Dan setiap Sabtu malam, atau keesokan harinya seharian, kalau tidak ada acara keluar, dengan enjoy Sungmin melewatkan waktu dengan mengarang cerita baru untuk di siarkan di sekolah, di depan wajah-wajah yang selalu memiliki sejuta perhatian, untuk mendengarkan cerita tentang date time!

.

.

Pair : KyuMin

Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast

Rate : T

Genre : Comedy, Romance

Length : Chaptered

Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).

Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.

Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.

DLDR

enJOY

.

.

Perlahan, ada yang berubah. Cinta yang muncul dalam diam dan tumbuh dalam keheningan. Yang datang bahkan tanpa dia sadari.

Berjalan bersamanya, larut dalam tawa dan semua kelakarnya, limbung dalam senyum dan tatap mata. Bahkan saat jari-jari itu meraihnya, satu hal yang kerap terjadi sejak semula, dan satu bisikan kecil di telinga... sesuatu di dadanya berdetak lebih cepat dari yang dia duga.

Dan di saat dia semakin jatuh-bangun untuk tetap ada dalam skenario yang mereka tata, Sungmin malah semakin wajar dan menjalani perannya apa adanya.

Hampir putus asa, lalu dia teriakkan cintanya ke udara, tapi ternyata... menguap sia-sia!

Lee Sungmin, namja itu, ada di dekatnya, hampir selalu bersamanya, tapi telah menjelma, menjadi apa yang pernah dia minta: angin!

Dan dia terlambat menyadari. Saat melihatnya dengan hati, dan bukan dengan kepentingan sendiri, baru dia sadar... Sungmin telah ada di seberang lautan!

Dan prahara itu benar-benar datang. Menggulung bentang cakrawala, memudarkan bianglala, menarik fajar, dan di kejauhan, bergerak perlahan... bayang-bayang malam!

Dan di sinilah dia sekarang... terseok menghalangi...

Ada yang perlahan berubah. Cinta yang muncul dalam diam dan tumbuh dalam keheningan. Yang datang bahkan tanpa dia sadari.

Terlalu pelan kesadaran itu datang. Dan saat mata hati terbuka, dia sudah jadi gumpalan!

.

.

SIALAN! runtuk Kyuhyun. Untuk yang kesekian kali. Resah dan bingung sendiri.

Dia pernah mengenal lebih dari tiga lusin yeoja manis, juga cantik. Dari yang hanya sekedar manis, sampai yang luar biasa manis. Dari yang hanya cantik, sampai yang sangat cantik.

Salah satunya HyunMin. Dan dibanding yeoja itu, Sungmin sedikit susah untuk bisa di sejajarkan. Bukan hanya karena Sungmin namja, tapi HyunMin memang mendekati sosok sempurna. HyunMin bukan hanya menyandang nama belakang Appa-nya, Adams. Tapi juga rambut seterang nyala matahari, kulit seputih kapas, serta garis muka khas yeoja-yeoja ras Arya.

Tapi dulu Kyuhyun tidak pernah seemosional ini. Padahal dulu dia juga mengejar HyunMin dengan segala cara. Dia juga begitu bangga bisa menggandeng yeoja pirang itu. Tapi toh tidak banyak waktu yang bersedia dia lewatkan untuk mengenang-ngenang seperti ini seusai pertemuan mereka. Lewat begitu saja.

Sementara si mungil Sungmin itu bukan saja berhasil membuatnya mengenang lagi waktu yang baru saja mereka lalui, tapi juga berharap itu tak lekang di telan esok hari!

Dan ini bukan yang pertama kali dia jadi hobi menatap bintang seperti ini... membayangkan kejadian bersama Sungmin.

"Ini benar-benar tajam lho," ucap Sungmin saat itu, di kelas saat istirahat.

Alis Kyuhyun terangkat. Menatap penjepit kertas yang di pegang Sungmin. "Lalu?"

"Laluuuuu..." Sungmin merapatkan diri, mengapit lengan Kyuhyun, menengadahkan kepala, dan mendekatkan bibir mungilnya. "Kau lihat garisnya, 'kan?" bisiknya.

Kyuhyun mengangguk, mulai tidak bisa menahan senyum. Di depan mereka ada sepotong puding pelangi. Dan memang ada garis tipis yang membagi puding itu menjadi dua bagian.

"Ini di beri Eunhyuk. Hanya untukku. Dan sebenarnya juga ingin kumakan sendiri. Tapi daripada nanti timbul ucapan yang tidak-tidak, terpaksa aku membaginya denganmu. Ingat, ne... ter-pak-sa! Jadi, kalau kau makannya lewat dari garis sedikiiiit saja...," pelukan Sungmin di lengan Kyuhyun semakin kuat karena SeoHyun lewat dan menatap mereka dengan sinis, "terpaksa ini harus ku uji coba!" Sungmin mengacungkan penjepit kertas. "Arrasseo?"

"Ne, Arra!" Kyuhyun mengangguk sambil menahan tawa.

"Bagus!" Sungmin melepaskan pelukannya.

"Ini makannya dengan apa?"

"Kalau aku sih dengan mulut."

"Bukan ituuuuu, Minnieeee!" Dijitaknya si mungil itu dengan gemas. "Ini di ambil begitu saja dengan tangan?"

"Tadi sih Eunhyuk memberikan sendok plastik. Tapi, entahlah. Sekarang sudah tidak ada."

"Geurae?"

Sungmin ikut bingung. "Dengan apa ya?"

"Membuat garisnya tadi dengan apa?" Kyuhyun balik bertanya.

Bibir dengan bentuk unik di depannya meringis lucu.

"Penggaris dan jangka."

"Mwo? 'Kan kotor!"

"Ish... berlebihan. Paling juga diare!" jawab Sungmin tenang. "'Kan malah enak, bisa pulang cepat!"

"Dasar!"

Kyuhyun juga pernah hampir salting saat suatu hari Sungmin menyuapkan potongan kue cokelat yang dia bawa dari rumah, begitu mesra di depan banyak mata, kemudian berbisik lirih di telinganya.

"Kau tau tidak kenapa aku menyuapimu?. Karena kalau tidak seperti ini, kau akan menghabiskan semuanya seperti saat itu!"

Tawa Kyuhyun hampir pecah, dan akibatnya, dia tersedak. Dengan lembut Sungmin mengusap-usap punggungnya setelah mengangsurkan minum yang juga dia bawa dari rumah.

"Makanya kalau makan pelan-pelan. Ya sudah. Kalau begitu tidak usah makan lagi, ne? Tersedak satu kali tidak apa-apa. Lebih dari itu, bisa berurusan dengan rumah sakit."

Sambil meringis lebar-lebar di balik geraian rambutnya yang mulai sedikit memanjang, Sungmin melahap semua kuenya tanpa sisa!.

Itulah Sungmin. Seperti itulah si mungil menurut Kyuhyun. Lucu dan menyenangkan.

Kyuhyun memilih Sungmin karena hanya sepasang mata namja manis itu yang menolaknya di tatapan pertama. Kyuhyun yakin, perasaannya tidak mungkin berubah, terlebih Sungmin itu namja, dia tidak mungkin jatuh cinta kepada namja itu.

Tapi kenyataan kemudian berbicara lain. Sungmin memberinya tawa dari hari ke hari. Dan tawa adalah jalan lapang menuju hati.

Kini Kyuhyun sadar, warna hatinya mulai berubah! Mengimbangi semua sandiwara dan kepura-puraan ternyata mulai membutuhkan konsentrasi. Menerima genggaman dan rangkulan Sungmin juga membutuhkan kesadaran.

Gilanya lagi, sekarang jantungnya mudah berdebar kalau tiba-tiba Sungmin memeluknya, bersandar di pundaknya, dan banyak macam ulah lagi. Meskipun itu dilakukan kalau Sungmin sedang kesal karena terus dipelototin SeoHyun cs.

"Biar mereka semua nightmare nanti malam! Pasti mereka bermimpi mencekik atau menendangku, atau menabrakku memakai bemper mobil dengan kencang! Tapi biarkan saja. Itu hanya mimpi. Pokoknya, mereka akan ku buat...," suara Sungmin berubah menjadi desahan, mirip orang yang sedang membaca puisi roman, "mati merena karena kejamnya cinta... Oooooh..." kemudian Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun. "Setuju tidak?"

Dan Kyuhyun hanya dapat mengangguk sambil, lagi-lagi, menahan tawa. Dia tidak bisa menolak, karena pernah satu kali dia menolak dan Sungmin langsung melotot.

"Ya! Kau ini. Aku sudah membantumu, bisa-bisanya kau berkata tidak setuju!"

Dan yang membuat Kyuhyun tercengang, ternyata dia bisa benar-benar cemas ketika suatu saat didapatinya Sungmin duduk diam di bangkunya. Lesu dan sedikit pucat.

"Wae?"

"Kepalaku sakit, sepertinya anemiaku sedang kambuh," si mungil itu menjawab lirih, membuat Kyuhyun semakin khawatir.

"Sudah minum obat?"

"Sudah baru saja. Mungkin belum bereaksi."

"Obat apa yang kau minum?"

Sepasang mata rubah itu lalu menatapnya kesal.

"Obat cacing!" jawab Sungmin judes. "Tentu saja obat penambah darah! Namanya juga anemia!"

Saat itu ingin sekali Kyuhyun mecium kedua pipi gembil sungmin.

Dan Kyuhyun bisa menjadi manusia dengan wajah paling bodoh sedunia, saat Sungmin berubah wujud menjadi yeoja menggantikan cheerleader SMA Sapphire Blue di boikot. Dia hanya bisa memasang wajah bodohnya saat melihat Sungmin melintas di depannya dan tersenyum malu padanya. Juga ketika Sungmin melenggokkan badannya dengan seksi saat alunan musik terdengar. Kecantikan Sungmin memang sangat jauh jika di bandingkan dengan HyunMin-nya, tapi entahlah... Kyuhyun benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Sungmin saat itu. Terlebih percakapan yang terjadi di dalam mobil yang membawa mereka pulang setelah pertandingan usai.

"Apa aku terlihat aneh tadi?" Sungmin berbisik di telinga Kyuhyun, dia tidak mau orang lain mendengar pertanyaannya, akan sangat memalukan.

Kyuhyun mengangkat satu alisnya.

"Ani, kau cantik," jawab Kyuhyun.

"Jeongmal? Tapi kenapa kau terkesan memandangku dengan tatapan aneh, dan juga ish... aku ini namja, mana mungkin aku cantik," Sungmin menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

Kyuhyun menelah ludahnya berat. Siapapun tolong aku, batinnya menjerit. Dia hanya terlalu canggung dan malu sampai yang terlihat oleh Sungmin adalah ekspresi bodohnya itu. Kyuhyun segera mengalihkan pandangannya dari Sungmin. Bukan lagi ingin mencium kedua pipi gembil itu, tapi sekarang dia ingin melahap belahan berbentuk M yang berwarna merah muda itu...

Tiba-tiba Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Dia menghela nafas panjang, heran, kenapa dia jadi menyukai kebersamaan ini. Dan jadi berharap lebih!

Yang menjadi masalahnya, di saat dia mulai gelisah seperti ini, Sungmin malah semakin enjoy, rileks, dan asyik sendiri.

Kembali terlintas di benaknya, ekspresi iri di wajah SeoHyun cs. Yang membuat Sungmin cekikikan geli. Dan kepala namja manis itu semakin dipenuhi dengan seribu akal-akalan lagi.

.

.

Siang ini ketika mereka duduk di sudut perpustakaan, merencanakan akan ke mana dalam tanda kutip, karena rencana mereka hanya cerita dan tidak ada realisasinya, supaya mereka bisa menjawab jika mulut-mulut usil SeoHyun cs bertanya.

"Kalau ke Yukdam, otte?" tanya Sungmin.

"Itu di mana?"

" Gangwon-do Sokcho-si Seorak-dong di Seoraksan Nation Park."

"Di sana ada apa?"

"Air terjun."

"Jauh sekali?"

"Ini hanya cerita. Bukan sungguhan."

"Di Seoul saja deh. Grand Park Zoo, bagaimana?"

"Grand Park?" mata rubah Sungmin kontan melebar. Beberapa detik kemudian dia tertawa, pelan tapi geli sekali. "Ke Grand Park! Mau melihat siapa? Sudah tidak mirip lagi kok sekarang. Dulu iya. Jutaan tahun yang lalu. Tapi itu juga baru dugaan. Darwin Harabeoji saja yang mempunyai hipotesis seperti itu. Kalau aku pribadi... marah! Aku tidak terima jika disebut masih bersaudara dengan monyet! Aku lebih suka jika disebut bersaudara dengan bunny!"

Kyuhyun tertawa pelan. Yang seperti ini yang membuatnya susah menahan diri. Dan ikrarnya untuk tidak memiliki kekasih dulu sementara ini, jadi terlupakan.

Padahal dia tadi tidak bercanda. Belum ada tiga bulan dia menginjak ibu kota negara ini. Dan terus terang, dia sangat takjub dengan kilau gemerlapnya Seoul, kota yang tidak pernah tidur.

Kyuhyun benar-benar ingin tahu seperti apa yang namanya Grand Park Zoo, N Seoul Tower, Teddy Bear Museum, Hwaseong Haenggung, Lotte World, Nami Island, dan masih banyak yang lainnya.

"Kau kalau ingin pergi ke Grand Park, jangan bilang siapa-siapa," Sungmin kembali berbicara.

"Wae?"

"Nanti kau bisa ditertawakan. Apalagi kalau gerombolannya SeoHyun sampai tahu."

"Iya, kenapa?" Kyuhyun masih tidak mengerti.

"Kampungan! Yang sedang ngetren sekarang itu nongkrong di kafe."

"Di kafe 'kan tidak ada apa-apa. Hanya musik. Sedangkan di Grand Park banyak ilmu yang bisa kita dapatkan."

"Bukan ada atau tidak adanya. Tapi gengsinya itu lho."

Kyuhyun diam. Ditatapnya namja mungil di depannya itu lurus-lurus. Mendadak saja dia ingin memulai. Daripada si mungil ini terkena stroke dan menjadi semakin mungil kalau tiba-tiba dia ungkapkan nanti, lebih baik dia mulai pelan-pelan dari sini.

"Besok temani aku ke Grand Park ya, Ming?"

Ajakan itu sebenarnya sudah sangat gamblang. Tapi ternyata Sungmin salah tangkap. Dia terburu-buru menempelkan jari telunjuknya ke bibir.

"Sst! Jangan keras-keras kalau bilang mau pergi ke Grand Park! 'Kan sudah ku jelaskan!"

"Mau ya?"

"Shiero. Bosan!"

"Ya sudah. Kalau begitu ke Lotte World saja."

"Shiero. Sudahlah. Ikut usulku tadi saja. Aku punya banyak alternatif. Aku pernah ke Wibong, Guryong, juga ke Paraeso. Ada foto-fotonya. Jadi kau tidak perlu susah-susah membayangkan bagaimana tempatnya. Masalah Grand Park dan Lotte World, itu nanti saja. Kita masih perlu banyak tempat lagi karena hari Minggu-nya juga masih banyak."

Kyuhyun menarik nafas. Mengetukkan jari-jarinya ke meja. Kesal.

"Bagaimana? Setuju, 'kan? Yukdam saja untuk Minggu ini." Sungmin menatap namja di depannya.

Wajah Kyuhyun tetap tenang, tapi dalam hati dia sudah berteriak frustasi.

"Kalau kita sungguhan ke sana, bagaimana?" Kyuhyun mencoba sekali lagi. Mengirim sinyal dengan gelombang yang lebih jelas. Tapi Sungmin langsung menggeleng malas.

"Tidak mau. Jauh, Kyunie. Harus pagi-pagi sekali berangkat dari rumah."

"Tidak apa-apa."

"Tidak mau ah!" Sungmin tetap menolak.

Kyuhyun menarik nafas panjang-panjang. Kemudian, "Itu foto diambilnya kapan?"

"Dua tahun yang lalu. Eh, bukan. Saat kelulusan SMP. Perpisahan dengan teman-teman."

"Sudah hampir tiga tahun. Kau tahu tidak? Tempat-tempat wisata itu cepat berkembangnya. Jangankan sampai tahunan seperti itu. Dalam waktu tiga bulan saja bisa berubah banyak."

"Geurae?"

"Ya kita harus ke sana!" tandas Kyuhyun.

Sungmin terdiam. Ingat saat pergi ke sana dulu. Berangkat pagi buta dan sampai rumah lagi juga sudah malam buta. Jangan ditanya lelahnya.

"Shiero. Paling-paling berubahnya menjadi banyak kedai makanan atau toko souvenir dan oleh-oleh. Jadi ramai, tempat parkirnya semakin luas. Itu saja. Air terjunnya aku jamin tidak akan berubah. Tidak akan bergeser. Tetap di situ-situ saja!"

Kyuhyun berdecak. Tidak bisa mengerti kenapa Sungmin sangat babo begini!.

.

.

Prahara itu telah datang.

Ada anak baru lagi. Namja juga. Masih di tingkat akhir. Namanya Donghae, Lee Donghae. Tapi dia benar-benar berbeda 180 derajat dari Kyuhyun. Donghae itu ramah, periang, murah senyum, dan juga kocak. Wajahnya tampan, sedikit kekanakan dan dia memiliki mata yang indah. Mungkin karena itu, posisi Kyuhyun tidak tergeser. Orang memang lebih menyukai sesuatu yang misterius.

Tapi herannya, dan ini yang sekali lagi membuat seisi SMA Sapphire Blue –terutama para yeojanya- bingung, heran, dan tidak mengerti. Donghae juga ternyata menyimpang, dia langsung suka saat pertama kali melihat Sungmin! Dan dengan sifatnya yang cuek dan terbuka itu, jelas saja berita itu langsung tersebar tanpa bisa direm.

Saat itu Sungmin sedang berjalan di luar kelas. Sendirian. Tanpa peduli dengan suasana kelas yang sedang ramai, Donghae berseru keras.

"Eh, siapa namja itu? Ituu... yang mungil! Manis sekali!" belum sempat ada yang menjawab, Donghae sudah lebih dulu berteriak.

"HAI, NAMJA MUNGIIIIL! KAMU MANIS DEH!"

Mata-mata di sekitarnya langsung jadi lebar. Sungmin sendiri berusaha tidak peduli. Karena namja di SMA Sapphire Blue yang mungil bukan hanya dia. Jadi dia tidak perlu merasa.

"Dia sudah punya kekasih lho, Donghae-ssi," kata Soyoung

"Oh ya!?" Donghae terlihat kaget. Tapi sedetik kemudian dia mengibaskan tangan tidak peduli.

Dan ketidakpeduliannya itu ternyata benar-benar dia buktikan! Di mana saja dan kapan saja, salam spesialnya bertebaran, hanya untuk Sungmin seorang!

Sungmin sendiri sampai hampir histeris setiap kali langkahnya dihadang.

"Kau tidak bisa ya, kalau tidak menggangguku!?" hardiknya setengah putus asa.

"Wah, sayang sekali tidak bisa. Mianhe, Minnie-ah, kalau untuk yang satu itu. Lagipula jangan suka cemberut seperti itu. Aku tidak mau membagi keimutan dan kemanisan-mu itu dengan yang lainnya. Karena kau semakin maniiis jika sedang cemberut seperti itu!". Lihat saja, bahkan Donghae sudah mulai memanggil dengan panggilan sok akrab kepada Sungmin dan mengeluarkan gombalan-gombalannya.

"Manis! Aku bukan kucing!" jawab Sungmin ketus sambil balik badan dan cepat-cepat pergi. Tapi Donghae membuntutinya sambil tertawa geli.

"Tentu saja bukan. Kau sama sekali tidak mirip kucing. karena kucing itu kalau ngomong 'meong'."

Aish! Sungmin mengepalkan tangannya kuat-kuat, kemudian mempercepat langkah, hampir berlari. Tapi itu bukan masalah untuk Donghae, yang langkah kakinya dua kali lebih panjang. Tanpa kesulitan, dia tetap bisa mengekor.

"Eh, tapi nama lengkapmu itu siapa? Minnie Mouse, Minnie Bus, atau Minnie Market?"

Seketika langkah Sungmin yang sudah seperti lomba jalan cepat, kini berhenti. Dia berbalik, lalu memelototi Donghae tajam-tajam. Mulutnya sudah terbuka, siap melontarkan semua kejengkelan. Tapi detik berikutnya dia sadar, Donghae sengaja memancing reaksinya.

Akhirnya, sambil berkata "Sabaaaar! Sabar! Sabar! Sabar!", Sungmin balik badan lalu kabur terbirit-birit.

Saat itu barulah Donghae berhenti membuntuti. Dia menatap Sungmin sambil menahan tawa.

.

.

TBC

Saya tidak lupa lagi memberi tulisan TBC, hehe. Molor lagi ya, pendek juga, harap di maklumi ya :-D. Yang pasti saya sedang bahagia karena uri OTP sedang tebar-tebar bunga kebahagiaan, moment mereka itu lho... bikin histeris mulu, hampir tiap hari lagi, bikin senyum-senyum gaje ^^. Ada bang ikan muncul tuh, mau ngapain ya... mari kita saksikan bersama-sama ^^. Oh ya... untuk tempat wisata di Seoul, saya hanya menulis apa yang saya baca di buku dan di Google Harabeoji, jadi harap maklum kalau tidak tahu posisi dan jarak-jaraknya dengan tepat ^^.

sary nayolla : Hehe KyuMin moment-nya di tunggu saja, pasti ada kok, kita nikmati saja moment mereka di kehidupan nyata dulu, keke, tuh di atas ada beberapa moment mereka, semoga suka ^^. Bukan dingin sih, lebih tepatnya dia canggung kalau hanya berdua dengan Ming, di chap2 sebelumnya sudah pernah di jelaskan kok. Ini lanjutannya ^^.

NAP217 : Belum dooong... kalau sandiwaranya selesai, tamat dong cerita ini, padahal ini masih kurang setegah novel lagi ^^.

Sitara1083 : Hu'um , tapi setelah baca side-nya Kyu di atas, bagaimana? ^^

cho. love. 94 : Hoho bukan chap ini chingu, chap depan mungkin ^^.

fenigista99 : kekekeke sabaaaar, tuh side-nya Kyu udah di ungkapin ^^.

5351 : Hahaha ndak ada maksud lain kok, Kyu tulus minta tolong Ming buat jadi tamengnya (?), eh tapi ternyata... ^^.

abilhikmah : kekeke

Maximumelf : Ming itu emang cute pake' BGT kok . Hahaha, chap ini sudah jelas kan bagaimana perasaan Kyu ke Ming ^^.

mayasiwonest. everlastingfriends : Di chap ini sudah terjawab kan? Ini lanjutannya ^^.

winecouple : Tapi ganti Kyu yang ndak sukses tuh kaya'nya ^^.

Cho Sungkyu : Mian ndak kilat . Tapi semoga suka ^^.

LauraRose14 : Hehehe TBC kok eon, mian kelupaan, tidak mungkin saya membiarkan KyuMin mengambang tanpa status yang jelas . Mweheheheh ini benar-benar molor, mian & gomawo, Fighting! ^^.

Ria : Kekeke sebelum munculnya orang ketiga Kyu udah mulai ngaku tuh chingu sama perasaannya . Oke ini lanjutannya, semoga suka ^^.

Guest : Gwaenchana ^^. Hehehe gomawo sudah baca dan suka cerita ini, saya hanya menulis apa yang ada di novel aslinya dan merubahnya sedikit kok chingu ^^.

Jirania : Saya juga bingung sama Kyu #digetokKyu. Semoga saja deh Kyu bisa mengembalikan rasa Ming lagi ^^.

ammyikmubmik : Akhirnya ^^.

kyumin pu : Kekeke Ming-nya sih bilang begitu, oke ini lanjutannya ^^.

ShinJiWoo920202 : KyuMin pisah? Andwae... #ditendang. Mereka hanya... em... apa ya namanya, saling membohongi perasaan, hahaha, seperti itulah pokoknya, mereka bukan orang yang frontal masalah perasaan, jadi ya... gaje gitu ^^.

cywelf : Siiip .

Lele Bantet : Gwaenchana ^^. Kekekeke gomawo untuk pujiannya, novelnya emang dahsyat kok ^^. Tuh di atas bentuk perasaannya Kyu ke Ming, oke ini lanjutannya^^.

riesty137 : Kekekeke Kyu sedang berusaha tuh chingu, tapi ya... namanya juga Kyu, cara memperlihatkan perasaannya beda dari yang lain. Ini lanjutannya ^^.

asdfghjkyu : Kekeke selamat membaca KyuMin vers-nya ^^.

HKY : Tuh... bang ikan muncul, bisa jadi dia yang jadi orang ketiganya . Perasaan Kyu ke Ming juga di jelaskan di chap ini. Keke kalau ndak ambigu, cerita ini alurnya akan ketahuan dari awal chingu :-D. Fighting ^^.

Queenshi137 : Tenang saja sandiwaranya belum berakhir kok, malah akan memasuki season dua #alaWGMGlobal. Bang ikan muncul tuh saeng, kekeke, roman2nya dia jadi orang ketiga atau bukan? . Hwaiting ^^.

Big Thank's to:

sary nayolla, NAP217, Sitara1083, cho. love. 94, fenigista99, 5351, abilhikmah, Maximumelf, mayasiwonest. everlastingfriends, winecouple, Cho Sungkyu, LauraRose14, Ria, Guest, Jirania, Ammyikmubmik, kyumin pu, ShinJiWoo920202, Cywelf, Lele Bantet, riesty137, asdfghjkyu, HKY, Queenshi137

Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^

#bow

Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.