Hay ~
.
.
.
.
Author : Lynda Kim
Tittle : Just You
Cast : Always
Rate : M
Lenght : Gak tentu
Genre : Family,GS,Dll
.
.
.
######## Check This Out ########
.
.
Author POV
Hari ini sesuai dengan tanggal yang sudah di tentukan oleh kedua belah pihak keluarga. Akhirnya Jung Kyungsoo telah resmi menjadi istri dari Kim Jongin,setelah mengucapkan janji suci di hadapam Tuhan. Yah! Hari ini adalah hari pernikahan Kyungsoo. Dan sekarang adalah resepsi pernikahan Kyungsoo yang di adakan di Ballroom Jung's Hotel.
"apakah nanti aku harus memanggil suami imo dengan sebutan samchon atau uncle,eomma?" tanya V.
Baekhyun yang sedari tadj memangku V,menatap V dengan tatapan heran. "waeyo chagi? tentu saja kau harus memanggilnya samchon,ini Seoul bukan LA sayang." jawab Baekhyun.
"hmnn .. Hanya saja Jongin samchon tidak terlihat seperti kita eomma. Jongin samchon hitam.!" ujar V yang membuat mata Baekhyun melotot menatap V.
"kau tidak boleh seperti itu sayang,Jongin samchon juga orang korea seperti kita sayang." jawab Baekhyun. "tapi dia hanya sedikit tan kulitnya,sama seperti appamu,sayang." lanjut Baekhyun.
V menatap Baekhyun dengan mata yang mengedip lucu. "untung saja aku putih seperti eomma dan tidak hitam srperti appa." ujar V.
"hmppttt... Tentu saja,eomma juga tidak mau kau terlihat hitam seperti appamu,chagi.." kata Baekhyun. -_- emak yang tidak baik.
Setelah mendengar apa yang di katakan ibunya,V membaringkan kepalanya di pundak Baekhyun. V merasa sudah sangat lelah karena seharian bermain dengan anak sebayanya yang merupakan anak atau cucu relasi bisnis keluarga Jung.
"kau lelah sayang? Tidurlah!" suruh Baekhyun sambil tangannya menepuk-nepuk pelan pantal V agar tertidur. Dan tak berapa lama Baekhyun sudah merasakan kalau tubuh V sudah temah terkulai dan merasakan nafas teratur V dilehernya yang menandakan kalau bocah berusia 5 tahun itu sudah terbang kealam mimpinya.
"ekhemm... Boleh aq duduk?" tanya seseorang,membuat Baekhyun menatap kearah orang tersebut. Dan seketika mata Baekhyun langsung terbelalak kaget.
"Ch... Chanyeol." ucap Baekhyun lirih dengan nada terkejut yang kentara.
Ya orang itu adalah Park Chanyeol,mantan suami Baekhyun. "bolehkah?"
"ah.. Ne silahkan Chanyeol-ssi." Baekhyun mengijinkan Chanyeol duduk di kursi sampingnya.
"tidak perlu seformal itu padaku,Baek. Kita adalah teman." kata Chanyeol.
Baekhyun mengalihkan tatapannya pada wajah damai V yang sedang tidur di pelukannya. Chanyeol mengikuti arah pandangan Baekhyun dan sama halnya dengan Baekhyun,dia menatap wajah V yang sedang tidur dengan damai. Keduanya diliputi suasana diam sekarang.
"sepertinya dia sangat lelah hari ini." Chanyeol berusaha memecah keheningan.
"ne,dia terus bermain dengan teman sebayanya tadi." jawab Baekhyun.
Hening ~
"hmn... Baekkie.." panggil Chanyeol. "maafkan aku karena su..."
"stop! Jangan di teruskan lagi. Aku sudah menutup lembaran lama itu,dan tidak ada niat untuk membukannya lagi. Jadi kumohon jangan ungkit masa lalu kits. Dan aku sudah memaafkanmu." potong Baekhyun karena tidak mau membicarakan masalalunya lagi.
"heh! Sudah kuduga kau akan seperti ini. Tapi kalau boleh jujur... Aku... Aku sangat menyesal melakukan itu,Baek. Apalagi sekarang kau bisa memberi keturunan untuk Daehyun. Aku benar-benar pria yang tak berguna." ujar Chanyeol dengan nada sedih.
Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan simpatik. Dia sebenarnya kasihan pada Chanyeol tapi mengingat apa yang terjadi di masa lalu membuat sakit dihatinya muncul lagi. "percayalah semua akan indah pada waktunya,Yeol." ujar Baekhyun sambil mencium kening V.
Chanyeol tersenyum. "apa kau bahagia sekarang,Baek?" tanya Chanyeol.
"seperti yang kau lihat. Kalau aku bilang aku tidak bahagia kau juga tidak akan percaya." jawab Baekhyun.
"kalau boleh jujur lagi,aku sanfat iri pada Daehyun sekarang ini. Bisa memiliki malaikat kecil darimu. Lihatlah betapa anakmu ini mirip sekali denganmu dan Daehyun."
"percayalah Yeol. Kau akan segera menemukan kebahagiaanmu sendiri dalam waktu dekat." Baekhyun memberi semangat pada Chanyeol.
Mendengar Baekhyun memberikan semangat membuat Chanyeol kembali tersenyun. "sepertinya aku sudah menemukannya nyonya Jung. Jangan khawatir,dia sedang pergi ke toilet sebentar. keke" Chanyeol mengakhiri ucapannya dengan kekehan.
"benarkah?" Baekhyun bertanya dengan sedikit terkejut.
"begitulah! Aku harus bisa move on darimu,karena kau sudah mendahuiku untuk move on." kata Chanyeol. Baekhyun sedikit risih dengan Chanyeol yang mengatakan seolah dia yang meninggalkannya pada kenyataannya dia yang menggugat cerai dirinya.
"sepertinya kau perlu mengorekai ucapanmu tuan Park." sinis Baekhyun.
"kekekekeke..." Chanyeol kembali terkekeh. "aku hanya bercanda Byun Baek. Kau tetap saja kau suka sekali sewon dan biar kutebak kau pasti tetap cerewet. Hahahaha."
"tutup mulutmu Park Chanyeol." ketus Baekhyun sambil melototkan mata dengan eyeliner tebalnya.
"ekhem... Bolehkan aku menganggu kalian berdua sebentar." ujar seseorang,membuat Chanyeol dan Baekhyun serempak menatap orang itu.
"ah! Tuan Jung."
"Dae..."
Daehyun sudah mendudukkan dirinya di kursi kosong disamping Baekhyun. Dan sedikit menatap cemburu kearah Chanyeol. Perusahaan Chanyeol adalah salah satu relasi bisnis keluarga Jung,makanya Chanyeol bisa hadir di acara pernikahan Kyungsoo dan Jongin. Daehyun sebenarnya sudah tau kalau tuan Jung,ayahnya juga mengundang Chanyeol. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Tidak ada.
"nyenyak sekali tidurnya?" komentar Daehyun setelah mencium puncak kepala V yang tertidur di pangkuan Baekhyun. "aku bisa menggantikanmu memangkunya,yeobo?" tawar Daehyun.
"annio.. Biarkan dia bersamaku Dae,kau harus membantu appa menyambut tamu relasi bisnis keluarga kita kan?" jawab Baekhyun.
"heh! Sebenarnya aku lebih suka bersamamu dan V untuk menjauhkanmu dari namja tidak benar." ujar Daehyun. Mendengar itu membuat Baekhyun mengerutkan keningnya dan Chanyeol melototkan mata bulatnya.
"apa maksudmu tuan Jung? Anda menyindir saya?"
"baguslah kalau kau merasa."
"sudahlah Dae,aju dan Chanyeol hanya berbincang." lerai Baekhyun karena tidak mau malu. Daehyun kalau sudah cemburu selalu membuatnya malu dimanapun dia berada.
"tenang saja tuan Jung,aku sudah menikah." ujar Chanyeol santai sambil mengangkat tangan kirinya dan menunjukkan cincin kawinnya pada Daehyun dan Baekhyun. "jadi jangan takut aku akan mengambil kembali mantan istriku yang cantik ini. Karena istriku sekarang jauh lebih cantik daripada istrimu tuan Jung."
"YAK!" bentak Baekhyun. Sementara Daehyun hanya terkekeh,dia tau kalau Chanyeol sudah menikah dan datang bersama istrinya. Karena saat Chanyeol datang Daehyun ikut menyambutnya. Dia hanya menggoda istrinya. "beraninya kau mengataiku Park Chanyeol." geram Baekhyun.
"hehehe... Aku hanya bercanda. Kau tetap cantik Baek. Tenang saja!" ujar Chanyeol.
"oppa... Aku mencarimu sejak tadi,ternyata kau disini." ucap seseorang yang datang mendekati Chanyeol. Dan Chanyeol segera berdiri berdiri dan membantu yeoja itu duduk di kursi yang semula didudukinya.
"mianhae yeobo.." ujar Chanyeol. "jangan mempoutkan bibirmu seperti itu." lanjut Chanyeol saat yeoja itu memasang wajah cemberutnya pada Chanyeol.
Sementara Baekhyun menatap kearah yeoja itu dengan tatapan penasaran,tentu saja Baekhyun penasaran karena yeoja itu memanggil Chanyeol dengan panggilan oppa dan yeoja itu sedang hamil. Dan melihat wajah penasaran istrinya Daehyun hanya memasang senyumnya.
"kau penasaran sayang?" bisik Daehyun di telinga Baekhyun.
"yak!" pekik Baekhyun kaget.
"wkwkwkwkw..." Daehyun terkekeh pelan.
"kau mengangetkanku Dae." desis Baekhyun.
"ekhem..." Chanyeol berdeham. Otomatis Daehyun dan Baekhyun menatap Chanyeol bersamaan. "perkenalkan,Park Yongjae,istriku."
"MWO?"
"kecilkan suaramu,Baek?" ujar Daehyun karena beberapa orang diantara mereka mulai menatap kearah mereka.
"ah! Eonni kau membuatku kaget,sampai anakku menendang denga keras." ujar Yongjae sambil megelus perutnya dengan gerakan memutar.
"hiks... hiks..."
"tenanglah sayang.. Sttt... tidurlah lagi,maafkan eomma." Baekhyun berusaha menenangkan V yang mulai terisak tapi masih memejamkan matanya. Baekhyun menepuk-nepuk pantat V.
"suaramu mengagetkannya juga,sayang." Daehyun berujar sambil menepuk-nepuk lengan V juga..
"salah Park Chanyeol." desis Baekhyun sambil menatap tajam Chanyeol.
"wae? Kenapa kau menyalahkanku?" elak Chanyeol.
"tentu saja kau yang salah,kalau kau tidak mengenalkan istrimu di saat seperti ini." jawab Baekhyun.
"haduh eonni oppa sudahlah. Jika kalian berdebat terus eonni,anakmu itu akan terbangun lagi." Yongjae melerai.
Baekhyun menatap Yongjae,kemudian menghembuskan nafasnya karena dia tau apa yang Yongjae itu adalah benar. "ahh.. Kau benar Yongjae,maaf aku hanya terkejut tadi. Aku pikir Chanyeol akan selamanya jadi duda tua."
"YAK!" bentak Chanyeol,Baekhyun hanya terkekeh,sementara Yongjae mengelus tangan Chanyeol untuk menenangkannya.
"jadi tuan Park Chanyeol,nona ini adalah nyonya Park yang sekarang?" tanya Daehyun.
"benar sekali tuan Jung Daehyun. Jadi,jangan khawatir kalau aku akan mengganggu nyonya Jung." jawab Chanyeol.
"baguslah... Ah! Nyonya Park. Tolong awasi suami anda."
Baekhyun hanya bisa menatap cengo kearah suami dan mantan suaminya.
.
.
Setelah pesta selesai kini seluruh anggota keluarga Jung,sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka masih memakai baju pesta tadi,gurat lelah muncul di wajah mereka masing-masing,bahkan V masih belum di tidurkan dikamar,hanya beralih dari Baekhyun ke Daehyun.
"benar kau tidak akan bulan madu Kyungie?" Jaejong membuka suara.
"anni eomma. Itu bisa kami lakukan kapan saja,benarkan sayang?" jawab Kyungsoo.
"ne eommanim,kami bisa melakukan itu kapan-kapan." Jongin menimpali.
"tentu saja kalian tidak butuh bulan madu karena kalian sudah bulan madu lebih dulu. Dan aku yakin sekitaran 7 bulan lagi eomma akan mendapat cucu baru." ujar Daehyun santai. Berbeda dengan orang sekitarnya,Jongin dan Kyungsoo membulatkan matanya,sementara Baekhyun,Jaejong dan Yunho menatap penasaran kearah Daehyun.
"apa maksudmu Dae?" tanya Yunho serius,yang diikuti anggukan oleh Baekhyun dan Daehyun. Sementara Jongin dan Kyungsoo mulai mengeluarkan keringat dingin.
"tanyakan sendiri pada adikku yang cantik itu,dan suaminya yang berkulit tan itu,appa." jawab Daehyun santai.
Yunho beralih menatap Kyungsoo dan Jongin yang membuat mereka semakin mengkeret takut karena tatapan tajam Yunho. "jelaskan sekarang!" perintah Yunho.
Hening ~
"aku menyuruh salah satu diantara kalian menjelaskan. Kenaoa kalian bersikap seolah kalian ini adalah patung?" geram Yunho.
'awas kau Jung Daehyun. Kau menembakku dua kali. Aku akan membalasmu.' rutuk Kyungsoo dalam hati penuh amarah.
'jinjja... Daehyun hyung mengerikan. Dan ini dua kalinya dia membuatku dan Kyungieku terjebak dalam situasi sulit." ujar Jongin dalam hati.
BRAK...
Semua berlonjak karena kaget,termasuk V yang tidur di pangkuan Daehyun. "aku menunggu penjelasan kalian." desis Yunho lagi.
"i...itu... begini appa..."
"begini bagaimana?"
"be...be... begini aboji.." ujar Jongin terbata. "beberapa bulan yang lalu,ka...kami... kami..."
"kami?..." kali ini Jaejong membulatkan matanya menunggu kejelasan.
"ka...kami..."
"AKU HAMIL 2 BULAN... PUAS KALIAN!"
"HUWEEEE... EOMMAAA...HUWEEE."
Teriak Kyungsoo yang disusul dengan tangisan V karena kaget. Sementara keempat orang itu menatap Kyungsoo cengo.
"huweee... eomma...eomma..."
"ah! Ne sayang.. cup...cup... jangan menangis lagi.. eomma disini.." Baekhyun mengambil alih V dari Daehyun dan berusaha menenangkannya.
.
Baekhyun POV
.
Pernyataan Kyungsoo tadi benar-benar membuatku terkejut. Aku tidak menyangka adik iparku yang polos ternyata bisa berbuat sejauh itu. Benar-benar sama sekali tidak menyangka aku. Kalau dipikir-pikir hari ini banyak sekali kejutan. Pertama istri Chanyeol yang hamil,padahal aku pikir Chanyeol itu mandul. Mengingat 3 tahun menikah dengannya aku tidak kunjung hamil. Tapi,syukurlah kalau istrinya hamil dan dia akan punya anak seperti yang dia impikan,sepertinya Yongjae juga wanita yang baik. Dan kedua seperti yang aku katakan tadi kehamilan Kyungsoo.
"hah!" aku menghela nafasku.
"jangan mengela nafas terus kau akan cepat tua yeobo." ujar Daehyun yang baru keluar dari kamar mandi.
Deg...
Kenapa Daehyun terlihat sangat sexy dengan rambut basah seperti itu? Oh Tuhan.
"kenapa kau menatapku seduktif seperti Baek? Aku sexy? Benarkah?" narsisnya.
Aku segera memasang ekspresi mual. "jangan terlalu percaya diri tuan Jung."
"benarkah?" Daehyun mulai berjalan kearah ranjang dimana aku sedang berbaring dengan V.
"mau apa kau?!"
Daehyun menampakan seringaiannya,orang ini mau menggodaku rupanya. Dia semakin mendekatkan wajahnya padaku,aku memejamkan mataku. Aku bisa mencium aroma maskulin dari tubuhnya. Dan...
Tuk...
"kau berbohong jika tidak terpesona padaku nyonya Jung." ujarnya. Aku hanya bisa menatapnya dengan cengo.
"hatss... Aku benci kau Jung Daehyun." ucapku setengah berteriak.
"ya! Kau ingin anakmu bangun lagi?"
Uppsss aku lupa V,setelah mendengar teriakan Kyungsoo yang mengatakan kalau dia hamil 2bulan,V baru mau tidur setelah menghabiskan 2 botol susu dan seperti biasa tidur dengan tangan mungilnya didadaku. Sepertinya anak ini menuruni sifat appanya yang pervert tingkat dewa.
"ah Dae,aku ingin bertanya padamu. Hmmm... Darimana kau tah kalau Kyungie tengah mengandung sebelum kau bilang pada appa untuk segera menikahkan Kyungie?" tanyaku.
Daehyun yang sekarang tengah memelukku dari belakang,mengeratkan pelukannya padaku. "tanpa sengaja aku mendengar percakapannya dengan Jongin di telepon beberapa hari sebelum kejadian itu. Aku mendengar Kyungie bilang kalau dia terlambat datang bulan." jelas Daehyun.
"hah! Adik kecil kita,sebenta lagi aku akan di panggil ajuma kalau anak Kyungie sudah lahir. Aku jadi merasa tua,Dae."
"kau memang sudah tua,Baek."
"YAK!"
"hiks..." Mendengar V kembali terusik karena teriakanku,seketika aku dan Daehyun terdiam sambil menahan nafasnya. V sangat rewel apabila tidurnya di ganggu,bisa-bisa aku tidak tidur semalaman.
"berhenti berteriak,yeobo." bisik Daehyun yang kujawab dengan anggukan.
Hening~ Kami larut dalam pikiran masing-masing.
"Dae,miahae.. Aku tidak bisa mewujutkam impianmu untuk memberikan adik pada Taehyung." ujarku. Aku merasa mataku mulai memanas.
Srek...
Daehyun membalik posisiku sehingga aku kini menghadapnya. Daehyun menatap langsung ke manik mataku.
Srek...
Daehyun mengubah posisinya hingga dia duduk dan bersandar pada kepala ranjang. Kemudian menarik ku dalam pelukannya. "Dengar Baek,aku sangat bahagia hanya dengan memilikimu dan kebahagiaanku sudah naik berlipat gandan,aku tidak masalah hanya punya 2 anak atau lebih yang terpenting adalah kau dan Taehyung selalu ada disampingku. Jadi,kumohon jangan bicara seperti itu lagi,jangan bersedih karena hidupku audah sangat sempurna dan bahagia. Kecuali..." tiba-tiba dia menghentikan ucapannya,aku menegakkan badanku untuk melihatnya dan seketika aku menautkan alisku mengira-ngira apa yang akan dia katakan lagi.
"adik kecilku merindukan sarangnya." bisiknya seduktif.
PLAK...
"awww..."
"jangan berteriak Jung Daehyun,TaeTae akan rewel nanti. Dan untuk adik kecilmu dengan senang hati aku akan memotongnya." ujarku sambil kembali membaringkan diriku lagi,aku berbaring memunggungi Daehyun.
"kau tega? Memotong adik kecilku?" bisiknya di telingaku tapi aku berusaha tidak mempedulikannya. Aku heran kenapa dia sangat mesum setelah resmi menjadi suamiku. Padahal saat belum menikah dia biasa-biasa saja. Ah jinjja...
"setidaknya berikan aku service yeobo. Aku iri dengan Jongin yang pasti sekarang sedang melakukan malam pertama dengan Kyungie." rengeknya sambil menarik-narik bajuku.
Aku memutar bola mataku,demi Tuhan! Ah,kukerjai saja dia.
"ayolah Baek! Kau tidak ahhh..." Daehyun mengakiri rengekannya dengan desahan karena aku sedikit meremas adik kecilnya. "ahhh... terus Baek.. nghh..."
Hihihihihi... Aku membalikkan badanku dan menghadapnya. Aku langsung mencium bibirnya,dia langsung menciumku dengan brutal(?) tanganku tetap melakukan tugasnya,aku memasukkan tanganku kedalam boxernya.
"hmmm... akhhh... baby sebentar lagihhh..." desahnya. Ah ini saatnya.
"Yak! Kenapa berhenti?" protesnya.
"aku ngantuk.." jawabku langsung berbaring memunggunginya dan memeluk TaeTae. Hahahahaha.. Rasakan kau Jung Daehyun.
"Baek kau tidak bisa melakukan ini padaku. Kau tau ini menyakitkan. Kumohon... Aihhh!" keluhnya. Aku tetap pada posisiku tanpa berniat untuk bangun atau menjawabnya.
"arghhh... Aku akan membalasmu Jung Baekhyun. Tunggu saja." koarnya.
BRAK...
Dia membanting pintu kamar mandi. Hehehe.. Aku berhasil. Mianhae Dae,aku sedang lelah ~
.
"hahhh! Kenapa kau tidak mau pulang juga yeobo? Ini sudah malam,eomma pasti khawatir." Jongin terus saja membujuk Kyungie yang tidak mau pulabg sebelum bertemu Daehyun,sementara Daehyun akan pulang malam hari ini karena lembur.
"annio Jonginie,kalau oppa belum menciumku aku tidak mau pulang." kekeh Kyungsoo. Aku hanya bisa menghela nafas duduk di samping mereka. Kyungsoo mengidam ingin selalu didekat Daehyun. Dan itu sering membuat Jongin kewalahan.
Aku paham sekarang Kyungsoo sedang mengidam tapi kenapa harus Daehyun. Aku sih tidak apa-apa,tapi kenapa? Setauku hubungan Kyungsoo dan Daehyun sejak insiden pelaporan pada appa waktu itu menjadi seperti anjing dan kucing. Hmmm... Molla...
"eonni,,kapan oppa akan pulang?" tanya Kyungie lagi,dan ini sudah kesekian kali dia bertanya.
"hehh! Dia akan pulang malam Kyungie,ada lemburan di kantor. Sebaiknya kau pulang saja. Lihatlah Jongin! Dia terlihat lelah." jawabku. Jongin menganggukkan kepalanya.
Kyungsoo menatap Jongin,"kau lelah yeobo?" tanya Kyungsoo dengan ekpresi khawatir sambil menangkupkan tanganya di wajah Jongin. Dan Jongin menjawab dengan menganggukkan kepalanya bersama dengan puppy eyesnya yang ingin membuatku muntah.
"kalau begitu kita pulang saja yeobo,aku bisa bertemu Dae oppa besok-besok. Kajja kita pulang." sekarang Kyungsoo mengajak Jongin pulang. Mood orang hamil memang menyusahkan.
"eonni kami pulang dulu ne? Kasihan Jonginie,aku takut dia sakit." pamit Kyungsoo padaku.
"ne ne.. Hati-hati di jalan." jawabku.
Setelah Kyungsoo dan Jongin pulang aku segera berjalan menuju kamar TaeTae. Aku menyuruhnya tidur tapi aku bertaruh dia sama sekali belum tidur. Kita lihat saja!
Klek...
Benarkan! Dia masih asyik dengan para mainannya yang berupa singa. Hehh! obsesinya terhadap singa kadang membuatku takut. Saat mengandung Taehyungie aku hampir setiap hari menghabiskan waktuku pergi ke kebun binatang untuk melihat singa. Entah kenapa waktu itu aku sangat bahagia kalau melihat singa. Dan sekarang imbasnya pada Taehyungie.
"hai... Eomma tadi menyuruhmu apa ha?" tanyaku saat sudah berjongkok di dekatnya yang sedang bermain di karpet tebal di lantai kamarnya.
"mom! please.. I won't go to sleep now." ujarnya tanpa menatapku.
"eomma sudah katakan berkali-kali ini di Korea bukan di LA lagi,chagi." kataku sambil mengangkatnya.
"aaaa... eomma... Aku masih ingin bermain... aaaaa..." protesnya saat aku membaringkannya di tempat tidur.
"anni.. ini sudah jam 8 lebih sudah saatnya kau tidur,besok kau sekolah kan? Apa kau mau bangun terlambat ke sekolah besok sayang?"
"ada eomma yang akan membangunkanku besok." jawabnya sambil mempoutkan bibirnya lucu. Tidak tahan aku menciumnya. "eommmmmaaaaa..." rengeknya lagi.
"anni... Kajja tidur,tutup matamu." suruhku. Aku ikut membaringkan diriku di kasurnya dan menarik selimut tebal bergambar animasi singa menutupi Taehyung sampai dada dan sebagian tubuhku.
"bisakan kau kentikan itu TaeTae sayang? Kau sudah masuk TK!" tegurku saat seperti biasa tangan kecilnya bertengger di dadaku.
"anni..." jawabnya singkat dan semakin mendekatkan kepalanya didadaku. Sudah kuduga begitulah jawabnya. Aku heran kenapa TaeTae sangat terobsesi dengan dadaku,semoga saja keprevertan Daehyun tidak menurun padanya.
Tak berapa lama kudengar tarikan nafas teraturnya,dia sudah tidur. Perlahan aku melepas tangannya yang ada di dadaku. Perlahan aku bangkit dari tempat tidurnya.
Chu~
Aku mencium keningnya. "mimpi indah sayang. Eomma harap kau akan tumbuh menjadi anak yang baik,pintar dan berbakti pada orangtua. Eomma sangat mencintaimu sayang." bisikku.
.
Author POV
.
Siang ini Baekhyun sedang berada di rumah mertuanya. Karena mendadak ibu mertuanya itu menelponnya dan mengatakan kalau belum melihat Baekhyun yang memakai baju berwarna merah,dia tidak akan keluar dari kamarnya.
"aku heran padamu Kyung,apa yang kau minta kenapa aneh sekali." keluh Jaejong yang baru muncul dari dapur dengan nampan berisi jus berwarna merah. "ini minumlah! Kau juga jangan banyak-banyak minum jus,kau akan minum 2 gelas sekaligus?" omel Jaejong sambil memberikan gelas jus pada Kyungsoo.
"siapa bilang aku akan meminum semuanya,satu untukku dan satu untuk eomma." jawab Kyungsoo santai.
"MWO?" pekik Jaejong dengan mata membelalak tidak percaya. Dan Baekhyun terkekeh.
"kajja eomma. Eomma harus meminumnya. Ink sangat segar." ujar Kyungsoo dengan berseri.
Jaejoong menatap gelas jus di meja dengan tatapan takut. "kau saja yang menghabiskannya,Kyung. Eomma tidak haus."
"anni... Eomma harus meminumnya. Aku tidak mau tau." kekeh Kyungsoo.
"eomma... Turuti saja kemauan Kyungie." bujuk Baekhyun.
"kau mau eommamu ini sakit perut,Baek?" desis Jaejong. Dan Baekhyun kembali tersenyum.
"tapi aku baik-baik saja eomma,tidak sakit perut." kata Kyungsoo.
"kau memang sudah biasa meminum ini dan eomma tidak pernah." jawab Jaejong,memang sejak Kyungsoo hamil dia selalu minta di buatkan jus tomat yang dicampur stroberi setiap hari.
"hehehehe... Ayolah eomma... Aegi-a... Halmoni tidak sayang padamu. Hiks..."
"eomma... Ayolah..." Baekhyun kembali membujuk Jaejong.
Jaejong menatap Baekhyun dengan tatapan memelas,kemudian menghela nafasnya dan mulai mengangkat gelas jusnya.
Glek.. glek..
Jaejong langsung menegak habis jus di gelasnya.
Trek...
Setelah meletakkan gelasnya di meja,Jaejong langsung berlari kedapur. Baekhyun segera menyusul ibu mertuanya itu,yang iya tau pasti sedang memuntahkan jus tomat yang di campur stroberi tersebut.
"hoek... hoek... akhh... hoek..."
Benar dugaan Baekhyun,Jaejong sedang muntah diwastafel. Baekhyun segera memijat tengkuk ibu mertuanya.
"awas kau Kkamjong." desis Jaejong.
"eomma gwenchana?" tanya Baekhyun sambil menyodorkan minum pada Jaejong. Jaejong segera menegak air putih yang di sodorkan Baekhyun.
"Kkamjong sialan. Awas saja dia. Tidak akan kuberi ampun." geram Jaejong.
#di tempat lain
"Hatciung ~"
"anda baik-baik saja tuan muda?" tanya laki-laki paruh baya yang sedang duduk disamping orang yang baru saja bersin tersebut.
"ne,aku merasa ada yang sedang membicarakanku." ujar Jongin. Dan kembali pada pekerjaannya.
.
.
"kau tau Dae,Kyungsoo yang mengidam benar-benar mengerikan." ujar Baekhyun pada Daehyun. Sekarang mereka berada diruang keluarga apartemen mereka sedang menonton TV,dengan V yang sedang bermanja pada Baekhyun dengan duduk dipangkuan ibunya secara menyamping yang kepalanya direbahkan di dada ibunya.
"aku tau itu yeobo. Kau juga mengerikan saat mengidam dulu. Sehingga hasilnya jadi seperti ini sekarang." ujar Daehyun seraya menatap V.
"apa maksudmu Dae?" tanya Baekhyun dengan mata yang melotot. Sedangkan V yang memang sudah mengerti hanya mempoutkan bibirnya pada Daehyun.
"jangan mempoutkan bibirmu seperti itu V ah. Kau itu namja,dan kenapa kau masih suka menempel dengan dada ibumu,ha?" cerocos Daehyun.
Plak...
"yak! Kenapa kau memukul appa ha?" teriak Daehyun saat V memukulnya.
"appa menyebalkan!" koar V dengan raut wajah sebal.
"jinjja? Kau itu yang menyebalkan."
"appa yang menyebalkan." teriak V.
"benarkah.. rasakan ini,ini hukuman untuk anak yang menyebalkan." ucap Daehyun,tangannya sudah mulai bergerak menggelitiki V.
"ahahaha... appa ... geli... eommaa..." tawa V merasakan geli,V menggeliatkan tubuhnya untuk menghindari Daehyun. Akibatnya Baekhyun yang memang memangku V menjadi kesusahan menahan tubuh V agar tidak jatuh.
"rasakan... ini hukuman untukmu anak manis..." ujar Daehyun terus menggelitiki V.
"ampun appa... ampun... hahahhha..."
Daehyun mengangkat V dari pangkuan Baekhyun dan meletakkan V di pangkuannya,menghadap kearahnya.
"kalau kau sudah besar kau ingin menjadi apa tampan?" tanya Daehyun pada V yang sedang terengah dengan wajah memerah.
"hmmmm..." V menampakan wajah berfikirnya membuat wajahnya terlihat lucu dan menggemaskan. "aku ingin jadi tampan seperti appa." celetuknya.
"hahahahaha.. Tentu saja kau akan tampan sepertiku,lihat saja nanti." jawab Daehyun bangga.
"percaya diri sekali kau tuan Jung,siapa yang bilang kalau kau itu tampan?" ujar Baekhyun.
Daehyun menampakan seringaiannya. "kalau aku tidak tampan mana mungkin seorang Byun Baekhyun akan terpesona pada seorang Jung Daehyun,hingga menghasilnya setan kecil ini."
"Siapa yang kau panggil setan kecil,Dae?" tanya Baekhyun dengan aura gelap. Baekhyun memang tidak suka Daehyun memanggil V dengan sebutan setan kecil. "kalau dia setan kecil berati kau setan dewasa."
"yak! Tentu saja tidak..."
"appa dan eomma selalu saja mesra. heh! Dan melupakan anaknya." V berkata sambil menghembuskan nafasnya ala orang dewasa. Sontak Daehyun dan Baekhyun menatap V bersamaan,sedikit tercengang dengan apa yang keluar dari mulut anak semata wayang mereka.
"appa... Kau tau Yongguk ajushi bilang Himchan ajuma akan punya adik bayi."
"MWO?" teriak Daehyun dan Baekhyun bersamaan.
"kenapa kalian berteriak? Telingaku sakit." keluh V sambil menutup telinganya dan memanyunkan bibirnya.
"apa maksudmu TaeTae sayang?" tanya Baekhyun.
"tadi siang waktu aku bermain game di ponsel eomma,Yongguk ajushi menelpon. Dia bilang dia sangat senang karena akan memiliki adik bayi." jelas V. Daehyun dan Baekhyun hanya terdiam. "padahal kan Yongguk ajushi dan Himchan ajumma belum menikahkan eomma,tapi kenapa sudah punya adik bayi?" tanya V polos membuat Daehyun dan Baekhyun saling bertatapan.
"TaeTae sudah malam,sebaiknya kita segera tidur. Ayo kita kekamarmu?" ajak Baekhyun untuk mengelak dari pertanyaan V.
"tapi kalian belum menjawabnya." bantah V. Jangan lupa sikap ngeyel dan keras kepala V sama seperti Daehyun.
"ini sudah malam,ayo ikuti apa yang dikatakan eommamu." suruh Daehyun,V mempoutkan bibirnya karena rasa penasarnnya belum terjawab.
"kajja..." Baekhyun langsung menggendong V menuju kamar V.
"dasar namja mesum,bisa-bisanya pria tua itu menghamili Himchan noona tanpa menikahinya lebih dulu. Tidak salah kalau aku menjulukinya raja mesum." gumam Daehyun entah pada siapa setelah pintu kamar V tertutup.
"walau sebenarnya aku sangat ini ada suara bayi kecil lagi di keluarga kecilku ini,tapi sekarang aku sudah sangat bahagia. Memiliki Taehyung saja sudah merupakan anugrah terindah." gumam Daehyun lagi.
Flashback
"maafkan aku,aku tidak bisa menjamin bahwa Baekhyun-ssi masih bisa mengandung lagi atau tidak. Taehyung lahir dengan sempurna dan sehat adalah mukjizat Tuhan yang indah. Jadi,aku mohon pada kalian jangan kecewa. Memang kandungan Baekhyun tidak bisa subur seperti wanita pada umumnya. Di tambah kau menggunakan alat kontrasepsi. Jadi,maafkan aku,aku tidak bisa berbuat banyak untuk kalian." ujar dokter Park pada Daehyun dan Baekhyun.
"tidak adakah cara lain yang bisa kali lakukan dokter Park?" tanya Baekhyun.
Dokter Park menggeleng lemah,"secara medis tidak ada. Tapi teruslah berusaha dan berdoa." jawab dokter Park.
Setelah keluar dari rumah sakit,kini yang ada di mobil Daehyun hanya kesunyian. Baekhyun dan Daehyun asyik dengan pikiran masing-masing.
"mianhae..." Baekhyun membuka suara. Daehyun langsung menatap kearah Baekhyun. "maaf karena aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu untuk memberikan adik pada Taehyungie." lanjut Baekhyun dengan titik kristal bening sudah di pelupuk matanya.
Grep...
Daehyun langsung membawa Baekhyun kedalam dekapannya,memeluknya erat. Sebenarnya Daehyun kecewa karena keinginannya harus dikubur dalam-dalam,tapi dia lebih kecewa apabila melihat airmata jatuh dari mata indah orang yang ia cintai.
"dengar! Kau tau,aku tidak suka ada airmata yang keluar dari mata indahmu,yeobo." bisik Daehyun dengan tangan menangkup wajah Baekhyun.
"hiks... Aku kecewa pada diriku sendiri,Dae." isak Baekhyun.
"aku lebih kecewa melihatmu seperti ini Baek. Kita sudah punya Taehyungie,jadi tidak ada masalah. Aku sudah sangat bahagia memiliki Taehyung diantara kita. Maafkan aku yang sudah menginginkan anak kedua dan membuatmu bersedih seperti ini." ujar Daehyun.
Flashback End
"kau melamunkan apa,Dae?" tanya Baekhyun sembari duduk disamping Daehyun.
"ah! Taehyung sudah tidur?" Daehyun bertanya balik.
"aku bertanya padamu Jung Daehyun. Kenapa kau balik bertanya?" ucap Baekhyun dengan kesal sambil tetap menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Daehyun. Daehyun segera merangkul istrinya yang sudah berada di dadanya.
"aku sedang memikirkan mengapa kau begitu menggoda... Akh!" Daehyun mengakiri godaannya dengan teriakan karena cubitan jari lentik Baekhyun.
"rasakan..." ketus Baekhyun.
"aku tidak habis pikir kenapa kau galak sekali,pantas Park Chanyeol menceraikanmu."
"yak!"
"ampunnn... Jangan cubit aku lagi..." Mohon Daehyun sambil menahan tangan Baekhyun yang bersiap mencubit perutnya.
"makanya jangan menggodaku." ujar Baekhyun. Sekarang kembali bersandar di dada Daehyun dengan tangannya yang mengelus perut Daehyun. "kenapa perutmu tidak keras lagi,Dae? Kemana absmu yang keren?"
"kau menyindirku karena berat badanku bertambah nyonya Jung?"
"hihihihi... Tentu saja lemak ditubuhmu menimbun sekarang. Kau kelewat rakus beberapa hari ini. Kau akan kalah keren oleh Jongin. Kalian kan sama-sama hitan. Kau tau abs Jongin lumayan keren." terang Baekhyun sambil terkekeh. Memang benar, gemuk akhir-akhir ini.
"sudahlah! Besok aku akan menyempatkan diri ke gym lagi,aku tidak kalah dari Kkamjong itu. Dan jangan bandingkan aku dengan anak itu. Hatss... Dan bagaimana bisa kau tau kalau dia punya abs yang keren?" ujar Daehyun tidak terima.
"tadi siang secara tiba-tiba eomma menelpon dan menyuruhku kerumah dengan baju berwarna merah. Eomma bilang kalau Kyungsoo belum melihatku dengan baju warna merah dia tidak akan keluar kamar. Lalu dia sekarang rutin meminum jus tomat yang di campur dengan stroberi. Setelah itu juga secara tiba-tiba dia ingin melihat abs Jongin,jadi aku dan eomma mengantarnya ke kantor Jongin. Dan yah begitulah..." jelas Baekhyun,Daehyun hanya manggut-manggut mengerti.
"sepertinya memang lebih parah darimu yeobo. Hah! Aku tidak menyangka bocah hitam itu bisa menitiskan bocah menyebalkan di perut adikku yang cantik." keluh Daehyun. Baekhyun mengerutkan keningnya mendengar ucapan Daehyun.
Grep...
Daehyun mengeratkan pelukannya pada Baekhyun. "aku merindukanmu,Baek." bisik Daehyun seduktif yang membuat Baekhyun merinding.
"ah~~" desahan lolos dari bibir Baekhyun saat tangan Daehyun sudah bertengger di dadanya.
"may I?" bisik Daehyun lagi tanpa menunggu persetujuan Baekhyun langsung membalik tubuh Baekhyun untuk menghadapnya.
Chu ~
Bibir tebal Daehyun mendarat di bibir tipis Baekhyun. Daehyun menekan dan melumat bibir Baekhyun dengan bringas(?) seolah sudah lama tidak melakukannya padahal pada kenyataan setiap saat Daehyun selalu menciumi bibir tipis istrinya tersebut.
"nghhh..." lenguhan kembali keluar dari mulut Baekhyun,dan saat Baekhyun membuka mulutnya,Daehyun memanfaatkan itu untuk memasukkan lidahnya kedalam mulut Baekhyun. Baekhyun mencengkeran rambut Daehyun untuk menyalurkan apa yang dia rasakan.
Sret...
Daehyun menaikkan sweeten yang dipakai Baekhyun sampai batas dada saat tiba-tiba...
TING TONG...
Bel puntu apartemen mereka berbunyi,Daehyun berusaha mengabaikkannya,tapi...
TING TONG...
TING TONG...
"Daehh... Ada tamu,hentikan dulu." ujar Baekhyun menghentikan aksi Daehyun. Baekhyun segera turun dari pangkuan Daehyun,merapikan bajunya yang sempat terangkat dan berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang datang.
Dengan wajah yang terlihat kesal Daehyun bangkit dari duduknya dan mengikuti Baekhyun dari belakan untuk melihat siapa gerangan orang yang sudah berani menganggu saat-saat gentingnya.
Klek...
"eonni...hiks...hiks..."
"Kyungie...
.
.
.
.
END . . . . . .
.
.
.
Aslinya END-nya tidak begini.. Gara-gara wattpad eror ending jadi seadanya,sudah terlanjur sebal juga soalnya.. huhuhuhuhu
Maafkan saya kalau endingnya kurang menyenangkan. Kalo tidak ngena di hatiiii... gara-gara wattpad eror juga ff yang lain jadi ilang.. huhuhuhuhuhu *curhat*
.
TYPO juga mohon maaf ... HUWEEEEEE *nangis*
.
harusnya ini juga di publish tanggal 6 kemarin,tapi ada suatu hal akhirnya molor dan begitu ada kesempatan ganti wattpad yang eror... hiks ... hiks...
.
"YURI AJUMMA mianhae ingkar janji" *bow*
.
Dan untuk reader yang sudah setia membaca ff MyungYeol saya yang My Parents,saya mohon maaf belum bisa melanjutkannya juga *bow* kalau nanti saya lanjutkan,saya tidak akan mempublishnya di MYFF lagi,hehehe sekali lagi mianhaeee ~~~ *bow*
.
add my line : Lynkim37
add my twitt : lyinndaa
.
.
Gomawo for read readerdeul... RCL don't forget...
