"Masuk! Kalau kau tidak masuk, aku tidak aka pergi dari sini!"
Huh! Sungmin cemberut. Dengan tidak rela dia balik badan. Kyuhyun menunggu sampai Sungmin meghilang di balik pintu, kemudian langsung tancap gas.
.
.
Pair : KyuMin
Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast
Rate : T
Genre : Comedy, Romance
Length : Chaptered
Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).
Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.
Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.
DLDR
enJOY
.
.
Saat Kyuhyun sudah tiba di tempat yang dibisikkan Donghae padanya, Donghae sudah menunggu. Namja itu bersandar di pintu Land Rover-nya. Kemeja putih seragamnya telah berganti kaos tanpa lengan. Urat-urat yang menegang di kedua lengannya, katupan keras di kedua rahangnya, juga sinar datar namun berbahaya di sepasang matanya, sudah cukup membuat Kyuhyun tahu apa yang akan segera menyambutnya.
Dan perkiraannya tepat. Hanya beberapa saat setelah dia menjejak gelombang rumput di depannya, Donghae langsung menerjang. Menerkamnya seperti singa terluka, lalu menghujaninya dengan pukulan dan tendangan membabi buta. Teriakannya menusuk telinga, seribu makian berhamburan dari mulutnya.
Kyuhyun, yang memang tidak ingin melawan, terhuyung dan jatuh terjembab dengan tubuh penuh memar, muka lebam, dan bibir pecah yang mengalirkan darah. Matanya berkunang hebat, membuatnya terpaksa memejamkan mata rapat-rapat.
Tapi di kegelapan, semuanya justru jadi terbayang jelas. Kota kecil tempat dia lahir dan tumbuh besar. Masa kanak-kanaknya yang menyenangkan, juga... yeoja cinta pertamanya yang diantarnya ke haribaan Tuhan!
Sampai saat ini keluarga HyunMin masih menganggapnya sebagai penyebab utama kematian yeoja itu. Eomma HyunMin bahkan memanggil Kyuhyun "si Pembunuh" dan memperingatkan semua orangtua untuk menjauhkan anak gadis mereka darinya.
Padahal saat itu, saat Kyuhyun tahu HyunMin koma, dia benar-benar menyesal dan berdoa sungguh-sungguh. Meminta agar tempat mereka ditukar. Juga ketika kemudian HyunMin meninggal tanpa pernah sadar. Penyesalan itu menyiksanya tanpa jeda. Menekannya di saat sadar, dan membayangi di saat lelap.
Seakan itu belum cukup, semua orang lalu seperti berlomba untuk membuatnya semakin terpuruk. Kota itu terlalu kecil. Jarak antara sudutnya terlalu dekat, sehingga berita dengan mudah dan begitu cepatnya menyebar. Sementara untuk menguap hilang, terlupakan... begitu lambat!
Pintu-pintu kemudian dibanting di depan wajahnya. Mata-mata lalu menatapnya dingin, seperti tidak kenal. Sementara mulut-mulut hanya berbicara seperlunya. Dan setelah peristiwa itu, tak seorang-pun teman yang tersisa dan mau tinggal di sebelah Kyuhyun.
Tak seorang-pun!
Keputusasaan kemudian membuatnya mengambil jalan pintas. Setelah dua kali sayatan pisau di pergelangan tangan tak mampu menerbangkan satu-satunya nyawa yang dimilikinya, Kyuhyun mencari jalan lain.
Bukan bermaksud untuk mendramatisir suasana, atau menciptakan versi Korea drama roman Shakespeare, kemudian dia menerbangkan diri bersama motornya di tempat yang sama HyunMin menjemput ajal.
Hampir berhasil. Sama seperti HyunMin, Kyuhyun koma dan masuk UGD. Sayangnya, hari itu memang belum takdirnya untuk mati. Matanya terbuka sesaat setelah kesadarannya kembali.
Setiap peristiwa mengandung hikmah. Begitu eomma-nya yang sabar memeluknya sambil menangis, kalimat pertama yang dibisikkan ke telinga Kyuhyun membawa berkah. Setidaknya, sekarang dia tidak lagi ugal-ugalan di jalan. Tahu menghargai nyawa, dan terutama, kecemasan bumonim-nya.
Untuk mengubur peristiwa itu, Appa-nya lalu meminta agar dimutasi ke Seoul. Dan pindahlah mereka sekeluarga, ke kota ini. Berharap hiruk pikuk dan kehidupan super dinamisnya mampu mengikis luka.
Mata Kyuhyun terbuka saat sesuatu yang hangat menetes di pelipisnya. Dia tertegun. Donghae, yang berlutut dan membungkuk di atasnya, menangis tanpa suara. Ketika Donghae bicara, getar lirih suaranya semakin menyayat perasaan bersalah Kyuhyun.
"Dia sepupu kesayanganku, Kyuhyun-ssi. Aku yang menjaganya sejak kecil. Setiap hari kami berangkat dan pulang sekolah bersama... Setiap hari! Aku yang dia cari setiap dia ketakutan. Aku yang dia cari setiap dia sedih. Dan tiba-tiba aku mendapat kabar... dia meninggal!"
Kyuhyun menelan ludah yang bercampur darah. Kalimat terakhir itu menikamnya. Perih.
"Aku tidak sengaja, Donghae-ssi," desisnya dengan suara tersangkut di tenggorokan.
"Oh ya?" Mata berkabut Donghae menyipit. Kedua tangannya yang tertumpu di atas rumput dan mengurung Kyuhyun dalam rentangan, terangkat dan mencengkeram kedua bahu Kyuhyun. Menekannya kuat-kuat hingga Kyuhyun menyeringai menahan sakit manakala batu-batu di permukaan tanah yang tertutup rumput itu menusuk kulit. Dan dia semakin menyeringai lagi saat satu lutut Donghae menekan dadanya kuat-kuat.
"Apa maksudmu?" lanjut Donghae sambil menundukkan kepala. "Tidak sengaja ngebut? Tidak sengaja selip? Kau tahu saat itu hujan, kan? Kau tahu kalau jalan itu licin, kan? Kau tahu di mana-mana orang yang dibonceng selalu memiliki kesempatan celaka lebih besar daripada yang membonceng, kan? Tahu? Lagipula, kenapa harus dia? Kenapa harus sepupuku? Kenapa bukan yang lain? Kekasihmu kan banyak!" Rentetan kalimat itu diteriakkan Donghae hanya dalam jarak sepuluh senti dari wajah Kyuhyun.
Kyuhyun ini, meskipun baru menjadi pembalap jalanan dan lebih sering menjengkelkan daripada menyenangkan, yeoja-yeoja yang mengelilinginya bejibun seolah dia itu bintangnya Formula One.
Dan Donghae bukan namja idiot, yang percaya begitu saja saat HyunMin bercerita di telepon bahwa biarpun banyak yang mengelilingi, Kyuhyun itu bukan playboy.
Playboy memang bukan, tapi bajingan, iya!
Dan Donghae langsung menyayangkan begitu tahu siapa kekasih Kyuhyun sekarang. Begitu mungil dan manis.
"Dia yang pertama untukku," Kyuhyun tiba-tiba berkata.
"Heh!" Seketika Donghae menampar pipi Kyuhyun. Namja itu menyeringai menahan sakit. "Kau sedang berbicara denganku, Kyuhyun-ssi. Bukan dengan yeoja! Yang pertama di babak kedua? Satu babak berapa orang? Dua puluh?"
"Donghae-ssi, aku sedang berusaha berubah!"
"Oh ya? Jadi berapa sekarang? Tiga puluh?"
"Donghae-ssi, aku..."
"Jangan banyak bicara!" Donghae meninju tubuh babak belur yang terbaring di bawah tekanan lutut dan dua lengannya itu. "Ini bukan lagi giliranmu membuat pembelaan, mengerti!"
Kyuhyun terbatuk. Nafasnya terengah. Rasa sakit dan tekanan lutut Donghae di dadanya membuatnya sulit bernafas.
Kemudian dua pasang manik hitam itu saling menatap. Menghujam lurus. Donghae, dengan kemarahannya dan kesedihannya, dan Kyuhyun, dengan penyesalan dan permohonan maafnya.
"Aku tidak sengaja, Donghae," bisik Kyuhyun dengan suara parau. "Aku tidak sengaja. Tapi kalau kau merasa itu tidak tertebus...," susah payah dia merogoh kantung celana panjangnya dan mengeluarkan sesuatu lalu meletakkan benda itu di atas dada, "terserah kau."
Mata Donghae bergerak turun perlahan. Sebilah pisau lipat. Dia sudah mendengar cerita itu, bahwa setelah kematian HyunMin, Kyuhyun melakukan tiga kali usaha bunuh diri. Usaha yang ketiga hampir fatal. Membuatnya terpaksa masuk UGD.
Kyuhyun sendiri pernah berpesan pada eomma-nya, bahwa bila suatu saat nanti ada seseorang ingin membunuhnya, biarkan saja. Tidak perlu dicari tahu, tidak perlu dipermasalahkan. Biarkan saja.
Dia katakan itu sehari setelah kakak tertua HyunMin berteriak kalap di depannya. Bersumpah akan membunuhnya!
Jadi sekarang Kyuhyun tidak peduli siapa Donghae ini. Sepupu atau bukan, mungkin dia yang terpilih.
"Aku menyesal, Donghae-ssi... Aku benar-benar menyesal."
Suara seraknya begitu lirih, hampir hilang. Sepasang mata itu lalu terpejam dan mengalirkan air. Donghae menatap sampai tetes-tetes air itu hilang di antara hijaunya rerumputan.
Kemarahan ini ditekannya berbulan-bulan. Keinginan untuk membalas dendam itu terbawa sampai ke alam bawah sadar. Tapi Donghae juga tahu dia tidak akan pernah bisa mengembalikan yang sudah hilang.
"Kau menyesal, lalu berusaha bunuh diri, lalu lari ke sini. Tapi kenyataannya? Kau langsung memiliki kekasih! Meskipun sepertinya orientasi seksualmu berubah! Yang seperti itu kau bilang menyesal?" Donghae semakin merunduk. Kembali Kyuhyun menyeringai menahan sakit. "Aku memang tidak pernah melihatmu lagi membawa motor. Tapi apa kau kira dengan mobil, kekasihmu itu lalu tidak bisa meninggal?"
Kyuhyun terdiam. Pertanyaan ini yang paling tidak ingin dijawabnya.
"Jangan mati dulu, jawab pertanyaanku!" Lutut Donghae semakin menekan dada Kyuhyun. Kyuhyun mengerang.
"Donghae-ssi, Appo..."
"Oh! Kau ingin tidak sakit? Jawab pertanyaanku! Kau sadar tidak, Sungmin bisa saja meninggal meskipun bukan lagi duduk di atas motor!"
"Tidak akan!"
"Kenapa kau bisa yakin?"
"Karena aku ingin berubah!"
"Begitu?" Donghae mengangkat kedua alisnya tinggi-tinggi. "Kalau mau berubah itu awalnya harus jujur, Kyuhyun-ssi. Banyak yang harus kau rubah. Dan yang pertama...," Donghae menepuk pipi lebam Kyuhyun, "bukan yeoja ataupun namja, mengerti? Cara berubahmu asyik sekali! Mulai dengan yang baru, sementara yang lama kau kubur di bawah tanah!"
Kyuhyun terpuruk. Kalimat terakhir Donghae membuat isi dadanya bergolak. Kyuhyun tidak tahan lagi. Dengan paksa Donghae telah mengembalikannya ke masa paling hitam dalam hidupnya. Meruntuhkan semua kerja keras Sungmin yang telah menuntunnya keluar selama ini.
"AKU TIDAK SENGAJAAA!" teriak Kyuhyun menggelegar. Memantulkan gemuruh gema. Putus asa. Dicengkeramnya kedua pergelangan tangan Donghae yang sejak tadi menekan bahunya, dan didorongnya namja itu sekuat tenaga.
"AKU TIDAK SENGAJA! AKU TIDAK SENGAJA! AKU TIDAK SENGAJA!" teriaknya kalap. Dipukulnya Donghae bertubi-tubi, dan baru berhenti setelah namja itu jatuh terkapar di atas rumput. Kemudian Kyuhyun menghampirinya perlahan, tubuhnya menghalangi teriknya sinar matahari yang menyorot wajah Donghae,
"Aku tidak sengaja, Donghae-ssi," ucap Kyuhyun lirih.
Donghae menatapnya. Tetes air mata bercampur darah jatuh tepat di atas dadanya. Perlahan Donghae bangkit berdiri. Lalu mendekatkan diri hingga jaraknya dengan Kyuhyun tinggal beberapa senti.
"Tidak sengaja? Okelah itu tidak sengaja. Aku mencincangmu juga tidak ada gunanya sekarang, Kyuhyun-ssi. Hanya saja yang tidak kumengerti, begini caramu berubah? Kemana-mana berdua dengan Sungmin, hampir tidak pernah lepas. Kau memeluk kekasihmu di depan banyak orang. Kau menggandengnya ke sana kemari. Makan di kantin berdua, ke perpustakaan berdua, mengerjakan tugas berdua. Satunya latihan basket, satunya setia menunggu. Satunya sibuk di klub musik, satunya juga tidak mau ketinggalan. Sampai seperti itu! Aku rasa kalian berdua akan langsung menikah begitu lulus SMA!"
"Seperti itu kau melihatnya?"
"Iya! Meskipun aku melihat Sungmin tidak begitu happy di sebelahmu. Wae? Dia tahu kau brengsek?"
Diam-diam Kyuhyun terkejut. Ternyata Donghae bisa melihat. Dan Donghae menyambung kalimatnya begitu Kyuhyun tidak juga bersuara.
"Kyuhyun-ssi...," lanjut Donghae lirih tapi tajam. "Kau tahu kalau imo-ku, eomma HyunMin, masih sering menangis sampai sekarang? Kau tahu kalau samchon-ku sampai menyumbangkan baju, sepatu, tas, semua barang-barang HyunMin? Dibagikan ke sembarang orang, yang penting barang itu tidak terlihat lagi dirumah. Kau tahu karena apa? Karena imo-ku akan selalu histeris dan kembali menangis saat melihat barang-barang HyunMin itu. Imo-ku setiap hari akan terdiam di kamar HyunMin sambil membelai lembut ranjang tempat tidur HyunMin. Kau tahu bagaimana perasaanku, bagaimana perasaan keluarga HyunMin? Sakit, Kyuhyun-ssi, sangat sakit di sini," Donghae meremas dadanya kuat, matanya nanar menatap Kyuhyun.
Kyuhyun kembali memejamkan matanya, asal Donghae tahu, dia juga merasakan sakit yang amat sangat, sakit yang bahkan selalu menghantui langkahnya selama ini.
"Aku tidak sengaja," Untuk yang ke sekian kalinya Kyuhyun mengucapkan kalimat itu. Nadanya benar-benar sarat akan penyesalan.
Donghae melirik ke arah Kyuhyun dengan tajam, lalu terduduk di atas rerumputan, dia tahu Kyuhyun ingin berbicara sesuatu. Sedangkan Kyuhyun, dia juga memilih untuk duduk di seberang Donghae dan menundukkan wajahnya.
"Lalu tentang Sungmin...," Kyuhyun menelan ludahnya yang bercampur darah dengan berat, apa dia harus membongkar semuanya di depan Donghae?
Donghae menunggu, menunggu kenyataan yang selama ini bermunculan di kepalanya.
"Dia... aku memohon padanya untuk berpura-pura menjadi kekasihku, bersandiwara, meminta perlindungannya dari yeoja-yeoja yang berada di sekitarku, menjadikannya tameng untuk kepentinganku," Kyuhyun terdiam sejenak, wajahnya semakin menunduk dalam.
Donghae masih diam, menunggu kelanjutan cerita Kyuhyun, meskipun tidak memungkiri dia cukup terkejut dengan kenyataan itu.
"Dia tidak tahu apa-apa, dia hanya tahu aku sangat membutuhkan pertolongannya saat itu. Jadi, ku mohon jangan menyakitinya."
Donghae tersenyum sinis.
"Dan asal kau tahu, HyunMin itu cinta pertamaku, aku tidak pernah jatuh cinta pada siapapun sebelumnya apalagi memiliki kekasih sebelum HyunMin, aku tidak sebrengsek yang kau pikirkan," Kyuhyun mengakhiri ceritanya. Dia sudah membuka semuanya, membuka kedoknya, bahkan melanggar janjinya yang dia buat sendiri pada Sungmin.
Donghae kembali berdecih dan tersenyum sinis. HyunMin cinta pertamanya, siapa yang mau percaya? Donghae bahkan yakin si pembunuh ini sudah mengenal cinta pertama saat masih di TK, atau bahkan sebelum itu. Dan namja imut dan manis model Sungmin mana mungkin dibiarkan Kyuhyun begitu saja! Meskipun orientasi seksualnya jadi berubah, tapi kalau itu Lee Sungmin dia bisa memahaminya.
Pantas saja, Sungmin selalu mengelak setiap kali topik pembicaraan dia belokkan ke arah Kyuhyun. Karena ternyata, namja mungil itu memang tidak tahu apa-apa dan tidak memiliki kepentingan apa-apa.
Donghae memang sudah merasa ada yang tidak beres dalam hubungan Sungmin dan Kyuhyun. Berkali-kali kalau dia sedang iseng, lewat di depan rumah Sungmin saat malam Minggu atau Minggu pagi-siang-sore-malam, dia melihat Sungmin hampir selalu ada di rumah. Dan dia yakin seribu persen bahwa pertemuan mereka di trotoar saat itu adalah bukan kali pertama Sungmin jalan sendirian.
Bahkan Donghae sempat mengira, Sungmin pasti sudah terpesona dengan wajah tampannya Kyuhyun, sama seperti yeoja-yeoja-nya yang dulu, dan menyerah tanpa syarat seperti yang selama ini selalu terjadi. Makanya namja itu pasrah saja menerima perlakuan apa pun juga.
Donghae juga mengira Kyuhyun hanya memanfaatkan Sungmin untuk melupakan masa lalunya. Hanya bagian yang tergelap pastinya. Sementara sisanya, pasti akan dia ulangi!
Karena itu, untuk bisa mewujudkan rencananya, jelas saja Donghae harus merebut Sungmin terlebih dahulu. Cinta urusan belakang, karena memang bukan Sungmin sasarannya. Dia perlakukan si mungil itu dengan begitu baik, memanjakannya dengan mewujudkan semua keinginannya, menjaganya sungguh-sungguh setiap kali mereka bersama, lebih karena tadinya dia mengira akan memberikan kesedihan yang dalam pada saat dia menghancurkan Kyuhyun demi kematian sepupu yang paling disayanginya.
Tapi ternyata, sekarang mantan jagoan ini jadi begitu rapuhnya sampai perlu bantuan seorang namja mungil untuk melindunginya.
"Sungmin untukku! Bagaimana?" tanya Donghae tiba-tiba, Kyuhyun tersentak.
"Untukmu? Apa maksudmu?"
"Sudah cukup, Kyuhyun-ssi, kau bersembunyi di belakang punggungnya!"
"Sayangnya... tidak bisa!"
"Wae!?" tanya Donghae dengan suara mendadak tajam.
"Aku menyayanginya!"
"Kau bilang tadi dia hanya tameng! Kau ini bagaimana sih?"
"Tapi bukan berarti bisa seenaknya kau minta!"
Donghae berdecak. Lagu lama! Ditatapnya sekujur tubuh Kyuhyun yang penuh lebam.
"Mana yang paling sakit?" tanyanya. Kening Kyuhyun mengerut. Dan meskipun dia heran dengan pertanyaan itu, tanpa curiga dia menunjuk dada kanannya. Donghae tersenyum tipis.
"Kalau begitu... mian!" Dihantamnya dada Kyuhyun dengan satu pukulan keras. Tak ayal, Kyuhyun terjembab dengan suara erangan yang tersedak di kerongkongan.
"Butuh tameng, hanya sandiwara, tapi sayang! Kau benar-benar tidak bisa dipercaya! Sungmin untukku. Titik!"
"Lee Donghae!" Kyuhyun buru-buru mencekal pergelangan kaki Donghae saat namja itu bersiap pergi. "Aku tidak ingin melihat eomma-ku menangis lagi!"
Donghae tertegun. Kalimat itu menyiratkan kesungguhan Kyuhyun untuk benar-benar berubah. Tapi sedetik kemudian dia tidak peduli.
"Itu urusanmu! Oke? Sekarang aku mau pergi ke rumah calon kekasihku. Kau tidur saja di sini!" ditepuknya pipi Kyuhyun. "Nanti aku panggilkan ambulans!"
Donghae pergi. Meninggalkan Kyuhyun yang terkapar di atas rumput. Kyuhyun mencoba bangun, tapi pening hebat di kepala, juga rasa nyeri luka-lukanya, membuatnya menghentikan usahanya. Akhirnya dia tergolek pasrah. Ditudunginya kedua matanya dengan sebelah lengan saat sinar matahari yang terik menyorot tajam.
.
.
Begitu mobil Kyuhyun melesat pergi, Sungmin langsung keluar rumah dan menyetop taksi, kembali lagi ke sekolah. Tapi ternyata kedua namja itu tidak ada. Hampir pingsan dia periksa semua ruangan di sekolah. Nihil. Kosong.
Saat iseng dia bertanya kepada penjaga sekolah, dan mendapatkan jawaban bahwa Kyuhyun tidak kembali lagi, dan Donghae juga langsung pergi tidak lama setelah Kyuhyun mengantar Sungmin pulang.
Sungmin jadi semakin waswas. Dia merasa sesuatu akan terjadi. Sampai malam Kyuhyun dan Donghae ternyata tidak pulang. Ponsel mereka berdua tidak aktif, dan saat dia menelepon ke rumah mereka, jawaban yang dia dapatkan selalu sama, "Belum pulang".
.
.
Malam sudah larut, tapi Kyuhyun masih terjaga. Terbaring di tempat tidur. Tubuhnya terasa luluh lantak setelah digempur Donghae tadi siang.
Sambil menatap sayu selembar kertas berwarna soft pink, Kyuhyun mengingat kejadian beberapa hari lalu, hari di saat hatinya hancur dan pikirannya lelah, hari di saat Sungmin tiba-tiba memberinya kertas berwarna soft pink itu, entah karena benar-benar perhatian atau karena terpaksa melakukannya.
"Masih jadi pikiran ya?" tanya Sungmin saat itu, di dalam mobil Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum tipis mendengar pertanyaan Sungmin. Apa itu sesuatu yang dengan mudahnya bisa dilupakan? Membunuh seseorang, meskipun tanpa sengaja. Seseorang yang justru paling dekat di hatinya. Seseorang yang selalu hadir dalam lebih dari seribu mimpinya.
Sungmin tersenyum tipis, lalu mengangguk kecil. Sungmin paham meskipun tidak ada jawaban yang Kyuhyun berikan.
"Kyu, aku membawakanmu ini. Mungkin saja kau bisa tenang. Dibaca, ne?" Namja mungil itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tas. Selembar kertas bernuansa soft pink. Lembut dengan tebaran camar putih. Di atasnya terdapat baris-baris kalimat, tertulis dengan tinta biru laut.
"Puisi?" tebak Kyuhyun saat itu. Heran dan surprise.
"Bukan! Terlalu bagus aku membawakanmu puisi!"
Kyuhyun tersenyum dengan jawaban yang sedikit judes itu. Sungmin selalu seperti itu. Walau terkadang ketus, namja itu telah melindunginya sungguh-sungguh.
"Ini doa!"
Doa? Kening Kyuhyun mengerut.
"Doa?"
"Ne. Aku lupa dari mana aku mengutipnya. Tapi kalau tidak salah ingat, ini doa peziarah dalam perjalanan menuju Santiago de Compostela. Doa ini indah sekali, Kyu." Sungmin menatapnya, kesungguhan terpancar dari dua bola matanya.
"Doa terindah. Bisa menenangkan. Mudah-mudahan kau juga akan seperti itu."
"Kalau aku tidak mau menerimanya?"
"Sayangnya harus iya!" Sungmin kontan melotot, membuat Kyuhyun jadi tersenyum lagi. Kyuhyun ingat, ternyata beberapa hal yang pernah dilakukannya kini berbalik di lakukan si mungil itu terhadapnya.
"Boleh aku baca dulu?" tanya Kyuhyun.
Kedua alis Sungmin bertaut, dia tersadar. "Oh, iya! Belum kuperlihatan padamu ya?"
Setelah memegang kertas bernuansa soft pink itu, Kyuhyun tertegun. Tertunduk kelu menatap barisan kata-kata itu.
Tuhanku...
Bicaralah padaku bila aku kesepian
Bisikkan dukungan-Mu bila aku dirundung kecemasan
Dengarkanlah suaraku bila aku jatuh
Sudilah menjadi bagiku penghiburan dalam perjalanan
Tempat bernaung di waktu panas
Tempat berteduh di kala hujan
Tongkat penuntun dalam kelelahan
Dan penolong dalam bahaya
Semoga aku berhasil
Mencapai tujuanku
Sekarang, dan juga nanti
Pada akhir hidupku.
Sungmin benar. Doa ini indah. Sangat indah. Damai dan meneduhkan.
Itu hadiah terindah kedua yang diberikan Sungmin untuknya. Hadiah yang pertama selau diberikan Sungmin di ujung minggu, sebelum namja itu turun dan menutup pintu mobilnya.
"Besok jangan lupa ke gereja ya?"
Selalu. Seperti itu.
Dan di hari-hari berikutnya, perlahan Kyuhyun sadari, betapa indah satu pesan itu.
Saat ini, saat doa ini dibacanya kembali, benar-benar ingin dipeluknya Sungmin kuat-kuat, sebagai tanda berjuta terima kasih yang pasti tidak akan pernah cukup.
Untuk doa ini... dan pesan itu...
Malam ini, sama seperti hari itu, doa teduh para peziarah dalam perjalanan panjang mereka menuju Santiago de Compostela membuat Kyuhyun kembali termangu.
Tuhanku...
Bicaralah padaku bila aku kesepian...
Dua baris pertama yang begitu menyentuh. Selalu. Saat ini, bukan hanya kesepian yang dirasakannya. Tapi juga kesedihan, kehilangan, kecemasan, kesakitan, juga keputusasaan. Begitu banyak. Sangat banyak.
Perlahan kepalanya terkulai, tangannya jatuh ke tempat tidur, masih memegang kertas soft pink itu. Perlahan, doa teduh itu terulang. Jauh di relung terdalam.
Tuhanku...
Bicaralah padaku...
.
.
TBC
Hah... beraaaat! Jadi itu kemaren ceritanya sebelum keluar kelas Hae membisikkan sesuatu ke Kyu agar bertemu di tempat yang sudah di tentukan Hae, dan terjadilah kejadian di atas. Di novelnya juga tidak di tulis sih, tiba-tiba aja seperti itu. Mian atas update-an yang tak tentu arah dan waktu ini, hehe, maklumi saja, ne. Saya malah tidak bisa kalau harus di targetkan. Oke... semoga suka ^^.
abilhikmah : Chap ini Kyu kasihan lho chingu .
ammyikmubmik : Kekeke #dengerinnyanyi. Kalau chap ini? Lagi-lagi tekad Kyu untuk nyatakan cinta terhalangi, kali ini sangat besar rintangannya .
riesty137 : Donghae sudah ngeluarin anceman sih saeng, mutlak, entahlah... tunggu saja di chap2 selanjutnya ^^.
danhobak : Mwehehehe ^^. Bahkan chingu saja tahu maksudnya, Kyu memang benar-benar tidak peka ya -_-.
chu : Keke, kan ceritanya di sini Ming emang kaya' marmut ^^. Sebenarnya saya juga pengen tahu sih mereka bolos kemana saja :-/. Em... kalau menurut chingu dari kata-kata Hae, dia sebenarnya suka ndak ma Ming? Ini lanjutannya ^^.
sissy : Haha tapi sayangnya Kyu sepertinya harus benar-benar berjuang sampai akhir deh untuk Ming. Oke ini next-nya ^^.
BunnyMinnie : Bukan jangan-jangan lagi, tapi memang semua keluarga HyunMin menganggap Kyu itu sebagai pembunuh . Ini 1 minggu, anggap saja cepat deh ya ^^.
Cho MeiHwa : Silahkan ^^.
217NAP : Oke, ini lanjutannya ^^.
endah. kyumin137 : Yah... malah ngakak, gagal dah pengen bikin orang tegang :-/. Em... chap ini dijamin ndak ngakak deh :-o. Ini next chap-nya saeng... #hugbalik ^^.
5351 : Hu'um . Iya... tuh sampe' baku hantam berdarah-darah. Menurut saya sih itu HOT makanya saya bilang HOT, hwehe. Ini next-nya ^^.
dming : Ah... syukurlah kalau akhirnya dapat feel-nya juga ^^. Mwehehehe sebenarnya hanya menyesuaikan cerita sih, apalagi ini saya rubah jadi BL :-D. Kekeke untuk penambahan KyuMin moment-nya sussah banget, bingung mau di tempatin di mana . Gomawo sudah review banyak sekali, ini next-nya dan semoga suka.
vila13kyuvil : Ini anjutannya ^^.
LiveLoveKyumin : Hweheh belum beres tuh chingu, mereka hanya mencari tempat yang lebih leluasa saja. Ini next-nya ^^
LauraRose14 : Hu'um eon, dan sayangnya justru sebaliknya, Kyu cerita ke Hae siapa Ming sebenarnya dan Kyu tidak cerita apa-apa ke Ming tentang siapa Hae itu . Ini pas seminggu lho eon, kekeke. Mwehehehe kan emang fitnah eon, demi kelangsungan cerita aja, bayangin Hae pake' insoles 30 cm deh, kekeke. Nado gomawo... semangat! #emmuach 3
Pipinkyuu : Kekeke itu Kyu udah putus asa parah #tunjukatas. Ini lanjutannya ^^.
Chella-KMS : Hu'um, sangat merasa bersalah, sampai dia tidak bisa berbuat apa-apa saat Hae menghajarnya . Untuk sandiwara, semua itu kembali ke KyuMin-nya chingu, mereka maunya gimana #eh, hehe, di tunggu saja di chap selanjutnya ^^. Sama-sama, ini lumayanlah, seminggu :-D.
fonami-kyuminelf : Kekeke iya, Ming pasti juga ngerti kok ^^. Iya, dan bahasanya lo-gue gitu, hoho.
Cho Adah Joyers : Kekeke, awalnya sih sangat jelas memperalat Ming, tapi semakin kesininya... ndak tahu deh, sepertinya dia sudah terpesona dengan bunny imut, mungil, manis dan montok itu ^^.
chominhyun : Iya. Oke, ini lanjutannya saeng ^^.
fenigista99 : Kekeke sabar chingu, jangan ikut Kyu esmosi dong ^^. Sepertinya keduanya tidak baik-baik saja deh . Ini lanjutannya, Fighting! ^^.
HKY : Kekekeke sadis dah saeng, tuh Kyu udah lebam2 gitu masa' masih kurang :-D. Hu'um, Hae bikin perhitungan sama Kyu, dan untuk tahu apa Hae akhirnya jadi sayang beneran/tidak sama Ming, lihat saja di chap2 selanjutnya, kekeke ^^.
Guest : Sepertinya sih sudah masuk dalam tahap suka chingu, lihat saja deh di chap2 selanjutnya . Ini lanjutannya ^^.
Okalee : Hu'um. Iya... setelah kita nerima begitu banyak KyuMin moment, pasti ada saja yang bikin patah hati kemudian harinya . Sepertinya itu hanya hoax, tidak ada pemberitaan lebih lanjut kan. Ya... jadi joyers itu memang berat chingu, kudu benar-benar nyiapin hati dari kemungkinan2 seperti ini, apalagi kemungkinan akhir yang terbesar itu, hiks... saya jadi sedih :'(.
ShinJiWoo920202 : Itu masih pemanasan chingu, dan chap ini intinya. Iya kasihan Ming, dia benar-benar korban, ndak tahu apa-apa tapi terlibat sangat jauh . Ini lanjutannya ^^.
sary nayolla : Iya . Oke... ini lanjutannya, semoga suka ^^.
danactebh : Oke, ini lanjutannya ^^.
lee sunri hyun : Eng... yang datar Ming atau ceritanya atau saya-nya chingu? Makasih sudah review ^^.
ratu kyuhae : Sayang sekali chingu, chap ini justru KyuHae, hehe. Wah... saya juga ndak tahu, di PC aja saya juga ndak tahu gimana cara ngilanginnya, em... pake' Opera Mini saja chingu, sepertinya ndak ada peringatan gitunya ^^. Oke, ini lanjutannya ^^.
ndah951231 : Kekeke gomawo, padahal novelnya juga sangat bagus lho ^^. Hehe ada suatu kesalahan teknis di masa lalu saeng #apadahbahasanya. Bikin perhitungan dooong... itu yang sangat Hae tunggu-tunggu selama beberapa bulan ini, dan Ming emang bener2 korban di sini, KyuHae jahat ya .
jihan : Mwehehehe kan ngikutin novelnya chingu, dan novelnya emang interaksinya super ringan seperti KyuMin di sini ^^. Tenang saja, nanti bakalan ada poppo kok, untuk sekarang poppo cacao dulu aja, ne ^^.
shyuuu : Hah... semoga chap ini tidak semakin memperburuk keadaan chingu, saya sudah siap-siap ambulans neh, biar nanti kalo kejadian beneran langsung bisa di gotong bareng-bareng ama Kyu yang lagi tepar # sayajugamau. Ndak kilat sih, tapi lumayanlah seminggu, hehe, semoga suka ^^.
sitara1083 : Iya, dan untuk Hae ndak benar-benar suka sama Ming, tidak bisa diputuskan seperti itu juga sih chingu, terbukti dengan ancaman Hae ke Kyu di atas. Hu'um, ayo kita jitak sama-sama deh -_-.
cintakyumin137 : Hwehehehe udah beres kok saeng, karena ndak punya patokan apa-apa akhirnya eon ngarang bebas deh ^^. Tuh yang pas Hae bilang kalo eommanya Hyunmin masih sering nangis dan Kyu beberin siapa Ming sebenarnya ke Hae, semoga saja nyambung sama ceritanya, hehe. Ini lanjutannya, semangat! ^^.
mayasiwonest. everlastingfriends : Kalau untuk Hae ndak suka Ming, masih belum bisa dipastikan chingu, jadi siap-siap saja, ne ^^. Ini seminggu, cukup cepat kan, semoga suka ^^.
gyumin4ever : Iya ^^.
Ria : Kyu ndak tahu Hae karena dia ndak pernah ketemu sama Hae, dia tahunya hanya HyunMin punya sepupu yang slenge'an dan sayang banget sama dia. Iya tahu, dan dia sangat terpukul sama berita itu dan memutuskan mencari Kyu untuk balas dendam. Ini lanjutannya ^^.
imSMinL : Mantan kekasih Kyu, di chap 2 sudah pernah di jelaskan kok, waktu Kyu minta Ming jadi tamengnya ^^.
AnjarHana137 : Kekeke, mereka berjalan dengan tenang seperti itu karena mereka berdua sudah punya rencana sendiri begitu sekolah usai ^^.
Guest : Ah... cerita saya dari awal, awal publish atau awal cerita ini? Hem... apapunlah, gomawo sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan2 saya, gwaenchana... ^^. Semangat! ^^.
Queenshi137 : Kekeke awalnya sih emang cuma manfaatin aja saeng, tapi seiring berjalannya waktu, entahlah... sepertinya bang Ikan benar-benar tertarik deh dengan Ming #LirikKyu. Seminggu nih, lumayan-lah, Hwaiting! ^^.
Cywelf : Oke, ini lanjutannya ^^.
devilojoshi : Dan perasaan ndak enaknya sepertinya benar-benar menjadi kenyataan . Iya... novelnya emang sangat menarik, tengah2 konflik tiba2 ada aja yang bikin ketawa. KyuMin moment-nya... saya ikut novelnya aja deh, hehe. Oke, ini lanjutannya ^^.
Big Thank's to:
abilhikmah, ammyikmubmik, riesty137, danhobak, chu, sissy, BunnyMinnie, Cho MeiHwa, 217NAP, endah. kyumin137, 5351, dming, vila13kyuvil, LiveLoveKyumin, LauraRose14, Pipinkyuu, Chella-KMS, fonami-kyuminelf, Cho Adah Joyers, chominhyun, fenigista99, HKY, Guest, Okalee, ShinJiWoo920202, sary nayolla, danactebh, lee sunri hyun, ratu kyuhae, ndah951231, jihan, shyuuu, sitara1083, cintakyumin137, mayasiwonest. Everlastingfriends, gyumin4ever, Ria, imSMinL, AnjarHana137, Guest, Queenshi137, Cywelf, devilojoshi
Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^
#bow
Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.
