Disclaimer:

Cerita ini berdasarkan pengalaman Author sendiri, jika ada kesamaan, cerita, dan latar merupakan kebetulan belaka. Dan character yang berada di sini merupakan hak cipta dari YAMAHA, dan CRYPTON future media.

.

.

.

.

.

.

"Seorang siswa sekolah menengah yang berwajah tampan yaitu, Len Kagamine. Atau sering di panggil Len, ataupun UKE oleh teman-temannya, bahkan samapai seluruh murid di sekolahnya. Tapi semuanya berubah ketika ada siswi pindahan yang di tempatkan di kelasnya,"

.

.

.

.

.

.

WARNING!

Ini merupakan fict straight dengan imbuhan comedy, cerita ngaco, TYPO tersebar tidak merata, dilarang menjadi SILENT READER diakrenakan untuk memperbaiki kesalahan yang ada, dan terimakasih untuk review nya.

.

.

.

.

.

.

.

[Chapter 3]

Mungkin hari ini adalah hari kesialan Len dimulai, dengan hari yang di awali oleh lem super sebagai pasta gigi, dan tidak dapat sarapan, itu cukup untuk membuat Len frustasi, dengan pemaksaan yang kuat dari dalam hatinya, Len memantapkan langkah nya untuk pergi kesekolah sebagaimana mestinya. Kali ini Len berjalan dengan tampang agak murung dan mulut tertutup rapat, bahkan jika ada yang menyapanya dia akan diam, "terimakasih tuhan atas kesialan mu ini," gumam Len dalam hatinya,

"ne, Len ohayou~!" ujar Kaito sambil menepuk pundak sahabatnya itu,

"hmpf~" jawab Len, mendegar itu pun Kaito tertawa terpingkal pingkal, mungkin jika dia sedang ada di kamarnya dia akan tertawa hingga mengeluarkan air mata, tapi kalau di sekolah akan mengurangi ke-keren-an Kaito dan tidak ada yang mau mendekatinya lagi.

"hoi Len bukankah terlalu bodoh memakai lem super sebagai pasta gigi? Atau memang kau sudah bosan dengan pasta gigi karena itu kau menggantinya dengan lem super?" tanya Kaito dengan maksud mengejek Len, mendengar pertanyaan Kaito tadi mungkin sudah ada urat-urat yang menebal di kepala Len karena kesal, dan Kaito mendapat hadiah dari Len sebuah pukulan keras di kepalanya, dan Len pun berjalan seperti biasa, meninggalkan Kaito yang masih pingsan akibat pukulan Len tadi, selesai dengan Kaito, Len disapa oleh Rin, "ohayou~ Len-kun!" ujar Rin dengan nada imut yang membuat para laki-laki lolicon meleleh dan sambil memeluk lengan Len. Dan pilihan mulai muncul di otak Len, "1. Jawab tapi aku akan dipermalukan, 2. Tidak menjawab, aku akan ditawan oleh Rin,"

"tch! Aku lebih baik diam," gumam Len ternyata Len memilih untuk diam.

"ne~ Len, kenapa kau diam saja?" tanya Rin dengan wajah pnuh khawatir, dan sekali lagi untuk para laki-laki manapun yang melihat wajah Rin sekarang akan mimisan (terkecuali untuk laki-laki abnormal), Len masih terus berjalan dengan Rin yang masih menggandeng tangan Len dengan erat seperti tidak mau melepaskannya, dan Len pun sudah terbiasa akan hal ini, tapi tidak biasa bagi Luka.

Tidak sengaja Luka melihat pemandangan tersebut antara Len dan Rin yang sedang memeluk tangan Len dengan erat seperti terkena lem sangat super, "ne bukan kah itu Rin? Ternyata dia melakukan kebiasaan paginya lagi ya?" ujar salah seorang siswi di sekolah nya yang sedang mengkonfirmasi kalau itu adalah Rin. Memang Rin itu mempunyai pribadi yang hiperaktif dan juga mempunyai hobi yang sama dengan Len, yaitu menonton anime, tapi kalau Rin lebih ke menggambar, sedangkan Len untuk menulis jalan cerita, mungkin kalau mereka disatukan akan membuat anime atau manga yang lumyan dijual di passaran. Dengan memeberanikan diri Luka menghampiri Len. "ohayou Len~" sapa Luka dengan senyuman malaikat nya. mendengar Luka menyapa nya, Len langsung lari sampai sekolah dengan kecepatan lebih dari kecepaan cahaya, melihat Len seaneh itu Luka menjadi sangat khawatir. Tapi berbeda dengan Rin, wajah Rin menjadi cemberut karena Luka menyapa Len sehingga Rin tidak bisa berdua dengan Len, dan Rin hanya memeberikan tatapan tajam kepada Luka karena telah merusak suasana hatinya pagi ini. Luka menatap balik Rin yang edang menatapnya dengan tatapan membunuh. "a-apa?!" tanya Luka dengan agak takut, beruntung karena disana ada Kaito yang sudah pulih dari pingsannya, jika tidak Luka akan dapat masalah dengan Rin,

"ne Luka!" panggil Kaito, dengan refleks Luka menengok kearah suara yang memanggilnya.

"ayo cepat cepat Luka kita hampir terlambat!" Luka pun tersadar kalau Rin sudah berlari dengan kecepatan suara. Luka yang melihat Len, dan Rin yang berlari dengan kecepatan yang melebihi kecepatan manusia lari hanya bisa terkejut engan mulut menganga. "itu sudah biasa Luka, kalau Len, dan Rin sedang buru-buru." Jelas Kaito dengan mengusap-usap kepala nya yang masih agak sakit sehabis di pukul oleh Len.

"are? Apakah mereka sepasang kekasih?" tanya Luka.

"hahahahaha, walaupun mereka sedekat itu tapi mereka buka sepasang kekasih, Rin hanya temannya saja lebih tepatnya sahabat dalam satu hobi," jelas Kaito

"dan juga jika orang lain yang melihat mereka pasti mereka akan berpikiran, kalau mereka sepasang kekasih," sambung Kaito, "lagi pula Len tidak tertarik pada wanita," jelas Kaito dengan tampang serius, mendengar hal itu Luka langsung terkejut, bagaikan matahri menjadi tiga.

"hahahahahahaha itu cuman bercanda Luka, mememang Len itu kelihatan seperti tidak suka dengan wanita, tapi walaupun begitu, dia banyak didekati para wanita." Jelas Kaito dengan tampang memelas. Dan mereka pun berlari dengan sekuat tenaga untuk kesekolah.

Luka masuk ke kelas dengan terengah engah beruntung, guru belum memasuki kelas, dan berjalan dengan lemas. Dan Luka melihat Len yang sedang mendengarkan musik dengan headset yang suaranya seperti speaker. Dan Len memasang wajah yang menikmati alunan musik yang didengarnya, "ohayou Len," sapa Luka tak lupa dengan senyuman malaikatnya. Tetapi Len masih seperi tadi pagi, Len masih terdiam seribu bahasa, Len dengan malas membuka applikasi memo di handphone milik nya dan menuliskan sesuatu di memonya, dan menunjukkan hanphone nya kepada Luka untuk membaca memo yang Len buat, di memo tersebut Len menuliskan "ada apa Luka? Maaf tidak membalas sapaan mu tadi. Karena aku salah memakai pasta gigi yang ternyata adalah lem super, dan sekarang aku tidak bisa bicara,". Luka yang membacanya pun berusaha keras menahan tawa nya di depan Len. Luka pun membalas pesan Len dari handphone nya "baiklah aku akan tidak memberitahukan siapa pun Len." Tulis Luka di handphone nya.

Pelajaran pertama di mulai dengan mata pelajaran bahasa Inggris, beruntung pelajaran ini tidak menggunakan ke-cooprative-an siswanya, hanya mengerjakan soal-soal saja, Len pun dengan tampan dan berani nya tidur di kelas karena malas untuk mengerjakan soal-soal yang ada di buku, walaupun Len sering tidur di dalam jam pelajaran kecuali musik tapi nilai rapot nya ber-rata-rata 99, dan jika Len tidak tidur paling juga dia hanya bermain main dengan handphone Gakupo ataupun Kaito. Tak terasa bel pelajaran bahasa inggris pun telah selesai selanjutnya di gantikan pelajaran musik dan para siswa pung langsung menuju kelas musik. guru musik disekolah Len terkenal dengan kebaikan dan juga kecantikannya. "selamat pagi semuanya!" terdengar suara merdu dari pintu masuk tidak lain dan tidak bukan pasti itu adalah guru musik, Lily.

"okay, kali ini tolong buat kelompok masing masing kelompok terdiri dari tiga orang,!" ujar Lily dan para siswa pung langsung membuat kelompok, kebetulan Len bersama Luka, dan Kaito dalam satu kelompok, "Len-san dan kelompok nya maju kedepan dan tampilkan 2 lagu yang kalian bisa!" perintah Lily, dengan sigap kelompok Len langsung ke depan kelas kebetulan di kelas ada biola jadi Len bisa memainkannya dengan sepenuh hati, sebenarnya alat musik apapun Len bisa memainkannya tapi karena Len mempunyai sifat moody jadi tidak bisa di pungkiri lagi dan juga sekelompok dengan Len pasti akan mendapatkan nilai yang bagus dalam praktek musik.

"oke, kalian ingin menyanyikan lagu apa?"

"kami akan menyanyikan lagu dari seorang utaitte Nano yang berjudul Our Story, itu juga usul dari Len sensei!" jawab Kaito

" yasudah silahkan memulai kapan saja!" ujar Lily dengan santai

Len menjadi violist, Kaito menjadi pianist, dan Luka menjadi vocalist. Dan mereka pun memulainya dengan iringan piano Kaito yang lembut.

Tooi yume no you na
Jikan ga nagarete ita
Shirazu ni ayunde kita
Michi wa kimi to tomo ni

Zutto mayoi nagara
Boku wa sagashite ita nda
Jinsei ichido giri demo
Ashiato nokoshitakute

Ichibyou ippozutsu demo
Chikazuku koto ni kawari nai to iu nara
Itsuka wa kono tabiji mo
Ikutsu mono tobira wo aite kureru

Afuredasu boku no kotoba kimi no namida wa
Kono basho de ima kiseki no kakera wo tsunagu yo
Kiite hoshikute tada tsutaetakute
Kono deai ni kaerareru mono wa nai
Eien ni tsuzuiteku maboroshi
Kimi to no monogatari

Awai hikari no naka
Jikan ga tomatte ita nda
Kimi wa furuete ita
Sono hitomi mitsumeru saki ni

Dore hodo negatte kita darou
Sonno kokoro ni sukoshi dake furetai
Unmei ka wa wakaranai kedo
Konna shiawase ni omoeru nda ne

Onaji sora no shita de hora ikite iru kara
Kono shunkan ima hitotsu no omoi ni nareru yo
Kiite hoshikute tada tsutaetakute
Kono saki mo egao tayasu koto naku

Boku no kotoba kimi no namida wa
Kono basho de ima kiseki no kakera wo tsunagu yo
Kiite hoshikute tada tsutaetakute
Kono deai ni kaerareru mono wa nai
Eien ni tsuzuiteku maboroshi
Bokura no monogatari

Dan lagu pertama pun sukses di baawakan oleh mereka, bahkan karena lagu tersebut bertempo lambat bahkan diantara siswa ada yang menangis terharu, "dan lagu selanjutnya dari penyanyi yang sama dan berjudul Silver sky" ujar Luka

So long, light of dawn

darkness, take me in soundlessly holding on

In the depths silent world, long ago
all that will remain broken heart, Farewell

Memories of better days
locked within in hopes that we will remember
someday we may wake to find sunrise

Silver sky, falls upon you and I
another hope fades away into night
distant melodies, a sweet lullaby
will lead me to you

Firefly, glows upon you and I
another hope fades away into the lonely night
when morning comes, the gentle voice will lead you
to the light

Close your eyes as the stars grow dim
she whispers now, an everlasting vow
Have faith in your heart when hope is forgotten
Follow the twilight

Silver sky, falls upon you and I
another hope fades away into night
distant melodies, a sweet lullaby
will lead me to you

Firefly, glows upon you and I
another hope fades away into the lonely night
when morning comes, the gentle voice will lead you
to the light

Dan lagu kedua yang mereka bawakan membuat para siswa terharu kaena suara Luka yang mengagumkan dan lagi Luka membawakannya dengan bahasa inggris. "bagus sekali bagus, penampilan kalian sangat bagus aku berharap kalian bertiga akan menjadi penanyi yang sukses di masa depan!" ujar Lily dengan berlinang air mata karena terharu.