SeoHyun berdiri berang di ambang pintu. Awas saja kau, Lee Sungmin! Kau akan merasakan akibatnya! Seenaknya saja merebut incaran orang! Umpatnya dalam hati.
.
.
Pair : KyuMin
Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast
Rate : T
Genre : Romance, Comedy
Length : Chaptered
Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).
Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.
Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai ini semata-mata demi kelangsungan cerita.
DLDR
enJOY
.
.
Sekarang baru pukul setengah tujuh pagi, tapi sepertinya satu sekolah sudah tahu. Dan semuanya penasaran ingin melihat seperti apa pasangan yang di pilih Kyuhyun.
Sungmin benar-benar tidak menyangka. Pantas saja tadi Kyuhyun bersikeras mereka harus berangkat bersama-sama. Ternyata!.
"Aneh," desis Sungmin kaget.
"Baru saja semalam, sekarang beritanya sudah tersebar ke penjuru sekolah."
Kyuhyun tersenyum tipis.
"Kau tidak tahu kecepatan mulut yeoja?"
Sungmin mengerucutkan bibirnya.
"Setahuku mulut Eomma-ku tidak secepat itu, ini mengerikan."
Kyuhyun jadi tertawa mendegar dan melihat ekspresi Sungmin.
"Ini gila," desis Sungmin panik, begitu melirik ke segala arah dan ternyata semua mata benar-benar tertuju pada dirinya.
Ada yang menatapnya dengan sorot aneh, ada yang cuek, ada yang sedikit sirik, ada yang sagat sirik. Dan ada yang marah!.
Tapi tidak satupun yang berbahagia melihat Sungmin berjalan di sebelah Kyuhyun. Mengerti jika Sungmin panik. Kayuhyun langsung merapat. Dan itu membuat para mata yang sejak tadi mengikuti mereka menatap semakin lebar.
Berita bahwa Kyuhyun telah memilih seseorang untuk menjadi kekasihnya memang sudah tersebar. Terutama pada point 'namja'. Hanya dalam tempo satu hari, Sungmin langsung menjadi selebriti lokal.
Semua ingin tahu. Seperti apa wajah Sungmin itu? Terutama para yeoja-yeoja dan para seme sekolah itu. Dan setelah tahu yang mana oknum yang bernama Sungmin itu, kebanyakan langsung protes keras.
"Kenapa bisa?"
Sungmin memang manis. Sangat manis. Apalahi jika tertawa, mata rubahnya akan menyipit dan gigi kelincinya yang tersembunyi di bibir M-nya terlihat dengan indah. Dan juga, Sungmin itu mungil. Kulitnya putih susu. Dan tubuhnya sedikit berisi. Seperti marmut!. Bayangkan saja, sampai ada yang bilang seperti itu saking siriknya.
Sungmin hanya diam. Untung kulitku putih, keluhnya. Coba kalau hitam. Sudah kecil, hitam. Orang-orang pasti mengejeknya seperti tikus!.
Tapi sekali lagi, Sungmin hanyalah namja sederhana, dan tidak populer, wajar saja jika semua tidak terima dengan kenyataan itu. Apalagi para yeoja, mengetahui bahwa Kyuhyun lebih memilih namja daripada salah satu dari gender yang sama dengan mereka, itu sudah merupakan kenyataan yang pahit.
Semuanya menjadi curiga, dan menduga pasti ada faktor x, y, dan z yang melatarbelakangi proses "jadian"-nya KyuMin yang terkesan penuh misteri itu. Tidak ada angin, tidak ada hujan, dan tidak ada petir, tiba-tiba saja banjir, bukankah itu aneh?.
Begitulah kesimpulan para pengamat. Pengamat yang sirik, tentunya. Apalagi dari kabar angin yang beredar, Kyuhyun juga kejatuhan cinta Song Hye Gyo, sang primadona yang biasanya cuek dengan para penggemarnya.
Makanya kemudian berkembang isu bahwa Sungmin pergi ke cenayang dan meminta bantuan cenayang. Kalau tidak seperti itu, tidak mungkin dia bisa mendapatkan Kyuhyun dengan begitu mudah.
Sungmin langsung kesal di tuduh seperti itu. Kyuhyun, seperti biasa, tetap santai dan tidak pusing dengan omongan apapun di sekitarnya. Apalagi dia juga tidak di rugikan dengan tuduhan itu. Tapi Sungmin ini yang runyam, yang merasa nama dan harga dirinya tercoreng.
"Pergi ke cenayang?"
Sungmin melotot di depan kaca. Memangnya wajahnya sehancur itu? Gerutunya dalam hati. Kalaupun iya, dia harus sampai meminta bantuan cenayang, kenapa juga harus Kyuhyun? Mending sekalian langsung ke semua member Super Junior yang berjumlah 13 + 2 itu!.
Kyuhyun sendiri ternyata telah memperhitungkan akibat tindakan mereka itu. Dia langsung mengubah kebiasaan, tidak lagi menunggu bel dengan cara berkeliaran di kelas-kelas lain atau mengobrol dengan teman-temannya yang juga anak basket, ataupun membaca buku di perpustakaan. Dia takut meninggalkan Sungmin. Takut begitu dia berbalik, Sungmin sudah RIP.
SeoHyun dan antek-anteknya, menjadi semakin kesal. Mereka terpaksa sabar menunggu kesempatan untuk bisa menyerang Sungmin. Tapi kesempatan itu sepertinya tidak akan datang, karena KyuMin sekarang benar-benar mirip pasangan kembar siam. Ke mana-mana selalu berdua, ke perpustakaan berdua, mengerjakan tugas berdua. Kalau Kyuhyun latihan basket, Sungmin sabar menunggu di pinggir lapangan. Dan kalau Sungmin sibuk di ekskul musiknya, Kyuhyun ikut menemani di ruang latihan.
Benar-benar membuat sakit mata! Dan membuat banyak orang ingin marah!.
.
.
Serapi-rapinya rencana yang telah disusun, secermat-cermatnya semua kemungkinan yang telah di perhitungkan, tapi yang namanya kejadian tak terduga pasti bisa datang kapan saja.
Suatu hari, saat Kyuhyun harus latihan basket, mendadak ketua ekskul musik memerintahkan seluruh jajaran pengurus untuk berkumpul karena ada rapat penting. Hal itu di umumkan lewat pengeras suara pada saat jam istirahat pertama. Semua pengurus ekskul musik harus hadir di sekretariat begitu jam sekolah selesai.
Sungmin yang menjabat sebagai Bendahara, tentu saja harus hadir. Begitu jam sekolah selesai, dia langsung pergi ke sekretariat diantar Kyuhyun. Tapi namja itu hanya bisa mengantar, tidak bisa menunggu karena dia juga harus latihan basket.
Begitu Kyuhyun pergi, entah kenapa Sungmin langsung mendapat firasat buruk. Karena di rapat itu ada Sunny, anggota ekskul musik. Sunny sebenarnya tidak masuk jajaran pengurus, tapi kenapa dia bisa hadir? Itu letak keanehannya.
Pasti dia mata-matanya. Karena saat break sepuluh menit, yeoja itu menghilang, sementara yang lainnya tetap di ruangan. Dan tiba-tiba saja, lima belas menit sebelum rapat selesai, di luar ruangan muncul SeoHyun dan Jessica, di ikuti beberapa kaki tangannya. Kalau Sungmin sedang berjalan dengan Kyuhyun, yeoja-yeoja itu selalu menatap Sungmin dengan pandangan seperti ingin membunuh.
Sungmin langsung hawatir. Masalahnya, cerita bohongnya belum selesai semuanya. Masih banyak bagian yang yang belum dia lengkapi. Benar saja. Begitu rapat selesai, Sunny langsung mendekat.
"Kami ingin bicara, Sungmin-ssi."
"Kami siapa?"
"Kau tidak perlu berpurah-pura bodoh seperti itu."
Sungmin melirik lewat sudut mata. Wajah Sunny terlihat sangat jelek.
"Bicara saja jika ingin berbicara."
"Tidak bisa disini!"
"Wae? Sudahlah, tidak usah berbelit-belit dan sok rahasia. Tidak ada orang disini."
"Pokoknya tidak bisa disini!"
Belum sempat Sungmin bilang keberatan, tangannya langsung di cengkeram. Dengan kasar Sunny menariknya keluar. Bahkan Sunny lebih kecil dari Sungmin, beraninya yeoja itu menarik Sungmin. Untung Sungmin masih sadar jika yang tengah menariknya itu yeoja, jika namja, pasti sudah babakbelur di buatnya.
Di luar, SeoHyun dan Jessica dengan gaya yang mengalahi bos penyamun, berjalan mendekat sambil melotot.
"Jangan mengira kalau kau bisa lolos selamanya!"
Bentak Jessica.
"Dan kau harus berbicara yang sejujurnya pada kita!," perintah SeoHyun.
Sungmin hanya mencibir jengah.
"Lepaskan tanganku, aku akan menuruti kemauanmu, aku tidak akan melarikan diri," tawar Sungmin.
Lewat isyarat mata SeoHyun menyuruh Sunny untuk melepaskan cengkeramannya. Sungmi mengusap-usap pelan pergelangan tangannya.
Dengan pegawalan yang super ketat, Sungmin di giring pergi dari sana.
.
.
Rumah Tiffany letaknya tidak jauh dari SMA Sapphire Blue. Kalau siang rumah itu sepi, hanya ada pembantu, karena Tiffany anak tunggal, dan banonim-nya bekerja. Jadi ke sanalah Sungmin dibawa.
"Duduk!" perintah SeoHyun.
Dengan menahan kesal, Sungmin menuruti perintahnya.
"Sekarang kau ceritakan bagaimana kau bisa tiba-tiba menjadi kekasih Kyuhyun! Jangan mencoba untuk berbohong!"
"Kenapa aku harus berbohong padamu?" jawab Sungmin ketus.
"Bagus! Sekarang ceritakan yang sebenarnya!"
"Kau kira kau siapa dengan seenaknya menyuruhku bercerita?"
"Ya! Jangan macam-macam! Kau sangat tahu jika aku suka dengan Kyuhyun!"
"Itu urusanmu!"
SeoHyun mendesis. Dia melotot sampai manik matanya seolah akan lepas.
"Kurang ajar! Kau tahu tidak? Sudah kuhabiskan ratusan juta won untuk pesta kemarin! Memangnya itu semua makanan murah? Kau kira dekorasinya asal-asalan? Belum lagi baju yang kupakai!"
"Terus kenapa? Kau mau minta ganti rugi padaku?"
SeoHyun langsung tertawa keras.
"Heh... mana bisa? Memangnya kau punya apa? Baju yang kau pakai ke rumahku waktu itu, itu baju anak pembantuku! Dan mereka juga tidak akan sebodoh itu pergi ke pesta dengan baju seperti itu!"
Sungmin mengatupka bibirnya rapat-rapat. Kalimat pajang itu menikam luka. Dia sakit hati!.
"Dan kami sangat yakin ini hanya rekayasa," tukas Yuri, salah satu antek SeoHyun.
"Mussun iriya?"
"Ne. Pasti ada sesuatu!"
"Hahahaha," Sungmin tertawa untuk menyembunyikan rasa kagetnya.
"Tidak ada hal yang seperti itu."
"Pasti! Karena namja seperti Kyuhyun tidak mungkin jatuh cinta padamu, kau namja, yang juga tidak punya apa-apa, dan aku yakin dia itu straight!"
"Oh... begitu?" Sungmin tertawa lagi. Over confident semua yeoja yang ada disini, pikirnya.
"Meskipun Kyuhyun Strainght-pun, aku tidak yakin jika dia akan mau denganmu!"
Yuri mukanya langsung merah.
"Bukannya kau yang suka dengan dia terlebih dulu?" tuduh Yoona.
"Enak saja! Aku tidak seperti itu!"
"Mungkin saja kau memaksanya."
Sungmin terperangah sesaat, kemudian tertawa geli.
"Kalau berbicara sebaiknya di pikirkan terlebih dulu. Memaksa? Kau tidak melihat tubuh jangkung Kyuhyun. Juga sifat kejamnya itu. Memaksa dia untuk menjadi namjachingu-ku itu sama saja dengan menyerahkan diri untuk jadi sasaran empuknya!"
Yoona terdiam. Benar juga. Kyuhyun itu terlalu menakutkan untuk Sungmin yang mungil. Eh, tapi 'kan yang namanya memaksa tidak harus dengan fisik. Bisa juga memaksa dalam bentuk lain.
Yoona terbelalak. Jangan-jangan isu itu bear. Sungmin pergi meminta bantuan cenayang, atau kalau tidak... dia memakai hipnotis!.
"Ya! Dengar!" bentak Sungmin, benar-benar kesal karena sudah di tuduh melibatkan cenayang.
"Kalau harus memakai jalan yang seperti itu, aku juga tidak akan mengincar Kyuhyun. Sekalipun aku memang menyukai namja, lebih baik aku memikat anggota Super Junior saat melihat konser mereka!"
"Kyuhyun bilang alasan dia suka denganmu?" tanya Jessica yang sejak tadi hanya diam. Sebenarnya dia tidak ingin ikut memojokkan Sungmin, karena dia merasa benar-benar terjatuh. Sampai harus seperti ini. Bagaimana mungkin dia bisa kalah dengan orang yang tidak punya apa-apa, dan lebih parahnya itu seorang namja.
"Itu sudah pasti!" jawab Sungmin bangga.
"Pertama, karena aku manis. Kedua, karena aku imut, mungil dan menggemaskan... Ketiga, karena aku Lee Sungmin. Keempat, karena aku tidak centil seperti kalian. Dan kelima...," Sungmin menyeringai, "kerena dia cinta padaku!"
Semuanya tercengang.
"Terus, langsung kau terima?" bentak Jessica.
"Kalaupun aku menolaknya, dia bersedia menuggu. Lalu kau mau apa?"
Semuanya tercengang lagi. Sampai seperti itu?.
SeoHyun jadi naik darah.
"Bohong! Bohong! Tidak mungkin! Jangan percaya!" dia menyeruak maju.
"Awas, Tiffany!" dia mendorong Tiffany kesamping.
"Sungmin-ssi, kau... pasti... berbohong! Kau... pasti... membual! Pasti!"
Sungmin menutup telinga gara-gara SeoHyun berteriak tepat di depannya.
"Sudahlah. Kalau sudah tidak ada harapan, mending kau cari sasaran yang lain!"
"Apa kau bilang?" teriak SeoHyun berang.
"Kau memang benar-benar Brengsek!" dia menyentak tubuh Sungmin ke belakang. Sungmin langsung membalas. Dia mendorong tubuh SeoHyun. Meskipun tidak dengan tenaga penuh, dia masih sadar jika makhluk di depannya ini ber-gender yeoja.
"Kau jangan seperti itu! Kau ingin bertanya atau mengajakku berduel? Tapi maaf saja, aku tidak akan pernah melawan yeoja, SeoHyun-ssi."
"Sudah! Sudah!" Taeyon dengan cepat melerai. Dia tidak mau ada bentrok fisik. Bahaya. Bisa tersebar beritanya, dan kemungkinan terbesarnya mereka di sidang di ruang guru.
.
.
Di tempat lain, Kyuhyun juga tidak tenang latihan. Lemparannya tidak ada satupun yang masuk ke ring. Bayangan Sungmin yang terpaksa dia tinggal sendirian, membuat konsentrasinya pecah.
Dan begitu latihan –yang waktunya dia percepat sendiri- selesai, Kyuhyun langsung pergi ke sekretariat musik. Tapi terlambat, Sungmin sudah lenyap!.
Kalang kabut, dia memeriksa semua ruangan satu per satu. Tapi kompleks bangunan di SMA Sapphire Blue terlalu luas, juga bertingkat.
SMA Sapphire Blue memang SMA terbesar di Seoul. Kyuhyun baru memeriksa setengah sekolah, tapi nafasnya sudah hampir putus. Kebetulan dia bertemu Park Ahjussi. Sang penjaga sekolah itulah yang memberitahu Kyuhyun bahwa Sungmin di bawa SeoHyun cs ke rumah Tiffany.
"Sial!" desis Kyuhyun langsung balik badan dan lari secepat-cepatnya. Benar saja! Waktu sampai di rumah Tiffany, Sungmin sedang dalam cengkeraman SeoHyun.
Tanpa permisi, dia menerjang pintu depan dan menyeruak masuk dengan langkah-langkah panjang. Yeoja-yeoja yang mengelilingi Sungmin langsung terdiam. Menatap ngeri wajah Kyuhyun yang merah padam menahan marah.
Semuanya langsung menggeser tubuh begitu Kyuhyun menerobos ke tengah kerumunan dan meraih Sungmin kedalam pelukannya. Namja itu menelanjangi wajah-wajah di sekitarnya dengan tatapan tajam. Tanpa bicara, dia membawa Sungmin keluar.
"Minnie-ya, gwaenchana?" dengan cemas di pandangnya wajah di sebelahnya.
Sungmin tidak menjawab. Mulutnya mengerucut maju dengan sempurna. Dia sakit hati. Marah, kesal, emosi. Seenaknya saja mereka main tuduh tanpa tau cerita yang sebenarnya!.
Kyuhyun merasa bersalah. Makanya dia tidak bertanya lagi, dan semakin mempererat pelukannya sambil berucap lirih, "Mianhe, Ming."
.
.
Sejak peristiwa itu, Kyuhyun benar-benar memperketat pengawalannya. Tidak dibiarkannya Sungmin hilang dari pandangan mata. Dan seandainya jadwal kegiatan ekskul mereka bertabrakan, dialah yang mengalah.
Dan Sungmin yag tadinya slow-slow saja, sekarang jadi ngebut menyelesaikan 'makalah' yang membahas seputar jadian mereka. Gara-gara yeoja-yeoja sialan itu, yang bilang seenak udel mereka. Kyuhyun , babo, buta, terkena jampi-jampi, terkena tipu akting cuek-nya Sungmin. Dan banyak lagi yang lainnya!.
Tapi yang paling menyakitkan adalah ucapan Jessica, yang sampai ke telinga Sungmin setelah lewat estafet panjang.
"Sungmin memang ketiban bulan. Tapi Kyuhyun ketiban sial!"
Sangat menyebalkan, bukan? Saat Eunhyuk membisikkan kaliamat itu, Sungmin hampir meledak. Tapi dia tidak mau memberitahu Kyuhyun soal omongan-omongan itu. Namja itu sepertinya masa bodo. Tapi belum tentu juga Kyuhyun tidak melambung. Siapa yang tidak bangga di sebut keren sementara orang lain di jelek-jelekkan karena dianggap tidak pantas menjadi kekasihnya?.
Makanya tadi siang di mobil Kyuhyun, sekali lagi Sungmin meminta ketegasan namja itu bahwa tentang karang-mengarang itu seratus persen menjadi urusannya. Dan Kyuhyun mengangguk. Alasannya memang cukup masuk akal.
"Kalau kau megarang, aku juga mengarang, nanti kita terpaksa mencocokkan di sana-sini. Akan semakin merepotkan," ujar Kyuhyun.
"Jadi lebih baik kau saja. Aku tinggal mengiyakan saja nanti."
Alhasil, setelah berfikir mencari inspirasi selama hampir delapan jam, tergolek di atas tempat tidur dengan berbagai pose dan menghabiskan kira-kira enam gelas susu vanila, satu pak wafer coklat, sekantong cheesestick, dan tiga kantong kripik kentang yang membuat bibir mungil Sungmin berasa mati rasa, akhirnya 'makalah' itu selesai juga meskipun masih banyak yang bolong di sana-sini.
Dan besoknya, Minggu sore, Kyuhyun mengajak Sungmin keluar untuk membahas soal itu.
"Kenapa ke sini?" Sungmin sedikit heran saat Kyuhyun membelokkan mobilnya ke halaman sebuah restoran.
"Memangnya kenapa?" Kyuhyun balik bertanya.
"Eng... tidak apa-apa, sih," Sungmin ragu ingin mengatakan bahwa restoran itu terlalu romantis untuk dijadikan tempat pembahasan mereka. Padahal kedatangan mereka ke sini justru untuk menetralkan perasaan. Yang pasti perasaan Sungmin sendiri. Kalau untuk Kyuhyun jelas tidak masalah, karena namja itu memang tidak punya perasaan.
Resto ini begitu teduh oleh rimbunnya pepohonan. Seluruh bangunannya terbuat dari kayu. Pernak-pernik etnik mendominasi hampir seluruh ruangan, bahkan taman-taman di sekelilingnya. Ada air mancur terletak di tengah-tengahnya.
Lukisan-lukisan indah memenuhi dinding. Ukiran-ukiran yang anggun menghiasi meja dan kursi. Patung-patung dan keramik ada di setiap sudut ruangan.
Secara keseluruhan , resto ini benar-benar sukses menghadirkan suasana romantis. Endless Love yang mengalun begitu lembut di antara gemerisik daun dan gemericik air juga berhasil menambah pekat kegelisahan Sungmin yang sedang berjalan di sebelah Kyuhyun, menapaki bebatuan di sela-sela hamparan rumput.
Kenapa lagunya Endless Love? Gerutunya dalam hati. Membuat orang nervous saja!.
"Di sini bulgogi dan ayam-nya enak, Ming," kata Kyuhyun setelah mereka duduk berhadapan.
"Oh..." Sungmin hanya bisa ber-oh. Dia tidak yakin sanggup menelan seenak apapun rasa bulgogi dan ayam itu. Masalahnya, mereka akan membahas 'makalah' bagaimana mereka telah fall in love-an akhirnya menjadi sepasang kekasih. Padahal itu hanya pura-pura, sementara jauh di dalam hati dan mimpi Sungmin, dia menginginkan kebalikannya.
Akhirnya pesanan mereka datang. Seporsi besar daging mentah lengkap dengan panggangan dan selada. Juga seporsi besar ayam dengan bumbu pedas manis.
Kyuhyun mulai memanggang daging di atas pemanggang, dan mengambilkan sepotong ayam untuk Sungmin.
"Kau mau ku potongkan dagingnya sekalian?" tanya Kyuhyun sambil membalik daging di atas panggangan dan membawa gunting di tangan sebelah kiri.
"Terserah."
Kyuhyun kontan tertawa.
"Jangan nervous seperti itu," tegurnya halus. Sungmin langsung tersentak.
Ya Tuhan! Memangnya sangat kelihatan? Sungmin tergesa-gesa mencari alasan.
"Kau tidak merasakannya. Bagaimana aku tidak kesal jika di tuduh macam-macam."
Kesibukan Kyuhyun memotong-motong daging langsung terhenti. Di pandangnya Sungmin dengan sorot minta maaf.
"Jeongmal mianhe, Ming. Aku benar-benar bodoh saat itu, tidak segera sadar kalau kau di bawa ke rumah Tiffany. Tapi aku berjanji, kejadian itu tidak akan terulang lagi."
Sungmin menarik nafas lega. Untung saja Kyuhyun salah sangka.
"Ini sebagai permohonan maafku," Kyuhyun meletakkan potongan besar bulgogi di piring Sungmin.
Sungmin tersenyum tipis.
"Kita mulai sekarang, ne?" tanya Sungmin. Kyuhyun mengangguk tanpa suara karena dia mulai sibuk makan.
"Hmmm... " Sungmin membuka buku di tangannya dan langsung kebingungan. Kenapa ini yang jadi bagian pertamanya?.
"Begini, Kyu..." katanya.
Belum apa-apa dia sudah mulai gugup.
"Kalau seumpama... kau ditanya... eng... siapa yang... yang..." Sungmin tergagap, wajahnya merona merah. Ini memang pembicaraan yang sangat sensitif. Tapi Kyuhyun tetap santai, mengunyah bulgoginya tanpa merasa kasihan melihat wajah kepiting rebus di depannya.
"Yang lebih dulu ada feeling?" tanya Kyuhyun.
"Eng... ne."
"Ya pasti aku, masa' kau?"
"Ah... ne," Sungmin menarik nafas lega. Untung saja. Dia fikir Kyuhyun akan mempersilahkan untuk menyukainya lebih dulu.
"Jadi begini..." Kyuhyun berhenti makan, lalu mengelap mulutnya.
"Karena aku menyukaimu, makanya aku memilih untuk duduk sebangku denganmu. Dan jika mereka bertanya kenapa aku menyukaimu, kau jawab saja tidak tahu."
"Oh, itu pasti?" jawab Sungmin seketika. Memang begitu cerita yang sudah dia karang.
"Terus apalagi?" Kyuhyun melanjutkan makannya.
"Terus kita jadiannya kira-kira sebelum ulang tahunnya SeoHyun. Sore hari, karena paginya kita belum ada apa-apa, eotte?"
"Boleh."
"Teruuuus..." Sungmin menarik nafas panjang. Ini bagian yang paling membuatnya pusing. Berjam-jam mencari inspirasi, tapi tetap tidak dapat juga. Apalagi dia belum pernah punya kekasih, jadi tidak punya bahan referensi.
"Waktu aku dikeroyok, SeoHyun bertanya... bagaimana caramu menyatakan cinta padaku?" muka Sungmin kembali memerah.
"Menyatakannya bagaimana?" Kyuhyun menatap yeoja di depannya sekilas.
"Bagusnya bagaimana?"
"Molla," jawab Sungmin polos. Kyuhyun tertawa.
"Kau maunya bagaimana?" pancing namja itu sambil mengambil sepotong ayam dan melahapnya dengan ganas. Sungmin sangat kesal. Carnivora memang dimana-mana tidak memiliki perasaan! Gerutunya kesal.
"Maunya sih... tidak ada pernyataan!" jawab Sungmin, mendadak jadi judes. Kyuhyu hanya tersenyum, tetap tenang.
"Gurae. Mian. Kalau ini biar menjadi bagianku. Kau suka sunset?"
"Tergantung. Tapi di Seoul jarang ada moment sunset yang bagus."
"Bukan itu point-nya, Ming. Aku suka berburu sunset. Yang paling bagus yang ku abadikan di pulau Jeju. Jadi seperti itu saja. Kau bilang pada SeoHyun, itu yang kuberikan padamu saat aku menyatakan menyukaimu. Foto sunset di pulau Jeju. Ukuran 4R."
Kening Sungmin mengerut.
"Sedikit aneh."
Kyuhyun tersenyum tipis.
"Bunga, cokelat, apalagi kartu... itu sudah basi, Ming! Lagipula kau namja. Memangnya kau dulu memberikan kekasihmu/di beri kekasihmu apa?"
Deg! Sungmin tersentak. Kyuhyun ini...!.
"Bukan urusanmu!"
Kyuhyun tersenyum lagi.
"Ya sudaaah. Kembali ke permasalahan. Bilang saja seperti itu ke SeoHyun, atau siapa saja yang bertanya. Besok kubawakan fotonya. Kau 'kan tahu SeoHyun orangnya nekat. Kalau dia bertanya 'Aneh sekali? Memberikan foto?' bilang saja, aku berjanji untuk mengajakmu kesana kalau kita menikah! Biar tau rasa dia!."
HAH!
Asli, Sungmin sampai ternganga bengong. Ya Tuhan! Tabah! Tabah! Tabah!.
Alhasil, dua jam berduaan di resto itu, Kyuhyun kenyang karena sudah menghabiskan seporsi bulgogi –dikurangi porsinya Sungmin yang di berikan Kyuhyun- dan seporsi ayam pedas manis –dikurangi porsi Sungmin yang di berikan Kyuhyun juga-. Sementara Sungmin kenyang karena nervous dan jantungnya yang terus-terusan loncat ke sana kemari.
Sepertinya aku harus ke rumah sakit, keluh Sungmin dalam hati. Bertanya, mungkin saja ada jantung yang tidak terpakai. Karena jantungku sepertinya sebentar lagi tewas, karena terlalu sering berdebar-debar lebih cepat dari batas ketentuan maksimum.
.
.
TBC
Whoah... akhirnya kelar juga chap ini. Mianhe... lama lagi update-nya. Seminggu ya, hem... padahal saya ingin update lebih cepat dari waktu seminggu TT. Untuk chapter ini dan beberapa chap ke depan penuh dengan adegan Seo Vs Ming, yeoja keras kepala itu melakukan segala cara untuk menekan Ming, tapi tenang saja, tidak ada kekerasan fisik kok chingudeul, yeoja-yeoja ndak jelas itu menyerang melalui kekuasaan mereka. Semoga chapter ini tidak mengecewakan kalian, saya sudah membuatnya sedikit panjang lho daripada biasanya ^^.
KikyWP16 : mian ndak bisa update cepat :'(, tapi chap ini ceritanya sedikit panjang lho chingu daripada kemaren2 #alasan ^^.
airi. tokieda : Hem... prosedurnya memang sudah seperti itu chingu . Tenang saja, bully-nya ndak parah sampek jambak-jambakan kok, hehe, lagian juga ada pahlawan kesiangan kan di sebelah Ming #lirikKyu.
NaizhuAmakusa : Hem... emang Ming itu lebih manly sih daripada Kyu #ditoyorKyu. Gini aja deh chingu, lihat foto-foto Kyu jaman dulu, kalau perlu pandangi foto yang paling menyeramkan milik Kyu #berusahaNego.
cho. love. 94 : Kekeke, Kyu hanya untuk Ming dan Ming hanya untuk Kyu ^^.
sitara1083 : hem... gitu ya, di tunggu saja chapter kedepannya deh chingu, kalau belum berasa juga romance-nya, saya ganti genre-nya jadi mistery deh, hehe, bercanda. Bingung chingu, mau di kasih genre drama ndak sreg rasanya, yaudah akhirnya romance aja deh ^^. Woh... saya yang duluan jatuh cinta ke KyuMin #abaikan -_-.
S. ELF137 : Oke ^^.
kyumin pu : Iya tuh, gara2 Kyu, Ming jadi punya musuh bejibun. Siiiip... ini sudah lanjut ^^.
ammyikmubmik : hahaha, terimakasih review-nya ^^.
ShinJiWoo920202 : Hoho apa di atas itu sudah cukup untuk di sebut menjaga Ming? Meskipun ada sedikit lengah sih :-D. Siiip ^^.
LauraRose14 : hoh... itu tuh #tunjukatas kelakuan Seo n the gank pada Ming, untung saja Kyu langsung dateng untuk melindungi Ming meskipun terlambat -_-. Ne, Fighting, nado gomawo ^^.
Queenshi137 : Mending saya aja chingu yang di lempar ke Heenim, saya sangat bersedia kok, kekeke. Hem... tenang saja chingu, Ming kan orangnya sabar dan tegar, kita tunggu saja episode Kyu kelimpungan, kalau ada sih, hehe. Oke chingu, Hwaiting ^^.
5351 : kenapa judulnya Lee Sungmin?. Karena novel aslinya judulnya fairish dan fairish itu nama peran yang di mainkan Ming sekarang, daripada saya bingung-bingung, saya kasih saja judul Lee Sungmin, hehe. Ho'oh tuh, Kyu terlalu percaya diri dengan statement-nya -_-.
Kyumin joyer : Hohoho disini mereka semakin akrab. Ndak kilat sih, tapi semoga memuaskan ^^.
Maximumelf : beneran kok chingu, nanti ada hubungannya dengan chapter-chapter selanjutnya ^^.
Ria : bukan hampir mirip lagi chingu, tapi dijamin sangat mirip. Karena ini remake, saya hanya mengubah sedikit seperti yang saya tulis di warning ^^. Hem... adegan pem-bully-an Ming yang pertama tuh chingu, kita lihat apa yang akan di lakukan gerombolan yeoja itu pada Ming :'(. Ah... orang ketiga ya, saya akan berdiskusi dulu dengan KyuMin enaknya pakai cast siapa, hehehe.
choi hyekyung : ne, gwaenchana. Eng... rate M ya... eng... #tiba-tibaBlank o_O. Haha tetap aman di rate T chingu, karena novelnya juga novel remaja, saya hanya suka baca rate M tapi ndak bisa buatnya, mian ^^.
pumpkinsparkyumin : aigo... tuh Ming sampek di seret paksa chingu sama orang yang nganggep dia musuh :'(.
Sissy : Siiip, Semangat! ^^.
danactebh : oke, ini lanjutannya, tapi mian jika tidak secepat yang di inginkan ^^.
Winecouple : Ne, chingu, tapi jadi kasihan Ming kan #HugMing .
Cho Miku : di mudeng-mudengkan saja deh chingu, Kyu kan emang ambigu orangnya #digorokKyu.
Big Thank's to:
KikyWP16 , airi. tokieda , NaizhuAmakusa, cho. love. 94, sitara1083, S. ELF137, kyumin pu, ammyikmubmik, ShinJiWoo920202, LauraRose14 , Queenshi137, 5351, Kyumin joyer, Maximumelf, Ria, choi hyekyung, pumpkinsparkyumin, Sissy, danactebh, Winecouple, Cho Miku
Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^
#bow
Sampai jumpa di chapter selanjutya, saranghae ^^.
