Chapter 2

Yo Minna! Saya mencari ide untuk chapter 2 ini butuh waktu kurang lebih 1 bulan. Wah menyenangkan kalau sudah selesai.

Oke, cukup pembukaannya yang pendek dan nikmati Fic Cross Kedua saya

Disclaimer :

-Detective Conan : Aoyama Gosho

-Fairy Tail : Hiro Mashima

- This Fic : My Self

Genre :

-Fantasy

-Friendship

Lucy P.O.V

Aku pun mengantar pemuda bersama Shinichi ini ke Guild Fairy Tail, tapi tak disangka bahwa Guild ku hancur berantakan, aku berpikir bahwa Guild ini diserang lagi ke 3 kalinya, apakah ada Guild yang ingin menghancurkan Fairy Tail untuk mengambil sesuatu lagi. (nonton bagian serangan Guild Phantom oleh Gajeel dan Carbuncle oleh Dyst), tapi aku mencari semua orang, tidak ada seorang sama sekali, yang kutahu pasti Natsu, Gray,Erza dan Happy harusnya berada disini. Tapi saat Shinichi itu menyelidiki, dia berkata bahwa mungkin ini ada pertengkaran. EEEHHHH?!.

Normal P.O.V

Apa katamu Shinichi, tanya Lucy. Aku hanya bisa berkata hanya adanya pertengkaran, jawab Shinichi. Lihatlah, dari semua pondasi yang hancur, hanya bagian yang ada kue terinjak saja yang hancur nya lebih parah, menurutku ini penyebab motif dari pertengkaran itu terjadi karena kue itu terinjak, dan terlebih lagi karena kalian penyihir mungkin ini hanya pertarungan biasa di duniaku, jika ada perang maka harusnya quest board, counter, dan semua segala macam disini hancur parah, tapi hanya sebagian saja dari guildmu yang hancur,dan juga tidak ada bau mayat dan darah di sekita sini, Lanjutnya. Wahh, Shinichi hebat, apa kau Detective terkenal ya di duniamu, pasti banyak kasus yang terpecahkan dan pasti punya banyak pacar ya, puji Lucy. Ah tidak seperti itu, rendah Shinichi. Tapi karena motifnya kue, Lucy tadinya kagum sama Shinichi malah takut karena anggota lain yang mempunyai sifat itu tidak lain adalah Erza...!, saat Shinichi bertanya siapakah orang yang kira-kira berkelahi?, Lucy pun tertekan, kalau dia jawab Erza, pasti Shinichi akan memarahinya dan Shinichi pasti akan babak belur, tapi Happy yang datang secara tiba-tiba mengasih tahu bahwa Erza dan Natsu sedang bertarung di Pelabuhan, akhirnya Lucy mengasih tahu Shinichi sambil berlari menuju kesana. Shinichi pun menghayal bahwa Erza itu adalah monster raksasa yang ganas. (sama seperti pikiran Lucy pada episode 4). Akhirnya sampai disana tapi, Erza sudah membantai Natsu dan Gray, Shinichi pun kaget, dikira monster ganas malah gadis cantik berambut merah tapi mempunyai tatapan seorang pembunuh berdarah dingin, Erza pun menghukum Natsu dan Gray yang sedang diikat oleh tali tambang, Lucy bertanya dengan deg-degan ke Erza, dimana master ?, Erza dengan tenang mengatakan bahwa master sedang ada di dewan penyihir, Erza pun melihat Shinichi dengan tatapan aneh, Shinichi yang ditatap Erza pun tiarap, berhayal akan di habisi. Tapi Erza bertanya dengan lembut ke Shinichi, namamu siapa?, Shinichi pun menjawab kalau identitasnya dan asal-usulnya dengan tenang, Erza yang kebingungan dengan asal-usulnya pun akhirnya pasrah dan tidak bertanya lagi, ngomong-ngomong dia kah Natsu, sang Salamender Dragon slayer yang kudengar dari masyarakat?, tanya Shinichi. Benar sekali, dialah salamender pembuat onar di sini,jawab Erza. Oh ya yang telanjang dada itu namanya Gray, lanjutnya. Shinichi saat melihat Erza yang sangat kuat itu dia jadi ingat Ran yang jago dalam karate, yah walaupun sifatnya saja yang beda kalau Ran sifat nya penyayang dan masih penakut ,tapi Erza kayaknya terlalu sadis deh (-,-). Natsu dan Gray pun diseret ke Guild, Shinichi yang mendengar teriakan Natsu pun teringat lagi pada seseorang, siapa ya? Oh ya suara itu kan suara petugas polisi Tateno Sumio yang ditangkap karena Pembunuhan, batin Shinichi. (nama suara Tateno Sumio sama dengan suara Natsu yaitu disuarai oleh Tetsuya Kakihara) Dia masih sedih karena cara petugas Tateno yang salah, melakukan pembunuhan karena hanya untuk menghukum korban demi nama keadilan. (nonton Detective Conan volume 665). Aku pun merasa benar kepada Inspektur Megure yang memarahi petugas Tateno Sumio, tidak pantas berkata keadilan karena kau seorang pembunuh.

Di Dunia Jepang.

Ehhh, Conan menghilang di game cocoon, teriak Ran. Iya, Conan menghilang dan satu-satunya petunjuk yang kami temukan adalah kertas segel ini, seperti kertas sihir, jawab Ayumi. Oh ya, menurutku mungkin jika ditempelkan lagi ke Game Cocoon mungkin kita bisa pergi kesana tapi masalahnya, kalau berada disana aku tidak bisa memastikan kesempatan untuk balik kedunia ini,jawab Haibara. Analisis Haibara ada benar nya, jika Seseorang pergi kesana mungkin bisa menolong Conan tapi belum tentu bisa balik lagi karena jika bisa balik lagi, seharusnya Conan sudah balik dari awal, tapi Ran bertekad untuk tetap menolong Conan walaupun harus selamanya tinggal di dunia sana. Dia pun langsung mengambil kertas segel itu dan berlari menuju tempat game Cocoon tersebut, tapi disana ada yang ramai, petugas pada ingin memperbaiki alat-alat Cocoon tersebut, Tapi karena Ran buru-buru dan membentak jika berani mengganggu, makanya petugas itu membiarkan Ran tetap bermain. Ran sebelum bermain menyisipkan kertas sihir di game cocoon, saat bermain tubuh Ran pun menghilang seperti Conan, tapi fisik tubuhnya tidak berubah.

Di Dunia Fiore

Ran samapai di kota Magnolia tapi tidak mengerti situasinya. Pada saat perjalanan untuk mencari Informasi, dia bertemu dengan tiga bersaudara berambut Putih, yaitu Mirajane, Lisanna dan Elfman. Setelah kenalan Ran langsung bertanya kepada mereka tentang Conan. Tapi alhasil mereka tidak tahu, Mirajane pun menyarankan untuk ke Guild. Ran pun menurut dan ikut pergi dengan tiga bersaudara Strauss. Sampai disana mereka semua kaget, Mirajane melihat Guildnya hancur dan lagi dalam pembenaran oleh Erza, Natsu dan Gray. Tapi Ran lebih kaget karena dia melihat orang yang tidak asing baginya yaitu Shinichi. Ran pun akhirnya senang karena sudah lama sekali dia tidak ketemu, Shinichi pun kaget karena bertemu Ran. Bagaimana bisa Ran datang kesini dan cara dia menjelaskan semuanya?. Ran pun menjelaskan situasinya, dan Shinichi pun menjawab bahwa Conan akan baik-baik saja, Ran bertanya bagaimana bisa kau tahu Conan tidak apa-apa?, Shinichi pun menjawab, dengan Insting Detectiveku aku bisa merasakan Conan dalam keadaan baik-baik saja.

-To Be Continued

Selesai juga chapter 2

Apakah yang akan terjadi dengan Shinichi dan Ran, bagaimana Caranya mereka berdua balik kedunia mereka, simak chapter selanjutnya, oh ya makasih untuk Edogawa Luggy dan Anisa Khoirunnisa dengan Reviewnya, yang lain juga review yah...!