Chanyeol terus saja mengumpat karena sesorang yang mengganggu aktivitas bermesraannya dengan Soojung. Dengan malas dia melangkahkan kakinya ke dalam bar tersebut. Bar langganan Jongin dan Chanyeol si anak badung.
"Yak Kai."
"Berapa lama kau ciuman dengan Baekhyun?" Potong Jongin tanpa melihat ke arah Chanyeol sama sekali.
"Apa masud-"
"Kau tahu, nafsumu memang tidak bisa dikendalikan." Potong Jongin lagi lalu meneguk winenya.
Ya, kalian jangan pernah melupakan bahwa. Kai dan Chanyeol adalah teman sedari kecil. Tentu saja Kai mengetahui segala sesuatu tentang Chanyeol.
"Kau seperti tidak tahu siapa aku saja Kai." Balas Chanyeol mencoba membela diri. Membela diri dalam hal yang buruk. Cih.
"Jung Soojung, Choi Jinri, Im Yoona Sunbaenim, Luhan Sunbaenim pacarnya Oh Sehun, Miss Tiffany Hwang yang sudah berhenti mengajar karena sudah menikah dengan Mister Nickhun,…" Jongin menyebutkan sederet mantan 'partner' Chanyeol panjang lebar.
"Kim Kibum Sunbaenim, Kim Ryewook Sunbaenim,…" Chanyeol hanya menguap saat Jongin terus saja menyebutkan mantan-mantanya. Hell yeah Chanyeol saja lupa.
"Im Jin A. Hell yeah kau berpartner dengan seorang yeoja 30an yang sudah menikah?!" Tanya Jongin tidak santai.
"Yak! Aku hanya bercumbu dengannya." Jawab Chanyeol yang diiringi tinjuan di kepala Jongin.
"Ada yang belum kusebut?" Tanya Jongin lagi.
"Apa kau petugas sensus penduduk?" Tanya Chanyeol balik yang mulai gerah.
"Bahkan kau masih kelas 9?" Balas Jongin tak percaya.
"Umurku 16 tahun saat ini Kim Kai." Jawab Chanyeol yang terus saja membela diri.
"Aku tahu kau ingin membalas dendam atas cinta pertamamu yang pergi ke Amerika secara tiba-tiba itu, tapi tak bisa kah kau memikirkan si polos itu?" Tanya Jongin. Memang dari dulu Jongin selalu memperhatikan si 'polos' milik Chanyeol.
"Jika aku membocorkannya ke anak polos itu bagaimana?" Lanjut jongin. Suasana sudah mulai seperti perdebatan pemilihan calon presiden.
"Jungkook-ah berikan aku 1 botol wine lagi." Pinta Chanyeol yang diselingi kedipan yang membuat Jungkook melemas. Kedipan Chanyeol beda memang.
Chanyeol berusaha tidak mendengar ocehan sahabatnya itu. Entah mengapa sahabat karibnya bisa menjadi motivator dadakkan seperti ini.
Setelah diberi 1 botol wine oleh Jungkook. Chanyeol pun menuangkan wine itu ke gelasnya.
"Kau mau Kim Jongin?" Tanya Chanyeol yang ingin memberikan wine itu ke gelas Jongin.
"Kau tahu, Do Kyungsoo dan Baekhyun satu rumah?" Tanya Jongin malas.
Entah kenapa gelas wine yang sudah penuh itu tumpah ke celana Jongin yang membuat si empunya meninju kepala Chanyeol seketika.
"Yak! Apa yang kaulakukan dengan celanaku bodoh!" Teriak Jongin tak santai.
"Apa kau bilang?" Tanya Chanyeol tak percaya. 'Bagaimana bisa' Bathin Chanyeol.
Jongin pun berdiri dari tempat duduknya dan meneguk winenya. Sebenarnya Jongin merasa bersalah untuk meminum minuman ini diusia dini. Tapi Chanyeol selalu memaksanya dan membuat Jongin hanya pasrah.
"Tak ada pengulangan Park Chanyeol." Jawab Jongin singkat.
"Jungkook-ah Chanyeol yang membayar semuanya. Chanyeol ingat perjanjian kita, jika yang terakhir berdiri. Dia yang membayar." Pesan Jongin sebelum pergi dan akhirnya dia benar pergi dari tempatnya.
.
Baekhyun merasa bosan dengan kamarnya. Tidak ada yang asik untuk dibaca atau dimainkan. Baekhyun pun membuka pintu kamarnya dan berjalan ke lantai bawah untuk ke ruang tengah. Sudah lama sekali dia tidak menonton acara yang ada di televisi .
Baekhyun melihat Kyungsoo yang sedang duduk diatas sofa itu. Dengan malas ia ingin kembali ke atas, tetapi…
"Annyeonghaseyo Baekhyun Sunbaenim." Ucap Kyungsoo dengan mata tetap memandang televisi. Membuat Baekhyun terkejut dan salah tingkah.
"N-ne annyeonghaseyo." Ucap Baekhyun salah tingkah.
Di sekolah mereka bertingkah seperti orang asing saja. Di rumah pun mereka masih canggung. Padahal mereka sudah tinggal dirumah selama satu tahun. Ya tapi dari Kris dan Nana sendiri tidak pernah berusaha mendekatkan mereka berdua.
"Apakah didalam sana sangat membosankan?" Tanya Kyungsoo dengan posisinya yang tidak berubah.
"Ya." Jawab Baekhyun singkat.
"Shhh ahhhh fassterrhhh…" Baekhyun menajamkan pendengarannya. Apakah dia tidak salah mendengar? Darimana asal suara itu.
Baekhyun melihat ekspresi wajah Kyungsoo. Tetap datar, masih datar. Atau karena terlalu lama berteman dengan Oh Sehun Kyungsoo menjadi seperti ini?
"Kyungsoo?" Panggil Baekhyun.
"Iya?" Tanya Kyungsoo yang masih mempertahankan ekspresinnya itu.
"Kau tahu-"
"Ya, aku tahu." Potong Kyungsoo cepat.
"O-oh tidak bisa kah kita melaporkannya ke Appa?" Tanya Baekhyun lagi. Baekhyun geram kepada Appanya itu yang salah mencari manusia untuk menjadi ibunya.
"Tunggu saja Ahjusshi sendiri yang menangkapnya." Jawab Kyungsoo santai lalu mulai mengganti saluran acara di televisi itu.
"A-apa?" Tanya Baekhyun tak percaya.
"Jangan sampai Ahjusshi tamat di tangan penyihir itu." Jawab Kyungsoo.
"Apa? Tamat? Penyihir?" Tanya Baekhyun heran. Apa yang dibicarakan oleh Kyungsoo?
"Yang penting jangan sampai kita mengadu. Cukup Ahjusshi yang mengetahuinya secara langsung." Jelas Kyungsoo yang membuat Baekhyun bingung setengah mati.
Kyungsoo berdiri dari tempatnya dan segera pergi dari tempat itu. Dia merasa takut untuk memberi tahu sesuatu yang sangat ingin dia keluarkan. Tetapi siapa Baekhyun untuk dirinya? Baekhyun sendiri saja sudah membenci Kyungsoo setengah mati.
Baekhyun mengamati acara di televisi itu. Sepertinya itu adalah acara humor. Pelawak tersebut melucu dengan unsur seks yang membuat penontonnya tertawa.
"Pas sekali." Gumam Baekhyun lalu tersenyum miring saat mendengar suara desahan tersebut makin menjadi-jadi saja.
Cklek…
Pintu kamar Appa-nya terbuka, memperlihatkan seorang lelaki jangkung yang imut dan ibu tirinya, Nana. Sementara Baekhyun hanya memutar bola matanya malas.
"Terimakasih atas kerjasama yang tuan Park –Minwoo- sarankan. Akan saya beritahu suami saya nanti." Ucap Nana kepada tuan Park lalu mereka berjabat tangan. Baekhyun terus saja menajamkan indera pendengarannya.
"Sama-sama nyonya Wu." Balas Minwoo lalu menarik tangannya.
'Hell yeah Nyonya Wu? Aku dan Kyungsoo saja belum berganti marga.' Umpat Baekhyun dalam hati.
"Senang berkerja sama dengan anda." Lanjut Minwoo yang membuat Baekhyun mengeluarkan ekspresi ingin muntah tertahan.
'Kerjasama antar sex, ya begitulah.' Bathin Baekhyun jengkel. Hebat sekali yeoja ini memperbudak Appanya.
"Saya permisi terlebih dahulu." Ucap Minwoo lalu diselingin kecupan di tangan Nana. Mereka –Minwoo+Nana- berpikir bahwa Baekhyun tidak melihatnya. Tapi siapa suruh Nana menikah dengan duda yang mempunyai anak tiri dengan tingkat pendengarannya yang tajam.
Minwoo pun keluar dari rumah itu. Nana yang berdiri di depan pintu akhirnya menyusul Baekhyun di ruang tengah. Nana tiba-tiba duduk disamping Baekhyun yang membuat Baekhyun terlonjak seketika.
"Kukira kau Kyungsoo." Ucap Nana basa-basi untuk memulai percakapan.
"Tidak biasanya kau kebawah dan menonton." Lanjut Nana yang membuat Baekhyun terpaksa melihat Nana dari sudut ekor matanya.
"Ah iya, aku harus mempersiapkan diriku untuk memasuki sekolah menengah atas." Jawab Baekhyun dengan anggukkan berulang kali yang membuat dirinya sangat imut.
"Kita belum pernah berbicara sejauh ini bukan?" Tanya Nana lagi. Baekhyun tidak tahu apakah ini Nana si jalang atau Nana si muka dua? Entahlah.
"Y-ya itu karena kau dan Appa selalu berdua di kamar." Jawab Baekhyun dan mulai mengganti saluran televisinya lagi.
"Hmm… Benarkah?" Tanya Nana sambil menyunggingkan senyum elegannya. Oh tentu saja Nana itu cantik siapapun bisa terpesona oleh kecantikkannya, tidak heran banyak yang menyukainya. Coba saja sifatnya baik.
Ting…Tong…
Suara bunyi bel yang mengagetkan kedua insan yang sedang berbicara itu.
"Aku pu-lang." Kris terkejut saat melihat pemandangan langka antara Baekhyun dan istrinya yang tidak pernah dilihatnya selama ia menikah dengan Nana.
"Kalian sedang apa?" Tanya Kris dengan ekspresi tak percayanya yang membuat wajahnya begitu idiot. Demi apa Almarhum Ibu Baekhyun mencintai namja seperti ini?
"Berbicara." Jawab Nana lalu membuka ikatan dasi yang melilit leher suaminya itu.
"Benarkah?" Tanya Kris tak yakin lalu melihat Baekhyun dengan tatapan... Senang?
"Ya, untuk pertama kalinya." Jawab Nana lalu menggulung dasi tersebut di tangannya dan pergi ke dapur.
Baekhyun hanya berdiri tak tentu apa yang akan dia lakukan setelah ini. Kenapa sifat ibu tirinya sangat berbeda? Siapa yang bisa menjawab pertanyaan Baekhyun?
"Kyungsoo." Gumam Baekhyun pelan tetapi terdengar jelas di telinga Appanya.
"Ada apa dengan Kyungsoo Baekkie?" Tanya Kris lembut lalu membelai surai anaknya itu. Oh ayolah Baekhyun merindukan perlakuan Appanya seperti ini.
"Ah? Tidak." Jawab Baekhyun tergagap. Rasanya sedikit aneh diperlakukan seperti ini oleh Appanya setelah sekian lama.
"Appa senang kau sudah membuka hati untuk ibu barumu, walaupun ya bagaimanapun ibumu tetap Taeyeon." Ucap Kris yang langsung membuat Baekhyun membulatkan matanya.
Sementara disisi lain Nana tersenyum licik melihat kedua ayah dan anak itu
"Apa?" Tanya Baekhyun terlonjak saat mendengar penuturan Appanya.
"Makan malam sudah siap chagi, ayok makan." Ajak Nana yang sengaja memotong pembicaraan tersebut. Licik sekali memang.
"Kau ingin makan Baekhyun?" Tanya Nana ramah.
"Aahhherhhh…" Baekhyun bingung harus menjawab apa. Diapun salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tak gattal sama sekali. Akan sangat canggung jika tiba-tiba mereka makan bertiga.
"Tidak apa-apa, Pergilah." Ucap Nana lalu Baekhyun langsung berlari ke kamarnya.
"Setidaknya kau sudah berbincang chagi." Goda Kris lalu memegang pinggul Nana.
"Ya, setidaknya." Jawab Nana yang diselingi seringaian tak terlihat itu.
.
TAP…TAP…
Bekhyun menaikki anak tangga itu dengan cepat. Hanya satu orang yang mengetahui ini semua.
Baekhyun tiba di depan pintu kamar seorang anak perempuan lebih muda setahun darinya. Dengan mempersiapkan dirinya ia mengambil ancang-ancang untuk membuka pintu.
CKLEk…
Mata Baekhyun membulat seketika ketika melihat ke arah depannya.
"Masuklah Sunbae." Ajak Kyungsoo sopan yang dibalas anggukkan canggung dari Baekhyun.
Baekhyun memasuki kamar 'adik'nya itu. Terlihat buku-buku tebal berseraakkan dimana-mana. Tak lupa terdapat foto Kyungsoo bersama seorang namja tampan. Baekhyun mendekati foto itu. Di foto itu terlihat mereka berduaa sedang tertawa bahagia.
'Ternyata Kyungsoo jika tertawa imut juga.' Bathin Baekhyun.
"Itu Appaku." Ucap Kyungsoo membuka suara. Baekhyun membalikkan tubuhnya hingga mereka berdua berhadap-hadapan. Sementara Baekhyun hanya menjilati bibirnya gugup.
"A-ah kau tampan, ehm maksudku Appa mu tampan dan ibumu cantik. Pantas saja kau sangat cantik." Kata Baekhyun. Baekhyun tidak memperhatikan air muka Kyungsoo yang sudah berubah itu.
"Benarkah? Aku saja tidak pernah melihat wajah ibuku secara langsung." Balas Kyungsoo dengan senyum miringnya.
Deggg… Apa Baekhyun salah bicara kali ini?
"N-ne?" Pertanyaan bodoh yang diucapkan Baekhun kali ini.
"Jadi-"
"Ya dia bukan Eomma ku." Terang Kyungsoo yang membuat Baekhyun ternganga seketika.
.
Baekhyun berjalan menyusuri trotoar. Ia tak habis pikir bagaimana bisa ada yeoja selicik Nana terlahir di dunia ini.
"Sunbae jangan melamun terus." Ucap Kyungsoo yang membuyarkan lamunan Baekhyun.
"Ya! Bukankan sudah ku bilang. Panggil aku Baekhyun saja. Jangan dengan embel-embel Sunbae." Pinta Baekhyun lalu mengerucutkan bibirnya seketika
"Aku belum terbiasa hihihi." Balas Kyungsoo sambil memamerkan senyumnya yang menawan.
Ya, hubungan Baekhyun dan Kyungsoo sekarang sangat baik. Setelah semalaman mereka bernangis bersama-sama akibat yeoja yang sama.
-Flashback-
"Iya hiks, aku hiks, ibuku meninggal saat melahirkanku." Ucap Kyungsoo terbata-bata. Baekhyun hanya bisa menatap Kyungsoo dalam. Tidak sanggup untuk menyela cerita Kyungsoo sama sekali.
"Hiks, lalu saat ayahku bekerja Nana melamar untuk menjadi sekretarisnya hiks. Setelah 3 bulan lamanya akhirnya Appa menikah dengan Nana. Saat pertama kali aku senang karena aku akhirnya mempunyai ibu baru. Tapi kesenanganku lenyap saat melihat Nana sedang melakukan itu dengan temannya Hiks." Baekhyun mengusap-usap punggung kyungsoo yang terus bergetar itu. Tak disangka Kyungsoo mempunyai cerita seperti ini.
"Saat aku mengadu ke Appa, Appa marah besar dan ternyata Appa dibunuh oleh Nana dan mau tak mau aku harus ikut dengan Nana hiks." Lanjut Kyungsoo dengan isakkan yang yang tersendat-sendat arti dari betapa sedihnya kehidupan Kyungsoo selama ini.
"Keluarga besarmu kemana?" Tanya Baekhyun memberanikan diri.
"Appa menikah dengan gadis desa, tentu saja keluarga Appa tidak menyetujuinya." Jawab kyungso lalu mengusap air mata yang terus meleleh di permukaan pipinya.
"Hiks maafkan aku Sunbae, aku malah menangis disaat seperti ini." Ucap Kyungsoo. Setelah itu Kyungsoo terbelalak kaget saat melihat Baekhyun menangis dan memeluknya.
"Aku tak mau Appa seperti itu. Huwaaa…." Tangis Baekhyun memuncak saat Kyungsoo membalas pelukkannya. Mereka menangis bersama hingga langit terus menghitam dan akhirnya Baekhyun terlelap di kamar Kyungsoo.
.
Saat keduanya sedang asik berbincang tiba-tiba datanglah seorang namja jangkung yang menghentikkan gelak tawa mereka.
"Kyungie kau kemana saja?" Tanya namja tersebut dengan suara bassnya.
"Oppa? A-aku." Kyungsoo terlihat bingung untuk menjawab namja didepannya. Sementara Baekhyun hanya melihat mereka dengan santai saja.
"Kau tidak menghubungi dan menelponku selama 3 minggu. Kau kemana saja ha?" Tanya namja itu lagi.
Kyungsoo muak dengan namja dihadapannya ini. Dia harus mencari jalan agar terbebas dengan semua ini.
"Chanyeol Sunbaenim." Panggil Kyungsoo lalu mengadahkan kepalanya dengan namja yang diketahui bernama Chanyeol itu.
"Aku- aku minta kita putus." Lanjut Kyungsoo yang membuat Baekhyun membelalakkan matanya kaget. 'Mereka berpacaran?' Bathin Baekhyun.
"Cih dasar bocah ingusan. Baiklah kita putus dan jangan harap kau akan meminta berbalik denganku." Balas Chanyeol lalu meninggalkan mereka berdua.
"K-kau?" Gumam Baekhyun pelan yang dibalas senyuman oleh Kyungsoo.
"Apakah kau se primitive itu dan tidak mengetahui bahwa adikmu ini berpacaran dengan penguasa sekolah kkk." Jawab Kyungsoo dan terkekeh pelan.
"Kaja Baek." Titah Kyungsoo lalu diberi anggukkan oleh Baekhyun.
30 HARI KEMUDIAN.
Hari kelulusan adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para senior di sekolah Acreis International Junior High School itu. Baekhyun yang sedang bersiap-siap di bangku nya dan menunggu agar namanya disebutkan oleh si kepala sekolah itu.
"Baekhyun Wu from 3-1, please come forward." Ucap si kepala sekolah dan diiringi tepuk tangan oleh seluruh orangtua disana. Termasuk Kris dan Kyungsoo yang bertepuk tangan dan berdiri. Bagaimana dengan Nana? Oh dia sedang ke Prancis hari ini. Katanya dia ingin bertemu dengan teman lamanya. Iyakan saja.
"Good luck kid. I hope you'll always be number one in everything." Pesan si kepala sekolah kepada Baekhyun.
"Okay, I will." Balas Baekhyun dan memberikan senyuman tercerahnya. Lalu berlalu dari panggu terssebut.
"Chanyeol Park from 3-2, please come forward." Panggil si kepala sekolah lagi untuk murid berikutnya.
Baekhyun yang berfoto-foto ria dengan teman-temannya mengucapkan salam perpisahan dan sebagainya. Ia tak percaya jika hari kelulusan sekolah menengah pertamanya akan secepat ini. Terlalu banyak memori di sekolah ini. Cinta pertama Baekhyun, dan ciuman pertamanya?
Baekhyun masih penasaran dengan si 'pencuri dan penculik' nya itu. Salahkan tubuhnya yang pendek dan membuatnya tak bisa melihat namja itu dengan jelas.
Tanpa sadar Baekhyun melangkahkan kakinya kea tap sekolah. Entah setan apa yang membawanya kesana. Pintu gudang tampaknya terbuka. Haruskah ia kesana?
Ia memasuki ruangan itu dengan perlahan dan betapa terkejutnya saat ia melihat Jongin dan Kyungsoo yang sedang berciuman.
Sakit? Tentu. Baekhyun menyukai Jongin sejak kejadian waktu itu. Dan mengapa Kyungsoo bisa dekat dengan Jongin. Pertanyaan itu terus berulang-ulang di kepala Baekhyun. Tak sadar kakinya berjalan membawanya masuk kembali ke gudang ia merasa sangat sakit hari ini.
GREPPP…
"Mphhhhh phhhffhhhf…" Baekhyun di sekap lagi. Ia sangat mengingat kejadian ini. Ia merasa déjà vu sangat déjà vu. Ia takut yang menyekapnya adalah namja yang sama. I takut bahwa singa itu akan melahapnya tanpa sisa.
Cukup lama mereka diposisi itu.
Sampai akhirnya Kyungsoo dan Jongin masuk ke gudang itu. Membuat Baekhyun dan si namja misterius masuk ke dalam-dalam kardus bekas disana.
"Kau tahu Aku mencintaimu. Tapi aku tahu bahwa kau memiliki Chanyeol." Ucap Jongin lemah.
"Aku sudah putus Sunbae." Balas Kyungsoo denga wajah tertekuk. Sedangkan kedua manusia yang lain hanya melihati mereka.
"Ehmm benarkah?" sebaiknya aku meminta persetujuan dengan Chanyeol untuk mengambilmu." Goda Jongin yang membuat Kyungsoo malu.
"Apakah aku mainan?!" Bentak Kyungsoo yang membuat Jongin terkekeh.
"Ayolah Baekhyun sudah menunggu mu." Ajak Jongin dan mengalungkan lengannya di leher Kyungsoo.
Setelah kedua manusia itu pergi. Namja misterius itu melonggarkan sekapannya perlahan. Membuat Baekhyun menghirup udara sebebas-bebasnya. Namja itu merogoh saku rok yang dikenakan Baekhyun untuk mengambil sesuatu.
"Yak! Yak! Apa yang kau lakukan?" Tanya Baekhyun berisik.
"Sebutkan passwordnya sekarang." Desak namja itu yang membuat Baekhyun ketakutan.
Baekhyun akhirnya memberi tahu password ponselnya dan memberikannya dengan ragu-ragu.
'Apa mau namja ini?" Bathin Baekhyun dalam hati.
Namja itupun mengambil ponsel Baekhyun dengan paksa dan mengetik sesuatu lalu menghapus pesannya segera. Lalu melempar ponsel itu ke asal arah.
"Yak! Ponselku!" Teriak Baekhyun yang bisa memekakkan telinga.
"Kau tak perlu ponsel untuk kegiatan kita kali ini sayang." Balas Chanyeol yang mulai berjalan mendekati Baekhyun.
"Yak! Yak! Apa?" Tanya Baekhyun ketakutan. Dia terus saja berjalan mundur menghindari namja misterius didepannya ini.
Jackpot! Tak ada tempat untuk menghindari namja itu. Baekhyun sudah terkepung. Apa yang harus ia lakukan? Bukankah ia mengikuti kelas judo? Oh apakah kalian lupa bahwa namja didepan Baekhyun ini adalah lawan yang 'hebat'?
Sinar matahari dengan dramatisnya memberikan cahaya kepada wajah si namja misterius itu. Membuat Baekhyun terbelalak tak percaya. Jadi, jadi si pencuri itu…
"Chanmpfhhhhffff." Bibir Baekhyun di di'makan' habis oleh si singa ganas itu. Baekhyun tak bisa bernafaas, dia belum mengambil banyak oksigen. Oh jadi jika sudah banyak mengambil oksigen kau akan menikmatinya gitu?
Sementara si singa ganas itu –Chanyeol terus saja mengabsen melumat-lumat bibir merah manis si lawan mainnya. Sungguh disayangkan mengapa Chanyeol baru menemukan yang satu ini.
"Eungghh…" Baekhyun melenguh. Menandakan sudah saatnya lidah Chanyeol masuk kedalam ruang hampa itu. Chanyeol mengabsen semua gigi Baekhyun. Dan menukar-nukarkan salivanya dengan Baekhyun. Apakah itu menjijikkan? Tentu tidak! Itu sangat nikmat.
Chanyeol menggunakan tangan kanannya untuk memeluk pinggang Baekhyun, sementara tangan kirinya ia letakkan di tengkuk Baekhyun untuk memperdalam ciuman mereka.
15 menit mereka berada didalam posisi itu. Dan selama itu pula Baekhyun minta dilepaskan. Oksigennya menipis dan akhirnya Baekhyun menjambak-jambak rambut hitam Chanyeol untuk berhenti.
Tetapi bukannya berhenti. Chanyeol malah memindahkan bibirnya kearah leher Baekhyun. Menciumnya, menjilatnya dan menghisapnya. Sungguh apa yang dilakukan Chanyeol benar-benar bukan ciri khas anak kelas 9.
"Chanhhh…" Baekhyun melenguhkan nama Chanyeol yang membuat singa itu makin menjadi-jadi.
Setelah puas memberikan kissmark disana. Chanyeol pun mencium bibir Baekhyun lagi. Baekhyun sudah menangis. Ia menangis dalam diam dan hanya membiarkan Chanyeol yang menciumnya sekali lagi. Benar-benar tak punya hati Chanyeol ini.
Lalu Chanyeol melepas ciumannya dan menatap gadis yang ada didepannya. Baekhyun yang sedang memjamkan matanya dan lelehan airmata yang membasahi pipnya juga saliva yang menggenangi bibirnya. Membuat Baekhyun menjadi… Seksi?
Lalu setelah itu, Chanyeol membanting tubuh Baekhyun secara perlahan ke lantai yang membuat Baekhyun membuka matanya. Apa yang Chanyeol inginkan? Jangan Bilang…
"Chanyeol Kau mphhhfhfhhh…" Bibir itu dilumat lagi dan dihisap lagi. Lebih parah dari sebelumnya karena kali ini posisi Baekhyun yang dibawah dan Chanyeol yang diatas membuat aktivitas mereka menjadi hot.
Chanyeol menyudahi ciuman itu dan melihat wajah Baekhyun lagi.' Sangat disayangkan jika hari yang panjang ini tidak digunakan sebaik-baiknya.' Bathin Chanyeol dan entah apa artinya.
Chanyeol mengambil tali tambang yang ada didekatnya dan mengikat tangan Baekhyun keatas di tiang yang berada di atas kepala Baekhyun.
"Kenapa kau mengikatku?" Tanya Baekhyun disela isakkannya. Baekhyun takut. Sangat takut.
"Agar kau tidak mengganggu aktivitasku sayang." Jawab Chanyeol lalu mengikat kedua kaki Baekhyun juga.
"Kau bajingan Chanyeol!" Umpat Baekhyun lalu diberi elusan lembut dari Chanyeol di pipi Baekhyun.
"Aku juga mencintaimu." Chanyeol pun memakan bibir itu lagi. Hell yeah bagaimana bisa bibir ini masih saja manis dan nikmat untuk dilahap? Punya resep Baekhyun?
Tangan Chanyeol yang nakal pun membuka kancing seraagam yang mambalut tubuh mungil Baekhyun. Dan terlihatlah buah dada yang menjadi incarannya ini.
Dengan cepat ia meremas buah dada tersebut dan mencium bibir Baekhun lagi. Sedangkan Baekhyun? Ia terlalu lemas untuk memberontak. Energinya sudah habis karena dilahap oleh singa didepannya ini.
Saat bosan dengan bibir Baekhyun. Iapun membuka bra Baekhyun dengan susah payah Karen Baekhyun yang memberontak. Dan akhirnya Chanyeol menang… Ia membuka bra Baekhyun dengan paksa dan mengulum, mencium dan memberi kissmark di setiap senti tubuh bagian atas Baekhyun.
Aktivitas mereka dilakukan selama 1.5 jam dan akhirnya Baekhyun terlelap dengan posisi tubuh bagian atasnya terbuka dan kaki juga tangan yang masih terikat.
Chanyeol melihat karyanya yang terpampang jelas dihadapannya. Setidaknya saat bertemu nanti ia bisa mengenali Baekhyun dalam sekali lihat.
"Untuk yang itu akan ku urus nanti"Chanyeol tidak mengambil keperawanan Baekhyun karena ia ingin merasakannya nanti saat sudah menikah.
"Akan kupastikan kau akan menjadi pasanganku Baekhyun sshi." Ucap Chanyeol lalu membuka ikatan di tangannya dan dikakinya. Iapun tak lupa untuk memakaikan seragam Baekhyun kembali. Dan menaruh ponsel Baekhyun disampingnya.
"Sampai jumpa Byun Baekhyun." Ucap Chanyeol lalu meninggalkan Baekhyun digudang itu sendirian.
.
2 jam yang lalu.
"Baekhyun kemana Kyungsoo?" Tanya Kris khwatir karena tidak melihat anak perftamanya itu
"A-aku tak tahu." Jawab Kyungsoo sama khawatirnya. Sementara Jongin hanya melihat saja.
Cling… Terdengar suara pesan masuk dari ponsel Kyungsoo.
From: Baek Sunbae.
Subject: -
'Kyung Aku akan pulang telat, aku sedang dirumah temanku.'
"Kata Baek Sunbae ia akan pulang nanti dan dia lagi dirumah temannya." Ucap Kyungsoo saat melihat pesan masuk tersebut.
"Apakah Baekhyun mempunyai teman dekat?" Tanya Kris curiga karena selama ini Baekhyun tidak terlalu dengan teman-temannya. Walaupun Baekhyun bukan anak ansos.
"Ehm, aku tak tahu." Jawab Kyungsoo tak yakin. Lalu Jongin tak sengaja, melihat pesan yang ada di ponsel Kyungsoo.
"Apakah dia memanggilmu dengan sebutan Kyung?" Tanya Jongin penasaran.
"Ehm biasanya dia memanggilku dengan sebutan 'Kyungsoo', ehm kenapa Oppa?" Tanya Kyungsoo balik.
"Tidak apa-apa, berdoa saja Baekhyun selamat sampai rumah." Jawab Jongin dengan nada misterius.
END
Or
TBC?
