_HATE YOU_

Support By :

"Qhia503"

Cast :

Kim Kibum

Choi Siwon

Kim Jaejoong

Lee Sungmin

Lee Hyukjae

Lee Donghae

Kim (Byun) Baekhyun

And other cast

.

.

Main Pair : SiBum slight HaeHyuk / KyuMin / YunJae

Disclaimer : SiBum milik para shipper

A/N : Saya, selir Choi Siwon si Simba Kuda XD

Rated : T

Genre : Romance and Humor

Warning : Boy x Boy / Boys Love / Shonen Ai / GaJe / Alur Gagal / Typo / Kehancuran Karya / Author Gak Beres / OOC

Summary : Kibum yang menyukai Donghae malah harus terjebak dalam kehidupan seorang artis ternama yang bahkan tidak dikenalnya, hidupnya 100% berubah, dari siswa biasa menjadi namja paling dicari di Seoul.

.

"Qhia503"

Presents…

Chapter 4 :

Yunho mengerjapkan kedua matanya saat merasakan cahaya matahari yang menerpa penglihatannya. Pandangannya menelusuri seisi ruangan dan menyadari kalau sosok yang dicarinya tidak ditempat yang sama dengannya.

Dengan pandangan yang masih agak buram karena baru bangun tidur ia melangkahkan kakinya ke arah dapur, mungkin saja 'dia' ada disana. Dan harum masakan diatas penggorengan membenarkan pemikirannya. Yunho bersender dipintu.

"Kau kelihatan sangat sexy dengan apron dan kemeja itu nyonya Jung"

Sosok dengan apron merah muda bermotif hello kitty itu menoleh sekilas. Penampilannya memang agak berbahaya untuk ukuran pagi hari, dengan kemeja kebesaran yang sebenarnya milik Yunho tanpa mengenakan bawahan sama sekali. Rambut acak-acakan yang malah menambahkan kesan sexy-nya. Dan sebagai tambahan apron cantik berwarna pink itu.

"Jangan mulai ahjussi… Kau tidak tahu ya aku sedang memasak?"

Yunho tersenyum sembari berjalan mendekat lalu mendekap sosok itu dari belakang.

"Aku serius… Ngomong-ngomong jangan memanggilku ahjussi disaat kita hanya berdua… Itu membuatku merasa sangat tua"

"Tapi kau memang tua kan? Umur kita saja berbeda 15 tahun"

Yunho menghela napas.

"Kau memang senang membuat suamimu ini merasa tua ya?"

"Ralat, calon. Kita baru bertunangan"

"Kita akan segera menikah begitu kau selesai dengan urusanmu. Lagipula kita sudah melakukan hubungan yang menyamai pasangan suami 'istri' jadi bagaimanapun kau membantah, bagiku kau adalah nyonya Jung" bisik Yunho mesra sambil mengecup pundak putih yang terekspos karena kemeja sosok itu yang kebesaran, membuat 'dia' kegelian.

"Baiklah… Terserah padamu saja, oh… Bagaimana hasil pertemuan kemarin? Apa Kibum setuju?"

"Dia setuju, hari ini kami berencana melakukan pers konfres untuk kasus Siwon, Kibum akan ikut tentu saja"

"Benarkah? Mereka kelihatan serasi kan?" 'dia' terkikik kecil.

"Yah… Mengesampingkan sifat keduanya yang keras kepala dan egois, mereka cocok seperti katamu"

Sejenak keheningan menyelimuti mereka. Hanya terdengar suara spatula yang beradu dengan penggorengan diatas kompor.

"Apa kau yakin rencana ini akan berhasil untuk Kibum?" Tanya Yunho akhirnya.

Sosok cantik itu mematikan kompor dan tersenyum berbalik kea rah Yunho. Ia mengalungkan kedua tangannya di bahu lebar sang tunangan lalu berjinjit dan mengecup bibirnya singkat.

"Akan berhasil, percayalah. Siwon adalah orang yang tepat untuk Kibum. Aku tak ingin dia sedih jika tahu rencana Donghae pada saat pesta dansa nanti" pandangannya sesaat berubah sendu.

Yunho mengarahkan pandangan sosok didepannya agar menatap kearahnya.

"Aku tahu kau sangat mengkhawatirkan namja itu, tapi membicarakannya terus-menerus membuatku agak cemburu… Bagaimana kalau kita bahas yang lain saja? Tentang cara membuat aegya yang banyak misalnya?" kerling Yunho nakal.

Wajah Jaejoong berubah merah padam.

"YAH! Dasar pervert! Apa tadi malam tidak cukup kau membobol holeku berkali-kali!"

"Tentu saja tidak, kau selalu bisa membuatku bergairah sampai tak pernah bosan melakukannya. Kita lakukan di kamar mandi saja ya? Shower terdengar menyenangkan" ucap Yunho sembari menggendong sosok cantik itu ala bridal style.

"YAH! Jung Yunho turunkan aku! Hei!"

.

.

I'M SIPUT

.

.

"GYAAAAAAAAAAAAAAAA"

BAKK

BUG

BLETAK

"Keluar kau dari sini makhluk mesum!"

BUG

"Kau manusia tidak tahu malu!" Rasakan ini!"

Tangannya terjulur berusaha menggapai barang yang bisa dicapainya. Semua benda disekitarnya sudah habis berpindah tempat kesekitar Siwon, mulai dari bantal, selimut, jam weker, boneka dan kali ini matanya melirik kursi belajar.

"Hei berhent-YA! Apa yang kau lakukan!? Turunkan kursi itu!"

Siwon melotot horror pada Kibum yang sedang mengangkat kursi belajarnya, bersiap melempar.

"Oi hyung, berhentilah berperan jadi manusia bar-bar dan segera turun sarapan, penampilanmu lebih parah dari Indian suku pedalaman" ucap Baekhyun yang bersender dipintu. Ia baru saja tiba saat mendengar teriakan Siwon. Kibum melihatnya dengan tatapan membunuh.

""BACOOOOOOONNNN!"

Teriakan menggelegar mengawali pagi dikediaman keluarga Kim. Kim Kibum seperti yang kita tahu memang berwajah manis tapi memiliki tempramen yang tinggi. Jadi tolong jangan heran dengan 'kicauan-kicauan' seperti itu disini.

Bunyi tapakan sepatu bergema saat Kibum menuruni tangga dengan langkah gusar ke ruang makan. Ia sudah berseragam lengkap setelah 20 menit menuju penderitaan. Kalau mengusir namja seme tampan termasuk penderitaan, itu maksudnya.

Ia ingat tadi bagaimana kebrutalan atau dalam hal ini kita sebut keganasannya saat mengusir Siwon keluar. Mulai dari benda-benda diatas kasur sampai penghuni meja belajarnya. Dan tadi ia hampir saja melempar namja itu dengan kursi kalau saja artis dengan senyum memikat itu tidak berteriak horror.

Kibum berdecih, kalau saja adiknya tidak datang maka sudah dipastikan kursi belajarnya yang pertama kali mendapat kehormatan 'mengelus' wajah seorang Choi Siwon. Pemikiran bagus, batinnya sadis.

Ia menatap sinis Siwon yang duduk dihadapannya. Sebenarnya ia tidak mood sarapan, tapi perutnya mungkin saja akan protes padanya kalau ia tidak makan pagi. Ah sudahlah, balas dendam akan ia lakukan nanti. Baekhyun yang tampak santai mengoleskan selai ke roti bakarnya melirik hyungnya yang sama sekali belum bersuara.

"Berhentilah menatapi Siwon hyung seperti itu, mulai sarapanmu hyung, kau bisa terlambat" ucapnya sembari menawari Siwon roti buatannya tapi namja tampan itu hanya menggeleng sambil tersenyum. Ia malah memperhatikan Kibum.

'Manusia kasmaran' batinnya.

"Diamlah! Kau juga! Kenapa kau malah menyuruhnya masuk ke kamarku! Disuruh menunggu di ruang tamu kan bisa!" Kibum berteriak frustasi.

"Jangan bercanda hyung, mana ada kekasih yang menyuruh nemjachingunya menunggu di ruang tamu, umurmu berapa? Kau bukan anak TK kan?"

"YA!"

"Makanya jangan protes, yang menyuruhnya ke kamar itu umma, bukan aku"

"Kau benar-banar cantik saat marah" ucap Siwon tidak nyambung.

Baekhyun langsung tersedak dan Kibum melotot ngeri.

"Makan saja sarapanmu dan jangan banyak bicara!"

Siwon hanya tersenyum dan mengangguk, Kibum menghela napas frustasi. Bagaimana mungkin kemarin ia menyetujui kontrak itu? Sebenarnya ini masuk hitungan atau tidak? Kepalanya pusing memikirkan semuanya. Sedangkan dari sebelah sana Baekhyun terkikik melihat tampang memelas hyungnya.

Nyonya Kim atau bisa kita sebut Leeteuk, muncul dari arah dapur dengan sepanci sup hangat. Ia tersenyum pada seorang tamu mereka dan mengeryit mellihat aura negative putra sulungnya. Sedikit bergidik melihat tatapannya, tapi berpura-pura acuh saja, lebih aman…

"Ini sup-nya, maaf ya hanya ada ini. Kebetulan umma belum belanja bulanan. Jadi hanya memasak yang ada di lemari pendingin. Apa kau suka sup Siwon-ah?" Tanyanya ramah.

"Nde omonim, apapun yang Anda masak saya sebagai calon menantu pasti akan menyukainya"

Kali ini Kibum yang tersedak membuat Baekhyun tertawa keras melihatnya.

.

.

I'M SIPUT

.

.

"Kenapa kau mengatakan hal-hal seperti itu pada umma? Benar-benar menggelikan, ini sudah jauh dari isi kontrak" Kibum mengoceh panjang lebar pada Siwon yang sedang menyetir.

"Aku hanya membuat hubungan kita senyata mungkin, bisakah kau tidak protes dan ikuti saja?"

"Tidak! Aku tidak mau mengikuti aturan anehmu itu!"

Matanya memincing curiga.

"Aku merasa kau punya maksud terselubung, kan?" selidik Kibum.

"Percayai apapun yang ingin kau percayai. Aku tidak memaksamu untuk percaya, tapi untuk patuh, apa itu sulit?"

Kibum menggembungkan pipinya dan membuang muka.

"Terserah padamu saja!"

Siwon menggeleng maklum, tapi sedetik kemudian ia terkekeh tanpa suara.

"Aku akan menjemputmu sepulang sekolah nanti. Kita akan melakukan konferensi pers seperti yang presdir Jung bilang kemarin. Kau dengar?"

"Hn"

Siwon tersenyum melihat kelakuan namjachingunya yang manis.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Eunhyuk mengelus dagunya sejenak sebelum menjawab tantangan Sungmin. Matanya memincing penuh waspada.

"Baiklah, taruhan dua puluh ribu won dia diantar Siwon pagi ini" jawab Eunhyuk.

"Hanya dua puluh ribu? Lima puluh ribu bagaimana? Ini taruhan yang tidak adil, aku memasang lima puluh ribu untuk mereka akan datang bersama" protes Sungmin, "Lagipula taruhanmu tidak jauh beda denganku, taruhan yang lain" sambungnya.

"Apa? Baiklah, aku bertaruh dia datang sendiri… Bagaimana?" tawar Eunhyuk akhirnya.

"Deal!"

Jaejoong hanya menggeleng prihatin melihat kelakuan kedua sahabatnya. Mereka bertiga sedang menunggu Kibum didepan pintu gerbang karena penasaran perihal kejadian kemarin. Dan hal lainnya...

Ketiganya menoleh kerah berbeda. Memperhatikan yeoja-yeoja yang mengaku sebagai Siwonest yang sedang menunggu Kibum juga. Wajah-wajah mereka diliputi tampang mengerikan khas fangirl yang dilanda murka.

Hal inilah yang membuat mereka bertiga menetapkan diri menjadi bodyguard dadakan untuk Kibum nanti. Yah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui kan?

Tepat sepuluh menit sebelum jam masuk berdentang, sebuah lamborgini merah terparkir manis didepan pintu gerbang, samua orang menahan napas saat melihat Choi Siwon terlihat keluar dari arah pintu pengemudi dan berjalan memutar kea rah pintu penumpang.

Saat melihat sosok yang keluar dari pintu yang dibukakan oleh Siwon tadi jeritan-jeritan dan pekikan histeris langsung menggema dimana-dimana. Berbeda dengan ketiga namja manis yang malah tersenyum sumringah melihat orang yang tunggu akhirnya tiba.

"Apa kau punya sesuatu untuk diucapkan kepadaku? Terima kasih misalnya"

Senyum hangat Siwon menyapa pandangan aneh Kibum yang menghentikan aktifitasnya untuk membenahi tasnya. Sesaat setelah sepasang kaki berbalut sepatu sneakers putih itu menginjak aspal jalanan.

"Untuk?" tanyanya dengan alis terangkat.

"Menjemput? Mengantar?" Pancing Siwon lagi.

"Terima kasih. Apa itu cukup?"

Siwon menggeleng menghasilkan kedutan samar didahi Kibum. Tapi gerakan selanjutnya yang dilakukan oleh namja tampan itu membuat Kibum bungkam seribu bahasa, lagi-lagi Siwon mencium keningnya lama. Mata Kibum terpejam secara otomatis saat merasakan perasaan hangat yang menjalar dihatinya saat merasakan kecupan itu.

Tangan Siwon terangkat lalu mengusap pelan pucuk kepala Kibum dengan sayang.

"Aku akan menjemputmu sepulang sekolah nanti, jadi kau harus menungguku ya chagy?"

Kibum hanya mengannguk pelan dengan tatapan focus ke mata Siwon. Dan kecupan singkat dipipi kanannya menjadi penutup dari acara 'mari mengantar Kibum ke sekolah'. Moment itupun tak luput dari para siswa/siswi yang menamai diri mereka sebagai SiBum shipper, klub penggemar Siwon yang berbalik arah menjadi fudjosshi XD.

Para shipper itu mengabadikan kejadian tadi dalam berbagai media elektronik untuk dishare ke fp-fp lain. Dan sisa penggemar lainnya? Pingsan karena tak kuat menerima kenyataan kalau idola mereka sudah memiliki kekasih, terlebih orang itu adalah seorang namja.

Kibum hanya menghela napas pelan melihat mobil Siwon yang telah hilang diujung jalan. Ia meraba permukaan seragamnya untuk menenangkan detak jantungnya yang kembali berdentam tak tentu arah. Sangat mengganggu tapi terasa menyenangkan, aneh.

"Hei calon nyonya Choi, beritahu kami apa yang terjadi kemarin" Sungmin langsung merangkul erat bahu Kibum, seakan namja dengan killer smile itu akan kabur jika tak didekap erat.

"Siapa orang yang kau sebut itu? Dan lepaskan aku, ini sakit sekali" Kibum mencoba meronta tapi Eunhyuk langsung merangkulnya dari sisi lain hingga gerakannya benar-benar terkunci.

"Kau tak akan kemana-mana sebelum menjelaskannya pada kami" sahut Eunhyuk semangat.

"Arra arra, tapi nanti saja, kita harus masuk dulu. Aku tidak mau sampai terlambat. t

Sungmin dan Eunhyuk mengangguk bersamaan.

"Tapi kita harus masuk dengan posisi seperti ini"

"Dan tidak ada bantahan" sambung Eunhyuk dan Sungmin. Kibum berteriak protes.

"Ya! Aku tidak mauuuu! Jae hyung! Toloooonnggg!"

Jaejoong tertawa kecil melihat kelakuan lucu tiga orang sahabatnya. Ia berjalan pelan dibelakang mengikuti mereka. Tepat berjalan selangkah telefon genggamnya berdering menandakan pesan masuk.

Ia tersenyum membaca isinya. Setelah mengetikkan beberapa kata balasan ia kembali melangkah menuju kelas.

.

.

I'M SIPUT

.

.

"Apapun yang terjadi jangan nyalakan televisi kalian sampai besok siang" Kibum kembali mewanti-wanti para sahabatnya saat perjalanan mereka keluar sekolah. Kegiatan belajar-mengajar baru saja usai beberapa menit yang lalau menghasilkan pekikan kegembiraan bagi para pelajar anti terjebak dalam era 'kebukuan'(?)

"Aku malah penasaran karena kau bilang seperti itu" sahut Eunhyuk.

"Baiklah, bagitu sampai rumah tv akan kunyalakan"

"Lee Sungmin!"

Mereka menertawakan ekspresi kemarahan seorang Kim Kibum yang tidak ada seramnya sama sekali. Kibum mengehela napas pasrah. Sebuah sedan metallic hitam menghentikan tawa riang mereka. Seorang ahjusshi paruh baya terlihat keluar dari mobil dan menghampiri mereka berempat.

"Tuan Jaejoong" Ahjussi paruh baya itu menunduk hormat, "Apa Anda sudah siap pulang?"

Jaejoong menagngguk sekilas dengan senyum hangat terukir di wajah cantiknya. Ia menoleh pada teman-temannya dan berpamit pulang. Mereka melambai pelan pada diri Jaejoong yang juga melambai dari dalam mobil.

"Aku selalu heran kenapa Jae hyung mau berteman dengan kita"

Eunhyuk dan Kibum menoleh kearah Sungmin saat mobil yang membawa Jaejoong tak terlihat lagi.

"Maksudmu?" Tanya mereka bersamaan.

"Jae hyung setauku anak orang terpandang, kita hanya orang dari kalangan biasa, sebuah keajaiban bisa memiliki sahabat sepertinya"

Kibum dan Eunhyuk saling pandang lalu kembali menatap Sungmin.

"Bukan keajaiban, tapi kebaikan hatinya"

"Tidak" Kibum memotong ucapan Eunhyuk, "Keajaiban adalah kebaikan hatinya" mereka berdua tersenyum mendengar penuturan Kibum dan mengangguk setuju.

"Ah, aku lupa harus menemui seseorang di café milik Tiffany noona, aku duluan ya?" Eunhyuk melambai pada dua orang temannya yang masih betah berdiri didepan gerbang.

Keheningan kembali menyelimuti Sungmin dan Kibum. Tapi namja manis bergigi kelinci itu mencairkan suasana dengan mengajak bicara Kibum tentang tingkat ketenaran Siwon dan prestasi-prestasinya dalam bidang entertainment. Terlihat seperti Sungmin sedang mempromosikan Siwon agar Kibum semakin yakin memilih namja itu.

Dering ponsel Sungmin menghentikan ocehannya tentang produk apa saja yang pernah diiklankan Siwon. Saat melihat ID sang penelfon Sungmin mengangkatnya dengan terbata-bata.

"Y-Yoboseo?"

"…"

"A-Ah, n-ne, aku akan segera kesana"

"…"

"YAH! Maksudku… Tidak usah! Aku akan segera kesana-HEI!

Sungmin menatap horror hapenya. Panggilan tadi diputus secara sepihak. Membuat Sungmin pusing tujuh keliling, karena 'orang ini' pasti berbuat ulah lagi kalau ia tak segera menyusuk kesana.

"Maafkan aku Kibum-ah, aku ingin sekali mengabadikan momentummmu bersama Siwon, tapi aku benar-benar harus pergi sekarang"

Kibum mengangguk maklum, "Baiklah, tidak apa"

Beberapa menit berlalu sejak kepulangan teman-temannya. Sesekali Kibum melirik jam di tangannya, Siwon menyuruh untuk menunggunya. Tapi namja tampan itu malah belum Nampak sama sekali. Membuat ubun-ubun Kibum terasa panas karena harus menunggu lama.

"Kelihatannya kau sedang menunggu seseorang. Perlu kutemani?" sosok Donghae yang tiba-tiba muncul mengagetkan Kibum.

"Donghae?"

"Apa kau sedang menunggu Siwon? Choi Siwon?" Tanya Donghae lagi.

"A-Ah, iya… Aku sedang menunggunya, kau sendiri?"

"Hanya bergegas ingin pulang dan melihatmu disini sendiri, kau mau kutemani?"

"Tak perlu"

Suara tegas dan berat menyapa indera pendengaran Kibum dan Donghae. Mereka menoleh keasal suara dan mendapati sosok Siwon yang bersedekap tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

'Kapan dia sampai?' batin Kibum heran.

Siwon berjalan mendekat kearah mereka dan langsung merangkul Kibum posesif. Dia tidak tahu kenapa, tapi ia hanya merasa harus menjauhkan Kibum dari namja childish dihadapannya.

"Aku sudah datang, jadi jasamu tidak diperlukan lagi. Terima kasih sudah menemani KibumKU berbincang-bincang" ucap Siwon penuh penekanan di akhir kalimat.

Donghae hanya tersenyum singkat dan berpamitan pada keduanya. Begitu Donghae menjauh Kibum langsung menyikut pinggang Siwon.

"Kau ini apa-apaan! Sudah menunggu lama malah berkata kasar pada teman sekelasku! Dasar bodoh!"

"Hei, aku tejebak macet jadi jangan memprotes, ayo cepat konferensinya dimulai tiga puluh menit lagi" Siwon menarik pergelanagn tangan Kibum dan mendudukkannya didalam mobil, memasangkannya selfbeat dan menutup pintu mobil.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Begitu memasuki area parker gedung agensi Siwon, Kibum menangkap puluhan kendaraan terparkir dengan apik disana. Dan gerombolan wartawan yang mengantri didepan pintu masuk membuat Kibum menganga heboh, sebanyak inikah wartawan yang diundang?

Mobil yang mereka tumpangi bahkan harus memutar dan lewat pintu belakang agar bisa masuk dengan aman saking banyaknya para pencari berita. Sesaat Kibum berkeringat dingin, apakah ia akan baik-baik saja?

"Kau akan baik-baik saja" seakan menjawab pertanyaan Kibum, Siwon berucap begitu saja.

"Hanya harus mengikuti petunjuk Zhoumi hyung dan Presdir lalu semua beres, kau bisa kan?"

Kibum akhirnyaa mengangguk pelan dan menerima uluran tangan Siwon saat mereka berjalan pelan menuju ruangan dimana Zhoumi daan Yunho berada.

Saat mereka hendak memasuki lift ada tangan yang menghalangi pintu agar tak menutup. Saat Kibum melihat siapa pemilik tangan itu matanya membelalak lebar.

Demi seluruh koleksi boneka kelinci milik Sungmin. Itu Kim Hyuna! Solois wanita yang paling digemarinya. Sedang yeoja dengan tampilan modis itu berjalan santai kedalam lift, Kibum malah tak bisa menahan napasnya. Ia semakin menggenggam erat telapak tangan Siwon.

"Kudengar hari ini kau akan mengadakan konferensi pers mengenai scandalmu, itu benar ya?" Hyuna bertanya pada Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari layar smartphone ditangannya.

"Kau bertanya tentang apa?"

"Scandalnya tentu saja. Kau benar-benar menciumnya ya?"

"Kalau itu benar tak ada hubungannya denganmu. Meski kita satu agensi itu tidak akan menimbulkan dampak padamu kan?"

Hyuna mengangkat kepalanya dan menatap Siwon.

"Kau pelit sekali ya? Dasar…" Matanya tak sengaja menata sosok manis yang bersembunyi dibelakang Siwon, tampak Kibum yang mencengkram erat kemeja belakang namja itu.

"OH! Kau namja manis itu ya? Kim Kibum?!" pekikan kesenangan langsung terdengar dari mulut Hyuna saat melihat sosok yang ternyata jauh lebih memikat daripada yang ia dengar. Ia benar-benar senang dan langsung mengarahkan handphonenya kearah SiBum.

"Kalian berdua cepat berpose! Ayo cepat!"

Hyuna mengarahkan tangan Siwon agar memeluk pinggang ramping Kibum dan tangan Kibum agar mengalung di leher Siwon. Ia mengambil beberapa gambar sambil tertawa cekikikan. Sedang Kibum yang masih syok namanya diketahui oleh artis idolanya tidak sadar atas apa yang sedang terjadi. Matanya hanya mengerjab polos.

"Heh, sudah cukup" telapak tangan Siwon yang besar menutupi lensa kamera milik Hyuna, menghasilkan decakan tidak rela dari yang punya.

TING

Suara lift dan pintu yang terbuka secara otomatis memaksa ketiga sosok itu untu berjalan keluar, Hyuna masih tersenyum sumringah menatap Kibum. Membuat Siwon risih.

"Berhentilah menatap seoalah kau akan memakannya! Sana! Hush Hush! Kembali kealammu" Siwon melakukan gerakan pengusiran secara halus.

Kalau suasana Hyuna sedang tidak senang mungkin dia akan melempar Siwon dengan heelsnya. "Dasar seme posesif, kau bisa membuat ukemu tertekan"

Entah kenapa tapi muka Kibum memerah mendengarnya. Astaga! Kenapa sifatku kewanitaan sekali! Kau namja Kim Kibum! Namja! Jantan sedikit!

"Jangan pasang wajah garang begitu, aku baru mau pergi kok, manajerku sudah menelfon" Hyuna mengangkat hapenya, memperlihatkannya pada sosok berapi-api didepannya, "Bye~"

"Ternyata Kim Hyuna memang cantik ya?" gumam Kibum saat Hyuna telah hilang dibalik salah satu pintu yang entah menuju kemana.

"Apa? Jangan bilang kau fanboy-nya?"

"Memang~"

Siwon berdecak.

"Kau harus hati-hati dengannya, dia tidak sebaik yang kelihatan, terutama bagi para uke"

"Hah? Maksudnya?"

"Nanti kau akan tahu, ayolah… Manajerku juga sudah menunggu" meski Kibum penasaran tapi ia tetap berjalan mengikuti Siwon. Saat memasuki ruang pertemuan lagi-lagi ia harus menahan rasa keterkejutannya.

Bagaimana tidak? Ia melihat Henry Lau, solois muda yang baru saja debut yang sedang hangat dibicarakan diberbagai media dengan singlenhya yang sangat hits sedang menggelayut manja pada manajer Siwon yang kita ingat bernama Zhoumi. Sedang namja dengan rambut merah itu tampak tidak terganggu dan tetap menatap layar ipadnya.

"Jangan heran, kau akan sering melihat mereka bersama mulai dari sekarang" celetuk Siwon yang melihat wajah kaget Kibum.

"K-Kenapa?"

Siwon mengangkat tinggi alisnya lalu tersenyum miring.

"Karena mereka pasangan suami-istri"

.

.

.

.

.

.

"MWOYA?!"

.

.

.

Hate You

.

.

.

TBC

.

.

.

HAHAHAHHAHAHAHAHAH

Langsung ngebut begitu ade' SiPut bilang bakalan mulangin ini lepi ke yang punya…

Padahal rencananya ini mau dipublish bareng Distance to a Kiss ama From the Darkest Side,,

Tapi, rencana tinggal rencana, haha -_-

Maaf ngaret karena suasaba sibuk banget abis lebaran, tahulah~ Biar lebaran haji tapi kan tetep lebaran… #ngeles

Ini aja ngetik gelap-gelapan, tengah malam, sendirian lagi T^T

Ah, sudahlah! Yang penting ini berhasil publish, HAHAHAHAHAHAHAHAHAH

Ayo banzai^^

BANZAAIIII! XD

Waktunya balas ripiu sesuai janji saya~

BryanTrevorKim : Udah berusaha gak lama update, alias cepet. Tapi karena gak punya lepi sendiri… #mojokdisudut / Wajar kamu lupa. Saya aja yang buat hampir lupa… XD #DZIGGt

thepaendeo : Bang, telefon siapa itu bang~ (nyanyi/salahlirik/SMS_WOY!_SMS!) / Jangan paksa saya! Saya ini rapuh! X0 #halah #kalengbeterbangan

reaRelf : Aku juga suka moment disitu, muehehehehe…

Lee bummebum : Oke Oke boss! Nih udah lanjot terussss! (^0^)9

ichigo song : Kibum OOC banget disini, jadi jangan heran XD #diglareKibum

EvilmagnaeMin : Eyy itu suami saya….#digeplaksandal / Aku pengen masukin babeh Kangin segera, tapi belon nemu part yang cocok.. T_T

bumhanhyuk : Memang secepat itu biar SiBum cepat sahnya XD / Perasaannya mungkin udah agak mengikis berkat abang Choi Kuda / Gimana beb? (nsnys ke Siwon) XD #cipokSiwon

decha : Kan Kibum mudah malu-malu gitu~ Makanya, hohoho… #kipaskipas / Ini udah termasuk cepet blom? #kedip2

URuRuBaek : Asik kan pagi2 ketemu gebetan? XD / Ini udah update^^

Snowy : Oke, ini udah lanjut~~

Zhii : Kesenangan kamu adalah semangat buat SiPut, oke! Mangatse! (^0^)9

sissy : Apa ini cukup buat selingannya? KyuMin… Lagi nyari timing yang pas buat couple cetar membahana ini, hehe #nyengire

dirakyu : Thank you so much! #cipok / Typo memang suatu hal yang sangat sulit tu dihindari… #corettembok

boobear YJs : Makasiiiihhhh! _ / Tapi gak bisa update asap, mian ne?

indahtara14 : Udah lanjut^^

SiwonlovEelf : Thanks^^

devil meet demon : Ngapain? Ngapel lah, masa iya pagi-pagi udah aneh2 aja XD #dilempar

kime simiyuki : Mian T_T

ChieKyu – Yewook : Asik yak kalau kayak gitu, hehe :D

paradisaea Rubra : Aku juga suka disanaaaaaaa _

bumranger89 : Yah boji… Doamu boleh juga XD / Rahasia lah, boji boleh nebak, ntar aku kasih hadiah ttd gratis plus photo eksklusif diriku XD / Aku emang fokusin ke SiBum, jadi Donghae memang gak terlalu penting #dihajar / JjiaH, BOJI UDAH MULAI! XD

kyurielf : Gak papa, aku emang sengaja buat agak humor, nyampe gak kesan humornya?

hera3424 : Iyalah, kan FF SiBum, sekarang SiBum udah jarang banget T_T

SayaKetje : Apakah seperti itu? MARI KITA LIHAT CHAP NANTINYA~ # joget

Guest : Pada nebak Jae umma semua ya? Kalau seandainya bukan gimana? #smirk #YJSmurka #sayababakbelur / Masalah KyuMin lagi nunggu giliran, sama kayak HaeHyuk XD

choirierien : Ini udah update^^ Bisa ngurangin penasaran kamu gak?

frosyita : Ini udah cepet belom?

Udah semua?

Jam dua malem DAN SAYA BELOM TIDUR?! WTJ! #jambakrambut

Baiklah, karena udah semua (kayaknya) SiPut mengucapkan terima kasih banyak buat revievnya.

Sampai jumpa chap depan (^_^)/

.

.

Siders! Review Cuma tanta titik apa susahnya sih?!