Holaa~~
WARING : NO SUNTING ^^
.
.
.
Author : Lynkim
Tittle : Just You
Cast : DaeBaekTae, and Other
Genre : Family,GS
Rate : T
Lenght : 4of?
.
.
Check This Out
.
.
.
.
"Kalau bertemu dengan Kim Jongin ingin sekali aku kebiri dia. Awas saja... ARGGGHHHh... APPO" gerutu Daehyun dan diakhiri dengan teriakan kesakitan karena jambakan Kyungsoo dirambutnya. Perlu kalian tau saat ini Daehyun tengah menemani Kyungsoo di dalam ruang bersalin.
"ARGGGHHHHH... KIM JONGIN SIALANNN... DIMANA DIA SEKARANGGGGGGGG..." Kyungsoo kembali terteriak memaki Jongin. Memang saat ini Jongin tengah ada perjalanan dinas ke China. Seiring dengan teriakan Kyungsoo yang semakin keras,membuat kekuatan jambakan di rambut Daehyun semakin keras juga. Daehyun merasa setelah ini rambutnya akan botak karena jambakan brutal Kyungsoo. Kim Jongin harus berterimakasih padanya karena sudah membantunya menghindari penyiksaan itu.
"Aku akan menghajarmu setelah ini Kim Jongin." Bisik Daehyun penuh dendam.
"Hiks... Oppa... Sakit..." rintih Kyungsoo untuk kesekian kalinya sudah tak terhidung. "ARGHHHH,,, EUNGHHHHHHH,..." Kyungsoo kembali berteriak saat bayinya kembali berkontraksi.
"Pembukaannya sudah sempurna tapi bayinya tetap tidak mau bergerak,tuan Jung. Istri anda..."
"Dia adikku dokter." Daehyun memotong ucapan dokter Lee. Pasalnya sudah berkali-kali Daehyun menerangkan kalau Kyungsoo adalah adiknya bukan istrinya.
"KIM JONGIN... DIMANA KAU... HAA?" Kyungsoo kembali berteriak.
"Itulah nama suaminya." Ketus Daehyun. Sementara sang dokter hanya bisa menggelengkan kepalanya.
BRAKKK...
"KYUNGIEEE..." teriak seseorang setelah membuka pintu dnegan kasar,dan orang itu langsung berlari mendekati ranjang yang terisi Kyungsoo,Daehyun yang tengah di jambak Kyungsoo,dan dokter dan beberapa perawat yang mengelilingi ranjang tersebut.
"Finally you here fuc* boy." Desis Daehyun saat Jongin sudah didekatnya untuk menggantikan posisinya.
"DARI MANA SAJA KAU KIM JONGIN..." teriak Kyungsoo.
Jongin segera menggenggam tangan Kyungsoo untuk menenangkannya. "Mianhae.. kau tau aku ada rapat di China. Jeongmal mianhae Kyung.." Jongin memohon maaf pada Kyungsoo.
"Kau tau aku ham... ARGGGHH... HAHHH..." Kyungsoo mengalami kontraksi kuat terlihat dari caranya menjambak Jongin dan Daehyun.
"ARGGHHHHHHHH." Daehyun dan Jongin berteriak bersama.
"Bayinya anda bergerak tuan Jung."
"sudah kubilang aku bukan suaminya,namja hitam inilah suaminya. AUWWWW..." jelas Daehyun.
"Nehhh... Akulah suaminya,namja ini adalah kaka iparku." Jongin menjelaskan.
"DIAM KALIAN... AKHHHHH... HAHHH.."
"Tarik nafas kemudian hembuskan lagi nyonya.. Dan setelah itu dorong.. Ikuti aba-aba dariku. Satu.. Dua,... dan dorong..." dokter memberi aba-aba pada Kyungsoo yang langsung dilakukan oleh Kyungsoo dengan tangan yang menjambak semakin kuat.
"Arhhhhhhh,... HOSH... hoshhh..."
"Sekali lagi... Satu... Dua ... Dorong..."
"Enghhhh... ARGGHHHHH... KIM JONGINNNNNNN..."
"OEKKKKK...OEKKKK.." berbarengan dengan teriakan Kyungsoo terdengar juga tangisan seorang bayi yang baru saja lahir.
"Hahhhh..." helaan nafas lega terdengar dari semua orang yang ada didalam ruangan itu.
"Selamat tuan..."
"Kim.." Daehyun memotong perkataan dokter..
"Bayi anda namja. Apakah anada ingin memotong sendiri tali pusarnya?" ujar dokter tersebut setelah berbicara pada Jongin.
"Bolehkah?" tanya Jongin.
"Tentu saja,silahkan ikuti petunjuk saya." Ujar dokter tersebut sambil memberikan gunting medis pada Jongin. Sementara Kyungsoo yang memang sudah sangat lelah hanya tersenyum dan mulai diliputi rasa kantuk.
"Chukkae nae dongsaeng.. kau sudah berhasil melahirkan teman bermain untuk Taehyung." Ujar daehyun pada Kyungsoo.
"Gomawo oppa.. Mian membuatmu kesakitan." Balas Kyungsoo dengan suara yang berbisik karena tenaganya yang hampir habis.
"Asal kau tau Baekhyun lebih parah." Ujar Daehyun sambil tersenyum,sambil mengacak rambut Kyungsoo. Dan segera berjalan meninggalakn kamr bersalin tersebut.
"Bagaimana,Dae?" tanya Baekhyun saat melihat Daehyun keluar dari ruang bersalin dengan penampilan yang mengenaskan.
Daehyun tersenyum. "Taehyung punya teman bermain. Kyungsoo dan keponakanku selamat."
"Syukurlah..." Baekhyun,kedua orangtua Daehyun dan orangtua Jongin berujar lega bersama.
"Sebaiknya kita pulang Baek,dan berikan taehyung padaku. Kau pasti lelah menggendongnya terus sejak tadi." Ujar Daehyun sambil mengambil Taehyung dari gendongan Baekhyun. Ini memang pukul 2 dini hari.
"Ah.. Gwenchana."
"Aku tidak menerima penolakan nyonya Jung." Putus Daehyun dan langsung mengambil alih Taehyung dari gendongan Baekhyun.
"Sebaiknya kalian berdua pulang saja,kami akan berjaga disini menjaga Kyungsoo. Besok kan Taehyungie juga harus bersekolah. Pulanglah Baek.." Jaejong menyuruh Baekhyun membawa Taehyung pulang.
"Baiklah... Kajja kita pulang,Dae." Baekhyun mengajak Daehyun pulang.
Setelah sampai dirumah,dan menidurkan Taehyung dikamarnya. Kini Daehyun dan Baekhyun tengah berpelukan diatas tempat tidur mereka tak ada niat untuk memejamkan mata dari mereka berdua.
"Kau tidak bisa tidur,sayang?" tanya Daehyun pada Baekhyun.
Baekhyun bergerak memeluk Daehyun semakin erat,dan menganggukkan kepalanya,Daehyun bisa merasakan itu. Daehyun sudah hafal akan kebiasaan istrinya itu,apabila sedang gelisan atau ada sesuatu yang sedang dia pikirkan pasti Baekhyun akan melakukan itu. Bermanja pada Daehyun.
"Katakan!" titah Daehyun.
"Heh..." Baekhyun menghela nafasnya. "Aku memang tidak akan pernah bisa menyembunyikan sesuatu darimu." Ujar Baekhyun dengan nada lirih pada Daehyun tanpa menatap Daehyun.
Daehyun terkekeh, "Kau tau itu. Jadi,adakah yang ingin dikatakan nyonya Jung pada tuan Jung,hmm?"
"Hmm... Maafkan aku Dae, sepertinya aku hanya bisa memberikan Taehyung untukmu..."
"Sttttt... Kau tau sudah berulang kali aku mengatakan padamu ada Taehyung dan dirimu hidupku sudah sempurna." Ujar Daehyun menghentikan ocehan Baekhyun yang akan memulai membahas tentang adik untuk Taehyung lagi.
Daehyun bangun dari posisinya dan otomatis Baekhyun juga ikut terbangun dan kini mereka saling bertatapan. "Tapi,aku tau kau snagat menginginkannya Dae.."
"Hentikan ini Jung Baekhyun. Kau tau seberapa aku tidak menyukai topik bahasan ini? Dan kau juga pasti tau seberapa besar cintaku padamu. Ada atau tidaknya adik untuk Taehyung tidak akan pernah bisa mengurangi rasa cintaku padamu. Jadi,kuharap kau menghentikan pembicaran menyedihkan ini." Ujar Daehyun panjang lebar.
Baekhyun POV
Aku tau seberapa tidak sukanya Daehyun akan bahasan ini,tapi sebagai seorang istri yang meskipun aku sudah memiliki Taehyung. Taoi,aku tetap merasa tidak menjadi istri yang sempurna,aku tau Daehyun menginginkan adik untuk Taehyung. Tapi,dia mengatakan sudah bahagia dengan hanya memiliki Taehyung.
"Apakah kau sudah mengerti Baek? Aku sudah sangat bahagia hanya dengan memilikimu dan Taehyung" kata Daehyun lagi. Aku kemabali memeluknya dengan erat. Maafkan aku Dae. "Bagaimana kalau kita tidur,kau harus pergi kerumah sakit untuk menengok Kyungsoo."
"Hmmm..." jawabku berupa gumaman dan Daehyun membawaku kembali berbaring di ranjang.
"Kau tau,aku merindukan istriku." Bisiknya.
Aku membelalakan mataku,sungguh aku heran dengan Daehyun sifat mesumnya tidak berkurang sedikitpun. Apakah dia lupa siapa yang mengajak untuk segera tidur beberapa saat yang lalu.
"Aku lelah." Jawabku ketus.
"Heh... kali ini kau selamat nyonya,jangan harap besok kau bisa selamat." Ujarnya dengan suara rendah. Dan beberapa saat kemudian aku bisa merasakan nafasnya sudah teratur. Dasar mesum,aku tersenyum.
Terimakasih Tuhan karena memberikan namja seperti Daehyun untukku. Dan memberikan Taehyung untuk kami. Aku jadi teringat Paerk Chanyeol,untunglah dia juga bahagia sekarang. Dan sepertinya Tuhan memang menakdirkan aku untuk hidup dengan Daehyun bukan dengan Chanyeol. Yah,mengingat mengapa aku langsung mau-mau saja berkenalan dan dekat Daehyun setelah aku bercerai dari Chanyeol. Aku tersenyum mengingat kebahagian yang aku dan orang-orang sekitarku dapatkan.
Setelah menjemput Taehyungie di taman kanak-kanak,aku mngemudikan mobilku menuju rumah sakit untuk menjenguk Kyungsoo. Aku belum melihat bagaimana rupa keponakanku itu,aku jadi penasaran apakah dia mempunyai kulit hitam seperti Jongin,atau mata bundar seperti Kyungsoo? Hihihihihi...
"IMOOOO..." teriak Taehyung saat membuka pintu ruang rawat Kyungsoo.
"Sttttttt... Jangan berisik sayang. Kau bisa membangunkan adik bayi." Ujarku pada Taehyung yang langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Di ranjangnya Kyungsoo terlihat sedang memeluk bayi mungilnya yang tengah menyusu dengan tenang,pantas tidak menangis karena teriakan Taehyungie.
"Bagaiaman kabarmu Kyung?" tanyaku.
"Seperti yang kau lihat eonni,aku baik dan sehat. Demikian dengan little Kim." Jawab Kyungsoo dengan suara yang terdengar sangat bahagia.
"Siapa namanya Imo?" tanya TaeTae.
"Tanyakan saja pada Samconmu,TaeTae. Dia belum memberikan nama untuk dongsaengmu ini." Jawab Kyungsoo.
"Benarkah?" tanyaku dan Kyungsoo menganggukkan kepalanya.
"Apakah aku boleh menciumnya eomma?" tanya Taehyung.
"Tentu saja saynang." Jawabku, "Tapi kau harus hati-hati TaeTae,dia masih sangat mungil."Lanjutku sambil mengangkat dan mendekatkan Taehyung pada Kyungsoo dan bayinya.
"ah... dia tidak hitam seperti Jongin samcon." Pekik TaeTae,aku dan Kyungsoo langsung bertatapan.
"Taetae, Kau tidak boleh seperti itu. Itu tidak sopan sayang." Aku menasehati Taehyung. Mulutnya benar-benar seperti Daehyun. Aishhh..
"Maafkan Taetae,Kyung. Kau taukan bagaimana pedasnya mulut Taehyung."
"Gwenchana. Aku malah baru sadar ternyata yang aku khawatirkan tidak terjadi."
"Yak! Jangan bilang kau juga selalu berdoa agar kulit coklat Jongin tidak menurun pada anakmu?"
"Hehehehehe... Tentu saja,aku kan mencontohmu eonni sewaktu kau mengandung TaeTae."ujarnya.
"Kau tau jangan sampai Daehyun mendengarnya." Bisikku pada Kyungsoo.
"Tentu saja,ini adalah rahasia kita berdua eonni."
"Eomma.. Aku ingin dipangku seperti dongsaeng." Interuksi Taehyung dengan nada manjanya.
"Ne. Apa kau juga ingin menyusu seperti dongsaeng?" tanyaku usil.
"Anni... aku bukan appa yang masih suka menyusu pada eomma."
"TAE..." pekikku. Aishhh... TaeTae selalu membuat siapapun malu,aku merasa wajahku memanas. Aku menatap Kyungsoo. Dan dia juga membelalakan mata bundarnya sehingga semakin bundar.
"Sepertinya kau harus lebih berhati-hati lagi eonni." Bisik Kyungsoo.
"Neh.. Kau benar." Jawabku sambil tersenyum kikuk. Taehyungie naik kepangkuanku dan menyamankan posisinya. "Awas kalau kau tidak tidur seperti little Kim."
"Jika di peluk eomma akukan selalu bisa tidur dengan cepat eomma." Ujarnya dengan mata yang sudah terpejam. Aku hanya tersenyum,dan mulai menepuk-nepuk pelan pantatnya. Tak berapa lama kurasakan nafas Taehyung sudah teratur yang menandakan kalau dia sudah tertidur dengan pulas.
"Apakah kau bahagia Kyung sekarang?" tanyaku.
"Tentu saja eonni,kau tau aku sangat memimpikan memiliki anak ini." Jawab Kyungsoo.
"Kau tau Kyung. Aku tidak akan pernah bisa memberikan dongsaeng untuk Taehyung." Ujarku sambil menatap Taehyung yang sudah tertidur di pangkuanku.
"Eonni kau tau,Daehyun oppa tidak akan suka jika kau membahas ini. Kau tidak mau membuat Daehyun oppa terluka kan eonni?"
"Tentu saja,tapi kau tau kan Kyung dia sangat ingin memberikan dongsaeng untuk Taehyungie..."
Sreggg...
Aku menghentikan ucapanku saat kudengar pintu dibuka. Dan kulihat Jongin memasuki ruangan dengan sebuket bunga di tangannya,dan dibelakannya ada Jongie eomma. Sepertinya Jongin tadi sengaja menjemput eomma. Otomatis aku segera berdiri dari dudukku sambil tetap menggendong TaeTae agar tetap bisa tertidur.
"Gomawo noona..." ujar Jongin.
"Ne..." jawabku dan aku segera mendudukkan diriku di sofa yang ada diruangan itu.
"TaeTae tertidur? Padahal aku ingin bermain dengannya,Baek." Ujar eomma sambil mendudukan dirinya disampingku dan langsung mengelua kepala Taehyungie.
"Sepertinya dia kelelahan disekolah eomma. Apakah eomma lupa klau cucu eomma yang satu ini sangat hiperaktif." Jawabku.
"Tentu saja aku tidak lupa. Tapi,apa kau tidak apa-apa? Kau bisa lelah jika terus memangku Taehyung seperti itu?"
"Anniyo..."
"Jadi,siapa nama putra kita tuan Kim?" kudengar Kyungsoo bertanya pada Jongin dan otomatis aku langsung menatap kearah mereka.
"Kau sungguh ingin tau nyonya Kim?"
"Jangan bercanda Kim Jongin,haruskah aku selamanya memanggilnya little Kim?"
"Baiklah,aku memberinya nama Kim Jongsoo." Jawab Jongin dan entah kenapa mata Kyungsoo membelalak mendengar nama yang terucap dari bibir Jongin.
"Itu adalah nama yang aku pilihkan beberapa bulan yang lalu,dan ... Please Kim Jongin.." erang Kyungsoo. Aku dan eomma hanya bisa tersenyum mendengar perdebatan romantis orangtua baru itu.
"Kau tau aku berfikir seharian ini dan tidak menemukan nama yang tpat untuk jagoan kita,Kyung. Akhirnya aku memilih nama yang kau buat itu. Mianhae.." bisik Jongin sambil menundukka kepalanya.
Author POV
Malam ini Daehyun, Baekhyun dan Taehyung sedang menonton TV bersama atau tepatnya Menemani Taehyung menonton TV. Taehyung kini tengah berada dipangkuan Daehyun,sambil memakan kripik kentangnya.
"Eomma... aku ingin adik seperti Jongsoo." Ujar Taehyung tiba-tiba.
.
.
.
TBC~
.
.
.
Hehehehe.. ketik ulang,maap tidak memuaskan.
Gomawo sudah mampir membaca cerita saya... #bow
