Seketika langkah Sungmin yang sudah seperti lomba jalan cepat, kini berhenti. Dia berbalik, lalu memelototi Donghae tajam-tajam. Mulutnya sudah terbuka, siap melontarkan semua kejengkelan. Tapi detik berikutnya dia sadar, Donghae sengaja memancing reaksinya.
Akhirnya, sambil berkata "Sabaaaar! Sabar! Sabar! Sabar!", Sungmin balik badan lalu kabur terbirit-birit.
Saat itu barulah Donghae berhenti membuntuti. Dia menatap Sungmin sambil menahan tawa.
.
.
Pair : KyuMin
Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast
Rate : T
Genre : Comedy, Romance
Length : Chaptered
Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).
Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.
Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.
DLDR
enJOY
.
.
Sungmin sedang sibuk merapikan berkas-berkas ekskul musiknya, ketika tiba-tiba Donghae menerobos masuk dan langsung duduk di depannya.
"Eh Minnie-ah, aku ingin bertanya. Sudah lama sebenarnya, tapi baru ingat sekarang. Katanya kau sudah memiliki kekasih, ne? Namja?" tanyanya tanpa basa-basi apalagi salam pembuka. Sungmin cuek, tapi mukanya langsung manyun. Dan seperti biasa, Donghae tidak peduli. Dia meneruskan kalimatnya tanpa pusing dengan ekspresi kesal Sungmin.
"Aku bersedia menjadi kekasih keduamu. Kekasih gelap juga tidak apa-apa. Jadi, kau jangan bilang kepada siapa-siapa kalau kita pacaran. Yang penting kita bisa berangkat dan pulang sekolah bersama, makan di kantin bersama, mengerjakan tugas bersama, jalan-jalan bersama. Eotteo? Mau, ne? Ne? Ne? Ne?"
Omo! Omo! Omo!
"Kau gila, ya!?" bentak Sungmin. Padahal semalam dia sudah bertekad. Mulai besok dia akan tabah, sabar, cuek, dan tidak peduli terhadap kelakuan Donghae ini. Tapi ternyata begitu berhadapan langsung, lagi-lagi dia langsung emosi. Lupa dengan tekadnya semalam.
"Meskipun menjadi kekasih gelap, tapi kalau kau bicaranya sekeras itu, semua orang jadi tahu!"
"Oh!" seketika Donghae menoleh ke kiri dan kanan, lalu menyeringai ke arah orang-orang di sekitar mereka yang memperhatikan sambil senyum-senyum. "Jangan bilang siapa-siapa ya, kalau aku itu kekasih gelapnya Minnie!" serunya ke seisi ruangan.
Semuanya kontan tertawa geli dan menjawab kompak, "Neeee!"
Donghae menyeringai lagi, lalu berbalik menghadap Sungmin.
"Apa kekasihmu itu sebaik aku?" tanyanya dengan percaya diri. "Asal kau tahu saja, di sekolahku yang dulu, aku itu namja idaman! Karena aku itu lembut, penyayang, perhatian, juga setia! Lalu aku itu orangnya pengertian, lembut... eh, tadi lembut sudah ya?" serius sekali Donghae menyebutkan sifat-sifat baiknya. Persis salesman perabotan dapur. Tidak peduli tangan di depannya sudah gatal ingin memberikan bogem mentah.
"Donghae-ssi!" desis Sungmin pelan. Sebenarnya ingin rasanya dia berteriak dengan keras, tapi sayangnya di sekitarnya terdapat banyak orang. "Jangan sampai aku bilang ke..."
"Kyuhyun?" potong Donghae santai. "Bilang saja! Aku tunggu di sini!"
Sungmin menegakkan badannya sambil menatap Donghae. Raut tenang di wajah namja itu membuat Sungmin tahu, ancamannya tidak akan mempan!.
.
.
"HYUKKIE...!" Sungmin berteriak dengan semangat saat sambungan line di seberang sana terhubung.
Eunhyuk menjauhkan ponsel dari telinganya sambil menatap horor pada ponsel dan ID pemanggilnya.
"Ya! Lee Sungmin... tidak perlu berteriak seperti itu, wae?"
Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal.
"Neomu bogoshippo... aku benar-benar merindukanmu."
Eunhyuk terkekeh mendengar rengekan sahabatnya itu.
"Nado. Aku juga merindukanmu. Hah... sejak kau menjadi kekasih Kyuhyun kita jadi jarang bertemu, di sekolah sekalipun. Di tambah lagi sekarang, siapa anak baru itu, aku rasa kita akan semakin jauh, Minnie-ah. Kau seperti di batasi oleh tembok menjulang di sekelilingmu!"
"Kau pikir aku suka dengan situasi ini," Sungmin menghela nafas berat.
"Aku merasa ada yang aneh dengan kalian, kau dan Kyuhyun, sepertinya ada yang berubah."
"Berubah bagaimana?" Sungmin menggigit bibir bawahnya, dia sebenarnya sudah ingin bercerita banyak kepada Eunhyuk, toh yeoja-yeoja ganas itu sudah tersingkir. Tapi, dia masih ingat dengan janji yang dia buat dengan Kyuhyun.
"Entahlah, mungkin hanya perasaanku saja. Bagaimana kabarmu?" Eunhyuk mengalihkan pembicaraan.
"Hariku menjadi semakin buruk."
"Lalu?"
"Molla... aku pusing," Sungmin merebahkan kepala ke bantal di depannya.
"Harusnya kau senang, kau tahu, kau sudah seperti artis di sekolah kita. Semua orang membicarakanmu."
"Ish... apa yang harus di banggakan. Aku ingin seperti dulu Hyukkie-ah."
"Sabar, ne." Eunyuk sebenarnya prihatin dengan nasib sahabatnya ini. Kesana-kemari ada saja yang mengganggunya.
"Mian."
"Untuk?"
"Aku jadi tidak pernah bersamamu lagi. Aku bukan sahabat yang baik."
"Gwaenchana, aku bisa mengerti. Lagipula semenjak kau perkenalkan dengan anak-anak basket kemarin, aku jadi akrab dengan Ryeowook dan yang lainnya, jadi aku tidak kesepian."
Sungmin menghembuskan nafas sekali lagi.
"Syukurlah. Aku tutup, ne. Neomu bogoshippo. Annyeong..." Sungmin mengakhiri panggilan setelah Eunhyuk menjawab 'nado dan annyeong' di seberang sana.
Sungmin berbaring terlentang dan menatap langit-langit kamarnya. Kenapa harus dia?.
.
.
Sungmin yang awalnya merasa lega karena bisa ke mana-mana sendirian, tidak harus selalu berdua Kyuhyun setiap menit, setiap detik, akhirnya harus ikhlas melepaskan kebebasannya yang baru dirasakan belum lama itu. Karena Donghae selalu muncul setiap saat dan hampir di semua tempat. Tidak bisa di duga dan tidak bisa di tebak.
Siapa yang akan menyangka akan menemukan namja itu saat dia membuka pintu toilet. Dan itu yang terjadi. Sungmin sangat terkejut setelah mengganti seragam olahraga dan membuka pintu, Donghae berdiri tepat di depannya.
"Sedang apa kau di sini!?" bentaknya. Dan seperti biasa, Donghae menjawab santai.
"Aku ingin ke toilet. Bukannya ini fasilitas umum yang di sediakan sekolah?"
"Tapi 'kan tidak perlu berdiri di depan pintu seperti ini. Kenapa tidak langsung masuk saja!?"
"Jadi, kau menginginkanku untuk masuk dan melihatmu berganti pakaian?" Donghae tersenyum jahil.
"Ish!" Sungmin mendengus, dan terburu-buru kabur dari situ. Dasar mesum! Gerutu Sungmin dalam hati.
Kali lain, Donghae menghadangnya di ujung tangga dan tidak mau memberi jalan.
"Katakan dulu, 'Hae-ah, annyeong,' nanti kau boleh lewat."
Sungmin melotot tapi terpaksa menurut.
"Annyeong!" katanya ketus.
"Aduh! Kenapa ketus sekali? Yang manis dong, yang lembut."
"Aaaaah, awas! Aku sedang terburu-buru!" jerit Sungmin tertahan. Tidak berani keras-keras, takut jadi perhatian.
"Makanya cepat bilang, biar cepat lewat." Sungmin menarik nafas dalam-dalam. Mati-matian menahan sabar. Dia bisa saja melayangkan jurusnya ke Donghae, tapi dia tidak mau membuat situasi semakin kacau.
"Hae-ah... annyeong...!"
Donghae mengerucutkan hidungnya, kedua bola matanya melirik ke atas, menimbang-nimbang, lalu dia menggelengkan kepala.
"Kurang! Masih terdengar ketus."
"Iiiih! Bodo ah!" Sungmin bergegas berjalan, Donghae lebih cepat lagi. Dia menggeser badannya dan menghalangi Sungmin.
Dan itulah kali pertama Sungmin menuruti perintah Donghae. Terpaksa di ucapkannya "Hae-ah, annyeong" dengan intonasi sesuai permintaan namja itu.
Tapi yang paling membuat Sungmin malu, saat sedang berganti baju bersama anak kelas sebelah –kelasnya Eunhyuk dan Ryeowook- yang jam olahraganya memang bersama, tiba-tiba terdengar suara dari luar toilet :
"I WANNA LOVE YOU I CAN'T LIVE WITHOUT YOU. DU NUNEUL GAMGO NAE DU SONEUL JABGU. I WANNA HAVE YOU I REALLY NEED YOU. JIGEUM IDAERO MODEUGEOL BEORYEODUGO. I WANNA LOVE YOU I CAN'T LIVE WITHOUT YOU. NEON GEUJEO NAEGERO DAGASEO MYEONDWAE. I WANNA HAVE YOU NAE MODEUNGEOLJULKE. IJENEUN NEOEGE YAKSOKHALKE.
(Aku ingin mencintai mu, Aku tak dapat hidup tanpa mu. Pejam kan matamu dan genggam lah tangan ku. Aku ingin memiliki mu, Aku sungguh membutuhkan mu. Seperti ini, Kita tak peduli apapun lagi. Aku ingin mencintai mu, Aku tak dapat hidup tanpa mu. Kau hanya perlu mendekat kepada ku. Aku ingin memiliki mu, Pantas untuk mu. Aku berjanji semua milik ku pantas untuk mu)
Suara itu melengking gila-gilaan. Semua yang di dalam sampai terlonjak kaget, kemudian tertawa geli.
"Minnie-ah, penggemarmu tuh! Datangi gih!" teriak Ryeowook. Yang lainnya mengangguk.
"Ne, daripada nanti satu kaset dia nyanyikan, suaranya memang lumayan, sengau-sengau unik. Tapi kalau sampai satu album dia nyanyikan, itu akan sangat mengganggu," kali ini Eunhyuk yang menyahut. Dia akui suara namja di luar itu tidak buruk, tapi ini bukan panggung atau tempat latihan musik, ini sekolah!
Sekali lagi Sungmin mengelus dada sambil mengucap, "Sabaaar! Sabar! Sabar! Sabar!"
Tapi sedetik kemudian Sungmin menggerutu. "Aku akan membunuh orang itu!"
Namja mungil itu keluar sambil mengamuk. "YA!" bentaknya kepada Donghae yang masih sibuk bernyanyi. Sekarang namja itu memakai gaya, menari dengan seksi. Benar-benar tidak tahu malu!
"Apa yang kau lakukan?!"
"Bernyanyi. Memang dari dalam terdengarnya bagaimana?" seperti biasa, Donghae memasang tampang babo. Sungmin sudah tidak mau memperpanjang lagi. Bergegas dia berlari turun ke lapangan. Donghae tidak mau kalah. Cepat-cepat dia mengiringi langkah Sungmin dengan salam spesialnya yang sudah membuat iri yeoja-yeoja satu sekolah.
"ANNYEONG, MINNIE-AH... SAYANGKU! CINTAKU! MANISKU! KASIHKU! PERMATA HATIKU! DAMBAAN KALBUKU! BELAHAN JIWAKU! BUNGA-BUNGA MIMPIKU!"
.
.
Besoknya, teror-teror Donghae memaksa Sungmin untuk back to basic. Ke mana-mana berdua Kyuhyun lagi. Seperti dulu. Mau bagaimana lagi? Hanya itu satu-satunya jalan supaya aman.
Donghae itu ternyata benar-benar nekat, tidak bisa ditebak sama sekali apa isi kepalanya. Dan Sungmin sadar, ternyata jika Kyuhyun ada di sebelahnya-pun bukan berarti dia akan aman dan terbebas dari godaan Donghae.
Dan siang ini terbukti. Saat mereka menyeberangi lapangan sekolah –lengan kiri Kyuhyun melingkar di pundak Sungmin- diiringi tatapan iri teman-teman dan hiruk pikuknya suasana karena baru usainya jam sekolah, tiba-tiba melengking keras suara seorang namja dari koridor di lantai tiga yang menghadap persis ke lapangan.
Siapa pria itu? Dia tak bisa melindungimu.
Jangan terus menunggu. No.
Jangan menunggu selamanya.
Jangan berdiri disampingnya.
Dia bukan orang yang tepat untukmu
Semua kepala sontak menoleh ke asal suara itu. Donghae! Namja itu tertawa lebar sambil melambaikan tangan ke para haksaeng yang memenuhi lapangan. Anak-anak menatapnya dengan berbagai ekspresi. Tapi kebanyakan tertawa geli. Ada juga yang berusaha menahan tawa, tapi akhirnya tidak berhasil dan memutuskan untun melihat. Mereka ingin tahu apa lagi yang akan dilakukan si sableng yang sedang terang-terangan ingin merebut kekasih orang itu.
Sekarang Donghae sudah menjadi pusat perhatian. Tapi tanpa peduli, dia mengulangi satu bait lagu yang di lantunkan salah satu sub-grup Super Junior itu. Dan kali ini di sertai dengan tarian seksinya, mengundang semakin banyak tawa dan tepuk tangan. Sementara Sungmin... jangan ditanya lagi! Wajahnya benar-benar meeeerah! Tanpa bisa dicegah, namja mungil itu jadi salting. Di sebelahnya, Kyuhyun mencoba tetap tenang, tidak terpengaaruh. Tapi meskipun begitu, sepasang obsidian tajamnya menghujam ke satu sosok di lantai tiga itu.
Donghae tersenyum lebar saat tatapan mereka bertumbukan. Dikedipkannya sebelah matanya, mengisyaratkan bahwa dia tidak peduli apapun resikonya.
Dia malah memanfaatkan momen itu, momen saat sepasang mata Kyuhyun ingin melumatnya, dengan meneruskan lagu cintanya, kali ini bagian rap. Dan masih tidak lupa di sertai dance seksinya.
Yo, permisi Mr.
Aku merasa marah, menjauhlah.
Aku ingin perlahan berada di sisi pria itu
So step back
Pria itu milikku
Siapa kau, ikut campur dalam cinta kami
Katakan pada matanya
Dia inginnya bersamaku malam ini
Kau tak akan bisa memilikinya
Bahkan walau kau telah terlahir kembali
Aku akan segera di sisinya
Seperti keluarga untuk waktu yang panjang
Jadi bila kau mengerti, pergi menjauh saja?
Dan sambil melompat, Donghae berteriak keras, "AKU MERASA MARAH. MENJAUHLAH!" sambil menghentak-hentakkan tubuh. Setelah melayang indah dan mendarat di langkan sempit di dinding luar koridor, sigap kedua tangannya meraih talang air dan sedetik kemudian tubuhnya meluncur turun. Sekitar tiga meter sebelum menyentuh tanah, Donghae menghentakkan kakinya dan tubuhya kembali melayang. Membuat gerakan memutar di udara dengan indah, kemudian mendarat dengan manis di atas rumput.
Kontan dia mendapatkan tepuk tangan meriah. Lepas dari syair lagu yang dinyanyikan, akrobat yang dia tunjukkan tadi benar-benar hebat.
Anak-anak jadi semakin ingin tahu lagi. Mereka mengikuti dengan penuh minat saat Donghae –yang selalu slebor dalam penampilan, dengan baju yang jarang terkancing dan selalu berantakan- dengan santai menghampiri Kyuhyun dan Sungmin.
Dan dua namja yang sama-sama tinggi itu (anggap Hae di sini tingginya se-Kyu ya ^^) lalu berhadapan. Dalam jarak yang sangat dekat. Kyuhyun dengan ketenangan yang tak pernah bisa terbaca, dan Donghae dengan sikap santainya yang tidak pernah mau peduli pada apapun juga.
Sungmin menatap waswas. Benar-benar ngeri. Kalau sampai Kyuhyun dan Donghae tonjok-tonjokan dia yang akan runyam. Sungmin memang menguasai bela diri, tapi dua namja di sampingnya itu lebih tinggi darinya, kalau mereka berdua juga sama-sama menguasai bela diri, lalu apa yang harus Sungmin lakukan?. Tapi untungnya itu tidak terjadi. Setelah sekian detik saling menatap, Donghae membungkukkan badan, menyejajarkan wajahnya dengan Sungmin, lalu dengan lembut menyapa si mungil itu.
"Annyeong, chagiya. Mau pulang, ne?"
Sungmin kontan melotot marah. Tapi belum sempat dia menyemburkan jawaban, dengan lembut Donghae mengusap kepalanya.
"Jasimhae, ne? Aku duluan, annyeoooong."
Kemudian Donghae melenggang pergi, masih dengan gayanya yang santai dan tidak peduli. Ke para penonton yang masih berkerumun, dia berseru keras, "Ayo pulang! Sudah siang!"
"Hanya seperti itu, Donghae-ah!?" teriak salah satu temannya.
"Tunggu tanggal mainnya, man!" jawab Donghae sambil menyeringai lebar.
Kyuhyun dan Sungmin terus menatap Donghae sampai namja itu meluncur dengan Land Rover-nya.
Sepeninggal Donghae, suasana menjadi hening. Bahkan ketegangan masih terasa sampai Kyuhyun dan Sungmin di dalam Jeep Kyuhyun.
"Ming, kau tidak..."
"Tidak!" sambar Sungmin ketus. "Aku tidak tahu, dan tidak ada hubungannya dengan tindakan Donghae tadi!"
Dahi Kyuhyu berkerut.
"Siapa yang berkata kau ada hubungan dengannya?" Kyuhyun kembali bertanya.
"Tapi pasti kau mau bertanya seperti itu, 'kan?"
"Ani! Kau salah!"
Kedua alis Sungmin menyatu.
"Lalu?"
Kyuhyun menatap sepasang manik mata caramel Sungmin, yang bisa tampak begitu tenang. "Yang mau ku tanyakan... kau tidak terpengaruh?"
"Maksudmu?"
"Itu tadi pertunjukan heroik. Gentleman. Berani. Meskipun sedikit kacangan!"
"Lalu, maksudmu apaaa?"
Obsidian Kyuhyun menajam. Tapi Sungmin tidak takut karena dia memang tidak tahu apa-apa. Akhirnya Kyuhyun memalingkan muka, kembali menatap lurus ke depan. Sambil memutar kunci kontak, dia berkata tegas, "Mungkin kau tidak mengerti. Tapi aku tahu apa yang harus ku cari!"
Tangannya terulur, melakukan hal yang tidak pernah di lakukannya. Mengusap kepala Sungmin, lalu mengacak-acak rambutnya sampai kusut. Tinggal Sungmin terbengong-bengong. Benar-benar tidak mengerti!
.
.
Kegigihan Donghae akhirnya membuahkan hasil. Tanpa sengaja dia menemukan celah. Dan tanpa menunggu apalagi membuang waktu, dia "masuk" di antara Kyuhyun dan Sungmin. Peelahan tapi pasti, namja itu membentangkan pemisah. Bukan hampir tak teraba seperti jaring laba-laba, tapi kokoh dan mencolok mata.
Sepele. Donghae menggunakan... lukisan!
Di Minggu pagi yang teduh karena saputan mendung, tidak sengaja matanya menangkap sosok Sungmin di trotoar. Namja mungil itu sedang menatap terpesona lukisan di depannya. Sendirian. Tanpa banyak berfikir, Donghae mendekati si mungil itu.
"Annyeong," sapanya.
"Ne, annyeong."
Donghae menatap tidak percaya. Ternyata begitu kuat pesona sebuah lukisan, sampai bibir pinkish yang biasanya judes itu langsung lupa memberi sapaan galak seperti biasanya. Yang paling hebat, namja mungil ini juga langsung lupa mengusirnya.
"Itu judulnya Shearing the Rams. Karya Tom Roberts."
Serta-merta Sungmin menoleh.
"Ini repro!?" serunya tidak percaya.
"Yap!" Donghae tersenyum manis.
"Kau tahu?" si pelukis muda yang sejak tadi menguping pembicaraan Sungmin dan Donghae jadi ikut tertarik.
"Tahu dong!" Donghae tersenyum lagi.
"Kalau ini?" pelukis itu menarik keluar satu lukisan dari tabung di sebelahnya. Hati-hati dia membukanya.
"Ah... bagus sekali!" puji Sungmin seketika.
"Petit Dejeuner. Frederick McCubbin!" cetus Donghae.
Sungmin dan si pelukis muda menatap kagum, dan Donghae menikmati tatapan itu.
"Ayo tes lagi!" tantangnya.
"Oh, saya bukannya mau nge-tes!" jawab si pelukis muda. "Saya juga tidak tahu. Ini pesanan orang. Dia minta dibuatkan tiga. Satunya ini." Dikeluarkannya satu gulungan lagi. "kau tahu juga?"
"Impression for Golden Summer. Karya Sir Arthur Streeton!"
"Wah! Ck! Ck! Ck!" Pelukis itu menggeleng-gelengkan kepala. "Saya jadi malu. Niatnya ingin menjadi pelukis, tapi malah tidak begitu tahu karya-karya pelukis lain."
Donghae tertawa.
"Kalau itu sih tidak usah khawatir. Jumlah pelukis di dunia ini, apalagi lukisannya, hampir menyaingi pasir di gurun. Jadi wajar saja kalau tidak tahu."
Tiba-tiba jam besar di dalam gereja di seberang jalan berdentang nyaring. Jam sepuluh tepat.
"Omo!" pelukis itu terlonjak. "Hampir lupa! Ada yang mau mengambil pesanan!" bergegas dia berdiri, lalu hati-hati sekali dia menarik keluar tiga buah lukisan yang terlindung di balik tripleks yang bersandar di pagar besi. Seketika Donghae terperangah.
"Coba lihat!" serunya sambil maju beberapa langkah.
"Waeyo?" tanya pelukis itu.
"Lihat... lihat! Coba dekatkan!"
Dengan ekspresi bingung pelukis itu mendekatkan lukisannya ke Donghae. Sungmin juga kaget karena seruan Donghae tadi jadi ikut merapat. Menatap seksama tiga buah lukisan yang salah satunya mirip gambar anak TK itu.
"Seogsa tidak tahu, ini lukisan siapa!?" seru Donghae penuh semangat.
"Aniyo," jawab pelukis itu polos.
"Omo! Ini lukisannya Van Gogh!"
"MWO!?" seru pelukis itu dan Sungmin hampir bersamaan.
"Ne! Ini nih, yang seperti gambarnya anak TK, judulnya Camera Artistului. Lalu ini, padang bunga biru ini judulnya Stinjenei. Dan yang ini, pohon-pohon kering, judulnya Livada Inflorita!"
"Wah! Begitu ya?" pelukis itu terpana.
"Ih, seogsa ini!" Donghae tertawa. "Pelukis sangat terkenal begitu, masa tidak kenal juga!"
Sungmin menatap namja di sebelahnya itu dengan kekaguman yang semakin sulit disembunyikannya.
"Kok kau tau banyak, Donghae-ssi?"
Donghae hanya tersenyum. Dan persis seperti harapannya, kemudian Sungmin dengan mudah mengiyakan ajakannya untuk jalan-jalan. Sepertinya namja mungil ini lupa kalau Donghae hampir membuatnya membawa tombak ke sekolah.
"Jangan memanggilku dengan terlalu kaku seperti itu. Kau sendirian?"
Sungmin tersenyum. Gigi kelincinya terlihat menyembul dari balik bibir mungilnya. Donghae menatapnya. Manis sekali sih, namja mungil ini! rutuknya dalam hati.
Sungmin tidak kaget dengan pertanyaan itu. Dia sudah menduga, pasti akan ditanya.
"Memang harus selalu berdua kemana-mana?" Sungmin balik bertanya.
"Ya tidak juga sih."
"Nah, itu kau sudah tahu jawabannya."
"Biasanya 'kan Kyuhyun tidak pernah membiarkanmu jauh sedikit saja dari dia."
Sungmin tertawa lebar. Itu 'kan kalau di sekolah. Di luar itu, dia pergi ke kutub-pun Kyuhyun tidak akan peduli.
"Kau mau aku telepon dia sekarang, biar datang ke sini?"
"Eh, jangan! Jangan!" cegah Donghae buru-buru.
"Makanya jangan suka memancing!"
Donghae menyeringai.
"Ayo kita makan, Minnie-ah? Sudah akan jam dua belas. Kau pasti keluar rumah sejak pagi."
"Makan apa?"
"Kau sukanya apa?"
"Oh, aku sih apa saja suka. Asal jangan makanan si pus saja."
Donghae tertawa geli. Tidak menyangka jika Sungmin ternyata lucu. Mereka sampai di pinggir jalan yang lalu lintasnya padat.
"Di seberang sana ada restoran yang enak," kata Donghae. Kemudian dia jadi kelihatan sedikit canggung.
"Wae?"
"Mianhe, Minnie-ah. Aku bukannya kurang ajar. Tapi kalau menyeberangi jalan yang ramai seperti ini dengan orang manis, meskipun itu bukan kekasihku, aku selalu menggandeng tangannya, karena aku takut dia kenapa-kenapa."
"Jeongmal?" alis Sungmin bertaut. "Harus ya?"
"Ya tidak juga sih. Tapi pilihannya hanya dua..." Donghae meringis lucu. "Digandeng atau... digendong!"
Sungmin jadi tertawa. Sangat berbeda dengan penampilannya sehari-hari di sekolah.
"Ayo!" Digenggamnya jemari Sungmin dan dibimbingnya namja mungil itu ke seberang. "Namamu siapa sih?" tanyanya saat mereka antri di depan kasir.
"Lho kau sudah tahu, 'kan?" Sungmin menoleh heran ke namja yang berdiri di sebelahnya.
Donghae hanya nyengir lebar.
"Ya... kan kita belum pernah berkenalan secara resmi?"
"Lee Sungmin imnida," Sungmin memperkenalkan diri sambil membungkuk kecil di depan Donghae.
Donghae tertawa lebar, gemas melihat namja mungil di depannya.
"Lee Donghae imnida," dia mengikuti apa yang Sungmin lakukan. Lalu mereka berdua tertawa bersama-sama.
"Panggilanmu kecilmu Minnie, sih. Aku pikir, namamu itu Minnie Mouse, Minnie Market, atau Minnie Bus!" Donghae mengulang lagi godaannya yang dulu sempat membuat Sungmin marah.
"Iya, kau ini! Dasar!" Sungmin melotot bulat-bulat. "Membuatku malu saja!"
Donghae tertawa keras. Dan siang itu mereka lewati bersama. Duduk di satu sudut restoran, dan larut dalam tawa, canda, juga bicara. Berawal dari lukisan, dan berlanjut tentang apa saja.
.
.
TBC
Kekekeke update... update!. Saya sedang overdosis KyuMin moment di KTR sama SSTP nih, arghhh... mereka itu memang selalu bikin gemes. Kyu sekarang frontal banget nunjukin sikap atau omongannya ke Ming, semoga setelah ini tidak di rusak oleh kehadiran perusak-perusak moment mereka, dan semoga selamanya tetap seperti itu ^^. Lagu di atas sudah tahu kan lagunya siapa?. Bagi yang belum tahu, itu lagunya EunHae – I wanna Love you ^^. Yang mau protes tentang KyuMin moment-nya... disimpen dulu, ne. Fokus ke usaha Hae dulu di chap ini ^^.
Mengingatkan lagi... jika ada yang kurang nyaman memanggil saya author, bisa panggil saya chingu kok, panggil Lee juga boleh, atau panggil Eonni/Saeng? Saya 90 Line, saya juga masih merasa belum pantas menyandang sebutan author itu ^^.
Untuk pembaca baru saya ucapkan selamat datang... dan untuk yang mengikuti cerita ini dari awal, terima kasih karena masih mau menanti dan membaca cerita ini ^^.
tiara. pumpkins137 : Kekekeke saya hanya mengikuti cerita novelnya chingu, tapi menurut saya sih Kyu lumayan kok perjuangannya untuk dapetin Ming ^^. Ini lanjutannya, tidak lama kan?.
5351 : Bang ikan jadi penyemarak suasana disini, oke ini next-nya ^^.
riesty137 : Oke, ini lanjutannya ^^
Guest : Hahaha sempet bingung dengan plesetannya Hae ke Ming sih chingu, untung saja bisa diterima ^^.
Maximumelf : Keke, chap ini mulai tahu tuh, tapi Kyu masih sok tenang nanggepinnya ^^.
LiveLoveKyumin : Hohoho bakalan sulit chingu, soalnya saya hanya mengikuti apa yang ada di novelnya ^^.
sitara1083 : hwehehe Hae sedang mengatur strategi untuk ngrebut Ming dari Kyu. Fighting! Mian ndak asap ^^.
Neng : Kekeke ho'oh chingu, manisnya kebangetan ^^.
danactebh : Ini lanjutannya ^^.
abilhikmah : Iya ^^.
HyunkiLee : Siip ^^.
cho. love. 94 : Mwehehehe sayang sekali chingu Kyu di sini modelnya sok tenang, palingan juga meledak-ledaknya kalo di hadapan Ming bukan di hadapan umum #sokgengsi -_-.
Minhyunni1318 : Ini next-nya ^^.
sissy : Keke mungkin karena saya updatenya ndak jelas chingu, makanya bisa ketinggalan ^^. Hu'um ^^.
airi. tokieda : Benar-benar Fantastis! ^^.
asdfghjkyu : Lho... lho... saya juga udah nyiapin karung nih chingu, ayo kita bersaing dengan Kyu dan Hae #apasih =,=.
winecouple : Kekeke hu'um ^^.
sary nayola : Lho... saya selalu balas riview kok, apalagi kalo ada pertanyaannya ^^. Ini lanjutannya ^^.
Lele Bantet : Hahahaha gomawo ^^.
Chella-KMS : Keke dari awal memang sudah ngincer Hae chingu, karena karakter saingannya Kyu slenge'an banget. Kita lihat saja bersama-sama, ne. Ini lanjutannya ^^.
LauraRose14 : Kekeke gomawo eon, saeng juga gemes banget pas ngetik chap ini ^^. Oke eon... semangat... Fighting! ^^.
Cho MeiHwa : Oke ^^.
mayasiwonest. everlastingfriends : Mian ndak kilat, semoga suka ^^.
pumpkinsparkyumin : Gomawo untuk gerombolan reviewnya (?) :-D. Kekeke Hae hanya ingin menyemarakkan hubungan KyuMin chingu ^^. Ini lanjutannya ^^.
Ria : Kekekeke Seo cs masih tidak berani untuk melakukan pergerakan chingu, trauma sama ancamannya Kyu ^^. Tapi nanti ada saatnya mereka akan mengambil kesempatan untuk deketin Kyu di tengah-tengah kebersamaan HaeMin ^^. Cukup Hae saja chingu yang muncul, bang Jungmo lagi wamil, jadinya dia hanya mau muncul jadi cameo di awal saja #apasih -_-.
Guest : KyuMin emang JJANG! ^^.
ShinJiWoo920202 : Kekekeke emang Kyu itu, sok gengsi sih #digamparKyu. Ini lanjutannya ^^.
endah. kyumin137 : Gwaenchana, syukurlah kalau suka ^^. Gomawo, ne. Ini next-nya ^^.
AnjarHana137 : Kekeke bisa dihajar Ming kalau Kyu manggil kaya' gitu ^^.
Okalee : Kekeke di real life ataupun di dunia ff, Kyu selalu jadi pemenangnya kok chingu ^^.
Queenshi137 : Kekeke bahagia banget dah yang di tunggu2 akhirnya muncul ^^. Ada... ada... #lhoinikanmasihrahasia. Oke saeng, semangat! Ini next-nya ^^.
Zahra Amelia : Gwaenchana ^^. Hahaha gemez banget ya sama Ming ^^. Hu'um, judulnya jadi 'dendam abang Hae'. Oke ini lanjutannya ^^.
Big Thank's to:
tiara. Pumpkins137, 5351, riesty137, Guest, Maximumelf, LiveLoveKyumin, sitara1083, Neng, danactebh, abilhikmah, HyunkiLee, cho. love. 94, Minhyunni1318, sissy, airi. tokieda, asdfghjkyu, winecouple, sary nayola, Lele Bantet, Chella-KMS, LauraRose14, Cho MeiHwa, mayasiwonest. everlastingfriends, pumpkinsparkyumin, Ria, Guest, ShinJiWoo920202, endah. kyumin137, AnjarHana137, Okalee, Queenshi137, Zahra Amelia
Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^
#bow
Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.
