"Tapi sepertinya kau harus mengeluarkan uang satu juta Won untuk satu kepala!"
SeoHyun hanya diam. Kali ini dia benar-benar kalah!.
.
.
Pair : KyuMin
Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast
Rate : T
Genre : Comedy, Romance
Length : Chaptered
Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).
Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.
Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.
DLDR
enJOY
.
.
Pansus langsung mengadakan rapat lagi. Sekarang giliran Eunhyuk yang menjadi sasarannya. Sahabat dekat Sungmin itu memiliki bisnis keripik kentang dengan berbagai rasa yang sudah terkenal seantero sekolah. Renyah, gurih, dan membuat ketagihan.
"Mwo!?" seru Eunhyuk. Dia terpana saat Sunny, jubir Pansus, membacakan memo hasil rapat kemarin, yang menyatakan bahwa Eunhyuk sudah tidak boleh lagi menaruh barang dagangan di kantin dan koperasi.
"Jangan macam-macam. Kalian tahu, ini tidak lucu untuk dibuat bercanda!"
"Siapa bilang ini bercanda?" balas Sunny ketus.
"Lalu, kenapa aku yang jadi sasaran kalian? Yang memiliki hubungan dengan Kyuhyun itu Sungmin, bukan aku!"
"Tapi 'kan kau sahabat Sungmin!"
"Biarpun aku sahabat Sungmin, memangnya Kyuhyun juga dibagi untukku? Yang benar saja, kalian memang benar-benar tidak waras!"
"Terserah apa katamu! Yang jelas, ini serius!"
"Lalu apa yang harus ku katakan kepada Eomma-ku?"
"Oh! Kau tidak perlu berkata ke Eomma-mu, Eunhyuk-ssi. Kau cukup bicara ke Sungmin!" tandas Sunny enteng lalu berbalik pergi.
Eunhyuk menggelengkan kepala, tidak mengerti. Tapi dia juga tahu, ini bukan main-main. Kalau saja mereka bukan yeoja, pasti Eunhyuk langsung akan main tangan, karena yeoja-yeoja itu tidak bisa dilawan dengan otak ataupun hati. Dan benar saja. Saat dia bertanya ke Hwang Ahjumma, pengelola koperasi, Hwang Ahjumma berkata kalau dia sudah tidak bisa menjual keripik kentang miliknya di sana lagi. Mulai besok!.
Gila, 'kan!.
Eunhyuk tidak mau bertanya ke kantin. Kalau koperasi yang di bawah kendali sekolah saja bisa diacak-acak –meskipun Eunhyuk yakin pihak sekolah pasti tidak tahu menahu tentang ini- apalagi kantin.
Terpaksa dia harus memberi tahu Sungmin.
Saat bel istirahat berbunyi, Eunhyuk langsung ke sana kemari mencari sahabatnya itu, diiringi tatapan puas para anggota Pansus yang memang bertebaran di sana-sini. Mereka puas karena ternyata ancaman mereka berjalan sesuai dengan yang mereka kehendaki.
Setengah mati Eunhyuk mencari Sungmin. Memeriksa setiap sudut kompleks sekolah yang sangat luas. Sejak Sungmin memiliki kekasih, mereka jadi jarang bersama-sama lagi. Sangat jarang, karena Kyuhyun melekat seperti lintah!.
Akhirnya Eunhyuk menarik nafas lega. Setelah dua kakinya hampir mati rasa, pasangan yang tak terpisahkan itu akhirnya dia temukan di lab biologi. Eunhyuk tidak tahu siapa yang mereka cari di sana. Yang pasti temannya Kyuhyun, karena Eunhyuk melihat Sungmin hanya duduk tenang dan diam di sebelah namja itu.
"Minnie-ah!" panggil Eunhyuk sambil bergegas masuk. Sungmin menoleh, Kyuhyun dan temannya yang sedang serius membicarakan sesuatu juga menoleh.
"Aku ingin berbicara denganmu. Penting!" Eunhyuk menarik tangan Sungmin untuk keluar.
"Sebetar, Kyuhyun-ssi," katanya ke Kyuhyun. "Aku meminjam nae chingu sebentar!" sengaja dia menekankan kata 'nae chingu', agar Kyuhyun sadar bahwa dia sudah merampas satu-satunya sahabat yag Eunhyuk miliki!.
"Mwoya?" tanya Sungmin setelah mereka sudah di luar lab.
"Aku sudah tidak boleh meletakkan keripik kentang lagi. Di kantin, ataupun di koperasi."
"Wae?"
"Ya... karena kau berkencan dengan Kyuhyun!"
"Hah?" Sungmin terkejut. "Aku tidak mengerti? Apa hubungannya?"
"Kau fikir aku mengerti? Tapi setelah mereka mengatakan itu, aku langsung bertanya ke Hwang Ahjumma. Dan Hwang Ahjumma membenarkannya!"
"Mereka siapa? SeoHyun, Jessica, dengan antek-anteknya itu?"
"Siapa lagi?"
Sungmin terdiam. Bingung sekaligus tidak menyangka.
"Kalau kau acuhkan saja, otteo?"
"Bagaimana mau diacuhkan? Itu 'kan sudah ada jatahnya. Kalau nampan untuk jatah keripikku tidak di keluarkan, bagaimana? Masa keripikku ku letakkan begitu saja di atas kaca."
Sungmin diam lagi. Dia benar-benar tidak menyangka kenapa yeoja-yeoja itu sangat tega.
"Mulai kapan?"
"Naeil."
"Naeil!" Sungmin terpekik. "Michin!"
"Kalau tidak gila, aku tidak akan mencarimu, Minnie. Otteo?
"Nanti akan ku fikirkan. Aku akan memberi tahu Kyuhyun."
Eunhyuk langsung melirik ke dalam lab dan mengecilkan volume suaranya.
"Kau tidak bisa kalau sedetiiiik saja tidak menempel ke Kyuhyun?"
"Bukan aku yang menempel. Dia yang terus menempeliku!" Sungmin langsung protes keras.
"Ya sudahlah. Aku mencarimu hanya ingin memberitahukan ini. Aku duluan, ne."
"Hyukkie-ah, mianhe." Sungmin menggenggam tangan Eunhyuk sesaat sebelum sahabatnya itu pergi. Gara-gara dia, Eunhyuk jadi ikut tertimpa masalah.
"Ne. Gwaenchana. Memang mereka semua itu tidak bisa berkaca! Aku pergi dulu, ne. Annyeong."
Setelah Eunhyuk pergi, Sungmin menarik nafas panjang-panjang. Ini benar-benar tidak lucu lagi, karena dia tahu persis besarnya peranan keripik kentang itu bagi keluarga Eunhyuk.
"Ada apa?" Tiba-tiba Kyuhyun sudah ada di sebelahnya.
"Eh? Oh, itu. Ayo kembali, Kyu?"
"Ini aku menyusulmu karena ingin mengajakmu kembali ke kelas. Ada apa? Kenapa wajahmu jadi muram seperti itu?"
Sungmin tidak langsung menjawab. Dia menarik nafas panjang terlebih dahulu.
"Eunhyuk, Kyu."
"Eunhyuk kenapa?"
"Dia sudah tidak boleh meletakkan keripik kentangnya lagi di kantin dan koperasi."
"Wae?"
"Karena kita!"
"Mwo!?" Kyuhyun terperangah.
.
.
Meskipun tahu ancaman itu bukan bercanda, Eunhyuk masih berharap itu hanya gertakan dari mereka. Tapi ternyata, saat besoknya dia ke koperasi, tiga nampan yang menjadi jatahnya selama ini sudah ditempati dagangan lain. Eunhyuk tidak tahu muncul darimana makanan-makanan itu, karena Hwang Ahjumma tutup mulut.
Eunhyuk kebingungan. Karena bahan mentah komoditi ekspor andalan keluarganya itu sudah dibeli. Dan hari Minggu besok, seperti biasa mereka akan bekerja keras sejak pagi hingga malam. Abeoji, Eommoni, serta Noona-nya.
Bagaimana cara Eunhyuk memberi tahu keluarganya bahwa sementara ini dia tidak bisa menitipkan keripik kentang mereka karena ada sekelompok yeoja yang iri dan tidak bisa menerima kalau Sungmin berkencan dengan Kyuhyun? Konyol sekali, bukan?.
Lunglai, Eunhyuk membalikkan badannya, kemudian berjalan lesu ke kelas Sungmin. Dia harus memberi tahu Sungmin bahwa ancaman SeoHyun cs ternyata tidak main-main.
.
.
Pagi ini Sungmin terduduk muram di teras. Semalaman dia terus berfikir, mencari jalan bagaimana caranya menolong Eunhyuk. Tapi sampai pagi ini belum mendapat ide juga.
Dia benar-benar merasa bersalah. Semalam Eunhyuk menelepon dengan suara yang sangat parau, seperti sedang menanggung beban yang sangat berat, bahkan beberapa kali terdengar helaan nafas berat dan isakan tertahan Eunhyuk. Dan ini pertama kalinya Sungmin mendengar sahabatnya itu begitu putus asa. Karena selama ini, Eunhyuk adalah pribadi yang santai, enjoy, dan tenang. Kalau dia sudah sampai putus asa seperti itu, berarti ini memang sudah benar-benar keterlaluan.
Beditu seriusnya Sungmin larut dalam lamunan, begitu dalamnya kepalanya menunduk, hingga deru mobil Kyuhyun-pun terabaikan. Bahkan setelah namja iu berdiri di sebelahnya, Sungmin masih juga belum sadar.
"Ming," setengah membungkuk Kyuhyun memanggilnya. Sungmin masih tetap tidak bergeming.
"Minnie-ah!" namja itu kembali memanggil. Tapi Sungmin masih juga tidak mendengar.
Akhirnya Kyuhyun menepuk pundak namja mungil itu. Tepukan pelan, tapi Sungmin langsung berjengit kaget serasa ada kembang api yang di letuskan di depannya.
"Ya! Kyunie... kau mengagetkanku! Kapan datangnya, sih?" katanya sambil menepuk-nepuk dada.
"Kau yang terlalu serius melamun. Waegure?"
Sungmin menatap namja yang kemudian duduk di sebelahnya itu. Cerita, jangan, cerita, jangan. Tapi sebenarnya dia harus bercerita, karena memang namja inilah yang menjadi sumber masalahnya.
"Hem... begini, Kyu. Aku ingin berbicara tentang..."
"Eunhyuk? Potong Kyuhyun.
"Eh? Kok tahu?" dua alis Sungmin menyatu.
Kyuhyun menarik nafas.
"Tentu saja tahu. Aku tidak secuek yang kau kira, Ming."
"Geurae?"
"Suruh Eunhyuk membawa keripik-nya besok. Tapi kau tunggu dia, lalu masukkan keripiknya ke mobilku. Di kursi belakang, ne."
"Lalu?" tanya Sungmin heran.
"Kerjakan saja apa yang ku minta." Kyuhyun menatapnya lurus. Sungmin langsung diam.
Kenapa aku bisa sampai lupa kalau namja ini tidak suka banyak cerita? gerutu Sungmin dalam hati.
Kyuhyun berdiri.
"Kaja ka!" ajaknya. "Sudah jam setengah tujuh."
.
.
Besoknya, setelah memarkir mobil di dekat pagar sekolah, Kyuhyun menyerahkan kunci ke Sungmin. Namja itu pergi ke kelas lebih dulu.
Tak lama Sungmin menunggu, kemudian Eunhyuk datang. Sungmin cepat-cepat menyambut sahabatnya itu, membantu menurunkan kantong-kantong plastik dari mobil yang di sewa Eunhyuk.
"Kenapa Kyuhyun yang membawanya, Minnie-ah?" tanya Eunhyuk, mengekor langkah Sungmin ke tempat mobil Kyuhyun diparkir.
"Aku juga tidak tahu. Dia orangnya tidak banyak bicara. Tadi aku bertanya, tapi dia tidak mau memberi tahu."
"Kau kenapa bisa menjadi kekasihnya, sih? Aku bingung. Lagipula kau juga tidak pernah bercerita apa-apa padaku. Kau sebenarnya benar-benar berkencan atau hanya pura-pura?"
Sungmin kontan beku di tempat. Susah payah dia berusaha menenangkan diri. Kenapa Eunhyuk berbicara seperti itu? tanyanya dalam hati.
"Memangnya kenapa?" Sungmin kembali bertanya.
"Aneh saja. Biasanya kau selalu bercerita padaku. Tapi ini tidak. Tiba-tiba saja kau berkencan dengan Kyuhyun. Semua kaget. Termasuk aku!"
Sungmin diam. Sebenarnya dia ingin bercerita banyak. Tapi Kyuhyun sudah menegaskan bahwa ini hanya rahasia mereka berdua. Hanya mereka!.
Dia menoleh saat didengarnya Eunhyuk menarik nafas.
"Aku tidak peduli ini semua akan dibawa kemana," ujar Eunhyuk sambil menatap dagangannya yang menumpuk di jok belakang mobil Kyuhyun.
"Karena aku bingung. Eomma terus bertanya kenapa keripiknya tidak juga dibawa. Nanti rasanya bisa berubah menjadi tidak enak. Aku katakan saja, kantin dan ruangan koperasinya sedang di renovasi. Jadi kantin yang sekarang kantin darurat. Serba berantakan."
"Ne. Katakan saja seperti itu. tidak perlu membuat Eommonim bingung. Sudah?" tanya Sungmin. Eunhyuk mengangguk. Sungmin menutup pintu belakang lalu menguncinya. Setelah memeriksa dua pintu yang lain, dia mengajak Eunhyuk ke kelas.
.
.
Dua hari kemudian, Kyuhyun memberikan sebuah amplop kepada Sungmin.
"Tolong berikan ke Eunhyuk, Ming. Katakan padanya, aku minta maaf."
"Keripiknya tidak kau buang 'kan, Kyu?"
"Tentu saja tidak. Dosa, membuang-buang makanan. Lagipula kalau di buang tidak mungkin bisa berubah menjadi uang. Dan..." tiba-tiba raut Kyuhyun berubah menjadi serius. Badannya bergeser lebih dekat dan volume suaranya mengecil.
"Ming, nanti kau temui SeoHyun. Katakan kalau kau akan memberi tahu semuanya hari Sabtu nanti. Pulang sekolah."
"Mwo?!" Sungmin terkejut. Dia hampir berteriak tadi.
"Tapi karangan kita 'kan belum sempurna? Aku juga sudah sedikit lupa. Jangan Sabtu, ne?"
Kyuhyun menatapnya. Obsidian itu tembus menatap foxy eyes-nya, membuat Sungmin langsung tersadar.
"Baiklah!" dia mengangguk patuh.
Kyuhyun tersenyum tipis. Tipe seperti ini yang dia suka. Cepat mengerti kalau dia tidak suka banyak bicara, apalagi cerita.
.
.
Sungmin bingung, khawatir, dan cemas dengan gagasan Kyuhyun itu. Tapi dia takut bertanya, apalagi memberikan usul. Dia hanya bisa pasrah.
Hari yang disepakati tiba. Semua anggota Pansus sudah berkumpul satu jam lebih awal di sekretariat PMR. Sejak pagi mereka memang sudah tidak sabar. Ingin cepat-cepat menekan Sungmin agar menceritakan yang sebenarnya. Mereka tetap yakin, ada something wrong di balik 'jadiannya' Sungmin dengan Kyuhyun.
Jam tiga tepat, pintu diketuk.
"Masuk!" seru SeoHyun dengan suara yang dibuat sewibawa mungkin. Pintu terbuka. Tapi yang muncul bukan Sungmin, melainkan... Kyuhyun!.
Seketika ruangan menjadi senyap saat semua tahu siapa yang berdiri di ambang pintu. Yeoja-yeoja itu menjadi tegang dan saling memandang saat tubuh jangkung Kyuhyun melangkah masuk dengan tenang dan sepasang obsidian dinginnya menyapu seisi ruangan. Menatap mereka satu per satu.
"Dimana aku harus duduk?" tanya Kyuhyun.
"Eng... eng... terserah kau! Terserah kau!" jawab SeoHyun gugup.
Kyuhyun menarik satu kursi tepat di hadapan yeoja-yeoja itu, lalu duduk diam. Menunggu. Ketenanngannya, juga sepasang obsidian dinginnya yang menyorot tajam, membuat para yeoja anggota Pansus yang tadinya telah siap dengan daftar panjang berisi pertanyaan, kontan menjadi ngeri ingin membuka mulut. Kyuhyun berdecak kesal.
"Jadi kau menyuruhku datang hanya untuk duduk diam seperti ini?"
"Aku menyuruh Sungmin yang datang," jawab SeoHyun hati-hati.
"Dia sudah ku antar pulang!" tandas Kyuhyun. Tiba-tiba dia berdiri, menjulangkan tubuh jangkungnya, dan melangkah mendekati yeoja-yeoja Pansus yang duduk berdekatan. Kemudian Kyuhyun menatap mereka satu per satu dengan jeda beberapa detik namun sanggup membuat keberanian mereka seketika menguap, nyaris tanpa sisa.
"Dengarkan baik-baik! Ini pertama kalinya aku bicara, dan tidak akan ada yang kedua kali!" Kyuhyun mendekat, membuat para anggota Pansus menjadi semakin ngeri.
"Aku yang menyukai Sungmin! Aku yang tetap memaksa untuk duduk semeja dengan dia, meskipun dia sudah mengatakan kalau itu kursi Seunghyun!" yeoja-yeoja Pansus langsung gelagapan. "Jadi kalian salah kalau selalu mendesak Sungmin. Seharusnya kalian semua meminta penjelasan padaku! Meskipun sebenarnya itu hak-ku, hak Sungmin, hak kami berdua untuk tidak mengatakan apa-apa! Jelas?"
Yeoja-yeoja itu diam, takut ingin menjawab. Tapi SeoHyun dan Jessica, yang sudah terlanjur mengeluarkan banyak uang, tidak menyerah begitu saja. Mereka harus tahu yang sebenarnya!.
"Memang apa yang membuatmu bisa tertarik dengan Sungmin?" tanya SeoHyun, saking tidak bisa menahan rasa irinya. Seketika obsidian dingin Kyuhyun menyambarnya.
"Apa harus ku jawab?"
"Yaaah...," SeoHyun terlihat sedikit malu, "Ne."
Kyuhyun menatap lurus ke arah SeoHyun. Beberapa detik dia hanya seperti itu. Diam dan menatap SeoHyun tajam. Membuat suasana menjadi mencekam dan anggota Pansus yang tidak seberani SeoHyun sudah ingin cepat-cepat lari keluar.
"Karena Sungmin tidak menyukaiku!" tiba-tiba Kyuhyun berkata.
Yeoja-yeoja Pansus langsung bengong.
"Eng... maksudmu? Kali ini Jessica yang bertanya. Dia menatap Kyuhyun dengan kernyitan di dahi saking bingungnya.
"Maksudku...," Kyuhyun langsung beralih ke Jessica yang duduk di sebelah SeoHyun, "yang menarik dari Sungmin adalah... dia mengacuhkanku!"
Yeoja-yeoja Pansus saling pandang. Tidak menyangka sama sekali dengan menyangka sama sekali dengan jawaban Kyuhyun itu, karena mereka sudah sangat yakin bahwa jawaban Kyuhyun pasti menyangkut tentang fisik. Apa lagi? Alasan terbanyak awal dari ketertarikan seorang namja adalah fisiknya. Baru setelah itu muncul alasan-alasan klise di belakangnya. Baik, perhatian, sabar, pegertian, dan semacamnya.
Makanya mereka sudah siap dengan seribu celaan. Sungmin itu miskin. Makanya badannya imut, karena kurang gizi! Kalau ada pesta tidak pernah mau datang karena tidak level. Bajunya juga jarang mengikuti mode, atau bisa di bilang dia itu fashion terrorist. Dan masih banyak kekurangannya yang lain! Semuanya sudah siap dilontarkan karena dari awal mereka sudah yakin, Kyuhyun suka Sungmin dari segi fisik. Dan yang paling penting, mereka yakin Kyuhyun itu straight, sekalipun dia 'menyimpang', masih banyak uke yang bisa dia pilih dan lebih baik dari Sungmin.
Maka sari itu, mereka sama sekali tidak menyangka ternyata jawaban Kyuhyun melenceng jauh.
"Tapi 'kan kalian sama-sama..."
"Namja? Lalu apa masalahnya, aku dengan namja ataupun dengan yeoja, apa pengaruhnya untuk kalian?"
"Tapi Sungmin itu memang cuek kok. Bukan hanya padamu. Dia juga cuek dengan yang lainnya."
"Itu urusan mereka. Kalau aku tidak bisa!"
"Sungmin cuek denganmu, itu sama artinya dengan dia tidak menyukaimu," Jessica tidak mau menyerah.
"Aku tidak peduli tentang itu!"
"Atau... kau jatuh cinta padanya?" tanya SeoHyun, sedikit salah tingkah.
Tatapan tajam Kyuhyun kembali ke arah SeoHyun.
"Jelas! Apa aku harus mencium dia di depan kalian?"
Wajah-wajah di hadapan Kyuhyun langsung memerah.
Shit! Keluh SeoHyun dalam hati. Namja ini benar-benar frontal!.
"Berarti... kau memaksa Sungmin untuk menjadi kekasihmu. Seperti itu?"
Untuk pertama kalinya Kyuhyun tersenyum, ah... kalau diperhatikan, terlihat seringai dalam senyumannya itu. "Benar. Tepat sekali!"
Kyuhyun telah mengatakan yang sebenarnya, tapi yeoja-yeoja itu tidak tahu. Sekarang mereka sadar, usaha mereka sampai kapan-pun tidak akan ada gunanya, karena ternyata yang terjadi tidak seperti yang mereka duga.
.
.
Setelah hari itu –hari saat Kyuhyun mengakui sekaligus menegaskan bahwa dialah yang menyukai Sungmin dan memaksanya untuk duduk semeja dan buka sebaliknya- yeoja-yeoja anggota Pansus itu jadi pasrah dan terpaksa menerima kenyataan bahwa Sungmin memang sedang menjadi kesayangan Dewi Fortuna.
Tim basket SMA Sapphire Blue juga berhasil masuk final, karena selain para pemainnya keren-keren, para suporter dan cheerleader-nya juga tidak diboikot lagi.
Tapi Sungmin jadi menyadari satu hal. Saat tidak ada lagi wajah-wajah iri, saat tidak ada lagi mata-mata yang menatapnya sinis, saat tidak ada lagi mulut-mulut yang kasak-kusuk, dia jadi tidak punya tempat untuk mengalihkan pikirannya. Dan tanpa dia sadari, semua itu justru meringankan bebannya karena tidak ada peran yang harus dia jalankan. Tapi ternyata, membunuh perasaan cinta kepada seseorang yang selalu ada bersama kita sangatlah berat!.
Di saat yang sama, Sungmin harus melindungi Kyuhyun dengan segala cara. Tidak akan ada yang menyangka bahwa kedekatan mereka dan ekspresi kasih sayang yang mereka perlihatkan satu sama lain ternyata hanya pertunjukan opera sabun yang suatu saat nanti akan berakhir. Atau lebih tepatnya... harus berakhir!.
Yang membuat Sungmin semakin jatuh-bangun dan memaksa hatinya untuk lebih rasional adalah Kyuhyun tidak mau menjelaskan rencana-rencananya. Jadi sebenarnya bukan hanya orang lain yang terkejut, Sungmin juga terkejut dengan semua manuver Kyuhyun. Hari-harinya penuh dengan kejutan. Sungmin tidak tahu dan tidak berani membayangkan apa yang akan menyambutnya esok hari.
Kyuhyun bisa saja meletakkan sekotak cokelat di hadapan Sungmin tanpa berbicara apa-apa sebelumnya. Sepotong blackforest dengan ceri merah di atasnya bisa ada di meja Sungmin tanpa sepengetahuan namja manis itu. Boneka Bunny putih yang lucu bisa nongkrong di tempat duduk Sungmin tanpa ada yang tahu kapan boneka itu diletakkan.
Tapi yang paling membuat yeoja-yeoja sekelas jadi iri sekali adalah saat Kyuhyun meninggalkan setangkai mawar putih di meja Sungmin –karena Kyuhyun harus ikut lomba fotografi tingkat SMA- dan meminta Shindong untuk menjaga kekasih tersayangnya itu dengan pesan, "Harus di antar sampai depan rumah dan tidak boleh lecet sedikitpun!" sementara yang bisa dilakukan Sungmin hanya terpaku, hampir mati berdiri karena malu.
Sungmin membayangkan lagi kemesraannya lagi bersama Kyuhyun. Bergelayut manja di lengan namja itu, menyambut setiap uluran tangannya, larut dalam setiap dekap dan peluknya, dan sejuta adegan yang semakin membuatnya bermimpi indah setiap malam. Cinta itu datang dengan perlahan, karena kedekatan berlebihan, karena setiap hari selalu bersama, dan karena terbiasa.
Tapi semua itu, segala perhatian, sejuta senyum dan tatap pandang, menghilang dalam waktu bersamaan!.
Begitu dia meninggalkan gerbang besi sekolah, begitu semua mata yang menatap iri itu tak lagi terfokus memandang, segalanya menghilang! Yang tertinggal hanyalah sosok dingin dan diam. Kyuhyun yang sebenarnya! Kyuhyun yang berbicara hanya satu-dua kata, dengan wajah hampir tanpa ekspresi dan sepasang mata yang bukan jendela jiwa!.
Tidak akan ada yang menyangka bahwa cerita tentang malam Minggu itu benar-benar hanya hasil karangannya. Tanpa ada kenyataannya satu kali-pun!.
Pasti juga tidak akan ada yang menyangka bahwa setiap malam Minggu Sungmin hanya sendirian di rumah. Sedang membuat cerita-cerita itu. Dan Senin paginya, saat Kyuhyun menjemput, Sungmin memberitahu Kyuhyun agar namja itu memberikan jawaban yang sama jika diinterogasi SeoHyun cs.
Jadi apa yang dialami semua temannya –malam Minggu-an bersama kekasih- sebenarnya juga dialami Sungmin meskipun hanya dalam hayalan. Tapi Sungmin lebih parah. Mereka-mereka masih bisa menghindari sang kekasih. Menggerutu jika sedang kesal. Pergi kalau sudah lelah atau bosan. Tapi Sungmin!.
Sungmin terpaksa bersabar. Terpaksa pasrah. Dan terpaksa ikhlas menjalani. Dan tidak ada yang lebih... boooooring!... daripada semobil dengan namja gagu!
Kyuhyun itu sangat tega, bisa tidak berbicara sama sekali di mobil. Meskipun mereka terpaksa berjam-jam duduk berdua karena jalanan macet. Sementara Sungmin juga bingung ingin mengajak berbicara. Mau berbicara apa? Kyuhyun tidak pernah bercerita tentang keluarganya, apa nama kota kelahirannya yang terletak di kaki gunung dan belum lama dia tinggalkan itu, apa hobinya, atau apa sajalah, yang bisa sedikit memberikan informasi seperti apa sebenarnya namja di sebelahnya itu. Terkadang Sungmin takjub sendiri. Ajaib sekali, ternyata dia tidak tahu apa-apa tentang Kyuhyun.
Satu-satunya yang dia tahu tentang namja irit bicara itu hanya kecelakaan itu. Bahwa Hyunmin terlempar hampir seratus meter. Sempat koma sebelum akhirnya meninggal. Hanya itu!.
Dan hal itu sudah pasti tidak bisa dijadikan bahan obrolan.
.
.
Hari-hari datang, diam, dan hilang. Lewat satu demi satu. Setelah melambung di awang-awang setiap malam, dibelai mimpi indah yang rasanya seperti kenyataan namun dihempas tanpa ampun begitu mata terbuka, akhirnya kesadaran itu datang.
Akan ada hari akhir untuk semua ini. Hari saat Kyuhyun hanya akan mengucapkan terima kasih. Tak lebih. Lalu namja itu akan pergi.
Jadi, daripada terpuruk di hari itu nanti, lebih baik dipersiapkan sejak dini. Yang pertama harus dilakukan adalah, menegaskan pada diri sendiri bahwa ini hanya sandiwara. Caranya? Menempelkan satu kata itu di depan mata!.
Dan itulah yang segera dilakukan si mungin nan manis ini. Kata "SANDIWARA" kini tertempel di atas meja belajarnya, dengan ukuran huruf sebesar gajah!.
Tapi lumayan membuahkan hasil.
Bayangan saat Kyuhyun merangkulnya, menggandengnya, mengajak makan berdua, mengerjakan tugas bersama, bercanda, tertawa, dan semua hal yang indah yang dilakukan hanya apabila mereka ada di depan banyak mata, sekarang tidak lagi membuat Sungmin bahagia. Karena satu kata itu, "SANDIWARA", terekam dengan jelas di monitor otaknya, memberi kesadaran bahwa Kyuhyun melakukannya pasti juga tanpa perasaan apa-apa.
Dan itu semua telah banyak membantu Sungmin melupakan Kyuhyun. Sukses!.
Akhirnya tibalah Sungmin di hari itu. Hari di saat perasaannya benar-benar netral. Hari di saat tidak ada lagi mimpi-mimpi di kepala. Hari di saat hatinya tidak lagi tumbuh bunga. Hari di saat dia bisa mengimbangi semua sandiwara itu tanpa beban. Di hari-hari kemudian, sandiwara itu bahkan jadi terasa menyenangkan. Selalu bisa meninggalkan tawa juga kelakar.
Dan setiap Sabtu malam, atau keesokan harinya seharian, kalau tidak ada acara keluar, dengan enjoy Sungmin melewatkan waktu dengan mengarang cerita baru untuk di siarkan di sekolah, di depan wajah-wajah yang selalu memiliki sejuta perhatian, untuk mendengarkan cerita tentang date time!
.
.
Yeayy... ini belum satu minggu kan? Saya sudah update lho... kekeke, mumpung saya sedang tidak terlalu banyak aktifitas. Dan juga mungkin mood saya sedang baik. Beberapa faktor pendukungnya mungkin, SJM comeback dan MV Teaser-nya gokiiiil. Sukaa lihat Ming yang semakin cute dan cakep di musicalnya, dan juga dengan rambut barunya. Kyu yang semakin terlihat chubby apalagi dengan rambut cepaknya itu. KyuMin yang punya julukan baru 'chubby couple'. Dan Heenim yang semakin hari semakin ketceh, kekeke ^^ #abaikan. Satu lagi, pembuktian kalau tanggal 19 ffn ndak di tutup, hehehe.
Untuk pembaca baru saya ucapkan selamat datang... dan untuk yang mengikuti cerita ini dari awal, terima kasih karena masih mau menanti dan membaca cerita ini ^^.
5351 : Oke ini next-nya ^^.
danactebh : kekeke syukurlah,,, saya takut ndak berhasil pas buat scene itu. Saya juga pengen liat merekaaa 3. Ini cepat lho, semoga suka ^^.
winecouple : saya jugaaaaaa #abaikan. Yosh... kalau niatnya buruk pasti hasilnya juga buruk ^^.
riesty137 : kekeke okeee ini lanjutannya ^^.
NAP217 : He'em2 saya juga yang terbayang HyunAMin kok ^^.
Ria : Sudah tau kan rencananya Shindong?^^. Kekeke oke2, ini lanjutannya ^^.
chella-KMS : kekeke kan bang Shindong udah pernah beberapa kali di dandanin cewek, di konser SMTOWN pas taon 2011 kalo ndak salah, sama pas di sebuah acara dia dan Teuk jadi cewek, cowoknya EunHae dan mereka dance. Oke ini next chap-nya ^^.
Queenshi137 : kekeke saya juga senyum-senyum sendiri kok bayanginnya. Bang ikan ya? Tunggu saja di chap selanjutnya #smirkBalik ^^. Hahahaha iya sih, mood emang berpengaruh sekali, ayo update juga... kan hanya tinggal edit, hwaiting! Oke ini next chap-nya ^^.
littlecupcake noona : Ah... gomawo ^^. Tapi saya hanya merubah bahasa dan beberapa scene saja kok chingu, syukurlah kalau langsung bisa ngebayangin KyuMin tanpa harus di bayang2i sosok Davi dan Irish. Ini termasuk kilat kan? Selamat menikmati ^^.
Yefah : kekeke niatnya buruk mulu sih -_-.
airi. tokieda : kekeke mungkin saya langsung jadi yang pertama download video itu ^^. Wah... sayangnya itu tidak di jabarkan chingu, semoga menikmati chap ini deh ^^.
mayasiwonest. everlastingfriends : kekeke chap ini ada KyuMin moment-nya kan? Semoga suka, dan ini lanjutannya ^^.
AegyaCho : Halo juga, dan selamat datang ^^. Kyu cinta sama Min-nya... di tunggu saja ya ^^.
sissy : kekeke syukurlah ^^.
ShinJiWoo920202 : kekeke syukurlah kalau suka ^^. Moment KyuMin itu meskipun hanya secuil tapi pasti bikin berbunga-bunga kok, keke. Oke ini lanjutannya ^^.
Jirania : Ah... benarkah? Gomawo... saya hanya sedikit mengubah bahasa dan scene-nya saja kok. Ya... itu kan memang julukan baru-nya Kyu, kekeke ^^.
abilhikmah : kekeke iya ^^.
sitara1083 : Sebenernya Kyu juga ndak biasa kok chingu, liat saja tampang bodoh-nya Kyu waktu ngeliat Ming senyum malu2 ke dia, hehehe.
LauraRose14 : saya juga mimisan pas nulis ini, hoho #nggaknanya. Ah... gomawo eon atas pujiannya, saya hanya menulis apa yang ada kok, nambahinnya juga tidak banyak ^^. Ini lanjutannya... Fighting! ^^.
S. ELF137 : jangan bingung dong chingu, di nikmatin saja kekocakan oppadeul di chap kemarin ^^. Ini next-nya...
kyumin pu : oke... ini lanjutannya ^^.
sarry nayola : ini next-nya ^^.
fariny : siiip ^^.
Jozuna Hakuen : Ah... gomawo, saya memang suka official pair kok, makanya saya masukkan mereka semua di chap kemarin ^^. Extra story untuk couple lain ya? Sepertinya ndak ada chingu, mian, karena ini remake dan saya juga sejauh ini hanya bisa menulis cerita KyuMin, jadi... mian, ne? ^^. Dan untuk masalah bang ikan... saya tidak akan melupakan namja ganteng satu ini kok chingu, dia akan muncul, mungkin chap depan. Saya juga tidak lupa dengan EunHae/HaeHyuk couple, mereka pasti juga akan muncul, meskipun tetap dengan porsi yang tidak banyak ^^.
Ammyikmubmik : mian, memang di novel aslinya penjabaran tentang suasana di GOR-nya juga detail sekali kok chingu. Untuk KyuMin moment-nya di tunggu saja, ada saatnya mereka akan mengumbar moment mereka, chap ini KyuMin moment-nya lumayan kan? ^^.
Zahra Amelia : samaaaa... aku juga ngebet banget pengen liat mereka dalam bentuk nyata #apasih -_-. Kekeke HIDUP! Oke ini lanjutannya ^^.
Big Thank's to:
5351, danactebh, winecouple, riesty137, NAP217, Ria, chella-KMS, Queenshi137, littlecupcake noona, Yefah, airi. tokieda, mayasiwonest. everlastingfriends, AegyaCho, sissy, ShinJiWoo920202, Jirania, abilhikmah, sitara1083, LauraRose14, S. ELF137, kyumin pu, sarry nayola, fariny, Jozuna Hakuen, Ammyikmubmik, Zahra Amelia
Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^
#bow
Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.
