Saat ini suasana di dalam kamar itu sangat tegang. Entah mengapa Kris bisa segarang sekarang. Padahal sebelumnya, Kris adalah seorang ayah yang sangat penyayang. Atau jangan jangan…
"Jawab pertanyaan Appa Byun Baekhyun! Kenapa dan sejak kapan kau bersikap tidak sopan seperti ini!" Teriak Kris dengan sedikit membungkuk agar wajahnya sejajar dengan wajah Baekhyun itu.
"Oh sejak kau membawa wanita penggoda beserta anaknya itu, kau puas?" Jawab Baekhyun dalam hati. Ingin sekali dia membalas pertanyaan Appanya seperti itu. Tapi apa daya, bisa saja setelah dia menjawabnya persis seperti pikirannya, Dia akan tercoreng dalam daftar keluarga Wu.
Tunggu? Keluarga Wu?
Hell yeah, baru kali ini Kris memarahi Baekhyun dengan memakai marga Appa kandungnya.
Sebegitunya kah?
"Aku-"
"Baekhyun Sunbae kelelahan Ahjusshi. Sudah kukatakan tadi." Potong Kyungsoo dan membuat Baekhyun yang tadinya menundukkan kepalanya, berangsur-angsur mengadah untuk melihat Kyungsoo.
"Sunbae?" Bathin Baekhyun dalam hati dan menaikkan salah satu alisnya. Entah mengapa Baekhyun merasa aneh dengan sebutan itu.
"Kyungsoo. Kau keluar atau akan ku kunci kau dikamarmu." Pesan Kris dengan nada mengintimidasi.
"Tapi-" Tolak Kyungsoo dan langsung diberikan tatapan 'pergilah' dari Baekhyun dan membuat Kyungsoo benar-benar pergi.
Diluar kamar Baekhyun, Kyungsoo dapat melihat Eommanya yang bersandar di salah satu pilar untuk menopang badannya. Dengan cepat Kyungsoo melangkahkan kakinya untuk menemui ibunya itu.
"Kenapa Eomma tidak menghentikan Appa?" Tanya Kyungsoo geram. Cukup! Kyungsoo benar-benar muak dengan tingkah ibunya ini.
"Karena tidak perlu chagi." Ucap Nana lalu melayangkan senyum jahat sebelum berlalu dari hadapan Kyungsoo.
Kyungsoo hanya mengepalkan tangannya dengan erat. Ia sangat ingat dengan kejadian ini. Ia merasakan Déjà vu. Gadis itu tidak ingin Baekhyun merasakan apa yang ia rasakan sekarang.
"Tidak, Jangan Wu Ahjusshi, Jangan Baekhyun sunbae." Gumam Kyungsoo sambil menatap pintu kamar Baekhyun.
.
1 TAHUN KEMUDIAN
Baekhyun terduduk diatas ranjangnya menatap dua bingkai foto dengan pria berbeda. Satunya adalah dia, Eommanya –Kim Taeyeon-, dan Appanya –Byun Donghae- lima tahun yang lalu sebelum Appanya meninggal. Dan foto kedua adalah foto dirinya, Eommanya dan Kris sekitar dua tahun lalu di rumah sakit sebelum ibunya menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit yang sangat mematikan.
Kris tidak pernah mau dan tidak setuju atas usul almarhum istrinya –Kim Taeyeon- untuk mengubah marga Baekhyun. Karena bagaimanapun juga Kris merasa Baekhyun adalah anak sahabatnya, dan dia tidak berhak untuk mengubahnya.
Appanya sudah berubah sejak setahun yang lalu. Tidak seperti dulu yang menyayanginya dan menganggap Baekhyun adalah perinya.
.
Pemuda itu hanya mengetuk-ngetuk ujung pensilnya ke meja. Sungguh dia sangat bosan dengan pelajaran sejarah yang dibawakan oleh Kim Junmyeon saem. Rasanya pemuda itu ingin sekali kabur ke tempat biasanya.
DUGG…
"Park Chanyeol! Keluar dari kelas saya sekarang!" Teriak guru tampan –menurut para siswi di sekolah tersebut- ke arah Chanyeol setelah melemparkan penghapus papan tulis.
"Maafkan saya pak." Balas Chanyeol lalu pergi meninggalkan kelasnya sambil meringis kesakitan.
Entah mengapa Chanyeol tidak –jadi- tertarik pergi ke tempat 'langganannya' itu. Mungkin setidaknya ia bisa mengelilingi sekolah ini.
Secara dramatis Chanyeol menolehkan wajahnya ke arah depan kelas 3-1, kelas temannya Kim Jongin. Dia heran mengapa anak badung yang satu itu belum 'dikeluarkan' oleh guru yang ada di dalam kelas itu.
"Mungkin dia sedang sehat hari ini." Pikir Chanyeol. Lalu memulai ancang-ancang untuk meninggalkan tempatnya. Tetapi…
"Pffttt… Kukira kau sedang giat hari ini Kim Jongin." Ejek Chanyeol saat melihat teman seperjuangannya itu keluar dengan abu bekas penghapus papan tulis yang terlukis indah di wajah tampannya.
"Tadinya." Balas Jongin malas. Dia merutukki Zhang Yixing saem karena belum juga menikah dengan Kim saem.
"Kau sudah hitam, makin hitam saja Kim Jongin." Ejek Chanyeol yang mengundang decakkan dari Jongin.
"Aku merutukki musim dingin yang membuat kedua guru tersebut belum menikah hingga detik ini." Umpat Jongin.
"Oh ayolah nikmati saja masa hukumanmu itu." Balas Chanyeol lalu tertawa nista setelahnya.
"Padahal perut Zhang saem makin membuncit saja. Aakhh cepat lah keluar adik bayiii…" Ucap Jongin sambil mengacak-acak rambutnya. Sedangkan Chanyeol hanya terkekeh pelan.
"Ayo ke atas." Ajak Chanyeol yang dibalas anggukkan oleh Jongin.
.
Disinilah surga bagi Kim Jongin dan Park Chanyeol. Tempat paling aman, tentram, nyaaman, sunyi, dan yang pasti tidak ada omelan dan kebisingan atau pikiran untuk memecahkan soal yang merusak pendengaran otak bahkan bathin?.
"I'm Home aaaaa…." Teriak Kai seperti anak kecil yang tak tahu umur dan berputar-putar sepeti ballerina.
"Yak! Jangan bertingkah menjijikan seperti itu Kim Jongin!" Teriak Chanyeol geli melihat tingkah laku temannya itu.
"Kenapa?" Tanya Jongin lalu mengerucutkan bibirnya.
"Sekali lagi bertingkah seperti itu akan kupastikan kau pulang tanpa kepala." Jawab Chanyeol sambil mencengkram kerah Jongin kasar.
"Yo yo yo calm down dude, bagaimana jika ada gay yang menyukaimu nanti, kasihan sekali dia." Balas Jongin lalu melepas cengkraman Chanyeol kasar.
"Kau kira aku gay? Aku masih menyukai wanita kau tahu." Jawab Chanyeol lalu berbaring dengan lengan sebagai tumpuannya.
"Atau jangan-jangan kau…"
"Yak! Aku bukan gay. Bisa saja kau menjadi gay karena kau hanya meniduri wanita, tidak pernah mencintai mereka setulus hatimu kan?" Potong Jongin panjang lebar lalu beralih ke bola basket di tengah lapangan itu.
Ya, sekolah mereka memiliki lapangan yang terdapat d lantai paling atas atau bisa disebut dengan atap. Jarang sekali terdapat yeoja disana, karena kalian tahu, terlalu lama di atas atap bisa membuat kulit terbakar. Jongin contohnya, dia adalah salah satu contoh hidup siswa yang kulitnya terbakar matahari akibat terlalu sering bolos dan bermain basket di lapangan ini. Beda halnya dengan Chanyeol, walaupun dia tidak beda jauh dengan Jongin, kulitnya masih saja tetap mulus. Entah setiap malam ia mandi susu atau tidak hanya tuhan dan Chanyeol lah yang tahu.
"Hiks…" Terdengar suara isakkan yang membuat Jongin menghentikan permainannya.
"C-Chan…"
"Kai aku lapar, jika kau ingin menemuiku telpon aku segera, aku ingin ke kelas." Potong Chanyeol lalu pergi meninggalkan Jongin –yang nama kerennya adalah Kai- sendirian.
"Hhahh mungkin hanya imajinasiku saja." Gumam Jongin lalu melempar bola basketnya ke ring.
DUGG…
DUGG…
"HIKS…"
DEGG…
Joongin mendengar suara itu lagi, dia sendiriankan disini? Tidak ada siapa-siapa disini. Chanyeol sudah pergi, dan tadi mereka datang berdua. Artinya Jongin tinggal sendiri bukan?
"Abcdefghij…"
"Eomma…"
Oke kali ini Jongin harus mengecek lapangan ini. Jaga-jaga saja mana tau dia menemukan yeoja cantik. Jongin pun mengitari lapangan basket dari ujung ke ujung. Dan betapa kagetnya dia saat melihat gudang tersebut terbuka.
"Uwah, apakah ada orang disini?" Tanya Jongin lalu memasuki ruangan itu. Tidak ada yang istimewa dari bangunan itu, hanya terdapat barang-barang bekas dan pintu yang terbuka.
Tunggu…
"Pintunya terbuka?" Gumam Jongin lalu dengan hati yang mantap diapun berjalan ke arah pintu tersebut.
BINGGO...
DOUBLE BINGGO FOR KIM Jongin...
Jongin terkejut karena melihat seorang gadis yang sedang berdiri diatas pembatas. Seperti ingin melakukan aksi bunuh diri.
"Hiks… Eomma mianhae…" Ucap gadis itu lalu membungkukkan badannya agar bisa terjun bebas disana.
Grepp…
Jongin melingkarkan tangan kekarnya di di perut gadis itu lalu menariknya hingga posisi mereka menjadi Jongin dibawah dan gadis tersebut diatas dan membelakangi Jongin.
Hening beberapa saat hingga suara tangisan dari gadis itu memecahkan keheningannya.
"Hei jika kau tidak menginginkan nyawamu lebih baik untukku saja." Celetuk Kai untuk mencairkan keadaan *mulai dari sini author manggilnya Kai kalau dalam dialog*
"Kau tidak tahu masalahku jadi lebih baik diam saja." Balas gadis itu
Braakk…
Terdengar suara pintu terbanting.
"Mungkin angin." Celetuk Jongin pelan.
"Ehm nona bisa kah kau berdiri?" Lanjut Jongin yang membuat gadis tersebut berdiri dengan canggung.
"Ehm lain kali jika ingin bunuh diri jangan dikawasan ini, karena kau tak akan bisa." Ucap Jongin sambil berusaha untuk berdiri mengingat posisi mereka yang seperti ini.
"Kenapa?" Tanya gadis itu pelan. Sangat pelan. Lebih tepatnya terisak. Mungkin akibat tangisan tadi.
"Karena aku adalah juru kunci di tempat ini kau tahu, jadi percuma saja jika kau ingin bunuh diri karena aku ada di sini dan kau akan selalu kuselamatkan." Jawab Kai. Sedikit menggoda emang, tapi benar juga.
"Ehm baiklah aku akan ke kelas terlebih dahulu." Balas gadis itu lalu pergi kearah pintu.
Jongin pun berdiri dan membereskan pakainannya, rambutnya, dan celananya. Jika para fans Jongin tau tentang hal ini maka bisa dipastikan indra pendengaran Jongin akan rusak.
Gadis itu berbalik ke arah Jongin dan tidak sengaja melihat Jongin yang sedang meresletingkan celana seragamnya. Oh ayolah gadis itu 100% merah kali ini.
"Terimakasih ehm…" Ucap Gadis itu sambil menundukkan kepalanya. Ia merasa bodoh karena tidak mengetahui nama teman sekelasnya itu.
"Kim Jongin kau bisa memanggilkku Kai kau lupa Byun Baekhyun?" Jawab Jongin sambil terkekeh.
"Maafkan aku, kita hanya tidak terlalu dekat." Jawab Baekhyun lalu menunjukkan muka merahnya ke Jongin. Ingin sekali Jongin cubit pipi merah itu.
"Baiklah mulai dari sekarang kita dekat saja." Balas Jongin santai. Dan tidak memperhatikan muka Baekhyun yang sudah seperti bakpau rebus itu.
"Baiklah permisi." Ucap Baekhyun terburu-buru hari ini ia harus menyelamatkan wajahnya terlebih dahulu. Akan memalukan jika dia menjadi 'merah' disaat yang tidak tepat ini.
Jantungnya beradu dengan cepat, seperti terdapat sirkuit dalam jantungnya. Apakah dia menyukai Jongin? Tapi cepat sekali. Bukan karena dia tidak sengaja melihat Jongin membenarkan resletting celanannya bukan itu. Yang jelas Baekhyun sudah menyingkirkan nama Oh Sehun dalam hatinya.
Tapi berapa lama dia bisa menyukai seorang Kim Jongin?
GRUMPYAAANNGGG…
Terdengar suara kaleng jatuh didalam gudang itu. Dan sepertinya Baekhyun tidak mempedulikannya sama sekali.
.
GREPPP…
"Mpphhhh…"
"Diam jika kau ingin aku lepaskan." Ucap seorang namja bersuara bass yang tidak bisa Baekhyun lihat wajahnya dengan jelas.
Tap… Tap… Tap…
Jonginpun keluar dari gudang tersebut dan menutup pintu gudang tersebut. Setelah aman penculik –menurut Baekhyun- itupun melonggarkan sapu tangannya dan Baekhyun menghirup oksigen se rakus-rakusnya.
"Apa yang dia lakukan?" Tanya pria itu dengan suara bass nya dan mata yang seolah ingin menusuk mata Baekhyun walaupun Baekhyun tidak bisa melihatnya.
"Me-menyelamatkanku." Jawab Baekhyun tergagap. Bagaimana tidak posisi mereka sangat berdekatan jika saja ada kucing atau binatang lain yang membuat salah satu dari mereka terkejut, mungkin mereka bisa berciuman sekarang.
"Siapa namamu?" Tanya suara bass itu lagi.
"Baekhyun, Byun Baekhyun." Jawab Baekhyun yang samar-samar melihat kilatan seringaian menghiasi wajah namja asing itu.
Baekhyun bisa merasakan sapuan nafas dari namja tersebut membuat jantung Baekhun deg-degan. Tapi entah mengapa Baekhyun tidak bisa melihat dengan jelas wajah namja didepannya karena tidak disinari cahaya. Hanya terlihat bibir dan dagunya saja. Ditambah lagi dengan postur tubuh tingginya yang menjulang
Hening beberapa saat. Hanya terdengar suara nafas mereka yang saling beradu. Keringat sudah membasahi wajah Baekhyun. Dan membuat namja didepannya itu lapar karena tidak sengaja melihat tetesan keringat itu melewati lekuk bibir merah Baekhyun dan dijilat oleh Baekhyun karena merasa bibirnya kering.
Dengan secepat kilat namja itu meraup bibir Baekhyun habis-habisan dan membuat si empunya terkejut dan merasa lemas seketika. Namja itu menaruh tangannya di tengkuk Baekhyun untuk memperdalam ciuman mereka. Suhu panas yang mendukung membuat aksi mereka sangat pas.
"Eunghh shhtophh mphhh…" Baekhyun melenguh. Ia ingin menyudahinya. Tapi namja tersebut malah mengambil kesempatan itu untuk mengabsen setiap gigi Baekhyun Nafasnya tak beraturan. Namja ini bermain dengan sangat pro.
Setelah itu tangan namja yang nakal itu meraih buah dada Baekhyun yang membuat si empunya terlonjak . Walaupun mereka baru menginjak kelas Sembilan. Entah mengapa dada Baekhyun sudah sempurna di genggaman namja itu. Atau memang dada itu di ciptakan untuk namja itu?
Baekhyun menangis. Bagaimana bisa orang asing ini mencuri first kissnya dan memegang-megang aset pribadinya tanpa izin. Dan juga ciuman yang tak berhenti ini. Bibir mereka seperti terekat oleh lem kayu.
Baekhyun memukul-mukul lengannya agar menjauh dari dadanya. Tapi semakin dipukul semakin diremas oleh namja itu dan membuat Bakhyun lemas olehnya.
Baekhyun tidak kuat dengan ini semua. Jujur saja ini memabukkan. Mengingat pertama kalinya ada seseorang yang ingin menciumnya.
Wangi maskulin pria didepannya menyeruak beriringan dengan keringatnya yang membasahi sekitar perpotongan leher pria itu. Bisa dilihat betapa maskulinnya pria itu saat ini.
Baekhyun menjambak-jambak rambut namja itu saat namja itu memegang pantat Bekhun dan ingin membuka underware Baekhyun. Tetapi dengan sekuat tenaga Baekhyun mempertahankan aset terakhirnya sebelum di ambil semua oleh namja asing yang sama sekali tidak dikenalnya.
20 menit sudah mereka berciuman dan dapat ilham dari mana namja itu menghentikan permainannya. Baekhyun terduduk lemas matanya berair mengeluarkan kristal yang membasahi matanya. Ia terisak, tak berani menangis meraung-raung. Ia ketakutan, sangat takut.
Namja itu pergi meninggalkannya sendirian. Sebelum pergi, Baekhyun melihat siluet nametag yang dikenakan namja asing itu.
"Nghh… Phark Park?" Gumam Baekhyun lalu tertidur pulas di gudang itu.
.
Chanyeol pergi ke lokernya untuk mengambil baju cadangannya karena aktivitasnya tadi digudang. Sungguh, kenapa dia baru menemukan gadis spesial itu sekarang?! Menemukannya saat hari kelulusan tinggal 30 hari lagi?! Sungguh disayangkan jika Chanyeol bukanlah orang pertama yang me'makan' bibir manis gadis tadi.
TENGG… TENGG…
Chanyeol pun melangkahkan kakinya ke kantin untuk bertemu sahabatnya. Sungguh ia harus berterimakasih kepada Jongin atas peran 'perantaranya' yang tak disengaja itu.
"Kemana saja kau Chan?" Tanya Jongin lalu melahap burgernya.
"Gudang." Jawab Chanyeol singkat lalu meminum jus jeruknya.
Brakk…
Jongin memukul tangannya diatas meja . sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.
"Siapa lagi dia?" Tanya Jongin mengintimidaasi daan memperhatikan temannya dari bawaah hingga atas. Dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi.
"Bukan siapa-siapa" Jawab Chanyeol singkat.
"Ck, siapapun dia aku sangat kasihan dengannya." Balas Jongin prihatin lalu melanjutkan acara makannya.
.
Baekhyun membuka matanya lalu mengerjapkannya berulang kali. Seingatnya dia berada di gudang. Dan sejak kapan gudang berwarna putih dan banyak obat-obatan disini?
"Ruang kesehatan." Monolog Baekhyun lalu memejamkan matanya kembali.
"Sudah membaik Baekkie?" Tanya Dokter Park Sandara dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Lumayan." Jawab Baekhyun lalu tersenyum.
"Ngomong-ngomong, siapa yang membawaku kesini?" Tanya Baekhyun penasaran. Tidak mungkin kan jika dia berjalan sendirian.
"Kyungsoo dan temannya Sehun." Jawab Dokter Park lalu kembali membaca kertas-kertas dihadapannya.
Deggg… Sehun?
"Sekarang mereka sudah dikelas mereka, kulihat Kyungsoo sangat perhatian denganmu, kalian seperti kakak adik saja." Celetuk Dokter Park lalu terkekeh.
"Haha iya." Tawa garing Baekhyun. Belum banyak, bahkan tidak ada yang tahu hubungann Kyungsoo dan Baekhyun setahun ini.
"Baiklah karena ini sudah jam pulang, kau boleh pulang, dan sepertinya di gudang itu banyak semut ya bibirmu sampai bengkak." Ucap Dokter Park. Baekhyun menyentuh bibirnya. Benar saja sakit sekali saat disentuh lalu melihat darah di tangannya.
"Dan kenapa bisa sampai berdarah Baekkie?" Tanya Dokter Park lagi.
"Kemarin aku berlatih judo dan lawanku sangat hebat." Jawab Baekhyun asal. Oh maksudmu si namja misterius itu?
"Baiklah istirahatlah dirumah, dan sepertinya kau harus mengobati luka di bibirmu itu." Pesan dokter Park lalu pergi meninggalkan Baekhyun sendirian.
"Sialan namja itu, dia kira bibirku ini lollipop apa?" Umpat Baekhyun lalu meringis setelahnya saat merasakan sengatan perih akibat bibirnya yang terluka itu.
.
Baekhyun berjalan melewati lorong sekolahnya dan bertemu seseorang dengan postur tubuh yang tinggi. Mengingatkannya dengan seseorang, tetapi dia lupa.
Mereka berbungkuk satu sama lain dengan canggung dan setelah itu Baekhyun kembali meringis.
"Aw…. Shhh." Ringis Baekhyun yang membuat namja didepannya mau tak mau melihat keadaan Baekhyun saat ini.
"Kau tak apa?" Tanya namja itu sambil menahan berat tubuh Baekhyun.
"Tidak apa-apa, bibirku hanya perih itu saja." Jawab Baekhyun lalu kembali meringis.
"Begitukah?" Tanya namja itu lagi.
"Iya…" Jawab Baekhyun singkat.
"Ehm, namaku Chanyeol." Ucap Chanyeol memperkenalkan diri.
"Namaku Baekhyun." Balas Baekhyun.
"Ya Byun Baekhyun aku tahu."
"Apa?"
"Iya aku tahu namamu kau anggota paduan suara kan? Aku pemain gitarnya jika ingin tahu." Ucap Chanyeol.
"Maaf."
"Tak apa." Balas Chanyeol lalu menyeringai.
"Kurasa lawanmu sangat hebat ." Ucap Chanyeol saat melihat bibir Baekhyun yang berdarah.
"Si-siapa?" Tanya Baekhyun bingung. Siapa laki-laki ini?
"Lawan judomu. Kau mengikuti beladiri judo bukan?" Tanya Chanyeol memastikan.
"Ah iya, kau tahu dari mana." Tanya Baekhyun penasaran.
"Aku tidak sengaja lewat depan ruang kesehatan tadi. Baiklah aku harus pergi, senang berkenalan denganmu." Jawab Chanyeol lalu mengusap kepala Baekhyun sayang.
DEG...DEG…DEG…
.
Baekhyun kembali ke kelasnya dengan kilat jantungnya berdebar dengan cepat. Hei bukannya dia meyukai Kim Jongin sekarang?
"Hei ByunBaek ingin pulang bersama? Rumah kita 'kan berdekatan." Ajak Jongin dan langsung diberi anggukkan oleh Baekhyun.
Diperjalanan Baekhyun dan Jongin membicarakan hal yang random mulai dari makanan kebiasaan hingga pakaian dalam apa yang mereka kenakan. Sungguh abnormal.
"Baek, bibirmu kenapa?" Tanya Jongin saat melihat setetes darah di sudut bibir Baekhyun.
"Aku melawan lawan judoku yang sangat hebat kemarin." Jawab Baekhyun berbohong. Oh ayolah kenapa harus membawa kata-kata 'hebat' disini? Apakah Baekhyun mengakuinya bahwa 'lawan maiinya' saat digudang tadi memang hebat?
"Kenapa kau berbohong?" Tanya Jongin datar. Dan Baekhyun pun linglung menjawabnya.
"A-aku. Aku duluan ya ini rumah ku bye Kai." Jawab Baekhyun lalu langsung masuk kerumahnya.
Baekhyun sangat terburu-buru dan dengan tidak sengaja menabrak adiknya. Kyungsoo.
"Aah ah maafkan aku Kyungsoo." Ucap Baekhyun lalu masuk kedalam rumahnya sambil memegang kepalnya yang sedang pening itu.
"Kau adik Baekhyun?" Tanya Jongin terkejut saat melihat Kyungsoo.
"Ah Annyeonghaseo Jongin sunbaenim. Iya Baekhyun Sunbae ka-kak-ku." Jawab Kyungsoo terbata di kalimat akhir.
"Ah permisi." Lanjut Kyungsoo membungkuk lalu meninggalkan Jongin di luar.
"Menarik." Gumam Jongin.
Jongin pun mengambil sebuah benda persegi panjang dan langsung mendialkannya ke seseorang.
"Chan tempat biasa satu jam lagi. –PIIPP-" Ucap Jongin dan langsung memutuskan teleponnya dengan Chanyeol.
.
TBC
-Jangan tabok saya karena lebih banyak KaiBaek disini daripada ChanBaek.
-Untuk adegan ciuman saya masih amatiran jadi mohon maaf atas kekurangannya.
-Terimakasih yang udah mau review, fav, follow, silent reader muach muach muach ailapyah
-Sowrehh fo da taypo
-Last word
-Seview Juseyoo~~~
