PS : Nanti pas bagian action-nya Kyuhyun, anggap saja jalanannya dan settingannya kaya' di Indonesia ya, tahu sendiri kan jalanan di sana rapi, ada jalurnya sendiri-sendiri, kalau saya ubah jadi bingung dan ndak dapet feel-nya nanti, untuk setting kebun teh-nya juga anggap saja seperti itu ya, oke... oke... gitu aja sih ^^.
.
.
"Aku sudah tobat! Hanya ternyata..." Dia menelan kalimatnya. Ternyata ada yang harus dia rebut dengan cara kembali ke masa lalu!
Hanya dengan cara itu!
.
.
Pair : KyuMin
Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast
Rate : T
Genre : Comedy, Romance
Length : Chaptered
Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).
Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.
Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.
DLDR
enJOY
.
.
Minggu pagi yang suram. Mendung membayang sejak malam. Sungmin siap dengan kebiasaannya kalau sedang tidak keluar rumah; tiduran sambil membaca. Tapi sebenarnya ini hanya akting saja.
Dia memegang buku agar tidak terlihat kalau sedang melamun. Kalau Sungjin sedang ada di rumah, melamun terang-terangan akan berbahaya. Soalnya anak satu itu hobi sekali mengganggu orang melamun.
"Melamunkan apa sih, hyung? Kasih tahu dong, biar Sungjin bisa ikutan. Lebih enak kalau melamunnya berdua, kan!"
Tuh... ngaco, kan? Dapipada melamun berdua, lebih baik main game.
Pagi ini kepala Sungmin sangat pusing. Gara-gara ucapan Donghae semalam.
"Jadi kekasihku ya, Min?"
Kalimat itu nyaris membuat Sungmin tidak bisa memejamkan mata. Bukannya dia tidak suka. Kalau mau jujur, dia lebih suka ada di sebelah Donghae daripada Kyuhyun. Bukan karena cinta ataupun sayang, belum sampai tahap itu kok, tapi lebih karena dia tidak perlu berpura-pura. Hanya itu. Di samping Donghae, dia bisa rileks. Dia bisa tertawa keras-keras. Dia bisa menjerit-jerit. Dia bisa jahil.
Tapi kalau dia terima permintaan Donghae, apa kata orang nanti? Begitu cepatnya dia berpindah dari Kyuhyun ke Donghae.
Eunhyuk yang sahabat terdekatnya, yang biasanya tidak pernah negative thinking, kemarin malah sampai bicara dengan nada prihatin. Sedikit menuduh malah.
"Aku tidak menyangka, Min, kau bisa seperti ini. Jalan dua sekaligus. Tidak usah sampai segitu paniknyalah. Lantaran baru bisa dapat kekasih pas sudah akan tamat SMA, lalu kau jadi mengambil semua kesempatan."
Seperti itu!? Coba, apa tidak langsung sakit hati dia. Kalau Eunhyuk saja bisa menarik kesimpulan segitu jeleknya, apalagi orang lain!
Sudah begitu, dengan sok tahunya, Eunhyuk memberi nasihat seperti ini, "Kalau menurutku, Min... kau lebih baik dengan Kyuhyun saja. Di samping kau sudah cukup lama jalan dengannya, aku lihat Kyuhyun itu orangnya baik kok. Perhatian padamu, sayang, pengertian, lagi! Kau jalan kesana-kemari dengan Donghae, dia diam saja. Hebat sekali kan? Jarang-jarang ada namja keren yang mau diperlakukan seperti itu!"
Saat itu, asli Sungmin ingin tertawa keras-keras.
Pintar memang si Kyuhyun itu. Semua yang bagus-bagus jatuhnya ke dia. Baik, pengertian, penyayang, perhatian, sabar. Sementara dia, si Sungmin, namja yang tidak tahu diri! Namja babo, tidak punya perasaan, tukang ngelaba, dan banyak lagi yang membuatnya ingin berteriak sekeras-kerasnya, mengumumkan yang sebenarnya kepada semua orang. Agar mereka tahu, dialah satu-satunya korban! Korban yang sangat tragis!
Korban! Korban! Korban!
Sungmin menghela nafas panjang-panjang. Kalau ingat semua itu, kepalanya jadi benar-benar mendidih.
Deru motor yang dipacu kencang terdengar di kejauhan. Lama-lama semakin dekat dan semakin menusuk telinga. Dan akhirnya berhenti di depan rumah. Alis Sungmin bertaut. Kenapa Donghae datang pagi ini? Janjinya kan besok. Di Orchid Gallery.
Buru-buru dia meloncat dari sofa. Jangan sampai Donghae tahu kalau kalimat namja itu semalam telah sukses membuat Sungmin jadi kusut seperti ini.
Tapi langkah Sungmin, yang baru mau buru-buru kabur ke dalam, berhenti mendadak saat dia tahu siapa yang berdiri di sebelah motor besar itu. Kyuhyun!
Sungmin sampai kaku di tempat. Terpana dengan mulut ternganga lebar, saking tidak percayanya. Dia langsung buru-buru keluar.
"Kyu!?"
"Aku mau mengajakmu jalan, Ming. Tidak ada acara, kan?" tanya Kyuhyun tanpa basa-basi. Seperti biasa.
Sungmin menatapnya dingin. Sejujurya, dia sudah tidak mau pusing lagi dengan urusannya Kyuhyun. Dia tidak mau peduli lagi.
"Ke mana?"
"Nanti kau juga tahu."
Nah ini! Modelnya Kyuhyun ya seperti ini! Namja ini ternyata benar-benar tidak tahu diri!
"Aku tidak mau kalau tidak jelas!" tolak Sungmin ketus. "Aku tidak mau lagi terlalu baik pada orang. Terima kasih. Tidak! Malah bikin sakit hati!"
Kyuhyun menarik nafas.
"Sekali ini saja, Ming. Jebal. Setelah ini aku tidak akan mengganggumu lagi!" katanya lirih. Kedua matanya menatap sungguh-sungguh. Sungmin diam sesaat.
"Baiklah," kata Sungmin setengah enggan. "Tapiiii...," dia melongok ke belakang Kyuhyun, "naik motor? Ku pikir kau tidak akan pernah lagi..."
"Lima belas menit. Cukup?" Kyuhyun memotong kalimat Sungmin.
"Tidak usah mandi?"
Kyuhyun jadi tersenyum.
"Baiklah. Setengah jam."
"Eng... tunggu deh." Sungmin balik badan dan masuk ke dalam rumah. Namja manis itu masih sedikit tidak yakin. Soalnya dia tahu, Kyuhyun trauma dengan yang namanya motor.
.
.
Namja itu sedang duduk terpekur saat Sungmin keluar dari ruang tengah. Menunduk dalam-dalam seakan lantai di bawah kakinya menampakkan sesuatu. Tapi Sungmin malas bertanya, karena mereka sudah tidak begitu dekat lagi sekarang.
Dulu itu pun, saat mereka masih bersama, Sungmin tidak pernah tahu tentang namja ini. Paling hanya trauma masa lalu Kyuhyun, dan bahwa sebisa mungkin namja itu tidak ingin ada yeoja yang berjalan di sebelahnya. Hanya itu.
Ternyata Kyuhyun benar-benar sedang melamun. Sungmin berdiri persis di depannya pun dia belum sadar juga. Setelah selembar tisu dijatuhkan, melayang turun dan jatuh persis di titik pandangan, barulah Kyuhyun tersentak dan mendongak seketika.
Sungmin tertegun. Kyuhyun pucat, dan sepertinya benar-benar sedang tertekan.
"Kyu, kau sakit?"
"Sudah siap?" Kyuhyun mengacuhkan pertanyaan Sungmin.
"Ne. Tapi kau sepertinya..."
"Nan gwaenchana. Kaja!"
Kyuhyun meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya. Sungmin mulai merasakan sesuatu yang ganjil. Genggaman tangan itu begitu dingin. Dan Kyuhyun masih juga tidak mau mengatakan ke mana tujuan mereka.
Namun, saat mesin motor telah menyala dan Sungmin bersiap duduk di boncengan, tiba-tiba Kyuhyun memeluknya. Begitu erat meskipun hanya sesaat.
"Maafkan aku, Ming," bisiknya tepat di telinga.
Sungmin tidak tahu untuk apa maaf itu. Tidak tahu dan... tidak sempat bertanya!
Karena begitu dia duduk di boncengan, Kyuhyun langsung melarikan motor dengan kecepatan tinggi. Suara mesinnya membumbung dengan deru nyaring.
Sungmin tidak sempat lagi menjerit. Dipeluknya Kyuhyun kuat-kuat. Dipejamkannya mata rapat-rapat. Dia tenggelamkan wajahnya ke punggung Kyuhyun dalam-dalam.
Mereka melaju dengan kecepatan sangat tinggi. Meliuk-liuk di antara padatnya lalu lintas. Di jalan yang benar-benar padat. Kyuhyun malah nekat masuk ke celah di antara dua bus yang melaju beriringan rapat. Sampai kondektur dan sopirnya meneriaki mereka dengan sumpah serapah. Sementara para penumpang menatap ngeri dari balik jendela.
Di jalan-jalan yang macet, Kyuhyun nekat menerjang naik ke trotoar. Tidak peduli banyak orang berseliweran, yang kemudian berlarian panik ke segala arah untuk menghindar.
Tapi Kyuhyun justru memacu motornya semakin kencang, begitu sinyal di pintu persimpangan kereta api di depan mereka berkedip-kedip dan mengeluarkan bunyi nada yang khas. Memberitahu arus lalu lintas bahwa ular besi akan melintas.
"Menunduk, Ming!" teriak Kyuhyun menggelegar. Tidak perlu dikomando, Sungmin otomatis menunduk. Motor yang mereka naiki menerobos palang pengaman yang bergerak turun perlahan.
Meskipun tidak melihat, Sungmin bisa merasakan kegilaan macam apa yang sedang dia jalani. Jeritan-jeritan teriakan kaget, umpatan kemarahan, caci maki, suara orang berlarian menghindar, menghujani mereka sepanjang jalan.
Kyuhyun sendiri tidak menyadari pelukan kuat di pinggangnya, karena dia harus menghadapi hantu di kepalanya yang selama ini setia menemani bukan hanya di alam mimpi.
Inilah dunianya dulu. Deru bising dan sirkuit ilegal di mana saja. Skor tertinggi bukan hanya dicatat dengan kecepatan waktu, tapi juga patah kaki-tangan, retak tulang di sana-sini, bahkan rontok gigi. Kecemasan appa-nya, tangis eomma-nya, ternyata tidak cukup membuatnya sadar.
Nyawa HyunMin, kebencian hampir semua penduduk kota, mata-mata yang menatap sinis, mulut-mulut yang selalu memberinya umpatan dan caci maki, serta teman-teman yang mendadak hilang hampir bersamaan. Itulah harga yang harus dia bayar.
Dan ingatan tentang kejadian itu tidak pernah bisa dihindarinya, kecuali mungkin dengan dua cara. Hanya dengan dua cara. Mengeluarkan semua otaknya dari batok kepala, atau mencopot kepalanya sekalian dari tempatnya.
Karena itulah dia melakukan ini. Karena sejuta penyesalan tidak akan bisa mengembalikan yang sudah mati. Mencoba berdamai, mungkin itu yang terbaik.
Kyuhyun ingin membuktikan bahwa dia bukan "pembunuh" HyunMin. Peristiwa itu murni kecelakaan. Dengan Sungmin di boncengannya kini, Kyuhyun ingin membuktikan bahwa dia bisa membawa Sungmin dengan selamat.
Jalan mulai menanjak curam. Dingin hawa Puncak mulai menusuk tulang. Dan Kyuhyun memacu motornya semakin gila-gilaan.
Ini memang bukan jalan yang dilaluinya setengah tahun lalu itu. Seseorang yang memeluknya di belakang juga bukan yeoja yang diantarnya ke pelukan maut kala itu. Tapi inilah yang dilakukannya saat itu.
Inilah! INI!
Motor itu melaju seperti angin. Roda-rodanya menggilas selapis air bening. Hujan turun, tipis temaram. Menghadirkan kabut suram. Seperti saat itu.
Jalan yang menanjak dan meliuk. Hujan yang turun tipis. Selimut kabut yang mengaburkan horison. Dan... kebun teh!
Seperti saat itu! Semuanya seperti saat itu!
Tanpa sadar jantungnya berdetak tiga kali lebih cepat. Kesepuluh jemarinya semakin kuat mencengkeram. Sepasang matanya menatap tajam ke kejauhan. Kedua rahangnya keras mengatup. Tapi gemeretak giginya tetap terdengar.
Tikungan tajam menghadang di depan. Pagar pengaman yang terpasang tak sebanding dengan jurang terjal yang siap menelan. Namja mungil di belakangnya melekat erat di tubuhnya.
Sampai di mulut tikungan itu, yang sama sekali tidak memberikan ruang pandang untuk tahu ada-tidaknya kendaraan di ruas seberang, Kyuhyun menjejakkan kaki kanannya ke aspal. Bersamaan dengan tali rem yang ditarik mendadak sampai ke pangkal, motor berhenti saat itu juga, diiringi decit suara yang mengiris tajam telinga. Hanya setengah meter dari pagar pengaman!
Sungmin pucat pasi. Putih seputuh-putihnya. Tapi Kyuhyun lebih pucat lagi.
Motor telah berhenti. Tapi Sungmin masih memeluk Kyuhyun kuat-kuat dan membenamkan wajah ke punggung di depannya itu dalam-dalam. Dan Kyuhyun membiarkannya tetap seperti itu. Dia bisa merasakan, tubuh di belakangnya bergetar ketakutan.
Dia tahu, tindakannya ini memang keterlaluan. Mengajak seseorang untuk mengusir bayangan hitam. Tapi ternyata dia benar-benar butuh namja manis ini. Lebih dari yang dia perkirakan. Dan dia berhasil... berhasil membawa Sungmin dengan selamat!
Menit demi menit terlewati. Dengan lembut, Kyuhyun menepuk tangan yang masih melingkari pinggangnya. Sungmin tersadar dan perlahan mengangkat wajah. Membuka matanya pelan-pelan untuk memastikan dia tidak lagi dalam perjalanan ke simpang jalan surga-neraka. Sungmin langsung melompat turun. Begitu cepat dan tiba-tiba. Seprti takut kalau terlambat sedetik saja Kyuhyun akan kembali mengajaknya menyongsong haribaan Tuhan.
"Kau gila!" jeritnya dengan emosi menggelegak dan ketakutan yang pecah. "Kalau tadi kita sampai kecelakaan, bagaimana!? Kalau aku sampai mati, bagaimana!? Kau mau bilang apa pada bumonim-ku!? Keterlaluan! Kau benar-benar gila! Kau sarap!"
Kyuhyun hanya diam. Menatap namja mungil di depannya, yang histeris menyemburkan kemarahan dan air mata.
"Takut?" tanyanya lirih.
"Takuuuut!" jerit Sungmin melengking. Dia pelototi Kyuhyun lebar-lebar, saking tidak percayanya dengan pertanyaan itu. "Neo..." Akhirnya Sungmin malah tidak bisa berbicara apa-apa.
"Kau takut, tapi aku lebih takut lagi." Kyuhyun memalingkan wajah saat mengucapkan itu, tapi getar suaranya tak tersembunyikan.
Namun Sungmin tidak terpengaruh lagi. Dia tahu, Kyuhyun mengajaknya terbang mendahului deru angin. Mendahului kenangan. Meninggalkannya di belakang, lalu mencoba memastikan bahwa tidak ada pengaruh yang dia tinggalkan.
Wajah Kyuhyun menatap muram ke lengkung cakrawala. Redup mengerjap saat butiran debu menempel di sudut-sudut mata. Sosok ini lebih mengenaskan daripada sosok Kyuhyun yang pernah memintanya menjadi tameng dulu. Dan suara Sungmin melunak saat mengucapkan kekecewaannya.
"Kau memintaku menjadi tameng. Berpura-pura menjadi kekasihmu. Lalu kita mati-matian berakting agar semua orang percaya kita memang pacaran. Tapi lalu sandiwara itu kau buka begitu saja ke Donghae. Apa maksudmu?"
Kyuhyun tetap diam. Tetap menatap ke kejauhan. Sungmin mengeluh pelan dan meneruskannya dengan suara yang juga semakin pelan. Mirip penyesalan.
"Kau juga memberi isyarat ke semua orang kalau kita sudah berpisah begitu saja. Aku tidak tahu kenapa. Kau juga tidak mau bicara sebabnya. Kau seharusnya berpikir, bagaimana aku harus menjawab saat mereka bertanya? Dan sekarang kau mengajakku gila-gilaan sampai hampir 'lewat' seperi ini. Kenapa aku? Kalau kau sudah melempar isyarat ke mana-mana bahwa hubungan kita sudah selesai, kenapa kau mengajakku? Kenapa kau tidak mengajak yang lain saja?"
Baru Kyuhyun bergerak. Dia turun dari motor dan menjulangkan tubuh jangkungnya di depan Sungmin.
"Kelihatannya seperti itu ya?"
"Lho, memang seperti itu, kan?"
Sungmin jadi tidak mengerti ketika kemudian Kyuhyun tersenyum, menatapnya dalam, meraihnya begitu erat dalam pelukan... dan mencium kening Sungmin perlahan, buka hanya kening, ciuman itu beralih ke kedua mata Sungmin yang reflek terpejam, kedua pipi chubby-nya, dan terakhir, menyesap dengan perlahan dan dalam belahan mungil itu.
Sungmin terperangah. Kemudian Kyuhyun merogoh saku kemejanya, mengeluarkan secarik kertas, dan menyodorkannya kepada namja mungil yang pucat dalam pelukannya.
Nanar, Sungmin menatap tak percaya saat lipatan kertas itu terbuka.
Aku telah bernyanyi untukmu
Tapi kau tidak juga menari
Aku telah menangis di depanmu
Tapi kau tidak juga mengerti
Haruskah aku menangis sambil bernyanyi
(Kahlil Gibran)
"Aku bukan namja model Donghae, Ming. Yang bisa bicara terus terang. Tidak peduli tempat, tidak peduli waktu."
"Tapi kenapa kau malah bicara yang sebenarnya ke Donghae?"
"Ada alasan kenapa aku harus bicara terus terang padanya. Tapi aku tidak bisa bercerita sekarang, karena masih ada yang harus ku selesaikan dengannya."
"Aku tidak mengerti."
"Makanya. Baca lagi puisi itu di rumah. Lihat lagi ke belakang. Kau akan ingat, kalau ada begitu banyak yang terlewat. Apalagi semenjak ada Donghae. Aku benar-benar merasa berteriak di tengah gurun."
Sungmin mendongak. Semakin kaget. Kyuhyun menyambutnya dengan tatapan hangat.
"Oke? Sudah mengerti sekarang? Kaja kita pulang?"
"Shireo!" Sungmin langsung geleng kepala. "Kau pulang saja sendiri. Aku mau naik bus!"
Kyuhyun tertawa pelan.
"Aku benar-benar minta maaf. Tapi percayalah, itu tadi yang terakhir. Tidak akan ada lagi. Lagipula ini juga bukan motorku."
Sungmin masih ragu. Dia hanya menatap Kyuhyun tanpa bergerak. Kyuhyun meraih tangan Sungmin. Dengan lembut ditariknya Sungmin ke boncengan motornya.
"Mian, Ming. Aku terpaksa seperti ini, karena kalau tidak, aku harus menyerahkanmu ke Donghae. Dan kalau kau tidak mau ikut pulang naik motor lagi, itu berarti... kau setuju untuk lepas dariku dan...," Kyuhyun mendekatkan wajahnya, hingga Sungmin bisa begitu jelas melihat gurat-gurat halus di mata namja itu, "kita harus say goodbye dan mungkin aku akan pindah duduk. Supaya Donghae tidak perlu mengusirku kalau dia datang."
Sungmin tertegun. Gelisah digigit bibirnya. Perlahan tangannya menyentuh jok motor, letak jawaban yang harus dia berikan. Donghae masih memberi Sungmin sedikit waktu, tapi Kyuhyun tidak mau menunggu.
"Tapiiiii..." Perlahan pipi chubby Sungmin bersemu merah. Dan dia menunduk. Malu untuk menyatakannya.
Namun Kyuhyun ini terlalu susah dibaca, dan Sungmin tidak mau berjalan bersama angin.
Kyuhyun tahu apa yang berputar di kepala Sungmin, karena itu dia menunduk, mengangkat dagu si mungil itu, lalu menatap sepasang mata itu sungguh-sungguh.
"Aku bisa lebih norak dari Donghae kalau kau mau... honey!"
Kedua mata Sungmin terbelalak, lalu dia tertawa pelan. Memunculkan gigi kelinci manisnya.
"Jangan! Ku bunuh kau kalau sampai berteriak-teriak seperti dia!"
Kini gantian Kyuhyun yang tertawa. Seketika ada kelegaan yang sarat saat namja manis itu duduk di belakangnya, memeluk pinggangnya, dan memberikan satu perintah dengan nada tegas.
"Oke, jalan! Tapi pelan-pelan! Kalau seperti tadi, lebih baik kau di belakang, aku yang di depan!"
Tawa Kyuhyun semakin keras. Si mungil ini, begitu yakinnya tubuh imutnya sanggup menahan berat motor.
"Siap, laksanakan..." Kyuhyun menoleh ke belakang. Menatap namja mungilnya itu dengan senyum, lalu mengedipkan sebelah mata. "Babe!"
"Ya! Jangan genit deh!"
Mereka pulang. Membelah hamparan kebun teh, menatap jauh ke depan, dan meninggalkan apa yang sudah terjadi... jauh-jauh di belakang!
.
.
EPILOG
Donghae menatap lukisan di depannya dengan pandangan kosong. Hari ini, hari Senin, di Orchid Gallery. Menunggu jawaban atas pertanyaannya malam itu. Tapi, beberapa menit yang lalu, dia mendapat pesan singkat dari Sungmin. Isinya hanya permohonan maaf Sungmin karena tidak bisa datang. Hanya seperti itu, tapi Donghae tahu, dia sudah kalah dalam permainan ini. Donghae menghela nafasnya panjang, lalu menghembuskannya perlahan.
"Hai," Donghae berjengit, seseorang menepuk bahunya. Sebenarnya hanya tepukan biasa, tapi karena pikiran kosong Donghae, tepukan itu jadi sangat mengejutkannya.
"Ah... hai," Donghae membalas sapaan tadi.
"Kau masih ingat aku, kan?" tanya si penepuk bahu.
"Tentu, Eunhyuk alias Lee Hyukjae, guru dance-ku," jawab Donghae sambil tersenyum pada namja di depannya.
"Haha, baguslah. Sendirian?"
"Ne. Kau sendiri? Kau suka lukisan?" tanya Donghae.
"Aku juga sendiri. Eng... tidak begitu suka sih, tapi aku sedikit tertarik untuk mengetahuinya. Kau sedang ada masalah? Ku lihat saat ku sapa tadi, kau seperti sedang memikirkan sesuatu. Ah... maaf bukannya lancang, aku memang seperti ini," ralat Eunhyuk dengan tergesa.
Donghae tersenyum maklum.
"Gwaenchana. Kelihatan ya? Yah... aku baru saja dihempaskan oleh angin. Sedikit sakit sih, tapi mungkin memang ini yang terbaik. Selanjutnya, aku hanya harus membuat perhitungan pada angin sialan yang lebih besar. Baru semuanya bisa tenang kembali dan tak ada deru angin yang mengusik lagi," jawab Donghae.
Bagaimana reaksi Eunhyuk, dia hanya menatap bingung pada Donghae. Dihempas angin, angin sialan, membuat perhitungan. Sebenarnya namja di depannya ini sedang membicarakan apa?
"Kau bicara apa?" Tidak tahan dengan kebingungannya Eunhyuk akhirnya bertanya.
Donghae terkekeh mendapati ekspresi bingung namja manis di depannya.
"Tentang angin. Singkatnya, aku sedang patah hati," jawab Donghae.
Eunhyuk mengangguk-anggukan kepala mengerti. Pasti ini tentang Sungmin. Sungmin telah melakukan pilihan yang tepat, tepat menurutnya. Karena kita tahu, dia tidak tahu apa-apa!
"Kau mau menyembuhkan patah hatiku?" Donghae menatap Eunhyuk.
"Maksudmu? Menjadi pelampiasanmu? Apa aku terlihat seperti itu di matamu?" Eunhyuk balas menatap Donghae dengan pandangan tidak terima.
"Hey... bukan seperti itu, mungkin kau bisa mengajakku jalan-jalan, atau mengobrol, atau membelikanku sesuatu untuk menghiburku," terang Donghae dengan lembut.
"Apa harus?" tanya Eunhyuk, masih tersisa sedikit kekesalan di suaranya.
"Ne, harus, karena kau tadi telah bertanya padaku. Nanti ku beritahu sebuah rahasia, dan kau pasti terkejut mendengarnya. Kaja!" Donghae menarik tangan Eunhyuk dengan cepat dan menggandengnya keluar dari tempat itu.
"Rahasia apa?" Eunhyuk mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Donghae.
"Nanti kau juga tahu, sekarang kita ke mana? Ah... bagaimana kalau ke taman bermain?" Donghae semakin bersemangat menarik tangan Eunhyuk.
"Ya! Ya! Ish... jangan menarikku seperti ini!" omel Eunhyuk.
Dan sepasang anak adam itu semakin jauh berjalan, hingga tak terlihat lagi dari pandangan. Apakah akan ada kisah tentang mereka. Mungkin. Karena cerita ini berakhir hanya sampai di sini.
.
.
END
Akhirnya... #syukuran. Ffuh... akhirnya selesai juga neh cerita. Meskipun hanya remake tapi ini sebuah pencapaian besar bagi saya. Saya mohon maaf jika selama ini ada salah pada chingudeul, entah itu sengaja ataupun tidak, saya hanya manusia biasa ^^. Dan saya mengucapkan banyaaaak terimakasih pada chingudeul yang sudah berapresiasi dalam bentuk apapun untuk tulisan ini. Yang telah mengikuti dari awal ff ini, ataupun yang baru menemukannya di tengah-akhir cerita ini. Yang telah meluangkan waktunya untuk membaca ff ini. Yang telah follow-favorit ff ini. Terkhusus dan paling spesial untuk yang sudah berapresiasi dalam bentuk 'review' dari awal chap 1 sampai chap 16 ini, saya benar-benar mengucapkan banyak terimakasih untuk itu. Kalian telah rela meluangkan sedikit dari waktu berharga kalian untuk memberi semangat pada saya lewat komentar2 kalian #hug&kisseu. Sekali lagi terimakasih untuk semuuuaaaanyaaa... yang telah terlibat dalam ff ini, tanpa kalian mungkin ff ini tidak akan selesai seperti ini. ^^.
Balas review terakhir untuk ff ini ^^.
HyunkiLee : Hehe ada tuh, tapi tidak tahu kelanjutan hubungan mereka seperti apa . Lho... lho... bukan banyak sweet moment-nya, tapi ada sweet moment-nya, hehe. Tidak apa-apa, saya suka kok sama yang cerewet2 kaya' saya. Makasih ya reviewnya, hwaiting! ^^
Okalee : Kekeke iya udah saya bilangin ke Ming-nya, dan sekarang semuanya sudah ndak galau-galauan lagi. Makasih ya untuk review-revienya ^^.
Cho Adah Joyers : Bukan ikut balapan lagi chingu, tapi menghempas masa lalu, keke apasih. Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
abilhikmah : Tidak dong... Kyu tidak akan menyerah begitu saja sebelum mendapatkan bunny montoknya. Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
Guest : Menerbangkan masa lalu chinggu . Iya ini lanjutannya sekaligus chap terakhirnya, Makasih ya reviewnya ^^.
kyumin pu : Ini lanjutannya sekaligus endingnya, semoga suka . Makasih ya untuk review-reviewnya, semangat! ^^.
Maximumelf : Hehehe kalo masih bingung, tanya bang ikan langsung aja chingu. Bukan chingu, mau menghempas masa lalu, hehe. Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
Ria : Hehehe gwaenchana chingu, cara komentar orang kan beda-beda. Saya biasanya kalau komentar juga panjang kok . Lagian yang panjang-panjang kan emang lebih enak #eh. Ini lanjutannya... dan itu yang dilakukan Kyu, demi Ming, keke. Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
may. moon. 581 : 'MISI BERHASIL', kekeke. Mereka sudah bersatu tuh chingu, dan happy end juga, misi kita berakhir #highfive. Makasih ya untuk review-reviewnya, Fighting! ^^.
cho manda : Hahaha bukan mirip lagi chingu tapi persis. Lho... lho... kok sadis, gara-gara cast-nya KyuMin mungkin chingu, jadinya terlalu terbawa perasaan kekeke. Makasih ya reviewnya ^^.
Chella-KMS : Cubit aja chingu sampe' biru-biru, keke. Saya juga sebenarnya pengen sih HaeMin bersatu, tapi saya takut ditendang sama setan, terpaksa deh seperti ini, hoho #dijambakKyu. Tobat dari naik motor chingu maksudnya. Ini lanjutannya. Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
tesia jung : Ini lanjutannya, semoga suka, Makasih ya reviewnya ^^.
Prince Changsa : Kekeke tenang saja chingu, KyuMin udah aman kok sekarang . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
LauraRose14 : Hahaha iya eon galon semua cast-nya di chap kemaren. Kekekeke kalau langsung to the point, cerita ini udah selesai dari beberapa chap yang lalu eon. Cieee... epilog-nya HaeHyuk juga lho eon. Ini lanjutannya... mian lama, hehe. Makasih ya untuk review-reviewnya, saranghae ^^ #cipokbalik
cintakyumin137 : Kekeke Hae emang sedhenk pake' banget di sini. Hehe iya saeng, ndak tega bikin bang Ikan terlalu patah hati dan ndak punya pasangan, berhubung bang unyuk juga jomblo, ditemuin aja deh . Hahahaha saengie mah nyuruh improve mulu, ini naruhnya yang bingung, keke, sesuai novelnya aja deh ya . Makasih ya untuk review-reviewnya, semangat! ^^.
JSJW407 : Saengie cenayang ya? Kekeke. Lho... chap kemarin udah jelas banget kok saeng alurnya, dibaca lagi pelan-pelan deh, kalau perlu disangkut pautkan sama chap-chap sebelumnya . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
chu : Kekeke Ming kemaren muncul bentar eh besoknya udah ngilang lagi, tuh bunny emang suka banget maen petak umpet sama ELF. Wow... jadi judulnya 'demi ffn', ndak papa deh chingu, demi KyuMin, hehe . Ini lanjutannya... semoga bisa mengobati rasa rindu pada uri bunny. Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
miu. sara : Hehe iya chingu. Mian... saya lagi sok sibuk di dunia nyata saya, update-nya jadi super telat seperti ini. Tenang saja chingu, KyuMin sudah bersatu kok . Makasih ya reviewnya ^^
sitara1083 : Iya chingu, chap ini judulnya, saatnya Kyuhyun beraksi, kekeke. Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
sissy : Iya . Kejutannya, terbang bersama angin, hehe. Makasih ya untuk review-reviewnya ^^. #UriBunnyMenghilangLagi
imshiraa : Hehe maaf lama update-nya. Hae di sini playboy-nya hanya sama Ming kok. Dan yang dilakukan Kyu... bisa dibaca di atas, hehe. Makasih ya reviewnya ^^.
Hyunnie BunnyMin : Hai juga saeng. Iya, makanya saya buat remake-nya . Ini update-an selanjutnya. Makasih ya reviewnya ^^.
5351 : Ndak dong... kan Ming hanya untuk Kyu seorang, hoho. Ini next-nya . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
DEYEsung : Ecieeee, kekeke. Makasih ya reviewnya ^^.
Cywelf : Oke . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
endah. kyumin137 : Kekeke iya, semua cast-nya lagi menggalau. Ini next chap-nya saeng, mian lama . Makasih ya untuk review-reviewnya, fighting! ^^.
ShinJiWoo920202 : Kekeke . Sepertinya sih seperti itu, lihat saja kemaren muncul perutya one pack dan jadi tambah ndut, keke, habis itu besoknya ngilang lagi, ck.. ck... bikin galau mulu nih bunny. Ini lanjutannya . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
lee sunri hyun : Em... ndak banyak sih, karena memang porsinya segitu di novelnya, hehe. Semoga suka deh . Makasih ya reviewnya ^^.
riesty137 : Ciieee... kekeke. Ini lanjutannya saeng, mian lama. Semoga suka . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
shyuuu : Mungkin kesan pertama belum terlalu menggoda chingu, kekeke. Hahaha memang ini chap terakhir chingu, udah porsinya, halaman di novelnya juga udah habis, jadinya ndak bisa di panjangin lagi, mian. Lagipula kalau diperpanjang takutnya malah ndak dapet feel-nya dan yang lainnya jadi bosen baca . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
silent reader : Mian ndak cepert update-nya . Semoga suka deh sama chap ini. Makasih ya reviewnya ^^.
dming : Wah... ini malah hampir 10 hari, semoga ndak terasa deh, hehe. Porsinya segitu chingu, semoga suka sama moment mereka . Ini next-nya. Makasih ya untuk review-reviewnya, Fighting! ^^.
gyumin4ever : Sebelum ada kata penolakan dari Ming untuk Hae, Kyu udah nyolong start duluan tuh chingu, untuk merebut Ming, kekeke. Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
Ranny : Mian ya ndak kilat . Semoga suka dengan chap ini . Makasih ya reviewnya ^^.
Zahra amelia : Kekeke itu terbukti kalau dia hanya asal ngomong dan hanya ingin menggertak. Hehe ndak banyak yang dirubah sih, 95% persis sama novel aslinya . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
mayasiwonest. everlastingfriends : Siiiip . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
Queenshi137 : Kekekeke gwaenchana saeng . Lha... ndak-lah saeng, kan ceritanya di situ bang ikan bukan pembalap, hoho. Hahaha iya tuh, tapi tenang saja saeng, Daddy dan Mommy sudah bersatu dan berbahagia, kekeke. Ini lanjutannya saeng. Makasih ya untuk review-reviewnya, Hwaiting! ^^.
chominhyun : Oke . Makasih ya untuk review-reviewnya ^^.
ratu kyuhae : Gwaenchana chingu . Udah sampai pada level akhir chingu, keke, habis ini ndak ada galau-galauan lagi deh . Ini lanjutannya. Makasih ya untuk review-reviewnya, Fighting! ^^.
Yc K. S. H : Hehehe ndak papa de'. Makasih ya udah nemu dan baca ini, makasih juga untuk pujiannya, novel aslinya emang juga bikin perasaan campur aduk kok . Ini lanjutannya. Makasih untuk reviewnya, Fighting! ^^.
HyunkiLee, Okalee, Cho Adah Joyers, abilhikmah, Guest, kyumin pu, Maximumelf, Ria, may. moon. 581, cho manda, Chella-KMS, tesia jung, Prince Changsa, LauraRose14, cintakyumin137, JSJW407, Chu, miu. sara, sitara1083, sissy, imshiraa, Hyunnie BunnyMin, 5351, DEYEsung, Cywelf, endah. kyumin137, ShinJiWoo920202, lee sunri hyun, riesty137, shyuuu, silent reader, dming, gyumin4ever, Zahra amelia, Ranny, mayasiwonest. everlastingfriends, Queenshi137, chominhyun, ratu kyuhae, Yc K. S. H
310114 – 300514
Views : 24.979
Reviews : 539
Favorites : 76
Followers : 60
Sampai jumpa di ff selanjutnya, saranghae ^^. #BOW
