Hai nama gue mella, cukup panggil mella-chan #plak. Ini ff pertama gue yang gue harap bisa gue publish hahaha,pairing yang gue ambil ini dramione .
Hemm ini ceritanya tahun ketujuh sebelum perang harpot dkk di hogwarts,dumbledore belum mati dan dramione jadi kepala murid.
Kayaknya gue udah terlalu banyak ngomong, so lets go to the story.
Disclaimer : harry potter punya tante JK Rowling ,saya cuma pinjem karakter nya
Warning ; cerita gaje,EYD ancur ,dont like dont read,summary gak mutu, disini masih rate T XD
Summary ; hermione dan draco menjadi ketua murid, bagaimana kehidupan mereka,apakah mereka bisa saling menghargai kehadiran masing-masing?
Waktu menunjukan pukul tengah malam, tetapi Hermione masih tetap berkutat dengan tugasnya. Lalu bagaimana dengan partnernya? entahlah dia kemana, yang pasti Hermione bersyukur karena Malfoy tidak ada, dan dia tidak perduli dengan apa yang Malfoy muda itu sedang lakukan, itu bukan urusannya.
" kotoran busuk "
"darah lumpur busuk ,shit kenapa pintu sialan ini tidak bisa terbuka"
Draco meracau tidak jelas di depan pintu
Brukkkk
Draco menendang pintu dengan sisa tenaganya, tetapi ia malah jatuh terduduk setelah menendang pintu itu. Mendengar suara yang keras , Hermione segera membukakan pintu untuk melihat apa yang terjadi.
" Malfoy? bodoh kau kenapa menendang pintu hah? apa otak mu mengalami gangguan sehingga memanjat pintu asrama saja tidak bisa"
Hermione mengomel dalam satu tarikan nafas, sangat tipikal seorang Granger.
" kau sangat berisik berang-berang"
desis Draco dingin, Draco berusaha bangkit untuk berdiri walaupun dia sendiri tidak kuat menopang tubuhnya. Hermione memutar bola matanya melihat gerak gerik sang Malfoy muda 'cih ternyata dia mabuk'
"sudah berapa botol yang kau minum Malfoy? kau tahu aku bisa saja memberikan mu detensi"
tiba-tiba Draco menarik tubuh Hermione ke tembok dengan kasar dan menguncinya dengan kedua tangannya.
"menyingkirlah dari ku brengsek"
Hermione mencoba untuk melepaskan diri Draco tapi percuma saja, Draco tidak bergeser sedikit pun dari posisinya.
Wajah mereka berdua sangat dekat, bahkan Hermione dapat merasakan nafas berat dan aroma alkohol dari tubuh Draco . Draco menatap Hermione dengan tajam penuh kebencian, membuat Hermione bergidik melihatnya
'shit aku tidak boleh takut padanya' Hermione berusaha meyakinkan dirinya sendiri
"apa mau mu ferret?"
Hermione membalas tatapan tajam Draco untuk menunjukan bahwa dirinya tidak takut kepada Malfoy junior itu.
Draco mengelus leher mulus Hermione , membuat Hermione bergidik ngeri
'apa yang akan dilakukan ferret sialan ini, ah aku lupa tongkat sihirku ada di dalam kamar,oh merlin apa yang harus ku lakukan?' gerutu Hermione di dalam hati.
Tiba-tiba saja Draco mencekik leher Hermione dengan kuat , membuat Hermione kaget sekaligus kesulitan bernafas.
"kau akan membunuhku?" tanya Hermione datar sambil menutupi kegelisahannya, Draco menyeringai mendengarnya
"kau takut mati Granger?"
tanya Draco dengan nada mengejek tanpa melemahkan cekikannya di leher Hermione.
"tidak"
"katakan saja kau takut padaku Granger, aku bisa melihatnya"
"menyingkirlah dari ku brengsek"
"haha ternyata kau benar-benar takut padaku, dengarkan aku wanita jalang, aku tidak sudi dekat-dekat dengan darah lumpur kotor sepertimu"
"baguslah kalau begitu ,maka menyingkirlah dariku"
"tidak sebelum kau mendengarkan perkataan ku, jangan pernah mencampuri urusanku,kau urus saja dirimu yang berlumpur itu, dan aku tidak akan membunuh malam ini Granger belum saatnya"
Draco mendesis penuh dengan nada ancaman disetiap katanya , akhirnya Draco pun meninggalkan Hermione yang masih diam.
Sinar matahari mulai memasuki kamar bernuansa hijau itu , membuat lelaki di atas sofa itu membuka matanya perlahan.
"arghhh"
Draco memegang kepala nya, kepala nya terasa sangat pusing
"sepertinya aku mabuk berat semalam"
dia berusaha mengabaikan rasa pusing yang menderanya, dengan gontai dia berjalan ke arah bathub dan berendam disana berharap rasa pusing nya bisa hilang. Tapi niat itu dibatalkan setelah ia melihat jam di dinding
" sial aku telat"
Draco segera mandi dan pergi ke aula untuk sarapan.
"hei mione kau baik-baik saja" tanya Harry khawatir melihat Hermione hanya mengaduk ngaduk makanan nya dengan tatapan kosong,
"aku baik-baik saja Harry, hanya tidak nafsu makan saja"
kilah Hermione , tidak mungkin Hermione mengatakan tentang insidennya dengan Malfoy semalam, bisa-bisa kedua sahabatnya itu adu jotos dengan ferret brengsek itu.
"well bagaimana malam pertamamu dengan Malfoy?"
Ginny bertanya dengan penuh antusias,
" oh Ginny , perkataan mu itu terdengar seperti aku dan si ferret jadi pengantin saja, itu sangat mengerikan"
jawab Hermione sambil cemberut.
"ayolah Mione aku hanya bertanya, lagipula kan siapa tahu haha, lihat saja dia sangat tampan"
Ginny mengalihkan pandangannya kearah Malfoy yang baru datang, Hermione pun ikut mengalihkan pandangannya. Hermione menatap tajam Malfoy seolah jika tatapan Hermione itu pedang,maka bisa membuat sang Malfoy tercabik-cabik.
"aku kekelas duluan, bye Harry , bye Ron"
Hermione langsung meninggalkan teman- temannya yang menatapnya dengan tatapan bingung
"apa aku salah bicara?"
tanya Ginny, tetapi Harry dan Ron hanya
menggidikan bahunya.
Sebenarnya masih ada lima belas menit lagi sebelum kelas dimulai, tetapi Hermione memilih datang lebih awal ketimbang dia harus melihat wajah si pirang idiot itu, hanya membuat darah naik saja.
Draco datang dengan tampilan yang errr berantakan tapi tampan. Banyak siswi yang menatap damba kepadanya, tapi Draco sama sekali tidak menghiraukannya, dia suka saat para gadis menatapnya penuh damba, dia seorang cassanova,dia pangeran slytherin, jadi pantas jika dia menjadi pusat perhatian yang tak tergapai oleh gadis-gadis itu.
"hai mate kau hampir kehilangan waktu sarapan" sapa Blaise saat Draco baru datang dan memakan pie apel nya,
"aku kesiangan, kepalaku pusing kurasa efek alkohol semalam" ujar Draco cuek.
"ya bagaimana tidak pusing, kau mabuk berat semalam mate" ujar theo
"Drakkieee"
Pansy datang dan langsung mengelanyut manja di lengan Draco , Blaise dan Theo hanya menyeringai melihat adegan itu dan dibalas oleh tatapan 'apa lihat-lihat?' dari Pansy.
"Dracooo nanti kita lanjutkan yang semalam yah"
ucap Pansy sambil mencium singkat leher Draco
"aku tidak janji"
jawab Draco cuek, Pansy mendengus mendengar jawaban yang tidak memuaskan dari Draco.
"ayo Blaise kita ada kelas transfigurasi pagi ini"
Draco langsung berdiri dan pergi disusul oleh Blaise meninggalkan Pansy dan Theo.
"mate kurasa si Parkinson itu , ngambek padamu"
"abaikan saja,aku tidak perduli, masih banyak gadis yang antri untuk
tidur dengan ku"
"ya ya baiklah, ah iya kau apakan Granger, tadi saat kau datang dia menatap mu tajam lalu pergi"
"entahlah aku tidak ingat".
Kelas transfigurasi sudah dipenuhi oleh para murid, Draco dan Blaise duduk di tempat favorit mereka, bangku paling belakang, sedangkan Hermione dia duduk di bangku terdepan bersama Longbottom.
"hari ini kalian akan mencoba mengubah. sesuatu menjadi hewan" ucap prof. Mc gonaggal
seketika kelas pun menjadi ramai , semua murid berusaha mengubah benda menjadi hewan. Draco sudah berhasil merubah cangkir menjadi tupai , baginya pelajaran ini mudah, ia sudah mempelajari itu setahun yang lalu dari ayahnya, dan draco menyeringai puas saat melihat Hermione masih berusaha merubah cangkir nya
'ternyata dia payah' pikir Draco.
"Blaise bagaimana kalau kita membuat hiburan"
"hiburan apa?"
timpal Blaise yang masih berusaha untuk mengubah cangkirnya, Draco membisikkan idenya kepada Blaise dan dibalas anggukan setuju dari Blaise. Draco pun mengarahkan tongkatnya diam diam ke arah Neville dan…
"arrggghhhhhhh"
Seketika kelas menjadi ribut ketika Neville Longbottom berubah menjadi seekor cacing besar yang berlendir, anak-anak yang lain berlari berhamburan keluar kelas menjauhi Neville. Prof Mc Gonnagal berusaha mengembalikkan wujud Neville. Sedangkan sang pelaku Draco dan Blaise berusaha menahan tawanya.
"Siapa yang mengubah Neville menjadi seperti ini"
Tanya Prof Mc Gonaggal geram, tak ada satu pun yang mengaku.
" Mungkin saja itu hanya kebodohan Lonbottom sendiri Prof"
Ujar Draco tenang, yang lain hanya mengangguk setuju, sedangkan Hermione mengkerutkan keningnya tidak setuju
'ini pasti tidak mungkin, pasti si ferret busuk yang mengubah Neville'
baru saja Hermione ingin membuka mulutnya untuk mengutarakan pendapatnya, tapi Prof Mc Gonaggal sudah menyuruh kelas bubar, dan akhirnya Hermione hanya bisa menggerutu tidak jelas.
*kamar ketua murid*
Hermione menghempaskan tubuhnya di atas sofa, ia benar benar lelah hari ini, rapat prefek tadi sore menghabiskan seluruh tenaganya, belum lagi si Malfoy sialan itu selalu saja menyudutkannya.
"ah sepertinya aku berendam lavender saja untuk menyegarkan tubuhku"
Hermione pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Setelah cukup lama berendam, Hermione pun mengakhiri kegiatannya itu, tetapi betapa kesalnya Hermione melihat pemandangan yang baru saja dia dapat.
Draco sedang membaca koran sambil memakan makanan yang sengaja Hermione bawa dari aula untuk makan malamnya.
"hei itu makananku, kenapa kau makan ,bodoh"
"lalu?"
jawab Draco cuek tanpa mengalihkan pandangannya dari koran,
terlihat Hermione mulai emosi menghadapi Malfoy muda ini.
"Kalau kau sudah tahu itu milikku, kenapa kau masih memakannya, aku makan apa nanti, oh Malfoy bisakah kau tidak menyebalkan sehari saja,mimpi apa aku mempunyai partner sepertimu"
Hermione mengomel dalam sekali tarikan nafas dengan penekanan disetiap katanya, membuat Draco memutar bola matanya bosan.
"bisakah kau tidak mengomel terus? suara mu itu seperti burung beo,membuat telingaku sakit"
Draco menutup telinganya dengan tangannya, dan Hermione melotot mendengar perkataan Draco. What the hell dirinya disamakan dengan burung beo,enak saja.
"Apa kata mu? dasar ferret busuk"
"berang-berang bergigi besar"
"mayat hidup"
" rambut semak"
" pirang idiot"
"darah lumpur"
Akhirnya perang ejekan pun tidak bisa dihindari, keduanya saling melemparkan ejekan dengan penuh emosi, hingga Hermione mengakhirinya dengan teriakan frustasi.
"arrrghhhh , kau menyebalkan Malfoy , bicara dengan mu membuatku gila"
"minggir sana kau berang-berang , aku mau mandi"
Draco berjalan ke arah kamar mandi dan mendorong tubuh Hermione yang masih berada di depan pintu kamar mandi.
"Ah iya untuk pertanyaan mu yang tadi, kurasa kau bermimpi bertemu dengan pangeran tampan kaya raya , sehingga bisa menjadi partnerku".
Draco menyeringai kearah Hermione , sebelum menutup pintu kamar mandi dengan sangat keras tepat di depan wajah Hermione, dan langsung disambut oleh sumpah serapah dari Hermione.
"Sialan kau ferret busuk, kau menyebalkan , aku benci padamu, sangat benci, dasar busuk, menyebalkan, idiot, kau musang idiot Malfoy, pergi sana kau ke neraka"
Hermione mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menyumpahi Draco, tapi hal itu malah membuatnya tambah lapar.
"shit aku lapar sekali, masa aku harus menyuruh peri rumah untuk membawakanku makanan"
ya semua penduduk hogwarts tahu , kalau Hermione sangat menjunjung kebebasan peri rumah, dia pantang menggunakan jasa peri rumah. Tapi sepertinya malam ini pengecualian, di dapur belum tersedia bahan makanan, jadi satu satunya untuk menghilangkan lapar adalah meminta peri rumah membawakan makanan.
"ya tidak apalah hanya untuk malam ini aku menyuruh peri rumah, daripada aku mati kelaparan, bisa-bisa mati konyol nanti, ini semua karena Malfoy idiot itu, lihat saja aku akan membalasnya"
ujar Hermione geram.
A/N :
1. neisyamalfoy : Yeah chapter dua datang hohoho, maaf yak agak lama hehehe . Semoga chap dua ini cukup seru buat kamu baca , makasih udah review. Mohon review kembali XD
2. ochan malfoy : makasih udah kasih review , maaf ya yang kemaren banyak typo , semoga di chap ini gak ada typo lagi. Hemm aku usahain buat update seminggu sekali , jangan bosen yah yah buat baca nya . Mohon review kembali XD
3. Hayamamiharu : Arigatou haya-chan :*
Nb author : yey chap dua datang haha ,Semoga chap ini bisa memuasakan para reader . Untuk membangkitkan semangat saya sangat mengharap kan review dari readers, oh iya thanks buat temen Toge-chan yang baik hati udah mau bantu bikin nih ff.
SO REVIEW PLEASE XD
