_HATE YOU_

Support By :

"Qhia503"

Cast :

Kim Kibum

Choi Siwon

Kim Jaejoong

Lee Sungmin

Lee Hyukjae

Lee Donghae

Kim (Byun) Baekhyun

And other cast

.

.

Main Pair : SiBum slight HaeHyuk / KyuMin / YunJae

Disclaimer : SiBum milik para shipper

A/N : Saya, selir Choi Siwon si Simba Kuda XD

Rated : T

Genre : Romance and Humor

Warning : Boy x Boy / Boys Love / Shonen Ai / GaJe / Alur Gagal / Typo / Kehancuran Karya / Author Gak Beres / OOC

Summary : Kibum yang menyukai Donghae malah harus terjebak dalam kehidupan seorang artis ternama yang bahkan tidak dikenalnya, hidupnya 100% berubah, dari siswa biasa menjadi namja paling dicari di Seoul.

.

.

MIANHAEEEEEE... Siput bener2 minta maaf udah ngalor ngupdatenya... Ini tidak lain dan tidak bukan karena gak adanya Laptop... (ALASAN) Banyak kerjaan...(ALASAN) Masalah tetek bengek dan sebagainya...(ALASAN) Tapi yang paling membuat Siput galau/? Adalah berita Sungmin... Nikah... GGAAAAAAHHHHHHH || Yaudin... Sebagai permintaan maaf chap ini bakal sedikit lebih panjang dari chap2 sebelumnya... Happy Reading^^

.

"Qhia503"

Presents...

.

Chapter 5 :

"Kenapa lagi?"

Sungmin bersedekap menunggu pemuda yang lebih muda darinya itu berbicara.

"Aku bahkan belum mengatakan apapun, dan kau sudah menolak?"

"Cepat katakan, kalau tidak aku akan pergi"

"Jadilah namjachinguku, kumohon"

"Tidak"

"Wae?"

Sungmin menghela napas frustasi. Dia juga bingung harus bilang apa.

"Karena aku tidak berpacaran dengan bocah, paham?" Sungmin terbatuk kecil saat mengatakannya. Agak tak enak.

"Hanya karena itu?"

"Apa maksudmu hanya karena itu?"

Kyuhyun menyeringai, ia menatap tajam Sungmin hingga membuat pemuda manis itu mundur karena takut.

"Kalau kali ini kau tidak menerimaku, maka maka kau akan benar-benar menyesal Mingie chagi"

Sungmin menatap Kyuhyun dengan alis bertaut, "Maksudmu?"

Ia bertanya bukan karena tak tahu, tapi untuk memastikan. Kalian tahu bocah bertanpang tua ini kadang-kadang melakukan sesuatu diluar nalar.

"Akan kuumumkan pada semua orang kalau kau berpacaran denganku"

Sungmin tertawa meremehkan. "Kau pikir akan ada yang percaya? Kau bahkan belum jadi namjachinguku" tantangnya lagi. "Lagipula tidak sekali ini kau mengancamku dengan hal yang sama"

Kyuhyun memasang smirk. "Benarkah? Apa masih tidak akan ada yang percaya kalau aku melakukan ini?"

Tanpa disangka-sangka Kyuhyun langsung menarik dasi Sungmin sehingga membuat wajah namja manis itu tertarik kedepan dan bersentuhan langsung dengan bibir tebal milik Kyuhyun.

Tanpa disadari Sungmin Kyuhyun mengarahkan kamera ponselnya untuk memotret mereka berdua. Kyuhyun melepaskan ciumannya saat Sungmin menyentaknya kebelakang. Ia memperlihatkan hasil bidikannya pada Sungmin, namja manis itu melotot horor.

"Jadi apa jawabanmu Mingie hyung?" tanya Kyuhyun tanpa melepas smirknya.

Untuk pertama kalinya Sungmin lupa caranya bernafas.

.

.

I'M SIPUT

.

.

"MWOYA?!"

"Aiish! Jangan berteriak, aku hanya bercanda. Mereka bukan pasangan suami istri" Siwon megusap pelan telinganya sambil berlalu ke sofa diruangan itu.

Kibum mengerjab pelan lalu menyusul Siwon untuk duduk tanpa melepas pandangannya dari pasangan ZhouRy. Bukan suami istri? Lihat mereka! Lengket seperti itu bukan suami istri? Lalu apa? Sepasang kekasih? Kakak adik? Sepupu? Tuan majikan? Eh? Abaikan saja yang terakhir.

"Tolong lepaskan lenganku dan kembalilah ke tempatmu Henry-ah" Zhoumi menoleh kea rah Henry saat melihat SiBum telah duduk.

Bukannya menurut Henry malah semakin mempererat pelukannya dan makin menempelkan wajahnya ke lengan berbalut kemeja milik gegenya itu.

"Tidak mau! Aku tidak mau melepas gege lagi! Kau tidak menghubungiku selama 5 hari! Telefonku juga tidak diangkat, sms juga sama. Pokoknya kalau Mimige tidak berjanji akan kencan denganku akhir pekan ini aku tidak mau lepas!"

Kibum terperangah. Ternyata ini sifat asli Henry Lau, di acara-acara televisi yang selama ini ia tonton sikapnya terlihat tenang dan sangat ramah. Tapi tunggu dulu, kencan?

"Jangan bercanda, kau kemari bukan untuk bertemu dengan Zhoumi hyung, tapi untuk rapat dengan presdir tentang album barumu" Siwon menatap jengah bocah campuran China-Kanada didepannya.

Henry mendelik, "Jangan ikut campur!"

"Siwon benar, lagipula apa kau tak kasihan pada Jia noona? Dia mungkin sedang pusing mencarimu"

"Kenapa gege sangat peduli pada manajerku? Apa kau selingkuh dengannya? Jadi ini alasan gege tidak pernah membalas satupun telefon dan sms dariku?!"

"Berhenti mengatakan hal yang tidak-tidak dan kembalilah ke Jia noona" ucap Zhoumi cuek sambil kembali menatap tabletnya.

"Mimige!"

"Ng... Zhoumi-sshi-"

"Oh, apa kau mau minum sesuatu Kibum-ah?" ucapan Kibum terputus saat Zhoumi menawarinya minuman. Saat Kibum ingin menjawab pertanyaan manajer Siwon itu matanya tak sengaja melihat tatapan kemarahan Henry padanya.

Henry memperhatikan Kibum dari atas kebawah dan begitu sebaliknya. Matanya memincing tidak suka saat menyadari namja manis didepannya ini terlihat cantik.

"Kau siapa? Apa kau selingkuhan Mimige?" Tanyanya sinis.

Kibum terbelalak kaget, "Nde?" Apa-apaan ini?

Siwon menggeleng prihatin. Semua makhluk cantik dianggap bocah itu adalah selingkuhan gegenya. Menyedihkan sekali.

"Maaf mengecewakanmu bocah, tapi namja manis ini pacarku"

BLUSH

Pipi Kibum merona. Henry terperangah. Ia berkedip-kedip polos sebentar sebelum sontak berdiri dengan mata berbinar-binar.

"Kau kekasih orang ini? Aigoo~ Hyung cantik sekali~" ekspresi Henry langsung berubah 180 derajat saat tahu Kibum tidak ada hubungan dengan Mimige-nya.

"Hyung?" Kibum membeo.

"Anak ini masih SMP jadi ia lebih muda darimu" jawab Zhoumi tenang.

"Anak ini? Gege! Aku namjachingumu!" tukas Henry tak terima.

"Kembalilah Henry-ah, aku harus rapat. Sebentar lagi presdir kemari"

"Tidak sebelum kau berjanji!"

"Arra arra, tapi kembalilah, ok?"

"Ok, tapi kau harus membalas sms dan telefonku!" Henry menatap Zhoumi meminta janji.

"Iya iya"

Dan kecupan singkat dipipi namja bersurai kemerahan itu mengantarkan kepergian Henry dari sana. Ia bahkan sempat melambai dengan senyum manis pada Kibum sebelum benar-benar keluar ruangan.

Dan saat pintu benar-benar sudah tertutup rapat Zhoumi langsung menghela napas lega.

"Kau pedofil yang sangat beruntung hyung, kira-kira apa ya yang akan dikatakan fans bocah itu kalau tahu idola mereka yang masih seumuran anak SMP punya kekasih ahjusshi berumur hampir 30 tahun?" Siwon terkekeh geli.

"Tutup mulutmu atau kau kulempar dari sini" Zhoumi berdiri dari duduknya lalu melihat jam tangannya, "Aku akan memanggil presdir, kalian tunggulah disini sebentar"

Zhoumi mengambil beberapa berkas diatas meja lalu keluar ruangan.

"Mereka benar-benar sepasang kekasih?" Tanya Kibum saat melihat Zhoumi sudah tak terlihat.

Siwon menenggak habis minuman kaleng ditangannya sebelum menjawab Kibum.

"Menurutmu?"

"Sepertinya begitu…" terawangnya.

"Awalnya Zhoumi hyung yang jadi manajer Henry, tapi Henry sering tidak focus pada pekerjaannya kalau berada didekat Zhoumi hyung, ia terlalu sibuk cemburu sana-sini saat melihat manajernya itu dekat-dekat dengan yeoja"

"Benarkah?"

Siwon menggumam samar.

"Makanya perusahaan memutuskan mengganti manajer Henry dengan manajerku, yah agak berhasil sih, bocah itu sudah mulai focus. Tapi ia selalu meneror Zhoumi hyung dengan semua sms dan telefonnya. Sepertinya itu membuatnya agak jengah"

"Tapi Zhoumi hyung kelihatannya tidak peduli"

"Jangan tertipu tampang dinginnya, dia hanya tidak ingin menunjukkan perasaannya yang sebenarnya didepan orang lain" Siwon tersenyum misterius.

"Sepertinya kau tahu banyak tentang Zhoumi hyung dan Henry ya?"

"Tentu saja, karena saat mereka resmi pacaran aku ada disana"

"Kapan?"

"Sejak Henry lahir"

Tatapan Kibum berubah datar.

"Jangan mulai lagi…"

.

.

I'M SIPUT

.

.

Para pegawai berlalu-lalang mempersiapkan tempat konferensi pers akan berlangsung. Meja tempat pihak agensi telah tersedia dengan apik diatas panggung. Sama halnya dengan tempat para pihak wartawan.

Kibum memperhatikan semuanya dari balik layar. Menggelikan, semua ini harus terjadi hanya karena sebuah ketidaksengajaan. Saat tangannya bersiap menutup tirai itu lagi, pintu aula telah dibuka dan para wartawan berturut-turut masuk.

Kibum berjengkit, jumlahnya tidak main-main! Tempat ini hampir penuh. Tiba-tiba saja ia merinding. Yang sebanyak ini mau bertanya? Bagaimana cara menjawabnya?! Kepalanya mendadak pening.

"Jangan pingsan dulu, konferensi bahkan belum dimulai. Aku tidak mau kasusku bertambah karena kau yang mengalami kejang-kejang karena takut"

Kibum menoleh kesamping, "Apa kau berbicara denganku tuan menyebalkan?"

Yang ditanya hanya mengangkat bahu tidak peduli, "Aku berbicara pada tembok disampingmu"

Apa ada kapak disekitar sini? Kibum ingin sekali melemparnya kea rah Choi Siwon sekarang. Ia mendengus tak peduli dan kembali mengintip kearah aula.

"Jangan menggangguku, pergi sana"

Siwon berdecak tidak terima, "Presdir memintamu bersiap-siap kita akan segera keluar, kau mengerti yang dikatakan beliau padamu tadi kan?"

"Aku tahu dan masih mengingatnya"

"Kalau begitu ayo bersiap, sepertinya semua pihak wartawan sudah hadir"

Suara dibelakang mereka memaksa pasangan SiBum untuk segera berbalik. Disana berdiri Presdir Jung dengan senyum yang begitu memikat. Siwon memasang wajah mengejek.

.

.

I'M SIPUT

.

.

.

Konferensi Pers dibuka oleh seorang MC yeoja berpenampilan nyentrik, Kibum ingat namanya Krystal saat ia bertanya pada Siwon. Kibum mengatainya nyentrik karena rambutnya pirang menyala serta tergerai panjang, persis penyihir. Apalagi dengan penutup mata bajak laut yang terpasang dimatanya itu, menutup sebelah alat penglihatannya. Busananya juga serba hitam, Kibum jadi berfikir yeoja itu salah satu anggota militer kalau saja Zhoumi hyung tidak memberitahunya bahwa yeoja itu adik sepupu presdir. Seorang aktris yang memang hobby berpenampilan "berbeda". Kibum menggeleng takjub, luar biasa... Kira-kira seperti apa ya namjachingunya?

"Kau akan pingsan saat melihatnya, percayalah" sahut Siwon setengah mendengus. Teringat Minhyuk, namja yang berperawakan santun dan manis. Drummer salah satu band ternama sekaligus namjachingu yeoja astral disana.

Kibum menghembuskan nafas sepelan mungkin saat sang MC nyentrik memanggil mereka naik ke panggung. Kibum memegang erat kedua tangannya yang mendadak dingin, namun sesaat kemudian berubah hangat saat Siwon ikut menggenggam tangannya, tersenyum manis sambil berkata "Jangan takut, aku bersamamu"

Untuk alasan yang Kibum tak mengerti, jantungnya berdentum sangat kuat hingga pipinya memerah.

Tepat saat sosok Siwon dan Kibum muncul dari sisi panggung, ratusan lampu blitz langsung mengarah pada mereka. Seakan berlomba takut ada waktu yang terbuang saat mereka berhenti membidik dengan kameranya, atau berprasangka target utama mereka bisa hilang tiba-tiba.

"Dimohon untuk menahan mengambil gambar sampai sesi tanya-jawab selesai" sang MC mencoba menghentikan sejenak aksi brutal para wartawan.

Tapi dianggap angin lalu. Tidak ada satupun yang mendengar.

Krystal mendengus lalu berbalik menatap kakak sepupu sekaligus presdir nya itu mencoba meminta saran, tapi Yunho hanya tersenyum dan mengangguk padanya, Krystal akhirnya kembali membuka suara.

"Baiklah, sesi tanya jawab dimulai sekarang" ucapnya kemudian sebelum mundur kebelakang.

.

.

I'M SIPUT

.

.

"Siwon-ssi, baru-baru ini Anda digosipkan sedang menjalin hubungan dengan salah satu aktor pendukung dalam drama terbarumu, tapi sekarang Anda muncul dengan seseorang yang berbeda. Tolong berikan jawabannya"

Siwon berdehem sebentar.

"Untuk gosip yang belum lama ini terdengar itu sama sekali tidak benar, saya sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan aktor baru itu. Karena saya sudah punya kekasih"

Bisik-bisik riuh tedengar diantara wartawan saat memandang Kibum.

"Apakah namja manis disamping Anda adalah orangnya? Kekasih yang Anda maksud?"

Kibum mengutuk salah satu wartawan yang baru saja mengatainya manis tadi. Astaga betapa wajah bisa membuat Kibum jadi banyak mengutuk.

"Benar"

Satu jawaban dari Siwon dan sorotan lampu blitz makin menggila, Kibum menunduk menyembunyikan wajahnya, silau. Sedangkan Yunho dan Zhoumi malah nampak cuek, tenang-tenang saja saat lampu kamera yang menyorot makin banyak.

"Mengapa kau menyembunyikan hubunganmu dari masyarakat? Tidakkah ini membuat banyak penggemarmu patah hati?" salah satu wartawan bertanya heboh, lupa menggunakan kata 'Anda'.

"Aku minta maaf pada para penggemarku yang mungkin merasa terkhianati karena berusaha menyembunyikan hal ini, tapi aku juga mohon pengertian kalian agar merestui hubunganku dengan Kim Kibum"

Yunho mengangguk pelan. Cukup terkesan dengan pengakuan artisnya.

"Kalau begitu bisa kau ceritakan apa yang terjadi di salah satu pusat perbelanjaan tempo hari? Saat kau dan Kibum-ssi tertangkap kamera sedang bersama"

Kibum sontak memandang wartawan yang baru bertanya tadi lalu melihat kearah Siwon, tapi namja berdimple itu hanya tersenyum kecil.

"Sebenarnya, hari itu aku berjanji akan mengajaknya pergi menonton film, kami bermaksud menghabiskan waktu luang bersama karena lama tak saling bertemu, tapi aku datang terlambat makanya kekasihku yang manis ini marah dan berlari pulang, aku mengejarnya hingga tak sengaja terjatuh. Dan seperti yang kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya"

Kibum hampir muntah mendengarnya, terbayang saat bibirnya yang virgin menyentuh bibir makhluk disebelahnya. Yang benar saja, mereka bertemu saja baru hari itu, pacaran? Kekasih? Aktor memang pandai berbohong.

"Dan alasan apa yang membuatmu berani membawa Kibum ke hadapan publik sekarang?"

'Dipaksa, aku dipaksa dengan kontrak dan diancam dengan cara kotor' inner Kibum membara.

"Awalnya aku berniat menyembunyikan hubungan kami sampai saat menikah nanti (Kibum tersedak saat meminum airnya begitu mendengar perkataan Siwon) tapi... Kami ketahuan sebelum waktunya, kupikir tak apa sekalian membeberkan hubungan ini"

Siwon menoleh dan memandang Kibum dengan lembut.

"Lagipula aku sangat takut suatu hari nanti dia akan meninggalkanku kalau tidak cepat bertindak... Bertemu seseorang yang lebih baik dan pemberani dariku... Itulah mengapa aku melakukan hal ini"

Tiba-tiba saja Kibum merasa tubuhnya diikat dengan rantai besi saat melihat senyuman itu.

"Kibummie... Untuk semua yang telah kulakukan... Maukah kau memafkanku? Aku sangat mencintaimu hingga berfikir tak bisa hidup tanpamu... Tolong berjanjilah jangan tinggalkan aku... "

Otak Kibum blank. Entah makhluk macam apa yang menghinggapinya sampai ia mengangguk dan tersenyum manis seakan merasakan perasaan sayang yang begitu besar.

"Aku berjanji... Karena aku juga mencintaimu"

Dan bibir yang saling menyatu membuat suasana yang tadinya riuh menjadi hening seketika.

.

I'M SIPUT

.

.

HyunA yang menyaksikan pers konfres itu dari salah satu layar LCD di lobi kantor mendengus geli. Sepertinya kali ini ia tidak perlu ikut campur dalam urusan asmara keduanya. Cukup biarkan mereka saling menyadari perasaan yang sesungguhnya. Ah... Ia jadi ingin bertemu kakaknya sekarang. Mungkin sekedar memberi kabar tidak buruk. Lagipula kalau ia menghubungi adiknya, yang ada beruang mesum itu yang menjawab, kalo tidak salah mereka bertukar ponsel saat terakhir HyunA menelfonnya. Dasar seme posesif.

HyunA mengambil salah satu smarphone di tas jinjingnya sebelum mengetik beberapa nomor.

"Yoboseyo Hyo eonni? Aku ada di kantor sekarang, mau minum kopi?"

.

.

I'M SIPUT

.

.

Kibum menatap kedua tangannya dengan pandangan kosong. Ia menghela napas, secara tidak sadar tadi ia maju lebih dulu dan mengecup bibir seksi milik Siwon. Kibum merunduk, bisa-bisanya ia melakukan sesuatu tanpa berfikir. Sepertinya otaknya sudah rusak.

"Kerja bagus kalian berdua. Nah Kibum, kau boleh pulang hari ini"

Presdir Jung menepuk pelan pundak namja berkulit putih itu sebelum berjalan kembali keruangannya.

"Kau benar-benar mencintaiku ya?" ledek Siwon pada Kibum. Ingatannya kembali berputar saat Kibum mencium bibirnya didepan para wartawan, aksi nekat tapi membuat Siwon hampir terjengkang karena terlalu kaget. Tapi jujur saja ia menyukainya. Walau agak terkejut namja manis ini berani melakukan hal seperti itu.

"Apa kau mau mati? Minggir! Aku mau pulang!" hardik Kibum emosi. Dia berjanji akan mencuci mulunya dengan sabun nanti.

Bukannya marah Siwon malah terkekeh geli.

"Kau bertambah manis saat marah"

"Yah!"

Mobil yang membawa mereka berdua ke rumah Kibum tampak pelan melaju di jalan raya. Hari sudah mulai malam, akan tetapi lalu lalang kendaraan sama sekali tidak berkurang.

Kibum memandang display hp-nya dalam diam, sesaat sebelum masuk kedalam mobil tadi ia mendapat sms dari Donghae yang meminta bertemu dengannya besok. Ia menghela napas sedih, haruskah ia menurutinya? Atau tidak?

Siwon melirik Kibum yang tampak aneh dari tadi.

"Kau kenapa? Sakit?" tanyanya khawatir.

Kibum menggeleng, "Tidak, hanya lelah"

Selebihnya mereka kembali tidak membuka suara. Siwon ingin bertanya lebih jauh, tapi sepertinya namja manis itu tampak tak terlalu baik.

Seperti biasa saat Siwon mengantarnya pulang namja tampan selalu beralasan agar bias mampir kerumahnya.

"Kubilang tidak! Ini sudah malam, sana pulang!" usir Kibum sadis.

"Kalau begitu hari minggu nanti kau harus menemaniku seharian"

"Mwoya?!"

"Kontrak… Kontrak…"

"Kontrak kepalamu! Arraseo! Sekarang pulang!"

Siwon mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil.

"Tidak ada kecupan selamat malam?" godanya lagi.

Kibum memasang kuda-kuda akan memukul kepala namja itu, tapi Siwon keburu memasukkannya kembali dan langsung tancap gas setelah mengucapkan kata-kata cinta –yang dimana menurut Kibum adalah gombalan mengerikan- padanya.

Melalui kaca spion, Siwon tertawa melihat ekspresi dongkol yang Kibum tunjukkan. Ia langsung tersenyum lega, sepertinya namja manis itu hanya lelah seperti yang dikatakannya tadi. Setidaknya perkiraannya meleset. Syukurlah…

Selepas kepergian Siwon, Kibum kembali memandang display hp-nya, ia terdiam sejenak sebelum memejamkan mata dan memutuskan apa yang akan ia lakukan.

.

.

.

I'M SIPUT

.

.

.

Esok pagi Kibum bangun cepat walau hari ini adalah hari minggu. Tangannya dengan cepat memilah baju lalu masuk ke kemar mandi. Dering ponselnya menghentikan sejenak aksi brutalnya mengaduk lemari.

Jari-jari lentiknya lincah menekan layar datar itu lalu melihat pesan masuk.

Kibum-ah, aku akan menjemputmu didepan rumah ya? Aku sudah hampir sampai^^

Donghae

Kibum tesentak lalu pesan berikutnya masuk.

Chagi, kau mau aku membawakanmu sesuatu? Ah, jika kau belum bangun aku akan menyelinap ke dalam kamarmu lagi :*

Siwon

Kibum lemas, ia lupa Siwon juga mengajaknya hari ini. Bagaimana ini, siapa yang harus ia pilih? Pikir! Berpikirlah Kim Kibum! Ia tersentak.

Mianhae Siwon-ah, hari ini mendadak aku harus menemani Sungmin ke suatu tempat. Lain kali saja ya? Maaf…

Kirim.

Kibum menghela napas. Kenapa ia merasa bersalah ya?

.

.

I'M SIPUT

.

.

Siwon yang tengah senyam-senyum sendiri didalam mobil mendadak menginjak rem saat membaca pesan yang masuk dari Kibum.

"Apa? Apa ini? Aku sudah mengosongkan jadwalku hari ini dan ia malah membatalkan janji?" omelnya tak terima.

"Tunggu dulu, ini tidak seperti dia. Siwon-ah? Sejak kapan dia memanggilku dengan panggilan sebaik itu?" ia termenung.

"Kim Kibum, apa kau sedang menyembunyikan sesuatu?"

Ia memutuskan untuk tetap datang ke rumah Kibum untuk mencari tahu. Mobilnya sengaja ia parkir agak jauh dari rumah 'kekasihnya' itu agar tidak ada yang curiga. Dan ia nyaris melompat keluar dari dalam mobil saat melihat sosok yang berdiri didepan rumah Kibum. Bukankah itu Lee Donghae? Brengsek! Mau apa dia?

Tak lama Kibum keluar dari dalam rumah dan menyapa Donghae dengan ramah. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Siwon merengut, hatinya panas! Apakah ini yang dinamakan cemburu? Baiklah Siwon merasakan itu sekarang.

Menahan geram yang keluar dari bibirnya Siwon memutuskan akan mengikuti kedua orang itu.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Siwon nyaris berlari keluar dan menerjang tubuh Donghae saat melihat namja berwajah ikan itu saat melihat ia memeluk Kibum dengan erat setelah membantunya turun dari motor sport miliknya.

Siwon segera menyambar kacamata hitam, syal dan topinya saat melihat mereka berdua berjalan memasuki sebuah pertokoan berdekorasi biru. Siwon bergegas dan ingin tertinggal.

.

.

I'M SIPUT

.

.

"Mengapa kau mengajakku kemari?" Kibum memperhatikan sekeliling toko dengan takjub, ada banyak benda yang bisa kau jadikan hadiah disini.

Donghae nyengir mengusap tengkuknya gugup.

"Yah... Untuk membeli hadiah..."

Gerakan Kibum yang sedang mengelus sebuah snow ball terhenti, ia berbalik menatap Donghae yang tengah menatapnya dengan ekspresi memohon. Tahulah ia sekarang apa tujuan Donghae mengajaknya pergi sekarang.

"Eun... Hyuk?" Kibum berusaha agar suaranya tak terdengar serak.

Donghae mengangguk antusias sambil memeberikan dua acungan jempol padanya, Kibum tersenyum sedih. Apa yang kau harapkan Kim Kibum.

"Seminggu lagi ulang tahunnya dan aku tah tahu apa yang ia suka, karena itu aku mengajakmu, berhubung kau adalah sahabatnya dan juga sahabatku... Aku rasa kau tau apa yang paling ia iginkan"

'Dan mengapa kau tak pernah bertanya apa yang paling kuinginkan' batin Kibum.

"Tentu, aku akan membantumu. Kajja..." ucap Kibum sembari menarik Donghae menjelajahi salah satu rak, meninggalkan seorang namja berpakaian serba hitam yang mendesis tak suka.

Kibum memberitahu beberapa benda kesukaan Hyukjae. Segala sesuatu yang berhubungan pisang atau monyet dan susu strawberry tak akan ia tolak. Tapi Kibum memberinya saran bahwa alangkah baiknya jika Donghae memeberikan sesuatu yang akan selalu dikenangnya, juga sebagai bentuk pengakuan cinta dari perasaannya yang terdalam.

Donghae mengangguk beberapa kali sebelum berseru heboh saat tahu apa yang harus ia berikan.

"Cincin... Aku akan memeberikannya cincin sebagai ikatan cinta, kelak aku akan menikahi dan hidup bersama dia selamanya"

Kata-kata kekanakan tapi mampu membuat Kibum serasa ingin menangis, ia iri. Sekarang benar-benar tak ada lagi kesempatan untuknya bisa bersama Donghae. Sampai kapanpun.

.

.

I'M SIPUT

.

.

Kibum meminta diturunkan disebuah halte bis tak jauh dari perpustakaan kota. Sebenarnya Donghae bersikeras mengantarnya pulang, tapi ia berasalan bahwa ada buku yang ingin ia pinjam sebelum kembali. Dan Donghae mengalah membiarkan Kibum disana.

Kibum melambai pelan saat Donghae menjauh. Senyumannya pudar seiring tak terlihatnya tubuh namja itu.

Sakit

Rasanya hatinya seperti tertusuk jarum tak kasat mata, menembus hingga rongga dada. Mengapa mencintai seseorang harus sesakit ini..

Kibum berbohong saat ia bilang ingin perpustakaan kota, sebenarnya ia hanya ingin menyendiri, menenangkan hatinya yang masih terasa sakit saat mendengar pernyataan Donghae.

Ia menghela napas. Seharusnya ia menerima ajakan Siwon saja...

Ia menutup matanya dan menyenderkan tubuhnya disandaran kursi. Secara tidak sadar Kibum berjalan ke arah Taman Kota dan duduk disalah bangku, menikmati tiupan angin yang lembut menerpa wajahnya.

Saat itulah ia merasa seseorang duduk disampinya, dan merasakan sesuatu yang dingin dengan rasa coklat menyentuh bibirnya yang agak terbuka karena terus-terusan menghela napas.

Kibum refleks membuka mata dan bergeser guna melihat siapa yang lancang mengganggu tidurnya di tengah sepinya taman seperti ini.

"Terkejut? Aku juga, tak kusangka kau takut pada es krim" sosok itu berujar santai sambil menjilati es krimnya sendiri.

Kibum mengerjab polos.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Menguntit"

Dahi Kibum mengeryit. Siwon berdecak.

"Aku menguntit kekasihku yang memutuskan rencana kencanku dan lebih memilih pergi dengan laki-laki lain"

"Aku?"

"Bukan, tapi Zhoumi hyung"

"Kau pacaran dengan Zhoumi hyung?"

"Iya, bahkan dia sudah hamil 2 minggu"

"APA?! YA CHOI SIWON! KAU SUDAH GILA?"

"KAU YANG GILA! SUDAH JELAS-JELAS PUNYA JANJI DENGANKU MALAH PERGI DENGAN ORANG LAIN! KAU PIKIR AKU TIDAK KECEWA?!"

Kibum tertegun sesaat sebelum menunduk sedih "Maaf..."

Sebenarnya Siwon ingin marah, melampiaskan kekesalannya yang sudah penuh diubun-ubun karena merasa dikhianati, tapi semua itu tertelan hilang begitu saja saat melihat manik mata Kibum yang jernih. Sial.

"Sudahlah, lagipula sepertinya kau diabaikan olehnya"

Kibum tidak menjawab, ia lebih memilih menerima ice cream yang disodorkan Siwon padanya. Kibum tersenyum, untuk sesaat ia melupakan saki hatinya.

"Terima kasih Siwonnie..."

Siwon langsung tersedak ice cream.

.

.

.

HATE YOU

.

.

.

Tbc

.

.

.

Thanks buat :

Shawokey | Ayou si Ristinok | teru linaYJchashipper ReynaLeepeacock|Erika KyuminYunjaeSibumShipper|Park MinnieShin-Kusota HG No Akuma|Mrs. EvilGameGyu|choirierien|paradisaea Rubra|bumhanyuk|danactebh|URuRuBaek|bumranger89|ChieKyu-Yewook|reaRelf|dirakyu|kyurielf|Zhii|ichigo song|lee minji elf|GyuNielle|Elf hana sujuCouple|thepaendeo|

Maaf gak bisa balas review satu2... Mungkin Insya Allah chap depan... Gak papa ya?^^

Abis ini yang dipake pc di kantor jadi gak bebas... Mianhae... #bow