Hola2... hehehehe... aku gak tau ini di sebut aja.. tiba-tiba pengen nulis dan inilah jadinya.
hehehehe
Mian kalau kacau balau..
Tolong di maklumi kalau ada typo disana dan disini. EYD kacau juga. hehehehe...
Author : Lynda Kim
Tittle : Just You
Cast : DaeBaekTae and find by u
Genre : Romance,family,GS,little humor
Rate : Molla ~
Leght : Molla ~
#################################
Baekhyun POV
"Hahh! Akhirnya aku bisa istirahat." ujarku saat aku bisa mendudukkan diriku di depan televisi ruang keluarga. Aku merasa sebentar lagi tulangku akan lepas dari persendiannya.
Aku baru saja mengantar V kesekolah. Sebenarnya hari ini adalah hari pertamanya masuk taman kanak-kanak. Sebenarnya aku ingin menungguinya,tapi V bersikerah menyuruhku pulang. Dengan alasan,kalau ada eomma aku tidak bisa konsentrasi belajar karena aku ingin di peluk eomma terus. Aku menarik bibirku tersenyum. Anakku itu memang anak manja.
"dasar! Anak itu semakin lama tingkahnya semakim mirip appanya." gumamku.
"kau kenapa tersenyum-senyum sendiri seperti itu,Baekkie?"
"ah! Eomma mengagetkanku." protesku sedikit,aku menatap Jae eomma yang kini sudah duduk di sampingku. Hari ini sudah tepat satu minggu aku dan keluargaku kembali ke korea dan tinggal di mension keluarga Jung.
"eomma lihat kau senyum-senyum sendiri seperti itu. Eomma takut kau menjadi gila Baekkie." terang eomma.
"eomma tenang saja,aku tidak akan gila hanya karena senyum-senyum sendiri." jawabku.
"hah! Ini yang eomma suka darimu Baekkie. hahahh."
Aku menatap Jae eomma yang sedang tertawa sambil mengelus pipiku. Aku sedikit heran. Aku jadi ingat saat pertama kali Daehyun membawaku pulang kerumahnya untuk di perkenalkan pada keluarganya.
Flashback
"tenanglah chagi! Semua akan baik-baik saja." ujar Daehyun menenangkanku sambil menggenggam erat tanganku untuk memberikan aku kekuatan.
"tapi..."
"sttt... Percayalah! Mereka dengan baik. Kau percaya padaku kan,chagi?"
Bagaimana aku tidak gugup,sekarang Daehyun membawaku pulang untuk di kenalkan dengan keluarganya. Aku sangat gugup dan takut tentu saja. Dengan statusku dan juga usiaku yang lebih tua darinya,meski kami hanya terpaut satu tahun.
"tenanglah,aku ada di sampingmu. Dan jangan pasang wajah seperti itu." ujarnya. "kajja.." Daehyun melepas genggamannya dari tanganku dan kemudian turun dari mobil,berjalan mengitari mobil untuk membukakan pintu untukku.
"kkaja..." dia mengulurkan tangannya padaku,aku langsung menyambutnya. Aku menatapnya dengan tatapan khawatir dan takut. Dia tersenyum lagi,"mereka akan menyukaimu,changi. Trush me!"
Setelah berujar demikian,dia menarikku untuk mengikutinya memasuki rumah besar nan mewah milik keluarga Jung.
"na wasseo.. Eomma,appa,Kyungie..." sapa Daehyun,dan membawaku langsung kedalam rumah.
Aku benar-benar takjub. Rumahnya bukan hanya luarnya saja yang terlihat mewah,tapi bagian dalamnya justru lebih mewah. Nyaliku mulai mengkeret lagi.
"kau sudah pulang?" sapa seorang laki-laki paruh baya yang sedang bersantai di ruang TV. Sekilas aku menebak itu pasti tuan Jung,ayah Daehyun.
"ne,seperti yang appa lihat." jawab Daehyun. Dasar anak kurang ajar!
"heh! Kau tak pernah berubah. Hormati appamu anak nakal." sahut seorang wanita dari arah kanan ruang TV. Demi Tuhan wanita paruh baya yang aku duga adalah ibu Daehyun ini sangat cantik. Aku terpana.
"eomma mempermalukanku." protes Daehyun.
Kulihat wanita itu memutar bola matanya malas. " kenyataannya seperti itu anakku yang tampan." balas nyonya Jung.
"bisakah kalian berhenti berdebat? Ada tamu disini." sela seorang yeoja bermata bulat menghentikan aksi debat Daehyun dan nyonya Jung. "mianhae eonni,oppa dan eommaku memang kekanak-kanakan." sambung yeoja itu sambil tersenyum ramah kearahku. seketika aku merasa sudah diterima dengan baik oleh yeoja itu. Aku balas tersenyum padanya.
"ah! Aku hampir lupa,ini gara-gara eomma." ujar Daehyun. "ekhem... Eomma,Appa,Kyungie.. Perkenalkan dia adalah Byun Baekhyun." Daehyun mulai memperkenalkan aku,aku semakin mengeratkan genggaman tanganku padanya.
"annyeong,Byun Baekhyun imnida." aku memperkenalkan diriku dengan membungkukkan badanku.
"nah! Baekkie,mereka adalah keluargaku. Laki-laki itu adalah appaku,Jung Yunho." aku menatap tuan Jung dan membungkkukan badanku padanya memberi hormat. Dia tersenyun padaku,aku balas tersenyum.
"dan gadis pendek yang duduk di samping appa adalah dongsaengku yang paling cantik,Jung Kyungsoo." ujarnya sambil menunjuk yeoja bermata bulat di samping tuan Jung.
"YAK!" teriak Kyungsoo pada Daehyun dengan mata yang makin melotot. Setelah meneriaki Daehyun,Kyungsoo beralih menatapku.
"annyeong eonni." sapanya,kemudian berdiri dan berjalan kearahku dan memelukku. "senang akhirnya bisa bertemu denganmu. hihihi"
Aku balas memeluknya. "senang bertemu denganmu juga,Kyungsoo." balasku.
Setelah melepas pelukannya,Kyungsoo memegang tanganku. "kuharap kau bahagia dengan manusia pintar tapi pabbo yang sedang berdiri di sebelah kita,yang sayangnya dia adalah kakakku,eonni." ujarnya panjang lebar.
"YAK!"
"apa?" ketus Kyungsoo. Aku menatap Daehyun yang juga melototkan matanya yang tak selebar mata Kyungsoo. Sepertinya anak-anak keluarga ini mempunyai sifat yang hampir sama.
"kenapa kau megatakan itu di depan Baekkie,adik kurang ajar?"
"itu kenyataan oppaku yang tampan."
"aishh! Lupakan. Jangan dengarkan Kyungsoo,chagi." ujar Daehyun.
"hahahaha." Kyungsoo tertawa lirih,mengetahui Daehyun kalah adu argument. Aku tersenyum melihat itu. Sungguh keluarga yang harmonis. Pikirku.
Dia menarik tanganku menuju wanita yang tetap berdiri di ujung ruangan. Aku kembali merasakan kegugupan itu. Bagaimanakah responya padaku?
"dan wanita cantik ini adalah eommaku,Jung Jaejong." Daehyun memperkenalkan ibunya.
"senang bertemu anda nyonya Jung." sapaku sambil membungkukkan badanku memberi salam. Rasanya aku tidak ingin mengangkat badanku dan menatap kearah nyonya Jung. Tapi,aku harus bisa melakukannya.
Deg.
Nyonya Jung menatapku tajam,dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dari raut wajahnya sepertinya dia sedang menilaiku.
"eomma..." Daehyun menginteruksi.
"kau cantik,selera fashionmu cukup bagus,kau juga tidak terlalu pendek. Tapi..."
Aku menahan nafasku menunggu apa yang akan dia katakan selanjutnya.
"tapi,kau pernah menikah. Itu artinya anakku tidak mendapatkan barang baru." ujarnya.
"eomma/yeobo." semua yang ada di ruangan itu berteriak,sementara aku hanya menundukkan kepalaku mendengar kata-kata pedas nyonya Jung. Memang yang di katakannya adalah benar.
"eomma,apa ya..."
"aku tidak menyuruhmu bicara Jung Daehyun. Cukup kau diam." ujar nyonya Jung. "dan dari pernikahanmu yang sebelumnya kau belum mempunyai anak,padahal pernikahanmu sudah berumur 3 tahun saat kau bercerai dengan mantan suamimu." lanjutnya. Aku tetap menundukkan kepalaku.
"apakah nanti kau bisa memberikan turunan selanjutnya untuk Daehyun. Untuk kelanjutan keturunan keluarga Jung. Bagaimana?" tanya nyonya Jung lagi,sontak aku mengangkat kepalaku untuk menatapnya.
Sakit. Itulah yang aku rasakan sekarang. Tanpa terasa kristal bening itu tiba-tiba turun di pipiku.
"eomma,aku sudah meng..."
"eomma tidak bicara padamu Jung Daehyun." nyonya Jung menegaskan lagi.
"apa yang akan kau lakukan untuk meneruskan garis keturunan keluarga Jung,kalau kau tidak bisa memberikan anak untuk Daehyun?" tanyanya lagi.
Aku tidak tau harus menjawab bagaimana! Aku hanya tertunduk dan air mataku mengalir semakin deras. Aku merasa hancur sudah harapanku untuk kembali mendapatkan kebahagiaanku. Apakah aku harus menyerah? Apakah aku tidak bisa bahagai bersama Daehyun? Aku tau jawabannya,memang tidak bisa. Orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Jadi,aku tidak menyalahkan nyonya Jung yang sudah menyakiti hatiku. Itu adalah kenyataan.
Grep..
Aku merasakan seseorang memelukku,sontak aku langsung mengangkat kepalaku dan betapa terkejutnya aku yang memelukku adalah nyonya Jung.
"hahahahaha..." Daehyun tertawa keras di sampingku. Aku menatap heran padanya,kenapa dia justru tertawa keras.
"selamat datang di keluarga Jung,Baekkie." bisik nyonya Jung.
Aku membelalakan mataku,apa yang aku dengar tadi?
"pasti kau bingung? fufufu.. Lihat wajahmu yang menggemaskan ini." ujar nyonya Jung setelah melepas pelukannya padaku. Aku tetap memasang wajah bingung.
"chukka eonni." kali ini Kyungsoo menepuk bahuku dan tersenyum padaku. Aku kembali di buat bingung.
"kau benar Daehyun-ah. Calon istrimu ini memang menggemaskan." kali ini juga tuan Jung berkata dan merangkul bahu istrinya. "mirip eommamu." lanjut Yunho ajushi dan mencium pipi Jaejong ajuma.
"bear,kau membuatku malu." balas Jaejong ajuma dengan tersipu. Aku semakin cengo.
Aku mengalihkan pandanganku dari tuan Jung kearah Daehyun. Daehyun tersenyum dan berjalan kearahku,setalah sampai di depanku dia langsung menangkup wajahku dengan tangannya dan menghapus airmataku.
"kau sedang di kerjai eomma,kalau aku boleh memberitahumu,chagi."
"ne?" aku memiringkan kepalaku.
"eomma sedang mengerjaimu chagia." ulangnya.
1
2
3
"hiks... hiks..."
"ya! kenapa kau menangis lagi? Baekkie?" Kurasakan Daehyun memelukku. Aku membenamkan wajahku di dadanya dan menangis semakin keras. Aku menangis karena aku lega. Mereka mau menerimaku,dan mengijinkanku untuk berada di sisi Daehyun. Juga sedikit kesal karena mereka menjahiliku.
"Dae-ah,lepaskan pelukanmu dan kau,Baekkie. Aku ingin mengujimu di dapurku. hahaha.. Kyungie ajak Baekkie ke dapur." ujar nyonya Jung.
"oke eomma.. haha... Eonni kajja." ajak Kyungsoo. Tapi Daehyun tidak melepaskan pelukannya.
"oppa! Lepaskan eonni." perintah Kyungsoo,tapi Daehyun tetap tak bergeming.
"Dae.. Lepas." bisikku.
"anni..."
Aku berusaha melepaskan diri,tapi dia tidak melepaskan pelukannya. Maka...
"aww... Kenapa kau mencubitku?" protesnya yang langsung melepaskan pelukanku dan mengelus perutnya yang aku cubit.
"rasakan." gumamku.
Flashback End
"Kenapa kau tersenyum sendiri lagi Baekkie-ah?" interuksi Jae eomma.
"annio eomma,hanya mengingat saat aku pertama kali menginjakan kaki dirumah ini." jawabku.
"ahhh... hahahahha.. maafkan eomma,eomma mengerjaimu saat itu. Kau lebih cantik dan menggemaskan dari apa yang di katakan Daehyun." jelas eomma.
"ne eomma." jawabku. "tapi saat iru,eomma benar-benar membuatku takut." lanjutku.
Kemudian kamu tertawa bersama. Sampai eomma menghentikan tawanya.
"hmmm... Eomma ingin bertanya padamu,Baek?
"tanya apa eomma?" aku balik bertanya pada eomma. Eomma akan bertanya apa? Aku jadi penasaran.
"apakah saat kalian tinggal di LA,sebelum kalian menikah. Apakah kalian sering melakukan itu?" mendengar apa yang eomma tanyakan,aku mengangkat sebelah alisku.
"maksud eomma?"
"heh! Apakah kau dan Daehyun melakukan hubungan suami-istri saat kalian tinggal di LA dan belum menikah?" terang eomma.
Blush...
"jadi,jawabanya Baekkie?"
"ng... itu... Tentu saja tidak eomma. Kami tidak melakukan apapun." jawabku mantap,memang kami tidak pernah melakukannya sebelum menikah. Aku tidak mau ambil resiko,dan Daehyun juga tidak menuntut itu. Tapi setelah menikah dia berubah menjadi penuntut,apabila ada kesempatan dia langsung menyerangku.
"haishhhh... Jinjja... Hebat juga Daehyun. Bisa menahannya." gumam eomma.
"eomma jangan berfikir yang macam-macam." ujarku. Dan eomma hanya menampakan seringaian nakalnya. Aku agak merinding melihatnya.
"dan... Apakah cucu kedua eomma sudah jadi,Baekkie?"
Blushh...
Wajahku langsung memerah mendengar pertanyaan eomma baruasan. Keluarga Jung memang aneh,dan parahnya aku juga bagian dari keluarga Jung.
"bagaimana Baekkie?"
"eomma... Aku baru melepas alat kontrasepsiku 3hari yang lalu dan tadi malam aku datang bulan." jawabku.
"yahhh..."
Aku hanya menggeleng pelan,melihat eomma menampakan wajah kecewanya.
Author POV
"kalian serius dengan keputusan kalian untuk tinggal di sebuah apartemen?" tanya Yunho pada Daehyun. Saat keluarga Jung tengah berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan rencana kepindahan keluarga Jung junior ke apartemen mereka sendiri.
"ne appa. Biarlah aku tinggal sendiri dengan keluargaku seperti saat kami tinggal di LA." jawab Daehyun.
"tapi Dae,bagaimana kalau aku merindukan Taehyung?" tanya Jaejong dengan nada mendramatisir. Daehyun memutar bola matanya malas.
"eomma bisa mengunjungi kami kapanpun eomma mau,aku juga bisa mengunjungi eomma kan setiap hari? Jadi,eomma jangan khawatir." Baekhyun menghibur ibu mertuanya.
"tapi Baekkie..."
"makanya cepat suruh Kyungsoo menikah dengan Jongin."
"UHUK..." Kyungsoo yang sedang menelan kripik kentang tersedak mendengar apa yang di katakan Daehyun.
"pelan-pelan Kyungie." ujar Baekhyun sambil menepuk-nepuk punggung Kyungsoo dan menyodorkan minum ke Kyungsoo.
Yunho dan Jaejong menatap Daehyun dengan pandangan bingung yang juga mengatakan,apa maksudmu.
Daehyun yang mengerti segera menjawab. "dengan kalian segera menikahkan Kyungsoo dengan Jongin,Kyungsoo akan memberikan cucu dan kau tidak akan kesepian,eomma."
"ekhem." Yunho berdeham. "Jadi,Kyungie princess! Ada yang ingin kau ceritakan pada kami?"
"aku belum ingin menikah appa." jawab Kyungsoo to the point.
"lalu apa maksud dari pernyataan Daehyun?" tanya Yunho lagi.
"itu... itu..." Kyungsoo melirik Baekhyun untuk bertanya apa yang harus dilakukan.
"ck.. Kau pikir oppamu ini tidak tau. Kalau kau sering menghabiskan waktumu dengan di apartemen Jongin dan kenapa kau memakai baju leher tinggi seperti itu,hmm?"
Langsung saja semua mata menatap kearah leher Kyungsoo. Merasa di tatap oleh semua orang,Kyungsoo langsung merapatkan leher tinggi kaos yag dia pakai?
'awas kau Jung Daehyun,aku pasti akan membalasmu.' rutuk Kyungsoo dalam hati. Karena kakanya sudah membuatnya dalam masalah yang besar.
"bisa kau suruh Jongin menemui appa sesegera mungkin,Jung Kyungsoo?" ujar Yunho dengan nada serius yang membuat semua orang merinding.
Hari ini adalah hari kepindahan keluarga Jung junior alias keluarga Jung Daehyun ke apartemen mereka sendiri. Pasca kejadian Daehyun yang membuat Kyungsoo harus segera bertunangan dengan Jongin,Kyungsoo semakin sensitif terhadap Daehyun. Itu membuat Baekhyun semakin pusing apabila suami dan adik iparnya itu bertemu atau berada dalam satu ruang yang sama.
"harusnya kau tidak menikahi namja tak tau diri seperti suamimu itu eonni." ujar Kyungsoo syarat akan emosi saat membersihkan foto pernikahan Baekhyun dan Daehyun dari kardus packing.
"hehhh!" Baekhyun menghela nafasnya. "sudahlah Kyungie,maafkan saja oppamu itu. Lag..."
"stop eonni jangan mulai mengulang kalimat yang sama lagi." Kyungsoo menghentikan ceramah 1menit rutinan dengan kalimat yang sama Baekhyun.
"ya sudah!"
Setelah selesai merapikan dan menatap perabot kini Baekhyun merendamkan dirinya di bathup yang sudah berisi air hangat yang membuat tubuhnya nyaman. Sementara Kyungsoo sudah pulang dan V memang belum di ajak ke apartemen karena Jaejong melarang kesana sampai rumah benar-benar bersih.
"yeobo... Kau dimana?" sebuah suara menginteruksi Baekhyun.
"aku di kamar mandi yeobo." teriak Baekhyun tidak merubah posisinya sama sekali.
ceklekk...
"kau sedang mandi?" tanya Daehyun.
"kau pikir apa yang dilakukan orang saat di dalam bathup yang berisi air tuan Jung." jawab Baekhyun ketus.
Daehyun terkekeh,dan mulai membuka kancing kemejanya.
"kau mau apa?" tanya Baekhyun.
"maksudmu? Orang yang membuka baju di kamar mandi,menurutnu mau melakukan apa?" jawab Daehyun santai sambil meneruskan acara membuka baju yang melekat di tubuhnya.
Blushhh...
Rona merah muncul di pipi Baekhyun saat melihat Daehyun sudah polos.
"wae? terpesona eoh?
"jangan bermimpi Jung Daehyun." ketus Baekhyun sambil memalingkan wajahnya dari Daehyun.
"ck... Aku hafal dirimu luar dalam yeobo." ujar Daehyun. Kemudian masuk kedalam bathup dan menempatkan posisinya di belakang Baekhyun.
Tidak bisa di pungkiri kalau Daehyun memang selalu bisa membuat Baekhyun merona.
"hentikan Dae!" ujar Baekhyun saat Daehyun mengecup tengkuk putihnya.
"wae?"
"nghhh... Daehhh..." lenguh Baekhyun saat tangan Daehyun mulai beraksi di dadanya. Dan bibir Daehyun tetap menjelajahi leher Baekhyun.
"akhhh..." erang Daehyun. "kenapa kau mencubitku?" protes Daehyun saat Baekhyun mencubitnya.
"rasakan. Aku lelah Jung Daehyun." jawab Baekhyun dengan ketus.
Daehyun menghela nafasnya,memang kalau istri cantiknya itu sudah ketus seperti itu,dia memang tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menurutinya. Maka Daehyun hanya pasrah bersandar pada bathup,dan menarik Baekhyun untuk bersandar di dadanya.
"jangan macam-macam tuan Jung." Baekhyun mengancam Daehyun.
"aku hanya ingin memelukmu,sayang."
Cukup lama mereka terdiam sambil berendam.
"hmm... Dae kau tau! Tadi sewaktu aku pergi ke supermarket. Aku bertemu Chanyeol." tutur Baekhyun. Memdengar penuturan Baekhyun tersebut Daehyun mengeraskan ekspresi wajahnya. "sungguh Dae,aku tidak sengaja bertemu dengan Chanyeol disana"
Daehyun mengeratkan pelukannya pada Baekhyun. Baekhyun merasa takut akan pertemuannya dengan Chanyeol akan membuka luka lamanya yang sudah sembuh.
"apa yang dia katakan padamu?" tanya Daehyun berupa bisikan di telinga Baekhyun.
"dia hanya menanyakan kabarku dan bagaimana keluarga kita." jawab Baekhyun sedikit takut.
Daehyun memutar tubuh Baekhyun sehingga sekarang mereka saling berhadapan. Daehyun menatap langsung kemata Baekhyun.
"dengar,meskipun kau bertemu lagi dengan Chanyeol ataupun Chanyeol berusaha merebutmu kembali. Atau ada kemungkinan yang lain. Kau,Jung Baekhyun. Tetaplah milik Jung Daehyun." terang Daehyun dengan menekankan kata milik Jung Daehyun. "dan selamanya aku milikmu dan kau milikku. Kau mengertikan yeobo?" Daehyun mengakiri kalimatnya dengan menyentuh pipi mulus Baekhyun.
Baekhyun memejamkan matanya merasakan sentuhan Daehyun di pipinya. Di hati Baekhyun sekarang memang hanya terukhir nama Daehyun. Sejak pertama kali bertemu Daehyun,Baekhyun sudah memutuskan untuk menghapus nama Chanyeol di hatinya. Dan mengganti dengan nama Daehyun.
Baekhyun membuka matanya dan menatap mata tajam Daehyun. Kemudian menangkupkan tangannya di wajah Daehyun.
"I love you." bisik Baekhyun. Tanpa menunggu jawaban Daehyun,Baekhyun sudah mulai melumat bibir Daehyun.
Daehyun sedikit kaget dengan serangan tiba-tiba dari istrinya. Tapi,bukan Jung Daehyun namanya kalau tidak bisa menguasai permainan. Dengan cepat Daehyun balas melumat bibir Baekhyun.
"nghhhhh..." kembali terdengar lenguhan dari bibir Baekhyun. Seiring berjalannya waktu decakan dan kecapan dari dua bibir yang saling bersahutan itu terdengar semakin keras,cepat dan dalam.
OKE! SKIP TIME... and END
Gimana readerdeul?
Mohon RCLnya... hihihi
semoga bisa menghibur..
Gomawo for read #bow ^^
