Title : Love Behind Love
Cast : Kim Yesung, Choi Siwon, Cho Kyuhyun and Other cast
Genre : Crime, Romace Dll
Warning : YAOI and Typo
Note : Anyeooong saya kembali membawa chap selanjutnya yang semakin kacau dan ga jelas...
sorry mianhae maaf beribu-beribu maaf karena updatenya lamaaa bgt, saya sempet ga ada mood buat nulis dan lagi saya lagi keranjingan nonton drama hehe...
maaf juga buat para reader yang sudah cape-cape review tapi malah saya ga pernah bales review readerdeul semua,bukannya saya ga mau tapi saya ga bisa gimana caranya? maklum saya author baru... ^^Y
saya juga mau ngucapin banyak-banyak terima kasih untuk yang udah mau baca,muji serta dukung ff ini hingga saya bisa melanjutkannya sampai sekarang...oh iya saya bakal seneng bgt kalau readerdeul manggil saya dengan sebutan yodeophi sesuai dengan penname saya bukan author atau mimin.. karena itu sedikit aneh menurut saya hehe..
saya bakal nerima dengan lapang dada semua kritik dan saran dari readerdeul semua...
Saranghae^^
Happy Reading^^
Setelah memastikan pintunya terkunci kyuhyun berjalan menghampiri yesung dengan seringai menghiasi wajahnya 'kau akan menjadi milikku kim yesung,kau tidak pantas dengan namja berensek itu' batinya.
Yesung terlonjak kaget saat merasakan seseorang yang merengkuh pinggangya,diapun menoleh dan mendapati kyuhyun sedang menciumi tengkuknya dan membuatnya merasa tidak nyaman.
"hyung..apa yang kau lakukan?" ujar yesung sambil mencoba melepas tangan kyuhyun yang bertengger di pingggangnya dengan lembut.
"saranghae yesung-ah,,kau milikku sungie" kyuhyun meracau sambil terus menciumi tengkuk hingga bahu yesung.
Yesung mulai ketakutan,mengapa tiba kyuhyun bekelakuan seperti ini? Untuk kesekian kalinya yesung mencoba melepas rengkuhan kyuhyun tapi tidak bisa karena kyuhyun begitu kuat.
"hyung..lepaaas" ujar yesung menahan tangis.
Kyuhyun membalikan badan yesung untuk menghadapnya,dan betapa kagetnya ia saat melihat air mata yang sedikit lagi jatuh dari sudut mata yesung.
"kenapa menangis chagi?" tanya kyuhyun sambil membelai rambut yesung hingga ke wajah manisnya.
Yesung tidak menjawab badannya bergetar dia ketakutan saat melihat mata kyuhyun, terdapat kemarahan besar dari mata coklat itu dan bisa di lihat dengan jelas oleh yesung.
"si...siwon hyung" rancau yesung pelan dengan suara bergetar.
Entah mengapa disaat ketakutan seperti ini yesung malah mengingat nama siwon padahal biasanya dia akan selalu mengingat dan memanggil nama hyungnya yaitu kangin.
Mendengar nama siwon keluar dari mulut yesung membuat hati kyuhyun bertambah panas "Akkh" teriak yesung. Seperti kehilangan akal sehatnya kyuhyun langsung menampar yesung kasar membuat yesung jatuh terbaring ke sofa yang ada dalam ruangan itu,terlihat darah mengalir dari sudut bibir yesung.
Dengan cepat kyuhyun menindih tubuh yesung dan langsung mencium yesung secara paksa,tangan mungil yesung di cengkram kuat oleh tangan kekar kyuhyun membuat namja manis itu tidak bisa berkutik.
Yesung berusaha melepaskan ciuman kyuhyun dengan cara memutar kepalanya kekiri dan ke kanan dan itu berhasil,kyuhyun melepaskan tautannya pada bibir yesung,namja manis itu terengah mencoba mengais udara yang sebanyak-banyaknya.
"jangan pernah menyebut nama namja brengsek itu di hadapanku" desis kyuhyun tajam dan membuat mata yesung membulat, bukankah siwon teman baik kyuhyun? Mengapa kyuhyun begitu membencinya? Itulah pertanyaan yang berputar dalam otak yesung saat ini.
Melihat yesung yang sedang diam terpaku membuat kyuhyun lansung menyerang yesung kembali,di menenggelamkan wajahnya pada celeruk leher yesung dan mengecupinya dengan penuh nafsu "tolooong..akh andwe hyung toloong" teriak yesung mencoba meminta tolong.
DUGH..DUGH..DUGH
Suara pintu yang di gedor dengan jelas terdengar tidak membuat kyuhyun menghentikan aksinya.
"YESUNG...YA KYUHYUN BUKA PINTUNYA APA YANG KAU LAKUKAN PADA YESUNG" terdengar teriakan siwon dari dari luar malah makin membuat kyuhyun semakin menjadi,kebenciannya terhadap siwon dan kenginannya untuk memiliki yesung membuat dia semakin kelihangan akal sehatnya.
_Wonkyusung_
Siwon masih terlihat terus berusaha untuk membuka pintu ruangan itu,berbagai cara sudah dia lakukan menendang-nendang pintu tersebut sampai menunbrukan badannya pada pintu tapi pintu ruangan itu tetap tidak bisa di buka. Siwon mulai putus asa dia menyesal meninggalkan yesung dengan kyuhyun tadi , siwon tidak menyangka bahwa kyuhyun akan melakukan ini pada yesung dan siwon juga tidak mengerti apa yang di inginkan kyuhyun sebenarnya.
Tiba-tiba dari arah pintu terlihat seorang namja tampan berjalan dengan santainya tanpa menyadari kehadiran siwon yang sedang menggedor-gedor pintu,namja itu adalah kibum.
Kibum membelalak ketika melihat siwon berteriak panic tak karuan sambil menendang pintu bercat putih itu.
"ada apa ini?" seru kibum tak kalah panic
Siwon menoleh dan merasa bersyukur ketika melihat kibum.
"kyuhyun dan yesung ada di dalam,dan sepertinya kyuhyun mencoba mencelakai yesung" ucap siwon sambil terengah,terlihat bulir-bulir keringat dari wajah siwon karena kelelahan.
"Mwo?" seru kibum kaget dan langsung berlari ke arah siwon dan mulai berusaha mendobrak pintu.
'kumohon kyu jangan bertindak bodoh' batin kibum tanpa menghentikan kegiatannya,tapi tiba-tiba otak jeniusnya mengingat sesuatu.
"AJUSHI...AJUSHI...!" teriak kibum keras.
Seorang ajushi paruh baya datang tergopoh-gopoh karena dia sempat kaget mendengar teriakan kibum.
"a..ada apa tuan muda kibum?" tanya sang ajushi.
"mana kunci cadangan ruangan ini?cepat berikan kepadaku..PPALLI" ujar kibum penuh tekanan.
Ajusshi itu langsung mengeluarkan banyak kunci yang selalu tergantung di pinggangnya,karena banyaknya kunci cukup lama ajushi itu untuk menemukan kunci yang tepat untuk pintu ruangan itu.
"YAA...PPALLI! teriak kibum dan siwon terlihat geram dengan ajushi itu.
"iii...ini tu..." ajushi itu tidak melanjutkan kata-katanya karena kibum langsung merampas kunci itu dan memasukannya ke lubang kunci.
Setelah pintu tersebut terbuka siwon dan kibum terbelalak kaget melihat posisi kyuhyun yang sedang menindih yesung sambil berusaha mencumbunya,dan yesung terlihat kesulitan untuk melawan kyuhyun matanya sudah merah dan bengkak karena menangis dan lagi kondisi pakaiannya sudah tak karuan.
Siwon mengepalkan tangan sambil berjalan ke arah kyusung,terlihat gurat kemarahan dari wajahnya
Sreet BUGH
Siwon menarik lengan kyuhyun dan langsung melayangkan pukulan kerasnya pada pipi kyuhyun membuat kyuhyun tersungkur dan dan hampir menubruk tembok. Dengan cepat kyuhyun bakit dari jatuhnya dan bersiap menyerang siwon,tapi serangan itu di gagalkan oleh kibum yang menarik tangannya dan menempelkan punggung kyuhyun pada tembok dan menahannya.
Siwon membantu yesung untuk bangun,karena ketakutan yesung langsung menubrukan tubuhnya pada siwon dan menenggelamkan kepalanya pada dada siwon sambil menangis sesegukan. Siwon mengusap punggung yesung guna untuk menenangkan yesung.
"YYAA...JANGAN SENTUH YESUNGKU" teriak kyuhyun sambil meronta dalam kungkungan kibum.
Teriakan kyuhyun membuat yesung semakin ketakukan namja manis itu semakin mengeratkan pelukannya pada siwon.
"kyu tenangkan dirimu,,,bukankah kau ingin balas dendam pada namja brengsek itu? Mengapa kau malah hampir mencelakai yesung?" ujar kibum sambil terus berusaha menahan kyuhyun.
"siapa yang ka maksud namja brengsek?" tanya siwon
"TENTU SAJA KAU CHOI SIWON...KAU YANG SUDAH MEMBUNUH HYUNGKU DAN MEMBUATNYA MENDERITA" teriak kyuhyun.
DEG...
Siwon kaget dengan kata-kata kyuhyun 'a...ani itu tidak benar' seru siwon dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
"YAA..siwon, sebaiknya kau antar yesung pulang biar masalah ini kita selesaikan nanti" seru kibum.
Siwon tersadar dari lamunannya,mengangguk dan langsung membawa yesung yang masih terisak keluar dari ruangan itu.
"CHOI SIWON MAU KEMANA KAU? KIBUMAHH LEPAKAN AKU" teriak kyuhyun meronta.
"yaa...cho kyuhyun dengarkan aku..apa kau tidak lihat yesung menangis ketakutan huh? Apa kau memang berniat menyakitinya? Itu berarti kau sama saja dengan siwon yang sudah membuat hyungmu menderita" ujar kibum sambil mengguncang bahu kyuhyun.
Kyuhyun mulai tenang buliran air mata terlihat keluar dari caramelnya,namja tampan itu teduduk dengan lemahnya di lantai. Apa yang di katakan kibum benar,dia sudah menyakiti yesung dan menghilangkan kepercayaan yesung padanya, dan kyuhyun yakin setelah ini yesung akan benar-benar membencinya.
"Eottokhae kibumah...eottokhae?" gumam kyuhyun lirih,dan kibum hanya menghela nafas melihat keadaannya sepupunya yang mulai kehilangan harapan.
_Wonkyusung_
Siwon dan yesung duduk di kursi belakang mobil siwon, namja tampan itu menelfon supirnya untuk menjemput mereka di rumah kyuhyun dengan begitu dia bisa terus menjaga dan menenangkan yesung yang masih sangat ketakutan.
Selama perjalanan yesung tidak pernah melepaskan sedikitpun pelukannya pada siwon mentalnya benar-benar down saat ini. Sedangkan siwon dia terlihat melamun memikirkan kata-kata kyuhyun tadi.
Entah mengapa saat kyuhyun bilang kalau ia yang membunuh heechul hyungnya,namja tampan itu tidak merasa marah tapi malah berasa bersalah. Saat melihat kemarahan kyuhyun siwon merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan ini semua dan lagi dia melihat raut kesedihan dan kehilangan dari kyuhyun membuatnya semakin merasa bersalah.
"yesung.." panggil siwon sambil melonggarkan pelukan yesung.
Yesung mendongak dan sungguh siwon merasa sakit melihat wajah manis yesung yang tertutup oleh ketakutan dan kesedihan,jejak air mata terlihat jelas dari wajah cantik itu.
Siwon menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajah yesung,kedua jempolnya mengusap lembut garis air mata di pipi yesung.
"aku harap kau tidak membenci kyuhyun setelah ini" ujar siwon
Yesung mengerutkan alisnya mendengar ucapan siwon.
"apa yang kau lihat tadi bukanlah kyuhyun yang sebenarnya,dia hanya sedang terpengaruh oleh rasa bencinya terhadapku...aku yakin dia tidak pernah berniat untuk menyakitimu,dia hanya marah padaku jadi aku mohon jangan membecinya" jelas siwon. Dan yesung hanya menunduk ragu.
"kau adalah seseorang yang sangat berarti untuknya saat ini, setelah hyungnya meninggal karena kecelakaan yang di sebabkan oleh keteledoranku" ujar siwon sambil menunduk menahan tangis sembari mengingat betapa banyaknya foto yesung yang terpajang di ruangan itu menunjukan bahwa yesung adalah orang yang sangat berarti bagi kyuhyun.
"a...apa hubungan hyung dengan heechul hyung?" tanya yesung dengan suara bergetar pasca menangis.
"ceritanya sangat panjang dan ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakan itu semua" jawab siwon sambil merapikan rambut yesung yang berantakan.
"aku mohon...jangan membenci kyuhyun ne?" pinta siwon.
"entahlah hyung..a..aku masih takut" jawab yesung.
"kau tenang saja ada hyung yang akan melindungimu,kau harus percaya padaku" balas siwon sambil membawa yesung kembali ke pelukannya,dan mengecup puncak kepala yesung,tidak berapa lama terdengar suara nafas teratur dari yesung ternyata namja manis itu tertidur rasa lelah membuatnya cepat terbang ke alam mimpi.
Siwon tersenyum dia merasa lega melihat wajah yesung tertidur terlihat sangat damai berbeda dangat raut wajah sebelumnya yang terlihat ketakutan.
"saranghae" gumam siwon lirih
_Wonkyusung_
Kangin terlihat mondar mandir di ruang tengah rumahnya rasa cemas menghiasi raut wajahnya saat ini. Sudah selarut ini dan yesung belum juga pulang dan lagi adik manisnya itu tidak memberinya kabar sama sekali. Untuk kesekian kalinya namja kekar itu mendial nomor handphone adiknya berusaha kembali untuk menghumbungi sang adik manis tapi tetap tidak ada jawaban.
TING TONG
Terdengar bunyi bel yang menandakan ada seseorang yang datang,kangin langsung berlari untuk membuka pintu dan berharap yang datang adalah yesung dalam keadaan baik-baik saja dan tidak kekurangan satu apapun.
CEKLEK
Raut wajah kangin berubah masam saat melihat seseorang di hadapannya, kangin memang melihat yesung tapi yang membuatnya terlihat marah adalah adik manisnya sedang tertidur dalam gendongan siwon,namja yang waktu itu pernah dia ancam untuk tidak kembali mendekati yesung. Amarah kangin meninggi saat melihat terdapat jejak air mata di pipi yesung dan lagi dia juga melihat bahwa sudut bibir yesung terluka.
"brengsek...apa yang kau lakukan pada yesung?" geram kangin marah sambil menarik kerah baju siwon tanpa peduli bahwa yesung masih dalam gendongan siwon membuat tubuh mungil itu hampir terjepit di antara tubuh siwon dan kangin,tapi beruntung keadaan itu tidak mampu mengganggu tidur yesung.
"aku pasti akan mejelaskannya...tapi biarkan aku membawa yesung masuk dulu dan menidurkannya?" ujar siwon tanpa ragu ataupun takut,sepertinya ia memang sudah siap untuk mengahadapi hal ini.
Kangin mengambil yesung dari gendongan siwon dengan hati-hati,setelah yakin yesung sudah aman di gendongannya kangin memandang siwon tajam.
"aku akan membuat perhitungan denganmu,tunggulah di sini dan jangan berpikir untuk kabur" ancam kangin dan hanya di balas anggukan oleh siwon.
Kangin berlalu meninggalkan siwon sambil membawa yesung ke dalam,kangin menidurkan yesung dengan hati-hati setelah itu dia langsung memeriksa tubuh yesung dari atas sampai bawah takut adiknya manisnya ini terluka banyak,menyelimutinya dan kembali keluar untuk menemui siwon.
Kangin menarik siwon kasar hingga keluar pagar rumahnya "jelaskan padaku apa yang terjadi dengan yesung huh?" tanya kangin sambil menarik kerah siwon.
"i..ini kecelakaan...dan semua adalah salahku" jawab siwon.
BUGH.
Tanpa berpikir panjang kangin langsung meninju wajah siwon sampai namja itu tersungkur ke tanah.
"bukankah sudah ku katakan untuk jangan mendekati adikku huh? Sekarang rasakan akibatnya" seru kangin sambil terus menendang tubuh siwon di bawahnya.
"butuh berapa pukulan yang harus aku dapat agar bisa mendekati yesung?" teriak siwon yang sudah babak belur membuat kangin menghentikan tendangannya.
"mwo?" seru kangin yang sedang berdiri sambil terengah pasca acara menendang siwon tadi.
Dengan sangat susah payah siwon berusaha untuk bangkit dan berlutut di bawah kangin.
"aku mencintai yesung,entah bagaimana awalnya tapi aku sangat ingin melindunginya,aku sudah berjanji padanya...aku mohon hyung ijinkan aku untuk melindunginya" mohon siwon pada kangin sambil menyentuh kaki kangin.
Kangin bergeming dia terlihat berpikir,tidak menyangka akan ada seseorang yang ingin melindungi adiknya mati-matian. Bukankah dulu dia berharap yesung akan mendapatkan seseorang yang bisa melindungi dan menjaga adiknya lebih baik dirinya? Dan dia juga ingat permintaan yesung yang ingin melihat hyung gagahnya mempunyai pasangan dan tidak terus menerus menjaganya. Tapi di sisi lain kangin sulit untuk percaya pada setiap orang yang ingin mendekati yesung,pernah dia percaya tapi itu malah membuatnya menyesal.
Flashback
Waktu itu 2 bulan setelah ayahnya meninggal kangin menitipkan yesung pada pamannya karena dia harus mencari pekerjaan,sebulan setelah dia mendapat pekerjaan dia berencana untuk menjemput yesung dan membawanya pindah ke sebuah apartement kecil yang telah di sewanya. Tapi saat kangin sampai di rumah pamannya dia melihat yesung sedang meronta dalam gendongan seorang namja,kangin berlari untuk menyelamatkan yesung tapi tiba-tiba paman kangin menahan tangannya dan berbicara dengan datar.
"adikmu akan bahagia jika dia tinggal bersama namja kaya itu...kau lihat belum apa-apa kita sudah mendapatkan uang berjuta-juta won,dan kau tidak perlu repot-repot untuk merawat adik manismu itu" ujar sang paman sambil menunjukan koper di tangannya.
BUGH
Kangin langsung menghajar pamannya habis-habisan sampai namja paruh baya itu tidak berdaya,setelah itu dia langsung mengejar mobil yang sudah membawa yesung menjauh,beruntung dia membawa motor yang ia pinjam dari temannya membuat ia bisa menyusul mobil itu tidak lupa membawa koper yang tadi di tunjukan oleh pamannya.
Mobil mewah itu tiba-tiba berhenti karena motor kangin yang menhalanginya,dua orang namja berjas hitam serta seorang namja yang sepertinya adalah bos dari kedua namja tadi keluar dari dalam mobil tersebut.
"ya..apa yang kau lakukan? Kau ingin mati huh?" bentak salah satu dari namja berjas hitam tadi.
Tanpa menjawab kangin langsung melempar koper berisi uang yang ada di tangannya pada kedua namja tadi.
"aku tidak butuh uang itu,kembalikan adikku!" ujar kangin marah.
"aku dan pamanmu sudah sepakat dan adikmu sudah jadi milikku" jawab namja bos itu enteng.
"brengsek..." kangin mulai menyerang sang bos tapi dia dihalangi oleh kedua anak buahnya, tapi itu bukan masalah bagi kangin yang memiliki keahlian bela diri dalam waktu sekejap kangin sudah melumpuhkan kedua namja berjas hitam itu.
Tanpa buang waktu kangin langsung menyerang sang bos hingga babak belur dan tak berdaya,setelah yakin sudah tidak ada lagi yang menghalanginya kangin langsung menghampiri mobil di mana yesung berada dan merengkuh yesung yang menangis ketakutan.
"gwenchana?" tanya kangin memastikan.
Adik manisnya hanya mengangguk sebagai jawaban meskipun terlihat masih terisak karena tangisnya.
'aku janji akan terus melindungimu Yesungie,aku tidak akan membiarkan hal seperti ini terjdi lagi'
Janji kangin dalam hati sambil membawa yesung keluar dari mobil itu dan berjalan menjauh.
Flashback of
Bruuk..
Kangin tersadar dari lamunannya saat mendengar suara terjatuh,dan benar saja namja kekar itu melihat siwon sudah tak sadarkan diri di bawahnya.
Tanpa pikir panjang kangin langsung membopong siwon dan membawanya masuk kembali ke rumahnya.
"apakah aku bisa mempercayaimu?" gumam kangin sambil memperhatikan siwon yang iya baringkan di sofa ruang tengah rumahnya.
_Wonkyusung_
Siwon membuka matanya perlahan saat merasakan sinar matahari pagi masuk lewat jendela dan mengganggu tidurnya oh ralat maksudnya pingsan. Siwon memegang kepalanya yang terasa pusing dan dia juga merasakan rasa perih di bagian wajahnya juga rasa ngilu di bagian tubuhnya.
Ah ia ingat bahwa semalam dia di hajar habis-habisan oleh kangin,tapi siwon terlihat bingung dimana ini? Ini tidak seperti rumahnya? Tentu saja tuan muda choi berbedaan rumah ini dan rumahmu sangat jauh. Lalu ini rumah siapa? Siapa yang menolongnya? Mungkin itulah isi pikiran siwon saat ini.
"kau sudah sadar?" siwon tersentak kaget saat medengar suara itu,dia menoleh dan menemukan kangin yang berdiri dengan nampan berisi makanan dan minuman.
"ka..kangin hyung?" seru siwon tak percaya,bukankah namja ini yang semalam menghajarnnya.
Kangin menghampiri siwon dan meletakan nampan itu di meja yang berada di depan sofa tempat siwon duduk dan mendudukan dirinya di sebelah siwon.
"apakah sudah baikan? Semalam aku hanya mengobati luka di jawahmu dan selebihnya aku tidak tau" jelas kangin.
Siwon meraba wajah nya dan benar saja dia merasakan ada plester yang menempel di pelipis matanya. Dan diapun menjawab pertanyaan kangin dengan anggukan.
"mianhae...semalam aku tidak bisa menahan emosiku,aku sangat mengkhawatirkan yesung" seru kangin menyesal.
"yesung...bagaimana keadaanya sekarang?" tanpa menanggapi permintaan maaf kangin siwon malah menanyakan keadaan yesung.
"tadi dia sudah bangun dan dia menanyakanmu...yesung sudah menceritakan kejadian kemarin,dia tidak menyalahkanmu...sekarang dia sudah tidur lagi,aku menyuruhnya istirahat kembali kerena dia sedikit demam" jelas kangin.
"demam?" tanya siwon memastikan.
"iya demam...kejadian kemarin membuatnya lelah dan terserang demam,tenang saja aku sudah memberinya obat" jelas kangin lagi.
Siwon hanya menganguk samar, terjadi sedikit keheningan diantara kedua namja gagah itu.
"soal pernyataamu tadi malam...apa kau sungguh-sungguh?" tanya kangin memecah keheningan.
"tentu saja...jika hyung mengijinkan aku berjanji akan melindunginya,aku juga akan membuatnya bahagia aku tidak akan membuatnya menangis dan aku tidak akan membiarkan sedikitpun luka menghinggapinya" jawab siwon semangat berusaha untuk meyakinkan kangin.
Kangin tersenyum dia ingat kata-kata adiknya tadi saat siwon belum sadar.
'Aku mencintainya hyung'
"aku harap kau bisa menepati janjimu siwon" ujar kangin sambil menepuk bahu siwon.
Siwon langsung bangkit dari duduknya dan membungkuk di depan kangin.
"Gomawo hyung...jeongmal gomawo" seru siwon sambil tersenyum bahagia.
"euhmm...bolehkah aku bertemu yesung?" tanya siwon ragu.
"dia sedang istirahat...sebaiknya kau pulang! Orang tuamu pasti sedang menkhawatirkanmu" jawab kangin.
"aku benci mereka hyung" seru siwon datar
"wae?" tanya kangin penasaran.
"mereka sudah membuatku di cap sebagai pembunuh oleh adik dari mantan namjanchinggu-ku" jawab siwon.
"aku memang tidak tahu persis bagaimana masalahnya karena aku hanya mendengar dari sudut pandang yesung,dan aku juga tidak berniat untuk mencari tahu lebih dalam,kau harus segera menyelesaikan masalah ini secepatnya...bukan karena aku peduli padamu tapi karena aku khawatir pada yesung,bukan tidak mungkin bahwa yesung akan kembali menjadi korban" ujar kangin.
"tidak...aku berjanji kejadian kemarin tidak akan terulang lagi...aku akan segera menyelesaikan kesalah pahaman ini" seru siwon dengan penuh keyakinan.
"yah..aku harap juga begitu..nah sebelum kau pulang sebaiknya kau habiskan dulu makanan ini" titah kangin sambil berlalu meninggalkan siwon.
_Wonkyusung_
Kibum memasuki ruangan favorit kyuhyun itu sambil membawa nampan dengan semangkuk bubur panas dan segelas susu di atasnya, dia menhela nafas pelan saat melihat sepupunya itu terbaring di atas ranjang king sizenya sambil mengelus salah satu foto yesung di tangannya.
Namja yang dikenal dengan sifat dinginnya itu berjalan menghampiri kyuhyun dan meletakan nampan itu di meja yang berada di sisi ranjang lalu mendudukan dirinya di pinggiran ranjang.
"makanlah dulu,kemarin kau belum sempat makan malam" titah kibum datar.
"aku sudah bertindak bodoh kibum-ah" seru kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari foto yesung.
"bukan sudah tapi hampir...kau hanya tinggal mencari alasan agar yesung bisa memaafkanmu" ujar kibum mencoba menghibur kyuhyun.
"tidak ada alasan yang tepat untuknya memaafkanku" jawab kyuhyun kali ini dengan pandangan kosong.
"bagaimana bisa kau seyakin itu? Sudahlah cepat makan,kau perlu energi untuk melawan..ani maksudku untuk menyelesaikan masalahmu dengan siwon" bujuk kibum.
"aku telah mengecewakan heechul hyung" seru kyuhyun lagi membuat kibum memutar matanya jengah.
"berhenti berbicara omong kosong tuan muda cho" ujar kibum kesal.
Drrrt Drrrt
Tiba-tiba kyuhyun merasakan ponselnya bergetar,dan dilihatnya di layar ponsel itu tercantum nama siwon sang pemanggil. Kyuhyun tidak langsung mengangkatnya namja bersurai coklat itu malah melirik kibum seperti bertanya 'apakah aku harus mengangkatnya?' dan di balaskan anggukan pasti oleh kibum. Kyuhyun menggeser tobol hijau yang ada pada layar sentuh ponsel miliknya dan menempelkan ponsel berwarna biru itu ke telinganya.
"hmmm.." seru kyuhyun dingin.
'bagaiman keadaanmu?' tanya sang penelfon di seberang sana.
"apakah itu penting?" jawab kyuhyun.
'yesung baik-baik saja,aku yakin kau ingin tau keadaannya kan?'
"apa ada alasan selain itu yang membuatmu menghubungiku?" tanya kyuhyun setelah iya bernafas lega saat mendengar kabar soal yesung.
'aku berjanji bahwa yesung tidak akan membencimu' jawab siwon dan itu membuat rasa sesak menghinggapi kyuhyun.
"mengapa kau harus melakukan itu?" tanya kyuhyun berusaha tenang.
'karena aku tidak mau membuatmu semakin membenciku,dan aku tau bahwa yesung sangat berharga untukmu sama seperti heechul' jawab siwon.
"lalu kenapa kau merenggut keduanya? Kau membunuh hyungku dan sekarang mengambil yesung dariku" desis kyuhyun.
'aku tidak pernah membunuh heechul,dan soal yesung bukankah kau yang memulai?' ujar siwon penuh penekanan.
"brengsek" umpat kyuhyun menahan marah.
'kita harus menyelesaikan kesalah pahaman ini,aku akan segera menemuimu untuk membuktikan bahwa aku bukan pembunuh'
Tut tut tut
Sambunganpun terputus dengan wajah memerah menahan marah kyuhyun langsung membating ponselnya ke lantai membuat ponsel keluaran terbaru itu hancur berantakan.
Di saat yang sama siwon terlihat memejamkan matanya sambil menautkan kedua tangannya dan bergumam "mianhae kyuhyun-ah...aku juga sangat mencintai yesung seperti kau mencintainya"
Sayangnya kedua namja tampan itu belum tau di mana hati yesung akan berlabuh.
TBC
