop pribadinya tapi tak mungkin taka da data satupun di computer tempatnya bekerja" gerutu Tao
Ketika Tao mulai putus harapan ia melihat folder dengan nama data investor di disck c computer kris terselip diantara folder-folder aplikasi "hmm kelihatannya folder ini cukup penting" pikir Tao sambil mengklik folder tersebut namun sial baginya ternyata folder tersebut telah dikunci dengan password, ia pun mulai mncoba menjebol password tersebut
Namun seteleh beberapa kali usaha dan memasukan semua kombinasi yang ia tahu termasuk ulang tahun kris taka ada satupun yang berhasil membuka folder tersebut. "sial seandainya baekhyun –hyung disini ia akan dengan mudah membuka folder ini" pikir Tao sambil menghelai nafas, tiba tiba terdengar bunyi langkash kaki dali korido tempat ruangan kantor kris berada
Cepat sekali ia kembali kata Tao panic ia pun segera berusaha mematikan computer tersebut
"Krieet" pintu ruangan kerja kris terbuka menampilkan seoarang pria muda dengan rambut berwarna pelangi yang walaupun aneh tetapi terlihat tampan untuknya, "kris-ge berhutang banyak penjelasan padaku, ia bahkan tidak menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan chanyeol-ge" gerutu sehun saat memasuki ruangan kerja kris sambil membawa folder hasil pertemuan tadi.
Disaat itulah ia melihat sosok pria yang tingginya tidak beda jauh dengannya dan terlihat sangar namu juga terlihat manis "siapa kau? Dan apa yang kau lakukan disini?" kata sehun pada pemuda yang berdiri didekat meja kerja kris "namaku Tao dan aku asisten baru kris dan siapa kau?" balas Tao sambil tersenyum
Ia benar-benar manis ketika tersenyum mengingatkanku akan anak panda, kata sehun dalam hati "namaku sehun dan aku merupkan sepupu kris-ge sekaligus manajer di wu corp ini" jawab sehun pada Tao "mengapa aku tidak pernah mendengar kris-ge mendapatkan asisten baru" kata sehun perlahan
Ini dia mungkin aku bisa memanfaatkannya untung mendapatkan data perusahaan akan sulit dengan kris ia terlalu tajam apalagi dengan adanya chanyeol ini bisa menjadi jalan keluar yang mudah bagiku, pikir Tao "yah tentu saja karena aku baru saja bekerja sejak hari ini" jawab tao dengan senyuman yang bisa dibilang menggoda
Entah kenapa tiba-tiba saja jantung sehun seprti ikut pacuan kerja bedertak dengan sangat keras "benarkan? Sepertinya kris –ge lupa bilang padaku" jawab sehun "sepertinya ini sudah termasuk dalam beberapa hal yang dilupakan oleh kris-ge" gerutu sehun "kenapa sehun-ah, kau terlihatsedang kesal memang apa yang terjadi?" kata Tao samil perlahan mendekati sehun dengan tatapan yang dapat dikatakan menggoda
Kenap aku jadi deg-deg-an begini pikir sehun jangan-jangan aku mnderita sakit jantung oh tidaak aku tak mau mati di usia mudaaaaa teriak sehun dalam hati. "halo apa ada orang disini" kata Tao sambil melambaikan tangan didepan muka sehun yang diam membatu.
Mendengar perkataan Tao membawa sehun kembali kealam sadar tapi melihat jarak wajah mereka yang begitu dekat membuat sehun tergagap "eh he ten..tu saaa…ja ada" kata sehun terpatah-patah tiba tiba pintu ruangan kris terbuka dan menampakan kris yang disusul oleh chanyeol dengan nafas terengah-engah
Kedatanganan kris membuat sehun terlonjak dan kemudian "kriss –ge aku ingin bicara denganmu dan kali ini aku ingin kita bicara sendiri!" teriak sehun saat melihat hyungnya memasuki ruangan yang jujur saja sangat diluar kepribadian pria yang biasanya berwajah stoic ini
"baiklah sehun tapi sebelumnya aku ingi memperkenalkan kau dengan sekertaris baru ku Tao, walaupun sepertinya kalian sudah saling mengenal" kata kris melihat sehun dan Tao yang berdiri berdekatan "yah kami sudah berkenalan tadi, benarkan sehun?" kata Tao dngan seringai diwajahnya "y..a itu benar" kata sehun tergagap dengan pipi bersemu merah
Kris hanya memandangnya dengan heran "chanyeol bagaimana kalau kau mengajak Tao mengelilingin kantor selama aku berbicara dengan sehun" kata kris pada chanyeol yg kebetulan dihari sebelumnya telah melakukan touring dikantor kris sehingga ia mengetahui tempattempat digedung perusahaan wu itu
"baiklah kris, ayo kita pergi brats" kata chanyeol sambil memandang Tao "baiklah lagipula aku ingin melemaskan kakiku, senang bertemu dengan mu sehun" goda Tao sambil melangkah menuju pintu keluar diikuti oleh chanyeol
"jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku sehun?" Tanya kris "hyung kenapa kau tidak cerita padaku kalau kau mendapat sekertaris baru? Dan bagaimana dengan chanyeol hyung kau juga tidak pernah menceritakan ku mengenai chanyeol hyung pafdahal kukira aku adalah sepupu favoritmu tapi kau bahakn tak menceritakan hal-hal itu padaku?" rajuk sehun
Tak banyak yang tahu bahwa pria yang kesannya ekspreksionless ini sebenernya akan bersikap sangat manja dan kekanak-kanakan apabila bersama dengan sepupu kesayangannya itu serta teman-teman terdekatnya seperti suho ataupun kai walaupun jika dengan kai ia akan bertindak jahil
"maaf sehun, hyung hanya tidak punya waktu menceritakannya saja mengenai Tao hyung baru memutuskannya tadi malam sehingga hyung tidak sempat memberitahu dan ketika tadi pagi kau datang kita terburu-buru menghadiri rapat, sedangkan mengenai chanyeolkau ingat kejadian ketika aku masuk rumah sakit dahulu yang ternyata sebenarnya merupakan rencana bodyguardku? Chanyeol lah sahabt yang menolongku waktu itu tapi kau tidak mengenalnya karena waktu itu kau ada di china" jawab kris
"hehe maaf hyung aku hanya kesal karena akhir-akhir ini kau seperti menyembunyikan banyak hal dariku" kata sehun "tentu taka pa-apa sehun, dan maaf jika hyung kurang memprhatikanmu" kata sehun dambi mengelus rambut sepupunya yang lebih muda darinya itu
Walau jarang menunjukannya dimuka umum kris sangat menyayangi sepupunya bahkan ia menganggapnya seperti adik kandungnya sendiri karena ketika chanyeol pergi akibat perbuatan neneknya sehun yang baru saja kembali kekorea lah yang selalu menemaninya
"Tapi bukan kau bisa mengabaikan pekerjaanmu hari ini, ayo cepat kembali bekerja" kata kris dengan tegas memasang kembali bicht-facenya "cih kau masih tetep galak saja" kata sehun dan kemudian ia pun perhi dari kanto kris dan berjalan menuju ruangannya sendiri
.
.
.
"kasihan sekali sehun mendapatkan serangan darimu" kata chanyeol kepada pria yang berada disampingnya "heh apa maksudmu aku tidak menyerangnya, aku hanya sedikit tebar pesona bukan salahku kalau aku dilahirkan menarik" balas Tao dengan pandangan tak peduli "tak aka nada yang percaya dengan ucapanmu tao" kata chanyeoll sambil berjalan meninggalkan Tao "hei mau kemana kau?" tanya Tao "melakukan pekerjaanku" kata chanyeol dengan entengnya lebih baik aku juga pergi pikir Tao siapa tau ada hal yang menarik ditempat Kris pikir Tao
.
.
.
Malam hari nya, di apartemen Kris
"Jadi bagaimana pendapatmu? Bukankah menjadi sekertarisku pekerjaan yang mudah" kata kris seraya menganggalkan dasinya "apa kau bilang? Kau menyurhku menyusun puluhan file yang bahkan tak akan selesai bila dilakukan oleh dua orang
"bukankah harusnya kau senang Tao" kata kris dengan menyeringai "apa maksudmu dengan senang?! Itu pekerjaan yang melelahkan kau tahu, aku bahkan tak digaji untuk melakukan ini" gerutu Tao "hmm apa kau bilang tao? Kata kris mendekati tao "kurasa aku cukup baik hati, bukankah aku membantumu untuk mendapatkan informasi tentang peusahaanku, tentunya jika kau benar-benar membaca semua file yang kuberikan padamu dan bisa mengartikannya" bisik kris ditelinga Tao "apa mak… ?" Tanya Tao tergagap gugup akan kedekatan kris dengan dirinya
"aku tahu Tao kau membuka komputerku bukan ketika aku meninggalkanmu di kanto kau pasti ingin mencari sesuatu didalamnya hmm apa lagi jika bukan data mengenai perusaanku?" kata kris perlahan dan mengulum telinga Tao tao yang merasakan lidah kris di telinganya pun memerah "aku tidak mebuka komputermu , untuk apa aku melakukannya!" teriak Tao
"jangan bohong aku Tao , aku bisa mengetahui kebohonganmu" kata Tkris sambil menggigit telinga Tao "arghh sakit tau" teriak Tao sambil mendorong kris "itu hukumanmu karena mencoba berbohong padaku baiklah lebih baik aku mandi sekaranh" kata kris sambil meninggalkan Tao yang masih mengelus telinganya yang habis digigit Kris
"sialan bagaimana ia bisa mengetahui aku menggunakan komputernya" pikir Tao "heh lebih baik aku menyiapkan rencanaku selanjutnya pikir Tao menuju kearah kamar kris
Dikamar mani kris sedang menikmati air hangat yang membasahi tubuhnya dan merilekskan otot-ototnya setelah lama bekerja dikantor, setelah selesai ia melilitkan sebuah handuk di pinggangnya dan melangkah keluar dari kamar mandi namun tiba-tiba saja lampu yang sedang menyala padam
Berjalan secara perlahan-lahan kris pun keluar dari kamar mandi untuk mengecheck sekering listrik namun ketika ia baru keluar dari kamar mandi ia merasakan pisau yang teracung dilehernya "kau akan menyesal karena membiarkan ku hidup kris wu" bisik suara yang sangat dikenal kris , cairan berwarna merah pun mengalir dari leher kris.
Halo readers maaf ya kalo author slow update, sama author mau ngucapin makasih buat semua yang udah review dan nge follow atau fav fic ini maksih ya semuanya xD, btw ada sedikit perubahan di prolog sama chapter 1 ^^ tapi gak terlalu besar kok , makasih ya udah baca fic ini jangan lupa buat review ya :D
