"Takdir pilihan"
Chapter 1 the training
Part 1
BANGG.. BUMM.. DUARR...
Suara gemuruh ledakan terdengar menggema dari dalam hutan.
"Fire ball" "fire storm" "meteor rain" terlihat seseorang berambut putih yang kelihatan sudah berumur 50 tahun dan berpakaian serba putih mengucapkan mantra sihir pemanggil bola api, lidah api dan hujan meteor sekaligus.
"Frost" "ice wall" "ice blast" seorang lagi masih anak anak umur 10 tahun berambut hitam dengan memakai pakaian serba hitam, sedang berusaha mengimbangi serangan sihir api dengan sihir es.
BOOOMM... DAARR...
Satu persatu, sihir api dan es mereka bertemu. Ledakan dahsyat yang terjadi menerbangkan pohon-pohon yang hancur akibat sihir mereka yang terlalu kuat.
"Hei kirito, kau mendapatkan banyak kemajuan dibanding bulan pertama kamu berlatih sihir. Hanya dalam waktu dua bulan kulatih, kekuatan sihirmu meningkat pesat" paman Kirito yang bernama Gerald Gilthunder tersenyum sedikit sambil mengarahkan sihir bola api ke Kirito.
Bulan pertama latihan bahkan Kirito tidak sanggup melawan sama sekali serangan sihir dari pamannya, hanya menghindar bergulung-gulung dan susah payah berlari menghindari area serangan sihirnya. Paman Kirito melatih dengan cara bertarung langsung, karena menurutnya dengan bertarung Kirito akan lebih mudah menyerap strategi bertahan dan menyerang yang cocok dengannya.
"Mana mungkin kekuatanku tidak meningkat, jika setiap hari aku beresiko hangus terbakar saat tersentuh sedikit saja dari sihir apimu paman!
Aku harus berlatih menghindar dan meningkatkan sihir counter yang cukup kuat untuk melawan sihirmu..." Kirito menjawab sambil memanipulasi mana, mengontrolnya agar membentuk perisai didepan tubuhnya dan mengucapkan mantra perisai es.
Perisai es terbentuk tiba-tiba dan menghadang sihir api yang datang.
"Hahaha... Kirito, jika aku tidak bersungguh-sungguh mana mungkin kamu bisa menjadi kuat, di dunia ini hanya orang yang melampaui batas yang akan memperoleh kekuatan. Jika kamu tidak berlatih mulai dari sekarang, dunia luar yang akan kau jelajahi kelak akan membunuhmu. Monster yang ada di dunia luar sangat kuat.
Jika kau kalah hanya dengan sihir api level 1 yang aku keluarkan, jangan harap kau akan selamat saat melangkahkan kaki di dunia luar.
Kekuatan sihir tertinggimu hanya level 2. Setidaknya kau harus mencapai level 3 sebelum keluar dari kota ini."
"Baiklah, akan kucoba sebisaku" Kirito mengepalkan tangannya, di matanya terpancar semangat kuat.
"Ya, itu baru keponakanku. Sekarang pemanasan telah berakhir.
Cobalah menghindari ini, "fire pillar" "fire serpent".
Puluhan pilar pilar api muncul dari tanah menjulang tinggi ke langit, berputar putar seperti tornado dan bergerak mengepung kirito seakan pilar pilar itu hidup. Di langit, ratusan ular api memandang kirito seakan ingin memangsanya.
Ini bercanda kan?, gumam kirito saat seakan merasakan niat membunuh dari setiap pilar dan ular api.
"Peningkatan kekuatan akan terjadi jika kau terus menerus melatih dirimu hingga batasnya. Aku akan memberi waktu 10 menit sebelum sihirku menyerangmu. Gunakan waktu itu untuk membuat sihir pertahanan, kumpulkan "mana(energi sihir)" perkuatlah pertahananmu. Akumulasi mana akan membuat sihir menjadi lebih kuat, itulah keuntungan sihir bermantra panjang. Dengan jumlah mana yang kamu miliki sekarang, kurasa cukup untuk menahan seranganku."
Kirito perlahan mengangguk dan segera memulai sihirnya. Waktu sangat penting, sedikit saja terlambat maka habislah sudah. Kirito yang tahu persis bagaimana watak pamannya sedikit gemetar memikirkan nasibnya yang akan ditentukan hanya dalam 10 menit kedepan.
"Wahai es abadi kupanggil engkau untuk membantuku. Dengan kekuatanmu, buatlah bumi membeku, api menunduk, angin dan air menyembahmu, serta cahaya dan kegelapan mendukungmu. "Ice tempest".
Kirito mengeluarkan mantra sihir terbaiknya, dengan menggabungkan elemen es, elemen air dan elemen angin. Menciptakan bongkahan es sebesar kepala manusia dengan jumlah yang tak terhitung banyaknya. Bongkahan itu lalu terkompresi menjadi kecil sekecil kerikil. Massa bongkahan es tetap sama, namun dengan bentuk yang lebih kecil kirito dapat mengontrolnya dengan lebih baik. Jika orang lain melihat proses kompresi batu-batu es itu, mungkin mereka akan langsung ketakutan setengah mati. bagaimana tidak, sebuah es kecil yang terkompresi itu bisa membunuh 5 orang seketika jika ditambahkan sihir kecepatan "accelerate".
Namun tujuan Kirito bukanlah untuk menyerang, tetapi untuk bertahan.
Sesaat setelah proses kompresi selesai, di sekitar kirito batu-batu es tadi mulai mengelilinginya seolah melindungi majikannya dari bahaya.
3 lapis pertahanan, dari pelindung air, pelindung es, lalu pelindung angin pada lapisan terakhir. Ketiganya membentuk kubah pertahanan disekeliling kirito.
"Baiklah, 10 menit sudah berlalu. Jangan kecewakan aku kirito!"
Ditandai dengan kata kata dari pamannya, sihir "fire pillar" dan "fire serpent" yang tak terhitung jumlahnya mulai menyerang.
Sihir pilar api berbenturan dengan perisai air, membuat uap air mengepul menyelubungi hutan. Pelindung air kirito yang kurang kuat dalam menetralisir serangan pilar api langsung lenyap, hanya uap air yang tersisa masih menyelubungi seluruh hutan.
"Wind blast" pamannya terdengar mengucapakan sihir angin untuk menghilangkan uap yang menyelubungi hutan.
Pilar pilar api yang tersisa lalu berlanjut menyerang pelindung lapis kedua.
(Aku harus menghancurkan pilar api itu, kekuatan sihirku pasti kalah jika berhadapan langsung. Aku harus mencari kelemahannya!) Kirito mengarahkan batu es sejumlah dengan pilar api ke langit, berusaha mengontrolnya agar masuk tepat ke dalam inti pusaran pilar api.
"Ice blast" kirito mengucapkan mantra-nya, ledakan bergemuruh terdengar dari dalam pilar api. Batu es terkompresi yang diledakkan oleh Kirito dari dalam pusaran menyebabkan seluruh pilar api lenyap, salju lebat turun dari langit akibat ledakan kuat dari batu es.
Kini giliran "fire serpent" menyerang.
Bergerak zigzag diudara, fire serpent meninggalkan jejak merah membara dan membuat sekelilingnya terasa sangat panas. Kirito segera bereaksi dengan mengirimkan seluruh batu batu es-nya menghadang fire serpent.
"Whirlwind" kirito menambahkan sihir angin yang membuat seluruh batu es berputar cepat, salju disekitar batu es terhisap oleh rotasinya dan menjadi satu dengan batu es milik kirito membuatnya lebih besar.
Pertemuan dari sihir mereka berdua membuat cuaca abnormal di atmosfir, pertemuan antara panas ekstrim dengan dingin ekstrim menciptakan fenomena polar vortex¹ dan jet stream² sekaligus yang seharusnya hanya terjadi di daerah kutub utara dan selatan.
Hantaman angin yang kuat bahkan memaksa Kirito dan pamannya menggunakan sihir "earth bound" agar tidak sampai terbang terbawa angin.
Awan gelap dengan halilintar yang menyambar nyambar menambah suasana yang kacau menjadi lebih berbahaya.
Pertempuran keduanya akan segera berakhir jika dilihat dari jumlah fire serpent dan batu es yang tersisa.
Tak mau membuang buang kesempatan, kirito langsung mengendalikan sihir es-nya untuk menghancurkan fire serpent yang tersisa.
Batu batu es raksasa yang terbentuk dari es yang terkompresi dan melaju dengan kecepatan yang luar biasa, menghantam seluruh fire serpent yang tersisa dan melenyapkannya tanpa bekas.
Part 2
"Cukup, aku meluluskanmu. Kau cukup cerdik dalam menggunakan alam sekitarmu dan menjadikannya kekuatan tambahan bagimu. Kau juga dapat mengendalikan sihirmu dengan sempurna.
Ah, aku harus segera menghilangkan semua kekacauan ini"
Paman kirito mengangkat kedua tangannya keatas dan mengucapkan mantra sihir,
"Bentuklah api, bentuklah air, bentuklah tanah, bentuklah udara, dengan keempat elemen kuciptakan kedamaian dan kuhancurkan kekacauan di dunia ini, "Chaos breaker".
Mana dengan jumlah luar biasa keluar dari tubuh paman kirito, mana yang seharusnya tak kasat mata, terlihat jelas berwarna biru muda sedang berpencar ke segala arah dan menutupi seluruh area yang masih kacau akibat pertarungan keduanya. Dengan perlahan, cuaca buruk dan kekacauan yang mereka timbulkan berangsur angsur menghilang.
Kawah kawah besar yang tercipta dari benturan sihir mereka perlahan kembali menjadi dataran normal dengan sihir transmutasi dari paman Kirito.
Seluruh area pertempuran keduanya tampak normal kembali, namun sayang pamannya tidak sanggup menumbuhkan kembali pohon pohon yang hancur. Sehingga daerah yang dulunya dikenal sebagai hutan lebat itu kini mungkin akan dikenal sebagai hutan gundul.
"Latihan hari ini cukup, mulailah berlatih mengendalikan konsumsi mana yang kau gunakan saat mengeluarkan sihir. Ada kalanya kau tidak perlu mengeluarkan sihir yang kuat dalam menghadapi musuh, sihir lemah dengan konsumsi mana yang sedikit akan membuat sulit dideteksi musuh. Semakin mahir penguasaan sihirmu semakin bervariasi pula teknik yang dapat kau pakai untuk mengalahkan musuhmu." paman Kirito menjelaskan panjang lebar sambil berjalan pergi.
"Baiklah paman" Kirito dengan sigap mengikuti pamannya dari belakang.
Part 3
Gerald Gilthunder POV
Tengah malam, Kirito sedang tidur di kamarnya, Aku segera keluar dari rumah dan menuju hutan tempat kami bertarung tadi.
Aku mengeluarkan Orb, benda yang digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh.
"Yang terlihat tapi tidak terlihat, yang tidak terlihat namun terlihat"
Mantra pengaktifan kuucapkan, Orb yang tadinya berwarna hitam pekat kini mulai bersinar.
Setelah sinar yang muncul berangsur pudar, di permukaan Orb muncul sesosok laki-laki yang mengenakan pakaian ala adventurer berwarna biru. Rambut hitam, wajah yang tampan, terkesan ramah dan usia yang masih muda membuat orang ini termasuk orang yang banyak dikejar-kejar wanita.
(Ingin kuhancurkan wajahnya agar tak lagi membuat iri laki-laki sedunia)
"Oh, dari wajahmu aku menarik kesimpulan bahwa kau masih belum mempunyai pasangan! Apa kau mau kukenalkan kepada beberapa wanita cantik?"
"Mati saja kau, dasar riajuu!" aku berteriak sekuat tenaga, niatku semakin kuat untuk menghajar dan merusak wajah gantengnya sampai wanita yang mengejarnya ketakutan saat melihat wajah babak belur Gild. Apakah dia belum jera setelah dihajar habis habisan oleh istrinya karena sifat playboy-nya itu?
"Sudahlah, aku tidak ingin kau memiliki dendam kepadaku. Aku hanya ingin memberikan suasana santai. Ngomong-ngomong bagaimana keadaan Kirito?"
"Ah, apakah naluri seorang ayah masih ada dalam dirimu? Aku pikir setelah kamu menitipkan Kirito kepadaku, kau membuang jauh-jauh hal itu."
"Apa boleh buat, aku tak ingin melibatkan dia dalam peperangan ini, aku tak ingin dia dalam bahaya. Cukup aku dan Saleana saja yang berjuang keras mengakhiri perang ini.
Tolong tahanlah dia, setidaknya hingga Kirito berumur 17 tahun dan cukup kuat menghadapi monster diluar."
Gild memejamkan mata sambil membungkuk memohon kepadaku.
"Ah, bagaimana bicaranya ya, Kekuatan Kirito meningkat pesat diluar perkiraanku, mungkin dalam 3 bulan kedepan dia bisa mengalahkan boss monster kelas rendah seperti lizard elder. Dan mana yang dia miliki seakan tidak ada habisnya, jika jumlah mana-nya dibandingkan dengan penyihir seumuran Kirito mungkin sekitar 10 kali lipat. Mungkin mana yang dia miliki melebihi angka 20.000 poin."
Gubrakk...
"Hmm!?" suara apa yang terjatuh tadi?
"Hahaha... Maaf, maaf. Aku cuma sedikit terkejut. Anakku sudah tumbuh sekuat itu, aku dan Saleana memang hebat.." Nada suara Gild terdengar gembira sekali.
"Hmph, jangan lupakan aku. Aku yang melatihnya hingga jadi seperti sekarang!"
Aku tak mau kalah, aku sudah menganggap Kirito sebagai anakku. Aku pasti akan mendidiknya menjadi penyihir terkuat di dunia ini.
"Ya, ya, terima kasih.
Cukup sampai disini saja, aku khawatir ada yang menguping pembicaraan kita jika terlalu lama. Ingat pesanku "mata Loki ada dimana mana". Berhati-hatilah! Aku tidak ingin anakku bertemu Loki, tidak sebelum dia cukup kuat."
Part 4
Sihir terbagi dalam kelompok level.
Level 1: sihir elemen utama, api, air, udara, tanah, cahaya, kegelapan.
Level 2: sihir elemen gabungan dari dua elemen utama, misalnya meteor rain terbentuk dari api dan tanah.
Level 3: sihir elemen gabungan dengan 3 elemen utama.
Begitu pula seterusnya.
Sihir level 6, merupakan sihir paling sulit karena merupakan gabungan dari 6 elemen menjadi satu sihir. Konon jika menguasai sihir level 6, pengendalinya dapat menciptakan apapun. Para "sage" juga memakai sihir level 6 untuk menciptakan dunia ini.
Sihir level 7, dan tingkat tingkat level selanjutnya disebut sihir sekunder, merupakan jenis sihir yang bukan kelompok elemen, misalnya sihir gravitasi, sihir pertahanan, sihir regenerasi, dan lain lain. Hanya orang orang tertentu yang dapat menguasai sihir tingkat 7 keatas. Biasanya sihir sihir tersebut memiliki syarat syarat tertentu sebelum peng-aktifannya. Sihir regenerasi misalnya, dengan menghisap darah dari mangsanya, vampire dapat menggunakan sihir ini untuk memulihkan luka luka yang dialaminya.
Sihir sekunder tidak lebih baik dari sihir utama, hanya saja karena orang tertentu saja yang dapat memilikinya menjadikan sihir ini lebih langka dan spesial.
Kekuatan dari tiap tiap level sihir tergantung tingkat penguasaan sihir dari pengguna itu sendiri. terbagi dalam 4 kategori, beginner, intermediate, master, sage. Dan setiap kategori terbagi lagi menjadi 10 level. Untuk mencapai tingkat intermediate, kau harus meningkatkan penguasaan beginner sampai level 10.
Jika seseorang memiliki tingkat penguasaan master, maka dia akan menjadi seorang Archmage. Seorang Archmage sangat dihormati, bahkan dalam kerajaan jabatannya menandingi perdana menteri dan memperoleh berbagai keuntungan dari kerajaan.
Kekuatan sihir ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:
- Kekuatan imajinasi, semakin kuat imajinasi seseorang saat membentuk sihir yang diinginkan, akan membuat sihirnya semakin kuat juga.
- Jumlah mana yang di pakai untuk mengaktifkan sihir juga sangat berpengaruh, misal sihir fire ball dengan konsumsi 500 mana akan kalah jika diadu dengan sihir yang sama namun dengan konsumsi 2000 mana.
- Level sihir yang digunakan dan tingkat penguasaan sihir.
- Alat pendukung seperti relic dan alat sihir lainnya dapat menambah kekuatan sihir yang dikeluarkan.
Tingkat resistansi terhadap sihir juga berpengaruh terhadap efek yang ditimbulkan dari serangan sihir. Seorang penyihir, memiliki resistansi/ketahanan terhadap sihir tergantung dari tingkat penguasaan sihirnya. Serangan sihir fire balllevel 1 beginner tidak akan membunuh target yang memiliki penguasaan intermediate, bahkan tak akan melukai sedikitpun pada target yang memiliki penguasaan master.
Mana bukanlah energi yang tak terbatas. Manusia memiliki jumlah mana yang sedikit, dan hanya dapat ditingkatkan dengan cara berlatih sihir terus menerus dari masa anak-anak.
Part 5
Keesokan harinya, ditempat yang sama terlihat Kirito sedang berlatih bersama pamannya.
"Hari ini kau akan berlatih menghadapi sihir menggunakan pedang. Ingat, pedang adalah ekstensi dirimu.
Seseorang tak dapat dikatakan swordman jika dia menganggap pedang sebagai alat.
Anggaplah pedang sebagai bagian dari dirimu, sebagai partnermu, sebagai pelindungmu.
Pedang bukan hanya dipakai untuk menyerang. Jika kau cukup mahir, kau dapat bertahan dari sihir level 3 intermediate bahkan hanya dengan ayunan pedangmu."
Pamannya dengan pelan pelan memeragakan kuda kuda bertahan dengan kedua buah pedang merah ditangannya.
"Seranglah aku dengan sihir terkuatmu, akan kupraktikkan caranya."
Kirito mengangguk, mengarahkan tangan ke arah pamannya dan mengeluarkan sihir level 2 "flame spear", gabungan dari elemen api dan tanah membuat sihir ini menjadi sihir magma lalu membentuk tombak magma sepanjang 10 meter diatas kirito. Perlu waktu 3 menit untuk mengeluarkan sihir ini, kekuatan destruktif nya sangat besar sehingga membutuhkan waktu yang lama.
"Terima ini paman!
Haaah..."
Dengan segenap kekuatannya kirito melempar tombak sihirnya.
Vooomm...
Sihir yang begitu kuat melaju lurus ke pamannya.
Terlalu panas, bahkan tanah juga menjadi magma merah menyala saat dilewati sihir Kirito.
"Ctass.." tak sempat mengedipkan mata, Kirito dibuat tercengang melihat situasi didepannya.
Bagaimana tidak, pamannya tidak bergerak sedikitpun dari kuda kuda pertahanannya, namun sihir kirito menghilang seolah tak terjadi apa apa bahkan sebelum mencapai jarak 5 meter dari pamannya. Kirito sempat melihat kilatan cahaya biru bertemu dengan ujung tombak sihirnya, membuat sihir kirito kehilangan kekuatannya dan lenyap.
Kekuatan sihir 2 elemen, sihir tombak magma tingkat intermediate level 5, kekuatannya begitu dahsyat bahkan seharusnya setengah kota akan lenyap seketika jika terkena serangan ini. Namun pamannya menghilangkan sihir itu dengan mudah. Bahkan ledakan dahsyat yang seharusnya muncul ketika tombak menghantam sasaran tidak terjadi.
"Paman, aku tahu paman memang hebat, tapi sampai dapat memusnahkan sihir terkuatku dengan sangat mudah, seberapa kuatkah paman sebenarnya?"
Gerald tersenyum mendengar pertanyaan darinya.
"Hahaha.. Kau harus menguasai sihir level 4 sampai tingkat master, baru kau dapat mengalahkanku.
Aku tadi hanya mengeluarkan satu tebasan tercepatku untuk menghadapi sihirmu. Cobalah perkuat pemahaman tentang sihir yang kau kuasai,
Baiklah, sampai dari mana tadi...
Oh ya, inti dari latihan ini, kau harus meniru gerakanku tadi, cobalah mengayunkan pedangmu disertai dengan mana. Buat agar pedangmu terlapisi oleh mana dan ayunkan sambil melepas mana yang berada di pedang.
Kegunaan mana bukan hanya untuk energi sihir. Mana dapat menghancurkan sihir musuh dari dalam struktur sihirnya. Sihir tak akan berfungsi tanpa mana, kau hanya perlu memasukkan paksa mana kedalam sihir musuh dan menetralisir sihirnya dari dalam. Jika kau menguasai teknik ini, kau bahkan bisa menguasai dan mengendalikan sihir yang dikeluarkan musuh.
Latihanmu hari ini targetlah pohon besar disekelilingmu, jika kau berhasil menghancurkan satu pohon dari jarak 20 meter dengan "mana blade" akan kuanggap latihan ini selesai."
"Baik paman"
Kirito segera mengambil jarak, memasang kuda-kuda dan melepaskan serangan mana blade kearah pohon target.
Gerald POV
Akan kulihat secepat apa dia menyerap latihan dariku, dan akan kutentukan latihan berikutnya berdasarkan peningkatan kekuatannya.
1 jam kemudian,
Entah berapa kali dia mengeluarkan mana blade, pohon besar yang menerima serangannya terpotong rapi dan tumbang menciptakan suara bergemuruh.
Satu per satu pohon besar yang menjadi sasaran mana blade tumbang, Kirito langsung berganti ke pohon lain untuk melanjutkan latihannya.
Aku mengamati Kirito dari jauh, mulai dari pertama kali dia mengeluarkan mana blade.
Setiap dia menumbangkan pohon, terlihat perubahan signifikan pada serangan mana blade. Bentuk mana blade yang dikeluarkan dari pedangnya lebih rapi dan lebih tajam.
Mungkin Kirito mengumpulkan mana di ujung pedangnya dan melepaskannya saat dia melakukan tebasan. Seperti menggambar di udara, mana yang dilepaskan Kirito berbentuk bengkok seperti bulan sabit sesuai dengan trajektori tebasan pedangnya.
Kirito berkonsentrasi dalam setiap mana blade yang dibentuknya, membuatnya lebih tajam dan lebih kuat. Mana blade Kirito sekarang lebih transparan dan lebih cepat, bahkan aku harus lebih berkonsentrasi agar dapat melihat serangannya.
3 jam kemudian,
...
Aku tidak dapat berkata apapun, aku berdiri kaku dengan mulut terbuka seperti huruf O saat melihat latihan Kirito. Jika kalian melihat ekspresiku, mungkin kalian akan tertawa. Kirito yang masih berumur 10 tahun memiliki kreatifitas seperti ini, ditambah kapasitas mana yang dimilikinya membuat aku merasa takjub. Apakah dia seorang genius yang muncul hanya dalam 1000 tahun sekali? Jika seseorang mengatakan kalau Kirito adalah seorang sage, mungkin aku akan percaya.
Gild dan Saleana, mereka sungguh sangat beruntung.
Aku melihat aksi kirito membasmi pohon-pohon di hutan yang seakan-akan adalah musuhnya.
"Hiah, hiah, hiah, hiah..."
Puluhan mana blade melaju cepat menebas pohon sasaran. Tak hanya sampai disitu, pohon yang baru saja terpotong menjadi hancur dan hanya menyisakan serpihan kayu sebelum jatuh ke tanah karena hantaman mana blade.
"Hiah, hiahh, hiah.."
Kirito mengeluarkan puluhan mana blade lagi, kali ini sasarannya beberapa pohon sekaligus. Pohon yang terkena serangannya tumbang, namun mana blade Kirito masih belum menghilang. Mana blade melaju lurus, memotong apa saja yang disentuhnya.
Apakah dia mensuplai mana terus menerus ke dalam mana blade ?
Sihir dapat dipertahankan dalam wujudnya terus menerus jika terus disuplai mana. Tapi konsumsinya sangat besar, sehingga hanya sebagian kecil penyihir yang mampu mempertahankan sihirnya dalam waktu yang lama.
Kirito sanggup mempertahankan wujud mana blade karena dia memang memiliki kapasitas mana yang besar.
Baiklah, sudah kuputuskan.
Sepertinya perkembangan Kirito sudah melebihi perkiraanku. Aku akan membawanya ke dungeon "Undead Tribe/dungeon mayat hidup" besok.
"Sudah cukup Kirito,
Kau sudah sangat mahir menggunakan mana blade. Istirahatlah, besok aku akan membawamu ke tempat yang istimewa," aku memasang senyum lebar di wajahku.
"Sungguhkah itu paman?
Tempat apa itu paman, aku ingin tahu?" Kirito terlihat senang, tak nampak kelelahan dari wajahnya.
Hohoho.. melihat wajah lugunya aku tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya. Akan kurahasiakan hal ini sampai besok.
"Ra-ha-si-a, pokoknya dijamin kau akan menyukainya. Tempatnya sangat indah, dan sangat menaku... Ah... menakjubkan maksudku. Kamu pasti menyukainya hingga tertawa-tawa gembira."
Ah, hampir saja aku mengatakan hal yang tidak perlu. Aku harus berhati-hati agar tidak keceplosan lagi.
"Asyiik, terima kasih paman, aku sangat menantikan hari esok. Semoga besok tidak hujan"
Kirito kecil dengan riang menggandeng pamannya.
"Hahaha"
Aku hanya berkata jujur, tempatnya sangat indah (bagi mayat hidup), tentu saja jika kau menghadapi anak kecil kau harus memberi bumbu dan sedikit rayuan indah pada setiap kata-katamu. Mana mungkin aku mengatakan yang sebenarnya, anak sekecil Kirito akan menolak keluar rumah jika dia tau akan dibawa ke tempat menyeramkan.
Aku harus mendidik Kirito menjadi seorang yang bijaksana dan pemberani, karena Kirito memiliki tanggung jawab besar sebanding dengan kekuatannya, maka dari itu latihan mental harus dilakukan.
Part 6
Dungeon "Undead Tribe".
Ratusan kuburan yang tidak terawat terlihat berjejeran, pohon kering yang berwarna kehitaman menambah kengerian dari tempat ini. Zombie di tempat ini sering keluar dan meneror desa di sekitar dungeon, sehingga para adventurer bergilir membasminya. Entah apa penyebabnya, walaupun para adventurer terus membasmi semua zombie sampai tak tersisa satupun, tapi jumlah zombie tidak berkurang sedikitpun. Mereka yang telah dihancurkan akan muncul kembali tepat pada waktu pergantian hari, sehingga para adventurer harus selalu membunuh zombie setiap hari.
Menurut cerita, kuburan ini dahulunya merupakan tempat peperangan antara pasukan manusia dengan raja iblis yang berniat menghancurkan seluruh benua.
Banyak sekali buku yang menceritakan tentang peperangan itu, raja maou dikenal memiliki 72 pasukan sihir yang masing-masing memiliki kekuatan khusus. Pada awal peperangan, raja maou yang dibantu dengan pasukannya dengan cepat mengalahkan pasukan manusia. Namun pada akhirnya, manusia memenangkan pertempuran setelah mengalahkan sang maou.
Dungeon "Undead Tribe", merupakan dungeon level B.
Tingkat kesulitan dungeon terbagi dalam enam kelompok, diurut dari level terendah ke yang tertinggi adalah level D, level C, level B, level A, level S, level SS.
Dungeon ini memiliki sihir necromancy kuat, sehingga setiap makhluk hidup yang mati di dalam dungeon akan berubah menjadi zombie (mayat hidup).
Kekuatan yang dimiliki zombie sama seperti kekuatannya pada masa hidupnya,sehingga zombie yang perlu diwaspadai adalah mayat hidup dari adventurer karena adventurer lebih kuat daripada monster biasa dan jika menjadi mayat hidup kekuatannya akan bertambah berkali kali lipat.
Bau busuk dari zombie tercium mulai dari gerbang dungeon dan akan terus bertambah kuat jika masuk kedalam. Kirito dan Gerald harus menggunakan sihir agar bau busuknya tidak tercium hidung dan mengganggu konsentrasi mereka. Namun yang mengerikan bukanlah bau-nya, tapi monsternya!
Isi perut yang keluar, kulit mengelupas dan daging yang berwarna kehitaman, seluruh monster zombie patut diberi nilai sempurna dalam kategori monster paling menakutkan.
"AAAAAHHHH..."
Jeritan keras terdengar lagi.
Kirito berlari kencang menjauhi zombie yang juga mengejarnya, pamannya hanya melihat dari kejauhan.
Gerald POV
Merasa kejar-kejaran ini tidak akan berakhir, aku mencari akal agar Kirito mau menghadapi zombie yang mengejarnya.
"Hei Kirito, jika kau dapat menaklukkan dungeon ini sendirian, maka aku akan mengajarkanmu semua ilmu sihir yang aku punya. Bagaimana?"
Aku membujuknya sambil mengeluarkan sihir terbaikku Lightning Dragon. Seperti namanya, sihir ini berbentuk naga elemen petir dengan kecepatan yang luar biasa.
Aku mengendalikan naga petir untuk mengelilingiku, dengan tujuan agar Kirito mau membasmi zombie yang mengejarnya. Bagaimana? Kirito, kau tertarik dengan ilmu sihirku kan?
"Aku tidak mau paman, lagipula aku pasti akan mengetahui semua ilmu sihir paman jika aku terus berlatih denganmu!" Sambil berlari Kirito memandangku seolah tahu bahwa aku ingin memaksanya bertarung.
Ah, anak yang terlalu pintar kadang-kadang membuat masalah tersendiri!
Mau tak mau aku harus turun tangan. Tapi jangan harap kau terbebas Kirito!
"Solid prison" kukeluarkan sihir pelindung terbaikku, pelindung sempurna yang mencegah apapun masuk ataupun keluar tanpa seizinku. Kirito yang aku kurung bersama zombie yang mengejarnya mencoba menghancurkan sihir pelindungku, berbagai sihir dikeluarkannya namun sihir pelindungku tidak menunjukkan tanda kerusakan.
Tentu saja, mana mungkin sihir terbaikku dapat dihancurkan dengan mudah. Kirito memiliki kekuatan yang besar, tapi dia masih belum bisa mengontrolnya. Mungkin dengan latihan keras selama 3 sampai 5 tahun dia akan dapat mengontrolnya, dan mengalahkanku dengan mudah.
Beberapa saat telah berlalu, Kirito yang sedari tadi berlari sambil mencoba menghancurkan sihir perisaiku mulai melambatkan langkahnya dan berhenti.
Oh, apakah kau akan menghadapi monster yang mengejarmu sekarang?
JLEBB..
Ah, aku merasa dingin...
Cairan hangat apa ini?
Aku meraba dadaku, aku melihat tanganku yang terkena cairan hangat itu.
Tanganku gemetar. Aku melihat tanganku, cairan berwarna merah darah menetes dari tanganku menuju ke tanah. Ah, apakah ini darahku?
Aku tersadar saat itu juga, aku telah diserang seseorang!
Aku berusaha menolehkan wajahku ke belakang, tapi tubuhku tidak mau mematuhi perintahku dan jatuh tersungkur ke tanah.
"Pamaaannn..."
Kirito berteriak, khawatir dengan keadaan pamannya yang jatuh dan mengeluarkan banyak darah.
Catatan:
1. Polar vortex: google aja
2. Jet stream: google juga yah.. Males nerangin...
