The New Journey
Chapter 6: It's a Trap!
A/N: Helo-helo! Saya kembali #dilempar sendal. Maap apdetnya lama, maklum akhir semester banyak tugas. Hmm persona 3 the movie udah keluar nih, sayang gak akan pernah dateng ke indonesia-_- ya sudahlah siapa tau entar muncul di internet wkwkwk, ok bales riview dulu.
Eqa Skylight : Kenapa Minato pindah ke Inaba..? soalnya kan guru-guru di Gekkoukan tau kalo Minato udah meninggal._. nanti kalo tinggal di Iwatodai berarti harus sekolah di gekkoukan. plus kalo di inabakan tinggalnya bareng Naoto:)
Sp-Cs : iya sudah di apdet! selamat menikmati:D
raymond21 : Hmmm.. kalo yang mitsuru tersalib itu memang gak ada di trailernya, itu tuh aku baca dari shin megami wiki gituh.. ok sudah di apdet, selamat membaca!
Oke sedikit spoiler, disini bakal ada beberapa orang anggota SEES (gak semuanya, cuman 3 salah satunya Aigis.) juga ada satu tamu istimewa lagiXD ok selamat membaca!
Disclaimer
Pesona series owned by Atlus.
Genres
Friendship, Family, Slight Romance.
Di atas bukit di Inaba, terlihat seorang pria sedang berdiri menghadap ke kota kecil itu. Senyuman lebar terpampang di wajahnya dan seketika ia tertawa sambil memandangi Inaba yang diselimuti oleh kabut.
"Hahahaha! Rencanaku berjalan dengan lancar, tak lama lagi tujuan ku akan tercapai. Heh! Kalian memang Persona-User payah. Hahaha!" pria itu tertawa dan tidak menyadari seseorang dengan jubah datang dari belakang tubuhnya.
"Sebaiknya kau jangan terlalu yakin lebih dahulu." Ucap orang berjubah itu, kap jubahnya menutupi wajahnya sehingga sangat sulit bagi pria itu untuk mengenali orang yang memakai jubah itu.
"Siapa kau?" tanya pria itu sambil menyiagakan dirinya.
"Aku bukan musuhmu... aku di sini untuk membantumu. Tapi aku juga punya tujuan, aku yakin apabila kita bekerja sama tujuan mu akan tercapai begitu juga tujuanku."
"Hmph! Aku tak butuh bantuanmu, aku sudah punya 'seseorang' yang dapat membantuku."
"Ahh ya... kudengar 'seseorang' yang kau maksudkan ini memiliki kekuatan untuk mengendalikan pikiran orang lain." Ucap orang berjubah itu. Lalu ia melanjutkan kata-katanya.
"Tapi, kau harus tahu... di antara Persona-User itu terdapat Persona-User yang sangat kuat. Kau tidak akan pernah bisa mempengaruhinya dengan ilusi atau tipu muslihat lainnya. Ia memiliki keteguhan hati yang terlalu kuat." Senyum tipis tergambar di wajah orang berjubah itu, ia tahu kalau ia akan menang dalam perdebatan ini.
"Siapa yang kau maksud?"
"Orang itu adalah Minato Arisato atau sekarang namanya adalah Minato Shirogane. Dia memiliki kekuatan yang sangat hebat, belum ada satu pun yang dapat mengalahkannya, semua Shadow takut padanya, bahkan dia mengalahkan Death sendiri, mengalahkan Nyx..."
"Tapi dia sudah mati!" ucap pria itu tidak percaya.
"Ya memang, tapi entah bagaimana ia kembali... kau tidak akan menang melawannya tanpa bantuanku."
"Siapa kau sebenarnya? Kau mengetahui begitu banyak hal tentang orang itu, juga tentang Nyx. Hanya Shadow Operatives yang memiliki informasi itu dan tidak mungkin kau dapat membobol sistem informasi mereka, bahkan aku sendiri harus mengendalikan salah satu anggota mereka untuk mendapat informasi itu."
"Tentu saja aku tahu, mungkin kau akan paham apabila mengetahui siapa aku sebenarnya." Pria berjubah itu pun mulai melepaskan kap jubahnya dari kepalanya. Pria itu terkejut saat melihat siapa orang yang memakai jubah itu dan seketika tersenyum.
"Ahh rupanya kau... lama tak bertemu."
"Yah sudah lama sekali. Jadi kau akan bekerja sama denganku?"
"Ya tentu, kalau memang kata-katamu itu benar... aku bersedia bekerja sama denganmu. Maafkan soal perilakuku tadi, teman lama."
"Ya bukan masalah, soal Minato... rencanaku adalah untuk menangkapnya, aku berusaha untuk menangkapnya di kediaman Shirogane, tapi orang-orang yang ku sewa terlalu bodoh untuk melakukan tugas itu."
"Ahh jadi kau adalah orang di balik penyerangan kediaman Shirogane, polisi sedang mencarimu sekarang ini kau tahu."
"Hmph. Mereka tidak akan pernah bisa menangkapku. Tidak selama aku memiliki Persona!"
"Jadi kau punya Persona... bagus, kita bisa manfaatkan itu. Jadi apa rencanamu?"
"Mitsuru Kirijo dan Akihiko Sanada ada di tangan kita, ini tidak akan sulit. Aku punya anak buah, tidak banyak... tapi bisa diandalkan. Dengarkan baik-baik rencana ini..."
.
.
Pagi itu semua terlihat sangat kacau. Seluruh Inaba diselimuti oleh kabut merah yang tebal. Bukan hanya itu, Minato baru saja melihat orang yang ia sayangi dan senpai dekatnya sedang tergantung pada salib besar lewat Midnight Channel yang entah bagaimana bisa muncul di pagi itu. Kali ini Midnight Channel sama sekali tidak menghilang dan tetap menayangkan hal yang sama. Minato mengambil handphone-nya, untuk memastikan apakah dua orang yang ada di Midnight Channel itu benar-benar orang yang ada di pikirannya. Ia membuat panggilan kepada Mitsuru.
"..."
"..."
"Ayolah..." gumam Minato.
"..."
"..."
Hening...
Minato menutup kembali handphone-nya. Apa yang ditunjukkan oleh Midnight Channel kali ini bukan suatu kebohongan.
"Tch! Sial..." keluh Minato dengan nada kesal dan tidak percaya. Baru saja tadi malam ia menelepon Mitsuru, dan sekarang Mitsuru, entah bagaimana caranya, telah di tangkap bersama dengan Akihiko.
Minato segera berjalan menuju pintu masih dalam piyamanya dan membuka pintu itu, terlihat Naoto yang sudah memakai pakaian sekolahnya berada di depan pintu, bersiap untuk mengetuk.
"Ah, Onii-san. Aku baru saja mau memanggilmu... tapi itu bukan masalah sekarang, Inaba se—"
"Aku sudah tau. Kabut merah dan juga Midnight Channel yang menayangkan Mitsuru dan Akihiko-senpai." Ucap Minato sebelum Naoto sempat menyelesaikan kata-katanya.
"Ya, tapi bukan hanya itu, kita kedatangan tamu. Ia ada di ruang tamu sekarang." Ucap Naoto. Naoto pun berjalan ke bawah menuju ruang tamu dan Minato mengikutinya tanpa berkata apa-apa. Mereka pun sampai di ruang tamu. Terlihat seorang pria berjas hitam dan berkaca mata hitam sedang duduk di salah satu sofa. Minato dan Naoto pun duduk di salah satu sofa panjang yang berlawanan dengan sofa yang diduduki oleh pria itu.
"Namaku Zaketou Komozaku. Aku dari Shadow Operatives. Nona Kirijo, sebelum ia menghilang, menyuruhku untuk menemuimu Tuan Shirogane."
"Jadi mereka benara-benar menghilang." Gumam Minato.
"Bukan hanya itu, seluruh penduduk Inaba juga menghilang, aku sudah mengeceknya ke seluruh tempat tapi tidak ada siapa pun. Sebentar lagi Shadow Operatives akan segera datang. Kita harus menemukan Nona Kirijo dan Tuan Sanada sebelum terlambat."
"Begitu, orang-orang menghilang... Naoto bagaimana dengan Yu?"
"Senpai berangkat tadi malam, ia ada di rumah pamannya sekarang. Senpai menyuruh kami semua untuk berkumpul di Junes jam 9 nanti."
"Maaf, tapi aku harus segera kembali. Kita akan bertemu lagi jam 9 di Junes."
"Ya terima kasih atas kedatanganmu Komozaku-san."
"Ya sama-sama, aku permisi dulu."
Naoto pun mengantarkan pria itu sampai ke depan pintu dan pria itu pergi dengan mobilnya meniggalkan rumah Shirogane bersaudara itu. Naoto kembali ke ruang tamu tempat kakaknya berada.
"Aku akan membuatkan sarapan. Kau pergilah dan rapikan dirimu."
"Ahh ya, terima kasih. Kalu begitu aku ke atas dulu."
.
.
Waktu yang ditunggu telah tiba, seluruh anggota Invetigation Team sudah berkumpul di Junes Foodcourt. Tak lama sekelompok orang datang ke arah mereka bersama dengan Komozaku.
"Ahh itu mereka, Shadow Operatives." Ucap Yu.
"Hai semua, aku sendang bisa bertemu kalian lagi." Ucap seorang android.
"Hai Labrys. Senang bisa beretemu denganmu lagi." Ucap Yosuke.
"Jadi ini anak-anak sekolah yang kau ceritakan padaku Aigis?"
"Ya Yukari-chan. Mereka semua Persona-user yang kuat."
"Ahh siapa kau? Dan juga wanita itu?" tanya Kanji kepada Yukari sambil menunjuk ke arah Fuuka.
"Ahh begitu. Aku Yukari Takeba, aku dipanggil oleh Mitsuru-san untuk membantu... tapi ia menghilang sekarang ini."
"Aku Fuuka Yamagishi, senang bertemu kalian."
"Ah tunggu! Kau orang yang mematahkan kekuatan yang mengendalikan Labrys waktu itu." Ucap Rise.
"Bagaimana kau mengetahuinya?" tanya Chie.
"Aku dapat merasakannya, ia memiliki kekuatan yang sama dengan orang yang menolong kita waktu itu."
"Ah, kau pasti Rise. Kau memiliki Persona dengan kemampuan yang sama denganku."
"Ah ya, kau benar-benar sangat hebat bisa mematahkan kekuatan itu."
"E-eh, itu bukan apa-apa."
"Baiklah, sepertinya kita harus memperkenalkan diri lagi." Ucap Yukiko.
"Ah ya benar, baiklah mulai dariku. Aku Teddy, kuma!" ucap Teddy dalam kostum beruangnya.
"Yosuke Hanamura, senang bertemu kalian."
"Aku Chie Satonaka dan ini Yukiko Amagi pemilik penginapan terkenal di Inaba."
"Salam kenal." Ucap Yukiko.
"Kanji Tatsumi."
"Rise Kujikawa. Senang bertemu kalian."
"Aku Naoto Shirogane, senang bertemu kalian."
"Aku Yu Narukami."
"Senang bertemu kalian semua." Ucap Yukari.
"Jadi, ayo kita mulai investigasi ini!" ajak Labrys.
"Tunggu, masih ada satu orang lagi." Ucap Yu.
"Satu orang lagi? Kulihat kalian sudah lengkap, siapa dia?" tanya Aigis.
"Kau akan lihat nanti." Ucap Yu sambil tersenyum.
Yukari melihat ke arah Yu. Caranya berbicara dan gayanya yang menyelipkan ibu jarinya kedalam saku mengingatkannya pada Minato. Semakin lama ia melihat ke arah Yu, entah mengapa ia semakin teringat dengan Minato. Tanpa ia sadari, yukari meneteskan air mata. Yu yang melihat merasa kebingungan.
"Ehh ada apa Yukari-san?" Tanya Yu, dengan segera Yukari menghapus air matanya dan tersenyum.
"A-ah tidak, kau mengingatkanku pada teman baikku." Ucap Yukari.
"Siapa namanya?" tanya pemuda berambut biru, sambil berjalan menghampiri mereka dengan memegangi sebuah pedang yang masih disarungkan. Semua menolehkan kepalanya ke arah sumber suara, dan para anggota SEES itu terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Minato?" tanya Aigis tidak percaya.
"Ini pasti ilusi..." gumam Yukari pada dirinya sendiri.
"Minato-kun... ini benar-benar kau?" sekarang giliran Fuuka.
Mereka tercengang, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Terutama Yukari, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Tapi, ia benar-benar terlihat seperti Minato, gaya berjalannya dan juga headset yang ia kenakan, juga suaranya. Itu semua memang milik Minato. Para anggota Investigation Team tersenyum begitu juga Minato, sedangkan Lbabrys hanya bisa menonton karena tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Tch... berhenti melihatku seakan-akan aku ini hantu. Ini aku, aku kembali hidup. Jangan tanyakan aku bagaimana, karena aku sendiri tidak tahu." Ucap Minato.
"Kalian harus percaya, dia benar-benar Minato teman kalian." Ucap Yu meyakinkan mereka.
"Naah, tak apa kalau kalian tak percaya."
"Tidak, aku percaya. Kau benar-benar Minato." Ucap Aigis, wajahnya terlihat sangat senang. Fuuka dan Yukari pun mengangguk mnyetujui perkataan Aigis. Mereka terlihat sama senangnya dengan Aigis.
"Hei tunggu dulu, apa yang sebenarnya terjadi, aku tidak mengerti. Siapa orang ini?" tanya Labrys yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Ah ya Sister, ini Minato Arisato. Orang yang pernah kuceritakan padamu waktu itu. Pemimpin SEES." Jelas Aigis pada Labrys.
"Ahh sekarang aku bukan lagi Minato Arisato, aku Minato Shirogane."
"Shirogane? Tunggu apa maksudmu?" tanya Yukari.
"Aku menemukan siapa keluargaku dan ternyata aku berasal dari keluarga Shirogane. Dan ini adikku Naoto Shirogane."
"Jadi kau berasal dari keluarga detektif terkenal, Shiorgane?" tanya Yukari.
"Ya." Jawab Minato singkat.
"Kita harus bergerak sekarang, kita bisa bicara lagi setelah kita menyelamatkan Senpai dan Mitsuru."
"Ya Minato-kun benar." Ucap Fuuka.
"Kalau begitu ayo pergi sekarang. Ikuti kami." Ucap Yu. Mereka semua pun berjalan mengikuti Yu sampai akhirnya mereka sampai di depan televisi besar. Satu persatu dari mereka memasuki tv itu. Tanpa mereka sadari, seseorang mengamati mereka masuk ke dalam tv. Ia berjalan ke arah tv itu bersama dengan seseorang dengan jubah.
"Ingat, setelah kau masuk, segeralah cari mereka. Kau harus segera menemukan setidaknya salah satu dari mereka. Setelah itu jalankan rencananya."
"Ya aku mengerti." Jawab orang itu.
.
.
Minato's POV
Aku pun sampai ke dalam dunia tv. Aku melihat ke sekelilingku. Eh... tidak ada siapapun kecuali aku. Dimana yang lain... sepertinya kami terpisah. Aku harus segera mencari mereka.
"Fuuka, kau mendengarku?" ucapku, berharap Fuuka mendengarku.
"..." tidak ada jawaban. Aku menghela nafasku dan memutuskan untuk berjalan mencari mereka. Kami pasti terpisah satu sama lain, aku harap mereka semua baik-baik saja.
Aku berjalan di koridor. Tempat ini berbeda sekali saat aku berada di sini saat itu. Aku melihat dua jalan yang bisa kulalui di koridor itu. Aku memilih pergi ke kanan. *Brag*.
"Ouch... apa ini? Tembok transparan?" ucapku sambil memegangik kepalaku. Aku pun bangun. Mungkin aku bisa menghancurkan tembok ini dengan Personaku. Aku pun memutuskan untuk memanggil Thanatos. Sebelum aku sempat berkonsentrasi untuk memanggilnya, Thanatos sudah muncul di depanku.
"Heh... memanggil Persona di dunia ini memang sangat mudah."
"Butuh bantuan, Minato-sama?" ucap Thanatos dengan suara monsternya.
"Ya, begitulah... tembok ini menghalangi jalanku." Ucapku sambil menunjuk ke arah tembok transparan itu.
"Hm... kenapa kau tidak melewati jalan yang satunya lagi?"
"Aku yakin itulah yang diharapkan musuh, itu alasan mengapa dia memasang tembok ini, kau tahu. Sudahlah sekarang hancurkan tembok ini!" ucapku kepada Thanatos.
Thanatos pun melakukan apa yang aku katakan tanpa berkata-kata lagi. Aku mundur sejauh mungkin begitu juga dengan Thanatos, untuk mencari tempat yang tepat untuk menembakkan Megidolaonnya. Thanatos menyiapkan dirinya untuk menggunakan Megidolaon, lalu menembakkan sihir itu dari mulutnya ke arah tembok itu. Megidolaon yang ditembakkan oleh Thanatos sangat kuat, sampai-sampai menimbulkan ledakan besar saat mengenai tembok itu. Asap mengepul di sekitar tembok. Asap itu pun akhirnya menghilang. Aku berjalan ke tempat dimana tembok itu berada tadi, lalu aku berusaha meraba-raba. Tembok itu masih di sana.
"Tembok itu terlalu kuat untuk dihancurkan. Kau tidak punya pilihan selain melewati jalan yang satu lag, Minato-samai."
"Sepertinya musuh sudah menentukan mana jalan yang harus kulalui... *sigh* kau bisa kembali, Thanatos."
Thanatos pun menghilang tanpa mengucapkan apa-apa. Aku terpaksa berjalan ke arah yang satunya lagi, sambil memegangi pedang bermata duaku, Lucifer Blade. Aku pun sampai di sebuah ruangan, mirip dengan sebuah Dojo.
"Dimana aku sekarang?" ucapku sambil melihat ke sekliling. Aku memutuskan untuk memanggil Fuuka sekali lagi.
"Fuuka! Kau mendengarku?" ucapku. Tidak ada jawaban, persis seperti dugaanku.
Bzzzzztt... bzzzztt...
Tiba-tiba sebuah tv yang tergantung di langit-langit ruangan itu menyala. Teddy mucul dengan pakaian layaknya seorang jenderal. Aku sudah tau itu bukan Teddy, Naoto bilang musuh kami bisa meniru wajah dan bentuk orang lain.
"Haaloooo! Lebih banyak Persona-user dari kemarin. Kalian mencari teman kalian bukan? Hanya ada satu orang yang bisa datang dan menyelamatkan mereka. Dan orang itu akan ditentukan lewat pertarungan! Sekarang bersiaplah, lawanmu akan mucul sebentar lagi Minato Shirogane."
Bzzzzttt... bzzzzttt...
"Lawanku..." hmm, salah satu dari teman-temanku akan menjadi lawanku. Seperti yang dikatakan oleh Teddy palsu. Orang yang akan menjadi lawanku datang.
"Aku tidak menyangka kau akan jadi lawanku, Minato-san."
"Yukiko? Jadi aku harus melawanmu..." ucapku.
"Ya, kalau ia masih menggunakan peraturan yang sama, maka hanya ada satu orang yang bisa keluar dari sini. Salah satu dari kita tidak bisa pergi dari sini tanpa bertarung selama tembok ini ada." Ucap Yukiko sambil menyentuh tembok transparan yang mengurung kami.
"Tch... peraturan yang menyebalkan... kalau begitu kita tidak punya pilihan. Serang aku seperti kau ingin membunuhku, kau mengerti?"
"Baiklah, kau juga sebaiknya tidak meremehkan diriku Minato-san."
"Ya tentu saja..."
Aku pun menyiapkan diriku, begitu juga Yukiko. Yukiko pun memanggil Personanya.
"Amaterasu! Serang!" ucap Yukiko. Setelah mendengar perintahnya, Amaterasu langsung melesat ke arah ku. Dengan segera aku memanggil Thanatos, salah satu dari tiga Persona andalanku.
Trank!
Thanatos menahan serangan pedang Amaterasu dengan katananya. Amaterasu pun terbang menjauh dari Thanatos, lalu menyiapkan sihirnya untuk menyerang Thanatos. Yukiko pun maju dan mengeluarkan kipas dengan ujung terbuat dari besi yang runcing. Sepertinya dia melakukan apa yang aku katakan, menyerangku seakan-akan ingin membunuhku. Ya bagus, aku juga tidak boleh meremehkannya.
"Thanatos!" teriakku pada Thanatos. Thanatos pun langsung mengerti maksudku dan ia langsung terbang ke arah Amaterasu dan menyiapkan katananya untuk menyerang Amaterasu. Di saat yang bersamaan Amaterasu melemparkan agidyne ke arah Thanatos saat Thanatos sudah mulai mendekat. Bola api besar mengenai Thanatos, aku bisa merasakan panas api yang membakar dirinya. Tapi serangan seperti ini tidak bisa menjatuhkanku ataupun Thanatos. Thanatos pun keluar dari kobaran api lalu mengayunkan katananya kepada Amaterasu. Serangan Thanatos mengenai Amaterasu.
"Ahh!" teriak Yukiko merasa kesakitan. Setelah itu Thanatos menyiapkan megido. Kali ini yang menjadi sasaran Thanatos bukan Amaterasu, melainkan Yukiko. aku harap megido tidak akan membuat luka yang parah padanya. Amaterasu menghilang dan Yukiko menjerit kesakitan saat megido milik Thanatos mengenainya. Setelah itu Yukiko terjatuh. Aku segera menghampirinya, berharap ia baik-baik saja.
"Hey! Kau tidak apa-apa?" tanyaku.
"A-aku... t-tidak apa-apa. Ugh..." ucap Yukiko.
Aku mengulurkan tanganku ke arah Thanatos.
"Change!" Thanatos pun menghilang, sebagai gantinya Messiah, Persona terkuat yang kupunya, muncul menggantikan Thanatos.
"Huh!? Kemampuan itu!?" ucap Yukiko terlihat terkejut saat aku memanggil Messiah.
"Messiah, Salvation!" Messiah pun menggunakan Salvation kepada Yukiko. Semua luka luar yang ada pada Yukiko menghilang. Yukiko pun berdiri.
"Rupanya kau memiliki kekuatan yang sama dengan Yu-kun, pantas saja kau begitu kuat."
"Kekuatan yang sama?"
"Ya, Yu-kun juga memiliki lebih dari satu Persona, sama sepertimu."
"Begitu..." ini artinya Yu adalah Wild Card, sama seperti aku dan Aigis.
"Sebaiknya kau segera pergi Minato-san. Kau harus menyelamatkan Kirijo-san dan Sanada-san bukan? Tidak perlu mengkhawatirkanku, aku akan baik-baik saja di sini."
"Baiklah... aku pasti akan menyelamatkan mereka. Kau jaga dirimu."
"Hm." Yukiko mengangguk. Aku pun pergi keluar dari ruangan itu, tembok transparan yang menutupi pintu keluar menghilang setelah aku mengalahkan Yukiko. Setelah berhasil keluar ruangan, aku berjalan melewati ruangan yang sebesar sebuah aula. Tapi aku lebih merasa berjalan di sebuah koridor karena tembok-tembok transparan yang terus mengarahkan aku entah kemana. Aku pun berjalan mengikuti tembok transparan ini, hingga aku sampai di sebuah tempat. Sebuah ruangan besar dengan arena tinju... dengan ukuran sangat besar.
Tap... tap... tap...
Aku melihat Naoto, Yu, dan Aigis masuk melalui pintu yang berbeda-beda. Aku melihat Teddy palsu berdiri di tengah arena, kami pun memasuki arena tersebut.
"Heh, sepertinya kalian sudah sampai! Jadi bagaimana pendapat kalian dengan wujudku yang sekarang?"
"Hmph! Berhenti menggunakan wujud orang lain dan tunjukkan wujudmu yang sebenarnya!" ucap Naoto kepada peniru Teddy.
"Sebaiknya kau segera bebaskan Mitsuru-san dan Akihiko-san."
"Oh tentu, aku akan bebaskan mereka, tapi setelah kalian memainkan puncak permainan!"
Tiba-tiba Teddy palsu menghilang dan muncul di sebuah balkon yang ada di tempat ini.
"Sekarang untuk permainan yang terakhir! Sebuah pertarungan dua lawan dua!" lalu Teddy palsu melanjutkan kata-katanya.
"Aku sudah membuatkan tim untuk kalian! Tim A, Yu Narukami dan Naoto Shirogane. Tim B, Minato Shirogane dan Aigis. Sekarang peraturannya mudah saja, hanya dua orang yang bisa menyelamatkan kedua orang yang kutahan. Dan dua orang itu adalah orang yang memenangkan pertarungan ini! Satu hal lagi, kalian tidak bisa keluar dari arena sebelum ada salah satu tim yang kalah!" ucap Teddy palsu. Tch... dia benar-benar mempermainkan kami semua. Sepertinya aku tidak punya pilihan selain mengikuti jalan permainannya. Teddy palsu pun melanjutkan pembicaraannya.
"Sekarang mari kita mulai pertarungannya! Oh ya untuk membuat pertarungan ini lebih menarik, aku menahan semua teman-teman kalian yang kalian berempat kalahkan sebelum menuju kemari! Kalian hanya punya waktu 15 menit untuk menyelamatkan mereka atau sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka, seperti kehilangan nyawa mungkin. Heheheh." Ucap Teddy palsu sambil menunjuk ke arah dua belas salib besar yang masing-masing tergantung mereka yang sudah kami berempat kalahkan sebelumnya termasuk Fuuka dan Rise, serta ditambah dengan Akihiko-senpai dan Mitsuru. Mereka semua tidak sadarkan diri. Tunggu... tiga belas? Seharusnya hanya ada dua belas salib, hmm ahh... aku melihat seseorang dengan pakaian berwarna biru disana, aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Siapaun dia, aku bisa bertanya padanya nanti. Aku merasa semenjak kami masuk kesini, tempat ini sudah menjadi sebuah jebakkan untuk kami semua.
"Teman-teman!" teriak Aigis.
"Sebaiknya kalian segera mulai, waktu sudah berjalan. Jika dalam waktu yang ditentukan belum ada pemenang, maka aku akan mengambil Persona mereka lalu mengubahnya kembali menjadi Shadow dan membunuh mereka." Ucap Teddy palsu sambil tersenyum licik.
"Sepertinya kita tidak punya pilihan. Jangan segan-segan Minato-san, Aigis-san." Ucap Yu.
"Yah, jangan segan-segan untuk menyerang kami." Tambah Naoto.
"Baiklah, kalian juga... lawan kami dengan kemampuan terbaik kalian." Aku pun memanggil Thanatos. Aigis, Yu, dan Naoto juga memanggil Persona mereka.
"Izanagi! Ziodyne!" sepertinya Yu akan menyerang Aigis. Zio... ini adalah kelemahan Athena.
"Aigis!" Teriakku berusaha mengingatkan Aigis. Aigis mengangguk ke arahku, lalu ia menjulurkan tangannya ke arah Athena dan menggantikannya dengan Thor tepat saat Izanagi mengenai Aigis. Serangan Yu sama sekali tidak mempan karena Thor melindungi Aigis dari serangan Yu.
"Multiple Persona!?" ucap Yu terkejut.
Persona milik Naoto terbang ke arah Aigis dan berusaha menyerangnya. Tapi sebelum ia mengenai Aigis, Thanatos sudah menahan serangannya. Izanagi lalu melesat ke arah Thanatos berusaha menyerangnya, tapi Thor menghajar perutnya dengan palunya itu hingga Izanagi terpukul ke belakang.
"Ugh... Izanagi megidolaon!" ucap Yu. Izanagi pun menggunakan Megidolaon dan serangan itu mengenai kami berdua.
"Arghhh..."
"Ugh... sepertinya kau sudah mulai serius." Ucapku pada Yu. Aku pun memanggil Orpheus, menggantikan Thanatos.
"Telos! Ragnarok!" Orpheus Telos pun menyerang Naoto dan Yu dengan Ragnarok. Serangan Telos sepertinya cukup membuat mereka dalam kesakitan. Sebenarnya aku tidak mau bertarung seperti ini, tapi kalau situasinya sudah begini maka aku tidak punya pilihan.
"Onii-san kau juga memiliki lebih dari satu Persona!?"
"Ya begitulah, aku dan Aigis memiliki lebih dari satu Persona. Kau juga memiliki kekuatan yang sama, benarkan Yu?"
"Ya..." ucap Yu. Yu menyiapkan katana yang ada di tangannya, lalu ia berlari ke arahku bersamaan dengan Izanagi yang berlari ke arah Telos.
Aku dan Yu pun saling beradu pedang, sedangkan Naoto dan Aigis juga sedang bertarung satu sama lain.. Aku mengayunkan pedangku secara horizontal ke arahnya, tetapi ia menghindar dan lalu menyerangku balik.
"Telos!" ucapku. Lalu Orpheus pun memukul Izanagi samapi ia jatuh ke tanah dan terbang ke arah Yu lalu menyerangnya hingga Yu terpental beberapa meter dari posisi asalnya berdiri.
"Argghh... ugh. S-salvation!" Izanagi kembali berdiri lalu ia menggunakan Salvation. Seluruh luka Yu menghilang dari tubuhnya.
"Heh... salvation rupanya..." Yu pun kembali berdiri.
"Izanagi! Mind Charge, Angelic Grace!"
"Telos! Mind Charge, Megidolaon!"
Kami pun saling terkena serangan satu sama lain.
"Ughh, kau cukup hebat. Tapi cukup sampai disini." Aku pun memanggil Thanatos lagi, tapi kali ini bukan untuk menggantikan Telos, melainkan ntuk bertarung bersama.
"Argghh... M-memanggil dua Persona sekaligus!?" Yu sepertinya sangat terkejut. Rupanya dia tidak tau kalau kekuatannya bisa melakukan hal seperti ini.
"Thanatos, Vorpal Blade! Telos, Mind Charge, Megidolaon!" Thanatos pun menyerang Izanagi. Izanagi menahan serangan Thanatos dengan katananya, Thanatos pun mundur lalu Orpheus menggunakan Megidolaon.
Duarr!
"Araaghh..." teriak Yu, ia pun terpental menabrak dinding transparan itu. Aku pun melihat ke arah Aigis dan Naoto. Sepertinya Aigis berhasil mengalahkan Naoto. Aku menghela nafasku lega, Naoto tidak terluka parah, sedangkan Yu... ia memiliki pertahanan yang sangat tinggi jadi lukanya pun tidak terlalu parah. Aku pun pergi ke pinggir arena. Saat aku berusaha keluar, tembok transparan itu masih ada di sana.
"Hey! Pemenangnya sudah ditentukan. Tapi mengapa tembok ini tidak hilang, apa kau mencoba mengingkari janjimu?" tanyaku pada Teddy palsu itu.
"Oh aku tidak melanggar janjiku. Hmmm... oh ya! Aku lupa mengatakan padamu peraturan yang terakhir, peraturan mengenai pertarungan ini bahwa pertarungan ini adalah pertarungan sampai mati! Heheheh!"
"P-pertarungan sampai mati? Kami tidak mungkin membunuh mereka." ucap Aigis
"Heh kau tidak punya pilihan, waktu kalian tinggal 50 detik lagi."
Aku tidak mungkin membunuh mereka berdua. Waktu tinggal 50 detik lagi, aku harus berpikir cepat. Satu-satunya cara hanyalah dengan menghancurkan tembok ini. Tapi bagaimana... ah Armageddon! Armageddon akan cukup kuat untuk menghancurkan tembokm ini. Aku pun memanggil Vishnu, Ananta, Satan, dan Helel untuk menggunakan Infinity dan Armageddon.
"Heh, aku tahu apa yang akan kau lakukan, Minato Shirogane. Memanggil Helel dan Satan secara bersamaan berarti kau akan menggunakan Armageddon. Kalau kau coba melakukannya maka akan kupastikan kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan teman-temanmu lagi!"
Dia tahu soal Armageddon? Tapi bagaimana mungkin. Aku hanya pernah memakainya di depan anggota SEES. Siapa dia sebenarnya?
"Sulit untuk menentukan siapa yang akan kau korbankan huh? Baiklah, karena aku sedang berbaik hati, aku akan memberimu satu pilihan lagi. Serahkan dirimu maka aku akan membuka tembok transparan ini. Kau punya waktu 10 detik untuk berpikir."
Menyerahkan diriku... aku benar-benar tidak punya pilihan. Aigis menatap ke arahku. Aku pun tersenyum padanya.
"Aigis, kau harus menyelamatkan mereka. Aku percaya padamu."
"Minato-san! jangan bilang kau..."
"Aku tidak punya pilihan."
"Keputusan yang bijak... diam disana dan jangan bergerak sedikit pun." Aku melakukan apa yang dia katakan. Teddy palsu itu pun berpindah tempat kembali, sekarang ia ada di depanku. Lalu ia mengulurkan tangannya ke arahku dan...
PRANK!
Tembok transparan disekeliling arena hancur dikarenakan seorang wanita berpakaian biru dan berambut blonde pendek. Ia turun tepat diantara aku dan Teddy palsu. Teddy palsu pun kembali berpindah ke balkon.
"Fiuhh... untung saja aku tepat waktu. Lama tak bertemu Minato-sama."
"...Elizabeth!?"
A/N: DONE! Soal pertarungannya, Minato cuman bertarung 1 babak, trus Naoto 2 babak, yu juga dua babak, aigis satu babak gituuh! Nah kalo gituh kalo ada saran atau komentar tolong review! Yosh! See you!
