Sungmin mendongak.

Kyuhyun tertegun melihat sepasang mata itu. Menatapnya sayu. Mata itu terluka, begitu jelas. Dan tampak kabur di balik lapisan bening yang berkaca.

Sungmin menangis!

.

.

Pair : KyuMin

Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast

Rate : T

Genre : Comedy, Romance

Length : Chaptered

Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).

Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.

Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.

DLDR

enJOY

.

.

Sungmin ternyata benar-benar membuktikan ucapannya. Sekarang dia benar-benar tidak peduli. Masa bodo. Kalau Kyuhyun dan Donghae bisa mengakhiri semuanya dengan cara mereka sendiri, semau mereka sendiri... dia juga bisa!

Dia juga akan mengakhiri semua ini dengan caranya sendiri! Meskipun terlambat.

Donghae, yang belum tahu kalau medan telah berubah, muncul pagi ini. Seperti biasa. Dengan wajah yang selalu cerah dan sepasang mata indah yang selalu tertawa, namja itu mendekati meja Sungmin dan duduk di bangku di depannya.

"Annyeong, Manis!" sapanya. "Ada kabar apa pagi ini?"

Sungmin menatap dingin.

"Jangan coba-coba lagi kau memanggilku 'manis'! aku bukan kucing, tahu!" jawabnya ketus. Sungmin lalu berdiri, kemudian ke luar kelas. Donghae kontan bengong, sementara Kyuhyun hanya tersenyum tipis.

"Pasti gara-gara kau!" desis Donghae ke wajah yang selalu tenang tanpa riak itu. Buru-buru Donghae berdiri lalu berlari menyusul Sungmin.

"Minnie!" Dikejarnya Sungmin dan diraihnya tangan namja manis itu, memaksa Sungmin berhenti dari langkahnya yang sudah seperti tentara akan maju perang.

"Jangan sembarangan pegang-pegang ya!" bentak Sungmin galak.

"Mian! Mian!" Donghae buru-buru melepas tangannya. "Kau hari ini galak sekali. Ada apa?"

"Terserahku!"

"Jangan seperti itu. Tidak enak kan. Kenapa marah-marah?"

"Kau mau aku tidak marah?"

"Neeeee!" jawab Donghae langsung, sambil meringis persis anak TK.

"Kalau begitu...," Sungmin memunculkan dua gigi kelincinya sedikit, "ceritakan yang sebenarnya!"

"Tentang apa?"

"Tentang adegan baku hantammu dan Kyuhyun saat itu."

Donghae langsung kelihatan bingung, serbasalah. "Neeee" panjangnya seketika terlupakan.

"Eng..."

Sungmin menunggu kelanjutan "eng..."-nya Donghae yang panjang itu, tapi ternyata tidak ada.

"Mau cerita tidak!?" sentaknya. Dia pelototi Donghae. "Kalau tidak, aku tidak mau bicara lagi denganmu!"

"Min, jangan seperti itu."

"Jangan seperti itu bagaimana!?" jawab Sungmin judes. "Kau bisa semaunya. Kyuhyun bisa semaunya. Kenapa aku tidak?"

Donghae semakin kebingungan.

"Kau mau memberitahuku tidak!?" Ditatapnya Donghae tajam-tajam. Menunggu. Tapi namja itu ternyata tetap bungkam. Sungmin mendesis. Marah, juga putus asa. "Ya sudah! Gwaenchana! Tapi mulai sekarang aku tidak mau lagi bicara denganmu! Dan aku juga tidak mau melihatmu lagi!"

"Lalu, aku tidak boleh sekolah, begitu?" tanya Donghae babo.

"Itu urusanmu!"

Donghae berdecak. Dia memegang dagu, berpikir keras mencari jalan keluar terhadap ancaman Sungmin yang sepertinya serius sekali itu.

"Atau begini saja. Kita kan satu sekolah. Mau menghindar bagaimanapun juga, yang namanya kemungkinan bertemu pasti ada. Nanti kalau kau melihatmu, kau merem saja deh. Begitu juga kalau aku yang lebih dulu melihatmu. Aku pasti langsung merem."

Sungmin menyangka Donghae hanya bercanda, tapi namja mungil itu lupa kalau Donghae itu sableng. Saat mereka tidak sengaja berpapasan, Donghae langsung merem rapat-rapat tapi sambil terus berjalan. Alhasil dia menabrak sekelompok yeoja yang sedang asyik duduk mengobrol. Yeoja-yeoja itu langsung menjerit-jerit, soalnya Donghae jatuh tepat di tengah-tengah mereka. Malah ada yang telak-telak tertimpa.

Mau tidak mau Sungmin jadi tertawa, melihat Donghae buru-buru berdiri lalau terbirit-birit lari menghindar gara-gara dicubiti ramai-ramai.

"Annyeong!" seru Donghae sambil melambaikan tangan tinggi-tinggi untuknya.

Terkadang Sungmin goyah juga kalau memikirkan semua itu. Donghae sangat menyenangkan. Mereka mengalami hari-hari yang begitu cerah. Mengingatnya lagi, selalu menghadirkan kembali semua hari yang pernah mereka lewati.

Tapi kalau ingat bagaimana Donghae dan Kyuhyun menyembunyikan sesuatu, sementara Sungmin sudah benar-benar terlibat, kekesalan itu kembali naik. Kini Sungmin akan sekuat tenaga berusaha tidak peduli pada semua kekocakan Donghae.

Apalagi Kyuhyun juga tetap sama. Namja itu masih Kyuhyun yang tenang, tanpa banyak bicara. Terkadang Sungmin heran, bahkan tidak pernah tahu siapa namja yang duduk di sebelahnya itu. Namja yang telah menangis di hadapannya, dan dengan susah payah telah ditolongnya.

Kyuhyun itu patung bernyawa. Kyuhyun itu bibir yang jarang mengeluarkan kata-kata. Kyuhyun itu sepasang mata tanpa ekspresi. Keseluruhan, Kyuhyun itu benar-benar... tetap tanda tanya!

Sungmin tidak sadar. Meskipun diam, sepasang mata Kyuhyun selalu mengawasinya. Tak lekang, dan tetap mengikuti ke mana-pun dia pergi.

.

.

Kyuhyun tidak masuk hari ini. Tapi Sungmin sudah tidak mau peduli. Biar saja, karena tidak ada lagi peran yang harus mereka pentaskan. Orang-orang yang ingin tahu tentang hubungan mereka juga drastis berkurang. Mungkin karena keranggangan mereka terlalu mencolok mata.

Tapi ketika sampai hari ketiga-pun Kyuhyun belum muncul juga, mau tidak mau Sungmin jadi bingung. Dia tidak bisa lagi tidak peduli. Dan dari informasi yang susah payah dia dapat dari TU, Kyuhyun ternyata sudah ijin untuk tidak masuk selama satu minggu!

Satu minggu!?

Sungmin benar-benar tercengang. Dia lebih tercengang lagi saat menelepon ke rumah namja itu –karena ponselnya mati total- dan pembantu Kyuhyun bilang bahwa Kyuhyun pulang ke Boseong, kota kelahirannya yang terletak di kaki gunung itu. Sendiri!

Meskipun saat itu –dengan penuh emosi- Sungmin mengucapkan ikrar di depan Doghae bahwa dia tidak mau bebicara lagi dengan namja itu, keadaan ternyata memaksanya mencari Donghae. Soalnya, siapa lagi yang bisa ditanyai tentang masalah sebenarnya selain Donghae?

Donghae sedang sendirian di kelasnya. Sibuk dengan miniatur pesawat. Hobi maniak di luar lukisan yang sedetikpun tidak bisa dia tinggalkan. Begitu dilihatnya Sungmin, kontan wajahnya jadi cerah.

"Halo, honey," sapanya sambil nyengir lebar. Sungmin salut juga. Donghae ini kok tidak bisa tersinggung ya? Padahal saat itu, saat Sungmin bilang sudah tidak mau lagi bertemu apalagi berbicara, dia sudah memakai kosakata yang cukup menyakitkan di telinga. Tapi ternyata namja ini masih juga menyambutnya dengan panggilan manis.

"Kyuhyun sudah tiga hari tidak masuk, Hae," kata Sungmin pelan.

"Jadi kau sekarang mencariku, begitu? Karena Kyuhyun tidak ada?"

"Kau jangan asal bicara ya! Memangnya aku model namja yang seperti itu?" Sungmin tersinggung. Donghae tertawa lebar.

"Mian, Min. Bercanda. Lalu?"

"Ne. Kyuhyun sudah tiga hari tidak masuk."

"Itu sih bukan urusanku."

"Aku tidak akan mencarimu kalau itu bukan urusanmu."

"Apa maksudmu?" Donghae menatap namja mungil di sebelahnya. Sungmin balas menantang sepasang manik hitam pekat itu.

"Kau baku hantam dengan Kyuhyun... bukan gara-gara aku, 'kan?"

Donghae tidak langsung menjawab. Dia kembali memusatkan perhatiannya ke pesawat kecil di tangannya.

"Kenapa kau bilang seperti itu?"

"Ya karena... karena aku selalu bilang pada Kyuhyun ke mana aku pergi. Dengan siapa saja, berapa lama."

Donghae tertawa pelan mendengar kalimat itu.

"Lalu? Kau mencariku hanya ingin memberitahu itu?"

Sungmin jadi kesal.

"Tadi kan aku sudah bilang! Aku mencarimu itu ingin bertanya, kalian bertengkar gara-gara aku atau bukaaaaan!?"

Lagi-lagi Donghae tidak langsung menjawab. Dia menarik nafas panjang-panjang.

"Bukan," jawabnya pelan. "Karena kalau kau yang menjadi sebab, dia tidak akan hanya bonyok seperi itu, Min... Tapi ku bunuh!"

Sungmin tercengang.

"Ini sebenarnya ada apa sih? Aku tidak mengerti!"

Bukannya menjawab, Donghae malah menatapnya lurus.

"Jadi kekasihku, Min. Mau, ya?" katanya. Benar-benar membuat jantung Sungmin langsung melompat. Mulutnya sampai mangap lebar-lebar saking terkejutnya.

"Kau bicara apa sih? Memangnya ini masih kurang kisruh ya?"

Donghae diam. Bebarapa saat suasana jadi senyap. Sampai kemudian Donghae berdiri.

"Aku sedang melakukan apa ini, Min?" Namja itu membuat gerakan-gerakan aneh. Dua tangannya menggapai-nggapai ke segala arah. Kesepuluh jarinya membuka dan menutup bergantian.

Sungmin menarik nafas panjang-panjang. Menahan sabar.

"Hae, aku tidak sedang bercanda. Aku tidak mengerti sebenarnya itu ada apa?"

Tapi Donghae tidak menjawab.

"Ini namanya menggenggam angin," Donghae malah menerangkan arti gerakan-gerakan itu. "Aku pernah membaca salah satu cerita yang judulnya Menggenggam Angin. Sesuatu yang sia-sia. Arra? Ya seperti ini. Tadinya aku mengira ungkapan itu lebih tepat 'menggapai awan'. Tapi sekarang aku sudah tahu kalau awan itu ternyata tidak begitu tinggi. Malah ada yang sangat rendah."

"Lee Donghae!" bentak Sungmin kesal. Donghae tidak peduli.

"Angin itu memang terasa. Kita tahu ke mana dia berhembus. Kadang dia lembut, kadang keras. Malah terkadang terlalu keras. Tapi yang lucu, sekeras apa pun yang namanya angin, kita tetap tidak bisa menggenggamnya sedikit-pun. Padahal dia bisa melempar kita jauh-jauh!"

"Donghaeeee!" jerit Sungmin, hampir menangis. Karena Donghae begitu sibuknya membicarakan angin, akhirnya Sungmin mengulurkan tangan kanannya dan mencubit lengan Donghae keras-keras. Sesudahnya barulah namja itu memekik dan berhenti bicara tentang angin.

"Kalau kau tidak mau bicara, ku cubit sampai benar-benar biru!" ancam Sungmin. "Kalau perlu tangan kiriku juga akan ku fungsikan nih!"

"Ne! Ne!" Donghae menyeringai kesakitan

"Mau bicara tidak!?"

"Ne! Aduh, Min! Sakit, tahu!"

Sungmin melepaskan cubitannya. Donghae langsung mengusap-usap tangannya yang terkena cubitan.

"Gila! Sampai biru begini?" Dia terbelalak.

"Oh... aku bisa nyubit lebih biru lagi. Sampai tanganmu terpaksa diamputasi!" ancam Sungmin. "Mau bicara tidak?"

"Ne! Ne!" Donghae langsung menyerah. "Kyuhyun sekarang sedang 'memanggil angin'."

"Mulai lagi deh!" Sungmin langsung mengangkat tangannya, siap-siap mau nyubit lagi. Donghae buru-buru berkelit.

"Min, aku sedang berbicara yang sebenarnya." Ditatapnya Sungmin tajam-tajam. Wajahnya sekarang benar-benar serius.

"Sini!" Diraihnya tangan Sungmin dan digandengnya namja manis itu keluar kelas, ke bawah lindungan bayang pepohonan yang berderet di samping sekolah. Seebelum memulai, Donghae menarik nafas panjang-panjang.

"Bagiku, kau itu angin, Min," sambungnya lambat dan berat. "Aku tahu ke mana kau pergi. Aku tahu dari mana kau datang. Tapi aku tak bisa membuatmu tetap ada di sebelahku."

"Lalu hubungannya dengan Kyuhyun?"

"Ya itu tadi. Dia sedang memanggil angin. Di tempat yang sama dia sudah membuat HyunMin, sepupuku, kehilangan nyawa. Kalau angin itu datang dan masih angin yang sama, itu artinya kau pun angin untuk Kyuhyun. Hanya bedanya, dia bisa membuatmu tidak berhembus terlalu jauh darinya."

"Jadi Kyuhyun... ke tempat kecelakaan itu!?" desis Sungmin. Terperangah.

"Yap, begitulah!"

"Mau apa dia ke sana?"

"Ya memanggil angin! Aduh... Minnie! Kau tidak mengerti bahasa Korea ya?" Donghae melotot gemas.

"Dia berdiri lagi di sana. Di tempat yang sama. Kalau dia masih juga 'limbung', apalagi sampai 'jatuh', padahal 'angin' yang berhembus mungkin pelan, itu artinya... dia harus melepasmu! Paham!?"

Sungmin mengangguk. Sedikit banyak dia mengerti kalimat panjang Donghae yang diungkapkan dengan bahasa yang terlalu nyastra itu.

"Kenapa kau sebut 'angin'? kenapa tidak langsung saja... kenangan, begitu. Kenangan pahit! Kyuhyun berdiri lagi di tempat itu untuk mengetahui apakah kenangan itu masih jadi jurik, nightmare, trauma!"

Donghae mengangkat bahu sambil tersenyum tipis.

"Kau tanya Kyuhyun deh." Namja itu menepuk pundak Sungmin. "Sudah ne? Sudah cukup jelas, 'kan?"

Sungmin mengangguk. Donghae langsung balik badan dan pergi.

.

.

Sejak tahu kejadian yang sebenarnya, Sungmin jadi semakin gelisah. Rasanya hari Senin tidak akan datang saking lamanya jarum jam bergerak. Dan inilah hobi barunya. Duduk bengong di bawah kerindangan deretan pohon di samping sekolah.

"Sedang apa?" Tiba-tiba Donghae sudah ada di sebelahnya.

"Menunggu angin puyuh."

"Kok?" Namja itu menahan senyum.

"Ne. Soalnya otakku sepertinya sudah bergeser ke pinggir. Jadi aku perlu angin puyuh untuk menjatuhkan salah satu ranting pohon. Satuuuu saja yang besar, agar menimpa kepalaku, agar otaknya kembali lagi ke tengah."

Donghae kontan tertawa geli. Diambilnya tempat di sebelah Sungmin.

"Kyuhyun kok lama ya, Hae? Masa dia perlu waktu sampai seminggu?"

"Yaaaah... karena..."

"Jangan bicara tentang angin lagi!" potong Sungmin.

"Nanti kau ku cubit sampai tanganmu diamputasi!"

Donghae tertawa lagi. "Kau sendiri bagaimana?"

"Maksudmu?" Sungmin menoleh ke namja itu.

"Yah, kalau ternyata..." Kalimat Donghae terpenggal. Tapi Sungmin sudah bisa menduga kelanjutannya. Namja itu jadi mudah tercenung. Padahal ini baru seandainya, tapi sebagian hatinya langsung terasa kosong!

"Yaaaah...," jawab Sungmin lambat-lambat. "Aku akan menjadi angin. Berhembus ke mana ku suka. Dan kalau aku melihat kalian berdua sedang duduk di sini, di bawah pohon besar ini, aku akan berhembus sekencang-kencangnya sampai kalian berdua koit tertimpa pohon!"

Donghae kontan tertawa keras.

Sungmin bangkit dari duduknya, dan bepamitan untuk kembali ke kelas. Donghae menganggukkan kepalanya saat Sungmin berpamitan padanya.

Donghae menatap punggung Sungmin yang menjauh, Sungmin memang sudah terlalu jauh terlibat dalam masalah ini. Dan dia harus segera melakukan sesuatu.

Donghae bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kelas. Saat melewati gudang di dekat kelasnya Donghae mendengar suara dari sana. Suara musik. Dengan perlahan dia mengintip apa yang sedang terjadi di dalam sana. Terlihat, seorang namja manis sedang meliuk-liukkan badannya sesuai dengan irama music, dia terlihat sangat bersemangat meskipun keringat sudah menetes dan memenuhi wajah juga tubuhnya.

Donghae perlahan membuka gudang itu dan masuk ke dalam. Saat alunan musik berhenti dan namja manis itu mengakhiri gerakannya, dengan reflek Donghae bertepuk tangan. Namja manis itu kontan terkejut dan seketika membalikkan badannya menatap ke sumber suara.

"Dance-mu sangat keren," Donghae mendekat ke arah namja itu.

Namja manis itu hanya dapat menatap bingung sambil mengucapkan 'gomawo' dengan pelan.

"Namaku Lee Donghae," Donghae mengulurkan tangannya ke arah namja itu, senyumnya terukir lebar.

Dengan ragu namja manis itu mengulurkan tangannya menyambut tangan di depannya.

"Aku Lee Hyukjae, panggil saja aku Eunhyuk. Aku sahabat dekatnya Lee Sungmin," ucap namja manis itu yang ternyata Eunhyuk.

"Ah... kau mengenalku?" Donghae menjadi salah tingkah mendengar perkenalan Eunhyuk, mengusap tengkuknya.

"Siapa yang tidak kenal denganmu di sekolah ini?" Eunhyuk tersenyum mencoba mencairkan suasana.

"Ah... benarkah? Aku memang selalu terkenal di manapun aku berada." Keduanya tertawa. Kecanggungan di awal perkenalan tadi langsung sirna.

"Dance-mu keren. Aku boleh ikut bergabung. Aku sudah lama ingin mencoba dance."

"Boleh," Eunhyuk tersenyum dengan riang, hingga terlihat gummy smile-nya yang indah.

Manis. Dan Donghae melupakan rencananya pada Sungmin untuk sejenak.

.

.

Hari Senin, pagi-pagi Sungmin sudah duduk di bangkunya. Begitu cemasnya dia ternyata. Tidak disangka. Dia pikir, dia tidak akan pernah seperti dulu, memedulikan Kyuhyun dengan seluruh perasaannya.

Dia pikir, dia telah sukses menghilangkan perasaan itu. Berbulan-bulan bersama. Duduk semeja. Membuat skenario tentang malam Minggu. Cerita tentang Wibong, Yukdam, N Seoul Tower, Teddy Bear Museum, Hwaseong Haenggung, Lotte World, Nami Island, dan banyak lagi yang semuanya... bohong!

Genggaman tangan, rangkulan, pengawalan, dan segala perhatian yang hanya pura-pura!

Mengingatnya lagi, ternyata bisa juga memancing tawa. Meskipun sedih.

Tapi ternyata, saat segalanya telah berakhir, saat segalanya telah jauh, baru dia sadar. Ada yang berubah. Semua yang telah terjadi menjadi begitu berharga untuk dikenang. Melihat namja itu, walau masih tersisa kemarahan, ternyata memberinya satu keindahan.

Pukul setengah tujuh, yang ditunggu datang. Berjalan masuk dengan gaya khasnya. Tenang dan tak peduli pada sekeliling. Tanpa bisa dicegah, jantung Sungmin berdetak lebih cepat dari yang dia kira.

"Hai," Kyuhyun menyapanya.

"Hai," balasnya sedikit gugup. "Kau... dari mana saja, Kyu?"

"Kau pasti tahu aku dari mana!"

Sungmin tersentak. Jawaban Kyuhyun itu menusuk telak. Sungmin jadi tergagap.

"Iya kan, Ming?" Kedua alis Kyuhyun terangkat.

"Eh? Apanya?" Sungmin cepat-cepat menunduk, menghindari tatapan namja itu. Ditekurinya buku di depannya yang sudah terbuka sejak setengah jam lalu tapi seluruh hurufnya lewat begitu saja tanpa terbaca.

"Ne. Kau tahu ke mana aku pergi!"

Karena tidak bisa berkelit, akhirnya Sungmin mengangguk.

"Eng... ne."

Kyuhyun tersenyum tipis. "Gomawo," katanya halus.

"Untuk?" Sungmin menoleh.

"Untuk usahamu mencari tahu aku pergi ke mana!"

Sungmin tidak mengerti apa maksud kalimat itu. Kembali dia menekuri buku di depannya, dan perlahan tenggelam dalam lamunan. Sampai tiba-tiba sepucuk daun teh jatuh tepat di atas lembarnya yang terbuka.

Sungmin teregun dan mengangkat wajah. Sepasang mata itu tengah menatapnya. Tapi tidak ada apa-apa di sana. Datar.

.

.

Malam Minggu tiba-tiba Donghae muncul di rumah Sungmin. Sungmin sampai heran melihat penampilan Donghae yang lain dari biasanya. Rapi sekali. Dengan setelan jas yang membalut tubuhnya.

"Aigoo... rapi sekali!"

Donghae meringis sedikit malu.

"Sekali-sekali, Min."

"Mau kemana sih?"

"Mau ke sini."

Mata rubah Sungmin kontan melebar. Dia tertawa geli.

"Meskipun kau berdandan rapi seperti apa juga tetap tidak akan ku beri makan!"

"Gwaenchana. Aku sudah makan. Aku boleh masuk kan, Min?"

"Oh, boleh boleh!" Sungmin mundur sambil melebarkan daun pintu. "Kau dari mana? Pulang dari acara pernikahan?"

Donghae tertawa.

"Habis kalau tidak seperti ini, kau pasti menyangka aku bercanda lagi."

"Aku juga harus rapi?"

Donghae tertawa lagi.

"Tidak perlu. Begitu juga sudah cukup."

Sungmin tidak jadi berjalan ke kamar. Dia duduk di depan Donghae. Sedikit bingung dengan kedatangannya yang lain dari biasanya. Apalagi malam ini namja itu jelas terlihat sedikit gelisah.

Donghae sendiri sekarang malah sibuk mengutuk diri. Saat mereka duduk berhadapan kini, saat Sungmin menatapnya dengan sorot menunggu dan tak mengerti, dia justru jadi kehilangan percaya diri.

Walaupun mereka telah sering bersama, satu dalam canda, tawa, dan sejuta cerita, ternyata masih tetap tidak mudah untuk bicara yang sebenarnya.

"Halo, halo," Sungmin mengusik kesunyian di antara mereka. Donghae tergagap dan seketika sadar dari lamunan. "Kau kenapa sih, Hae? Sedang ada masalah?"

"Yaaah, begitulah kira-kira."

"Apa? Cerita saja."

Donghae diam lagi. Ditatapnya Sungmin dalam-dalam. Kemudian.

"Minnie-ah, jadi kekasihku ya?"

Sungmin kontan terpana. Meskipun ini bukan pertama kali Donghae bicara seperti itu, ekspresi dan penampilan namja itu membuat Sungmin sadar, ini bukan lagi sekedar kelakar seperti hari-hari kemarin.

"Eng... aku tidak bisa menjawabnya sekarang, Hae."

"Aku mengerti. Aku tunggu hari Senin. Ada pameran lukisan di Orchid Gallery. Aku menunggumu di sana. Kalau kau tidak datang, itu berarti..." Donghae mengangkat alis, tersenyum dengan makna tak terbaca.

"Kyuhyun bagaimana?" tanya Sungmin. Lirih dan hati-hati.

"Kyuhyun? Bagaimana apanya?"

"Yang orang-orang tahu, dia kekasihku."

"Biarkan saja mereka semakin bingung. Tidak perlu dipikirkan, mereka tidak penting. Masalah Kyuhyun, kalau jawabanmu nanti iya... dia jadi urusanku!"

Sungmin dan Donghae tidak tahu, dari jarak yang tak terlalu jauh, sepasang mata tajam mengawasi mereka. Dan meskipun Kyuhyun tidak bisa mendengar suara mereka, bahasa tubuh mereka berdua sudah cukup membuat Kyuhyun tahu, ini bukan sekedar kunjungan. Kyuhyun jadi teringat ucapan HyunMin, bahwa yeoja itu memiliki sepupu kesayangan yang slebor kelas kakap!

Jadi kalau sekarang penampilan Donghae sudah seperti orang yang mau pergi ke acara resepsi pernikahan itu, tidak perlu diragukan lagi, dia pasti memiliki tujuan.

Apalagi suasana begitu senyap. Padahal selama ini anak-anak bilang bahwa Donghae dan Sungmin selalu tertawa di mana dan kapan saja. Dan kesunyian yang hanya dipecahkan satu-dua kata itu bertahan sampai kemudian Donghae pamit pulang.

Pasti! Mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius dan sudah pasti... sensitif!

Terlebih lagi saat Sungmin mengantar Donghae sampai pagar halaman dan melepas kepergian namja itu dengan lambaian tangan. Walaupun mobil Donghae telah lama hilang, Sungmin masih juga berdiri diam. Menatap ke ujung ruas jalan. Kemudian, kepalanya tertunduk lunglai, jatuh di atas lengan.

Kyuhyun lebih tak percaya lagi ketika sesaat kemudian Sungmin mematikan lampu teras, duduk di sudut remang, memeluk lutut dengan kedua tangan, lalu menengadah menatap bentangan langit malam. Padahal tidak ada apa-apa di sana. Mendung telah membuat langit hitam pekat. Nyaris tanpa satu-pun bintang.

Sampai sejauh itu! Kedatangan Donghae kali ini ternyata telah membuat Sungmin sedemikian resah.

Sialnya, dulu Kyuhyun tak pernah sekalipun berpikir untuk melihat lagi tempat ini setelah kunjungannya usai. Untuk tahu apakah kedatangannya cukup mempunyai arti. Apakah Sungmin juga pernah sampai seperti itu... untuknya!

Kyuhyun menghela nafas dan menghembuskannya perlahan. Dengan kedua lengan bersilang di atas setir, dia menyandarkan dagunya. Niatnya untuk langsung pulang seketika terlupakan. Dia jadi ingin tahu, seberapa banyak waktu yang diperlukan Sungmin untuk tenggelam di sudut gelap seperti itu.

Malam itu, tanpa salah satu tahu, dua orang sama-sama larut dalam keheningan. Sungmin, untuk satu permintaan Donghae yang di luar dugaan. Sementara Kyuhyun, untuk satu keputusan yang ternyata harus di ambil lebih cepat dari yang dia perkirakan. Karena ternyata tak tersisa banyak waktu lagi. Dan kenyataan kemudian lebih membuatnya tak mampu percaya.

Malam menjelang larut. Akhirnya Sungmin beranjak. Bangkit berdiri, berjalan ke dalam dengan langkah pelan, lalu menghilang. Lampu teras kembali dinyalakan, sementara sebagian lampu di dalam rumah dipadamkan.

Perlahan, Kyuhyun meraih ponsel dalam sakunya.

"Yoboseo, Changmin-ah?"

"Ne."

"Jadi, Min."

"Onje?"

"Besok pagi."

"Oke!"

"Tapi malam ini ku ambil. Mau ku coba sendiri dulu. Takut besok fatal."

"Begitu? Eng..." Suara di seberang mendadak mengecil dan berucap hati-hati, "Kyu, kau yakin tidak apa-apa? Katanya sudah tobat?"

Kyuhyun tertawa pelan, lalu menarik nafas panjang.

"Aku sudah tobat! Hanya ternyata..." Dia menelan kalimatnya. Ternyata ada yang harus dia rebut dengan cara kembali ke masa lalu!

Hanya dengan cara itu!

.

.

TBC

Yuhuuuu... satu minggu lebih beberapa jam ^^. Tidak mau banyak bicara deh, saya hanya tidak sabar menunggu kemunculan Ming kembali dari hiatusnya sambil pamer abs atau... sambil pamer dedek? kekeke. Chap depan End lho... aseeeek, selamat membaca dan semoga suka ^^. #KangenMinnieMinMontok

Untuk yang sudah membaca dan berapresiasi dalam bentuk apapun di ff saya 'Cegukan!' dan 'Uncontrol!' saya ucapkan, Jeongmal Gamsahabnida! ^^.

riesty137 : Kekeke chap besok deh saeng lovey dovey-nya, sekalian pamungkas, kekeke. Ini kilat lho... #dilemparsepatu. Mian, eon lagi sok sibuk, keke ^^.

endah. kyumin137 : Kalo mules ke belakang gih, berabe entar, keke. Semoga chap ini ndak bikin mules lagi ^^. Ini cepet kan saeng? 1 minggu, daripada 1 bulan, hehe. Fighting! ^^.

fonami-kyuminelf : Hehe emang udah porsinya segitu, mian ^^. Untuk ff lain setelah ini... dipikirkan nanti deh, ada rencana sih, tapi belum pasti juga . Semangat!^^.

Neng : Mian, porsinya emang segitu ^^.

chu : Kekeke gwaenchana, saya juga tidak rela berpisah dengan kalian . FFn di blokir Telkomsel? Wow... yang muncul internet sehat/positif-nya itu tho? Yaudah ganti kartu aja, hehe ^^.

mayasiwonest. everlastingfriends : Siiip (y). Gomawo ^^.

miu. sara : Hehe, biasa chingu, ada saja yang mau menjatuhkan mental dengan cara seperti itu. Sudah banyak author yang kena, padahal isi komentarnya juga ndak jelas apa, kalau authornya sensitif bisa langsung down itu ^^. Kekeke tunggu saja besok, ne ^^.

Okalee : Sini... sini... #siaprentangkantangan ^^. Keke, chap rasa nado-nado . Ini lanjutannya ^^.

LauraRose14 : Hwehehe mian eon, porsinya emang hanya segitu ^^. Dan mian juga, ini ternyata seminggu lebih beberapa jam . Nado Gomawo, eon, fighting!^^.

Prince Changsa : Ah... ternyata belum, chingu :-o.

Cho Adah Joyers : Sadar-sadar ndak sih sepertinya, hehe.

AngelKM137 : Saya juga bingung dengan mereka #pegangdagu. Hehe ini sudah 15 chap lho, dan besok 16? Masa' kurang. Moment mereka di simpen buat chap depan saja, ne ^^. Fighting!^^.

Maximumelf : Hehe sopan kok, itu tadi maksudnya sih hanya mau membeberkan fakta saja, dan kalau diletakkan di bawah jadi tidak nyambung . Oke... saya tidak akan menyelipkannya lagi, gomawo ne sarannya ^^.

stawberry rae : Ah... syukurlah kalau suka ^^. Jujurlah sayang... aku tak mengapa... #nyanyi.

7D : Iya chingu, seSUJU! #ikutemosi. Gomawo, ini lanjutannya ^^.

Guest : Hehehe mungkin chingu . Biasa chingu, ada oknum yang tidak suka kalau ada author KyuMin atau ff KyuMin berkeliaran, sayang sekali itu tidak ngefek ke saya ^^. Ini lanjutannya, 파이팅! ^^.

5351 : Haha, jangan dooong, ntar ndak jadi KyuMin ini ceritanya ^^. Ini next-nya ^^.

HyunkiLee : Ndak nyesek kan chap ini? Hanya scene akhirnya aja bikin bimbang ^^. Hwaiting!^^.

lee sunri hyun : Keke sabar chingu, ya... bentuk care-nya Kyu itu ya seperti itu ^^.

Cywelf : Oke ^^.

pumpkinsparkyumin : Kekeke sabaaaar #pukpuk. Bang Ikan nyolong start tuh chingu, cekek saja tuh si Ikan nemo #ditendangHae. Ini lanjutannya, Hwaiting!^^.

Akilla Mecca : Ah... gomawooo... saya juga suka sama rate M #mesummodeon, tapi ndak bisa buatnya ^^. Novel aslinya juga sangat santai dan ringan kok bahasanya . Ini lanjutannya, sekali lagi gomawo untuk review dan pujiannya /.

Chella-KMS : Mweheheh mian . Kekeke kalau mau ngrebut Ming siap-siap dibawain clurit sama Kyu . Kenapa Kyu masih nempelin Min? Karena... Kyu cinta dan sayang banget sama Ming ^^. Ini lanjutannya, 3k, lumayanlah daripada kemarin, hehe. Semangat!^^.

may. moon. 581 : Misi kali ini 'Ayo kita satukan KyuMin!', kita lihat saja besok ^^. Ini next chap-nya ^^.

airi. tokieda : Hehe kita saksikan saja di chap terakhir besok ^^

kyumin pu : Hehe, update-nya ndak karuan sih . Gomawo review borongannya ^^. Iya, chap besok tamat , ini lanjutannya ^^.

sissy : Kekeke 'seme'-nya dong chingu yang harusnya nembak duluan . Ini next-nya ^^. Saya juga kangen sama Ming ,.

dming : Kekeke iya, saya biasa saja kok, KyuMin moment-nya emang ndak bisa di sempil-sempilin sembarangan, gomawo ne ^^. Ini next chap-nya, Fighting!^^.

Zahra amelia : Hehehe iya, mereka emang sekate-kate . Kalau menurut saya mereka hanya ingin menjatuhkan mentalnya penulis saja, saya yakin author KyuMin banyak yang kena bash/flame yang ndak jelas seperti itu. Bahkan di ff saya yang sebelumnya itu frontal banget nge-bash KyuMin-nya, dan ndak ada sangkut pautnya apa-apa dengan ff, semacam dia memang niat ingin menghina KyuMin dan penulisnya. Ndak heran kalau FFn sepi dari ff KyuMin, banyak oknum tidak bertanggungjawab-nya. Kalau penulisnya sensitif, kan langsung bisa down dan memutuskan berhenti nulis atau pindah lapak #jadipanjang. Hehehe iya ^^. Ini lanjutannya ^^

abilhikmah : ^^.

reiasia95 : Fighting!^^.

sary nayolla : Lha... kan Kyu udah ceritadi chap 2 chingu, waktu Kyu minta Min jadi tamengnya? :-o. Ini lanjutannya ^^.

ammyikmubmik : Ganbattae!^^.

chominhyun : Hehe sabar saeng, lihat saja chap depan. Ini lanjutannya ^^.

sitara1083 : Iya, Ming emang bener2 mutlak jadi korban di sini #pukpukMing.

Ria : Sangat amat keterlaluan! Ndak dong... Kyu punya cara tersendiri untuk kembali merebut Ming ^^. Ini lanjutannya ^^.

ShinJiWoo920202 : Iya, mereka benar-benar sudah sangat keterlaluan #getokKyuHae. Ming mutlak jadi korban di sini, terlibat tapi tidak tahu apa-apa . Ini lanjutannya ^^.

ratu kyuhae : Gwaenchana ^^. Baca chap ini, masih penasaran dengan perasaannya Hae ke Ming? Sudah ndak ada perasaan apa-apa kok chingu, Kyu hanya terlalu terbayang-bayang dengan kesalahan di masa lalunya. Ini lanjutannya, fighting!^^.

gyumin4ever : Iya KyuHae emang keterlaluan ke Ming #pukpukMing.

HKY : Lha... kan kemaren udah ada cuap-cuap-nya 2 chap lagi selesai, jadi besok chap terakhir. Jjiah... eon kan baek hati dan tidak sombong, masa' rela misahin KyuMin .

fenigista99 : Kekeke 'Hidup KyuMin!'^^. Ini lanjutannya. Gomawo... Semangat!^^.

cintakyumin137 : Kekeke lucu deh saeng baca komenan awalnya ^^. Iya saeng, chap depan tuh pembuktian Kyu-nya . Ini lanjutannya... Semangat!^^.

JSJW407 : Hehe HyunMin ndak akan diperjelas lagi saeng perannya, soalnya dia di sini hanya berupa nama tanpa wujud saja, yang pasti dia jadi penghalang hubungan KyuMin hanya gara-gara kesalahan Kyu di masa lalunya saja, Kyu terlalu terbayang-bayang kesalahannya ^^. Untuk Hae... dia hanya mencoba untuk membalaskan dendamnya saja, tapi tanpa sengaja terjebak sendiri dengan perasaannya pada Ming. Hyuk-nya butuh waktu dan tempat untuk menyelipkannya saeng, hehe.

Rahma Lau137 : Haha ini 3k, setidaknya lebih panjang dari chap kemarin-lah ^^.

Big Thank's to:

riesty137, endah. kyumin137, fonami-kyuminelf, Neng, chu, mayasiwonest. everlastingfriends, miu. sara, Okalee, LauraRose14, Prince Changsa, Cho Adah Joyers, AngelKM137, Maximumelf, stawberry rae, 7D, Guest, 5351, HyunkiLee, lee sunri hyun, Cywelf, Pumpkinsparkyumin, Akilla Mecca, Chella-KMS, may. moon. 581, airi. tokieda, kyumin pu, sissy, dming, Zahra amelia , abilhikmah, reiasia95, sary nayolla, ammyikmubmik, chominhyun, sitara1083, Ria, ShinJiWoo920202, ratu kyuhae, gyumin4ever, HKY, fenigista99, cintakyumin137, JSJW407, Rahma Lau137

Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^

#bow

Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.