Dancing In The Rain

.

.

.

.

"Apa kau tidak kedinginan saat kau menari dibawah hujan atau jatuh sakit setelahnya?" oke ini pertanyaan bodoh yang kau berikan Jeon Jungkook" rutuk Jungkook dalam hati.

"Tidak," jawab pemuda itu singkat. Jungkook mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti dan seolah bertanya kenapa-bisa-begitu? Pemuda itu lagi-lagi tersenyum seakan tahu pikiran Jungkook dan diapun menjawab.

"Entahlah..tapi setelah kejadian itu aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi."

.

.

.

"Hiks..hiks." suara seseorang terisak dari dalam kamar mandi. Orang itu duduk di bawah guyuran air. Matanya sembab akibat menangis berjam-jam dan di tubuhnya banyak bercak-bercak kemerahan. Dia menundukkan kepalanya. Teringat kejadian semalam saat dirinya bertemu dengan pria yang brengsek menurutnya. Matanya kembali memanas saat mengingat kejadian semalam.

Tak lama kemudian dia keluar dari bak mandi dan berjalan menuju kamarnya. Dia mengambil bajunya di lemari. Saat dia hendak memakai bajunya dia melihat pantulan dirinya di cermin yang berada di kamarnya. Bekas itu masih ada. Berapa kali dia menggosoknya tanda itu tidak akan hilang.

Drttt…drrrttt…

Ponselnya bergetar. Ada panggilan masuk dari seseorang yang tidak ingin ditemuinya hari ini. Dia membiarkan ponselnya begitu saja. Tak lama ponselnya berhenti bergetar. Dan beberapa detik kemudian ponselnya kembali bergetar.

Kim SeokJin calling

Dia memutar matanya malas. Heol dia benar-benar muak. Apa maunya orang ini? Sudah menyakitinya dan apa lagi? Dia pun memutuskan untuk mengangkat panggilannya.

"Yebose…"

"Ya Min Yonngi kenapa kau baru mengangkat panggilanku hah?" belum sempat dia menyapa seseorang di sebrang sana. Dia sudah mendapatkan bentakan dari orang di sebrang sana.

"A-ano tadi aku…"

"Sudahlah itu tidak penting. Aku ingin kau ada di apartement ku sekarang dan tidak ada penolakan!" lagi ucapannya terputus oleh orang yang di sebrang sana. Sambungan pun terputus. Suga mentap ponselnya jengah.

"Hahh..apa aku harus ke rumahnya?" ucapnya pada diri sendiri.

"Jungkook-ah..jungkook-ah. Ireona." seorang pria manis mengguncang-guncangkan seseorang yang tengah tertidur atau lebih tepatnya pingsan.

Perlahan pemuda yang pingsan tadi membuka matanya, mengerjapkan matanya berkali-kali membiasakan cahaya masuk ke dalam matanya. Dia menatap sekitarnya dengan tatapan bingung. Seingatnya dia sedang berada di luar dengan- ah dia lupa namanya.

"JUNGKOOK-AH." Teriak pemuda manis di seblahnya membuyarkan lamunannya.

"YA! Hyung bisakah kau tidak berteriak?!" ucapnya dengan raut kesal kepada pemuda itu.

"Kau tahu aku tak suka diabaikan."

"Terserahlah."

"Ya, kenapa kau bisa tertidur di luar apartementmu eh?" tanyanya bingung. Pasalnya saat dia hendak ke apartement sahabatnya itu dia melihatnya sedang tertidur di luar apartementnya.

"Aku? tertidur di luar? Benarkah?" raut wajah Jungkook terlihat bingung. Ya jelas saja dia bingung. Dia hanya ingat dia sedang bercerita banyak hal dengan pemuda yang menari itu. Pemuda manis itu hanya mengangguk.

Sedangkan Jungkook masih dalam pikirannya mengenai pemuda itu dan mengapa dirinya bisa tertidur di depan apartementnya.

"Jungkook-ah..jungkook-ah. Kau mengabaikanku lagi."

"Ah ya. Mianhae hyung," ucapnya setelah tersadar dari lamunannya. "Ah ya hyung. Apa kau melihat seorang pemuda di dekat apartement ku hyung?"

"Aniyo. Aku hanya melihat kau sedang tergeletak tadi."

Oke dia tambah bingung sekarang. Siapa pemuda misterius itu.

Pria manis bertubuh mungil itu menelusuri jalanan Seoul yang basah karena hujan. Dia memandang kosong pada jalanan di depannya itu. Dan tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang sedang membawa tumpukan buku di tangannya. Akibat ulahnya semua bukunya berserakan ke tanah dan sedikit basah.

.

"A-ah mianhae. Gwencana?" ucapnya sambil berjongkok dan membantunya membersihkan bukunya yang berserakan.

"Gwencana. Aku tidak apa-apa." Ucapnya lalu berdiri.

Sedangkan Suga terdiam mendengar suara itu. Suara ini suara yang dirindukannya. Dia hendak meliriknya tapi dia takut. Sampai suara itu mengejutkannya.

"Hei..apa kau baik-baik saja?". Dengan berani Suga mendongakkan wajahnya dan pandangan mereka bertemu sejenak.

"Yoongi hyung.."

"Namjoon-ah"

To Be Continued

Sumpah ini absurd bangeeetttt. Entah kenapa tiba-tiba bingung mau ngelanjutin gimana lagi. Sempet kepikiran buat ga dilanjut muahahaha/? Maaf ya kalau ga nyambung dan masih banyak typo hehehe. Maaf juga kalau pendekk. Mohon review/kritik/sarannya ya ^^. Yang udah review di chapt pertama makasih yaaa.

.

.

.

Balesan review

.

Kamong Jjong : pacarnya suga itu ngedenger semuanya loh/? Makasih udah mau baca sama review ya. Hope u like it ^^

hanew : siapa yaaa? Di chap ini ada jawabannya kok. Makasih udah mau baca sama review. Hope you like it ^^

tifagyeomi97 : siapa hayo siapa? Liat aja nanti wkwkwkw. Ini udah yaaa. Makasih udah mau baca sama review. Hope you like it ^^

JSBTS : makasih hehehe..jikook bukan yaa? Aku juga masih bingung mau pairnya siapa hehehe. Makasih udah mau baca sama review. Hope you like it ^^

jiminy : ini udahh lanjuut. Yang ngituin suga ada jawabannya disini kok hehe. Siapa hayoo wkwk. Makasih udah mau baca sama review. Hope you like it ^^

.

.

.