Halo Readers! Udah lama kazu gak upload fict gara gara ada ujian di sekolah.. jadi mohon maaf karena gak sempet bikin+upload chapter 4
Rin: emang ada yang nungguin fict gaje kamu Thor? Kan gak ada
Kaito: tau lo Thor! Ngaku-ngaku doang!
Author: iya-iya gak ada yang nuggu~ *pudung*
Len: yah…. Author ngabek! Udah ah baca summary sekalian disclaimer!
.
.
.
.
Disclaimer
Vocaloid bukan punya author yang malas itu
Tapi cerita yang gaje ini punya si author pemalas itu
.
.
.
.
"Seorang siswa sekolah menengah yang berwajah tampan yaitu, Len Kagamine. Atau sering di panggil Len, ataupun UKE oleh teman-temannya, bahkan samapai seluruh murid di sekolahnya. Tapi semuanya berubah ketika ada siswi pindahan yang di tempatkan di kelasnya,"
.
.
.
.
.
.
WARNING!
Ini merupakan fict straight dengan imbuhan comedy, cerita ngaco, TYPO tersebar tidak merata, dilarang menjadi SILENT READER diakrenakan untuk memperbaiki kesalahan yang ada, dan terimakasih untuk review nya.
.
.
.
.
"ahh~ akhirnya selesai juga kan Len~" ujar Sambil merangkul Len dengan tampang mesum sambi berjalan ke tempat duduk masing masing, Len dengan cepat mengetik di handphone nya "jika kau seperti ini aku akan memasukkan botol sake ke dalam bokong mu Kaito!" melihat pesan Len Kaito tidak berani merangkul nya sementara waktu. Kaito pun melepas rangkulan mesra nya dari Len karena takut oleh ancaman Len. Memang Len suka seeprti itu kalau dia sedang Badmood bagaimana tidak sejak pagi karena LEM SUPER yang salah tempat yang menggantikan sikat giginya, dalam hatinya Len tidak sengaja membuat sebait syair untuk teman baiknya,
bikin pusing tujuh keliling
Otak pening seperti digiling
kalian lihat Kaito mondar mandir
Dimana aja dia bisa hadir
Gumam dalam hati len dengan syair buatan nya yang mendadak sambil mendengus pasrah, dengan tanpa semangat hidup Len mencoba menjalani harinya dengan gigi yang tertutup rapat, dan untuk pertama kalinya keberuntungan Len di hari ini, sekolah dipulangkan lebih awal dikarenakan seorang siswa nekat untuk melompat dari atap sekolah. Entah apa alasannya Len pun tak peduli, Len dengan sigap, cepat, tangkas, dan lincah mengambil tas dan langsung berlari kerumahnya denga kecepatan super human dan juga tidak seperti super hero lainnya. Kenapa Len berlari seperti itu alasannya adalah jika bertemu Rin pasti akan berbahaya untuk hidupnya dan Len tidak bisa menonton anime favorit nya. "Len~ Tunggu!" seseorang meneriaki namanya dari jarak yang amat jauh, dari suaranya pun Len sudah tau kalau dia adalah pasangan hidup dan mati dari Len yaitu Kaito Shion, Kaito langsung memperpendek jarak dengan Len dengan sedikit Dash pada Battle Manga, dengan tiba-tiba. "hoi Len" ujar Kaito dengan memegang bahu temannya itu, tapi Len hanya menatap Kaito dan langsung Kaito menjawab dengan santai "oke kalau begitu bagaiamana kalau kerumah ku? Di situ kau bisa menonton ataupun bermain game sepuasnya," ajak Kaito dengan tampang bodoh nya, memang Kaito itu orang kaya mobil nya saja ada tiga buah dan motor sport ada tiga buah. Len menuliskan sesuatu di note handphone nya, "oke aku ikut" jawab Len dengan tampang datar nan malas, tapi tuhan berkehendak lain Len bertemu dengan Rin dan Luka yang sedang berkompetisi mencarinya, dan mereka melihat Len dan mereka langsung berlari dengan kecepatan 3 x 108/sekon atau bisa dibilang kecepatan super yang diluar dengan dugaan manusia entah kenapa di sekolah itu banyak sekali manusia dengan nilai lari yang lebih dari manusia normal, tak mempersalahkan kecepatan berlari Rin dan Luka, Len langsung membuang nafas nya dan Kaito pun membuat senyum aneh di wajah nya karena melihat teman sehidup sematinya sedang kesusahan.
"ne Len ayo kita pulang bersama," ajak Rin bersamaan dengan Luka sambil merangkul lengan kanan Len dan Luka yang merangkul lengan kiri Len,
"ah~ Len-kun kamu jahat padahal kamu sudah ada janji dengan ku," sambung Kaito sambil merangkul leher Len dengan nada yang manja. Dengan kesabaran Len yang sudah melewati stadium 4 tanpa sadar Len berteriak dengan sangat keras dan melupakan kalau gigi nya yang sudah tertutup rapat oleh lem super sudah terbuka lagi jadi sekarang Len sudah bisa berbicara. Tanpa basa-basi Len langsung berlari kerumahnya dan meninggalkan teman-temannya yang terbengong-bengong melihat kelakuan Len hari ini.
Dalam pelariannya Len tak sengaja bertemu dengan Yukari, "ah Yukari-san," sapa Len yang tepat berhenti di depan Yukari, Yukari yang sedang fokus dengan Handphone nya itu langsung menengok kearah suara yang memanggilnya, "ah Len-kun ternyata, bagaimana keputusan mu Len?" tanya Yukari dan langsung mengecek handphone nya. "ano.. seperti nya pekerjaan nya aku terima saja, Yukari-san, untuk tambahan uang saku," jawab Len dengan senyum lebar khas nya, mata Yukari yang sedari tadi berfokus kepada handphone nya sekarang perhatiannya telah terlaihkan oleh jawaban Len tadi, "kyaaaa! Terimakasih Len-kun!" teriak Yukari sambil memeluk Len, karena Len bingung apa yang dilakukan Yukari. "tapi yukari-san" tentang pekerjaan nya apa yang harus aku lakukan? Aku juga belum tahu mendapat tugas apa?" tanya Len dengan tampang polos sepolos polos nya orang yang paling polos "nanti aku beri tahu lewat email" jawab yukari sambil berjalan pergi, Len ingin menahan Yukari tapi tidak sempat karena Yukari sudah agak jauh. "padahal dia belum punya alamat email ku" keluh Len, dan tak sengaja disebrang jalan ada Rin dan Luka lagi dan sedang memandangi Len dengan tatapan membunuh. "yo Len" ujar Kaito yang tiba tiba sudah ada di belakangnya sambil melambaikan tangannya "kenapa ada Luka dan Rin dan mereka kelihatan sedang marah" ujar Len dengan agak takut
"ahhh….. ini pose yang bagus bukan Len? Dan mereka juga melihat bagian ini" ujar Kaito dengan bangganya menunjukkan foto Len yang sedang di peluk oleh Yukari
"tapi kenapa mereka terlihat marah Kaito?!" jawab Len dengan kesal, kenapa Len bisa kesal? Dikarenakan Kaito mengambil photo Len dengan cara diam diam.
"bagaimana ya~" ledek Kaito dengan tampang bodoh alaminya.
"nah bagaimana kau bisa kenal gadis manis seperti ini Len?" tanya Kaito yang seperti sedang mengintrogasi Len dengan kasar, "tanyakan saja sendiri pada yukari sana!" jawab Len sambil menjauh perlahan dari mereka bertiga, "hoo jadi Len sudah dekat dengan orang itu, jadi apa hubungan mu dengan yukari-san?" tanya Luka dengan tatapan kosong dan mengenggam tangan Len supaya tidak kabur dari pertanyaan Luka. "hubungan yang aku punya dengan yukari-san hanya sebatas tuan putri dan pesuruh" jawab Len dengan polos nya, tapi Len tidak memperhatikan kata-katanya tadi dan Rin malah memikirkan sesuatu yang aneh dengan jawaban Len tadi "ja-jadi Le-Len mempunyai hobi yang seperti itu" gumam Rin dengan mata sedikit berair. "arghhhhhh!" geram Len dan melepaskan tangan nya dari genggaman Luka dan langsung berlari dari mereka bertiga menuju kafe tempat Len berkerja. Dan Len merasa aneh dengan sikap Luka tadi, memang Len mempunyai pengalaman buruk dengan wanita semenjak kejadian yang menimpanya semenjak Sekolah Menengah, dan dia hampir menyingkirkan pikiran tentang semua wanita yang memiliki sesuatu perasaan padanya.
FLASHBACK: ON
"ne Lenka-chan kita pulang bersama yuk," ajak Len dengan semangat, mengenggam tangan Lenka yang bernotabene kekasiih Len. "ya, Len," jawab Lenka dengan senyumnya, Memang wajah Lenka itu agak seperti Len yang membedakaannya hanya rambut blonde yang tergerai sepinggang dan dengan jepit rambut yang berbentuk bunga mawar berukuran kecil. Jadi tidak ada yang sadar akan status Lenka yang sebagai kekasih Len. Dan pada saat itulah semua kejadian itu berawal, Len selalu mengajak Lenka pulang bersama, makan bersama entah itu di luar sekolah, atau pun dirumahnya, tapi sejak Lenka menjadi wakil ketua osis di sekolahnya dia menjadi agak acuh dengan Len, setiap hari minggu yang seperti biasa yang mereka lakukan adalah jalan-jalan ketaman didekat sekolah mereka, dan sejak itu juga Lenka menolak untuk pertama kalinya.
"Ne Len, apa akan mencintai ku untuk selamanya?" itulah pertanyaan Lenka untuk pertama kalinya sebagai kekasih Len, dan dengan tegas nan lantang Len menjawab dengan iya tapi kenyataan nya berbanding terbalik, seharusnya yang bertanya seperti itu adalah Len, setiap sepulang sekolah biasanya pulang bersama tapi sekarang tidak, karena dia sudah mengucapkannya, dia harus siap menerima konsekuensinya untuk sikap Lenka yang mulai berubah ini.
"Lenka-chan, bagaimana kalau minggu ini kita jalan-jalan ketaman?"
"maaf Len aku tidak bisa pada minggu ini, aku ada urusan yang aku ingin selesaikan di rumah Rinto, jadi lain kali saja ya Len," dan mulai saat itu Lenka sering menolak ajakan Len. Dan kebohongan Lenka pun muncul satu persatu, dari hari ke hari, sampai berlanjut selama dua bulan. Dan pada hari minggu, Len sehabis membeli hadiah untuk ulang tahun Lenka yang bertepatan dengan hari selasa, tak sengaja Len melihat Lenka sedang bercumbu dengan dengan Rinto di taman.
Dengan wajah yang tetap tersenyum Len menghampiri Lenka, "Lenka-chan selamat ulang tahun," sapa Len. Dengan wajah yang terkejut Lenka pun tergagap-gagap menjawab sapaan Len, dan semenjak itu lah Len dan Lenka mulai menjauh, Len pun mulai bosan dangan hal yang berbau dengan wanita. Len beranggapan bahwa "cinta hanya sebatas pada rupa uang dan juga waktu"
FLASHBACK: OFF
Ketika sampai di kafe tempat Len berkerja sambil terengah engah, "jarang sekali kamu datang lebih awal Len dan juga kau terengah engah, apa kau sedang di kejar oleh seseorang?," tanya Gumi dengan nada khawatir. "tidak kok tidak aku tidak di kejar, dan kebetulan sekolah dipulangkan jadi aku langsung berkerja," jawab Len masih terengah engah sambil berjalan kedalam ruang ganti untuk mengganti pakaian nya untuk bekerja.
