Dancing In The Rain

.

.

.

.

"Hei..apa kau baik-baik saja?". Dengan berani Suga mendongakkan wajahnya dan pandangan mereka bertemu sejenak.

"Yoongi hyung.."

"Namjoon-ah"

.

.

Kini mereka berdua duduk di café langganan mereka berempat seperti biasa. Café ini tempat biasa berkumpulnya Suga dan ketiga temannya –termasuk Namjoon-. Namun setelah suatu kejadian mereka berempat jadi jarang berkumpul di café ini.

"Kau ingin pesan apa hyung? Biar aku yang traktir." Ucap Namjoon -atau biasa dipanggil Rapmon itu- memecahkan keheningan diantara mereka berdua.

"Aku seperti biasa saja Namjoon-ah. Kau tidak lupakan?" jawab Suga dengan diselingi sedikit lelucon.

"Tentu saja aku tidak lupa hyung. Kau sahabat terbaikku." Ucapnya lalu memanggil pelayan dan memesan pesanannya.

Sedangkan Suga termenung saat Namjoon mengucapkan sahabat terbaik. Bagaimana bisa dia masih menganggapnya sahabat baiknya? Dia sudah melakukan kesalahan pada Namjoon. Membuat Namjoon sakit hati. Dia menghela nafasnya.

"Hahhh." Namjoon mendengar helaan nafas Suga. Dia mengernyit bingung.

"Kau kenapa hyung? Kau sedang ada masalah dengan 'dia' atau yang lain?" tanyanya dengan hati-hati.

"Aku baik-baik saja. Aku hanya…" ucap Suga sengaja menggantungkan kalimatnya. Namjoon sedikit bingung saat Suga menggantungkan kalimatnya. Dia sangat penasaran. Karena dia memutuskan pergi setelah 'kejadian' itu dan memutus kontak dengan sahabat-sahabatnya itu.

"Hah…" Suga menghela nafasnya kembali. "Aku hanya heran kenapa kau masih menganggapmu sahabat baikmu. Dan aku dengan 'dia' sudah lama tak bertemu. Dia 'menghilang' begitu saja." Ucapnya dengan tatapan sendu dan memalingkan wajahnya.

"Tentu saja kau sahabat baikku hyung." Ucapnya dengan senyuman. "Dan kenapa dia 'menghilang' hyung?" ucapnya dengan wajah bingung.

"Entahlah aku tidak mengerti. Dia 'menghilang' tanpa memberiku kabar."

Namjoon mentapnya dengan tatapan sendu. "Ah ya hyung. Aku ingin bertanya 'tentangnya'."

"Tanyakan saja." Ucap Suga lembut namun sedikit tidak suka?

"Apa kabarnya hyung?" Tanya Namjoon dengan muka serius.

Pelayan tiba-tiba datang dan meletakkan pesanan mereka di meja. Namjoon tersenyum saat pelayan itu pergi dari mejanya. Namjoon menatap Suga yang kini sedang memakan makanannya. Namjoon menghela nafasnya. Dan akhirnya dia ikut memakan makanannya.

Beberapa menit kemudian makanan keduanya pun habis. Sebenarnya Suga sudah lebih awal tadi. Namjoo pun menanyakan pertanyaannya tadi.

"Jadi Suga hyung bagaimana kabar 'nya' hyung?" tanyanya sekali lagi.

Suga menghela nafasnya. "Jujur Namjoon-ah aku sedang tidak ingin membahas 'orang itu'. Tapi sepertinya dia sangat gila menurutku."

"Dia kenapa hyung? Apa dia tidak apa-apa? Atau ada yang terjadi..?" tanyanya dengan nada yang eum khawatir?

"Dia tidak apa-apa sebenarnya. Ya terjadi sesuatu dan sepertinya akan terus menerus terjadi" ucapnya saat merasakan getaran di sakunya yang berasal dari ponselnya. Dia tahu bahwa itu pasti orang yang Namjoon tanyakan.

Suga pun mengangkatnya dan dia sedikit terlihat kesal dan ketakutan.

"Namjoon-ah sepertinya aku harus pergi sekarang. Sampai bertemu lagi Namjoon-ah." Ucapnya lalu berlari dengan sedikit aneh.

Namjoon melihat keanehan itu. Dia berpikir apa yang terjadi selama dia tidak di Seoul? Kemana perginya kekasih Suga itu dan apa kabar sahabatnya sekaligus orang yang dicintainya itu? Itu semua membingungkan.

..

Kini pemuda manis sedang terbaring di ranjang apartementnya itu. Dia Jungkook. Demamnya tambah parah setelah kejadian dia 'tertidur' di depan apartementnya.

"Ya! Jungkook-ah kenapa kau keluar apartement tadi hah?! Lihat demammu tambah parah." Omel seorang namja berambut coklat yang berjalan memasuki kamarnya dengan bak dan handuk kecil ditangannya.

"Aku bosan Tae-hyung." Ucapnya lemah. Wajahnya pun pucat.

"Tidak bisakah kau diam di rumah sampai aku dan Hoseok hyung datang?" dia mengambil handuk kecil yang diletakkannya tadi. Lalu membasahinya dengan air hangat dan menaruhnya di kepala namja manis itu.

Jungkook hanya memutar bola matanya malas. Terkadang sahabatnya ini bisa lebih cerewet dari eommanya ataupun hyungnya.

"Sudah kau beristirahatlah dulu. Nanti Hoseok hyung akan datang membawa makanan." Ucapnya lalu berlalu meninggalkan Jungkook untuk beristirahat di kamarnya.

Perlahan Jungkook memejamkan matanya dan memasuki alam mimpinya.

.

"YA! Min Yoongi kenapa kau datang terlambat hah?!" ucap seorang pemuda tampan dengan rambut kemerahan. Dia membentak Yoongi -atau lebih biasa dipanggil Suga- karena dia datang terlambat.

"Cih kau pikir aku tidak punya urusan lain selain bersamamu hah?" balasnya dengan nada tidak suka.

"Kau ada urusan dengan siapa hah?!"

"Kau tak perlu tahu itu." Ucapnya dengan datar. "Cepatlah katakana ada apa kau memanggilku." Sambungnya dengan ekspresi muka yang tetap sama datar.

Pria itu menyeringai mengerikan. Dan setelahnya entahlah apa yang dilakukannya/?

.

.

Seorang pemuda duduk di taman kota. Dia memandang lurus ke arah depan. Hatinya terasa sakit setelah melihat kejadian semalam. Dia merasa kecewa dengan apa yang dikatakan dan diperbuat oleh seseorang yang sudah dia anggap sebagai hyungnya itu.

Sakit… jantungnya sakit saat mengingatnya. Sesak..dadanya sesak karena dia merindukan seseorang yang dicintainya.

Dia pun teringat pemuda manis yang tadi malam dan siang ini yang bertemu dengannya. Pemuda itu sangat manis saat dia tersenyum dan dia terlihat ceria. Dia tersenyum saat dia menanyakan pertanyaan-pertanyaan nya dengan wajah polosnya. Sungguh dia menyukai pemuda manis itu.

"Ah apa yang aku pikirkan." Batinnya sambil tersenyum geli. Dia pun beranjak pergi dari taman itu.

.

.

"Ugh.." seorang pemuda manis yang terduduk di ranjangnya merenggangkan badannya. Wajahnya terlihat pucat. Dia memegangi kepalanya yang terasa sangat berat. Pemuda itu turun dari ranjangnya hendak keluar dari kamarnya. Namun setelah itu terlihat seorang pemuda masuk dengan nampan yang berisi semangkuk bubur, segelas air putih dan obat.

"Oh Jungkook-ah kau sudah bangun?" ucapnya sambil menaruh nampan yang ia bawa tadi. Sedangkan pemuda yang dipanggil –Jungkook- hanya bergumam tidak jelas dan mendudukkan dirinya lagi di ranjang.

"Makanlah dulu Kook kau belum makan kan? Dan habis itu minumlah obatmu. Aku keluar dulu" Ucapnya lalu meninggalkan 'adik'nya itu

"Eumm baiklah baiklah." Dia berkata dengan terpaksa. Oh ayolah siapa yang mau memakan benda lunak itu dan meminum obat-obat yang rasanya aneh. Lebih baik dia membuangnya!

"Dan satu lagi Kook, jangan berani-berani kau buang bubur atau obat itu. Jika kau membuangnya kau bersiap saja." Ucapnya dengan nada datar. Jungkook hanya mengerucutkan bibirnya. Lalu mengambil mangkuk bubur itu dan memakannya sampai habis. Dia pun meminum obatnya. Setelah itu dia terlelap kembali. Mungkin karena efek obatnya.

Sebelum dia tertidur dia melihat seseorang di kamarnya. Dia pemuda yang tadi malam dan tadi siang itu. Dia sedang memandangnya dengan tersenyum.

.

.

.

ToBeContinued

.

Please review ^^

And then BTS Comeback huaaaa senangnya. Keren banget MVnya o . Aduh saya malah fangirling-an wkwk. Intinya saya Cuma minta satu yang sudah baca mohon review. Terimakasih ^^. Saya akan melanjutkannya jika review naik/? /ngambek ceritanya/ wkwkwk.