U.N.K.N.O.W.N

Happy Reading

Kehidupan Naruto semakin hari semakin baik dia bekerja sama dengan klub penelitian ilmu gaib, kadang pula dia membantu para anggota OSIS itu karena permintaan Sona Sitri yang juga meminta suatu hubungan kerja sama.

- Ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib -

"Hoaemss, membosankan desu" gumam Naruto sambil menguap lebar, melirik ke samping kanan dia dapat melihat kouhai kesayangannya sedang tidur sambil tersenyum aneh. "Huh pasti lagi bermimpi meremas oppai dia" gumam Naruto kemudian melirik ke arah Kiba yang seperti biasa sedang membaca novel, dilanjutkan ke arah gadis kucing bersurai putih yang sedang memainkan sebuah video game.

Ditengah keheningan ruangan klub itu, tiba-tiba sebuah lingkaran sihir merah dengan lambang keluarga Gremory muncul ditengah ruangan, dan menampakan seorang maid bersurai perak.

"Rias-sama, saya datang untuk memberitahukan tentang hari pertunangan anda dengan tuan muda Riser Phenex" ucap Grayfia kepala maid Gremory sekaligus permaisuri dari Sirzechs Gremory atau lebih dikenal sebagai Sirzechs Lucifer salah satu dari Yondai Maou.

Naruto yang mendengar perkataan Grayfia sedikit mengernyitkan alisnya, kemudian berdiri dari tempat duduknya. "Eh ada kau Grayfia-san, aku mau ke ruangan OSIS dulu minna-san. Sepertinya Sona memanggilku" ucap Naruto yang kemudian langsung keluar dari ruangan klub penelitian ilmu gaib milik Rias. Yah Naruto memang tidak ingin mencampuri urusan para iblis kecuali diminta.

Beberapa menit setelah Naruto keluar dari ruang klub Rias, muncul sebuah lingkaran sihir emas berlambang Phoenix khas keluarga iblis Phenex. Dan nampaklah dari lingkaran sihir itu seorang pria bersurai pirang keemasan. "Hai Rias-hime lama tidak jumpa, ternyata kau semakin lama semakin cantik rupanya" ucap pria itu, kemudian mendekati Rias dan memeluk pinggang Rias.

"Hei brengsek siapa kau hah? Beraninya kau menyentuh buchou" geram Issei yang tak terima buchounya disentuh pria asing.

"Hoho siapa kau hah iblis rendahan? Dan kenapa aku tak boleh menyentuh calon istriku?" balas Riser yang perlahan mulai mencium pipi Rias.

"Sialan kau keparat, buchou itu milik Naruto-nii takkan kubiarkan siapa pun menyentuhnya" ucap Issei kemudian mengaktifkan [Boosted Gear] miliknya itu. Dengan gerakan yang cukup cepat Issei langsung melesat ke arah pria pirang yang mengaku sebagai calon suami buchounya.

Grepp - Bruakh

Namun sayang disaat Issei akan mendaratkan kepalan tinjunya ke wajah Riser, tangannya telah lebih dulu ditangkap Riser dan langsung dilempar membentur dinding ruangan. "Cih hanya segini ternyata kemampuan bidakmu yang dikatakan pemegang salah satu longinus, hah Rias?" remeh Riser sambil tersenyum sombong menatap Issei yang sedang meringgis kesakitan.

"Aku akan menantangmu dalam rating game, aku tak sudi menikah denganmu brengsek" geram Rias sambil menatap tajam ke arah Riser. "Haha kau pikir kau bisa menang dariku hah?" Riser kemudian menjentikan jarinya dan langsung saja muncul sebuah lingkaran sihir diikuti dengan para anggota peeragenya. "Lihatlah aku punya satu set lengkap, dan kau apa hah" Riser menatap remeh ke arah Rias, kemudian menarik salah satu anggota peeragenya dan mencium bibir anggota peeragenya itu dengan penuh nafsu. "Kau lihat aku dan bersiaplah seminggu lagi kau akan kalah dan akan kuperawanin kau sesegera mungkin ha ha ha" tawa Riser kemudian menghilang dibalik lingkaran sihirnya bersama para bidaknya.

"Rias-sama sepertinya saya harus pergi dulu untuk melaporkan pada Sirzechs-sama" ucap Grayfia kemudian menghilang dibalik lingkaran sihir merah khas keluarga Gremory.

Setelah kepergian Riser dan Grayfia, Rias hanya bisa terduduk lemas dikursinya. Namun beberapa saat kemudian pintu ruangan klub itu terbuka kemudian masuklah seorang pemuda bersurai pirang yang sudah sangat mereka kenal. "Hei ada apa denganmu Rias-chan? Kenapa kau seperti tak memiliki semangat hidup saja" ucap Naruto yang baru saja kembali dari ruangan OSIS.

"Naruto-senpai, buchou sedang merasa tertekan karena seminggu lagi akan diadakan rating game antara buchou melawan tunangannya" ujar Issei yang sedang diobati Asia. "Oh begitu yah" balas Naruto santai kemudian berjalan kearah sebuah sofa dan langsung membaringkan badannya. "Hei Naruto-senpai, kenapa kau begitu santai hah, tak sadarkah kau kalau buchou itu kekasihmu" Issei membentak Naruto karena melihat ekspresi Naruto yang hanya menanggapinya biasa saja.

"Hn aku percaya pada Rias karena dia itu kekasih ku, aku percaya Rias pasti menang nanti karena aku percaya kau bisa menjaganya rajamu Issei" balas Naruto dengan nada tenang disertai dengan senyuman. "Lagi pula aku ingin bertanya sesuatu padamu Rias?" Naruto langsung menatap Rias, sementara yang ditatap terlihat sedikit bingung. "Nee tanya apa Naruto-kun?" tanya Rias.

"Pertanyaan ini ku utarakan bukan untukmu saja Rias tapi juga untuk Akeno, apa kalian yakin kalau kalian benar-benar mencintaiku?" tanya Naruto.

"Tentu saja aku mencintaimu Naruto-kun" jawab Rias dan Akeno bersamaan tanpa ada keraguan diraut wajah mereka.

"Satu hal yang perlu kalian ketahui tentang diriku yang sebenarnya sudah menikah dan mempunyai dua orang istri" ucap Naruto tenang dan masih menatap Rias serta Akeno yang berdiri disamping Rias seperti biasanya. Perkataan Naruto itu pun langsung saja membuat semua diruangan klub Rias itu terkejut -minus Issei dan Naruto- disertai tatapan yang dapat Naruto artikan sebagai tatapan tidak percaya.

"K-kau tidak bohongkan Naruto-kun" Rias sedikit terbata dengan mata yang berkaca-kaca menatap Naruto, disampingnya Akeno hanya dapat diam sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

Naruto yang melihat reaksi kedua gadis itu hanya diam dan beberapa saat kemudian keluar dari ruangan itu. Dia sadar dan tahu pasti itulah respon dari dua gadis itu, dia tak mau memaksa dia membiarkan kedua gadis itu untuk memikir kan sendiri semuanya.

Seminggu sudah berlalu sejak waktu dimana Naruto mengungkapkan kebenaran tentang status hubungannya pada great duo onee-sama Kuoh Gakuen. Sejak saat itulah Naruto tak pernah lagi terlihat diKuoh Gakuen, seakan-akan dia telah menghilang entah kemana. Apartement yang awalnya ditinggali Naruto terlihat sudah kosong, saat Issei dan Kiba mencoba untuk mencari tahu keberadaan Naruto, setelah mereka sudah selesai berlatih untuk rating game.

"Tsk Naruto-senpai dimana kau?" umpat Issei nampak sudah putus asa karena tak menemukan keberadaan senpainya. "Tenanglah Issei kita pasti akan menemukan Naruto-senpai" Kiba berusaha menenang teman mesumnya itu, walaupun dia sendiri juga nampak putus asa. "Sebaiknya kita kembali sekarang karena rating gamenya akan dimulai beberapa jam lagi" lanjut Kiba. Kedua iblis muda itu pun langsung menghilang dalam lingkaran sihir merah khas keluarga Gremory.

[Skip Time: kekalahan Rias dan Peeragenya]

Hasil rating game itu pun terlihat jelas dimana Rias beserta peeragenya kalah melawan peerage Riser. "Ha ha ha lihatlah Rias, sudah ku katakan kalau aku pasti menang dalam rating game ini ha ha ha" suara gelak tawa kemenangan dari Riser menggema diarena rating game itu. "Persiapkan dirimu Rias karena tiga hari kita berdua akan segera menikah ha ha ha" ucap Riser sambil tertawa terbahak-bahak, meninggalkan Rias dan anggota peeragenya yang sudah tak berdaya. 'Naruto-kun gomennasai' ucap Rias dalam hati perlahan setetes cairan bening keluar dari kelopak matanya membasahi pipinya.

Di tribun penonton nampak seorang pemuda bersurai panjang keemasan diikat pony tail, dan mengenakan yukata biru bermotif kelopak daun hitam putih tipis, sedang menonton pertarungan antara Rias dan Riser. Disampingnya ada seorang wanita yang mengenakan kostum penyihir yang juga sedang menonton pertarungan itu. "Anata, kenapa kau tak membantu Rias-tan" tanya wanita berkostum penyihir itu pada pemuda ber-yukata yang ada disampingnya. "Hn" balas pemuda itu.

"Anata, mungkin sebaiknya kau memberikan kesempatan untuk Rias-tan dan Akeno-tan. Aku tak apa-apa berbagi dengan mereka kok" ujar wanita berkostum penyihir itu. "Hn bagaimana dengannya, bagaimana responnya nanti" balas pemuda ber-yukata itu. "Sudahlah Anata, dia juga sudah mengijinkanmu kok, asalkan kau bisa membagi waktu dan cintamu itu secara merata tanpa berat sebelah pada semua wanitamu" ujar wanita berkostum penyihir itu.

"Hn nanti kupikirkan Tsuma, sampaikan salamku padanya, aku harus pergi sekarang" ucap pemuda ber-yukata itu lalu mengecup singkat bibir wanita berkostum penyihir disampingnya, kemudian langsung masuk dan menghilang dalam sebuah portal biru ciptaannya sendiri.

Tiga hari kemudian disebuah hotel berbintang lima diprancis, tepatnya disebuah cafetaria hotel, nampak dua orang lelaki sedang duduk santai sambil berbincang.

"Hn bagaimana dengan organisasi yang sedang kau urus itu?" tanya pemuda bersurai pirang emas panjang dan diikat pony tail, pada sosok pria didepannya yang mengenakan topi fedora.

"Ya seperti yang kau tahu Naruto, aku sedang mengurus jaringan kerja-sama antara organisasi penyihir dunia dan kaum iblis" balas pria bertopi fedora pada pemuda didepannya yang ternyata adalah Naruto.

"Hn begitu yah, kuharap organisasi penyihir mau bekerja sama" ucap Naruto kemudian langsung mengambil secangkir moccacino yang sedari tadi dipesannya. Menyeruput moccacino itu Naruto menatap lelaki dihadapannya.

"Yah kuharap juga begitu"

"Hn bagaimana dengan anggota peeragemu apa mungkin kau akan mengambil dari golongan penyihir, dilihat dari kedekatanmu dengan kaum penyihir kupikir mungkin kau jauh lebih baik memiliki peerage dari golongan penyihir" ujar Naruto, melemparkan tatapannya ke arah loby saat seorang wanita bersurai hitam, mengenakan dress ungu selutut dengan rambut diikat twin tail, datang mendekatinya.

"Tiens, bonjour Naruto, Mephisto. Comment vas-tu" ucap wanita yang baru saja datang dan menghampiri Naruto serta temannya Mephisto.

"Treis bien et toi Serafall" balas Mephisto

"Ca va" ucap wanita itu yang ternyata adalah Serafall Sitri atau lebih dikenal sebagai Serafall Leviathan salah satu dari Yondai Maou.

"Bahasa prancismu sudah lumayan bagus Tsuma, tapi jauh lebih baik kau menggunakan bahasa yang biasanya kau pakai" ujar Naruto sambil tersenyum melihat 'istri kedunya' itu datang. "Tak biasanya kau jalan-jalan sendirian Tsuma, dia tak menemanimu" lanjut Naruto menanyakan seseorang "Uhmm yah katanya ada sedikit urusan jadi hanya aku saja yang datang Anata" balas Serafall yang langsung mengambil tempat duduk disamping Naruto, kemudian memeluk sang suami tercinta.

"Huh kalian itu mesra sekali sih, buatku iri saja" dengus Mephisto saat melihat kemesraan antara Serafall dan Naruto. "Hihi makanya kau itu cepat mencari pasangan sekaligus anggota peerage kau itu kan highclass demon" cibir Serafall, sementara Naruto hanya tersenyum melihat Mephisto yang dikerjain Serafall.

"Kudengar adik Sirzechs akan menikah malam ini apa kalian akan datang?" tanya Mephisto sambil menyeruput secangkir teh.

"Hn entahlah" jawab Naruto yang kini raut wajahnya sudah berubah.

"Sudah pasti kami akan datang donk, Mephi-tan karena Naruto harus menyelamatkan calon istri yang ketiganya itu. Dan juga Sir-tan sudah mengundang Naruto secara langsung sebagai salah satu tamu kehormatan" ujar Serafall sambil menyengir.

Dan sontak saja perkataan Serafall itu membuat dua orang lelaki yang bersamanya termasuk sang suami terkejut.

Byuuurrrr~

"Kau tak bercandakan Tsuma?" tanya Naruto memastikan kembali perkataan istrinya itu.

"Kau gila Naruto! tak cukupkah dua wanita heh? memangnya kau kuat apa hah?" balas Mephisto yang baru saja menyemburkan tehnya itu.

"Aku tak bercanda Anata, dan kau Mephi-tan jangan menyebut suamiku gila, Naruto bisa bermain denganku dan dia sampai tiga hari non stop" balas Serafall atas pertanyaan Naruto dan respon dari temannya Mephisto.

Disebuah ruangan besar (Hall) dihotel terkenal dikota Lilith nampak terlihat sebuah acara besar, acara pernikahan antara Riser Phenex dan Rias Gremory. Banyak tamu undangan sudah mulai berdatangan, mulai dari iblis bangsawan sampai para Yondai Maou.

"Ha ha ha inilah waktunya, waktu yang sudah lama kutunggu. Akhirnya tiba waktunya dimana mempersunting dirimu Rias-hime, bersiaplah sayang malam ini kita akan berpesta" ucap Riser sambil tertawa.

"Selamat malam apakah aku sudah terlambat" ucap seorang lelaki yang baru saja memasuki ruangan pesta, lelaki itu memiliki surai pirang emas panjang dan diikat pony tail, dia memakai setelan montsuki ungu kehitaman, dengan bagian bawah memakai hakama umanoribokuma, haori putih dengan lidah api ungu dibagian lengan dan sebuah simbol yin-yang dipunggung, memakai alas kaki berupa geta serta membawa kipas kecil yang juga bersimbol yin-yang.

"Hei siapa kau?" tanya Riser dengan arogan pada pria dihadapannya itu.

"Perkenalkan Narutora Deviluke, lelaki yang akan mempersunting Rias Gremory malam ini" ucap pria itu yang sebenarnya adalah Naruto dalam wujud aslinya dan hanya beberapa orang saja yang tahu.

Disisi lain terlihat Rias yang memandang bingung dengan tamu yang baru saja datang itu yang kini mengclaim, sebagai orang yang akan atau harus mempersunting dirinya malam ini. 'Siapa lagi dia, tapi rasanya aku pernah melihat dia sebelumnya' batin Rias yang merasa sedikit familiar dengan tamu baru yang kini sedang beradu tatap dengan Riser. Disisi lain Issei hanya tersenyum tipis saat melihat kemunculan Naruto 'Setelan montsuki yang keren senpai' ucap Issei dalam hati, tanpa peduli dengan teman-teman serta buchounya yang sedang dalam kondisi cukup terkejut.

"Beraninya kau! Pengawal seret dia keluar!" perintah Riser kepada para pengawalnya. Namun belum sempat pengawalnya menyentuh lelaki bersurai pirang pony tail itu, sudah ada suara yang menginterupsi.

"Jangan sentuh dia, karena dia merupakan tamu kehormatanku" ucap Sirzechs yang muncul dari balik kerumunan undangan lain. Dan perkataan dari salah satu Yondai Maou itu pun langsung saja menghentikan gerakan para pengawal yang diperintahkan Riser.

"Apa maksudnya ini Sirzechs-sama" ucap Riser yang terlihat kurang senang dengan perlakuan dari salah satu Yondai Maou pada Naruto.

"Baiklah, seperti yang kalian tahu pertarungan Rias dan Riser dalam rating game beberapa hari yang tentu saja sudah dapat dipastikan. Bahwa Riser dapat menang telak, dilihat dari pengalaman serta jumlah peerage. Sudah sangat jelas Rias akan kalah maka dari kami dari pihak keluarga Gremory, mengajukan pertarungan baru antara Riser dan Narutora. Dan bagi siapa pun yang menang dalam pertarungan rating game ini, dia akan langsung mempersuntingkan adikku malam ini juga" ujar Sirzechs sambil tersenyum namun serius dalam setiap kata-kata yang dikeluarkan.

"Baiklah kalau begitu, akan ku kalahkan tamu anda itu Lucifer-sama dan aku akan langsung mempersuntingkan adik anda malam ini" ucap Riser penuh ke-aroganan sambil memandang remeh ke-arah Naruto.

'Heh mengalahkan Naruto-senpai? Kuharap kau tak mati duluan tori' batin Issei

'Mengalahkan si manusia malaikat-iblis itu hanya mimpi bagimu nak' batin Falbium yang masih diam memandangi Riser

"Kasian sekali Riser-tan" gumam Serafall

"Yah kasian, karena mungkin si Phenex muda itu angkat terbaring dalam beberapa minggu di Lilith Hospital" tambah Ajuka

'Kurasa pilihan Sirzechs untuk menenangkan anakku tidaklah salah, tak apalah kalau mungkin nanti Riser harus berbaring diLilith Hospital' batin Lord Phenex yang juga sudah cukup mengenal siapa itu Narutora Deviluke

Narutora Deviluke bukanlah sosok asing bagi para iblis tua yang pernah ikut serta dalam perang saudara antar iblis beberapa tahun silam, dan membantai serta berhasil memukul mundur para pasukan iblis golongan maou lama. Narutora Deviluke adalah seorang sage-nin yang memiliki kekuatan misterius, banyak yang mengatakan kalau kekuatannya itu merupakan sacred gear pertama yang diciptakan Tuhan. Sehingga dia dapat dengan mudah menginjakan kaki keluar masuk surga maupun neraka.

Tapi secara jelas dan utuh informasi mengenai kekuatan milik Narutora Deviluke belum bisa dijelaskan secara spesifik. Kabar terakhir mengatakan dia muncul dalam wujud anak kecil dan menjadi anak angkat dari Yasaka no Kyuubi, salah satu youkai terkuat sekaligus penguasa youkai diKyoto. Kini sang legenda telah muncul kembali.

- Arena Rating Game -

Dua orang bersurai pirang keemasan kini saling berhadapan satu sama lain. Disisi kanan arena dapat dilihat seorang pria berhakama menatap santai lawannya, dia adalah Narutora Deviluke. Sementara itu disisi kiri arena dapat dilihat seorang pemuda yang mengenakan pakaian khas bangsawan eropa, dia adalah Riser Phenex.

"Bisa kita mulai sekarang Grayfia-san karena aku sudah tak sabar untuk membakar si pirang itu" ucap Riser sambil menyeringgai.

"Hn seperti kau tidak pirang saja" balas Naruto dengan nada santai memandangi Riser.

"Baiklah peraturannya tidak diijinkan untuk bagi siapa pun membunuh lawan" ucap Grayfia datar dan dibalas anggukan oleh Riser dan Naruto "Mulai!"

Setelah Grayfia menghilang dari balik lingkaran sihirnya, Riser dengan cepat langsung menyerang Naruto dengan bola api emas berdiameter 5m dan langsung mengarah ke Naruto. "Hn" gumam Naruto sambil memandang bola api emas yang kini sedang menuju ke arahnya.

Dengan gerakan santai Naruto berjalan ke arah samping kanannya, membuat bola api emas Riser tak dapat mengenainya. "Apa cuma itu heh?" kata Naruto sambil memandang Riser dengan tatapan bosan. Perkataan Naruto itu langsung membuat Riser semakin panas, seakan-akan lawannya itu meremehkan serangannya.

"K-Kau!" desis Riser menatap tajam Naruto dan secara perlahan sudah meningkatkan tekanan demonic powernya, sampai memunculkan sayap emas berbalut api emas dipunggungnya. "Akan kubunuh kau keparat!" geram Riser kemudian dengan sangat cepat dia melesat ke arah Naruto, sambil melayangkan kepalan tangannya yang kini sudah diselimuti api emas.

Tribun penonton, "Kurasa Riser akan membunuh tamu dari Lucifer-sama" ucap seorang salah satu anggota keluarga Phenex. "Yah kecepatan Riser itu sangat sulit dihindari, apalagi hanya seorang manusia biasa pasti kena" tambah salah satu anggota keluarga Phenex lainnya. Sementara itu Lord Phenex hanya tersenyum tipis mendengar obrolan dari beberapa anggota keluarga Phenex yang terdengar meremehkan lawan Riser.

Dengan cara yang sama Naruto melangkah ke samping kirinya menghindari tinjuan api Riser, sehingga Phenex muda itu hanya dapat meninju udara kosong saja. "Hn kau kurang cepat" ucap Naruto yang entah sejak kapan sudah berada tepat dibelakang Riser, dalam posisi back to back atau saling memunggungi. Gerakan cepat Naruto langsung membuat mata beberapa iblis lainnya yang belum mengenal Naruto, langsung shock seketika. Hal yang sama terlihat juga pada Rias dan kelompoknya.

"Di-dia sa-sangat c-cepat" gumam Kiba terbata

'Tak kusangka kecepatan gerak Naruto-senpai seperti itu' ucap Issei dalam hati

"Hei apakah kau se-penakut itu hah selalu saja menghindari seranganku, mau terus lari heh?!" ucap Riser penuh kearoganan menghina Naruto yang menurutnya terlalu takut untuk menyerang. "Hn aku bukanlah takut, hanya saja aku bukanlah seekor Phoenix tak berotak yang kini sedang asik bicara dan mempermalukan dirinya sendiri" balas Naruto santai sambil tersenyum menatap Riser, dengan kedua tangannya disilangkan dibelakang kepalanya.

"K-Kau! Makhluk keparat tidak jelas, mati kau sekarang!" geram Riser kemudian mengepakan sepasang sayap apinya lalu terbang, dan langsung menyemburkan gelombang api keemasan dari kedua tangannya, ke seluruh arah membakar arena pertempuran.

'Bruarrrrrr~' Bruarrrrr~'

Semua penonton dari keluarga Phenex maupun keluarga bangsawan iblis lainnya hanya melihat dengan decak kagum. Saat dimana api keemasan dari calon heiress Phenex itu membakar seluruh arena.

"Hah sudah pasti kali ini dia kalah, sekalipun dia adalah tamu undangan Sirzechs-sama tetap dia takkan bisa menghindari gelombang api Phenex, yang membakar seluruh arena" ucap salah satu iblis yang menonton pertarungan itu. "Yah sudah dapat dipastikan siapa pemenangnya" ucap iblis bangsawan lainnya.

Beberapa saat kemudian, api emas yang sedari tadi menyelimuti arena pertarungan perlahan mulai menghilang, dan membuat para iblis disana sweatdrop seketika. Bagaimana tidak yang kini mereka lihat seorang pria bersurai pirang dengan gaya pony tail, sedang memanggang ayam bakar disisa api emas yang dihasilkan lawannya.

Naruto menatap Riser sambil tersenyum "Hei apa kau mau?" tanya Naruto sambil menawarkan sepotong paha ayam pada Riser "Ini ku masak pakai bumbu rahasia ayam bakar cina lho" lanjut Naruto kemudian mengambil sepotong sayap ayam bakar dan memakannya.

"Nyum rasanya enak lho, cobalah dulu" tawar Naruto lagi sambil mengunyah daging sayap ayam bakar, dan menyodorkan sepotong paha ayam bakar ke arah lawannya itu.

"Kurasa tak salah untuk beristirahat sejenak dan makan masakanmu yang sepertinya terlihat enak" ucap Riser kemudian turun dan duduk disamping Naruto, lalu mengambil sepotong paha ayam bakar yang disodorkan Naruto.

"Nyumm enak juga masakanmu ini kawan" puji Riser sambil mengunyah daging paha ayam itu "Hei bukankah jauh lebih baik kalau ada nasinya juga" tambah Riser yang masih melahap daging paha ayam bakar buatan Naruto.

"Kurasa kau benar kawan, tunggu sebentar" balas Naruto lalu menjentikan jarinya memunculkan sebuah portal sihir berwarna biru. Dari balik portal sihir itu keluar seorang maid yang sedang membawa se-bakul nasi. "Goshujin-sama ini nasi yang ada minta" ucap maid itu lalu meletakkan se-bakul nasi yang dibawanya.

"Ayo makan Riser, dan kau juga Misaki-chan" ajak Naruto pada Riser dan maidnya itu.

Ditribun penonton nampak Sirzechs dan beberapa iblis lainnya menatap Naruto dengan perempatan dikepala mereka. 'Sialan si pirang itu, apa dia itu benar-benar serius' batin Sirzechs. 'Naruto-senpai dia itu lawanmu' batin Issei. 'Kenapa orang yang satu ini juga terlihat lebih aneh, mengajak lawan makan bersama' batin Rias.

"Hah dari pada kita bertingkah seperti orang bodoh disini, jauh lebih baik sekarang kita makan dulu. Silakan melayani diri sendiri" ucap Lucius lalu mengambil sebuah piring dan menyendok sup asparagus. Hal yang sama pun diikuti para penonton lainnya.

Beberapa saat kemudian setelah menghabiskan ayam panggang dan sebakul nasi yang dibawa oleh maid Naruto. Riser duduk bersila sambil mengelus perutnya. "Uhh kenyangnya masakan mu itu lebih enak dari pada buatan para maidku" ucap Riser sambil mengorek gigi menggunakan sebatang korek gigi. "Hei bagaimana sekarang kau mau dilanjutkan" tanya Naruto yang juga sedang melakukan hal yang sama dengan Riser, sedangkan maidnya sudah kembali.

"Hei pirang aku sedang kenyang sekarang" balas Riser lalu berbaring diarena "Hn kau juga pirang bodoh, bagaimana kalau kita melanjutkan dengan cara lain" ucap Naruto.

"Cara lain? Seperti apa?" tanya Riser sambil menatap Naruto

"Kita main catur real saja" tawar Naruto

"Boleh juga ayo mana papan caturnya" balas Riser

Naruto kemudian mengeluarkan satu set papan catur ke hadapan Riser, dan mereka memulai lagi pertarungan mereka dengan cara lain.

Beberapa jam kemudian, "Skak mat" ucap Naruto saat dimana dia berhasil menyudutkan bidak king Riser tanpa celah sedikit pun. "Hei bagaimana bisa?" balas Riser tak terima kalau dia dikalahkan Naruto. "Jelas bisalah, kau terlalu berfokus untuk menyerangku dan memakan habis bidakku tanpa kau lihat kalau bidak rajamu sudah tak memiliki penjagaan lagi" jelas Naruto, sementara Riser hanya manggut-manggut mendengarkan apa yang dijelaskan lawannya.

"Yah intinya bagaimana kau melindungi orang yang berharga bagimu, kalau raja saja tak dapat kau lindungi. Yang ada itu kerajaan dan orang yang kau sayangi akan hilang, lenyap, mati, dan sejenisnya. Sekarang coba kau bayangkan dalam pertarungan nyata dengan system catur real, dan aku menang darimu apa yang akan terjadi. Kau hanya akan kehilangan peeragemu bahkan bisa saja kau kehilangan nyawamu, karena keegoisan dan kesombonganmu itu tanpa memikirkan orang lain yang selalu ada disampingmu" ujar Naruto menasihati Riser, kemudian mengambil sekaleng ocha dan menyodorkan ke arah lawannya.

Riser menerima ocha yang diberikan Naruto lalu membuka tutupnya dan meminumnya. "Humm kurasa aku sudah mengerti apa maksudmu dari kata-katamu itu kawan, terima kasih kau sudah menyadarkanku walaupun sebenarnya aku masih sedikit penasaran dengan kemampuanmu itu" ucap Riser sambil tersenyum, namun bukanlah sebuah senyuman sinis atau meremehkan namun sebuah senyuman tulus antar teman. "Ha ha ha kekuatanku hanya berlari saja kok, kau sudah lihatkan tadi aku hanya menghindari seranganmu itu" balas Naruto sambil tertawa. "Hei sekalipun aku arogan dan terlihat bodoh tadi tapi aku tahu kekuatanmu bukan cuma itu saja pirang" dengus Riser karena dia tahu kalau sedari tadi Naruto tak pernah serius bertarung dengannya.

"Ha ha ha kau tahu rupanya, mungkin nanti kau akan tahu seperti apa kekuatanku sebenarnya kawan. Untuk sekarang kau ubah sifatmu latihlah kekuatanmu itu sebagai Phenex sejati, kelak saat kita bertemu nanti kita akan saling bertukar tinju sebagai seorang lelaki sejati" ujar Naruto disertai cengiran lima jarinya.

Naruto pun langsung berdiri dan menepuk haori dan hakamanya lalu mengulurkan tangannya ke arah Riser. "Ayo berdiri kawan" ajak Naruto dan Riser pun memegang tangan Naruto kemudian berdiri.

"Grayfia-san kurasa si pirang bishounen ini yang menjadi pemenangnya" teriak Riser ke arah podium penonton, disampingnya Naruto hanya tersenyum tipis.

Pesta pernikahan Rias pun kembali dilanjutkan namun kini pasangannya bukan lagi Riser Phenex melainkan seorang pria yang baru saja ia kenali, sebagai seorang pangeran dari tempat lain. Rias hanya tersenyum miris melirik lelaki pirang yang berada disampingnya dan kini menyandang status sebagai suaminya. 'Gomennasai Naruto-kun' ucap Rias dalam hati, walau bagaimana pun dia akan tetap mencintai pemuda pirang bernama Naruto Sakamaki untuk selama-lamanya.

"Rias-hime aku tinggal sebentar yah" ucap Naruto dan dibalas anggukan kecil dari Rias. Naruto pun berjalan ke arah Issei yang sedang berbincang dengan Asia. "Apa kamu yang bernama Hyoudo Issei?" tanya Naruto [lagi akting] "Hehe iya nama saya Devilluke-sama" jawab Issei 'Haha akting yang bagus Naruto-senpai' lanjut Issei dalam hati. "Bisakah kita berbicara berdua, ku lihat rekaman pertarunganmu dirating game kemarin itu cukup mengesankan" kata Naruto. Mendengar apa yang dikatakan Naruto, Asia pun pergi bergabung Kiba dan Koneko yang tak terlalu jauh dari tempatnya dan Issei sebelumnya.

"Ehem bagaimana akting senpaimu ini?" tanya Naruto sambil menyengir "Ha ha ha penampilan senpai sangat lucu namun mengagumkan walau sebenarnya aku penasaran dengan kekuatan senpai sih" balas Issei. Dan mereka makin lama semakin berbincang ria layaknya seorang teman yang sudah lama saling kenal.

Tanpa mereka berdua sadari, Rias dan beberapa anggota peeragenya, sedang memandangi mereka dengan tatapan penasaran mengenai kedekatan antara Issei dan Narutora yang cukup akrab. 'Hm apa cuma perasaanku saja atau memang Issei nampak cukup dekat dengan Devilluke-san' ucap Rias dalam hati.

[Skip Time]

Keesokan harinya diKuoh Gakuen setelah jam pelajaran selesai, semua anggota klub penelitian ilmu gaib sudah berkumpul diruangan mereka. "Ehem Issei ada yang ingin aku tanyakan padamu mengenai kedekatanmu dengan Devilluke-sama, kemarin kau terlihat seperti sudah saling kenal dengan Devilluke-sama" ujar Akeno "Bisakah kau jelaskan hubunganmu dengan Devilluke-san" lanjut Akeno dan semua orang dalam ruangan itu pun menatap Issei dengan pandangan meminta penjelasan. Sementara Issei hanya tersenyum santai menatap teman-temannya.

"Oh itu dulu sewaktu aku hampir terbunuh saat pertama kali diserang seorang exorcis liar, aku ditolong oleh Devilluke-sama. Kemudian sewaktu aku pergi menyelamatkan Asia aku pula dibantu oleh Devilluke-sama" jelas Issei menghela nafas sejenak "Hm kupikir kalian pernah bertemu dengan Devilluke-sama sewaktu penyelamatan Asia-chan? Apa kalian lupa dengan pria bersurai pirang panjang mengenakan haori malam itu" lanjut Issei, membuat teman-temannya itu kembali mengingat kejadian malam diaman mereka menyelamatkan Asia.

"Ja-jadi pria waktu itu Devilluke-san" ucap Rias terbata dan dibalas anggukan oleh Issei "Yups buchou pria itu adalah calon suamimu hehe" ucap Issei sambil tersenyum 'Heh bahkan mereka tak mengenalimu Naruto-senpai' tambah Issei dalam hati.

Setelah mendengar hubungan Issei dan Devilluke yang merupakan suami dari buchou mereka. Aktifitas mereka pun kembali dilanjutkan, mulai dari Rias yang kembali mensortir berkas-berkas permintaan misi untuk timnya, serta beberapa berkas penting lain.

Narutora Devilluke atau Sakamaki Naruto tidak tinggal bersama Rias karena dia sendiri memiliki suatu kesibukan tersendiri, sekaligus menjaga agar penyamarannya tak terbongkar. Rias hanya bisa menyetujui keputusan suaminya itu tanpa protes sedikit pun, dia juga masih perlu waktu untuk menerima kehadiran lelaki itu dalam hatinya.

Beberapa minggu setelah perkawinan antara Rias dan Narutora, kehebohan pun terjadi diKuoh Gakuen saat seorang siswa yang hampir sebulan menghilang tanpa kabar kini kembali. Yah siswa itu adalah pangeran sekolah Kuoh Gakuen.

'Sakamaki Naruto'

To Be Continued...

Etto mungkin ini akan menjadi pairing Naruto harem yang cukup banyak karena ku pikir aku akan membuat Naruto memiliki 10 istri. Hahaha

Istri Naruto:

01 - ?

02 - Serafall Sitri [Serafall Devilluke]

03 - Rias Gremory [Rias Devilluke]

04 - ?

05 - ?

06 - ?

07 - ?

08 - ?

09 - ?

10 - ?

Tenang saja jangan khawatir reader-san akan ku buat alur pertemuan mereka nanti hahaha...

Next: Pencarian Excalibur [Word bakal pendek]