"Geurae...," Dongha meneruskan kalimatnya, masih dengan gaya santai, "Sungmin memang kekasihmu, seperti yang semua orang tahu. Tapiiii... sekarang ada aku. Dan aku tahu... persis! Yang sebenarnya! Jadi kalau kau apa-apakan dia..." Donghae menoleh ke Sungmin yang semakin pucat di kursinya, mengulurkan satu tangannya, dan menepuk lengan namja mungil itu dengan lembut. "Kau akan jadi kekasihku, honey!"

.

.

Pair : KyuMin

Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast

Rate : T

Genre : Comedy, Romance

Length : Chaptered

Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).

Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.

Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.

DLDR

enJOY

.

.

Sungmin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Begitu Donghae pergi –tak lupa namja itu meninggalkan salam sayang disertai pesan, "Kalau kau diapa-apakan Kyuhyun, bilang padaku!"- Kyuhyun melarikan mobil dengan kecepatan tinggi. Namja itu baru menghentikan mobil saat sudah di tempat sepi, lalu meledak sejadi-jadinya.

"Kau cerita ke Donghae? Kau ceritakan semuanya ke Donghae!" teriaknya, nyaris seperti orang kalap. Sungmin merapatkan badannya ke pintu, ketakutan.

"Aku tidak cerita apa-apa, Kyu. Sumpah!"

"Lalu bagaimana dia bisa tahu?"

"Mana ku tahu! Jangankan Donghae yang baru kenal, Eunhyuk yang sahabatku sejak kecil saja tidak ku beri tahu!"

"JANGAN BOHONG!"

"Aku tidak bohong!" Sungmin sudah ingin menangis. Ini kedua kalinya dia dibentak-bentak Kyuhyun. Tapi yang pertama dulu dia masih bisa mengerti karena Kyuhyun tidak sadar. Tapi sekarang?

"KAU... PASTI... CERITA... KE DONGHAE... SEMUANYA! PAAASTI!" Kyuhyun memperjelas tuduhannya kata demi kata. Sungmin menggelengkan kepala kuat-kuat.

"Aku tidak cerita! Aku tidak cerita apa-apa!" jeritnya melengking. Benar-benar nelangsa. "Aku tidak cerita apa-apa! Aku tidak cerita ke siapa-siapa!"

"TIDAK MUNGKIN!"

Kyuhyun menggebrak dasbor. Begitu keras hingga pernak-pernik di atasnya melayang dan terjun bebas. Jatuh berserak.

"Tidak mungkin! Kau pasti cerita semuanya ke Donghae! Apa maksudmu, Ming? Supaya dia tahu yang sebenarnya? Supaya dia tahu kalau kau itu bukan siapa-siapaku, begitu? Dulu aku sudah bilang kan, kalau kau menyukai seseorang... silahkan! Kau boleh pergi!"

Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Tiba-tiba dia membuka pintu di sebelahnya, melompat turun, dan lari! Kyuhyun terperangah.

"SUNGMIN! LEE SUNGMIN!" teriaknya.

Sungmin tidak peduli. Dia semakin mempercepat larinya dan tidak menoleh lagi. Masa bodo sekarang dia ada di mana! Tersesat masih lebih baik, daripada dimaki-maki seperti tadi!.

Dia sudah dituduh "pergi ke cenayang", dibilang sok cueklah, sok jual mahal-lah, pura-pura tidak intereslah, sok imutlah. Setelah perasaannya jadi amburadul seperti itu, setelah hatinya ditusuk dari mana-mana, memangnya dia bisa begitu mudah jadi pengkhianat?

Kyuhyun buru-buru mengejar, tapi Sungmin sudah lari ke seberang jalan dan menghilang di kerumunan. Tercenung, Kyuhyun lalu berdiri diam. Hatinya sebenarnya ragu, tapi karena begitu lengkapnya Donghae tahu tentang semuanya, lalu apakah ada penjelasan lain?

.

.

Sungmin baru sampai rumah sore hari. Dia benar-benar tersesat. Baru kali ini dia naik bus yang tidak tahu kemana tujuannya. Melewati tempat-tempat yang dia juga baru sekali itu melihatnya. Yang paling parah, dia tidak bisa bilang pada supir bus mau turun di mana!

Sampai rumah sudah jam lima lewat, ternyata Kyuhyun ada di dana!

Namja itu duduk di teras dengan raut cemas. Dia langsung berdiri begitu Sungmin muncul di depan pagar.

"Dari mana saja?"

"Dari Jeju-do!" jawab Sungmin sengit. Tanya-tanya segala!

"Ming, aku minta maaf tentang..."

"Ah, sudahlah!" Sungmin mengibaskan tangannya. "Aku malas membicarakannya!"

Kyuhyun buru-buru menahan ketika Sungmin akan melangkah masuk, dan memaksanya untuk tetap berdiri di hadapannya.

"Leeeepas!" Sungmin meronta. "Lepas tidak? Lepas! Lepas! Lepas!"

Kyuhyun tidak melepas cekalannya. Dibiarkannya Sungmin berontak sampai akhirnya lelah sendiri.

"Dari mana? Sampai sore seperti ini?" tanyanya halus.

Sungmin melotot marah sebelum menyemburkan jawabannya.

"Memangnya kau kira aku dari mana? Apa aku terlihat seperti habis jalan-jalan di mal? Apa aku terlihatseperti habis makan burger di McDonald's? Aku habis tersesat, tahu! Aku jalan ke sana kemari! Semua orang yang ku tanya, satu-pun tidak ada yang tahu derah ini! Aku juga naik bus yang aku tidak tahu mau kemana. Puas? Sekarang lepaskan tanganku!"

"Ming," ucap Kyuhyun lembut. Berusaha meredam emosi namja mungil di depannya itu. "Aku ingin bicara..."

"Aku tidak mau bicara!" jerit Sungmin. "Aku mau makan! Aku mau mandi! Aku mau tidur! Aku lelah! Aku lapar! Aku haus! Aku marah! Aku kesal! Aku jengkel! Benci! Dongkol! Kau lebih baik pulang saja sekarang! Pulanglah! Palli!"

"Aku khawatir, makanya aku menunggumu. Aku juga mau...," Kyuhyun diam sejenak, "minta maaf."

"Heh!" Sungmin melengos. Minta maaf! Memangnya mudah!? Berjam-jam naik bus, jalan ke sana kemari, sampai dikira sudah sampai Busan saking jauh dan lamanya.

Tahu Sungmin tidak akan bisa diajak bicara saat ini, akhirnya Kyuhyun melepaskan genggamannya. Dengan lembut dirapikannya anak-anak rambut Sungmin yang jatuh berantakan di dahi.

"Aku tahu kau pasti lelah. Ya sudah, istirahatlah. Besok..."

"Tidak ada besok!" potong Sungmin langsung. "Mulai besok aku tidak mau dijemput lagi! Aku mau berangkat sendiri!" Lalu dengan kasar, dia membanting pintu di depan Kyuhyun.

Jangan dikira Sungmin hanya bisa diam saja. Kalau hanya bentak-bentak saja sih... kecil! Dikiranya aku tidak berani! Gerutu Sungmin dalam hati.

Malamnya, Kyuhyun masih mencoba menelepon. Barangkali Sungmin sudah sedikit lunak. Tapi baru saja dia bilang "Yoboseyo", langsung saja terdengar bunyi 'tut... tut... tut...', dan pada percobaan selanjutnya, hanya suara operator yang terdengar menyahuti.

.

.

Keesokan paginya, Sungmin terbangun kaget.

"Omo! Jam berapa ini?" desisnya sambi melihat jam dinding. "Jam enam?" serunya panik. "Omo, gawat! Gawat!"

Gara-gara peristiwa pulang sekolah kemarin, dia jadi kesal, benci, marah, dongkol, malu, sebal! Pokoknya dia benci sekali dengan Kyuhyun!

Terlambat deh hari ini! Biasanya dijemput Kyuhyun, jadi dia bisa bangun sedikit siang. Tapi kalau naik bus, jam enam lebih sepuluh dia harus sudah keluar dari rumah.

Buru-buru Sungmin loncat dari tempat tidur, mematikan lampu, membuka jendela, dan... seketika dia tertegun. Mobil Kyuhyun sudah ada di halaman!

"Mau apa lagi dia?" desisnya marah sambil berjalan menuju pintu. Sudah dibilang aku tidak mau dijemput!

"Aku kan sudah bilang, aku mau berangkat sendiri!" sentaknya begitu berhadapan dengan Kyuhyun di teras rumah.

Kyuhyun mengangkat kepala dan sepasang alisnya langsung menyatu begitu melihat penampilan namja manis di depannya. Wajah Sungmin cemberut berat dalam balutan baju tidur dan rambut kusut.

"Sudah jam enam lebih lima menit, Ming."

"Aku mau berangkat sendiri!"

"Pukul setengah delapan kau baru sampai di sekolah."

"Biar!"

"Yang piket Kim Seonsaegnim lho. Kau tahu dia tidak mau mendengar alasan apapun."

"Biiiiar!"

"Ming," kata Kyuhyun sabar. "Jam pertama pelajaran bahasa Inggris. Kau akan dipermalukan Yoon Seongsaengnim di depan kelas."

"Biar! Biar! Biar!" Sungmin sepertinya benar-benar naik darah gara-gara kejadian kemarin.

"Baiklah," akhirnya Kyuhyun mengalah. "Aku berangkat dulu." Dia pun berdiri. "Aku duluan, ne?" pamitnya, berharap akan ada perubahan. Tapi Sungmin tidak menjawab. Namja mungil itu malah balik badan dengan angkuh lalu berjalan ke dalam.

Masa bodo! gerutu Sungmin dalam hati. Masih untung aku masih punya perasaan. Tidak ganti membuatnya malu di depan umum! Dasar! Tapi begitu keluar dari kamar mandi, namja manis itu langsung menjerit panik.

"HAH! Jam setengah tujuh? Aigooo! Aigoo! Aigoo!" Buru-buru dia kabur ke kamar.

"Sungminie!" jerit eomma-nya. "Apa tidak bisa pelan-pelan? Itu lantainya jadi becek!"

"Buru-buru, Eomma!" Sungmin balas menjerit dari kamar.

"Makanya! Siapa suruh begadang!"

Sungmin siap-siap superkilat. Buku, alat tulis, semua dia masukkan ke dalam tas begitu saja. Tapi begitu melihat buku bahasa Inggris-nya di atas ranjang, dia menjerit lagi.

"Oh, iya! PR Inggrisnya belum ku kerjakan! Aduuuuuh, mati aku! Bagaimana ini?" Sejenak Sungmin berdiri bengong. Ngeri membayangkan Yoon Saem, salah satu guru yang masuk dalam jajaran guru killer. Dengan mata tajam dan bibir tipis, kalau Yoon Saem sudah ngomel, wah... telinga kita harus buru-buru diperiksa ke dokter THT.

Seakan masih kurang sial, Sungmin sudah bengong hampir lima menit di pinggir jalan, tapi tidak ada satupun bus yang lewat.

"Ini bus mana sih?" desisnya kesal. "Tidak tahu aku sudah terlambat, apa!"

"Naik taksi saja, Sungminie," usul Ji Hyo tetangganya, yang kebetulan akan berangkat kerja. Begitu melihat Sungmin tadi, yeoja itu langsung bilang kangen. Karena lama tidak bertemu.

"Naik taksi!" Sungmin mengangkat alis. "Mana sini, aku pinjam uang Noona untuk ongkos naik taksi!"

Ji Hyo kontan hanya nyengir. Akhirnya Ji Hyo berpamitan untuk berangkat lebih dulu.

Di saat Sungmin di ambang kepasrahan seperti itu, sebuah Jeep putih berhenti di hadapannya dan pintunya langsung terbuka. Kyuhyun! Sungmin langsung cemberut dan melengos ke arah lain.

Kyuhyun turun karena tahu untuk kali ini Sungmin tidak akan mau naik secara sukarela kalau tidak dipaksa.

"Sudah pukul tujuh kurang sepuluh, Ming," katanya pelan. Digamitnya lengan namja itu dan dengan halus dipaksanya untuk naik. Terpaksa Sungmin menurut karena bus yang ditunggunya –yang ternyata baru saja muncul dari tikungan belakang- ternyata banyak sekali fansnya. Dan alhasil melewatinya begitu saja.

Jeep melaju dengan keheningan di dalamnya.

Sampai kemudian jam mungil di dasbor mengalunkan denting-denting halusnya. Pukul tujuh tepat!

Sungmin mengeluh panjang. Denting jam itu seperti suara ketukan sepatu Yoon Saem yang berjalan di sepanjang koridor kelas. Dan Sungmin langsung teringat bibir tipis Yoon Saem yang kalau sudah ngomel... wiiih... murah sekali melontarkan kata-kata lumayan pedas.

Di kelas Sungmin, yang sudah merasakan ketajaman mulut Yoon Saem adalah Eunji. Sama seperti Sungmin sekarang, saat itu Eunji lupa mengerjakan PR. Langsung saja Yoon Saem berdiri di samping meja Eunji. Sambil melotot, dengan suara nyaring dan garing dia mulai ngomel.

"Jadi... you tidak mengerjakan homework yang I suruh minggu lalu...? Bagus! Good! Good! Berarti you sudah merasa clever ya? So... bagaimana if now you stand up and kerjakan itu homework di papan tulis!"

Mengerikan, bukan?

Saat itu Eunji –asli- pucat sekali. Apalagi setelah dia ternyata tidak bisa mengerjakan soal dan hanya bisa bengong di depan papan tulis sampai lama, semakin murah hatilah Yoon Saem mengeluarkan semua kosakata pedas dan pahitnya.

Seo In Guk sampai kasihan. Langsung dia menghibur Eunji begitu jam pelajaran bahasa Inggris sudah selesai.

"Sudahlah, Eunji-ya. Tidak perlu dipikirkan. Kalau mau bunuh diri... bunuh diri saja!"

Kini, melihat namja di sebelahnya jadi gelisah, Kyuhyun mencoba menenangkan. "Paling hanya di ceramahi lima menit, Ming."

Sungmin meliriknya sekilas, lalu menarik nafas.

"Aku belum mengerjakan PR," katanya memelas.

"Belum!?" Kyuhyun menoleh sambil mengangkat alis. "Wah! Kalau itu sih gawat!"

"Makanya! Bagaimana ini?"

"Bagaimana ya?" Kyuhyun pura-pura sibuk berfikir. Terlintas di pikirannya untuk membolos. Dulu, inilah yang kerap dilakukannya. Tapi setelah peristiwa itu, dia sudah berjanji tidak akan menyia-nyiakan sekolah. Tapi kalau tetap masuk, kasihan Sungmin. Bisa habis dia dimarahi di depan kelas.

"Begini saja," Kyuhyun menepikan mobil. Dia meraih tas plastik di kursi belakang lalu mengeluarkan isinya. "Kita jalan-jalan saja, ne? Ini, kau ganti baju dulu."

"Bolos?" Sungmin terpana.

"Terpaksa. Kau mau dimarahi Yoon Saem? Kalau aku masalahnya hanya terlambat. Tapi kau, terlambat dan tidak mengerjakan PR!"

"Tapi aku 'kan sedang marah sekali padamu!"

Kyuhyun tertawa pelan.

"Ya marah saja. Tidak apa-apa. Marah sambil jalan-jalan 'kan bisa."

Sungmin menatap namja itu dengan kening terlipat. Dia merasa akhir-akhir ini Kyuhyun semakin sulit ditebak. Tapi rasa herannya langsung hilang begitu dia membuka lipatan kaos yang tadi diberikan Kyuhyun. Dengan ternganga, ditatapnya kaos yang sering dipakai Kyuhyun untuk latihan itu.

"Tidak ada yang lebih besar lagi ya, Kyu?"

"Wae?" tanya Kyuhyun sambil menahan senyum.

"Ini sih hanya sampai lutut. Yang sampai membuat kakiku tertutup sekalian, ada tidak? Ini pasti tadinya daster, lalu kau paksa jadi kaos!"

Kyuhyun tertawa geli. Sungmin menatapnya, menunggu tawanya reda, lalu berkata pelan tapi dengan nada sungguh-sungguh. "Bukan aku yang memberitahu Donghae. Kalaupun akhirnya aku memberitahukannya ke orang lain, satu-satunya pasti Eunhyuk. Dan bukan Donghae!"

Kyuhyun menarik nafas panjang.

"Ne, nan arra. Kemarin aku hanya terkejut, tiba-tiba ada orang lain yang tahu tentang kita, juga tentang kejadian itu." Kyuhyun terdiam lalu menatap namja di sebelahnya dalam-dalam. "Aku minta maaf, Ming. Aku sudah membuatmu malu di depan banyak orang. Kalau kau mau marah...," Kyuhyun membuka dua tangannya, "silahkan! Aku siap mendengarkan! Mau memukul juga boleh!"

"Tapi nanti kau balas memukul tidak?"

"Tidak akan. Aku tidak akan tega memukul orang mungil!"

Sungmin meringis.

"Tidak ah. Tidak seru kalau ditantang. Lalu masalah kemarin, nanti kutanyakan Donghae. Dia tahu dari mana atau dari siapa."

"Jangan!" cegah Kyuhyun. "Aku saja! Kalau kau yang bertanya, bisa lain ujungnya!"

"Maksudmu?"

Kyuhyun menatapnya. Terkadang dia tidak mengerti. Sungmin ini memang polos, atau pura-pura polos, atau memang cuek? Padahal jelas-jelas Donghae itu suka padanya. Sampai semua orang-pun bisa membaca dengan jelas.

"Umurmu sebenarnya berapa sih?"

"Wae?"

"Ingin tahu saja."

Sungmin diam sesaat.

"Tujuh belas. Tapi masih sedikit lama sih."

"Jinjja?" Kyuhyun terbelalak. Ternyata benar! Namja mungil nan manis juga imut meggemaskan ini masih kecil. Sudah hampir tamat SMA, tapi belum tujuh belas tahun.

"Kita mau kemana sekarang?"

Kyuhyun menatapnya lagi. Keputusan ini diambilnya semalam. Mulai sekarang, dia harus memperlihatkan rasa sukanya pada Sungmin. Kalau tidak, namja di sebelahnya ini benar-benar lepas suatu hari nanti.

"Aku memiliki saudara. Dia mempunyai banyak koleksi lukisan. Di samping dia sendiri juga pelukis. Mau ke sana?"

Sungmin terpana!

.

.

Kyuhyun dan Sungmin terkejut saat besoknya mereka masuk, ternyata Donghae sudah menunggu di kursi Kyuhyun.

"Kau kemana kemarin?" tanyanya langsung ke Kyuhyun. "Urusan kita belum selesai!"

"Hae-ya, ini masih pagi," tegur Sungmin pelan.

"Justru itu, Min-ah. Tenagaku masih full untuk meninjunya!"

Donghae berdiri dan berjalan mendekati Kyuhyun. Sungmin menatap cemas saat dua namja itu yang sama-sama jangkung (oke... ini fitnah!) itu berhadapan, dalam jarak yang benar-benar dekat, karena Donghae sengaja melakukannya.

"Nanti siang aku ke sini lagi! Kau jangan kabur!" desisi Donghae pelan, lalu balik badan. Sebelum keluar, dia mendekati Sungmin.

"Kau tidak apa-apa kan, Minnie?" tanyanya, membungkukkan badan di depan Sungmin.

Sungmin menggelengkan kepala dan menjawab dengan sedikit ragu, "Eng... gwaen... gwanchana."

"Lalu, kemarin kenapa tidak masuk sekolah?"

"Oh, itu. Aku bangun kesiangan. Daripada di marahi Yoon Saem, lebih baik aku tidak masuk saja."

"Oh, begitu..." Donghae mengangguk-ngangguk. "Lalu, dia ikutan tidak masuk juga?" Dagunya bergerak ke Kyuhyun.

"Kenapa kau tidak langsung bertanya padaku?" sela Kyuhyun.

Donghae menoleh dan menatapnya dingin. "Bicara denganmu tidak sah kalau tidak pakai tangan!" jawabnya sambil menegakkan badan lalu pergi begitu saja.

"Apa yang dikatakannya tadi?" tanya Sungmin setelah Donghae berlalu.

"Nanti siang dia mau ke sini," jawab Kyuhyun.

"Mau apa?"

"Mungkin mengajak berkelahi."

Sungmin terperangah.

"Wae?"

"Mana ku tahu."

Begitu bel istirahat berbunyi, Sungmin langsung kabur ke kelas Donghae.

"Donghae-ya! Kau kenapa sih? Dia sudah minta maaf tentang kejadian kemarin itu."

"Begitu mudahnya kau memberikannya maaf? Kau tidak ingat bagaimana dia berteriak-teriak? Semua mata melihatmu! Semua mata melihat bagaimana dia menarikmu sampai hampir jatuh! Semua melihat bagaimana dia memaksamu untuk mengikutinya ke mobil!"

"Yaaa... ya...," Sungmin kebingungan menjawabnya. "Habis kalau ku lawan, nanti akan lebih ramai lagi."

Donghae menarik nafas.

"Duduk sini, Min," katanya. Dengan lembut ditariknya namja itu sampai terduduk di sebelahnya. Kemudian diambilnya tangan Sungmin dan di genggamnya lembut. Mulutnya sudah terbuka, sebelum mendadak tatapannya menyapu ke seluruh kelas, karena berpasang-pasang mata menatap mereka berdua dengan sorot ingin tahu.

"Apa lihat-lihat!?" bentaknya "Kalau mau melapor ke Kyuhyun, lapor sana! Bilang sekarang Sungmin denganku! Sana bilang!"

"Donghae-yaaaa," tegur Sungmin lirih.

"Biarkan, Min! Aku sudah bosan dengan mulut-mulut usil yang asal menarik kesimpulan, lalu bicara yang tidak-tidak.

"Memang mereka seperti itu. Diamkan saja. Nanti malah jengkel sendiri. Memangnya kau mau bicara apa?"

Tatapan Donghae kembali ke namja mungil di sebelahnya.

"Aku hanya ingin bertanya satu hal. Kau pergi-pergi denganku, Kyuhyun tidak apa-apa?"

Sungmin langsung kaku ditanya seperti iu.

"Eng... maksudmu?"

"Kalimatku sudah jelas, kan? Tidak mungkin kau tidak mengerti."

"Yaaah... aku tidak tahu." Tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu, Sungmin langsung gugup dan tidak sempat lagi mencari alasan untuk berkelit. Donghae tertawa pelan. Sedikit aneh.

"Lucu ya? Sebenarnya ada apa antara kau dan Kyuhyun? Jangan bohong, Min. Aku tidak bodoh seperti yang lainnya!"

Sungmin semakin gugup. Tiba-tiba dia berdiri.

"Aku ingin kembali!" katanya, dan langsung lari keluar. Donghae tidak berusaha mencegah, meskipun tindakan Sungmin sudah dia duga.

Sungmin... Sungmin, keluhnya dalam hati. Kau kasihan sekali! Lihat saja nanti. Aku buat sekarat si Kyuhyun itu... demi kau!

.

.

Lima menit sebelum bel, Donghae sudah menunggu di luar pintu kelas Sungmin. Tidak perlu tahu bagaimana dia bisa keluar lebih dulu seperti itu. Sungmin langsung panik.

"Kyu, Donghae di luar."

Kyuhyun menoleh ke luar, tapi tetap tidak terpengaruh.

"Biarkan saja. Tidak ada alasan yang bisa melarang dia ke sini."

Donghae sepertinya sedang kalap. SeoHyun dan Tiffany yang bertahan di kelas karena ingin tahu ada apa, lengsung didekatinya.

"Kalian berdua bisa pergi!?"

"Ini kan kelasku!" sentak SeoHyun seketika.

"Tidak lagi sekarang! Ini sudah bel! Lagi pula, memangnya kau bayar SPP berapa, sampai bisa berkata kalau ini kelasmu? Cepat pergi!"

"Kau yang harusnya pergi!"

"Oh, begitu?" desis Donghae berang, lalu langsung menjatuhkan badannya begitu saja ke kursi Tiffany yang duduk di pinggir. Tiffany kontan melompat bangun dan pindah ke kursi SeoHyun. Dua yeoja itu duduk berdempet-dempetan.

Donghae mengurung kedua yeoja yang sudah terdesak itu dengan tubuh dan rentangan dua tangan. Tatap tajamnya seakan menguliti mereka bergantian. Tiffany ketakutan. Dia benar-benar tidak menyangka Donghae bisa sadis seperti ini. Padahal kemarin-kemarin namja ini nyaris sempurna di matanya. Tampan, baik, ramah dan kocak!

"Aku tidak mau berlaku kasar pada yeoja. Pantang!" desis Donghae. "Tapi kalian berdua sepertinya tipe yeoja yang memang perlu diperlakukan kasar terlebih dulu, baru mengerti. Jadi...," dia memajukan badannya, "kau mau pergi sukarela apa harus ku paksa?"

"Kaja, SeoHyun-ah. Kita pergi!" Tiffany buru-buru berdiri.

"Bagus! Ada yang cepat mengerti!" Donghae ikut berdiri, memberi jalan. Tapi SeoHyun kelihatannya masih tidak rela. Dia harus tahu ada apa sebenarnya, karena yeoja itu tidak habis pikir, tidak mengerti, tidak bisa terima, kalau Sungmin ternyata sanggup membuat dua namja keren saling menantang.

"PALLI KA!" Donghae menggebrak meja dengan seluruh kekuatan. Benda itu sampai bergoyang dan berderit.

SeoHyun, apalagi Tiffany, terlonjak dan buru-buru lari keluar.

"Dasar yeoja-yeoja bebal!" gerutu Donghae sambil balik badan setelah mengunci pintu. Keningnya langsung keriting begitu melihat Sungmin, yang ternyata jadi ikut ketakutan saat Donghae membentak SeoHyun dan Tiffany tadi. Si mungil itu sekarang sedang meringkel rapat-rapat di belakang punggung Kyuhyun sambil memeluk satu lengan namja itu kuat-kuat.

Sambil menahan senyum, Donghae menghampiri mereka berdua. Dengan gaya lucu, dia melongokkan kepala ke belakang punggung Kyuhyun.

"Bukan kau kok, Min, yang ku bentak-bentak." Sungmin tidak bereaksi. Donghae jadi tertawa. "Jangan berdiri di situ. Karena kalau nanti Kyuhyun ku pukul, kau bisa kena."

Sungmin terperangah, tapi tetap tidak berani membuka mulut.

"Minnieeee, aku ke sini untuk memukul Kyuhyun lho. Jadi kau jangan di situ."

Sementara itu Kyuhyun tetap tenang. Mengikuti tingkah Donghae tanpa bicara apa-apa. Juga saat Donghae meneruskan pertanyaannya yang bernada ancaman itu.

"Minnie, kalau dia ku bikin babak belur... kau bagaimana?"

Sungmin semakin bingung. Dia benar-benar tidak tahu apa sebenarnya yang membuat Donghae jadi berubah drastis seperti ini.

Donghae ternyata tidak main-main. Begitu kalimatnya selesai, satu kepalannya mendadak melayang dan mendarat tepat di ulu hati Kyuhyun. Kyuhyun kotan terhuyung, bersamaan dengan jeritan Sungmin yang melengking, juga penonton yang berjubel di luar, yang kebanyakan yeoja.

Saat tubuh Kyuhyun terdorong keras ke belakang, Donghae mengulurkan tangan kirinya dan secepat kilat menarik Sungmin ke sebelahnya, sepersekian detik sebelum namja itu kejatuhan tubuh jangkungnya Kyuhyun.

"Hae-ya, neo...!" jerit Sungmin, serentak tangannya menutup mulut, "Kau jahat sekali?"

"Ini untukmu, Min!"

"Untukku bagaimana? Kau jangan melempar beban padaku!"

Donghae menghela nafas. Disambarnya tangan Sngmin begitu namja mungil itu bergerak akan menghampiri Kyuhyun. Dipaksanya agar Sungmin tetap di sebelahnya.

"Diam saja di sini, Min! Soalnya aku sedang marah!"

Sungmin kontan batal mau nekat. Dia hanya bisa diam melihat Kyuhyun berusaha berdiri sambil memegangi perutnya yang terkena bogem mentah Donghae.

Sekuat tenaga Kyuhyun berusaha tidak tersulut emosi. Selama ini dia berusaha keras untuk berubah, dan dia tidak mau usahanya selama berbulan-bulan sia-sia hanya karena satu orang yang dia juga tidak tahu jelas apa maksudnya. Cukup kemarin dia lepas kendali dan hampir membuat Sungmin pergi.

"Aku tidak mau memperpanjang masalah ini, Donghae-ssi. Meskipun aku tidak mengerti apa maksudmu, apa kepentinganmu."

Donghae tersenyum. Tenang tapi semakin penuh tanda tanya.

"Justru aku yang paling memiliki kepentingan atasmu, tahu!"

"Aku atau Sungmin? Aku tahu kau menyukainya sejak pertama kali kau melihatnya!"

Seketika Donghae tertawa keras. Begitu geli, seolah kalimat Kyuhyun itu benar-benar lucu.

"Oh, bukan itu yang jadi prioritasku, Kyuhyun-ssi. Kau ternyata sangat naif ya? Setelah kejadian kemarin pun, kau tetap berpikiran seperti itu? Meskipun tidak ku pungkiri, aku menyukai kekasihmu. Tapi tetap kau yang terpenting untukku!" Sejenak Donghae diam, menarik nafas panjang, kemudian, "Kau putuskan dia, biar aku bisa menghabisimu tanpa beban. Itu maksudku! Tentang dia mau jadi kekasihku atau tidak...," Donghae menyeringai, "aku rasa aku lebih tahu siapa Sungmin daripada kau!"

Habis sudah kesabaran Kyuhyun! Satu tinju melayang tiba-tiba dan mendarat telak di dada Donghae. Diiringi pekikan tertahan Sungmin juga jeritan para penonton di luar jendela, Donghae terpelanting dan terjembab di lantai. Dan sebelum dia sempat bangun, Kyuhyun langsung mendekat dan mematahkan usaha Donghae dengan jalan menginjak kedua tangan Donghae.

Sungmin bergerak dan mendekat begitu dilihatnya Donghae menyeringai kesakitan, saat sepasang sepatu Kyuhyun yang bergerigi itu menginjak kedua lengannya. Tapi Kyuhyun langsung memerintahkan Sungmin agar tidak ikut campur.

"Diam saja di sana, Ming!"

"Tapi, Kyu. Kasihan..."

Kyuhyun menoleh dan menatap tajam.

"Ku bilang... diam di sana!" perintahnya. Sungmin langsung menurut, daripada sepatu besar yang solnya mirip rahang buaya itu ganti menempel di tangannya. Tatapan Kyuhyun langsung beralih lagi ke sosok tak berdaya di bawah kakinya.

"Apa maksudmu!" desisnya tajam.

Donghae menggerakkan jari-jarinya di tengah usahanya menahan sakit, berusaha memberi isyarat agar Kyuhyun mendekatkan wajahnya. Kyuhyun menurut, tapi hanya membungkukkan sedikit badannya.

"Aku tidak mau Sungmin mendengarnya!" bisik Donghae.

Mata Kyuhyun menyipit mendengar kalimat pelan itu. Dia membungkuk lebih rendah, dan itu membuat Donghae semakin kesakitan.

"HyunMin itu sepupuku... SETAN!" ujar Donghae sambil mengertakkan gigi.

Kyuhyun langsung terperangah, sangat. Tubuhnya seketika limbung. Donghae langsung menyentakkan kaki Kyuhyun yang hampir membuat dua lengannya mati rasa, lalu mendorongnya keras.

Kyuhyun berdiri kaku. Pucat. Putih seputih kertas. Sepasang matanya menatap Donghae dengan ketakutan yang begitu kentara.

Telah datang, seseorang yang ternyata tersangkut dengan masa lalunya!

Donghae mendekat. Tidak lagi dengan sikap santai dan sisa tawa, tapi ada kesedihan sarat yang muncul jelas di dua matanya.

"Kau tahu sekarang, kenapa aku terus mengejarmu?" desisnya pelan. "Bukan Sungmin..., tapi kau!"

Sungmin semakin ketakutan. Kyuhyun dan Donghae berhadapan dalam jarak yang benar-benar dekat. Nyaris beradu. Mata mereka saling menghujam lurus. Takut-takut Sungmin mendekati kedua namja itu.

"Sudahlah. Jangan bertengkar lagi. Sudah ne?"

Kedua namja itu menoleh bersamaan. Sungmin tertegun dan langkahnya langsung surut. Dua pasang mata itu ganti menatapnya tajam-tajam sekarang.

"Eh... ? Aku... tidak bermaksud memisahkan kok... silahkan bertengkar deh! Aku pergi dulu. Adios!"

Buru-buru Sungmin balik badan, siap-siap kabur. Tapi langkahnya terhenti di depan pintu. Donghae telah menguncinya tadi, setelah SeoHyun dan Tiffany dia usir pergi. Masalahnya, satu dari dua gerendelnya adalah nun jauh di atas sana.

Sungmin berdiri kebingungan. Maksud hati membuka gerendel lalu kabur keluar, tapi apa daya tangan tak sampai.

"Aku akan mengantarmu pulang!" Tiba-tiba Kyuhyun sudah ada di sebelahnya. Tangan kirinya merangkul pundak Sungmin, sementara tangan kanannya terulur ke atas, membuka gerendel.

"Gila, ih! Sungmin sangat keren!" desis salah satu penonton yang masih berjubel di luar, yang terus menyaksikan dari awal sampai ketika Sungmin dirangkul dan dibawa Kyuhyun pergi. Sementara Donghae mengikuti dari belakang dengan langkah pelan.

"Ne. Aku juga tidak menyangka!" sambung yang lain. Mereka baru bubar setelah tiga orang itu hilang di ujung koridor.

"Kyu, sebenarnya ada apa?" tanya Sungmin ketika mereka melangkah menuju Jeep.

"Tolong jangan tanya-tanya dulu, Ming."

Sungmin terdiam. Tapi dia tahu ada sesuatu, sesuatu yang lebih besar yang sanggup membuat kedua namja itu baku hantam. Dan itu pasti bukan karena dia, karena tidak ada alasan untuk itu! Dia hanya namja biasa, yang di sekolah pun sama sekali tidak terkenal. Jadi... pasti ada sebab lain!

Rumahnya sudah terlihat di ujung jalan. Sungmin nekat membuka suara karena tidak ada waktu lagi.

"Bukan karena aku, 'kan?"

Kyuhyun tidak menjawab. Namja itu hanya menoleh sekilas.

"Sudah sampai!" kata Kyuhyun seperti memerintahkan untuk cepat turun.

Sungmin sudah terlalu mengenal namja ini. Makanya dia langsung membuka pintu dan melompat turun, lalu kemudian berdiri di depan pagar seperti mau mengiringi kepergian Kyuhyun. Tapi Kyuhyun sudah bisa mengira apa yang ada di benak Sugmin.

"Masuk!" perintahnya tegas.

"Ya sudah. Kalau kau mau pergi, pergi saja!"

"Masuk! Kalau kau tidak masuk, aku tidak aka pergi dari sini!"

Huh! Sungmin cemberut. Dengan tidak rela dia balik badan. Kyuhyun menunggu sampai Sungmin meghilang di balik pintu, kemudian langsung tancap gas.

.

.

TBC

Hufft... akhirnya...! Itu di atas KyuMin moment kan? Harus jawab iya, keke #maksa. Sudah tahu kan apa alasan dan tujuan Bang Ikan gangguin Bang Upil mulu? Yang salah sangka ke Bang Umin, minta maaf gih, kekeke, Bang Umin ndak mungkin berkhianat dan sejahat itu kok #pukpukBangMin. Oke... ini belum 1 minggu lho, semoga suka ^^.

Pumpkinsparkyumin : Mwehehehe buka lembek kok, tapi... em... dia terlalu dibayag2i sama ucapannya dulu, keke #belaKyumodeon. Oke ini lanjutannya ^^.

shyuuu : Kekeke... kalau chap ini? Semoga tidak jantungan ya ^^.

chominhyun : Kapan2 deh ya, hehe. Pasti nyatain kok saeng, di tunggu saja, untuk sekarang nikmati perseeteruan KyuHae dulu, ne ^^.

manize83 : Kekeke sabaaar... sabaaar... semoga baca chap ini jadi semakin gregetan ^^.

kyumin joyer ChoLee : Semoga chap ini semakin bikin deg2an #plak. Ini lanjutannya ^^.

LauraRose14 : #Hugbalik. Bukan kata Wookie eon, tapi kata Bang Yeye . Ini ndak lama kan eon? Hehe, gomawo untuk semangatnya... Fighting!^^

AnjarHana137 : Bwahaha Mig ndak sejahat itu kok, tuh di atas jati diri bang Ikan udah mulai terlihat. Kekeke kan emang cool... #bayanginVCRdiss5 ^^.

reiasia95 : Kekeke gwaenchana... gomawo, Fighting!^^.

tarraaaa : Ini reviewnya baru masuk chingu, tapi tanggalnya 26 April, apa sebelumnya udah pernah review? Padahal saya ngecek-nya lewat email lho, mungkin ada yang salah di pihak sananya, gomawo, ne. Ini lanjutannya ^^.

5351 : Kekeke, cinta kok... cinta... Cuma belum di publikasikan aja #lirikkehidupannyata ^^. Chap ini KyuHae juga kelahi lho... chap depan malah lebih HOT #ups ^^.

gyumin4ever : WineCouple ^^. Hu'um tuh, di chap ini malah semakin panas ^^.

ammyikmubmik : Mwehehe itu Kyu marah lagi lho chingu, lebih parah dari yang kemarin2, dan menghasilkan KyuMin moment ^^ #sodorinKyulagi. Haha Kyu bukan lemot kok, tapi... pengecut #ups...

Neng : Hahaha kejentelannya Kyu udah direbut Hae sepertinya. Tenang saja... KyuMin is Real kok ^^. Ini lanjutannya, cepat kan?

Pipinkyuu : Hahaha Ming juga takut kok chingu, dia juga tertekan di sini, apalagi oleh kata "sandiwara" itu #PukpukMing ^^. Ini lanjutannya :-D.

riesty137 : Hohohoho ngarep dah nih saeng ^^. Tenang saja, Kyu hanya untuk Ming seorang... tapi... harus melewati jalan yang berliku dulu... ini lanjutannya ^^.

LiveLoveKyumin : Mweheheh sabar chingu, masalah sama Hae kudu dikelarin terlebih dahulu. Ini next chap-nya ^^.

mayasiwonest. everlastingfriends : chap ini juga luar biasa keren lho, saya baca novelnya saja juga sambil nahan nafas. Ini lanjutannya ^^.

tiara. pumpkins137 : Secara tidak langsung dia memang tahunya seperti itu ^^.

abilhikmah : Cho Kyuhyun... Cho Kyuhyun! #bawapom2 ^^.

cho. love. 94 : Hah... akhirnya berasa juga... oke... oke... misi selanjutnya bikin Kyu tak berdaya #plak.

chu : Hidup KyuMin!^^. Hehe saya suka berinteraksi seperti ini, sekaligus menjawab pertanyaan2nya chingudeul biar tidak penasaran ^^. Nado gomawo untuk review-nya .

stawberry rae : Hoho sabar, ne. Ini next-nya ^^.

Guest : Suka kok... sukaaaa... serius, taya aja sama Kyu-nya #sodorinKyu *3*.

kyumin pu : Kaya'nya sih dua-duanya, haha, dua2nya terlalu berpikiran yang tidak2 sih, makanya ndak nyambung2 #hem -_-. Oke semangat... ini lanjutannya ^^.

fenigista99 : Hohoho perang yang sesungguhnya dimulai. Kyu... banyak yang protes tuh, huh... lelet amat dah #dirajam. Fighting... ini lanjutannya ^^.

nanayukeroo : ini cepat kan ^^.

sary nayolla : Sayangnya masih belum bisa chingu, hehe, masalah KyuHae harus diselesaikan terlebih dahulu, ditunggu saja, ne ^^.

sissy : Sayang sekali... Kyu kalap tuh chingu -_-. Benar-benar salah paham ke Ming. Ini lanjutannya ^^.

sitara1083 : Hehehe... sabar... sabar... #pukpuk. Semoga chap ini tidak semakin membuat keruh #cekokinKyujamu ^^.

danhobak : Chap ini ada momentnya lho... sweet kaaan... sweet kaaan, harus bilang sweet, keke. Ini lanjutannya ^^.

ShinJiWoo920202 : Hahaha... semoga chap ini tidak kalah seru dari chap kemarin #ikutnyiapinkamerabuatngrekam. Ini lanjutannya ^^.

Queenshi137 : Di sini Daddy jadi semakin jelek lho saeng #tunjukKyukalap. Hehe tuh udah ada jawabannya, tenang saja... bang ikan sudah tak kasihkan ke si puss di rumah kok jadi ndak akan rebut2 Mommy lagi #digetokHae. Ini cepet kan? Hwaiting! Nado saranghae 3.

HKY : Hahaha jahat banget dah saeng, yang laennya minta Kyu cepet nyatain eh saeng malah pengen KyuMin retak2 ^^. Oke... gomawo... semangat!^^.

Okalee : Ini ada KyuMin moment-nya lho... semoga suka ^^. Ho'oh tuh... tuan Cho udah bener2 masa bodo sama sekitarnya, rem-nya blong mugkin, bikin Joyers klepek2 aja :-D. Ini lanjutannya ^^.

endah. kyumin137 : Hoho chap ini sudah jelas kan Hae tau itu semua dari mana, chap depan akan lebih dijelaskan lagi ^^. Hehehe gomawo saengie... ini lanjutannya ^^.

Zahra Amelia : Hehehe saya justru senang kalau di ingatkan. Memang sih waktu saya baca ulang ada beberapa yang kurang huruf, mian ^^. Sebenarnya ini penulisannya ngikutin novelnya, memang yang "Ada apa?" tanya Sungmin, harus pakai huruf kecil, sejenis dengan 'tegur Sungmin', 'ujar Sungmin', 'jawab Sungmin' dan kata yang menyambung langsung dari kalimat langsung itu, tapi kalau kalimat, '"Aku akan mengantarmu pulang!" Tiba-tiba Kyuhyun sudah ada di sebelahnya'. Itu memang benar setelahnya pakai huruf kapital, karena setelahnya adalah tindakan, bukan bagian dari ucapan kalimat langsung itu, saya tahunya sih seperti itu dan kalau yang kalimat langsung di tengah2nya ada narasi, jika masih menggantung, lanjutannya pakai huruf kecil dengan sebelumnya dikasih 'koma', jika pembahasan selanjutnya bukan gatungan dari kalimat sebelumnya, maka tetap pakai huruf besar dan pakai 'titik' meskipun berada di tengah-tengah. Mian kalau salah, dan mohon koreksinya lagi ^^. Ini lanjutannya, gomawo untuk masukannya ^^.

Chella-KMS : Hehehe Ming ndak sejahat itu kok sampai cerita2 ke orang laen ^^. Ini lanjutannya... Bang Upil hwaiting! ^^.

Ria : Hu'um, Hae punya kartu AS-nya. Ah... Chingu... maruk dah, yaudah saya setia sama Heenim saja dah #poppoHeenim. Ini lanjutannya ^^.

fonami-kyuminelf : Bukan Ming kok yang cerita tapi Hae emang tahu masa lalunya Kyu, Ming kan orangnya baek #pukpuk. Bukan, novel asli buatan orang Indonesia kok, novel Teenlit malah, berhubung bahasanya ghaoel bangeeettt, makanya saya buat jadi bahasa seperti biasa ^^.

ratu kyuhae : Hu'um ^^. Kekeke siiip, semoga suka dengan chap ini . Ah... gwaenchana... terharu saya, gomawo ne TT. Oke... ini lanjutannya... fighting! ^^.

cintakyumin137 : WOW! #applause. Eon sampe' ikut menggebu2 lho saeng baca komentarmu, serius, jadi ketularan semangatnya ^^. Meskipun udah punya novelnya dan udah baca berkali2 tapi masih mau baca ini, benar2 terharu, gomawo, ne. Review dari awal pula #lapIngus TT. Eh... saeng punya novelnya ya, eon lagi butuh banget halaman 248-249 untuk chap depan, karena sesuatu eon ndak punya halaman itu, cari pdf atau e-book-nya juga ndak ada TT. Kira2 di PM bisa di buat kirim gambar ndak ya, di foto gitu halamannya, tapi kalau ndak bisa ndak pa2 sih, eon akan mencoba mengumpulkan ingatan eon dan mengarangnya secara maksimal, kekeke #apadah. Ini lanjutannya ^^.

Lele Bantet (bukan lele sambel - lele goreng - apalagi pecel lele) : Bwahahaha itu nama apalagi tho? Mwehehe semoga chap ini ndak ikut Ming meringkel di mobil Kyu dan mengkeret di kelas lihat KyuHae tonjok2an ^^. Gomawo... ini next chap-nya ^^.

Big Thank's to:

Pumpkinsparkyumin, shyuuu, chominhyun, manize83, kyumin joyer ChoLee, LauraRose14, AnjarHana137, reiasia95, tarraaaa, 5351, gyumin4ever, ammyikmubmik, Neng, Pipinkyuu, riesty137, LiveLoveKyumin, mayasiwonest. everlastingfriends, tiara. pumpkins137, abilhikmah, cho. love. 94, chu, stawberry rae, Guest, kyumin pu, fenigista99, nanayukeroo, sary nayolla, sissy, sitara1083, danhobak, ShinJiWoo920202, Queenshi137, HKY, Okalee, endah. kyumin137, Zahra Amelia, Chella-KMS, Ria, fonami-kyuminelf, ratu kyuhae, cintakyumin137, Lele Bantet

Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^

#bow

Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.