Shiro tersenyum senang ketika melihat seluruh member Mekakushi Dan terkagum-kagum melihat kekuatannya. Hanya ada satu orang yang tidak kagum dengan kekuatannya. "Ada masalah, hentai?"
"Apa maksudmu hentai? Aku ini tidak hentai!"
"Kalau kau tidak hentai, bagaimana bisa di saat pertama kalinya kau bertemu dengan seorang gadis kau langsung mau menciu-"
Shiro menghetikan ucapannya karena malu dan wajahnya memerah. Sementara Kano tertawa terbahak-bahak, "Ternyata kau bisa malu juga ya, Shir-"
Duakh!
Kido menyikut Kano. Sementara Shiro bersweatdrop ria. Shintaro yang mendengar perkataan Shiro pun mukanya juga ikut ngeblush , "Ak-aku tidak bermaksud menciummu dengan mendekat wajahku kepadamu.. Aku hanya, mau mengambil Ene.."
"Tak kusangka, cinta baru dari member baru!" Seru Kano.
Blak!
Kido memukul pundak Kano sampai Kano pingsan. Sementara Shiro menyerahkan ponsel Shintaro kepada Momo. "Dasar, Master Hentai!"
"Aku tidak Hentai!"
"Master sangatlah hentai! Masak tadi saat master menggendong Shiro, master berkata, 'gadis ini begitu wangi!' begitu."
"Ehm soal itu-"
Duakh!
Shintaro yang awalnya berdiri, langsung terjatuh di akibatkan oleh serangan Shiro. "Berani sekali kau berkata begitu pada orang yang baru saja kau temui!" Ucap Shiro dengan suara yang dibuat seperti iblis.
"Maksudku bukan begitu, lagipula, Momo juga lebih harum dan dia lebih-"
"Apa katamu onii-chan?"
Momo melempar ponsel yang ada Ene di dalamnya ke udara. Momo pun melakukan beberapa adegan kepada kakaknya
-Adegan kekerasan Momo, Sensor, harap tidak ditiru dirumah-
"Baiklah aku minta maaf."
Momo mengelap keringatnya yang mengucur. Sementara Shiro tertawa dengan cool. "Pantas saja, onii-chan tidak populer."
"Sebenarnya dia itu tidak populer disebabkan oleh hal yang mendasar!"
"Aku yakin dia hanyalah seorang hentai tak berpendidikan," ucap Shiro tajam.
"Diamlah!"
"Wah, Shiro-chan, tak kusangka kamu lumayan sekali ya."
Kano berucap setelah ia bangun dari ketidak sadarannya. Setelah bangun ia pun menatap Shiro dengan mata kucingnya. "Mungkin aku akan pensiun setelah makin banyaknya anggota baru berbakat di geng ini."
"Ehm, oh iya Shiro, Ene dan Shintaro itu juga member baru loh~" ucap Seto.
"Sepertinya kau mengajakku untuk bertarung ya, tuan mata kucing?" ucap Shiro.
"Bagaimana kalau bertanding?" tanya Kano.
"Kuterima itu!"
"Tunggu dulu, Shiro-chan, sebagai permintaan maaf masterku, aku yang akan melawan tuan mata rubah ini."
"Baiklah."
Shiro pun mulai bergaya. Lalu ia menodongkan ponsel Shintaro yang ada Ene di dalamnya. Ene tersenyum cerah. "Kuserahkan padamu, Ene!"
"Baiklah Shiro! Aku mempertaruhkan harga diri dan hak asasi manusia master. Karena itu, aku memanggil... Folder rahasia! Kaki telanjang!"
"Kau memang hentai!"
"Hentikan!"
Kano jatuh berlutut. Seperti baru saja menerima serangan yang kuat dari Ene. Ditengah kejatuhannnya itu, ia tersenyum. "Ini baru dimulai..."
"Apa?"
"Kartu jebakan! Koleksi puisi Mary! Buka!"
koleksi puisi Mary
Banyak bayi ikan mola-mola yang mati setelah di lahirkan
Itu membuatku sedih
Tapi kalau tidak begitu,
Dunia ini akan menjadi kacau
"Hentikan!" Teriak Mary dengan wajah memerah.
Ene dan Shiro pun jatuh bersamaan. Keringat dingin mengalir dari dahi keduanya. Kano menyeringai lebar. "Itu masih belum ada apa-apanya! Berikutnya Kido-"
Duakh!
Kido melayangkan tendangannya ke arah Kano. Kano pun melayang dan menubruk rak buku. Buku-buku yang berada di dalamnya pun jatuh menimpa Kano. "Jangan mengalihkan pembicaraan bodoh!"
"Kano kejam! Setan!"
"Aku hanya ingin menghilangkan ketegangan antara member baru."
Shiro tersenyum ketika ia menyadari bahwa ia cukup dekat dengan Ene. Begitu pula Ene. Sementara Shintaro masih bertahan pada wajah suntuk dan kesal. "Kalau kau mau menghilangkan ketegangan lebih baik kau damaikan mereka berdua!"
"Tidak akan!"
Shintaro berdiri dan langsung pergi tanpa pamit. Hal ini membuat Kido cukup khawatir. Kido tidak ingin menunjukkan kekhawatirannya, ia pun menatap ke arah Shiro. "Oh iya, kamu adalah member ke-8!"
"Baiklah!"
"Selamat datang di sini Shiro, semoga betah ya~"
"Iya semoga betah~"
"Salam kenal!"
Setelah mengucapkan itu. Satu persatu member Mekakushi Dan meninggalkan Shiro. Shiro pun bersweat drop ria. Ia menyenderkan tubuhnya ke tembok. Hingga beberapa saat kemudian ia mencium bau tidak enak. Shiro pun sadar bahwa ia masih menggunakan jersey merah milik Shintaro. Shiro pun langsung bangun dan berlari keluar apartemen tanpa mempedulikan anggota Mekakushi Dan yang lain.
"Mereka jelas mencurigakan."
Shintaro berjalan dengan kesal sambil terus mengumpati Mekakushi Dan. Wajar saja sih dia begitu, ia 'kan masih kesal dengan member Mekakushi Dan yang lebih memihak Shiro daripada dia. "Apalagi gadis berambut putih itu, ia pasti orang aneh!"
"Siapa yang kau maksud orang aneh?"
Shintaro terkejut dan menoleh ke sumber suara. Mendapati Shiro sedang berdiri disana. Shintaro pun berlari dengan kencang, di belakangnya mengekor Shiro. Setelah jarak mereka semakin dekat, Shiro lompat dan menubruk Shintaro hingga Shintaro menubruk sesosok lelaki yang albino. Setelah Shiro mengangkat kepalanya setelah menubruk Shintaro, ia meneteskan keringat dingin ketika melihat sosok albino itu. "Lihatlah apa yang kau perbuat Shiro! Maafkan kami ya tuan!"
Shiro masih tak bergeming. Matanya masih terfokus kepada pemuda albino itu. Pemuda albino itu menatap kearah Shintaro dan Shiro," Ehm, etto... Aku sedang mencari orang."
"Haruka? Kamu Haruka 'kan?"
Shintaro heran dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Shiro. Sementara si pemuda Albino menatap Shiro bingung. "Kamu siapa? Namaku adalah Konoha."
Shiro terlihat terkejut. Secara tiba-tiba ia mencopot jaket jersey Shintaro dan melemparnya ke arah Shintaro lalu berlari dengan kencang meninggalkan Shintaro dan si pemuda Albino. "Ada apa dengan anak itu?"
"Sebentar lagi kita akan sampai di makam ketua pendiri."
Setelah kepergian Shiro dan Shintaro, trio mekakushi Dan pun setuju untuk mengajak anggota baru ke makam ketua pendiri. Meski Kido yang memegang posisi ketua, tapi ketua pendirinya bukanlah Kido. "Inilah makamnya."
"Senang bertemu denganmu ketua pendiri, namaku Mary."
"Namaku Kisaragi umur tahun usia...'
"Eh kamu malah gagal disini setelah tadi berusaha keras menghafalkan?"
Ene maju ketika melihat makam sang ketua pendiri. Ia penasaran berat dengan si ketua pendiri. Sementara Kido meletakkan ponselnya yang sedang menunjukkan foto trio Mekakushi Dan dan juga si ketua pendiri. Ene begitu terkejut ketika melihat foto si ketua pendiri. "Tidak mungkin... Apakah dia si ketua pendiri?"
"Iya, apakah ada masalah?"
"Ayano?"
To Be Continued
Disclaimer: Kagerou Days adalah milik Jin (Shizen no Teki-P), sementara Hana hanyalah punya OC dan SEDIKIT jalan cerita
Okey, sampai bertemu di part selanjutnya~
