Cast : Oh Sehun & Xi Luhan
Genre : Romance & Drama
Rate : T
Warning : Typo, BL, Boy x Boy, YAOI, Author Newbie dan NO PLAGIAT! Mian kalo cerita pasaran.
Sequel of 'Let My Flower Speak'
Ichie Kurosaki present
You are My Garbera
Winter Season, Seoul
'Chest to chest
Nose to nose
Palm to palm
We were always just that close
Wrist to wrist
Toe to toe
Lips that felt just like the inside of a rose
So, how come when I reach out my finger
It feels like more than distance between us'
Udara dingin di rumah kaca. Hembusan angin yang membawa hawa beku membuat bibir membiru. Kaca-kaca berembun dan terasa kaku. Seorang namja cantik sedang bergelung memeluki namja lainnya.
Namja cantik itu tak menyadari bahwa namja tampan yang dia peluki bernama Oh Sehun itu sedang membeku. Tapi namja cantik itu dapat mendengar debaran sang Sehun yang sangat kencang. Luhan memang polos, namun bukan berarti dia bodoh.
Bunga Krisan merah yang berada di atas meja menguncup anggun. Luhan dan Sehun yang saling berpelukan di lantai pojokan saling menatap. Namun Luhan tak peduli pada wajah Sehun yang berubah tegang dan membuang mukanya.
"Memalukan!" gumam Sehun yang tak ingin Luhan melihat wajahnya yang merona. Dan mengerang kesal saat Luhan makin erat memeluknya. Luhan tak peduli. Bukannya tak menyadari.
"Ugh! Sehun! Kau berisik sekali!" Luhan yang duduk di sebelah Sehun kini naik ke pangkuan Sehun dan membenamkan wajahnya di bahu pemuda itu. Hembusan napasnya menerpa rahang tegas pemuda itu. Saat merasakan Sehun bergidik, saat itu juga dia terkikik.
"Ular kecil" bisik Sehun kesal. Luhan tertawa geli.
"Sehun, aku akan menanam bunga Krisan merah itu untukmu. Ah, aku lupa membeli bunga Misteltoe!" kata Luhan dan mengeluh. "Sial!"
"Untuk apa bunga Krisan merah, aku tak mati. Maaf, maksudku, kenapa Krisan? Ya, memang bukan Krisan hitam. Tapi, tetap saja-"
"Sehuna! Diamlah!" Luhan malah makin membenamkan wajahnya dan menyeringai saat Sehun menegang. "Krisan merah itu, aku menyatakan cinta padamu!"
"Benarkah!?" Sehun terkejut. Dia ingin menatap wajah Luhan dengan menggeser wajahnya namun Luhan malah menempeli Sehun. Sehingga Sehun yang tak seimbang malah jatuh telentang dan tangannya memeluk Luhan.
"Omona, Sehuna! Kau bodoh sekali atau bahagia sekali?" Luhan kembali menenggelamkan wajahnya di bahu Sehun. Pemuda tampan itu mengerang kesal.
"Mulutmu selalu pedas, ya?" sahut Sehun.
"Kau memang idiot" balas Luhan dan bangkit dengan menduduki Sehun. Dia kemudian menunduk untuk mengecup bibir Sehun sekilas. Pemuda tampan itu terkejut dan membeku. Tak lama kemudian wajahnya memerah. "Kau benar-benar namja pabo!"
Luhan menutup mulutnya dan matanya berkaca-kaca. Namun namja cantik itu tak dapat menahannya. Isakannya mencelos. "Lu-Luhan? Lulu hyung!? Kenapa menangis?"
"Aku tak bisa bodoh! Kau pikir apa lagi? Tentu saja karena pacaran dengan namja idiot sepertimu!"
Makian Luhan itu membuat Sehun ikut mendudukan dirinya. Dia terkejut dan terguncang sekarang. "Kau tak bisa berpacaran lagi denganku karena aku idiot? Begitu? Aku pikir hinaanmu hanya bercanda. Ternyata kau benar-benar menganggapku-hmph!"
Luhan mencium bibir Sehun dan menahan kepala pemuda itu agar tak melepaskan ciumannya. Ciuman penuh napsu itu berubah jadi ciuman lembut dan panas. Sehun membalas ciuman yang entah kenapa terasa berbeda. Dia mengerang saat sentuhan dari tangan lentik Luhan berada di belakang lehernya.
In this California king bed
We're ten thousand miles apart
I've been California wishing on these stars
For your heart for me
My California king
Sehun tak tahu kalau Luhan jago sekali berciuman. Bahkan Sehun saja tak mengerti bagaimana kemeja atasnya terbuka dan memperlihatkan bahunya yang terbaluti kaus putih. Ini salah menurutnya. Bukankah dia yang seorang Top?
Tapi Sehun tak bisa menolak saat ciuman Luhan menuruni bibirnya ke rahang tegasnya. Sehun merasa panas di tengah musin dingin saat ini. Lalu ciuman lembut itu tiba di lehernya dan menghisapnya, menggigitnya dan menjilatinya.
Sungguh, Sehun hanya dapat mengerang dan menahan rasanya. Luhan turun lagi ke bahu dan tulang belikatnya. Bagaimana Luhan melakukannya!? Namja cantik itu menghisap kencang tulang bahu itu, menggigitinya dan menjilatinya.
"Ahn, lulu hyung!" saat Sehun mengerang itulah Luhan berhenti dan memandangnya intens.
"Kau. Milikku!"
Sehun memangdangnya heran. "Memang?" Sehun tak pernah mengerti jalan pikiran Luhan.
Luhan menghentikan ciumannya dan mendorong Sehun kembali telentang di lantai yang dingin. Membuat pemuda tampan itu merasakan kulitnya bergelenyar. Namja cantik itu kembali menciumi Sehun sekaligus membuat kissmark sambil melepas kemejanya.
Eye to eye
Cheek to cheek
Side by side
You were sleeping next to me
Arm in arm
Dusk to dawn
With the curtains drawn
And a little last night on these sheets
So, how come when I reach out my fingers
It seems like more than distance between us
Sehun baru tahu kalau ternyata Luhan begitu agresif. Dia menikmatinya saja dan terkejut merasakan tetesan air menjatuhi tubuhnya. Okay! Ini sudah cukup! Batin Sehun. Dia dorong tubuh Luhan dan membalik posisi. Kini dia ada di atas tubuh Luhan.
"Katakan padaku! Ada apa denganmu?" tuntut Sehun dengan wajah sama meronanya dengan Luhan. Napasnya yang panas memburu berlawanan dengan suhu di sekitar mereka karena ini musim dingin.
"Aku menyesal, kau tahu?" tanya Luhan dengan air mata mengalir dan menatap Sehun penuh cinta yang mendalam. "Begitu cintanya sampai aku rela mati asal kau bahagia."
"Kau ternyata bodoh juga, ya?" dengus Sehun. "Aku tidak akan pernah bahagia jika kau mati, idiot!"
"Begitu cintanya sampai aku tidak sanggup bernapas jika berpisah denganmu," Luhan memeluk leher Sehun yang menunduk untuk mengusap pipinya.
"Benarkah? Kalau aku, begitu mencintaimu seperti kaulah udara untuk aku hirup," Sehun kecup leher Luhan yang mendongak menatap atap rumah kaca. Butiran air matanya tetap mengalir membuatnya sesak. Dan dia terisak mendengar pengakuan Sehun.
"Itu sama denganku! Dasar bego!"
"Ya, ya! Terserah!"
"Bagaimana jika kita harus berpisah, Sehuna? Apa kita akan mati? Bagaimana kita bisa bertahan?" pertanyaan ini membuat Sehun berhenti membuka kemeja Luhan yang telah terbuka setengah.
"Kita akan bertahan dengan cinta kita. Jika kita tetap saling mencintai. Tapi jika kau sudah tidak mencintaiku atau sebaliknya, yang tetap mencintai yang akan mati."
"Bagaimana jika kau berhenti mencintaiku? Aku yang akan mati!" air mata Luhan mengalir melewati lehernya dan lenyap ketika Sehun menjilatnya.
"Itu tidak mungkin. Kalau pun aku amnesia, aku akan tetap mencintaimu. Karena kau adalah udara untuk hidupku."
In this California king bed
We're ten thousand miles apart
I've been California wishing on these stars
For your heart for me
My California king
Keduanya kembali menghapuskan jarak yang ada. Waktu itu, para bunga-bunga di rumah kaca itu, butiran salju dan hawa dingin menjadi saksi pernyataan cinta keduanya.
"Aku mencintaimu, Sehuna" isak Luhan dan melepaskan kemeja Sehun.
"Aku sangat mencintaimu, Luhanni" Sehun kecup bahu Luhan dan memakaikan kembali pakaian pemuda cantik itu. Mata rusa Luhan menatap Sehun dengan terkejut.
"Kita harus melakukannya Sehun!" seru Luhan dengan mata melebar. Dia kembali membuka pakaian atasnya namun Sehun menahannya.
"Tidak Luhan! Aku tidak bisa!" tolak Sehun. Dia tahan Luhan yang ingin menelanjangi diri. "Kau dengar! Aku tidak mampu melakukannya!"
"Melakukan apa!? Kau? Apa kau berbohong soal mencintaiku? Bercinta saja kau tidak mau" Luhan mulai merasakan yang namanya terluka karena ditolak. Air matanya mengalir deras. "Oh, benar! Aku bodoh sekali".
"Tidak Luhan!" Sehun menangkup wajah putih Luhan. "Kalau aku pemuda brengsek. Aku pasti sudah melakukannya. Aku ingin, aku lebih ingin menjagamu dari pada menodaimu. Aku rela menunggu beberapa tahun lagi sampai kita bisa bersama selamanya" Sehun kecup bibir chery Luhan dan tersenyum lembut. Setelah itulah Luhan tertawa. Tawa bahagia dan memendam kepedihan membayangkan masa depan mereka.
'My love is make me protecting you, more than want to have you'.
ΩΩΩ
Just when I felt like giving up on us
You turned around and gave me one last touch
That made everything feel better
And even then my eyes got wetter
So confused wanna ask you if you love me
But I don't wanna seem so weak
Maybe I've been California dreaming
5 years later
London, England
Musim semi di kota London membuat hawa sekitar menjadi lebih hangat. Meskipun masih tergolong bersuhu dingin. Seorang namja berlari-lari berusaha mengejar waktu. Rambut coklat madunya tertiup angin memperlihatkan wajah cantiknya yang tak memudar. Bagai membeku meski sudah lima tahun berlalu.
Dia memasuki sebuah Caffe mewah dan segera mengganti seragamnya. Datanglah seorang namja berambut pirang diikuti namja tinggi dan tampan dengan kulit kecoklatannya. Namja itu mendengus melihat kedatangannya.
"Late again, Luhan?" tanya namja pirang yang bertubuh jangkung. Dia mengangkat alisnya kemudian dan bermaksud bertanya .
"Yes, you know, Kris" jawab Luhan kemudian berlalu untuk melanjutkan kerjanya.
"Luhan, you have job in the kitchen!" seru namja tampan tadi. Dan menyusul Luhan yang menghampiri kasir. "And once more!"
"What else, Kai?" Luhan menatap Kai dengan tatapan menilai. Namja itu mendengus.
"I know you more old than me. But it won't influence. You have a visitor. She looking for you for a few days. She said it was important."
Luhan mengernyitkan dahinya dan mengikuti Kai ke meja tamu yang berada di pinggir. Melihat seseorang yang sudah duduk di bangku itu, Luhan terkejut.
"Eomma! Annyeonghaseo, Eomma" Luhan menunduk kemudian Kibum memeluknya.
"Luhan! Eomma rindu sekali padamu! Kenapa kau tak pernah menelepon?" Kibum dan Luhan duduk berhadapan di meja Caffe itu. Kibum terlihat senang sekali bertemu Luhan.
"Mianhae, Eomma. Aku takut mengganggu Eomma" Luhan tersenyum canggung. "Kamsahamnida, Eomma. Karena sudah membantu Luhan kuliah" lanjut Luhan.
"Itu kewajiban Eomma. Karena Eomma adalah walimu yang ditunjuk oleh ibumu" sahut Kibum dan memesan makanan. "Nah, karena bulan depan kau wisuda maka kau harus kembali ke Korea setelahnya. Sehun menantimu, dia sedang sibuk menyiapkan pernikahan".
Mata rusa Luhan yang melebar membuat senyum Kibum makin cerah. Kibum berpikir Luhan terkejut karena senang. Namun dia tidak dapat mendengar suara retakan dan serpihan yang hancur. Sedangkan Luhan dapat dengan jelas mendengarnya. Karena suara itu berasal dari dalam hatinya.
"Kau terkejut, ya? Bagaimana mungkin dia bisa menyiapkan pernikahan? Makanya kau harus cepat-cepat pulang ke Korea! Nah, katakan kenapa kau tidak mengabari Eomma kau sudah akan lulus?"
Luhan sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan Kibum. Tiba-tiba saja kupingnya berdengung sejak mendengar kata pernikahan. "Se-Sehun menikah? De-dengan si-siapa?"
Kibum menelan kembali suaranya saat melihat butiran bening mengalir dari mata rusa Luhan yang indah. "Lu-Luhan?"
Yeah yeah yeah
In this California king bed
We're ten thousand miles apart
I've been California wishing on these stars
For your heart for me
My California king
My California king
ΩΩΩ
Seoul, South Korea
Dua buah cincin yang ada di tangan pemuda itu terlihat begitu lugu. Segera namja itu mengembalikan kotak cincin itu ke saku celananya. Dia mendengus menutupi tawanya.
"Sehun?"
Suara panggilan seseorang itu membuat Sehun menoleh dengan wajah datarnya. Dia lihat seorang gadis cantik yang tersenyum menatapnya. Gadis itu memeluknya kemudian menariknya menyusuri koridor kampus.
"Ada apa? Bukankah semuanya sudah dipersiapkan? Kau butuh apa lagi?" tanya Sehun dengan memutar bola matanya. Namun dia hanya mendengus dan tersenyum saat gadis itu melakukan buing-buing padanya. "Ya! Ya! Terserah apa maumu!"
"Haha! Kau yang terbaik Sehunnie!" gadis itu merangkul lengan Sehun dan mereka berjalan bersama.
ΩΩΩ
"Dia sedang menyiapkan pernikahan Park Yoona."
Mengalihkan pandangannya, Luhan tidak berani menatap Kibum. Dia duduk di bangku di apartemennya dan memandang kosong keluar.
"Park Yoona? Apa dia sangat cantik dan begitu baik?" Luhan tidak bisa menghentikan laju air matanya. Sama seperti dia tidak bisa menghentikan kehancuran hati dan dirinya saat ini.
"Dia itu teman masa kecil Sehun. Sama seperti ibumu, ibunya juga teman baikku. Katakan, Luhan, ceritakan padaku semuanya..." Kibum tidak bisa mengambil jarak lebih dekat lagi dengan Luhan. Menurutnya ini sudah cukup.
"Sejak Eomma memergoki kami pertama kali di ruang tamu, saat itu kami memang sedang ingin berciuman".
"Benarkah?" Kibum menutup mulutnya karena begitu terkejut. "Astaga! Apa dia sudah menidurimu!?"
Luhan terkejut sendiri dan menggeleng. "Astaga! Tidak! Kami tidak sampai sejauh itu. Eomma berkata suatu hal yang membuatku dan Sehun putus asa atas hubungan kami. Lalu aku memilih keputusan yang berbeda dengan Sehun. Sehun ingin agar kami tetap melanjutkan hubungan. Namun aku memilih mengakhirinya.
"Eomma pasti tidak menyetujui hubungan kami dan aku tidak mau mengecewakan Eomma. Tapi aku juga tidak bisa berhenti mencintai Sehun. Sama seperti Sehun, kami tidak bisa menghilangkannya. Karena itu aku memutuskan pergi setelah kelulusan.
"Ternyata Sehun bisa melupakanku. Namun tidak denganku. Aku pernah bilang padanya. Kalau aku mencintainya seperti bernafas. Sehun adalah udaraku. Karena itu, jika dia menghilang, maka aku tidak bisa bernafas. Bagaimana aku bisa berhenti?
"Karena itu aku tidak akan kembali. Aku tidak mau mati di sana. Dihadapannya!" Luhan bangkit berdiri dan menempelkan dahinya pada kaca jendela. Retakan-retakan hatinya terdengar mengerikan ditelinganya sendiri.
"Lu, aku akan memberitahumu amanat dari ibumu sebelum dia meninggal" Kibum bangkit dan berdiri di dekat Luhan. Dia ingin sekali menyentuh pundak Luhan yang bergetar. Ditahannya keinginan itu karena tahu belum waktunya.
"Ibumu sudah tahu kau akan mengalami masa seperti ini. Kau memang terlahir sebagai namja. Namun kau mengalami kelebihan hormon dalam tubuhmu dan akhirnya mengalami kelainan genetis. Kami memutuskan menyembunyikannya darimu dan akulah yang menyimpan rahasia ini setelah ibumu meninggal" jelas Kibum. Dia lihat Luhan menoleh terkejut padanya. Mata rusa yang menggelap itu makin terlihat buram. Kehilangan cahaya indahnya.
"A-apa maksud Eomma. Apa yang terjadi padaku? Jelaskan!" Luhan memang ingin mengeluarkan suaranya, namun hanya terdengar rintihan lirih.
"Kau tidak akan bisa memiliki keturunan jika menikahi wanita. Dan kau memiliki kandungan Ovum. Itu yang menyebabkan kantung Spermamu tidak berfungsi. Intinya, kau mandul" Kibum melebarkan matanya saat Luhan merosot jatuh terduduk.
"Ya, sudah jelas sekarang mengapa aku terlihat seperti wanita. Hah!" Luhan tertawa hampa. Dia menekuk dan memeluk lututnya. "Aku tidak mau kembali ke Korea dengan keadaan seperti ini Eomma!"
Kibum duduk di sebelah Luhan dan memeluknya. Kehangatan yang Luhan dapatkan mengingatkannya akan ibunya.
"Itulah mengapa Eomma melarang Sehun mendekatimu sebagai pacar. Eomma takut dia menghamilimu" ujar Kibum lembut dengan senyuman. "Kau bisa memiliki anak jika menikahi pria. Aku dan ibumu telah menjodohkan kalian sejak Sehun lahir."
Mata rusa Luhan membesar dan timbul cahaya-cahaya kecil di matanya yang indah.
"EOMMA!" seru Luhan terkejut. "Lalu, bagaimana dengan pernikahan Sehun dengan Park Yoona?"
"Sebenarnya, Yoona hanya ingin sekali pernikahannya diatur oleh Sehun, Luhan." Eomma meringis.
ΩΩΩ
In this California king bed
We're ten thousand miles apart
I've been California wishing on these stars
For your heart for me
My California king
Seoul, South Korea
"Sehuna! Eomma pulang!" seru Kibum dan menemukan Sehun sedang bermain Playstation di ruang keluarga. "Sehun, kau tidak menyambut Eomma-mu yang baru pulang?"
"Eomma sendiri pergi tanpa pamit" sahut Sehun acuh. "Kemana Eomma pergi? Bahkan Eomma tidak membawakanku oleh-oleh!"
"Siapa bilang? Eomma membawakanmu calon istri!" ujar Kibum dan berbalik menuju halaman rumah.
Sehun segera bangkit berdiri karena terkejut. "ASTAGA! EOMMA!" dia kejar Kibum yang sedang membawa masuk barang-barangnya ke dalam rumah. "Eomma tidak berniat menjodohkanku dengan gadis-gadis kenalan Eomma 'kan? Eomma, kalau Eomma tetap melakukannya, aku akan tetap menolak! Aku sudah mencintai orang lain!"
Kibum berhenti melangkah dan menjatuhkan kantung-kantung dan tasnya ke sofa. "Benarkah? Siapa?"
Sehun terdiam dan matanya memandang kosong. Dia terlihat menerawang. "Ada. Tapi dia pergi meninggalkanku."
"Kalau begitu Eomma membawa kembali cinta padamu. Kau pasti menerimanya. Dia sangat cantik," ujar Kibum dengan senyum jahil. "Jemput dia! Dia ada di mobil".
"Aku tidak akan menerimanya!" seru Sehun. Dia melangkah gontai menuju halaman rumah dan menemukan mobil ibunya yang terparkir. Dia mendengus dan wajahnya merengut. Ekspresi dingin sudah terpasang saat dia membuka pintu mobil dan menemukan seseorang duduk di dalamnya.
Dia menemukan orang itu mengenakan topi kupluk dan berambut coklat madu. Orang itu mengenakan kacamata hitam besar dan Sehun pikir gadis ini mirip namja. Dia tidak seperti gadis-gadis lain yang mengenakan mini dress, dia malah mengenakan kaos dengan jaket dan celana jeans.
Gadis itu berdiri dan menjatuhkan tasnya ke lantai. Ekspresi dingin Sehun tidak berubah, malah semakin dingin. Untuk pertama kalinya setelah lima tahun, jantungnya berdebar kembali. Karena perasaan itu kembali setelah Luhan pergi darinya. Sehun tahu apa artinya datangnya perasaan ini.
Ini kematian untuk Luhan.
Sehun menyipitkan matanya saat gadis itu berdiri gelisah. "Siapa kau?"
"SEHUN! BAWA LUHAN MASUK!" teriak ibunya dari dalam. Sehun hanya mendengus dan kembali memandang orang itu.
"IYA EOMMA!" balasnya. "Ayo, kata Eomma kau harus masuk!" ketus Sehun. Dia berbalik memasuki rumah diikuti gadis tadi. Atau, yang dia pikir begitu.
'Bawa Luhan masuk...'
'Luhan masuk...'
'Luhan...'
Mata sipit Sehun melebar dan dia berhenti melangkah karena sesuatu masuk ke pemikirannya seperti tabrakan.
"Lu-Luhan!?"
Gadis berkupluk tadi berhenti dan berbalik untuk melihatnya yang berhenti melangkah. "Ya?"
Sehun memandang ngeri orang dihadapannya. "Ka-kau Luhan...?"
Orang itu melepas kacamatanya dan memandang Sehun dengan mata rusanya. Dia tersenyum miring saat tatapan Sehun berubah horor. "Ya, aku Luhan, Sehun."
"LUHAN!" seru Sehun dengan mata berkaca-kaca dan dia berlari untuk memeluk Luhan. Saking kencangnya sampai keduanya terjatuh di rerumputan halaman rumah.
Keduanya tertawa senang dan bahagia. Rindu yang mereka tahan begitu meluap-luap sampai tidak bisa mereka bendung sendiri. Sehun melumat bibir kecil Luhan dengan begitu bernapsu. Luhan sendiri membalasnya sama bergairahnya.
"KYAA! Apa yang kau lakukan, SEHUNAAA!" Kibum berlari ke arah Sehun dan Luhan dengan panik. Dia menjewer telinga Sehun dan menariknya menjauh dari Luhan. "Dasar anak mesum!"
"AARGH! Sakit Eomma!" rintih Sehun dan bangkit berdiri kesakitan. Luhan terkejut sesaat namun kemudian tertawa geli.
"Kalian harus menikah dulu! Baru kau boleh menyentuh Luhan! Awas saja kalau Eomma memergokimu menyentuh Luhan lagi sebelum pernikahan kalian!" omel Kibum membuat Luhan tertawa makin keras.
Luhan bangkit berdiri dan tersenyum geli. Inikah? Inikah bayaran atas semua perjuangannya selama ini menahan derita? Kalau, iya, dia rela menukarnya demi apa pun agar dia bisa bahagia seperti ini. Selamanya.
In this California king bed
We're ten thousand miles apart
I've been California wishing on these stars
For your heart for me
My California king
ΩΩΩ
Author Notes:
HAAHAHAHHAHA! Mian, mian, kalo endingnya gaje banget. ini maksa sumpah. dan banyak banget awkward momentnya. hehehe. review ne, nah, dengan begini saya bisa fokus lanjutin ff MIK saya yang baru. another hunhan dengan rate M. KYA! KYA! (-_-)"
boleh nanya satu hal sama reader gak? menurut chingu, saya ini nyampah gak?
minta Reviewnyaa!
