PALPITATE

Tittle: Palpitate

Author: Keep'Dark'Beef

Genre: fantasi, suspense

Rate: T to M (seiring berjalannya keong sama rumahnya)

Length: chaptered (sesuai banyaknya review #banyak maunya.)

Cast: Kris, Luhan, Chen, Sehun, Kai, Baekhyun, Chanyeol. Tao.

Disclaimer: God (owner of everything)

Copyright: KeepBeef Chiken Chubu

Summary...

Aku datang, ketempat dimana jiwamu bersemayam.

Jiwa?

Bahkan kau tidak benar-benar hidup.

Namun biarlah Tuhan tiap menutup mataku untuk tidak mengetahui

Bahwa kau bukanlah salah satu dari kami.

Dan relakanlah

Ketidaktauanku.

Dan jikalau kebenaran mendatangiku

Izinkan aku tetap merasakannya...

CINTA

Chapter 2

"immortal?" seru Kris, hampir saja ia tersedak sumpit yang sedang ia gunakan untuk mengapit makanan.

"maksudmu?" ucap Luhan. Alisnya bertautan, pertanda bingung.

"aku tidak tau pasti. Namun menurut Tn. Lee, pemilik S.M University, makhluk itu semacam... penghisap darah..." jelas Chen. Wajahnya menunjukkan keraguan saat menyatakan hal tak wajar seperti barusan.

Sehun mendelik, pandangannya tertuju pada Chen yang tengah menatap mereka bergantian.

"vampire." Tukasnya pelan.

"mungkin," jawab Chen. Ia lanjutkan menyuap sop nya.

Hening sejenak, sebelum Kris bergumam...

"kita akan berhubungan dengan makhluk immortal, vampire dan sejenisnya? Berbahaya..." tatapannya mengkilat tajam, dia menyeringai.

"itu makanya, misi kali ini adalah tingkat A! Berbahaya, resikonya adalah... kematian." Balas Chen. Raut wajahnya berganti menjadi mengeras.

Hening lagi, kali ini lebih lama..

"entah apapun makhluk itu, aku akan melakukan misi ini. Siapa yang ikut denganku?" ucap Kris terbakar semangat. Terlihat dengan tangannya yang terkepal didepan kepalanya.

Mendengar itu, Chen dan Luhan mengganti wajah. Sekarang mereka tengah sibuk menahan tawa melihat aksi konyol Kris.

'apa itu pemimpin kita?' batin Luhan. Ia menatap Chen seakan-akan tengah bertelepati dengannya.

'iya, dia pemnpin kita' balas Chen pada Luhan lewat jalur telepati mereka.

Tiba-tiba...

"hahahhahahhahhhhhhhaaaaahaha hahahahah... hyung kau konyol sekali. Hahahhhhhaaaahaahahha... yakin kau adalah pemimpin kami?" Sehun bersuara memecah keheningan palsu itu.

"hahaha..." Sehun masih saja tertawa dan langsung berhenti ketika Luhan menendang kakinya.

"...mian..." ucapnya spontan.

Setelah puas men-deathglare Sehun, Kris pun kembali tenang.

'keep cool' ucapnya dalam hati.

"seberapapun berbahayanya misi ini, aku akan tetap maju. Demi keluarga PRIDE, demi PrideArt, dan demi pendirinya, kakek..." Kris berkata, pancaran kebijaksanaan terlihat jelas, matanya tenang dan damai, namun aura disekitar tubuhnya seperti membara.

Begitu hormatnya Kris pada sang kakek, orang yang telah mendidik mereka.

Sehun yang pertama, tanpa ragu ia berseru...

"demi kakek..." dan tersenyum pada Kris.

"demi kakek..." kata Luhan dan Chen bersamaan. Dan ini lebbih tenang dari pada aksi Sehun.

Semuanya tersenyum, senyuman tulus dan penuh kasih.

"apapun yang terjadi, aku akan menyayangi kalian, sespupuku!" tambah Kris

"apapun yang terjadi, kita adalah saudara.." _Chen

"apapun yang terjadi, kita semua saling memiliki..." _Luhan

"apapun yang terjadi, kita adalah penerus PrideArt..." _Sehun+senyum.

"apapun yang terjadi, aku adalah pemimpin kalian. Jadi jangan seenaknya..." kris lagi. Kalli ini ia menatap Sehun tajam. Yang dilihat langsung melanjutkan acara makannya.

Luhan tersenyum, ia sangat menyayangi keluarganya. Sangat

Setelah acara yang menggugah hati nurani barusan, aktivitas kembali berjalan. Makan.

"strategi?" Kris menatap Chen. Seketika Chen terdiam dan menepuk jidatnya.

"oh ya,... besok kita akan ke SM University dengan sebelumnya bertemu dengan Tn. Vladislav untuk mengambil bayaran." Jelas Chen

"kita akan melakukan survey?" tanya Luhan

"begitulah, dan kata Tn. Lee disana kita akan bertemu dengan satu-satunya saksi." Balas Chen. Ia tersenyum tantangannya diterima .

"woooow kereen,... kita akan melawan vampire." Seru Sehun bersemangat.

"belum tentu itu vampire,dan kita tidak akan melawannya, hanya menyelidiki. Kalau bisa menangkap dan mengintrogasi."jelas Chen lagi.

"lalu?" _Kris

"kita akan tinggal dirumah sewa dekat SM university karena tidak mungkin masih tinggal disini sedangkan letak university itu lumayan jauh.."_Chen.

"baiklah. Tinggal dirumah sea, lalu?" _Luhan.

"tunggu... Noona?" _Sehun.

Kris me-roll matanya.

"ayolah Sehun, kau seperti orang gila..."

"tapi hyung, kalau kita pindah, 'noona' bagaimana?" Sehun berdiri dari duduknya.

"kalau begitu, tinggal saja disini." Kris berujar tajam.

"ha? Tapi aku ingin ikut misi ini."

Sehun galau, antara misi A dan 'noona' nya? Complicated

"hahahaha... tenang Sehun ah... aku sudah merakit sebuah laptop dengan telah diisi oleh data dari tiga komputermu. Dan tentunya 'noona' mu akan ikut dengan kita." Ujar Chen menjelaskan. Sehun terlonjak.

'misi dan 'noona'... aku menyayangi kalian...' batinnya.

Luhan mendesah bosan

"ck, Sehun, 'noona' itu kan hanya suara dari program komputer. Kau yang membuatnya dan kau yang memprogramnya. Jadi jangan bertingah seolah-olah 'noona' itu adalah nyata, Sehun." Kris mengangguk mantap.

"iya, kau seperti orang gila..."

"ya! Hyungdeul, kalian tidak tau saja. Selama kalia pergi dan bertugas hanya 'noona' yang menemaniku. Dan terakhir, dia menghiburku dengan bernyanyi. Jangan anggap remah dia." Sehun tetap keukeuh. Memang terdengar seperti orang gila.

"dan kau tidak akan kami tinggalkan hanya dengan 'noona' saja. Karena kau akan ikut dalam misi. Kita akan selalu bersama." Ucap Chen. Memang disini Chen terlihat lebih dewasa dari sepupunya yang lain. (red- Kris dan Luhan)

"huuwaaaaa.. jadi itu kampusnya? Aku tidak menyangka bisa kuliah lagi." Luhan berseru, memandangi gedung universitas SM yang megah, terhampar dihadapan mereka. Mereka berempat telah berada digerbang universitas, dengan sebelumnya melakukan pertemuan dengan , melakukan transaksi.

"iya, kita seperti menyelam sambil minum air." Sambut Sehun, tangannya dari tadi sibuk memegang tali ransel yang berisi seperangkat Komputer jinjing beserta 'noona' nya.

"hahaha, ayolah... kita harus bertemu dengan , diruangannya dilantai 3." Chen menengahi.

Langsung saja langkah mereka terjejaki, membawa tubuh mereka menuju kedalam universitas, membawa mereka ke petualangan misi tingkat A, membawa mereka kedunia fantasi berbahaya dan resiko selalu saja menyertai mereka.

Kris berjalan bersamaan dengan Luhan dan Chen, sedangkan Sehun berjalan mengiringi mereka dibelakang. Wajahnya tertunduk, menatapi kerikil-kerikil yang barusaja atau akan ia lewati. Bukannya ia tidak suka, sebaliknya ia bahkan sangat senang. Ia terus menunduk karena mencoba menutupi wajahnya yang merona dan senyum nya yang sedari tadi tidak pernah luntur.

'misi tingkat A, aku sedang didalam misi Tingka A... aku pernah mimpi apa?'' ujar Sehun dalam hati dan menambah dosis ke-intens-an senyumannya. Ia senang.

Tap...tap...tap...

Langkah mereka berempat terus melaju, tiba-tiba saja Sehun mengangkat kepalanya karena lama lama menunduk membuat lehernya terasa pegal dan panas.

Dan...

Terlihatlah...

Dua pasang mata bak elang berwarna kelam tengah menatap dalam Sehun. Awalnya Sehun terlihat tak merasa, namun lama-kelamaan ia menyadari juga tatapan tak terbaca itu.

Dan pada saat Sehun memberikan tatapan balik pada namja itu, yang ia dapati hanya berlalunya namja itu melewatinya, barusaja berpapasan dengannya. Dan Sehun merasa telah melewatkan sesuatu yang lebih penting dari pada menghadiri galeri gadget terbaru.

'Tampannya... '_Sehun.

Other Side

'auranya memabukkan...' batin Kai, namja yang baru saja berpapasan dengan Sehun serta sepupunya. Namun entah mengapa, hanya Sehunlah yang ia perhatikan.

"ada apa, Kai" tanya Chanyeol heran. Pasalnya namja yang telah ia anggap sebagai saudaranya itu hanya terdiam lalu tersenyum.

"ani..." balas Kai tenang.

"dia menyukai namja manis yang berjalan sendirian tadi." Ucap BaeKhyun. Seketika membuat Kai mendelik kearahnya.

"wah hyung... aku lupa kau ada disini." Kata Kai santai, namun ia juga sedikit terkejut. Bagaimana ia bisa lupa kehadiran Baekhyun diantara dirinya dan Chanyeol. Pendeteksi auranya terlumpuhkan oleh aura memabukkan Sehun, mungkin.

Tangan Baehyun tekalung sempurna pada bahu Kai

"tenang saja, tidak usah dipikirkan. Dan kurasa dia juga menyukaimu. Buktinya dIa mengatakanmu tampan." Sambung Baekhyun seperti bisa membaca pikiran siapapun.

Dan itu memang benar, dia bisa membaca pikiran siapapun, sejauh ini. Itu yang ia tahu.

"jongmal?" ucap Kai antusias. Seperti telah biasa dengan kemampuan aneh Baekhyun dan kenyataannya dia memang sudah terbiasa, menilik bahwa ia juga punya kemampuan aneh.

Mendeteksi aura dan kepribadia orang lain.

Terdengar tidak kalah keren dari bisa memasuki gelombang pikir orang lain seenaknya. Dan dilihat dari sisi manapun, kemampuan Baekhyun memang terdengar lebih keren

#maaf Kai.

Baekhyun mengedikkan bahu, tanda tak menganggap serius pertanyaan antusias Kai.

"kurasa..." balasnya.

Kai tersenyum...

"menurutmu, bagaimana hubunganku kedepan dengannya, hyung?" kali ini Kai bertanya pada Chanyeol. Chanyeol terlIhat berpikir, alisnya bertaut. Mencoba meningat sesuatu.

"kitab Cavaleri menyebutkan kita tidak boleh melakukan interaksi dengan yang namanya manusia." Kata Chanyeol tenang. Walau ia terlihat paling berantakan, namun diantara mereka bertiga, Chanyeol-lah yang paling tau aturan dan tata tertib khusus untuk mereka selama berada didekat manusia.

Dan itu berarti Kai, Chanyeol, dan Baekhyun bukanlah manusia.

"namun dikitab Zephyr, kitab yang paling kusukai. Kita boleh melakukan apapun terhadap manusia..." dia menyeringai dan melanjutkan kata-katanya dengan intonasi yang lebih pelan tentu saja. " termasuk menghisap habis cairan berwarna yang sangat nikmat itu... sampai kering."

"hahaha, aku anggap itu kabar baik, Chanyeol." Ucap Baekhyun, nada meremehkan melekat jelas disetiap huruf yang ia lafalkan. Bisa dibilang jika ia sedikit tidak suka sifat Chanyeol yang brutal itu, walaupun tidak ia tunjukkan didepan siapapun. Itu masih mengganggunya.

"baiklah kalau begitu, aku akan menikahinya." Lanjut Kai.

" bodoh.." umpat Baekhyun pelan. Kepalanya terasa sedikit pening karena terbuka akses gelombang fikiran miliknya. Dengan pelan, ia berkonsentrasi dan menutup akses itu. Dan ... seketika kepalanya terasa melayang. Ringan.

"jadi sebaiknya aku memanggil Tao." Ujar dengan nada tenang, walapun raut wajahnya terasa kentara dengan ucapannya.

"baiklah." Balas Kris tak kalah tenang. Dan dia benar-benar tenang.

Terlihat Sehun berbisik pada Luhan yang duduk disampingnya diatas sofa berwarna abu diruangan itu.

"tao siapa, hyung?"

"ayahku." Jawab Luhan. Ia tak mendengarkan lagi ocehan Sehun yang terkejut.

Seperti...

"ayahmu? Hyung, bukankah ayahmu sudah mati. Dan ayahmu tidak bernama Tao. Apa dia masih hidup dan berganti nama supaya tidak ketahuan oleh rival kerja?"

Semacam itulah...

Luhan hanya menyikut Chen, dia terlihat bosan. Dengan sigap Chen mengambil alih dunia Sehun.

"Tao itu saksinya." Katanya. Spontan membuat Sehun mengangguk mengerti.

Ceklek...

Tiba-tiba saja pntu ruangan itu terbuka, menampakkan sebuah sosok tinggi berambut hitamdengan kepala yang tertunduk.

"duduklah tao." Ujar . tanpa apapun lagi, namja yang dipanggil Tao itupun duduk, berhadapan dengan keempat member PrideArt.

Sehun yang pertama angkat bicara, dengan badan yang dicondongkan. Ia bertanya.

"apa makhluk itu vampire?"

Tao terkejut, Luhan kesal, dan Chen tersenyum. Kris bersiap memukul kepala Sehun dengan botol ajaib kalau ada. Sayangnya disana hanya ada vas bunga kecil.

'itu tidak akan mempan.' Batin Luhan seakan tau jalan pikiran Kris.

'kau benar.' Kris kembali mengatur napas.

Jangan salah mengartikan. Mereka tidak memiliki kemampuan bertelepati, hanya saja tinggal bersama lebih dari setengah umurmu, bisa saja membuat siapapun mengerti akan satu sama lain. Terkecuali Sehun.

"boleh kami mengetahui sesuatu?" ujar Chen.

"iya, ... hari itu... aku.." Tao mulai bercerita. Berusaha semaksimal mungkin dengan keadaannya yang masih shock. Namun terdengar menggelikan ditelinga Luhan dan Kris. Mereka memang saudara sepupu paling sehati.

Tao melanjutkan...

"aku.. mengikuti kelas biologi,..mengambil latar dihutan belakang kampus... dan saat aku meneliti suatu tumbuhan, aku melihat pergerakan cepat didepan, jauh didalam hutan. Namun aku masih bisa melihatnya."

'apa masih lama?' batin Luhan. Ia mengibas-ngibaskan tangan kanannya kearah lehernya. Bosan.

"lalu aku meihat seorang dengan kecepatan super mencekram kuat tubuh Chiky, dan menggigitnya dan... dan... dan..."

Semua tubuh menegang, menunggu kelanjutan dari sang narasumber aneh didepan mereka ini.

"Chiky siapa?" _Sehun

"Chiky adalah bison peliharaan universitas." _

Semua mata teralihkan dari cerita Tao kepada jawaban nyeleneh .

"kalian memelihara bison?" _Kris.

"bernama Chiky?"_Luhan.

"heheh iya. Dan sekarang dia sudah mati. Kehabisan darah dan terdapat luka gigitan ditengkuknya serta tulang rusuknya patah. Kemungkinan pembunuhnya..."

"vampire."_Tao.

"lalu apa hubungannya kami harus menyelediki didaam universitas, bukan dihutan?" tanya Kris heran, dia heran.

"iya, masalah itulah karena aku memanggil kalian kesini. Aku butuh bantuan kalian. Karena menurut Tao, seseorang itu adalah mahasaswa disini, terbukti dengan seragam yang ia gunakan." Tutur .

"itu artinya, vampire itu adalah salah satu murid disini." Sehun berspekulasi dengan tampang serius murni.

To be ...

Masih ada chapter depan...

Hohohoh

Autor publish Palpitate chapter 2

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa

Seneng banged liat reviewnya.

Akan autor usahakan chapter depan lebih baik.

Dan karena author ga bisa bacot banyak banyak jadinya ea.

Gomawooooooooooooooooooooooo oo

MARI BALAS REVIEW..

review selebihnya udah author balas langsung

officialambtypo: ne. gomawoyo… ini udah lanjut.

Kazuma B'tomat: hahaha mian, awalnya gaje. Namun makasih ea…

Kamjonginie: hehehe, mian kali ini bukan hunhan. Mian ea. Tapi mudah mudahan kamu bakal suka pairingnya

Salmon: pertanyaan kamu udah kejawab diatas ga? Ne, gomawoyo…

Udah, aku saying semua yang udah mampir dan udah ripiu…

Terimakasih telah mampir

Harap kembali lagi dengan jejak yang jelas

Will you?