"Ne, memangnya ada apa?" Ryeowook bertanya penasaran.

Sungmin hanya dapat mengendikkan bahunya.

"Molla."

.

.

Pair : KyuMin

Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast

Rate : T

Genre : Comedy, Romance

Length : Chaptered

Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).

Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.

Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.

DLDR

enJOY

.

.

Minggu pagi jam setengah tujuh, seluruh pemain inti dan beberapa suporter berkumpul di dekat gerbang sekolah. Sebenarnya pertandingan baru akan mulai jam sembilan, tapi satu setengah jam sebelumnya mereka harus sudah ada di GOR. Sekarang mereka tinggal menunggu empat pemain cadangan, dan akan berangkat jam tujuh tepat.

Tapi tunggu punya tunggu, sampai jam tujuh kurang satu menit, empat namja itu belum juga muncul. Hangeng jadi senewen. Sebentar-sebentar dia melongok ke perempatan ujung jalan.

"Mereka ke mana, sih?" gerutunya kesal. "Di bilang kumpul di sekolah paling terlambat jam tujuh kurang lima!" Dia menoleh ke Siwon, Kangin dan Zhoumi.

"Hubungi kekasih kalian masing-masing! Ada dimana posisinya sekarang!"

"Ne." Jawab mereka serentak.

Sesaat kemudian mereka saling berpandangan, dan akhirnya Hangeng yang mewakili berbicara dan semua serentak menganggukkan kepalanya.

"Kita disuruh berangkat lebih dulu. Bertemu langsung di GOR nanti."

"Kenapa, sih?" seru Kangin kesal. "Kemarin tidak berbicara apa-apa."

"Ya sudahlah, ayo kita berangkat!" seru Zhoumi menenangkan.

Mereka berangkat. Sesampainya mereka di GOR, ternyata yeoja-yeoja Pansus sudah ada. Berjaga-jaga di dua pintu masuk. Melakukan usaha terakhir demi suksesnya aksi boikot mereka, sekaligus memastikan bahwa mereka-mereka yang sudah menerima uang sogokan tidak mencuri-curi kesempatan. Uang iya, nonton iya.

Sungmin masih sangat kesal masalah teror telepon itu. Apalagi pagi ini semua tulangnya berasa mau rontok. Capek. Gara-gara membantu Ryeowook semalam yang ternyata memang sangat suka berkutat di dapur.

Begitu mobil mereka lewat di depan SeoHyun dan Tiffany, Sungmin langsung memeluk Kyuhyun dengan mesra. Dia terus melototin SeoHyun.

"Kenapa lihat-lihat kekasihku!?" serunya galak. "Mau kau hipnotis, ya?"

Eunhyuk dan Ryeowook yang duduk di belakang, kontan tertawa. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum tipis tanpa menoleh sama sekali. Dia membalas pelukan di lehernya dengan satu belaian sayang di kepala Sungmin.

SeoHyun jelas sangat marah menyaksikan adegan itu. Begitu juga gerombolannya yang berdiri tidak jauh. Mereka menatap Sungmin dengan sorot marah yang siap meledak, berharap suatu saat bisa menganiaya si mungil ala pelatihan militer.

Tapi SeoHyun cs langsung berjaga-jaga lagi karena dari jalan raya muncul tiga mobil berisi sekawanan suporter. Mereka-mereka adalah para suporter yang sangat penasaran karena janji dari pengumuman misterius itu. Sebagian besar dari mereka belum mengembalikan uang sogokan.

Hangeng, Siwon, Kyuhyun, dan Sungmin, berdiri di koridor. Sementara yang lain langsung bergabung dengan Jung Seonsaengnim, guru olahraga sekaligus pelatih yang ternyata sudah lebih dulu hadir dan sekarang menunggu di dalam GOR.

Hangeng juga penasaran dengan isi pengumuman itu. Terlebih surat kaleng yang dia terima. Berarti akan ada kelompok cheerleader. Siapa mereka? Itu yang tidak sabar dia tunggu.

Benar juga. Satu jam sebelum acara dimulai, para suporter dari SMA Sapphire Blue mulai berdatangan. Meskipun tidak ada setengahnya kalau di bandingkan suporter dari tiga SMA lain yang akan turun dalam dua kali babak penyisihan hari ini. Tapi lumayanlah. Jadi tidak terlalu sepi seperti perkiraan semula.

Namun tiba-tiba saja sebagian besar suporter itu balik badan setelah diajak berbicara SeoHyun dan Jessica dan menerima sesuatu yang di sodorkan Tiffany dan Yuri.

"Wah! Apa lagi itu?" Siwon langsung menajamkan mata. "Omo... uang lagi!"

Hangeng terawa pelan, menggeleng-gelengkan kepala.

"Kau pakai apa sih, Kyuhyun-ah? Membuat yeoja-yeoja itu sampai tidak waras seperti itu? Atau mungkin kau, Sungmin-ah?"

"Ne?" Sungmin menoleh.

"Ne. Memakai jampi-jampi apa?"

"Aish! Untuk apa!" jawab Sungmin ketus. Ini dia. Salah satu korban isu bahwa Sungmin 'pergi ke cenayang'.

Semua yang berdiri di koridor menatap khawatir ke dua pintu gerbang. Mereka jadi semakin waswas tatkala semakin banyak suporter yang tergiur sogokan SeoHyun cs. Dan sekarang sebagian besar suporter itu hanya berkeliaran atau duduk-duduk di area parkir GOR.

"Hei! Semuanya disuruh masuk!" Kangin dan Yesung muncul dari dalam GOR. Kangin langsung heran melihat para suporter tiga SMA lain sudah pada heboh di dalam, duduk berkelompok dan mulai mengeluarkan segala macam perkakas yang mereka bawa. Spanduk, peluit, terompet, batu atau logam kecil untuk dipukulkan ke botol minuman, sampai bendera Korea Selatan (Lucu, kan? Padahal yang di lawan sama-sama orang Korea Selatan).

"Kenapa mereka tidak masuk?" tanya Kangin heran.

"Tanya saja yeoja-yeoja itu, apa isi amplop yang mereka bagikan!" jawab Hangeng.

"Aish, sialan! Memang kurang ajar yeoja-yeoja itu! Tidak ada loyalitasnya sama sekali! Aku beri perhitungan juga mereka!"

"Eits, chankamman! Mau ke mana?" Yesung cepat-cepat mencekal pundak Kangin, yang sudah bersiap meloncat menghampiri SeoHyun cs.

"Kau tidak lihat?"

"Mereka tidak akan pergi, Kangin-ah. Tenang saja!" tegas Hangeng ringan.

"Bagaimana kau bisa yakin?"

"Sama seperti kita, mereka penasaran dengan pengumuman itu. Gurae, mereka pasti bertahan di sana, penasaran menunggu kehebohan apa yang akan terjadi..." Hangeng tersenyum lebar. "Kita lihat saja nanti. Ayo, masuk!"

Kangin manggut-manggut.

"Pintar juga mereka."

.

.

"Kyu, aku pergi sebentar, ne," Sungmin memegang lengan Kyuhyun pelan sambil berbisik ke telinganya.

Kyuhyun menoleh.

"Mau ke mana?" Kyuhyun ikut berbisik.

"Ada urusan sedikit."

Kyuhyun mengernyit, tapi kemudian menganggukkan kepalanya.

"Jangan jauh-jauh dan cepat kembali," ucap Kyuhyun.

Sungmin tersenyum dan mengangguk. Menoleh ke arah Eunhyuk dan Ryeowook yang duduk di belakangnya dan memberi isyarat untuk mengikutinya. Kemudian mereka pergi setelah Ryeowook meminta ijin pada Yesung.

.

.

Tiga puluh menit sebelum pertandingan, seluruh tim inti SMA Sapphire Blue sudah bersiap-siap di pinggir lapangan. Melakukan pemanasan ringan. Di seberang, tim SMA Victory, lawan mereka, juga melakukan hal yang sama.

Meskipun begitu, sebenarnya mereka sedang cemas. Apalagi Hangeng dan Jung Seonsaengnim, guru olahraga merangkap pelatih. Karena empat pemain cadangan mereka belum muncul. Kyuhyun dan Yesung juga beberapa kali terlihat mengedarkan pandangannya, karena sudah 10 menit sejak kekasih mereka ijin untuk pergi belum kembali juga hingga saat ini.

Sementara itu kelompok cheerleader SMA Victory sudah bersiap-siap di tengah lapangan. Ketika alunan musik menghentak, yeoja-yeoja itu mulai beraksi.

Acara selanjutnya seharusnya atraksi cheerleader SMA Sapphire Blue. Tapi seluruh anggota tim dan suporter SMA Sapphire Blue tahu, yeoja-yeoja pemandu sorak itu tidak datang.

Hanya Hangeng yang tahu akan ada cheerleader pengganti. Namun dia sengaja tidak menunjukkan surat kaleng itu karena dia sendiri tidak yakin dengan kebenaran isinya. Sejak menerima surat itu, sampai kemarin malam, diam-diam Hangeng dan Victoria melakukan investigasi kemana-mana. Dan hasilnya... Nihil! Sama sekali tidak tercium tanda-tanda adanya kelompok cheerleader lain. Tapi yang dia heran, panitia tidak membatalkan jadwal penampilan cheerleader SMA Sapphire Blue.

"Mungkin pertandingannya yang dimajukan," duga Siwon.

"Bisa jadi." Hangeng mengangguk dan menjadi semakin cemas. Di tatapnya teman-temannya satu per satu. Siwon, Kangin, Yesung, Kyuhyun, dan Zhoumi. Pemain inti dan satu pemain cadangan. Sepertinya mereka akan turun dengan hanya di-backup satu pemain cadangan, karena sampai saat ini empat pemain cadangannya belum kelihatan ujung hidungnya.

"Tidak boleh sampai cedera, kita hanya memiliki satu pemain cadangan!" tegas Hangeng. "Karena kita sepertinya akan bermain full game!" dia menarik nafas dengan geram.

"Chullie-ah... tunggu hukuman dariku!" Siwon, Kangin dan Zhoumi mengamini ucapan Hangeng. Mereka juga akan memberi perhitungan dengan kekasih mereka. Sedangkan Kyuhyun dan Yesung mereka masih tetap berusaha mencari kekasih mereka dia antara ribuan manusia yang ada.

Sepuluh menit kemudian, cheerleader SMA Victory mengakhiri penampilan mereka. Diiringi tepuk tangan penonton, kesepuluh yeoja manis itu berlari mendekati tim basket SMA-nya dan bergabung dengan mereka.

Tanpa dikomando, kelima pemain SMA Sapphire Blue bangkit berdiri dan kembali melemaskan otot-otot tubuh mereka di sekeliing Jung Seonsaengnim yang juga mulai memberikan instruksi.

Tiba-tiba ruangan GOR yang luas dan berlangit-langit tinggi itu berubah senyap. Semua suara mendadak lenyap. Seluruh penonton terpaku di tempatnya masing-masing dengan tatapan lekat. Tapi hanya beberapa saat, karena sedetik kemudian meledaklah gemuruh tawa, teriakan, jeritan, suitan, juga tepuk tangan yang membahana.

Kebingungan, tim basket SMA Sapphire Blue memandang ke segala arah. Juga beberapa teman sekelas, serta sebagian suporter SMA Sapphire Blue.

Tapi dengan segera tatapan mereka berpaling ke satu titik, seiring semakin membahananya gemuruh suara dan tangan-tangan yang terjulur menunjuk ke satu arah.

Seketika bola mata mereka membesar. Menatap tak yakin ke ruang pintu ganti yang terbuka. Satu per satu, sosok-sosok tubuh dengan warna busana dan rumbai-rumbai yang mencolok mata, keluar dari sana,

Cheerleader SMA Sapphire Blue!

"Katanya tidak ada cheerleader?" kata Siwon heran. "Lalu, itu siapa?"

Tidak ada yang menjawab. Hangeng sendiri, satu-satunya yang diberitahu tentang kemunculan cheerleader pengiring tim basket di kompetisi, ternganga tak percaya. Jadi surat kaleng itu benar! Tapi... siapa mereka?.

Yang membuat mereka jadi penasaran, ya itu tadi. Penonton langsung heboh. Histeris. Malah sampai meninggalkan bangku masing-masing dan lari ke bawah. Mereka berdesak-desakan di pagar pemisah tribun dan lapangan. Penonton di bagian belakang langsung berdiri di atas bangku tapi itupun masih loncat-loncat. Semuanya ribut tertawa, suit-suit, dan berteriak.

"Ada apa, sih?" batin Yesung heran. Tapi jangankan dia, Siwon, Zhoumi dan Hangeng saja tidak bisa melihat apa-apa. Padahal mereka sudah berdiri di atas bangku sambil jinjit dan menjulurkan kepala panjang-panjang, saking semua penonton tumpah ruah di sepanjang jalan pemisah tribun-lapangan. Sebagian malah melompat keluar, lalu menyemut di sepanjang pinggir lapangan.

"Lebih baik kita tunggu saja," kata Hangeng sambil turun dari bangku, setelah sia-sia berusaha melihat. "Nanti mereka juga akan lewat sini."

"Oh, iya ya,"´Kangin ikut turu, disusul yang lain. Kemudian mereka duduk, menunggu dengan tak sabar.

Rasanya lama sekali mereka menunggu. Ruang ganti sebetulnya ada dua. Satu di sisi gedung sebelah kiri, yang pintunya tidak jauh dari mereka, dan satunya lagi di sisi kanan gedung. Herannya, kenapa anak-anak cheerleader memilih berganti di ruangan ujung kanan sana? Masa mereka tidak tahu kalau lapangan yang akan dipakai yang di ujung kiri?.

Begitu kelompok cheerleader itu lewat di depan mereka –diiringi sebagian penonton di kiri, kanan, dan belakang- tercenganglah mereka sejadi-jadinya.

Melintas di depan mereka, tubuh-tubuh yang di balut busana minim dan ekstra ketat. Dengan gaya berjalan yang begitu menggoda. Meliuk-liuk mirip ular.

Para cheerleader itu di komandani Shindong. Di belakang Shindong tampak Eunhyuk, Sungmin, Ryeowook, Jaejong, Taemin (kekasih dari kader tim basket anak kelas satu, Yunho dan Minho), dan – ini yang membuat Hangeng semakin tercengang- kekasihnya –Heechul-, Leeteuk, Kibum, dan Henry... empat pemain cadangannya!.

Dan keempatnya mengirimkan salam "Cup! Cup! Aaaaah...!" untuk kapten tim mereka yang tampangnya seperti orang yang baru saja melihat setan.

"Hannie... aku cantik, bukan?" goda Heechul sambil mengedipkan matanya, Hangeng hanya dapat menelan ludahnya berat, demi apapun, kekasihnya itu sangat cantik, yeoja asli sekalipun mungkin kalah dengan kecantikannya.

Sedangkan Kibum, Ryeowook, Leeteuk, dan Henry juga mencoba menggoda pasangan mereka yang tampangnya tak jauh berbeda dengan yang di tampilkan Hangeng. Bagaimana tidak? Baru kali ini mereka melihat sang kekasih berubah wujud menyerupai yeoja, dan itu sangat luar biasa.

Lalu bagaimana dengan Kyuhyun, Sungmin yang notabenenya hanya 'kekasih' jadi-jadian tidak berani melakukan ritual goda-menggoda itu, dia hanya bisa tersenyum manis sambil sedikit tersipu pada Kyuhyun yang tampangnya menjadi luar biasa bodoh itu.

Kesepuluh cheerleader gadungan itu melangkah pasti dan penuh percaya diri. Tidak risih meskipun kaus you can see mereka ekstraketat dan roknya ekstramini (mungkin karena namja, ya?).

Dengan centil mereka mengibas-ngibaskan pom-pom di tangan sambil mengedip-ngedipkan mata yang di hiasi bulu mata palsu superlentik. Bibir mereka yang berwarna pink cerah, sibuk mengirimkan salam cium jauh untuk para penonton yang terus mengikuti mereka dengan tatapan mata lekat, suitan, gelak tawa terbahak, juga tepuk tangan.

Mereka memakai wig panjang dan berwarna-warni –ada yang hitam, merah, pirang, ada juga yang cokelat- yang diayunkan ke kiri dan ke kanan. Wig yang di pakai Shindong dan Kibum malah berwarna hitam legam, dan sangat lembut, mirip rambut model-model iklan sampo. Makanya mereka semangat sekali menggoyang-goyangkan kepala. Sampai yeoja-yeoja yang melihat jadi iri.

"Rambutnya... aku juga mau rambut seperti itu," jerit seorang yeoja yang berdesak-desakan di pinggir pagar, sambil menjulurkan tangan, berusaha memegang rambut hitam kemilaunya Kibum.

"Mau apa kau?" Kibum menepis tangan yeoja itu dan menatapnya dengan wajah datar. Si yeoja yang tak menyangka akan mendapat reaksi seperti itu langsung terdiam dan beringsut mundur. Mau macam-macam dia dengan snow white.

Gemuruh tawa, jeritan, sorak sorai, dan tepuk tangan penonton membuat GOR serasa akan runtuh. Para suporter SMA Sapphire Blue yang masih berkerumun di luar dan menunggu janji pengumuman misterius itu jadi tercengang. Jangankan mereka, orang-orang yang lewat saja sampai bingung, serentak berhenti lalu menatap GOR dengan kening berlipat. Spanduk di luar gedung bertuliskan "Kompetisi Basket Tingkat SMA se-Seoul". Tapi kalau mendengar suara-suara histeris dari dalam, jangan-jangan sedang ada konser Super Show di dalam!.

Serentak para suporter SMA Sapphire Blue itu berdiri, terburu-buru mengembalikan amplop yang sudah mereka terima, lalu terbirit-birit masuk ke dalam gedung. Penasaran!.

Segala macam bujukan SeoHyun dan Jessica sudah tidak mempan lagi. Bahkan saat kedua yeoja itu bersikeras tidak mau menerima amplop, para suporter langsung melemparkan amplop-amplop itu begitu saja ke tanah. Di dalam, mereka celingukan bingung. Tidak mengerti apa yang sudah menyebabkan suasana jadi ramai begini.

Baru setelah mereka dengan paksa dan susah payah menyeruak di antara kerumunan manusia yang berdesak-desakan dan berhasil sampai di pagar pemisah –sebagian malah nekat melompati pagar dan lari bergabung dengan tim basket dan suporter lain- mereka tahu penyebabnya.

Dan mereka –Asli!- sama shock-nya saat menyaksikan pemandangan itu.

Hyunsik, salah satu suporter SMA Sapphire Blue, membelalakkan matanya tak percaya. "Mereka cheerleader sekolah kita? Mereka namja, kan? Ya Tuhan... kenapa mereka bisa terlihat sangat cantik seperti itu?".

Jungshim, lain lagi, dia langsung bertindak mengeluarkan kamera dari saku celananya dan mulai merekam aksi cheerleader-cheerleader gadungan yang seksi itu, lumayan untuk koleksi, meskipun tidak bisa mendekati/memiliki mereka tapi setidaknya boleh 'kan menjadi penggemarnya, begitu batinnya.

Sementara Doojoon, yang rajin pergi ke gereja, hanya bisa mengelus-ngelus dada dengan roman prihatin.

"Tuhan... bimbinglah teman-temanku itu ke jalan yang benar, ameen."

Tak peduli dengan ekspresi shock teman-teman yang lain, kesepuluh namja cheerleader itu tetap melangkah penuh percaya diri. Dan mungkin inilah cheerleader yang penampilannya memakan waktu paling lama. Sudah lewat sepuluh menit, tapi mereka masih di pinggir lapangan karena para penonton yang begitu terpesona membuat langkah mereka jadi tersendat. Sepanjang jalan, mereka digoda, dipegang-pegang, dicolek-colek, ditarik-tarik.

Malah ada penonton namja yang berteriak nyaring, "HAI KAMUUUU! ITU LHO, YANG SEKSI! KESINI DONG!"

Meskipun namja itu jelas-jelas berteriak "yang seksi", yang keluar dari barisan malah Shindong. Sambil meliuk-liukkan badannya dan berkedip genit, Shindong mendekati namja itu.

"Wae? Aku tahu kalau aku seksi! Tapi sorry saja, ya. Aku tidak murahan!"

Yang ada di sana kontan tertawa terpingkal-pingkal. Sementara mereka-mereka yang duduk di tempat jauh tidak mengerti kenapa teman-teman yang lain tertawa geli. Mereka semakin menjulurkan leher panjang-panjang, penasaran ingin tahu.

Seorang penonton lain ganti berteriak, "HAI, SAYANG YANG BERAMBUT MERAH! IREUMI MWOEYO? NEOMU YEOPPOTA!"

Heechul –si rambut merah yang dimaksud- langsung menolehkan kepalanya dan berdecih.

"Wae? Aku sudah punya kekasih, jangan menggangguku?" ujarnya sambil mengibaskan rambutnya angkuh.

Sementara itu seorang namja mengulurkan tangannya, lalu mencolek-colek Leeteuk. "Dimple-nya sangat manis, deh. Menggemaskan."

"Jinjja? Bisa saja, deh!" jawab Leeteuk sambil balas mencolek namja itu sampai si namja terjengkang dan terkapar di lantai. Penonton yang bisa melihat kejadian itu lagi-lagi tertawa riuh.

Penonton semakin menatap penuh perhatian saat tubuh-tubuh dibalut busana seksi itu telah ada di tengah lapangan dan membentuk formasi 2 garis lurus dengan posisi saling membelakangi. Eunhyuk mengambil posisi di ujung sebelah kiri menjadi penutup menghadap penonton sedangkan Sungmin mengambil posisi di ujung kanan, jadi saat ini posisi mereka menjadi seperti persegi panjang dengan perwakilan masing-masing menghadap penonton. Perlahan intro musik terdengar, kemudian mengalunlah dengan suara keras... lagu Alone - Sistar.

Seisi GOR kontan terperangah. Namun sedetik kemudian meledaklah suara tawa yang diikuti gemuruh tepuk tangan. Apalagi setelah menyaksikan kesepuluh namja seksi itu.

Berbeda dengan aksi cheerleader yang sudah umum –meloncat-loncat dan membentuk formasi piramida- gerakan cheerleader SMA Sapphire Blue ini sedikit erotis. Meliuk-liuk ke sana kemari, dan terkadang menyerupai dance asli lagu itu.

Gerakan dinamis seperti meloncat-loncat sambil mengayunkan pompom malah tidak ada sama sekali. Mereka justru menampilkan gerak gemulai dance-dance terkenal semacam 'Abracadabra-nya Brown Eyed Girl' dan beberapa gerakan lain yang sepertinya ciptaan sendiri sesuai dengan aransemen lagu gabungan buatan mereka. Yang pasti, sangat hot gerakannya. Bahkan, mereka mengajak penonton untuk ikut joget bersama!.

Jadilah pagi itu suasana GOR begitu gegap gempita. Riuh oleh suara tawa, denting batu di botol minuman, peluit, juga terompet. Suasana juga tambah hidup karena hampir semua penonton ikut berjoget mengikuti semua gerakan kesepuluh namja di tengah lapangan itu.

Beberapa pengunjung umum yang masuk karena tertarik oleh kehebohan itu, hanya bisa berdiri bingung. Apa hubungannya basket dengan random dance meliuk-liuk seperti itu. Tapi beberapa dari mereka akhirnya ikut larut juga.

Dan begitu alunan musik mengalun semakin pelan dan akhirnya hilang dari pendengaran, tanda selesainya penampilan cheerleader SMA Sapphire Blue, penonton memberikan applause yang sangat meriah. Tepuk tangan membahana ditingkahi bunyi suitan, lengking peluit, dan tiupan terompet. Malah banyak yang sambil loncat-loncat. Dan yang lebih menakjubkan lagi, penonton meminta penampilan mereka diulang.

"ENCORE! ENCORE! ENCORE! ENCORE!" gelombang teriakan semakin lama semakin bergemuruh. Panitia menjadi kebingungan. Masalahnya, jadwal hari ini padat sekali. Begitu babak penyisihan selesai sore ini, mereka harus selesai memasang panggung untuk acara Festival Teater nanti malam.

Setelah diberi janji-janji surga bahwa cheerleader SMA Sapphire Blue akan tampil lagi setelah game kedua, barulah penonton tenang dan mau duduk manis di tempatnya masing-masing. Padahal rencana panitia, selepas SMA Sapphire Blue bertanding nanti, seluruh tim basket, cheerleader, sekalian suporter kalau bisa, diharapkan segera pergi. Cukup kapten dan pelatih yang tinggal untuk mengetahui siapa yang akan menjadi lawan mereka di babak penyisihan minggu depan. Itu kalau mereka menang. Kalau kalah ya silahkan langsung go away saja. Daripada terjadi huru-hara.

Dan ternyata terjadi keajaiban lain. Suporter dari dua SMA lain, yang timnya baru akan turun di pertandingan berikutnya, yang tadinya hanya sekedar menonton dan memilih netral karena tim sekolahnya belum turun, kontan menjadi pendukung SMA Sapphire Blue.

Tiba-tiba saja posisi SMA Sapphire Blue menjadi di atas angin. Dengan jumlah suporter yang hampir 70% dari seluruh penonton yang hadir, sorak-sorai mereka benar-benar menusuk telinga, membuat semangat para pemain kontan melejit.

Apalagi ditambah berondongan suporter dari sekolah mereka sendiri, yang langsung menyeruak masuk begitu penonton histeris pertama kali tadi. Tim basket SMA Sapphire Blue kini jadi tercengang, padahal mereka tadi sempat miris saat melihat jumlah suporter yang seperti tebaran pasir di pantai saking sedikitnya.

Enam pasang mata, milik Hangeng dan kelima temannya, menatap bercahaya. Tidak yakin dengan besarnya dukungan yang diberikan untuk mereka, dan masih tidak percaya bagaimana ini bisa terjadi.

Para cheerleader namja itu lalu lari ke pinggir lapangan, ke tempat tim dan sebagian suporter mereka berkumpul.

"Good luck!" seru mereka hampir bersama, begitu kelima pemain SMA Sapphire Blue turun.

Para pemain cadangan langsung berganti pakaian di tempat, menghiraukan ratusan, ah bahkan mungkin ribuan mata yang melihat ke arah mereka dengan pandangan takjub, iri, bahkan tergoda. Bagaimana tidak, tubuh-tubuh mulus itu terpampang gratis tanpa di pungut biaya sepersenpun bagi yang melihat, bahkan ada beberapa yang mengabadikannya lewat kamera ponsel mereka. Sedangkan yang lainnya, mereka tetap mengenakan pakaian cheerleader itu setidaknya sampai pertandingan SMA Sapphire Blue ini selesai, karena mereka tak mau memperlambat waktu lagi dengan kehebohan yang mereka ciptakan.

"Shindong-ah. Gomawo, ne," Sungmin memeluk Shindong dengan hangat, mengucapkan rasa terimakasih yang tulus lewat bahasa tubuhnya. Namja gembul itu hanya meringis.

"Ottae? Oke, 'kan?"

"Daebak! Canggih! Dahsyat! Heboh! Brilian!" Sungmin melontarkan berjuta pujian.

"Tapi kenapa kau tidak pernah memberitahuku tentang ini? Aku dari depresi sampai menjadi pasrah gara-gara memikirkan ini, sampai saat sore itu kau memanggil kami," aku melirik ke arah Eunhyuk dan Ryeowook.

"Mian, Sungmin-ah, kalau aku menyembunyikannya darimu. Hanya takut saja kalau tidak jadi. Jadi ku fikir, daripada sudah bilang tapi nantinya malah batal, lebih baik kalian tidak kuberi tahu saja dan ku jadikan ini surprise. Bagaimana? Surprise tidak?"

Sungmin tersenyum lebar sampai gigi kelincinya kelihatan.

"Benar-benar surprise yang indah, Shindong-ah. Sekali lagi, aku dan Kyuhyun sangat berterimakasih padamu."

Shindong tertawa sumringah. Kemudian mereka cepat-cepat duduk bergabung dengan yang lain, karena permainannya sudah mulai panas.

Hangeng, Siwon, Kangin, Yesung, juga Kyuhyun, kini tampak rileks. Mereka bisa mengembangkan permainan dengan baik. Padahal tadi mereka berangkat dalam suasana yang kurang menyenangkan. Sepi dan di-cuek-in.

.

.

Dengan kondisi permainan yang tidak berimbang –santai dan menyenangkan bagi SMA Sapphire Blue tapi mengenaskan bagi SMA Victory- dengan mudah SMA Sapphire Blue mengakhiri pertandingan dengan kemenangan mutlak.

Di akhir permainan, penonton memberikan applause yang sangat meriah. Mereka berdiri sambil bertepuk tangan, bersorak, juga bersuit-suit. Suporter SMA Sapphire Blue yang jumlahnya sebenarnya tidak begitu banyak, loncat-loncat kegirangan. Benar-benar tidak menyangka bisa menang. Begitu keluar lapangan, Hangeng langsung mendekati Shindong.

"Jeongmal gomawo, Shindong-ah," sambil meraih tangan Shindong dan menggenggamnya kuat.

"Kalau tidak ada kau, entahlah bagaimana jadinya."

"Cheonma, tidak usah difikirkan. Ini 'kan demi sekolah."

"Apapun itu alasanmu... sekali lagi jeongmal gomawo."

Kelima anak buah Hangeng langsung mengikuti jejak sang kapten. Mereka merangkul Sindong dan mengucapkan terimakasih.

"Tapi, Chulli-ah... kau berhutang penjelasan padaku, sayang," Hangeng berjalan mendekati Heechul, sedangkan Heechul hanya terkikik geli melihat kelakuan kekasihnya.

"Kau juga Kibum/Ryeowook/Sungmin/Henry/Leeteuk," ucap Siwon, Yesung, Kyuhyun, Zhoumi, dan Kangin secara serentak sambil mendekati kekasih masing-masing. Eunhyuk hanya diam mengawasi mereka, lalu Taemin, dan Jaejong, em... anggap saja mereka sudah pulang, hehe.

Jung Seonsaengnim juga mengucapkan terimakasih pada Shindong.

"Eh... jangan-jangan itu kamu ya, yang Saem lihat malam-malam berdiri di dekat gerbang sekolah?"

"Bukan Saem, itu saya!" sambar Henry. Membuat semua tertawa geli.

Setelah mereka membereskan semua perlengkapan dan mundur ke tribun penonton untuk menyaksikan pertandingan selanjutnya: SMA Cassiopeia vs SMA Traxian.

Pemenang pertandingan ini akan menjadi lawan mereka di pertandingan minggu depan. Tapi mereka tidak bisa menyaksikan sampai selesai karena panitia meminta mereka pulang demi alasan keamanan. Hanya Jung Seonsaengnim dan Hangeng yang akan tinggal. Tapi sebelumnya Hangeng mengikuti yang lainnya pergi ke ruang ganti.

.

.

"Kalian tahu, aku hampir frustasi saat pemain cadangan hanya Zhoumi saja yang muncul," ucap Hangeng kesal, Heechul yang berada di sampingnya hanya tersenyum tipis. Mereka sudah berada di ruang ganti, tidak lucu bukan kalau mereka pulang masih dengan atribut yang seperti itu.

"Jangan salah. Kami sudah datang sejak jam tujuh kurang," jawab Kibum. "Saat kalian menelefon kami tadi."

"Oh ya?" semuanya menoleh ke arah kekasihnya masing-masing.

"Lalu kalian mendapat kostum dan peralatan make up darimana?" tanya Kangin sambil menatap Leeteuk lekat.

"Eomma Jaejong pemilik salon besar, kami bisa meminjamnya dengan mudah, tentu saja dengan alasan demi kepentingan sekolah." Leeteuk yang menjawab.

"Lalu yang memoleskan make up di wajah kalian?" Kali ini Yesung yang bersuara.

Semua serentak memandang Heechul kemudian beralih ke Sungmin.

"Aku dan Sungminie yang merias mereka, bagus bukan? Aku baru tahu kalau Sungminie manis sekali," Heechul menjawab dengan cepat.

Sedangkan Sungmin hanya tersenyum malu.

"Kau bisa merias," tiba-tiba Sungmin merasa ada suara yang berbisik di telinganya, Kyuhyun.

"Eng... sekedar tahu, sih. Aku pernah melihat Eomma dan beberapa sepupu-ku berdandan, dan sepertinya itu cukup mudah," Sungmin ikut menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan berbisik. Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya faham.

"Ah... kami punya hadiah untuk kalian," ucap Heechul.

"Apa?" enam namja tampan itu menjawab dengan serempak.

Lewat isyarat mata, Heechul memberi kode kepada para uke-uke cantik itu.

"Hana.. Dul.. Set."

'CUP!'

Sebuah suara kecupan terdengar serentak. Dan semua seme langsung terdiam seketika. Entah ini benar-benar hadiah atau hanya ulah iseng sang uke yang ingin membagi warna lipstik mereka, yang pasti jantung para seme sekarang sedang berdegup dengan kencang karena bahagia. Terlihat noda lipstik pink cerah di pipi mereka, kecuali Kyuhyun. Eh... kenapa?.

"Ya! Sungminie... kenapa kau tidak mencium kekasihmu?" ucap Heechul frontal.

"Ne? A... aku..." Sungmin memutar bola matanya bingung, apa yang harus dia katakan. Tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya, dan tidak mungkin juga dia mencium Kyuhyun sembarangan.

"Gwaenchana, mungkin Minnie malu melakukannya di depan kalian," Kyuhyun mencoba menyelamatkan Sungmin.

"Aigoo... itu tidak adil. Eeteuk-ah," Heechul menatap Leeteuk dan memberikan kode untuk bergerak.

Dengan cepat mereka mendekat ke arah Kyuhyun dan Sungmin. Dan Sungmin terperangah karena tiba-tiba dua lengan memeluknya dari belakang, begitu erat dan perlahan menariknya mundur ke sudut saat Heechul dan Leeteuk bergerak maju.

"Kyuhyun-ah... kau curang sekali, kenapa bersembunyi di belakang Sungminie? Ya! Minnie-ah... cepat cium Kyuhyun," seru Heechul kesal.

Sungmin menggelengkan kepalanya dengan ragu. Sedangkan Kyuhyun, dia tertawa. Begitu dekat ke tengkuk Sungmin, sehingga hangat nafasnya menyapa kulit. Dan saat Heechul dan Leeteuk merangsek maju, Kyuhyun semakin menenggelamkan Sungmin ke dalam pelukannya, sama sekali tidak sadar bahwa tindakannya itu menyebabkan jantung namja yang dipeluknya berdetak dengan kencang.

Sungmin mengeluh dalam hati. Seperti inilah yang bisa membuatku cepat mati!.

.

.

Usaha pemboikotan itu gagal. SeoHyun dan Jessica di caci maki anak-anak SMA Sapphire Blue, terutama yang batal menonton dan hanya bisa mendengarkan ceritanya. Apalagi semua yang nonton ceritanya sama persis seperti bunyi pengumuman misterius itu.

"Pokoknya sangat rugi kalian tidak melihat kemarin! Pokoknya barang siapa yang tidak melihat kemarin benar-benar rugi! Gi! Gi! Gi! Benar-benar menyesal seumur hidup! Dup! Dup! Dup!"

Dan di mana-mana anak-anak akan terbahak-bahak setiap kejadian itu di ceritakan ulang. Yang tidak menonton sedikit susah ingin percaya, Shindong, Kibum, Heechul, Henry dan semua nama yang katanya menjadi cheerleader itu namja asli. Meskipun posisi mereka sebagai uke, tapi mereka bukan tipe namja yang lembek dan gemulai. Tapi mereka juga penasaran bagaimana saat namja-namja itu di sulap menjadi yeoja. Ayolah... siapa yang tidak kenal Heechul, namja tercantik se-SMA Sapphire Blue, Henry, Kibum, Sungmin, Eunhyuk, Leeteuk, Jaejong, Taemin, dan Ryeowook juga pasti akan sangat manis saat memakai atribut cheerleader itu. Sayang sekali mereka hanya bisa melihat dari foto yang berhasil di ambil oleh teman-teman mereka.

SeoHyun dan Jessica benar-benar berang. Pasalnya mereka sudah menghabiskan uang jutaan dan hasilnya mereka gagal total. Apalagi mereka juga terkena amukan yeoja-yeoja cheerleader gara-gara tim basket sekolah kini tidak membutuhkan mereka lagi. SMA Sapphire Blue sekarang memiliki kelompok cheerleader sendiri. Trifungsi malah, bisa menjadi pemain cadangan, bisa dekat dengan kekasih mereka, dan tidak perlu dijaga. Karena mereka bisa melawan kalau ada namja yang berani iseng.

Dan ternyata, nama SMA Sapphire Blue sekarang sangat terkenal di SMA Cassiopeia. Menjadi bahan omongan gara-gara cheerleader-nya yang heboh dan fantastik itu. Dan banyak yang sudah tidak sabar menunggu sampai hari Minggu nanti untuk bisa menyaksikan penampilan mereka lagi.

"Cheerleader-nya kau lagi, Shindong-ah," tanya Jay.

Shindong kontan tertawa.

"Pasti-lah. Terangkan, Eunhyuk-ah!" peritahnya ke Eunhyuk.

"Kita akan menampilkan dance dengan gabungan musik dari 'AOA-miniskrit',' Girl's Day-Something', 'Stella-Marionette', ada usulan yang lain?" Eunhyuk mengakhiri penjelasananya.

"Hah? Gila! Kalian sadar 'kan memakai lagu-lagu itu. Omo... apa yang harus kulakukan?" Sungmin berseru panik. Yang benar saja, tiga lagu itu mengandung unsur dance erotis yang sedang hangat-hangatnya di perbincangkan. Sekalian saja semua dance dari GB yang memiliki unsur seksi di masukkan.

"Tenanglah, Sungmin-ah. Kita 'kan bisa merubah gerakannya menjadi lebih sopan, itu hanya konsep untuk rancangan kita saja," kata Shindong menjelaskan.

"Ah... baiklah," Sungmin menjawab pasrah. Dia percaya Shindong dan Eunhyuk bisa mengatasinya. Ternyata diam-diam sahabat dekatnya itu jago dance.

Jadi berdasarkan informasi itu, tim basket SMA Sapphire Blue tidak perlu pusing lagi masalah suporter.

"Silahkan kalau mau diboikot lagi!" kata Hangeng saat bertemu SeoHyun di ruang OSIS.

"Tapi sepertinya kau harus mengeluarkan uang satu juta Won untuk satu kepala!"

SeoHyun hanya diam. Kali ini dia benar-benar kalah!.

.

.

TBC

Wow... 2 minggu ya, ah... bahkan lebih ff ini teranggurkan. Mianhe... banyak alasan sih sebenarnya, dunia nyata saya juga tak boleh begitu saja saya acuhkan, tapi intinya saya mohon maaf atas keterlambatan ini. Semoga chingudeul semua suka, ne? 4000 word lebih lho, ya... anggap saja sebagai permohonan maaf saya ^^.

Ah ya... jika ada yang kurang nyaman memanggil saya author, bisa panggil saya chingu kok, panggil Lee juga boleh, atau panggil Eonni/Saeng? Saya 90 Line, saya juga masih merasa belum pantas menyandang sebutan author itu ^^.

Airi. tokieda : Yupz... 100 untuk chingu. Kekeke tuh di atas gimana menurut chingu cheers-nya?^^

Minoru : kekeke sayang sekali emang mereka chingu yang jadi cheers dan emang rugi banget... nget... nget... bagi yang ndak nonton ^^. Ssssttt... jangan rame2 chingu, baru chingu aja tuh yang sadar kalau si abang satu itu belom muncul ^^.

Winecouple : mereka emang gila kok :-/, kekeke tuh di atas jawabannya ^^.

Sitara1083 : kekeke ndak usah bingung chingu, di nikmatin aja kehebohan mereka ^^. Yepz... Kyu emang ndak ada lucu2nya sama sekali, haha. Gimana chingu, cheers-nya sekseh2 lho bukan buntet2 ^^.

Cho Miku : kekeke ini lanjutannya... tapi ndak kilat sih ^^, Fighting!

Arevi. are. vikink : Wah... tebakan chingu benar, cuma chigu lho yang nebak ini. Ow... begono... hehehe ati2 chingu ngaku2 gitu entar malem tiba2 di cekek Kyu, kekeke.

Abilhikmah : itu yang dilakukan Shindong, bikin kerusuhan, hehe.

137 : Siiiip ^^.

Sarry nayolla : Oke ini next-nya ^^.

5351 : namanya juga orang gila chingu, ya begitulah . Mungkin 2/3 chap lg chingu bakal di jelasin perasaannya Kyu ke Ming, di tunggu aja ^^. KyuMin moment-nya akan ada seiring dengan berjalannya waktu, hehe. Oke ini next-nya ^^.

Chella-KMS : Gwaenchana ^^. Itu anggota cheers-nya, namja2 ketceh ;-). Untuk saat ini masih tujuan awal chingu, menjadikan Ming tamengnya, tapi kita tunggu chap selanjutnya, apa Kyu masih kuat bertahan dengan pesonanya Ming, kekeke. Ini next-nya ^^.

Danactebh : semoga waktu baca tadi ngakak beneran #penuhPengharapan. Oke, Semangat!^^.

Sissy : Kekekeke betul sekali chingu, Shindong bikin kerusuhan tuh di GOR ^^.

KikyWP16 : Hehehe fokusnya ke pemboikotan untuk tim basket sih, jadi emang sedikit garing sih. Tapi Ming-nya lucu kok, pelototin Ming aja biar ndak garing2 amat #nego. KyuMin moment-nya sedikit2 dulu aja, ne, nanti kan lama2 akan jadi bukit, hehe #ikut2anGaring .

Queenshi137 : kekeke selamat datang kembali ^^. Pihak ketiga dari Ming... eng..kasih bocoran deh,2/3 chap lagi mungkin akan muncul, tapi jangan bilang siapa2 ya #dibacaSemuaReader. Oke... hwaiting!^^.

NAP217 : kekeke mau ikut2an jurusnya Shindong Oppa ya chingu, oke ^^.

Kmalways89 : kekeke iya chingu, tapi sayangnya dance-nya ndak sewajar biasanya, hehehe, Kyu kalau sudah berhubungan sama Ming emang selalu modus tuh . Gomawo untuk review-nya dari chap awal, selamat membaca ^^.

ShinJiWoo920202 : kekeke emang seru bgt novel ini. Hoho tebakannya betul tuh, chingu ^^. Hehehe kaya'nya memang saya yang salah, maklum chingu faktor usia –berasa tua-, gomawo koreksinya dan ini lanjutannya ^^.

Zahra Amelia : kekeke saya malah jaman SMP chingu –tua ya- ^^. Dan memang saya lebih suka BL sih makanya saya rubah saja jadi BL. Hehehe saya juga pernah baca di buku IPA anak SD sih chingu apa itu obsidian, hanya takut salah saja makanya saya cetak miring, gomawo koreksinya ^^. Oke ini lanjutannya, gomawo sudah riview dari chap 1, hwaiting!^^.

Mayasiwonest. evetlastingfriends : gomawo... gaya bahasa author aslinya emang bagus kok, oke ini lanjutannya ^^.

Big Thank's to:

Airi. Tokieda, Minoru, Winecouple, Sitara1083, Cho Miku, Arevi. are. Vikink, Abilhikmah, 137, Sarry nayolla, 5351, Chella-KMS, Danactebh, Sissy, KikyWP16, Queenshi137, NAP217, Kmalways89, ShinJiWoo920202, Zahra Amelia, Mayasiwonest. Evetlastingfriends

Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^

#bow

Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.