The New Journey

Chapter 5: New Move

A/N: Hei hei! I'm back! #dilemparbatu. Finally muncul juga tanggal merah di hari yang bukan hari minggu. okok... tadinya mau apdet hari minggu, tapi tiba-tiba buntu ide, jadiiiii apdetnya baru hari ini soalnya hari ini lagi penuh dengan imajinasi... makasih buat yang udah riview karena itu membuat D semakin bersemangat untuk menulis:) ok sebelum ke cerita bales riview dulu...

Eqa Skylight : yap Minato jadi kakak Naoto, soal Minako... hmm gapapa deh D kasih spoiler dikit hehe... ya ada Minako, tapi entar munculnya:) makasih udah riview Eqa-san:)

raymond21 : Wiieh udah buat akun! aku baru tau minggu kemaren loh kalo atlus udah mau ngeluarin sequel persona 4 arena._. ya Minato kan selalu populer hehe:D disini aku manggilnya Minato aja deh udah kebiasaan haha... makasih reviewnya Raimond-san!

Sp-Cs : ini udah apdet lagi... ya tenang kok, Minato di kelas 3, soalnya kasian kalo di kelas 2 harus seangkatan sama adiknya sendiri wkwkwk... makasih review-nya Sepicis-san!

Oyaa... aku mau kasih tau, sebagian cerita ini ada yang diambil dari spoiler-spoiler Persona 4 Arena: The Ultimax Ultra Suplex Hold (Sumpah panjang banget namanya...). tapi tenang... sisa cerita original dari D sendiri, pengambilan cerita bertujuan agar menyeiramakan #alah ceritanya:)

Disclaimer

Pesona series owned by Atlus.

Genres

Friendship, Family, Slight Romance.


|8 Mei 2012|

Di sebuah ruangan dengan papan tergantung bertuliskan 12-D, berdirilah seorang laki-laki di depan pintu ruangan itu. ia menggerakkan tangannya meraih gagang pintu dan menggeserkan pintu itu dan berjalan masuk. Di dalam ruangan itu terlihat seorang guru berambut coklat dan memakai kemeja warna pink sedang berdiri di depan.

Minato's POV

"Nah ini dia teman baru kita, silahkan perkenalkan dirimu manis."

Geez... aku berakhir di kelas yang diwalikelasi oleh guru genit. Tapi... aku merasa pernah bertemu dengannya, tapi dimana... ya sudahlah itu tidak penting Minato. Aku melihat ke sekeliling kelas sebelum memperkenalkan diriku. Para gadis di kelas ini memberikanku tatapan antusias, sedangkan para laki-laki memberikanku tatapan... iri? *Sigh* hal seperti ini selalu terjadi setiap aku pindah sekolah. Ah aku juga melihat Yosuke, diaterlihat duduk sendiri. Aku pun memperkenalkan diriku kepada mereka semua.

"Aku Minato Shirogane, senang bertemu kalian." Ucapku singkat.

Seketika kelas menjadi ramai setelah aku menyebutkan namaku. Sebagian dari mereka sepertinya terkejut dengan nama Shirogane yang ku sandang di belakang nama panggilanku. Para gadis terlihat sangat senang dan mereka memberikan senyuman kepadaku, *sigh* ini akan menjadi tahun yang hebat.

"Anak-anak, bisakah kalian diam?" para murid pun diam, lalu guru yang namanya adalah Kashiwagi itu melanjutkan kata-katanya.

"Seperti yang kau dengar teman baru kita ini adalah kakak dari seorang detektif yang bersekolah di sekolah ini. Nah sekarang mari kita lihat tempat kau akan duduk. Hmmm... di sana! Kau duduk di sebelah Hanamura."

"Terima kasih, Kashiwagi-sensei." Ucapku. Lalu aku segera menuju kursiku dan duduk di sebelah Yosuke.

"Man... kau baru saja masuk dan para wanita sudah mengunci tatapan mereka padamu, Minato-san." Ucap Yosuke padaku.

"*Sigh* Aku harap mereka tidak akan menghalang-halangiku."

"Hahaha... jangan khawatir, aku yakin kau akan baik-baik saja. Tapi kau benar-benar sial masuk ke kelas Kashiwagi-sensei. Dia benar-benar guru yang menyebalkan kau tahu. Aku diwalikelasi olenya tahun kemarin."

"Ya, aku dapat merasakannya."

"Oh aku dapat mendengar suara orang berbicara, siapapun itu sebaiknya kalian diam." Aku dan Yosuke pun berhenti berbicara satu sama lain dan memperhatikan materi yang diajarkan oleh Kashiwagi-sensei.

End of POV

Kelas pun berjalan hingga akhirnya waktu istirahat datang. Minato terduduk di kursinya dan memakan roti sandwitch sebagai santap siangnya, sementara Yosuke sudah pergi keluar untuk melakukan sesuatu yang penting menurutnya. Tak lama setelah Minato memberi sandwitch itu satu gigitan, tiga orang gadis menghampirinya dan mulai berbicara kepadanya.

"Hai Minato-kun." Sapa gadis pertama yang menghampiri Minato itu.

"Hmm... ada apa?" tanya Minato tanpa melihat ke arah mereka sambil menyantap sandwitchnya itu.

"Ahh kami hanya ingin berbicara denganmu." Kata gadis kedua yang menghampiri Minato.

"Dari sekolah mana kau berasal?" tanya gadis ketiga yang menghampiri Minato.

"Gekkoukan."

"Huh? Maksudmu Gekkoukan High School yang terletak di Tatsumi Port Island!?"

"Waah, kenapa kau pindah dari sekolah keren itu?"

Minato terdiam, sepertinya ia mulai merasa terganggu. Ia pun mulai memikirkan cara bagaimana ia dapat pergi dari ketiga gadis ini sambil mengunyah potongan terakhir sandwitchnya. Saat dia sedang memikirkan rencana, secara kebetulan Naoto lewat di depan kelasnya.

'Great chance!' ucap Minato dalam hatinya.

"Ah maaf aku harus pergi, ada suatu hal yang harus kubicarakan dengan adikku." Ucap Minato sambil melesat pergi ke arah Naoto. Para gadis itu hanya bisa menatapnya heran.

"Hei Naoto." Panggil Minato sambil berlari ke arahnya.

"Hm... Onii-san? Ada apa?"

"Nah, tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin pergi dari gadis-gadis itu dan saat aku memikirkan cara kau kebetulan lewat."

"Ah begitu. Pulang sekolah nanti kami akan berkumpul di Junes, kau mau bergabung?"

"Ya tentu, lagi pula aku tidak punya apa pun yang bisa dilakukan."

"Kau bisa bergabung dengan klub yang ada kalau kau mau."

"Yah aku akan bergabung nanti."

"Minato-san, Naoto. Apa yang kalian lakukan?" sapa Yosuke yang berjalan ke arah mereka berdua.

"Ahh Yosuke-senpai. Kami hanya mengobrol kecil."

"Gadis-gadis itu menggangguku, jadi aku memutuskan untuk keluar."

"Hahaha, begitu rupanya."

"Sebentar lagi kelas akan dimulai sebaiknya aku segera kembali, sampai jumpa pulang sekolah nanti."

"Ahh ya, sampai jumpa Naoto." Ucap Yosuke. Naoto pun meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuruni tangga.

"Sebaiknya kita kembali ke kelas, Minato-san"

"Ya..."

Mereka berdua pun berjalan kembali ke dalam kelas. Kelas berjalan begitu lambat bagi Minato. Entah mengapa guru sejarah yang terlihat sangat cinta dengan sejarah mesir itu mengingatkannya pada Ono-sensei guru sejarah di Gekkoukan yang sangat mencintai peradaban samurai. Kelas ini menjadi sangat membosankan. Setelah lama mempertahankan dirinya agar tidak tertidur, bel pulang sekolah berbunyi. Minato memasukan buku-bukunya kembali ke dalam tas, lalu bersama Yosuke, mereka berjalan menuju tangga. Sebelum sempat menuruni tangga, seseorang berlari dan memanggil mereka.

"Oooi!"

"Hm?" Minato dan Yosuke pun menoleh ke arah sumber suara. Pemuda berambut blonde pendek bermata hijau emerald dan dengan wajah tersenyum menghampiri Minato dan Yosuke.

"Kau pasti Shirogane-san."

"Ya benar ada apa?" tanya Minato kepadanya.

"Ah, aku hanya ingin berkenalan denganmu. Aku adalah pengagum berat ayahmu. Kau membantu ayahmu menyelesaikan banyak kasus saat kau kecil, itu sangat hebat."

"Ah terima kasih, umm... namamu?"

"Ahh ya aku lupa memperkenalkan diriku, Haru Masayoshi dari kelas 12-E." Ucap pemuda itu sambil menawarkan tangannya untuk salam perkenalan. Minato menanggapi tawaran itu dan menjabat tangannya.

"Semoga kita bisa berteman baik, ah ya aku harus segera pulang. Sampai jumpa besok Shirogane-san."

Pemuda itu pun berlari menuruni tangga, meninggalkan mereka berdua.

"Apa kau mengenalnya Yosuke?"

"Aku tahu sedikit tentang dia. Dia, sama sepertimu, murid pindahan. Ia pindah kemari sekitar bulan April lalu." Ucap Yosuke. Mereka berbicara sambil berjalan menuruni tangga.

"Lalu apalagi yang kau tahu tentangnya?"

"Hmmm… aku pernah dengar kalau ia tinggal sendiri menyewa sebuah kos kecil di Inaba, dari yang ku dengar kedua orang tuanya sudah meninggal, jadi saudara jauhnya yang membayar semua biaya sekolahnya."

"Ahh begitu."

Seraya mereka berjalan, orang-orang, terutama para gadis, mulai menatap mereka dan membicarakan sesuatu tentang mereka atau mungkin lebih tepatnya tentang Minato. Minato mengabaikan mereka semua, sedangkan Yosuke mulai merasa tidak nyaman.

"Hei, apakah itu murid pindahan itu?"

"Iya dia orangnya."

"Aww… Dia sangat keren!"

"Kalau tidak salah namanya Minato Shirogane."

"Hah!? Benarkah, kalau begitu dia itu…"

"Mmm… benar."

Mereka terus berbisik-bisik, Minato dapat mendengar sedikit apa yang mereka katakan. Minato pun melangkahkan kakinya lebih cepat. Yosuke berusaha untuk menyetarakan langkahnya, ia juga harus berlari kecil agar tidak tertinggal oleh Minato. Akhirnya mereka sampai di luar gedung sekolah, mereka berjalan menghampiri sekolompok orang yang salah satu di antaranya melambaikan tangan kea rah mereka.

"Hei! Cepat kemari!" teriak Chie dari kejauhan.

Minato dan Yosuke pun berjalan ke arah mereka, dan akhirnya sampai dan berdiri di depan mereka semua.

"Sekarang semuanya sudah di sini, kalau begitu ayo kita pergi." Ucap Yukiko, mereka semua pun berjalan keluar sekolah dan pergi menuju Junes.

.

.

Semua anggota Investigation Team minus Yu dan plus Minato sudah berada di Junes. Semuanya sedang duduk kecuali Teddy, dengan kostum beruangnya, Kanji, dan Yosuke.

"Jadi kapan kita akan pergi ke Port Island?" Tanya Kanji.

"Hmm… entahlah, kita belum menemukan waktu yang tepat untuk pergi." Jawab Yosuke.

"Lagi pula kita tidak bisa bolos begitu saja dari sekolah." Lanjut Yosuke lagi.

"Ya itu benar. Malam ini akan turun hujan, sebaiknya kita melihat Midnight Channel malam ini, siapa tahu akan ada sesuatu yang muncul." Usul Naoto kepada mereka.

"Ya ide bagus." Ucap Chie. Mereka pun menyetujui usul Naoto.

"Kalau begitu bagaimana kalau kita makan, aku lapar." Ucap Yosuke pada mereka semua.

"Ahh tentu, kau bisa menraktir kita semua Pangeran Junes." Ucap Chie.

"Aww… ayolah hanya karena aku anak dari manager Junes bukan berarti aku bisa mengambil apapun dengan gratis kau tahu."

"Ahh ayolah Senpai, hanya kali ini saja." Rayu Rise.

"Tidak akan!"

"Geez, kau memang Senpai yang pelit." Ucap Rise.

"Ya dia memang sangat pelit." Ucap Chie

"Terserah kalian mau bilang apa, aku tetap pada pendirianku."

"Hahaha, kalau begitu pesan apapun yang kalian mau. Biar aku yang membayarnya." Ucap Minato kepada mereka. Mereka pun menatap Minato tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.

"Kau serius Minato-san!?" Tanya Chie.

"Ya tentu saja."

"Yahooo! Kau hebat Minato-san." Ucap Kanji.

"Kau yakin Onii-san, kau tidak perlu mentraktir mereka."

"Tidak apa, aku punya simpanan uang. Sekarang pesan apa saja yang kalian mau, kau juga Naoto."

"Ah baiklah kalau kau berkata begitu." Ucap Naoto.

Mereka pun memesan makanan mereka dan menyantapnya. Sambil menyantap makanan yang mereka pesan, mereka mengobrol tentang banyak hal. Mereka semua terlihat menikmati momen ini.

"Ini akan menjadi sangat menyenangkan kalau Sensei ada di sini."

"Ya kau benar." Ucap Yosuke.

"Ah Onii-san aku ingin bertanya sesuatu, soal seorang pria yang mengantarmu ke salah satu panti asuhan di Kyoto setelah kecelakaan itu, itu bohongkan?

"Eh? Apa maksudmu Naoto-kun." Tanya Chie.

"Yah, aku pikir cerita itu agak tidak masuk akal. Maksudku, kenapa orang itu membawa Minato-nii ke Kyoto saat menemukannya dan bukannya membawanya ke kantor polisi terdekat. Aku terlalu terkejut dengan kembalinya dirimu sampai-sampai aku baru menyadarinya kemarin."

"*Chuckle* sepertinya kau memang susah dibohongi ya Naoto. Ya itu memang cerita karangan, tapi tidak sepenuhnya ku karang."

"Eh cerita itu bohong? Aku sangat mempercayainya kau tahu." Ucap Yosuke.

"Ahh ya itu bohong. Aku tidak berniat menceritakan yang sebenarnya karena ku pikir kalian bukan Persona User, jadi aku mengarangnya sedikit. Tapi akan ku ceritakan yang sebenarnya." Ucap Minato. Ia berhenti sebentar lalu melanjutkan berbicara.

"Aku terpental cukup jauh saat mobil yang ku tumpangi ditabrak sesuatu. Tapi aku selamat dan masih sadarkan diri. Saat aku melihat, mobil ku hancur oleh karena serangan seekor Shadow, saat itu sedang terjadi Dark Hour, jam di antara hari ini dan esok, saat jam ini semua alat elektronik dan mesin akan mati. Shadow hanya keluar pada jam ini di dunia nyata. Aku melihat seseorang sedang melawan Shadow itu dan entah teknik apa yang ia gunakan Shadow itu menghilang. Orang itu lalu menghampiriku dan menyentuh dahiku dengan jari telunjuk dan tengahnya. Setelah ia melakukan itu, kepalaku terasa sakit dan aku pun jatuh tidak sadarkan diri."

"Siapa orang itu? Apa dia yang menyelamatkanmu?" Tanya Yukiko.

"Orang itu adalah Aigis. Ya, sepertinya dia yang menyelamatkanku. Saat aku sadarkan diri, aku berada di panti asuhan di Kyoto. Panti asuhan itu dimiliki oleh Kirijo Group."

"Jadi ayah dan ibu terbunuh karena Shadow…" gumam Naoto. Naoto terlihat agak sedih. Kepalanya tertunduk.

"Ya, tapi itu masa lalu. Jangan biarkan masa lalu menghantuimu Naoto."

"Ya aku tahu." Naoto pun langsung menghapus pikiran buruknya itu dan kembali ke dirinya yang semula.

"Hari sudah hamper gelap, sebaiknya kalian semua kembali ke rumah kalian. Sangat berbahaya keluyuran di malam hari, ditambah lagi kalian sedang diincar oleh seseorang."

"Kau sendiri juga diincar seseorang Minato-san." Ucap Rise.

"Ya memang, tapi setidaknya aku bisa melindungi diriku sendiri. Pokoknya sebisa mungkin hindari pergi keluar di malam hari. Aku dan Naoto pamit duluan."

"Ahh ya sampai jumpa besok Naoto-kun, Minato-san. Dan terima kasih atas makanannya." Ucap Chie sambil tersenyum.

"Ya bukan masalah, sampai jumpa."

"Sampai jumpa besok semuanya."

Naoto dan Minato pun pergi meninggalkan Junes dan pulang menuju rumah mereka sambil berbincang-bincang di tengah perjalanan.

.

.

Jam 11.50, hujan turun dengan derasnya. Dengan hujan sederas ini, dapat dipastikan pagi hari akan berkabut. Minato menatap ke luar jendela. Hujan turun bergerombol dan menyerang bumi tanpa ampun. Ia pun menutup tirai jendelanya dan mulai melihat ke arah jam. 11.59, hamper tengah malam, ia langsung mencabut kabel tv-nya dari sumber listrik dan duduk di sofa tempat ia biasa menonton tv. Ia penasaran, seperti apa Midnight Channel itu sebenarnya. Ia pun menunggu sampai tengah malam tiba.

11:59:55

11:59:56

11:59:57

11:59:58

11:59:59

12:00:00

Bzzzztt… bzzzzttt…

'Rivals…'

'they are…'

'friends, yet powerful foes.'

'The great fighting tournament where the new legend will be born.'

'May the manliest of all man'

"Teddy?" gumam Minato tidak percaya.

'Come on down!'

'Nobody touches his precious Nanako!'

'The Sister-Complex Kingpin of Steel! Yu Narukami!'

'Wage slave in the boonies by day, hero by night!'

'Captain Ressentiment! Yosuke Hanamura!'

'A spunky dragon with deadly legs!'

'The Carnivore Who's Discarded Womanhood! Chie Satonaka!'

'Please escort me to the ring, my Prince!'

'The Unconquereable Snow Black! Yukiko Amagi!'

'Blooming roses and bulging muscles!'

'The Bloodcurdling Beefcake Emperor! Kanji Tatsumi!'

'The body of a child, the brain of a genius!'

'The 2000-IQ Killjoy Detective! Naoto Shirogane!'

'Fight and survive towards the one throne waiting at the end!'

'The P-1 Climax!'

'The battle will begin soon!'

Bzzzztt… bzzzztt…

"…" Minato terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Tok… tok… tok… suara ketukan pintu berbunyi tak lama setelah acara itu selesai, suara krtukan itu menyadarkannya, ia pun berdiri dan membukakan pintu untuk Naoto.

"Jadi apa kau melihatnya?" Tanya Naoto.

"Ya, aku akan memberi tahu Mitsuru tentang ini. Kau telepon lah Yu, tanyakan padanya apa dia bisa kemari. Beri tahu apa yang ia katakana padaku besok hari."

"Aku mengerti kalau begitu, selamat malam Onii-san."

"Ya selamat malam Naoto." Naoto pun pergi menuju kamarnya, kamar mereka terletak bersebelahan. Saat Minato melihat Naoto sudah masuk ke kamarnya, ia pun menutup pintu kamarnya. Ia berjalan ke arah meja belajarnya dan mengambil handphonenya, lalu mengetik nama Mitsuru di pencarian kontaknya dan membuat panggilan. Ia merasa sedikit tidak enak karena menelepon tengah malam, tapi ini sangat penting jadi dia menyingkirkan perasaan tidak enak itu. setelah beberapa saat, panggilannya pun di jawab.

"Hei Mitsuru, maaf mengganggu waktu tidurmu."

'Tidak apa-apa, tapi ada apa kau menelepon tengah malam begini?' suara Mitsuru terdengar seperti orang yang lelah, Minato merasa bersalah karena ini.

"Ahh ya aku benar-benar minta maaf menelepon jam segini, tapi Midnight Channel menunjukkan sesuatu seperti iklan turnamen... dan ada kau dan Akihiko di iklan itu. Aku yakin mereka berencana untuk menginvestigasinya besok, sepertinya kau dan Shadow Operatives harus kemari."

'Midnight Channel... jadi ia sudah mulai bergerak lagi. Minato, jangan biarkan mereka pergi sebelum aku datang.'

"Hm. Aku tidak bisa menjamin itu kau tahu, aku bukan pemimpin mereka."

'*Sigh* baiklah kalau begitu, seorang anggotaku sedang berada di Inaba saat ini, ia akan membantumu untuk mencegah mereka pergi sebelum aku datang.'

"Baiklah... aku akan menunggumu. Sampai jumpa, my Empress."

'Ya... sampai jumpa, Minato...'

Setelah panggilannya berakhir, Minato menaruh kembali handphone-nya ke atas meja. Lalu ia membaringkan dirinya di atas kasurnya dan tertidur.

.

.

|9 Mei 2012|

Minato terbangun dari tidurnya, ia mengucek-ngucek matanya yang masih mengantuk. Ia melawan keinginannya untuk kembali terbaring dan tertidur karena ia harus pergi ke sekolah. Ia melangkahkan kakinya ke arah jendela dan membuka tirainya. Batinnya terkejut saat melihat jalanan di luar rumahnya... tidak... mungkin seluruh Inaba sedang diselimuti oleh kabut berwarna merah, seperti baru saja dilemparkannya bom asap merah ke jalanan.

Bzzzzttt... bzzzzzzttt... bzzzzttt...

Minato menolehkan kepalanya ke arah tv. Layar tv itu pun mulai memperlihatkan gambar siluet.

"Midnight Channel? Bagaimana mungkin...?" gumam Minato. Ia terus memperhatikan gambar yang terpancar oleh layar tv. Terlihat dua orang, kelihatannya yang satu adalah pria dan yang satunya lagi adalah wanita. Mereka berdua tergantung di sebuah salib raksasa. Minato melangkah kakinya beberapa langkah dan menyipitkan matanya agar dapat melihat siapa kedua orang itu. Secara perlahan gambar di dalam tv menjadi jelas dan sangat jelas, Minato-pun mengenali kedua orang itu.

"Itu... Akihiko Senpai dan Mitsuru!"


A/N: Foalaah! Done! gimana? rame kah? garing kah? biasa-biasa aja kah? yah apapun tanggapan dan kritik silahkan tuangkan dalam kolom riview yang ada:) juga kalo ada yang mau nyaranin sesuatu bisa di tuangkan ke dalam kolom riview:) atau kalo ada pertanyaan mengenai cerita bisa riview... Ok see ya soon!