Sepertinya aku harus ke rumah sakit, keluh Sungmin dalam hati. Bertanya, mungkin saja ada jantung yang tidak terpakai. Karena jantungku sepertinya sebentar lagi tewas, karena terlalu sering berdebar-debar lebih cepat dari batas ketentuan maksimum.
.
.
Pair : KyuMin
Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast
Rate : T
Genre : Comedy, Romance
Length : Chaptered
Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).
Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.
Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai ini semata-mata demi kelangsungan cerita.
DLDR
enJOY
.
.
Sungmin mundur-maju akan memberikan keterangan, karena masih ada bagian-bagian yang 'bolong' dalam cerita rekaannya. Apalagi bila mengingat pertanyaannya Sunny: "Apa saja kata-kata Kyuhyun saat menyatakan perasaannya?". Mengerikan, bukan?. Makanya, karena pertanyaan Sunny itu terlalu seram, Sungmin sampai tidak sanggup mengarang.
Dan begitu Sungmin sudah nekad ingin memberikan keterangan –karena dia sudah benar-benar kesal di musuhi terus- terdengar pemberitahuan dari sekretariat basket bahwa tim basket SMA Sapphire Blue akhirnya akan ikut ambil bagian dalam kompetisi basket tingkat SMA. Karena itu latihan akan diadakan intensif, mungkin setiap hari, mengingat kompetisi tinggal dua minggu lagi.
Pengumuman itu begitu mendadak, karena izinnya juga turun mendadak. Sebelumnya para Seonsaengnim memang keberatan, karena anggota tim inti yang akan turun kebanyakan siswa-siswa tingkat akhir, yang sebentar lagi harus menghadapi Ujian Akhir. Jadi, lebih baik menitikberatkan pada pelajaran daripada basket. Basket tidak di ujikan, bukan?
Dengan adanya pengumuman itu, rencana Sungmin terpaksa ditangguhkan, karena siangnya Kyuhyun langsung ikut briefing.
Dan semakin intensif Kyuhyun latihan, berarti semakin intensif juga Sungmin nongkrong di pinggir lapangan. Kyuhyun tidak mengizinkan namja manis itu pelang sendiri, meskipun saat itu sekolah sudah benar-benar sepi. Yeoja-yeoja ganas itu tidak terlihat lagi. Kyuhyun takut Sungmin dihadang di jalan. Di lempar batu masih lumayan. Kalau di lempar kapak, 'kan urusannya bisa panjang.
Sungmin bosan juga setiap hari harus nongkrong di pinggir lapangan. Masalahnya, Kyuhyun latihannya lumayan lama. Rata-rata dua jam setiap hari. Pernah dia ingin ikut latihan, sekedar ingin tahu dan ganti suasana. Tapi Choi Siwon –namja jangkung pemain andalan tim basket SMA Sapphire Blue- langsung melarang.
"Jangan, Sungmin-ah! Nanti kalau kau terinjak, bagaimana?"
Aish! Sialan, 'kan? Perasaan Sungmin juga tidak terlalu kecil. Yesung salah satu pemain inti juga tinggiya tidak beda jauh dengan dia. Sebal juga dia saat itu, di tertawakan ramai-ramai. Sebelum kenal Kyuhyun, Sungmin memang tidak begitu akrab dengan anak-anak basket. Karena mereka jangkung-jangkung, dia jadi minder. Apalagi setelah mereka tahu Sungmin ternyata belum tujuh belas tahun, semakin habis si mungil itu digoda.
"Pantas saja badanmu kecil!" kata Kangin, yang mulutnya memang rada-rada sedikit comel.
"Pasti kau belum pernah bermimpi "itu", 'kan?" Kangin membuat isyarat tanda kutip dua jari dengan kedua tangannya.
Shit! Wajah Sungmin langsung memerah. Kyuhyun jadi kasihan melihat Sungmin terus duduk sambil cemberut. Meringkel di dekat tumpukan tas. Persis anak hilang.
"Kau mendingan belajar saja," kata Kyuhyun sambil mengeluarkan buku dari tas. "Tidak ikut bimbingan belajar, 'kan?" Sungmin menggelengkan kepala. "Kalau begitu kau harus mempelajari buku ini. Bagus. Banyak variasi soal disini."
Malas-malasan Sungmin menerima buku yang diberikan Kyuhyun, dan dia menjadi semakin suntuk.
"Matematika? Tidak ada yang lain?"
"Wae?"
"Susah, 'kan. Kau seperti tidak tahu saja."
"Justru karena susah, jadi harus lebih sering dipelajari. Semakin susah suatu pelajaran, semakin besar juga porsi waktu yang harus disediakan, arrasseo?"
"Ani. Karena ini sudah siang," jawaban Sungmin melantur. Kyuhyun tertawa.
"Dicoba dulu. Oke, ne? Selamat belajar!"
Di saat sepi seperti ini dan hanya tinggal segelintir orang, Kyuhyun masih juga meneruskan sandiwaranya. Namja itu mengusap kepala Sungmin dengan penuh sayang, lalu beranjak ke tengah lapangan. Sungmin menarik nafas panjang-panjang begitu melihat satu kata di tengah sampul buku itu. MATEMAIKA. Sangat besar, membuat kepalanya semakin pusing.
.
.
Sebenarnya Kyuhyun tidak perlu khawatir perihal keselamatan Sungmin, sampai si namja manis nan mungil itu terpaksa ikut pulang terlambat setiap hari. Karena SeoHyun cs tidak akan lagi melakukan aksi penculikan. Kesannya seperti teroris. Kurang beradab.
Dan sehubungan dengan adanya kompetisi basket, sekarang SeoHyun dan anak buahnya sedang merencanakan aksi baru yang di jamin lebih bisa memberikan hasil. Yaitu aksi boikot!.
Tapi itu baru alternatif, karena mereka memberi penawaran lain yang mereka anggap lebih lunak, meskipun sedikit memaksa.
Sungmin bengong saat Sabtu sore Eunhyuk datang dan bercerita bahwa Seohyun dan Jessica sekarang sedang membentuk Panitia Khusus atau Pansus!. Maksudnya jelas hanya satu –tidak lain dan tidak bukan- mereka memaksa Sungmin untuk mengatakan yang sebenar-benarnya, sejujur-jujurnya, dan sejelas-jelasnya, soal 'jadian'-nya dia dan Kyuhyun.
"Lucu, 'kan?" Eunhyuk tertawa geli sampai terlihat gummy khas yang dia miliki.
"Itu namanya pelanggaran HAM! Orang ingin berkencan dengan siapa, itu hak masing-masing!"
"Siapa saja anggotanya?"
"Aku tidak tahu pasti. Tapi yang mengeroyokmu saat itu ada semua, Min."
"Aish! Gawat!" Sungmin langsung menepuk jidatnya.
Kyuhyun sendiri sudah tidak sempat lagi memikirkan hal itu. Jadwalnya benar-benar padat. Pulang sekolah harus latihan, setiap hari. Sementara bimbingan belajar yang dia ikuti menjadi lima kali dalam seminggu, semakin meningkatkan kesibukannya. Total yang dia miliki hanya waktu istirahat hari Minggu! Itu-pun terkadang tidak bisa. Makanya saat Sungmin memberitahu tentang Pansus itu, Kyuhyun menanggapinya dengan tidak berminat.
"Bisa saja itu tidak serius," begitu katanya. Sungmin akhirnya ikut cuek. Karena kalau selama ini SeoHyun cs terlihat agresif, sekarang tidak ada gaungnya sama sekali. Hanya dari Eunhyuk-lah Sungmin mendengar bocoran rumor akan ada Pansus itu.
Eits, tapi ternyata... itu semua benar!
Dua hari kemudian, setelah bak detektif swasta diam-diam menguntit Sungmin kemanapun namja itu pergi, Sunny dan Yoona, dua jubir Pansus, membajak si mungil itu di toilet. Satu-satunya tempat di mana Kyuhyun tidak bisa terus mengikuti Sungmin, karena dia biasanya hanya menunggu di luar. Mereka sudah memprediksi dan mengusir siswa-siswa yang berada di dalam toilet itu, yeoja-yeoja yang terlalu nekad!.
Dan mirip debt collector yang sudah tiga kali bolak-balik tanpa hasil, dengan wajah galak mereka memberi tahu hasil rapat Pansus, bahwa Sungmin wajib memberikan keterangan YANG BENAR! Dan batas waktunya 3 x 24 jam! Kalau Sungmin sampai berani menolak, apalagi melakukan walk out (maksudnya, langkah pasti tak peduli), Pansus akan memberikan memorandum! Dan Sungmin harus mengundurkan diri dari jabatan sebagai kekasih Kyuhyun! Karena dengan penolakan itu, berarti memang ada rekayasa di belakang proses 'jadian'-nya mereka.
Ganas, 'kan?.
Sungmin jadi pusing. Di satu sisi, dia tidak bisa bersikap maju terus panjang mundur. Di sisi lain, yang menyerahkan mandat 'kan Kyuhyun. Jadi hanya Kyuhyun yang berhak menentukan dia harus lengser atau tidak.
Dan –ini yang membuat Sungmin semakin pusing- Kyuhyun sepertinya sangat masa bodo terhadap pergolakan yang terjadi. Sementara bila dilihat dari tampang Sunny dan Yoona, yang sudah pasti merupakan sampel random ekspresi para anggota Pansus, dengan emosi mereka pasti akan memaksa Sungmin turun.
Karena tidak tahu harus bagaimana lagi, akhirnya Sungmin hanya diam. Sekaligus sambil menunggu, apa benar mau ada memorandum. Kalau betul, apa isinya.
Tiga hari kemudian, SeoHyun menelepon. Dia terpaksa melakukan itu karena dia tahu, meskipun satu kelas, dia takkan bisa mendekati Sungmin apalagi mengajak berbicara empat mata.
"Aku ingin berbicara denganmu!" ketus sekali suaranya. Tanpa "annyeong", juga!.
"Mwoya!" balas Sungmin sama galaknya.
"Soal pesan yang kusampaikan lewat Sunny dan Yoona!"
"Oh, itu! Oddie? Katanya mau mengeluarkan memorandum?"
"Ini memoradumnya, babo!" bentak SeoHyun.
Sungmin tercengang sesaat, lalu tertawa dengan keras. Memorandum kok diberi tahunya lewat telepon.
"Namanya memorandum itu menggunakan kertas, Ahjumma. Bukan lewat telepon!"
"Ya! Shikuro!" bentak SeoHyun. Tawa Sungmin semakin keras.
"Makanya jangan sok pintar. Ikut-ikutan membuat Pansus. Memorandum itu apa, tidak tahu!"
"SHIKURO!" bentak SeoHyun, semakin kesal.
"Sekarang kau boleh tertawa. Tapi nanti, kalau kau sudah tahu apa isi memorandum itu, kujamin... kau tidak akan bisa tertawa lagi!"
"Oh, iya? Mwoya?" tantang Sungmin, keberaniannya tidak surut. Dalam hati sebenarnya dia cemas juga. Hanya saja dia tidak mau memperlihatkannya. Bisa semakin bertingkah si SeoHyun ini.
"Heh!" SeoHyun mencibir angkuh. "Kau simak baik-baik!"
Dan Sungmin langsung ternganga. Terpana mendengar isi memorandum yang di ucapkan SeoHyun dengan nada sangat tegas itu.
Bahwa dalam waktu 2 x 24 jam, Sungmin wajib memberikan keterangan. Kalau tidak, di kompetisi basket tingkat SMA minggu depan, Pansus akan melakukan aksi pemboikotan atas semua supporter!.
Gawat sekali, 'kan?.
Besok paginya, saat Kyuhyun menjemput, Sungmin langsung menceritakan isi memorandum SeoHyun itu dengan kecemasan yang benar-benar menggunung. Karena itu bisa jadi urusan runyam. Tapi Kyuhyun malah tertawa dan menanggapinya denga santai.
"Tidak mungkin!"
"Kalau mungkin, ottae? Sudahlah, kita memberi penjelasan saja, yuk?"
"Jadwalku sangat padat. Ming. Kau tau 'kan?"
"Ya... aku sendiri saja."
"Kau sendiri?" Kyuhyun mengangkat alis tinggi-tinggi.
"Tidak boleh, mereka itu yeoja-yeoja nekad, meskipun kau bisa melawan sekalipun."
Sungmin langsung mengerucutkan bibirnya.
"Lalu bagaimana?"
"Tidak usah dipedulikan! Biarkan mereka kurang kerjaan!"
.
.
Ancaman itu ternyata benar-benar serius. Begitu batas waktu 2 x 24 jam sudah lewat dan Sungmin tetap tenang-tenang saja, Pansus langsung bertindak.
Sebenarnya Sungmin hanya tenang di luar. dalam hati dia sangat cemas. Tapi karena Kyuhyun sudah menyuruhnya untuk tidak memperdulikannya, terpaksa Sugmin patuh. Sebagai kopral 'kan jelas dia menurut saja apa kata komandan.
Sekarang Sungmin tinggal menunggu laporan Eunhyuk, yang memiliki jabatan rangkap: sahabat sekaligus koresponden. Karena, sejak menjadi kembar siamnya Kyuhyun, hubungan Sungmin dengan dunia luar sedikit renggang. Sekarang teman-temannya sedikit segan ingin berbicara lama dengan Sungmin, karena ada Kyuhyun yang tak pernah jauh dari Sungmin.
Dan menurut laporan Eunhyuk, ancamat itu ternyata sangaaaat serius!
Katanya SeoHyun akan memberikan uang sepuluh ribu Won per orang untuk mereka yang tidak muncul di GOR hari Minggu besok. Saat Sungmin memberitahu Kyuhyun tentang itu, namja itu tetap tenang.
"Tidak mungkinlah, Ming. Sepuluh ribu dikali seratus orang saja sudah berapa? Satu juta. Sekolah ini memiliki berapa ekor murid, coba? Hampir 2500! Jadi berapa totalnya? Dua puluh lima juta! Michinde! Uang itu bisa untuk membeli motor lebih dari satu!"
"Kyu, kau tidak tahu SeoHyun itu seperti apa. Anak itu belanja bajunya saja yang paling dekat di Jepang dan Hongkong. Sekarag dia malah suka bolak-balik Paris-London. MCLAREN F1 yang dia pakai ke sekolah setiap hari itu, STNK-nya sudah atas nama dia sendiri. Hadiah ulang tahun sweet seventeen tahun kemarin. Jadi kalau hanya uang dua puluh lima juta Won... itu kecil!"
"Geurae?"
"Kau mau bertanding tanpa supporter?"
"Kan masih ada kau? Eunhyuk, Shindong, teman-teman sekelas. Pasti mereka tidak akan mempan sogokannya SeoHyun. Yang namja, entahlah yang yeoja."
"Jadi tetap cuekin saja?"
"Ne!"
.
.
Anggota tim basket sendiri berusaha tidak menghiraukan masalah itu. Mereka tetap giat berlatih meskipun usaha pemboikotannya lumayan ekstrem.
Di saat mereka latihan di halaman sekolah, para haksaeng jarang ada yang mau berhenti sejenak untuk melihat, apalagi memberikan semangat. Semuanya hanya lalu-lalang, lewat begitu saja seakan anggota tim basket tak tampak mata.
Tapi ternyata bukan hanya sampai di situ. Pansus mempunyai aksi. Cheerleader yang sepanjang sejarah perbasketan SMA Sapphire Blue selalu ikut ambil bagian, juga diboikot!.
Yeoja-yeoja manis itu dilarang tampil mengiringi tim basket di kompetisi nanti. Biar saja namja-namja itu bertanding sendiri.
Padahal kelompok cheerleader itu latihannya lebih intensif. Kalau tim basket baru latihan begitu izin dari Kepala Sekolah turun, yeoja-yeoja itu malah sudah start waktu izin itu benar-benar keluar, setiap hari mereka berlatih sampai sore.
Tapi yeoja-yeoja yang kebanyakan haksaeng kelas satu dan dua itu terpaksa pasrah, lkhlas merelakan usaha keras mereka jadi sia-sia. Karena ekskul cheerleader yang tergabung dalam wadah bernama Ever Lasting Friend itu bisa eksis dengan bernagai macam kegiatan karena dukungan dana dari banonim-nya SeoHyun. Jadi mereka merasa tidak enak jika tidak peduli dan memilih tetap tampil.
Hangeng, namja keturunan China, kapten tim basket SMA Sapphire Blue, menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak percaya saat Victoria, koreografer kelompok cheerleader, menyampaikan berita bahwa mereka tidak bisa ikut memeriahkan kompetisi seperti yang sudah-sudah.
"Waegure?" tanya Yesung, salah satu anggota tim inti, begitu Victoria pergi dengan wajah muram. Hangeng menggaruk-garuk kepala, lalu menarih nafas sangat panjang, baru menjawab.
"Yah... No supporter! No cheerleader! Benar-benar no one! Only us!"
Semua ternganga tak percaya.
Sedikit penjelasan, terdapat lima anggota inti tim basket, Hangeng, Kyuhyun, Siwon, Kangin dan Yesung. Juga lima pemain cadangannya, Zhoumi, Leeteuk, Heechul, Kibum dan Henry. Tapi jangan coba-coba melirik namja-namja tampan itu, kalau sekedar mengagumi mereka, yah... boleh-lah. Karena mereka sudah memiliki pasangan masing-masing. Ya... seperti yang Kyuhyun bilang sejak awal. "Apalagi anak basket, aku bagian dari mereka, jadi tidak ada salahnya dengan hubungan seperti itu". Ya... tebakan kalian benar, mereka memiliki ketertarikan dengan sesama jenis mereka. Hangeng-Heechul, pasangan fenomenal di SMA Sapphire Blue, siapa yang tidak iri dengan kemesraan yang selalu mereka umbar di depan publik. Kangin-Leeteuk, pasangan terberisik diantara pasangan-pasangan yang lainnya. Siwon-Kibum menyandang predikat pasangan terkalem. Zhoumi-Henry pasangan yang sedikit aneh, Zhoumi dengan sikap kalemnya dan Henry dengan sikap kekanakannya. Hanya Kyuhyun dan Yesung yang kekasihnya tidak berada dalam satu tim basket.
Siwon yang berdiri di samping Kyuhyun, tiba-tiba tertawa. Dia merangkul namja di sebelahnya.
"Ini gara-gara kau, Kyuhyun-ah. Benar-benar hebat, aku salut!
Kyuhyun hanya menyeringai. Mereka kembali meneruskan latihan meskipun berita itu sedikit memecahkan konsentrasi.
Tapi Sungmin yang duduk di pinggir lapangan dengan buku di pangkuan menjadi tercengang saat mendengar percakapan itu. Tanpa supporter, dan sekarang tanpa cheerleader juga?.
Ini benar-benar keterlaluan!.
.
.
Sungmin merasa tidak boleh hanya berdiam diri saja. Dia harus bertindak. Ini sudah keterlaluan. Hanya gara-gara dia 'jadian' dengan Kyuhyun, lalu nama sekolah menjadi taruhan? Tapi dia tidak mau meminta pendapat Kyuhyun. Pasti Kyuhyun menyuruhnya untuk tidak peduli lagi.
"Sungmin-ah!" Sungmin mendongak. Ternyata Shindong. "Kenapa melamun?"
Sungmin tersenyum tipis, menggeser badannya, membagi kerindangan pohon untuk namja yang tidak biasanya sudi mampir melihat orang bermain basket. Karena bagi Shindong, satu-satunya olahraga yang menurutnya menarik hanya biliar.
"Melamunkan ini, mereka yang akan bertanding."
"Oh iya, Min-ah. Kudengar katanya tim cheerleader juga di boikot SeoHyun, ne?" tanya Shindong pelan.
"Ne," desah Sungmin lirih. "Aku jadi merasa tidak enak, Shindong-ah."
"Wae?"
"Ya... kan ini gara-gara aku."
"Tidak juga."
"Kenapa begitu? Sudah jelas semua ini gara-gara SeoHyun jealous denganku."
"Orang kaya kelakuannya memang seperti itu. Di mana-mana sama saja, Min-ah."
"Kau tidak?"
"Kalau aku berbeda," jawab Shindong dengan cepat. "Aku bukan orang yang angkuh dan sombong! Kata banonim-ku tidak boleh seperti itu, harta ini hanya titipan Tuhan. Bisa di ambil kapan saja."
Sungmin tersenyum lebar. Dia salut dengan namja sedikit tambun ini. Dia dari keluarga yang kaya raya, tapi sikapnya sangat rendah hati.
"Jadi, bagaimana, Shindong-ah?" keluh Sungmin. Sebenarnya dia tidak mengharapkan jawaban, tapi Shindong jadi ikut memutar otak melihat muka keruh di sebelahnya.
"Memangnya cheerleader itu harus yeoja, ne?"
"Ya tidak ada peraturannya seperti itu, sih."
"Jumlahnya harus 10 orang?"
"Tidak ada peraturannya juga."
"Ya sudah! Aku mau menjadi cheerleader. Hanya bergoyang-goyang saja, 'kan. Mudah!"
"Jangan bercanda," Sungmin terbelalak lalu tertawa.
"Mana mungkin namja mau menjadi cheerleader?"
"Lho... daripada tidak ada, Min-ah. Cheerleader Emergency, anggap saja seperti itu."
Sungmin terdiam. Boleh juga sih sebenarnya. Tapi, apa itu tidak terlalu gila?.
"Tapi, kau jangan bilang siapa-siapa dulu, ne. Takut nanti SeoHyun tahu, lalu aku ikut diboikot juga."
"Kau serius, Shindong-ah?" Sungmin terbelalak menatap namja sedikit tambun itu. Tapi Shindong tidak menjawab. Ternyata dia sedang berfikir dengan serius, sampai keningnya keriting.
"Nanti latihannya dirumahku saja. Biar aman! Kasihan, 'kan?. Sudah latihan panas-panasan setiap hari, eh... tidak ada supporter, tidak ada cheerleader juga."
"Lalu kau ingin mengajak siapa, Shindong-ah? Siapa yang akan mau?"
"Nanti akan kupikirkan dirumah," Shindong bangkit berdiri.
"Aku pergi dulu, Min-ah. Sudah siang seperti ini."
"Ne. Gomawo, Shindong-ah."
"Cheonma, aku duluan, ne."
Sungmin menatap Shindong sampai namja humoris sedikit tambun itu menghilang di balik gerbang. Setidaknya, ada temannya yang masih sadar dan mau membantunya, meskipun dia tidak begitu yakin. Cheerleader namja, yang benar saja!.
.
.
Sungmin benar-benar tidak bisa lagi hanya diam. Dibantu Eunhyuk, Hongki, Sungkyu, Junhyung, dan segelintir orang lagi, dia berusaha sebisa mungkin mengumpulkan suporter. Tapi susah, yang suka olahraga, apalagi penggemar basket, rata-rata sudah menerima uang dari SeoHyun. Otomatis mereka diharamkan untuk datang.
Yang ada tinggal mereka-mereka yang tidak tertarik dengan pertandingan olahraga. Menonton di televisi yang bisa sambil makan, tidur-tiduran, bahkan tidur betulan saja mereka malas. Apalagi ini, yang harus datang langsung ke GOR.
Meskipun begitu, Sungmin tetap berusaha. Mencoba memberikan keyakinan bahwa bagaimanapun juga loyalitas tidak bisa diukur dengan uang. Baru diberi uang sepuluh ribu Won saja, mereka langsung tidak peduli dengan perjuangan teman-teman yang berusaha mengharumkan nama sekolah.
Dan meskipun sudah pontang-panting sampai hari ketiga, empat hari sebelum kompetisi dimulai, Sungmin hanya mendapat lima puluh suporter. Itu juga terdiri dari dua puluh teman sekelas, yang memang tidak mempan dengan sogokan SeoHyun.
Tapi untuk gedung GOR yang kapasitasnya sepuluh ribu jiwa, itu sama saja seperti berteriak di padang pasir. Tidak mungkin ada gemanya.
Selain itu Sungmin juga tidak tahu Shindong serius atau tidak masalah cheerleader itu, karena setelah waktu itu Shindong tidak pernah berbicara apa-apa lagi. Dan saat ditanya namja itu hanya cengar-cengir kuda. Dan ketika diam-diam Sungmin lewat beberapa kali di depan rumah Shindong -siang pulang sekolah, sore, bahkan mungkin malam- rumah Shindong tampak sepi! Tidak ada tanda-tanda orang berkumpul, apalagi suara musik menghentak-hentak yang sering dipakai untuk mengiringi cheerleader.
Akhirnya Sungmin menarik kesimpulan bahwa waktu itu Shindong hanya simpati sesaat.
.
.
Ternyata Kyuhyun juga mulai menerima tekanan dari teman-teman satu timnya.
"Memang konyol, sih," keluh Siwon.
"Suka memang hak setiap orang. Hak asasi orang untuk memilih siapa yang akan kita jadikan kekasih. Tapi kasusmu ini lain, Kyuhyun-ah. Masalahnya sudah merembet kemana-mana. Sudah tidak masuk akal lagi kalau sampai hal sepenting ini menjadi taruhannya. Makanya...," Siwon menepuk-nepuk pundak Kyuhyun, "lebih baik kau jelaskan saja semuanya pada yeoja-yeoja yang sedang jealous itu."
Hangeng, Kangin, Yesung, dan Zhoumi setuju dengan usul itu.
"Demi tim kita, Kyuhyun-ah," kata Zhoumi. "Orang cemburu itu justru harus lebih kita waspadai. Masih mending orang gila, sudah ketahuan."
"Mereka memang gila," Kangin menimpali.
Sedangkan Yesung, hanya berwajah datar sambil mengendikkan bahunya.
Tapi usul untuk memberikan penjelasan itu ternyata hanya datang dari pemain inti dan satu pemain cadangan. Sementara empat pemain cadangan lainnya sama sekali tidak peduli tentang ketiadaan suporter dan cheerleader itu.
"Kalau menurutku tidak masalah, biarkan saja yeoja-yeoja gila itu berbuat semaunya," jawab Heechul saat ditanya tentang itu. Namja cantik bermulut bak cabe itu terlihat sangat tidak peduli. Dia malah bersandar mesra pada bahu Hangeng, kekasihnya.
"Ne! Aku juga setuju," timpal Leeteuk, namja ber-dimple itu tersenyum tenang sambil memberi pijatan kecil pada bahu kekasihnya, Kangin.
"No supporter, no problem! No cheerleader juga not bad!" sekarang Henry yang bersuara, namja dengan kulit seputih kapas itu juga terlihat tenang dan menerima sebotol air mineral dari kekasihnya, Zhoumi.
"Yang penting permainan kita!" cetus Kibum datar, namja dengan wajah terkesan dingin itu tak menunjukkan ekspresi apapun. "Intinya hanya point itu!" seraya mengangsurkan handuk ke arah kekasihnya, Siwon.
Kyuhyun menjadi bingung. Dengan adanya kejadian ini, keputusannya untuk mengajak Sungmin memberi keterangan di depan Pansus menjadi mundur-maju. Lima orang menganjurkan sebaiknya begitu, empat orang tidak peduli.
Tapi besoknya, hari Jumat, dua hari menjelang pertandingan, di mading di tempelkan pengumuman yang sangat besar. Ditulis dengan tinta merah di atas selembar kertas karton hitam. Yang berbunyi:
UNTUK TEMAN-TEMAN SMA SAPPHIRE BLUE!
DATANGLAH KE GOR HARI MINGGU BESOK. KARENA AKAN ADA KEHEBOHA BESAR!
LUPAKAN UANG 10 RIBU WON. KARENA KALAU KALIAN TIDAK DATANG, DIJAMIN AKAN... RUGI BERAT... RAT... RAT...! MENYESAL SEUMUR HIDUP... DUP... DUP! (KATA-KATA YANG MEMAKAI TITIK ITU CERITANYA ECHO).
10 JUTA WON JUGA TIDAK AKAN MENUTUPI KERUGIAN KALIAN! TIDAK AKAN MENGHILANGKAN PENYESALAN KALIAN KARENA TIDAK DATANG DAN MENYAKSIKAN KEHEBOHAN ITU.
MAKANYA...
DATANGLAH! BERIKAN DUKUNGAN UNTUK TIM BASKET KITA! DAN KALIAN AKA MENYAKSIKAN SESUATU YANG LAIN DARIPADA YANG LAIN.
DAHSYAT DAN MENCENGANGKAN!
TTD: POLTERGEIST
(HANTU TANPA WUJUD)
Pengumuman itu langsung menimbulkan kegemparan. Semua bertanya-tanya dan menjadi penasaran.
Yang paling kelimpungan adalah Hangeng. Dia dibombardir pertanyaan dari mana-mana. Tapi dia tidak bisa memberikan jawaban apa-apa. Waktu dia ingin bertanya kepada salah satu anggota timnya, mereka lebih antusias lagi mencari tahu siapa Poltergeist itu. Empat pemain cadangannya, termasuk kekasihnya malah terlihat tidak ambil pusing.
Hangeng semakin penasaran lagi ketika menerima surat kaleng. Isinya singkat.
TIDAK USAH KHAWATIR MASALAH SUPPORTER. MEREKA PASTI DATANG.
DIJAMIN!
(Dari anggota cheerleader)
Hanya seperi itu isinya. Hangeng bingun. Dia langsung mencari Victoria. Tapi Victoria berkata, surat itu bukan dari mereka karena mereka tetap tidak bisa tampil.
Hangeng tercenung. Berarti... ada kelompok cheerleader lain!.
.
.
Munculnya pengumuman aneh itu langsung diantisipasi oleh Pansus dengan jalan menaikkan jumlah sogokan. Sepuluh ribu Won lagi. Kali ini dari kantongnya Jessica.
Karenanya, dampak pengumuman itu ternyata memang dahsyat. Hampir delapan puluh persen uang yang sudah dibagi-bagikan, langsung dikembalikan. Semua yang membaca deretan kata itu kebanyakan langsung terhasut dan memutuskan untuk menonton.
Tapi ketika uang sepuluh ribu Won yang di berikan bertambah menjadi dua lembar, banyak yang tergiur dan menjadi bimbang. Yeoja-yeoja anggota Pansus memang tidak kurang akal. Mereka berusaha meyakinkan bahwa yang namanya kompetisi antar-SMA adalah kompetisi kelas teri. Amatir. Jadi tidak akan rugi kalau tidak menonton. Kobatama, itu baru keren. Berkelas! Seru!.
Akibat lain dari munculnya pengumuman misterius itu adalah Sungmin menjadi terkena teror. Sebetar-sebentar ponselnya berbunyi. Dan meskipun orang di ujung sana berbeda di setiap deringnya –SeoHyun, Jessica, Tiffany, Sunny, Yoona, dan yang lainnya lagi- isinya tetap sama. Dengan nada tegas, cenderung kasar dan memaksa, Sungmin disuruh mengaku sedang merancang rencana apa!.
SeoHyun dan Jessica bahkan dengan tegas dan terus terang menuduh Sungmin-lah di balik munculnya pengumuman itu. Dan meskipun Sungmin sudah berteriak menjelaskan bahwa dia tidak tahu apa-apa, yeoja-yeoja yang sedang cemburu buta itu tetap tidak ada yang percaya.
Sungmin sendiri mulai curiga, asal-muasal pengumuman itu pasti dari Shindong. Tapi dia tidak mempunyai kesempatan bertanya, karena hari Jumat saat pengumuman itu muncul Shindong langsung pulang begitu bel. Sabtu-nya Shindong malah tidak masuk. Ponselnya tidak aktif, di telepon ke rumah, katanya sedang pergi!.
Daripada kesal, akhirnya Sungmin terpaksa menginap di rumah Ryeowook, kekasih Yesung. Ryeowook dari seminggu yang lalu sudah menelepon Sungmin bahwa dia ingin membawakan kue untu namja-namja yang ingin bertanding. Makanya dia meminta Sungmin untuk membantunya memasak.
Sebenarnya Sungmin malas. Karena namja-namja basket itu perutnya pada susah kenyangnya. Memberi makan mereka itu sama saja dengan memberi makan sapi. Harus banyak.
Tapi daripada telinga jadi sakit, kepala juga sakit, hati apalagi, mendingan sakit badan. Istirahat sebentar, bisa hilang. Karena itu, setelah geladi bersih siang itu, Sungmin ikut mobil Yesung.
Tapi, ketika dia tepat menginjakkan kakinya di rumah Ryeowook, dan Yesung sudah pergi setelah mengantarkan mereka. Ponselnya berbunyi.
"Yeoboseyo."
"..."
"Ne, Shindong-ah. Wae?"
"..."
"Dengan Eunhyuk dan Ryeowook? Memangnya ada apa?"
"..."
"Baiklah, Oddie?"
"..."
"Oke, kami akan segera kesana."
Sungmin bergegas menghubungi Eunhyuk dan menyuruhnya untuk segera kerumah Ryeowook setelah memberitahukan alamatnya.
"Ada apa, Sungmin-ah," Ryeowook muncul dari dalam sambil membawa adonan kue yang dia persiapkan.
"Kita harus pergi sekarang, kita tunggu Eunhyuk sebentar lagi, kalian satu kelas, 'kan?"
"Ne, memangnya ada apa?" Ryeowook bertanya penasaran.
Sungmin hanya dapat mengendikkan bahunya.
"Molla."
.
.
TBC
Yeahh... akhirnya kelar juga. Semakin bertambah chap, semakin pusing saya, haha, harus lebih memeras otak. Di cerita ini saya bukan hanya sekedar copy-paste, tapi saya juga berfikir bagaimana supaya cerita ini bisa kalian terima dengan baik ^^. Dan chap depan adalah puncaknya, saya harus berfikir super keras, kalau sebelum-sebelumnya mungkin saya hanya improfisasi sedikit, sedikit mengubah bahasa/percakapan, menambah dan mengurangi cerita hingga sesuai dengan yang di inginkan, tapi chap depan, saya harus merombak cerita dengan porsi yang cukup besar agar sesuai dengan karakter ff biasanya, semoga saya bisa ya, chingudeul... doakan #berasaMauPerang ^^. Jadi mohon dimaklumi kalau update-nya tidak seperti biasanya, ya... contohnya seperti chap ini ^^.
Sissy : sebenarnya Ming itu emang sedikit ada rasa sih chingu ma Kyu dari awal... tapi tau deh, kita lihat saja di cahp2 selanjutnya, hehe, ini lanjutannya ^^.
Ria : Bang Jungmo ya... hem... dipikirkan dulu deh, tapi bang Jungmo kan udah muncul tuh di awal-awal, meskipun Cuma jadi cameo, sih, hehe. Ming ndak melawan Seo karena Ming ndak mau chingu ngelawan cewek, kesannya kan jelek kalau ada namja mukul yeoja. Dan soal Ming ada rasa ke Kyu, kita tunggu saja kelanjutannya, keke. Ini lanjutannya ^^.
airi. tokieda : Bakalan jatuh cinta ndak ya... saya tanya Kyu dulu deh chingu, hehe. Tunggu saja di chap2 selanjutnya ^^.
sitara1083 : Kekeke manis banget ya mereka... oh... OTP #ndakUsahLebayDeh
minseok : haha, aslinya sih mau nulis kelinci chingu, hanya saja gara-gara di bandinginnya sama tikus, ya sudah marmut saja deh ^^. Hoho, 100% improv chingu, lha di novelnya itu kalo ndak Westlife, Justin Timberlake, Ricky Martin ya Indra Brugman, lha... jamannya siapa itu, karena saya sukanya sama Oppadeul, jadi pakek Super Junior aja deh, hehe.
Guest : Kyu jatuh cintanya ke Ming nunggu dapet ilham chingu, hehe. Kyu tidak pernah memperlakukan Ming seperti pacarnya yang sudah meninggal kok, disini Ming sama Hyunmin ndak mirip sama sekali, hanya nama panggilan sayangnya saja. Hurt ya... em... bukan hurt sih sebenarnya, tapi yang pasti nanti ada konfliknya. Oke ini sudah lanjut, mian ndak kilat ^^.
ammyikmubmik : Hehehe iya chingu, gomawo koreksinya ^^.
NAP217 : Hehe saya juga chingu. Gwaenchana, tapi sudah di baca, kan? ^^.
Arevi. Are. vikink : He'em si Ming blom pernah pacaran, makanya dia bingung dan malu ^^. Untuk pertanyaan yang kedua, saya sedikit ndak mudeng chingu, 'ndak ngakuin dan masih yeojachingunya', maksudnya siapa?. Ini lanjutannya ^^.
NaizhuAmakusa : Kyu cantik ya? Padahal saya ndak pernah suka kalau Kyu disebut cantik (pengecualian saat di ep. terakhir SNL), karena bagi saya Kyu itu cakep, pake' banget ndak papa deh, meskipun masih kecean bang Heenim sih #plak. Tapi saya menghargai pendapat chingu kok, kalau tidak bisa membayangkan Kyu macho dan cool disini, saya tidak akan memaksa kok chingu ^^.
S. ELF137 : Ciee... hehe. Oke ini next-nya ^^.
sirly3424 : kekeke gomawo... moment mereka memang selalu manisssss ^^.
Minhyunni1318 : Oke ^^.
danactebh : Hem... ndak cepat sih chingu . Tapi ini lanjutannya ^^.
Kyuminshipper : kekeke, gomawo... ini lanjutannya ^^.
KikyWP16 : kekeke Ming emang selalu lucu dan menggemaskan ^^. Saya? Saya cewek (bahasanya kelihatan banget kan) dan sama seperti nama diatas, saya Line 90 (berasa tua o_O) ^^.
Kyumin joyer : Iya tuh chingu, Kyu emang langganan jadi karakter semena-mena gitu #digamparKyu. Ndak cepat sih, tapi ini lanjutannya ^^.
abilhikmah : He'em, emang dasar tuh Kyu #dibekepKyu.
winecouple : haha, Ming kan belom pernah pacaran juga chingu, di ajakin ke resto romantis pula ^^. Iya tuh... super nyebelin .
HideYuki : Tenang saja chingu, Ming bukan tipe-tipe orang yang suka mengumbar perasaannya kok, jadi... tunggu saja tanggal mainnya ^^.
ShinJiWoo920202 : Kekeke kaya' ndak kenal Kyu aja chingu #SokAkrab, hehe ^^. Oke ini lanjutannya.
sary nayolla : Oke ^^.
pumpkinsparkyumin : He'em chingu, peluk Ming bareng2 yuuuk #ditoyorKyu . KyuMin itu memang super cocok kok, saling melengkapi, KyuMin JJANG-lah pokoknya #lebaynyaKumat. Keke emang sengaja tuh Kyu-nya kaya'nya chingu. Oke ini lanjutannya ^^.
5351 : Ini next-nya ^^.
Big Thank's to:
Sissy, Ria, airi. tokieda, sitara1083, minseok, Guest, ammyikmubmik, NAP217, Arevi. Are. vikink , NaizhuAmakusa, S. ELF137, sirly3424, Minhyunni1318, danactebh, KikyWP16, Kyumin joyer, abilhikmah, winecouple, HideYuki, ShinJiWoo920202, sary nayolla, 5351, pumpkinsparkyumin
Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^
#bow
Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.
