Palpitate
Tittle: Palpitate
Author: Keep'Dark'Beef
Genre: Fantasy, Suspense, Romance, de el el
Rate: T to M (seiring berjalannya keong sama rumahnya)
Length: Chaptered (sesuai review)
Cast: Kris, Luhan, Chen, Sehun, Kai, Baekhyun, Chanyeol, Tao.
Pair : KaiHun, LuBaek, ...
Disclaimer: God (owner of everything)
Copyright: KeepBeef Chiken Chubu
Chapter 4
That time is this time
It's time to Palpitate
When the hold of the darkness is spoiled
When the light close your eyes
And the tap
Under your skin
Bible of Zhepyr
.
"wah, ingat! Siapa kemaren yang merengek untuk istirahat..." Kris mengawali pagi dengan gerutuannya pada Sehun. Yang ketahuan baru tidur pada pukul 04.00 a.m.
"heheh.. aku keasikan, hyung..." jawab Sehun dengan cengiran lebar. Menambah murka sang pemimpin.
Belum sempat Kris menghajar Sehun kembali, Chen langsung mengambil tindakan.
"ayolah... aku merindukan pagi yang tenang dengan nyanyian burung. Bukan semprotan naga."
Tidak bisa dipungkiri bahwa ada nada kesal didalam perkataan Chen barusan.
Dan lihatlah, Kris langsung terdiam.
Pada akhirnya Chenlah yang menang.
Ia tersenyum mengetahui tidak ada yang bertengkar lagi.
Namun pandangannya terhenti pada sesosok manusia, tepat dihadapannya, yang sedari tadi hanya terdiam dan menatap meja dengan tatapan hampa.
"Luhan hyung, gwenchana?" ucap Chen selanjutnya. Saat ini Luhan tidak terihat seperti dirinya yang biasa. Yang selalu bertengkar dengan Kris.
Saat ini hanya ada kekalutan dalam pikirannya, dan lingkaran hitan dibawah mata beningnya terlihat kentara dengan kulit putihnya.
Seperti mejelaskan tentang bagaimana tubuh kurus itu semalam tak kembali itu tak terpejam untuk beristirahat, dan pikiran itu yang dipenuhi hal-hal yang tidak masuk akal, namun terasa nyata.
Dan jangan lupakan sebuah plester luka yang tertempel pada bagian leher kirinya. Menutupi sesuatu. Sesuatu yang sampai kini menjadi topik utama dalam pikiran keruhnya.
Semua mata tertuju pada Luhan, yang masih diam.
"bagaimana dengan lukamu, hyung?" sekarang giliran Sehun yang bertanya.
Kris terlihat mengerutkan dahinya.
"luka apa? Apa yang terjadi?"
"itu... semalam. Luhan hyung..." Sehun mencoba menjelaskan pada Kris dan Chen yang terlihat bingung.
"aku baik-baik saja." Namun Luhan keburu memotongnya. Ia sedikit mendorong kursi yang berada diruang makan itu kearah belakang dan berdiri.
"aku akan bersap-siap. Setelah itu kita berangkat." Katanya dan berlalu kembali keruangannya.
Entah mengapa Luhan merasa ada sesuatu didalam dirinya yang terasa asli. Dan itu bukan sesuatu yang sederhana seperti perutnya yang kosong.
Itu perasaannya...
Dan ia benci hal itu.
Luhan benci pada sesuatu yang membuat perasaanya terasa kosong. Tidak ada jawaban dari penyebabnya, tambah membuatnya kesal.
Sesuatu itu...
Pelik dan rumit.
.
.
.
Dilorong gedung SM university terasa sesak, pasalnya saat ini adalah jam dimana kebanyakan kelas akan dimulai. Salah satunya, kelas Kai dan Baekhyun yang tengah berjalan disana. Dikoridor yang ramai.
" apa itu, hyung? Kau terlihat cemas!" Kai bersuara. Ia menatap Baekhyun, manatap aura berwarna orange Baekhyun menguat.
Warna yang biasa digunakan oleh manusia. Dan entah bagaimana caranya Kai mengartikan bahwa Baekhyun sedang tidak beres.
Yang ditanya menjawab dengan gumaman sambil tetap membalik-balikan sebuah buku yang ada ditangannya.
" tugas ini harus ku serahkan hari ini." Balasnya.
Setelah itu detik berikutnya, Baekhyun berhasil menghindari tubuh seorang yeoja yang dengan 'sengaja' ingin menabraknya dengan mata yang tak berpaling dari bukunya.
Tentu saja Baekhyun menyadarinya.
Manusia memiliki energi dari tubuh masing-masing. Dan itu bisa dirasakan oleh Chanyeol, Kai maupun Baekhyun yang mana bukan manusia.
Kai hanya terkekeh melihat pemandangan barusan. Tentunya banyak gadis yang menyukai hyungnya yang satu ini.
" diamkan pikiranmu Kai, kau membuatku..."
Ddduggghhhhgg
Dan mulai detik ini, identitas Baekhyun sebagai 'vampire gaya hidup' dibawah naungan nama 'zion clan' akan diragukan.
"hyung...kau menabrak... " ucap Kai terbata. Tidak kalah terkejutnya ia melihat vampire cantik yang terkenal paling gesit itu menabrak sesuatu, seseorang.
Baekhyun terdiam dan masih seperti itu untuk beberapa detik. Mata kelamnya menatap sosok mausia yang baru saja ia tabrak dengan tak berprikemanusiaan.
Tak percaya...
Itulah dirinya.
Ia tak merasakan apapun saat itu. tak ada energi tubuh manusia yang tertangkap oleh pendeteksinya saat manusia itu akan berpapasan dengannya.
Lalu apa ini?
Baekhyun menabrak seorang namja sampai yang ditabrak itupun terpental cukup jauh, sedangkan tubuh 'keras' Baekhyun tetap diam tak bergeming. Seperti ada paku tidak terlihat yang menancap pada kakinya dan lantai. Menahan pergerakannya.
'aku yakin tidak merasakan apa-apa' pikirnya bingung.
Dan tambah kalut saat iia menyadari bahwa namja itu adalah seseorang yang ada dalam mimpinya.
Seseorang yang ada dimimpi pertama dan terakhirnya.
Namja yang ia hisap darahnya didalam mimpi.
Dia...
"Luhan hyung..." pekik Sehun melihat baru saja Luhan terjungkal dan mendarat dengan kasar pada lantai dingin koridor.
Tanpa aba-aba, Sehun membantu Luhan berdiri dan terlihat Luhan, namja yang baru saja ditabrak Baekhyun meringis.
'tulangku...' keluhnya dalam hati.
Luhan baru sadar bahwa sejak tadi mata Baekhyun tak beralih darinya, dan itu sedikit menakutkan.
Tentu saja Baekhyun tak bertujuan untuk menatap Luhan, namun saat ini ia tengah berkonsentrasi memasuki gelombang pikir Luhan.
Dan hasilnya...
'"aku tidak bisa..." gumamnya pelan. Namun Kai dan Luhan dapat mendengarnya.
"apa?" seru Kai tertahan. Ia mengerti apa yang dimaksud aku-tidak-bisa oleh Baekhyun.
Lama berdiam diri, suasana diantara mereka masih aneh dan terasa mencekam.
"mian..." akhirnya Luhan berkata. Walaupun tulangnya terasa retak semua, tapi ia juga merasa bersalah karena tidak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang yang begitu 'keras'.
"ah, bukan. Seharusnya kami yang minta maaf. Kau tidak apa?" balas Kai bersikap 'normal'. Sistem kekuatan pada tubuhnya juga terganggu karena gelombang pikir Baekhyun membuka semua gerbangnya, membuat radiasi pelumpuh dari sana.
"sekeras itukah ia berusaha?" batin Kai.
Lalu seketika, Baekhyun bergerak melewati Luhan dan Sehun yang terlihat bingung, diikuti oleh Kai.
"hyung..."
"jangan ganggu aku saat ini, Kai.." tukas Baekhyun dingin. Seketika membekukan saraf mati pada tubuh Kai.
Sementara itu...
"hyung, gwenchana...?" ujar Sehun pelan. Ia ngeri juga melihat aksi tabrakan Luhan barusan yang membuat Luhan terpental kira-kira satu setengah meter.
Mengerikan.
Luhan tak menjawab, terliha ia sedikit menunduk dengan tangan kiri tertumpu pada lututnya yang terasa lemas. Sementara tangan kanannya ia julurkan kelantai untu mengambil sesuatu. Sebuah buku.
"oh... orang tadi meninggalkan bukunya." Kata Sehun, kepalanya menoleh untuk melihat apakah namja yang menabrak Luhan tadi masih ada. Namun pupus sudah harapannya karena tidak menemukan mereka dengan sepasang emerald yang berkilauan miliknya.
Harapannya pupus?
Iya, tentu saja. Karena Sehun menole bukan untuk melihat Baekhyun masih terlihat atau tidak. Ia hanya ingin melihat namja yang bersama Baekhyun tadi sekali lagi. Kai.
"Byun Baekhyun. Arkeologi." Tutur Luhan lirih. Matanya menatap buku dengan tulisan tangan seseorang diatasnya yang ia yakini kepunyaannya dari namja yang baru saja menabraknya.
DEJAVU
Itulah Luhan saat itu. ia merasa pernah bertemu dan berinteraksi dengan namja tadi, tapi dimana?
'hah.. pernyataan lagi...' batinnya kesal.
"Sehun ah, pergilah kekelasmu dulu. Aku tidak jadi masuk kekelas IT." Kata Luhan.
"wae hyung..." balas Sehun dengan kening yang berlipat.
"aku akan ketempat untuk mengatakan bahwa aku ingin masuk kelas lain..." ujarnya lagi.
"kemana?"
Luhan berjalan dengan sedikit aneh dan menjauhi Sehun yang terdiam.
"arkeologi.." serunya tanpa melihat kearah Sehun.
Dan dari cara Luhan berbicara, Sehun yakin Luhan menginginkan sesuatu. Ia cukup mengenal sepuu paling tuanya itu.
Walaupun terkadang a masih sedikit labil dalam mengambil perkiraan. Dan tentang ada sesuatu pada Luhan, itulah hipotesa Sehun.
'
'
'
"anyeong, Kris imnda. Bagapda.." tutur Kris lantang sambil sedikit menunduk memberi hormat pada orang-orang yang tengah menatapnya tak percaya. Termasuk seorang dosen dsampingnya.
Ya, Kris sedang berada didepan kelas yng ia pilih untuk menjalani masa penyamarannya.
Kelas...
Seorang murid wanita yang menggunakan kacamata terlihat melepas alat bantu lihatnya itu dan langsung meniup-niupnya dengan keras.
'mungkin minus mataku bertambah...' gumamnya dan kembali memandang namja tinggi dan tampan dengan rambut blonde yang tengah tersenyum tipis didepan ruangan.
Lalu mulailah bisik-bisik didalam kelas.
"aku yakin dia salah memasuki kelas..."
" ... mungkin ia tidak tau arti dari jurusan kita.."
" apa rambut blondenya itu asli?"
Ya, seperti itulah bunyi dari sebagian kecil suara yang menyerukan ketidak percayaan.
" maaf, apa kau yakin tidak salah masuk kelas, Kris-ssi?" kata dosen yeoja yang berdiri disamping Kris.
" ani..." balas Kris senyumannya tidak pudar.
" tapi dikelas tataboga?" seru seorang murid yeoja.
Dan untuk diketahui saja, kelas ini dipenuhi oleh wanita.
"... aku suka memasak." Ujar Kris lagi. Senyumannya terlihat tambah melebar.
Dengan tampang tak percaya, dosen yeoja itu menyuruh Kris mengambil tempat duduk.
" kalau begitu duduklah!"
Dengan itu resmilah Kris menjadi salah satu murid dikelas tata boga.
Tata boga...
.
.
.
Sekarang Chen telah duduk dikelasnya. Kelas sains. Ia masih tersenyum membalas tatapan kagum orang-orang pada wajah yang begitu tampan.
Disampingnya, duduk satu-satunya siswa yang telah ia ketahui namanya.
" anyeong Tao-ssi!" ucap Chen pelan berhubung seorang dosen tengah berbicara didepan kelas.
Tao yang merasa terpanggil pun menoleh.
" ne, anyeong!" balas Tao tak kalah pelan.
"aku heran kenapa kau masih mau masuk ke universitas ini. Aku rasa pengalamanku lumayan menakutkan..." tambah Tao lagi.
Matanya menatap Chen yang kembali tersenyum tenang.
" penasaran, mungkin?" jawab Chen enteng.
Tak terjadi pembicaraan apapun setelah itu, hanya suara dosen yang tengah menerangkan materi yang terdengar.
Namun tiba-tiba...
" Tao-ssi... "
" ne?"
" joahae..."
"..."
Percakapan singkat itu dapat membuat Tao terbulalak, mulutnya bergerak namun tidak mengeluarkan suara.
" kau mengatakan sesuatu Chen-ssi?" gumam tao bergetar. Ia masih mencoba untuk berbicara. Jujur saja baru kali ini ada orang yang dengan sangat cepat mengatakan rasa sukanya pada Tao.
" hmm... aku menyukaimu. Mau berpacaran denganku?" jelas Chen kemudian. Membuat Tao berteriak tak percaya.
"MWO?"
.
.
.
'kau tidak apa-apa seperti ini hyung?' pikir Kai, ditujukan kepada seseorang yang tengah berada pada sebuah gelombang.
'ne.. tapi aku merasa aneh.' Balas seseorang itu. masih tetap lewat gelombang pikir yang ia hubungkan dengan milik Kai. Baekhyun orangnya.
Telepati?
Sejenisnya.
"jangan terlalu dipikirkan. Mungkin saja kau sedang 'sakit' hyung, jadi kejadian seperti tadi bisa terjadi kapan saja. Ingat! Aku juga pernah mengalaminya." Balas Kai menenangkan, masih tanpa suara karena ia hanya mengandalkan sebuah jalur penghubung gelombang pikir yang diciptakan Baekhyun.
"iya, tapi aku merasa sehat. Dan lagi aku tidak bisa memasuki gelombang pikirnya. Jangan-jangan dia juga bukan manusia…" kata Baekhyun dengan tetap menatap kedepan kelas menatap dosen yang tengah mengajar.
Kai yang berada ditempat berbedapun melakukan hal yang tak jauh beda. Berpura-pura mendengarkan walaupun dalam kenyataannya ia sedang melakukan hal lain menggunakan pikirannya.
"tapi aku melihat auranya, warna kuning dan biru. Dia manusia hyung. Aku saja bisa merasakan energinya yang memang terasa kacau tadi." Jelas Kai menyanggah.
Dalam diam, Beakhyun mendesah
"perasaanku tak enak, Kai…"
Namun Baekhyun tak mendengar sahutan dari Kai. Karena cemas, Baekhyun pun memutus hubungan gelombang pikirnya dengan Kai dan lebih memilih memasuki pikiran Kai.
Setelah beberapa detik kemudian, Baekhyun tahu kenapa Kai tak membalasnya.
"ck… bodoh…" umpatnya pelan.
Kembali pada Kai yang telah mengabaikan hubungan gelombang pikir yang dibuat Baekhyun dengan susah payah. Ia melakukannya karena ada sebuah objek yang lebih menarik daripada mendengar keluh kesah hyungnya itu.
Seorang mahasiswa baru berdiri didepan kelas dengan tegap lalu memperkenalkan diri dengan sopan.
Mengulaskan senyum pada bibir Kai, orang yang sedari tadi menatapnya.
Menatap murid bari itu.
Lalu beberapa saat kemudian, murid baru itu melangkah kearah Kai karena sebuah tempat duduk kosong berlokasi didepan Kai.
"selamat dating dikelas IT. Oh Sehun-ssi.." bisik Kai tepat dibelakang telinga Sehun. Posisinya yang berada dibelakang Sehun memudahkan aksinya.
Sehun bergidik dan langsung mendelik kearah belakang dan…
Voila…
Keinginan Sehun terkabul untuk melihat namja itu lagi..
Ditambah dengan senyuman manis sebagai bonusnya.
Tak sadar, Sehun tersenyum. "terima kasih.." ujarnya kemudian.
.
.
.
"Chanyeol, perasaanku tidak enak.." tutur Baekhyun pelan pada Chanyeol yang tengah menulis disampingnya.
"Byun Baek.. satu-satunya hal yang tidak dapat kubaca adalah pikiran orang lain seperti yang kau lakukan. Namun aku jamin sesuatu itu bukanlah hal yang buruk.." balas Chanyeol tenang, kembali focus pada buku didepannya.
"tapi, tadi aku menabrak seseorang.." dan perkataan Baekhyun kali ini membuat mata Chanyeol yang sudah bulat itu tambah membesar.
"mwo?" tanyanya heran. "kau tidak merasakan…"
"tidak. Tidak ada energi. Tidak ada celah gelombang pikir yang dapat kumasuki."
Chanyeol mengernyitkan keningnya, alisnya hampir bertaut.
"dan Kai bilang auranya biasa saja, seperti manusia kebanyakan. Dan Kai juga bisa merasakan energinya. Tapi kenapa aku tidak bisa.." erang Baekhyun frustasi.
Tangannya meremas kasar rambut coklat lembutnya itu, membuatnya sedikit berantakan.
Chanyeol terdiam, ia terlihat seperti tengah mengingat sesuatu
"kau mengenalinya?" akhirnya Chanyeol berucap dengan nada tenang dan pelan. Mengingat dosen killer tengah mengajar didepan kelas.
"ani… tapi dia adalah satu-satunya orang yang berada didalam…" Baekhyun terlihat ingin melanjutkan perkataannya, namun tertahan oleh sesuatu. Entah apa.
Dan Chanyeol merasa belum mendapat arah pembicaraan baekhyun. Ia hanya menanti kata-kata lanjutan dari Baekhyun.
"dia orang yang ada didalam mimpiku…"
"MWO?" sekali lagi Chanyeol terkejut.
Belum sempat pertanyaan Chanyeol dibalas oleh Baekhyun, suara gaduh yang berasal dari penjuru kelaspun membuat mereka berdua mencari penyebab terjadinya keributan.
. Dan detik berikutnya Baekhyun tahu apa penyebabnya.
"anyeonghaseo… Luhan imnida. Bagamsamnida…"
Namja itu…
Dikelasnya?
TBC
Owmaigath…
Mian….
Aku udah pengen banged publish Palpitate,
Tapi cerita chapter empatnya belum selesai.
Jadi aku potong aja sampai sini..
Kagak apa-apa kan?
#wink..
Mian ne?
Buat siapa yang nungguin Palpitate
#alah ngarep.
Karena hasilnya mengecewakan.
Mau dilanjut tapi karena satu dan lain hal,
#ribet.
Ea jadinya segitu dulu aja ea…
Bales review deh…
ajib4ff : iya, ini LBaek. Mian kalo bacanya jadi bingung. Itu kemapuan aku sih ea. Mau gimana lagi. Tapi kalau kedepannya aku usahakan lebih baik deh.
Gomawo udah meninggalkan jejak..
Milky Black Snow :eheheh gwenchana, aku suka tuh sama ide kamu yang ChenTao. Udah dibuatin diatas, semoga suka walaupun romance nya disini masih dikit. Tapi makasih buat reviewnya.
Review lagi ne..
Asroyasni : ne gomawoo. Aku usahakan pairnya yang reader suka. Tapi ga janji ea.. #nyengir.
Review lagi ne…
Ryu ryungie : eh kalo pair Chan ama Chen ga janji ea. Soalnya entar bakal ada rahasia yang feeww #sok rahasiaan.
Goamwo review nya. Review lagi ne…
Shizuluhan :ne gomawoyoo.. luhan emang pairnya baekki. Tapi disini Luhan yang seme dan Baekhyun yang uke. Menurutku Baekhyun lebih memilki tampang uke dari pada Luhan. Heheh ga' apa-apa kan?
Semoga suka ea. Review lagi ne…
Ryuuki : ne, tapi maaf disini masih dikit momen pairnya. Mian ne… tapi aku usahakan lebih banyak dichapt berikutnya. Aku lagi dalam rangka belajar keras buat UN soalnya. #sok
Review lagi ne…
Arumfishy : heheheh yang gigit Luhan itu emang Baekhyun. Review lagi ne…
Udah kan… yang udah review, tinggalin jejak lagi ne..A
Aku ada publish ff twoshot tuh..
Barengan sama ini.
Dibaca dan review ne…
