"Tapi Kyuhyun-ssi... kita..."

"Sama-sama namja," potong Kyuhyun.

Sungmin mengangguk dengan ragu.

"Apa masalahnya. Di sekolah kita juga sudah banyak pasangan seperti itu, 'kan?. Apalagi anak basket, aku bagian dari mereka, jadi tidak ada salahnya dengan hubungan seperti itu."

Sungmin meringis, dalam hatinya sedikit berdenyut. Hubungan sesama namja, dan... dia hanya menjadi sebuah tameng. Apa yang harus dia lakukan?.

.

.

Pair : KyuMin

Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast

Rate : T

Genre : Romance, Comedy

Length : Chaptered

Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).

Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.

Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai ini semata-mata demi kelangsungan cerita.

DLDR

enJOY

.

.

"Konsekuensinya?" akhirnya Sungmin membuka mulutnya kembali setelah merasa kehilangan kemampuan bicara beberapa saat.

"Ne?"

"Yaa... konsekuensinya?" ulang Sungmin.

"Kau punya yeojachingu/namjachingu?" kali ini Kyuhyun yang tersentak kaget.

"Atau... ada yang sedang kau sukai?"

Sungmin dengan cepat menggelengkan kepala.

"Bukan itu. Maksudku..."

"Kalau mereka menyangka kita serius...," Kyuhyun mengangkat alisnya.

"Biarkan saja, itu lebih bagus! Atau..." ditatapnya Sungmin dengan seksama.

"Kau tidak mau?"

Sungmin menarik nafas diam-diam. Nelangsa.

"Bukan itu. Hanya saja..."

"Ini hanya pura-pura, Sungmin-ssi. Kalau nanti kau menyukai seseorang... kau boleh pergi!"

Seketika Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin.

"Sungmin-ssi... jebal..." bisiknya dengan nada memohon yang begitu sulit di tolak.

"Semuanya ku serahkan padamu. Kau boleh berkata apapun. Kau boleh bilang kalau kita memang pacaran. Kau boleh bilang, aku menyukaimu. Apa saja! Aku akan meng-iyakan semuanya!"

Sungmin menatap wajah yang begitu dekat itu. Perlahan ia mengangguk meskipun hatinya patah. Sejujurnya dia sedikit tertarik dengan Kyuhyun. Siapapun akan terjerat oleh pesona luar biasanya itu. Tak terkecuali Sungmin. Paling tidak, peluang itu tertutup untuk semuanya. Dan dia menjadi satu-satunya orang yang paling dekat dengan Kyuhyun. Meskipun hanya untuk sementara dan tanpa hubungan apa-apa.

.

.

Setelah kejadian itu, setelah Kyuhyun menceritakan segalanya, Sungmin tak lagi melihat Kyuhyun sebagai sosok yang menakutkan. Sungmin justru menjadi iba. Pada semuanya. Pada kenangan menyakitkan itu. Pada penyesalan Kyuhyun yang pasti tak tertebus. Terutama pada caranya menghalau yeoja-yeoja yang mendekat.

Dan saat melihatnya lagi pagi ini, berjalan masuk dan menebar semua pesona yang dia miliki, dingin tanpa peduli sekeliling, rasanya tidak percaya jika semalam dia telah melihat namja itu menangis.

"Annyeong," sapaannya-pun masih seperti biasa, tanpa senyum. Formal seperti itu memang harus di lakukan, suka atau tidak.

"Annyeong," jawab Sungmin. Juga seperti biasa, tanpa senyum.

Meskipun kaget karena Kyuhyun telah menganggapnya sebagai orang yang bisa di percaya dengan menceritakan satu rahasianya yang mungkin paling hitam, Sungmin tetap tidak akan memberikan senyumnya kalau Kyuhyun tidak tersenyum lebih dulu. Dia takut di kira mempunyai maksud lain. Dan senyumnya dianggap senyum murahan.

"Apa kabar, Sungmin-ssi?"

Sungmin menoleh. Ini baru hal yang tidak biasa. Biasanya Kyuhyun tidak pernah peduli dengan keadaan Sungmin.

"Baik."

"Ah... ne. Baguslah."

Diam-diam Kyuhyun mengamati reaksi namja manis di sebelahnya hari ini. Ternyata tetap tidak berubah. Tetap seperti Sungmin yang kemarin-kemarin. Yang tidak peduli sama sekali. Yang baru membuka suara jika di tegur lebih dulu. Yang lebih suka mengunyah sendiri seluruh kuenya tanpa menawari, apalagi bagi-bagi.

Kyuhyun bersyukur. Berarti dia tidak salah memilih teman sebangku. Berarti juga dia telah menceritakan beban hidupnya yang paling berat pada orang yang tepat.

Tapi seharian ini Kyuhyun menjadi gelisah. Mungkin hanya Sungmin yang tahu, karena jauh di dalam hati, Sungmin juga sama gelisahnya. Semalaman dia nyaris tidak bisa memejamkan matanya, belum yakin apakah Kyuhyun serius dengan permintaannya itu. Apalagi namja itu tidak berbicara apapun hari ini.

Sungmin tidak tahu bahwa Kyuhyun sebenarnya ingin membahas masalah itu secepatnya. Tapi kondisinya tidak memungkinkan. Di sekelilingnya masih juga bertebaran begitu banyak yeoja. Meskipun waktu itu dia sempat lepas kontrol, marah sejadi-jadinya karena jengkel selalu di kelilingi, ternyata tetap tidak bisa mengusir mereka terlalu jauh.

SeoHyun, Jessica, Tiffany, Sunny, dan masih banyak lagi yang membuatnya ingin berteriak sekeras-kerasnya.

Terpaksa Kyuhyun menunggu waktu pulang. Dia harus mengajak Sungmin pulang bersama-sama untuk membahas soal itu. Sayangnya dia lupa. Begitu bel pulang menjerit, Sungmin selalu kabur ke kelas sahabatnya. Lee Hyuk Jae.

Terpaksa Kyuhyun menguntit dua namja manis itu diam-diam. Baru setelah keadaan sepi dan aman, dengan tergesa dia mendekati mereka. Menghadang dengan cara menghentikan mobil pas di depan mereka.

"Annyeong," Kyuhyun menyapa Eunhyuk terlebih dahulu.

"Annyeong," Eunhyuk membalas dengan sedikit ragu. Soalnya ini pertama kalinya dia berhadapan dengan namja yang telah menggemparkan sekolah.

"Aku ada perlu denganmu, Sungmin-ssi," Kyuhyun menatap Sungmin. Namja mungil itu langsung tahu, pasti tentang itu, tentang mereka nanti akan "pacaran'.

Eunhyuk menatap mereka berdua. Alisnya bertaut. Sungmin segera memberi alasan, karena Eunhyuk tidak boleh sampai tahu.

"Kyuhyun ingin kenalan dengan Rain Hyung, Hyukkie-ah," jelas Sungmin, menyebutkan nama salah satu sepupunya.

"Oh!" Eunhyuk mengangguk. Hah... di mulai dengan 1 orang yang tertipu.

.

.

"Rain Hyung, nugu?" tanya Kyuhyun begitu Eunhyuk sudah turun dari Jeep dan mereka tinggal berdua, menyusuri jalan, balik ke arah semula.

"Tukang daging!" jawab Sungmin asal. Dia tidak mau memberitahu. Takut Kyuhyun nanti jadi tertarik. Apalagi Rain Hyung sudah sering berlaga di Kobatama. Jangan-jangan nanti Kyuhyun memaksa ingin berkenalan. Bukan apa-apa. Masalah ini saja bisa di pastikan akan menjadi runyam.

Kyuhyun jelas tidak percaya.

"Lalu, kenapa aku mau berkenalan dengan dia?"

Sungmin tertawa pelan.

"Dulu dia pemain basket. Lalu, karena cedera dan tidak bisa bermain lagi, akhirnya dia memutuskan untuk berjualan daging."

"Oh," Kyuhyun mengangguk-ngangguk. Dia tahu Sungmin berbohong. Mana ada mantan atlet banting setir menjadi tukang daging. Kecuali atlet matador.

"Ingin membicarakan masalah itu, 'kan?" tanya Sungmin sesaat kemudian.

"Ne, otte? Sudah dipikirkan?"

"Sudah."

"Jawabannya?"

"Boleh jawab tidak mau?"

Kyuhyun tertawa.

"Sayangnya jawabannya harus 'ne' atau 'mau', Sungmin-ssi!"

"Itulah."

"Sungmin-ssi, jebal. Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu."

Geu Saram! Keluh Sungmin dalam hati. Meminta tolong tapi harus!.

Sungmin mengambil nafas dalam-dalam sebelum memutuskan.

"Baiklah," jawab Sungmin pelan.

Kyuhyun tersenyum lebar mendengar jawaban itu.

"Gomawo, Sungmin-ssi. Aku benar-benar berhutang budi padamu," Kyuhyun meraih tangan Sungmin dan menggenggam dengan satu tangannya.

Sungmin hanya tersenyum tipis.

"Bagaimana kalau di mulai dengan panggilan kita?" kata Kyuhyun tiba-tiba.

"Maksudmu?"

"Sapaan kita terlalu formal. Bagaimana kalau kau memanggilku Kyuhyun saja, atau Kyu juga boleh."

Sungmin membulatkan mulutnya, mengerti dengan ucapan Kyuhyun.

"Ah... bagaimana dengan Kyunie," ujar Sungmin antusias.

Kyuhyun terdiam. Kyunie. Itu panggilan Hyunmin untuknya.

"Eng... Kyuhyun-ssi... mian jika kau tak suka, baiklah aku akan memanggilmu..."

"Tidak apa-apa, kau boleh memanggilku seperti itu. Lalu aku akan memanggilmu, em... Min, Ming, Minnie." Kyuhun terlihat berfikir. Bahkan panggilan namanya seperti nama Hyunmin.

"Panggilan yang manis, aku menyukainya, terserah kau mau memanggil dengan yang mana," kata Sungmin riang, menampilkan gigi kelincinya.

Kyuhyun mendadak menghentikan mobilnya.

"Wae?" tanya Sungmin heran.

Kyuhyun menatap Sungmin dalam. Tepat di bagian mata. Kyuhyun menggeleng kasar dan kembali menjalankan mobilnya. Sungmin hanya mengerjap bingung tidak mengerti.

"Aniya, oke kita sepakat."

Mobil itu melaju dengan tenang membelah jalan menuju rumah Sungmin. Pikiran Kyuhyun melayang. Sungmin memang bukan yeoja. Tapi, Sungmin memiliki kecantikan alami seperti yeoja. Kulitnya putih susu dan sangat halus. Tubuhnya mungil, dan tingkah lakunya imut dan menggemaskan. Apalagi dia memiliki mata magical yang menghanyutkan dan bibir pink berbentuk M yang menggoda. Dan Kyuhyun yakin, dia tidak akan terjatuh dalam pesona Sungmin. dia 'straight', dan dia yakin itu. Ini pasti aman. Ini hanya pura-pura!.

.

.

Semakin dekat dengan hari ulang tahun SeoHyun, yeoja-yeoja SMA Sapphire Blue semakin sibuk mempersiapkan dirinya.

Yang berasal dari keluarga Chaebol, seperti SeoHyun, Tiffany, Jessica, Yuri, dan sederet nama lain, jelas menarik perhatian Kyuhyun lewat penampilan. Dan mereka sudah menyebarkan akan datang dengan gaun yang 'wow'!.

Yang ekonominya pas-pasan, dalihnya lain lagi. Mereka akan tampil apa adanya, karena mereka yakin Kyuhyun bukan namja matre.

Dan semakin mendekati hari H, anak-anak semakin semangat membahas soal itu. Dimana-mana semua sibuk membicarakan itu. Meskipun yang di undang terbatas, kecuali kelas SeoHyun sendiri, semuanya terpaksa di undang karena terkesan sombong jika dia pilih-pilih.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak sembarangan orang bisa masuk ke rumah SeoHyun. Sungmin sendiri baru satu kali ke sana, waktu kelas satu, waktu itu SeoHyun merayakan ulang tahunnya yang ke 16. Ini memang yang kedua kalinya Sungmin satu kelas dengan si Chaebol itu.

Dan Sungmin belum lupa, dia dan teman-temannya sampai terkagum-kagum melihat rumah SeoHyun. Rumah yang berada di kawasan Gangnam itu, sangat besar. Terdiri atas satu rumah induk dan empat paviliun untuk masing-masing anak. Di setiap paviliun ada satu ruang tamu, satu kamar, dan satu ruang makan plus dapur. Jadi bisa di bilang SeoHyun punya rumah sendiri. Di belakang rumah terdapat kolam renang besar dan berbagai macam tanaman.

Bagi sebagian besar orang, memiliki rumah seperti itu mungkin hanya akan menjadi mimpi seumur hidup. Makanya, Sungmin maklum kalau SeoHyun yakin seratus persen Kyuhyun akan langsung terpikat menyaksikan rumah yang mirip istana tersebut.

Tapi bukan itu yang membuat Sungmin pusing. Dia tidak peduli dengan segala macam usaha SeoHyun. Yang aka menjadi masalah gawat adalah karena di pesta tersebut, Kyuhyun akan menggandengnya dan mengumumkan ke semua... bahwa mereka pacaran.

.

.

Dalam doa seperti apapun, selalu ada harapan untuk dikabulkan. Kecuali doa Sungmin. Tuhan pasti juga akan berfikir jika ingin mengabulkan doa yang aneh itu : meminta agar waktu berhenti berputar. Atau kalau tidak bisa. Loncat satu hari saja juga tidak apa-apa!.

Karena tidak mungkin di kabulkan itulah maka hari yang ditakutkan itu akhirnya datang juga. Hari ulang tahun SeoHyun!.

Sejak pagi Sungmin sudah nervous. Dia menjadi lebih pendiam karena memikirkan apa yang akan terjadi nanti malam. Sementara yeoja-yeoja sekelas begitu ribut dan penuh semangat membahas penampilan mereka nanti.

Sesuai janji, tepat pukul setengah tujuh Kyuhyun datang, dan mereka langsung berangkat ke rumah SeoHyun. Sungmin belum pernah merasakan ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran sebesar saat ini. Rasanyanya hidupnya seperti akan tamat.

Rumah SeoHyun, yang dulu pernah membuat Sungmin kesal karena jauh, sekarang terasa bisa di capai hanya dengn sekali lompat. Sesaat sebelum mereka sampai ke panggung pementasan mereka yang pertama, Kyuhyun menepikan mobil.

"Mian, Ming," Katanya pelan.

"Aku tak tahu kemana lagi harus meminta tolong."

Sungmin menggelengkan kepala.

"Gwaenchana. Aku hanya merasa jahat pada mereka."

"Itu kalau kita benar-benar berkencan. Pada kenyataannya 'kan kita hanya berpura-pura, meskipun tidak ada yang tahu."

"Eng... ne," Sungmin mengangguk, lalu menarik nafas panjang-panjang dan menghembuskannya kuat-kuat. Sesaat mereka diam.

"Sudah?" tanya Kyuhyun pelan. Sungmin mengangguk lagi dengan terpaksa. Mau bagaimana lagi?.

SeoHyun ternyata benar-benar mempersiapkan pesta ulang tahunnya khusus untuk menarik perhatian Kyuhyun. Dari jauh gemerlapnya lampu-lampu telah terlihat dan suara musik samar terdengar. Dan begitu Jeep Kyuhyun muncul di pintu gerbang, SeoHyun langsung berdiri dan berlari menyambut dengan gaya di buat-buat. Sungmin dan Kyuhyun sempat terkesima melihat penampilan SeoHyun yang hampir menyaingi penampilan artis Hoolywood yang masuk daftar nominasi oscar.

"Coba lihat, Ming. Itu SeoHyun atau Eomma-nya?"

Sungmin tertawa.

"Jahat deh. Sudah jelas-jelas itu SeoHyun."

Kyuhyun menyeringai.

SeoHyun masih belum sadar bahwa medan telah berubah. Dia masih mengira dirinyalah satu-satunya yeoja yang paling gemerlap malam ini. Yeoja itu berlari kecil dengan gaya -yang menurut perkiraannya- pasti indah, lalu menyebrangi halaman rumahnya yang luas dan penuh segala macam bunga. Senyumnya merekah. Wajahnya yang lumayan manis jadi semakin manis dengan sapuan makeup, meskipun kesannya jadi seperti sudah berumur duapuluh lima-an.

Tapi senyumnya langsung menghilang begitu di lihatnya Khyuhyun turun dari mobil, membuka pintu penumpang, dan membimbing Sungmin turun dari sana. Terpana tak percaya. Tapi kemudian berfikir, mungkin karena mereka teman sebangku, dan Kyuhyun tak mungkin menyukai seorang namja. SeoHyun mendekat dengan gaya berjalan yang tak seindah dan seanggun tadi.

"Kau kenapa datang dengan Sungmin-ssi, Kyuhyunnie?" tanyanya tanpa perasaan. Kyuhyun merasa mual mendengar panggilan yang di lontarkan SeoHyun untuknya.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis.

"Memangnya kenapa?"

"Yaaah... setahuku, rumahmu dengan rumah Sungmin 'kan dari utara ke selatan."

"Justru karena itu aku menjemputnya, karena rumahmu lebih ke selatan lagi."

Sungmin hanya memakai celana panjang pipa berwarna hitam di padu kaos rajut berwarna biru laut yang tampak gombrong di tubuhnya. Tak jauh beda dengan penampilan Sungmin. Kyuhyun hanya mengenakan celana jins biru dan kemeja flanel yang juga berwarna biru. Lengan kemejanya di gulung sampai siku, sementara satu kancing atasnya di biarkan terbuka. Bukankah mereka terlihat seperti pasangan yang aneh. Datang ke pesta orang besar dengan dandanan yang sangat kasual. Tapi Kyuhyun tak peduli. Dia meraih tangan Sungmin dan menarik namja mungil itu untuk berdiri tepat di sebelahnya.

"Selamat ulang tahun, SeoHyun-ssi," ucapnya. Tanpa jabat tangan, apalagi cium pipi dan pelukan. Padahal SeoHyun sudah menyusun rencana, kalau Kyuhyun menjabat tangannya pada saat mengucapkan selamat, dia akan langsung memeluk namja itu. Karena, kalau mengharapkan Kyuhyun yang memeluknya, itu sudah pasti tidak akan terjadi.

Dan Sungmin dengan berbaik hati menjabat tangan SeoHyun serta menyerahkan kado dari mereka berdua. Dan SeoHyun jelas saja tidak antusias menerima jabatan tangan Sungmin, karena memang bukan itu yang dia harapkan.

Tanpa menunggu di persilahkan, Kyuhyun langsung menggandeng Sungmin melintasi halaman luas rumah mewah itu menuju ruang tempat pesta di adakan. Sementara yang memiliki acara di biarkan berdiri terperangah di pintu gerbang!.

Begitu memasuki ruangan, Sungmin semakin merasa seperti masuk kandang serigala. Mata-mata sejak tadi –sejak dia dan Kyuhyun datang- sedah menatap tajam-tajam dengan sejuta makna, kaget, tidak menyangka, penasaran, marah, kesal, kini semakin menusuk dan menguntit setiap geraknya tanpa jeda. Dia sampai tidak berani melirik kiri kanan. Mengerikan. Ingat! Di sekolah mereka hubungan sejenis itu sudah biasa. Dan melihat posisi datangnya Kyuhyun dan Sungmin secara bersamaan dan terlihat dekat padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu, maka mereka bisa sedikit menyimpulkan apa yang tengah terjadi di hadapan mereka.

Dan yang membuat Sungmin semakin nervous, semakin bingung untuk bersikap, Kyuhyun memperlakukannya dengan benar-benar mesra. Dia di gandeng kemana saja dan tidak di biarkan jauh sedikitpun.

Sepertinya Kyuhyun mengerti, sedikit saja dia lengah, Sungmin bisa jadi serpihan. Dicabik-cabik kawanan macan betina di sekitar mereka. Samapi Sungmin ke kamar mandi-pun Kyuhyun setia mengekor, lalu menunggu di luar mirip satpam pribadi. Dia takut, kalau tidak di kawal, Sungmin akan tewas di benamkan di bak mandi. Kalau melihat ekspresi wajah-wajah yang hadir, itu memang bukan mustahil.

Setengah mati Sungmin tetap kelihatan tenang. Wajar. Mengimbangi Kyuhyun yang sepertinya juga tak peduli dengan suasana pesta yang berubah drastis begitu mereka tiba. Dari meriah menjadi mencekam.

Sungmin tidak kuasa mencegah. Perasaannya kontan menjadi kacau. Jemarinya menjadi dingin. Dan dalam genggaman Kyuhyun, jemarinya semakin menjadi lebih dingin.

Kyuhyun yang menyangka Sungmin gugup karena ekspresi-ekspresi sinis yang bertebaran di seluruh ruangan pesta –dan tidak tahu bahwa sebenarnya ada faktor lain- akhirnya melepas genggamannya. Tapi gantinya... dia merangkul Sungmin!.

Akibatnya semakin parah. Semua mata kontan membesar. Terbelalak tak percaya. Dan berpotong-potong hati langsung patah, jatuh berserak.

Sungmin sendiri tidak bisa mencegah perasaannya untuk tidak melambung. Tinggi di antara awan dan tinggal menunggu kapan dan dimana dia akan jatuh. Dan karena kedatangan mereka memang bertujuan untuk mengumumkan bahwa mereka sudah "berkencan", maka Kyuhyun merasa satu setengah jam saja cukup.

Saat itu SeoHyun sudah siap meniup lilinnya yang baru dinyalakan. Di iringi lagu Saengil Chukka Hamnida yang mengalun sumbang dan tepuk tangan ogah-ogahan, dia meniup lilin berbentuk angka 18 itu kuat-kuat. Api di ujung sumbu langsung padam tanpa sempat bergoyang kiri-kanan sedikitpun. Setelah itu dia masuk ke ruang tengah dan mempersilahkan siapa saja yang ingin mencicipi kue ulang tahunnya untuk memotong sendiri!

Kejadian itu membuat Sungmin menjadi semakin tidak enak. Dia berdoa semoga hanya penglihatannya yang salah. Acara tiup lilin yang biasanya selalu menjadi moment terpenting dalam setiap pesta ulang tahun, jadi terasa kering. Karena itulah Sungmin cepat-cepat berpamitan.

Alhasil, hanya dalam waktu setengah jam, Sungmin yang awalnya hanya namja sederhana yang polos dan tak tahu apa-apa, langsung mendapatkan banyak musuh! Begitu sudah pulang dia di umpat dan di maki habis-habisan.

"Sungmin sialan! Kurang ajar! S**t!" teriak SeoHyun nyaring. Tidak peduli rumahnya masih banyak orang.

Wajar jika SeoHyun naik darah. Pesta ini bukan pesta murah. Juga bukan pesta amal. Berjam-jam dia berdandan di salon, sampai badannya pegal-pegal. Baju yang dia pakai sekarang juga dipesan khusus dari designer ternama, dengan 8 angka nol di label harganya.

Dan semua itu sia-sia! Sia-sia!.

SeoHyun berdiri berang di ambang pintu. Awas saja kau, Lee Sungmin! Kau akan merasakan akibatnya! Seenaknya saja merebut incaran orang! Umpatnya dalam hati.

.

.

TBC

Ah... mianhe, update-nya tidak secepat kemarin. Saya hari-hari kemarin sibuk dengan urusan dunia nyata saya, jadi mohon di maklumi ya chingudeul ^^.

pumpkinsparkyumin : Kyu emang nakutin chingu dan Ming emang nggemesin banget, hoho. Oke ini sudah lanjut.

Ria : Tuh Ming nerima ajakan Kyu ke acaranya Seo. Dan Kyu juga sudah meminta Ming jadi kekasihnya, meskipun cuma pura2 -_-.

Elf hana sujuCouple : wah... akhirnya ada yang sudah baca novel itu juga. Iya chingu, saya juga mikirin KyuMin kalo sedang baca itu, baru sekarang terealisasi bikin remake-nya. Oke ini sudah lanjut ^^.

zeroduck : Rencananya Kyu bukan merugikan Ming sih, cuma bikin ruwet hidupnya Ming aja, keke.

Sissy : kekeke tebakan yang tepat dapet pelukan dari saya .

Winecouple : iya chingu .

Adekyumin joyer : Lha... tuh Ming yang di curhati aja bingung apalagi chingu, sebenarnya saya juga bingung sih, kekeke, mungkin itu sudah skenario Kyu/bagian dari rencana Kyu.

Kyumin joyer : he'em chingu, Kyu emang aneh dari sononya #plak.

5351 : Iya sih... mungkin itu bagian dari rencana Kyu untuk Ming. He'em saya juga sedih sendiri pas ngetik itu :'(.

KikyWP16 : tidak secepat kemarin, sih. Tapi ini lumayan cepat kan .

bunnykyu : He'em, Kyu emang nakutin #hugMing.

Queenshi137 : asiiiik... high five dulu yuk chingu . Bang Kibum ya... eng... nanti akan saya rundingkan ma bumppa dulu, keke.

abilhikmah : tau tuh Kyu -_- #digorokKyu.

airi. tokieda : Hu'um #HugMing.

ShinJiWoo920202 : Hoho saya menanti pertanyaan ini. Itu lho... Song Seunghyun. Membernya FT Island, hehe. Pertanyaannya terjawab di cahp ini kan ^^. Ayo kita awasi Kyu bersama-sama, saya aja klepek2 sama pesonanya Ming #abaikan.

TifyTiffanyLee : Tau tuh chingu, Kyu emang ndak jelas banget. Aneh, suka bentak-bentak, jahat ma Ming #dibekepKyu.

Minhyunni1318 : kekekeke saja juga selalu ngakak jika baca novelnya . Oke ini sudah lanjut ^^.

S. ELF137 : Siiip ^^.

Ratu kyuhae : Fighting ^^.

BluePink 137 : Oke ^^.

NaizhuAmakusa : He'em, Kyu benar-benar menyebalkan #goloknyaKyuudahtajem -_-.

cho. love. 94 : mari kita pantau bersama-sama dalam ff ini. KyuMin is Real ^^.

LauraRose14 : Kita tunggu saat itu datang chingu, nado gomawo ^^.

Minseok : oke, hwaiting ^^.

Fariny : Oke ^^.

Mirukia as Miiru : ini Next-nya ^^.

Big Thank's to:

pumpkinsparkyumin, Ria, Elf hana sujuCouple, zeroduck, Sissy, Winecouple, Adekyumin joyer, Kyumin joyer, 5351, KikyWP16, bunnykyu, Queenshi137, abilhikmah, airi. tokieda, ShinJiWoo920202, TifyTiffanyLee, Minhyunni1318, S. ELF137, Ratu kyuhae, BluePink 137, NaizhuAmakusa, cho. love. 94, LauraRose14, Minseok, Fariny, Mirukia as Miiru

Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^

#bow

Sampai jumpa di chapter selanjutya ^^.