U.N.K.N.O.W.N
Happy Reading
Ditengah perjalanan menuju sekolah nampak Issei dan Naruto terlihat berjalan bersama, tanpa terasa dua bulan sudah dilewati Issei dengan status barunya sebagai iblis. Issei mulai terbiasa dengan statusnya itu walaupun dirinya masih belum bisa menggunakan lingkaran sihir, dan sering membuat kliennya merasa ragu dengan statusnya sebagai iblis yang muncul dengan sepeda bukan seperti iblis pada umumnya muncul lewat sebuah lingkaran sihir.
Naruto pun tak jauh beda dengan Issei dia kini sering membantu kelompok Rias membasmi para iblis liar dikota, dan hubungannya dengan Rias maupun Akeno nampak makin erat. Naruto pun sering melatih Kiba dalam bermain pedang dan juga melatih Koneko dalam penggunaan senjutsu yang awalnya sempat membuat Rias dan anggota peeragenya cukup kaget, ternyata Naruto juga menguasai senjutsu suatu teknik bela diri yang menyerap energi alam dan melepaskan dalam bentuk serangan fisik berdaya destruktif. Setelah ditelusuri akhirnya mereka tahu ternyata Naruto mendapatkan ilmu senjutsu dari pelatihan yang diajarkan oleh seorang youkai.
Tanpa sengaja diperjalanan menuju sekolah, dua orang pemuda itu menabrak seorang suster muda [coret dua orang pemuda ganti pemuda bersurai coklat] dan membuat suster muda itu langsung saja terjatuh. "Ittai" rintih suster muda itu sambil mengelus pinggulnya yang sedikit nyeri karena terjatuh membentur aspal. Issei yang menyadari dirinya menabrak gadis itu langsung saja berdiri dan membantu gadis itu, sementara Naruto hanya diam dan menonton saja.
"Ehh maafkan aku, aku tak sengaja" ucap Issei dan langsung membantu suster muda itu berdiri
"I-iya su-sudahlah a-aku ju-juga yang salah tak memperhatikan jalan" balas suster itu sedikit gugup dengan wajah yang merona
"Uhmm sepertinya kau orang baru yah disini aku belum pernah melihatmu?" tanya Issei
"Eh i-iya aku dikirim kesebuah gereja kecil yang aku kurang tahu alamatnya etto"
"Panggil saja aku Issei, Hyoudo Issei"
"Uhm namaku Asia Argento, dan Issei-san bisa memanggilku Asia saja"
"Hehe begini jadi terasa sedikit enakkan mari kuantarkan ke gereja yang kau tuju Asia-chan, tapi sebelum itu perkenalkan ini kakak kelasku namanya-"
"Kakak kelas yang mana Issei-san?" tanya Asia sedikit bingung karena ditempat itu tak ada orang lain selain dia dan Issei. Issei yang menyadari kebingungang Asia segera menoleh ke samping kanannya tempat Naruto namun- 'Sialan kau Naruto-senpai' batin Issei mengumpat karena sudah ditinggal oleh kakak kelasnya.
[Time Skip]
Setelah jam pelajaran selesai semua murid pun langsung merapikan dan menyimpan peralatan belajar mereka dalam tas mereka, dan langsung keluar kelas pulang menuju rumah mereka. Tapi ada beberapa murid yang masih berada disekolah seperti para anggota klub penelitian ilmu gaib.
- Ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib -
"Sialan kau Naruto-senpai!" umpat Issei yang masih tidak terima ditinggalin kakak kelasnya itu ditengah jalan, Issei melemparkan bantal sofa ke arah Naruto namun dengan mudah dihindari oleh Naruto yang bergeser ke samping, alhasil bantal sofa itu mengenai wajah Kiba yang sedang duduk membaca buku.
"Hei apa kau tak sadar hah waktu 15 menit lagi bel masuk berbunyi jadi sudah aku pergi, dasar kouhai no baka" balas Naruto dengan ekspresi santai kemudian langsung menjatuhkan badan disebuah. "Lagi pula aku hanya memberikan kau kesempatan untuk berkenalan dengan gadis itu, kalau aku ada disana sudah pasti gadis itu akan terpesona dengan ketampananku" lanjut Naruto dengan gaya yang bisa dibilang 'sok tampan' dan membuat Issei pundung seketika.
"Issei ada misi untukmu, sekarang kau pergi ke sebuah apartement. Disana sudah ada seorang klien menunggumu" ucap Rias yang sedari tadi seperti sedang mensortir surat-surat permintaan misi atau kontrak membantu beberapa pekerjaan manusia. Seperti itulah manusia kadang lebih suka mencari jalan pintas dan meminta bantuan para iblis, dan para iblis pun dengan senang hati membantu para manusia itu selama permintaan mereka masih dalam batas kewajaran dan disertai imbalan yang setimpal.
Setelah menerima misi dari sang buchou Issei pun langsung bergegas mengguna sepeda ke tempat kliennya. Kini didepan sebuah apartement kecil berdiri seorang pemuda bersurai coklat atau yang dikenal sebagai 'Hyoudo Issei' seorang iblis muda yang belum bisa memakai lingkaran sihir.
"Sialan, kenapa tubuh tiba-tiba merinding waktu sampai ditempat ini" gumam Issei saat melihat tempat tinggal kliennya yang terlihat cukup seram tanpa adanya penerangan. Dengan perlahan Issei mengetuk pintu apartement itu.
'Tok Tok Tok'
"Permisi tuan atau nona apa ada orang didalam?"
"Permisi"
Sudah beberapa menit berlalu tak kunjung ada balasan dari dalam apartement itu, dengan sedikit gugup Issei pun mulai memegang gagang pintu apartement itu, perlahan Issei membuka pintu apartement itu. 'Bau apa ini sangat menyengat seperti bau busuk, ahh bukan ini seperti bau, ini bau darah, apa yang sudah terjadi' batin Issei yang sudah semakin merasakan ada yang tidak beres diapartement kliennya itu.
"Khu khu khu ternyata sudah ada seorang iblis disini dan sangat pantas untuk dibunuh" ucap suara misterius dari arah ruang tamu. "Siapa kau? Dan apa yang sudah kau lakukan hah?" tanya Issei sedikit gemetar, dia dapat merasakan dengan jelas hawa membunuh dan aura suci walaupun hanya sedikit dari si pemilik suara itu. "Khu khu hanya melenyapkan mereka yang bekerja sama dengan para iblis" balas sosok misterius itu.
Kini Issei sedang berhadapan dengan sosok pria bersurai pirang yang merupakan seorang exorcis. 'Tsk sialan kenapa aku harus bertemu seorang exorcis sih' umpat Issei dalam hati. "Bersiaplah iblis hari ini adalah hari kematianmu" balas sosok misterius itu. Dengan gerakan yang sangat cepat exorcis itu langsung menyerang Issei yang saat itu sedang gemetar, namun dengan sedikit insting akan adanya bahaya Issei langsung menghindari serangan exorcis itu walaupun tubuhnya sedikit terkena sabetan pedang exorcist itu.
'Tsk aku harus pergi dari sini kalau masih ingin hidup' pikir Issei kemudian melihat ke sekeliling mencoba mencari jalan keluar. "Hoi Asia cepat perkuat pertahanannya jangan sampai iblis itu melarikan diri" perintah exorcis itu pada seorang gadis bersurai pirang.
'Eh a-apa itu, dia bilang Asia, mungkinkah gadis yang waktu itu' pikir Issei, kemudian dia melirik ke arah sekitar mencari tahu siapa orang yang dimaksud oleh exorcis didepannya.
Ditengah kelengahan Issei itu membuatnya jadi sasaran empuk tebasan pedang milik exorcis liar yang menjadi lawannya. "Arrrgghhh" teriak Issei karena punggungnya kena tebasan dari exorcis liar itu dan langsung membuatnya tersungkur menghantam tembok. "Inilah saatnya kau akan mati iblis!" teriak exorcis itu yang sudah siap untuk menikam dada Issei, namun-
"Shutts"
Sebuah timah panas bersarang tepat dikaki sang exorcis liar itu dan langsung membuatnya jatuh seketika. "Arrrgghhh siapa kau keparat?" teriak exorcis liar itu sambil memegang kaki kanannya yang terluka.
"Hohoho ternyata aku belum terlambat yah" ucap seorang pemuda dari balik kegelapan ruang itu, perlahan terdengar suara langkah kaki.
Tap Tap Tap
Issei langsung menoleh ke arah suara langkah kaki itu, 'Tsk apa lagi ini? Apa dia musuh' pikir Issei sambil bersiaga. Perlahan mulai terlihat sang penembak itu, seorang pemuda bersurai pirang sebahu menggunakan kacamata hitam serta memegang sebuah gunblade sepanjang 80cm.
"Hn kenapa kau selalu sesial ini Issei" ujar sosok itu sambil melirik ke arah Issei yang sudah dalam kondisi cukup buruk mungkin. "Freed-sama apa kau tak apa-apa" nampak seorang gadis bersurai pirang mendekati exorcis itu kemudian mulai menyembuhkan luka pada kaki exorcis itu. "Ehh Asia-san kenapa kau ada disini, menjauhlah dari lelaki itu Asia-san" ucap Issei kemudian dengan perlahan berjalan mendekati gadis bersurai pirang itu yang dikenal bernama Asia Argento seorang suster muda yang ditemuinya tadi siang.
"Ohh jadi iblis itu adalah temanmu heh" ucap exorcis itu yang dikenal bernama Freed, seorang exorcis liar. Dengan seringgaian sadis diwajah psikopatnya, Freed langsung menarik paksa Asia kemudian menghilang dari tempat itu.
"ASSIIAA!" teriak Issei berusaha mengejar gadis itu namun sayang karena kondisinya yang cukup buruk dengan cidera, akibat sabetan pedang dari exorcis itu membuatnya langsung jatuh kembali. "Hei Issei diamlah dulu aku akan menyembuhkan lukamu itu" ucap sosok pemuda pirang yang tadi sempat menolong Issei. "Siapa kau hah? Jangan halangi aku, aku harus menolong Asia" balas Issei namun langsung saja ditampar oleh pemuda itu. "Menyelamatkan heh? Lihat dulu kondisimu sekarang mesum. Ini aku Sakamaki Naruto" ucap sosok pemuda pirang itu yang langsung membuat Issei sedikit terkejut melihat penampilan senpai sekaligus kekasih dari buchounya itu. "Na-Naruto senpai apakah itu kau?" tanya Issei sedikit ragu kalau sosok didepannya itu adalah senpainya.
"Hn ini aku Naruto, kenapa dengan ekspresimu itu seperti melihat hantu saja" balas Naruto santai, yah memang penampilan Naruto saat ini cukup berbeda dari penampilannya disekolah. Saat ini Naruto mengenakan montsuki hitam, dengan bawah hakama biru terang jenis umanoribakama, dan disertai haori putih motif lidah api hitam. Tak lupa juga rambut kuning panjang sebahu yang diikat pony tail, dipinggang samping kanannya bertengger dua buah nodachi putih dan hitam, sementara tangan kanannya memegang sebuah gunblade yang terlihat kuno dan bercorak artistik jepang kuno.
"Waw kau keren sekali senpai" puji Issei dengan mata yang berbinar-binar, dan langsung saja dia mendapat hadiah berupa jitakan dari senpainya.
Pletakk
"Bakayaro, sudah dalam kondisi terluka masih saja kau sempat-sempatnya kagum dengan diriku dasar baka" ucap Naruto setelah menjitak kepala coklat dari kouhainya itu. "Cepat buka bajumu itu sekarang" lanjut Naruto yang kini sudah bertatap muka dengan Issei. "Se-senpai m-mau a-apa?" tanya Issei gugup "Se-senpai a-aku l-lebih b-baik dibunuh saja dari pada diperkosa senpai" lanjut Issei kemudian mundur sepuluh langkah sambil menyilangkan tangannya didada.
'Clekk'
Naruto langsung menarik gunbladenya yang tadi dilepaskannya, kemudian memeriksa isi peluru dari senjatanya itu. "Hn masih cukup melubangi kepala seekor naga sekaligus hostnya" gumam Naruto kemudian melirik Issei. "Buka bajumu sekarang atau kutembak kau" perintah Naruto yang sudah siap membidik Issei dengan gunblade miliknya itu. "Sampai mati pun aku takkan mau membuka bajuku dan diperkosa senpai!" teriak Issei yang entah sejak kapan sudah tersudut disebuah dinding dengan kondisi gemetar takut dengan pikiran nistanya itu.
"Oke kalau begitu maumu" ucap Naruto dan langsung saja menarik pelatuk gunblade miliknya itu melontarkan peluru ke arah kouhainya.
Shuutts turr
Tembakan Naruto langsung saja melewati bagian tengah antara kedua kaki Issei, membuat sang sekiryuutei memutih seketika kemudian terduduk gemetaran dilantai. "Aa-ampun se-senpai" ucap Issei gemetaran, "Wah meleset kali ini pasti kena" gumam Naruto yang sudah membidik bagian 'keramat' milik Issei.
"Su-sudah senpai a-aku akan membuka bajuku" ucap Issei sambil melepaskan blazer dan kemeja putih miliknya itu. Naruto langsung melepaskan gunbladenya dan mendekat ke arah Issei.
'Oh Satan-sama betapa nistanya hidupku belum menjadi raja harem kini akan diperkosa oleh si senpai pirang laknat itu' ucap Issei dalam hati disertai airmata penuh kenistaannya. Naruto yang kini sudah berada dibelakang Issei langsung saja menyalurkan energi alam yang ada dalam tubuhnya, perlahan energi berwarna putih kebiruan mulai memasuki tubuh Issei. Luka sabetan pedang dipunggung Issei perlahan segera menutup tanpa bekas sedikit pun.
"Selesai lukamu sudah sembuh" ucap Naruto kemudian berdiri dan menatap keluar jendela. Issei merasakan tubuhnya sedikit nyaman pun langsung memakai baju seragam dan blazernya. "Arigatou senpai sudah menyembuhkan lukaku" ucap Issei sambil membungkuk.
"Sama-sama, kenapa tadi kau menjauhiku hah" tanya Naruto dengan posisi masih menatap keluar jendela membelakangi Issei. Dengan rasa gugup Issei pun menjawab "Etto kukira se-senpai mau memperkosaku" ucap Issei sambil menunduk. "Hn pulanglah sekarang sebelum aku berubah pikiran dan memperkosamu" balas Naruto disertai seringgaiannya, dan voila host dari sekiryuutei itu pun langsung menghilang dari tempat itu disertai teriakan. "TIDAKKK"
"Hn dasar bodoh, begini juga aku masih normal" gumam Naruto sambil tersenyum tipis.
- Klub Penelitian Ilmu Gaib -
Plakk
Sebuah tamparan kasar diterima oleh pemuda bersurai coklat yang dikenal bernama Hyoudo Issei.
"Sekali kubilang tidak berarti tidak dan lupakan saja gadis gereja itu, aku tak mau salah satu anggota keluargaku sampai terluka" bentak Rias pada Issei, sementara itu anggota lain dalam ruangan itu hanya diam.
"Tapi dia adalah temanku buchou" balas Issei
"Issei gereja itu adalah tempat berbahaya bagi kita para iblis dan kau dilarang mendekati tempat itu" bentak Rias (lagi)
"Terserah kau saja buchou, aku tetap akan pergi apa pun yang terjadi aku akan menyelamatkan Aisa" balas Issei (lagi)
"Kau!" geram Rias yang sudah sangat marah
Setelah mengatakan itu, Issei pun langsung keluar dari ruangan klub tak lupa membantingkan pintu ruangan itu.
"Kalau kalian tak mau membantu, maka aku saja yang akan pergi menyelamatkannya" gumam Issei sambil terus berlari menuju gereja tua yang menjadi tempat dimana Asia ditawan.
- Klub Penelitian Ilmu Gaib -
Disaat yang lain masih terdiam tiba-tiba muncul sebuah pesawat kertas memasuki jendela ruang klub itu dan mendarat didepan meja Rias. "Apa itu?" tanya Rias heran, menatap pesawat kertas dihadapannya. "Coba kau lihat kertas apa itu Akeno" perintah Rias sambil memijit keningnya memikirkan salah seorang budaknya yang terlalu keras kepala. "Ini dari Naruto-kun" ucap Akeno yang melihat nama Naruto dibagian luar kertas.
Rias janganlah kau terlalu keras kepala
Walau bagaimana pun niat Issei itu baik
Dia hanya ingin menyelamatkan temannya
Coba kau pikir bagaimana kalau saat itu kau yang ditawan sudah pasti dia ataupun aku akan bergerak menolongmu.
Sekarang jika kau memang memiliki darah seorang Gremory sejati, selamatkanlah bantulah anggota keluargamu itu.
Sakamaki Naruto
"Naruto-kun" gumam Rias setelah membaca surat dari Naruto nampak dia merasa sedikit menyesal, dan juga tersadar dari keegoisannya itu. "Semua ayo pergi kita akan membantu Issei sekarang" ucap Rias "Ha'I buchou" balas semua anggota peerage Rias.
- Gereja Tua tempat Asia ditawan -
"Hei kawan lihat ada aseorang iblis kecil yang sudah siap mati haha" ucap salah satu malaikat jatuh yang sudah berhadapan dengan Issei.
Shuuts Shuuts Shuuts
Bugh Bugh Bugh Bugh
Bagaikan burung gagak yang berjatuhan dari langit, para malaikat jatuh yang tadinya sedang meremehkan Issei kini terkapar tak bernyawa dan perlahan tubuh mereka mengurai menjadi bulu-bulu gagak. Issei yang melihat para malaikat jatuh itu yang tewas langsung berlari memasuki gereja, dia sudah tahu siapa yang membantunya.
"Tsk manusia rendahan, perkenalkan namaku Donnasiege dan aku akan membunuhmu" ucap seorang malaikat jatuh yang menggunakan topi fedora. "Kyaa ada onii-chan tampan yang bisa ku bunuh" tambah seorang malaikat jatuh bertubuh loli, dibelakangnya ada seorang malaikat jatuh lain yang memiliki surai raven. Ketiga malaikat jatuh itu menatap Naruto dengan pandangan membunuh.
Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir merah tepat 10 meter dibelakang Naruto, menampakkan beberapa seorang gadis bersurai merah diikuti dengan gadis bersurai raven pony tail, gadis bersurai perak, dan pemuda bersurai pirang pucat. Naruto tersenyum tipis mengetahui kalau Rias dan peeragenya sudah datang. Kemunculan Rias dan peeragenya saat itu juga membuat para malaikat jatuh didepan Naruto sedikit terkejut. Disisi lain datang seorang exorcis yang pernah dihadapi Issei sebelumnya 'Freed Zelzan'.
'Siapa pemuda pirang berkimono itu' batin Rias dan Akeno saat melihat penampilan Naruto yang terlihat cukup berbeda sehingga membuat mereka tak dapat mengenalinya.
"Sepertinya sudah waktunya aku pergi dari sini" ucap Naruto kemudian perlahan menghilang jadi dedaunan [teknik shunshin].
[Adegan penyelamatan Asia selanjutnya seperti dicanon, Freed untuk saat ini kabur setelah kalah melawan Kiba, dan Asia direinkarnasi menjadi iblis oleh Rias]
- Dikamar Issei (setelah penyelamatan Asia) -
"Hah cukup melelahkan juga" gumam Issei dan langsung berbaring dikasurnya tanpa disadarinya disampingnya sudah ada sosok bersurai pirang panjang yang juga sedang berbaring.
"Yah memang melelahkan dan kau berhasil" balas sosok pirang itu.
"Yah aku berhasil menyelamatkan Asia-chan" gumam Issei yang masih belum sadar.
10 detik
20 detik
30 detik
40 detik
60 detik
"Kyahhhhhh hantuu!" teriak Issei tersadar kalau disampingnya ada seseorang sedang tidur, dan langsung saja membuatnya melompat dari kasur kesayangannya itu.
Sosok bersurai pirang itu pun langsung bangun dan menatap Issei, "Apa maksudmu mengatakan aku hantu" tanya sosok bersurai pirang itu sambil menatap tajam Issei. "Si-siapa kau hah?" Bukan menjawab malah Issei balik bertanya. "Hn kalau dipikir-pikir mungkin selangkanganmu itu harus kutembak biar kau selalu mengingatku" balas sosok bersurai pirang itu. Dan langsung saja membuat Issei sadar dan mengetahui siapa sosok yang berada didepannya yang tidak lain adalah senpainya sendiri.
"Na-Naruto senpai se-sedang apa kau disini?" tanya Issei sedikit gugup, "Hn aku mau numpang tidur saja, dan ku cuma mau bilang padamu jangan pernah mengatakan kalau aku adalah pemuda berhaori tadi. Kalau sampai kau katakan maka bersiaplah untuk berganti kelamin dan menjadi salah satu haremku" ucap Naruto dan langsung tidur seketika tanpa mempedulikan wajah kouhainya yang sudah pucat pasi.
[Skip Time]
- Ruang Penelitian Ilmu Gaib -
Setelah jam sekolah selesai Rias dan para anggota peeragenya berkumpul diruangan mereka sambil membahas beberapa perjanjian kontrak dengan para kliennya.
Nampak terlihat setiap orang dalam ruangan klub tengah sibuk dengan aktifitas mereka masing - masing. Rias sedang mensortir permintaan klien didampingi sang queen 'Akeno', Kiba sedang duduk membaca sebuah novel, Koneko duduk diam sambil memainkan PSPnya, Asia sedang membersihkan rak-rak buku diruangan itu, dan nampaklah dua orang dengan sifat yang hampir sama sedang menikmati ramen, mereka sang sekiryuutei dan sang pangeran sekolah.
"Issei cepat habiskan ramenmu itu, karena ada misi untukmu" ucap Rias kemudian melempar sebuah kertas yang merupakan alamat dari klien Issei, Issei pun langsung menangkap kertas itu kemudian membacanya.
"Ayo kita pergi Issei jangan membuat klienmu menunggu" ajak Naruto yang sudah selesai menghabiskan ramennya itu. Kedua pemuda itu langsung saja keluar dari ruang klub itu dan berjalan menuju tempat kliennya dengan santai.
Ditengah jalan Issei dan Naruto pun berbincang sekedar menghilangkan rasa lelah.
"Naruto senpai kenapa semalam penampilanmu terlihat seperti itu?" tanya Issei
"Humm itu penampilan asliku memang karena aku seorang ninja" balas Naruto
"Tapi bukankah ninja memakai pakaian ketat kenapa kau malah seperti orang yang akan menikah saja" tanya Issei
"Karena bagiku itu keren dan mungkin tidaklah terlalu mainstream haha" balas Naruto sambil tertawa
"Begitu yah, tapi jujur kau keren senpai" ucap Issei yang kagum dengan penampilan Naruto semalam
"Hehe sebenarnya pakaianku itu, pakaian yang dibuat istriku dan tak muda kotor maupun rusak" balas Naruto
"HEE! Kau sudah mempunyai istri senpai" tanya Issei sedikit terkejut ternyata senpainya itu sudah mempunyai seorang istri
"Ya begitulah memangnya kenapa?" tanya Naruto dengan tampang polos
"Wah tak kusangka, bagaimana dengan buchou dan Akeno-senpai nanti?" tanya Issei lagi
"Humm aku menyukai dan menyayangi mereka berdua dan kurasa istriku nampak tidak marah" balas Naruto
"Aku jadi penasaran siapa istrimu itu senpai" ucap Issei
"Hehe itu ra-ha-si-a hehe" balas Naruto sambil menyengir
"Huh dasar senpai pelit" balas Issei
Tanpa terasa akhirnya Naruto dan Issei sampai disebuah apartement yang merupakan alamat dari klien Issei. "Wah sudah sampai, ayo kita temui klienmu Issei" ucap Naruto
'Hn kenapa aku merasakan aura dari si mesum itu yah disini' batin Naruto, saat merasakan aura yang cukup familiar baginya.
Tok Tok Tok
Issei mengetuk pintu apartement kliennya itu dengan pelan. "Permisi tuan atau nona ini adalah pelayanan iblis" ucap Issei dengan polos. "Hn kenapa kau tak mengatakan. Permisi tuan atau nona disini ada iblis yang siap melayani" celetuk Naruto yang sedang berdiri dibelakang Issei sambil menyilangkan tang diatas dadanya.
"Masih untung aku tak mengatakan. Permisi tuan atau nona disini ada setan" balas Issei cuek "Hn kalau kau mengatakan begitu sudah pasti kau akan disiramin air garam atau dimasukin ke RSJ" balas Naruto.
Beberapa saat kemudian pintu apartement itu pun terbuka dan nampak seorang pria paruh baya yang mengenakan yukata, tersenyum menatap Issei dan Naruto. "Oh jadi kalian yah iblis itu" ucap pria yang menjadi klien Issei. Disisi lain Naruto hanya memandang klien Issei itu sambil mentelepati pria didepannya 'Sudah kuduga ini pasti tempat kau Ero-tenshi no Hentai' telepati Naruto 'Seperti kau bukan Ninja no Hentai saja' balas telepati pria itu.
Setelah masuk dalam apartement kliennya itu Issei langsung saja menanyakan apa tugasnya, "Permisi tuan kau ingin aku melakukan apa" "Temani aku minum" balas pria itu, "Etto tuan saya masih sekolah jadi bisakah meminum yang lain saja" tanya Issei.
"Hn aku saja yang menemanimu minum pak tua" ucap Naruto dan langsung mengambil sebotol wine didepannya kemudian menuangkan ke gelas kecil lalu meminumnya. Sementara Issei yang melihat apa yang dilakukan senpainya hanya diam saja. "Uhm Calvet Sauternes memang nikmat dan cukup manis" ucap Naruto "Wow ternyata kau pandai menilai minuman yah" balas pria itu 'Setidaknya minuman ini dari mansionku yang kau minta beberapa bulan lalu baka Azazel' telepati Naruto. Pria itu hanya tersenyum sambil tertawa kecil mendengar telepati dari Naruto.
Selang beberapa jam kemudian pria yang menjadi klien Issei itu pun ambruk seketika dikarenakan efek mabuk dari minumannya. Naruto hanya tersenyum dengan penampilan sudah cukup urak-urakan blazer dan kemejanya sudah terbuka. Disisi lain Issei nampak sudah tertidur disamping Naruto. "Hei Azazel cepat mana bayaran untuk tugas iblis muda ini, aku tahu kau masih sadar baka" ujar Naruto "Hei ambil saja lukisan dinding itu" balas Azazel sambil tiduran malas. "Huh dasar Ero-tenshi miskin" celetuk Naruto yang sudah membangunkan Issei kemudian keluar dari apartement itu sambil membawa lukisan.
"Hn sudah kuduga pasti lukisan monalisa ini palsu" celetuk Naruto yang berada dalam boncengan Issei sambil terus menatap lukisan ditangannya. "Hei senpai sepertinya kau cukup kenal dengan pria tadi" ucap Issei yang masih terus mengayuh sepedanya menuju sekolah untuk melaporkan hasil misinya. "Hei siapa yang tak mengenal dia heh, Azazel si gubernur malaikat jatuh yang miskin itu cih" balas Naruto yang masih dalam kondisi mabuk.
"Aa-apa maksudmu se-senpai?" tanya Issei yang merasa mungkin pendengarannya sedang rusak.
"Hn dia itu sahabatku Azazel no Ero-tenshi si gubernur malaikat jatuh yang mesum" balas Naruto
Dan seketika itu juga muka Issei langsung pucat pasi, mungkin saja dia baru selamat dari yang namanya kematian kedua. Betapa bodohnya dia sempat berada dikandang musuh para iblis.
To Be Continued...
Umanoribokuma: salah satu jenis hakama yang pada umumnya dirancang khusus untuk bela diri, sehingga tak menghalangi gerakan pemakainya.
Question:
Harem Naruto itu akan terungkap seiring waktu berjalan, dan perlu diingat Naruto sudah memiliki seorang alpha (istri)...
Power Naruto itu ada unsur ninja pastinya...
Jumlah selir (harem) Naruto akan ada 6 dan setiap selir Naruto ada jalan ceritanya sampai jadian dengan Naruto...
