Hai nama gue mella, cukup panggil mella-chan #plak. Ini ff pertama gue yang gue harap bisa gue publish hahaha,pairing yang gue ambil ini dramione .

Hemm ini ceritanya tahun ketujuh sebelum perang harpot dkk di hogwarts,dumbledore belum mati dan dramione jadi kepala murid.

Kayaknya gue udah terlalu banyak ngomong, so lets go to the story.

Disclaimer : harry potter punya tante JK Rowling ,saya cuma pinjem karakter nya

Warning : cerita gaje,EYD ancur ,dont like dont read,summary gak mutu, kata-kata kasar, disini masih rate T XD

Summary : hermione dan draco menjadi ketua murid, bagaimana kehidupan mereka,apakah mereka bisa saling menghargai kehadiran masing-masing?

Sadness of love

Angin pagi berhembus pelan, seakan tak ingin cepat pergi untuk memberikan hawa dingin yang menusuk tulang. Membuat manusia enggan untuk keluar dari selimutnya. Begitu pula dengan Draco yang memilih untuk tetap didalam selimut hangatnya. Tunggu hangat? tidak Draco bahkan tidak merasakan kehangatan dari selimutnya, bukankah selimutnya selimut mahal? tapi kenapa tidak hangat.

Perlahan Draco membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah jendela kamarnya yang terbuka lebar dan kedua adalah kepala berambut coklat.

'tunggu jendela ku terbuka? sepertinya aku sudah menutupnya semalam, siapa orang yg berambut coklat itu? rambut coklat? rambut coklat?'

"oh shit granger, apa yang kau lakukan dikamarku?" Draco melompat dari kasurnya setelah sadar dari pikirannya. "well, aku hanya ingin mengingatkan mu kalau kita akan ke hutan terlarang hari ini" Hermione berusaha untuk tidak gugup menghadapi Draco, ya wajar saja Hermione gugup, saat ini Draco hanya mengenakan celana panjang hijaunya sedangkan bagian atasnya bertelanjang dada.

"aku sudah bilang aku tidak mau"

"dan aku juga sudah mengatakannya bahwa aku akan menyeretmu bagaimana pun caranya"

wajah Hermione semakin memerah saat Draco semakin dekat dengannya, Draco yang menyadari perubahan warna Hermione, terlintas pikiran jahil di otak Draco , Draco semakin mendekatkan dirinya ke arah Hermione, bahkan dia mengurung tubuh Hermione dengan tanggannya, "memangnya apa yang bisa kau lakukan untuk menyeretku? dasar penyusup"

'apa yang bisa kulakukan untuk menyeret Malfoy?' Hermione bertanya dalam hati , jujur dia belum memikirkan caranya. "hemm aku akan mengadukan mu tidak mau bekerja sama , pada Prof. Slughorn"

"silahkan" , great jawaban Draco harus membuat Hermione berfikir ulang argumen apa yang dapat membuat Draco mau ikut dengannya. Tapi kondisi seperti ini membuat Hermione sulit berfikir, wajah mereka terlalu dekat, membuat Hermione harus mengontrol detak jantungnya sedemikian rupa.

"bisakah kau menjauh dariku Malfoy? dan tidakkah kau perduli dengan nilai mu sendiri" Hermione berusaha mendorong Malfoy, tapi sia sia saja Malfoy tidak bergeser sedikitpun, "sebegitu inginnya kah kau mendapatkan nilai itu Granger, baik aku mau mencari tanduk itu jika kau mau melakukan syarat dari ku".

Hermione mengangkat sebelah alisnya mendengar perkataan Draco, entah apa yang direncanakan Draco tapi ia yakin apapun itu pasti merugikan dirinya, tapi ini semua demi nilainya, Hermione tidak mau nilai jelek hanya karena Malfoy.

"Baiklah" Draco menyeringai penuh kemenangan mendengar jawaban pasrah Hermione , Draco yakin ide gilanya ini membuat Hermione berhenti memaksanya , dan dia bisa menghabiskan harinya dengan bersantai.

"cium aku Granger" bisik Draco di telinga Hermione yang sukses membuat Hermione merinding sekaligus terkejut mendengarnya. Ini gila benar benar gila, yang benar saja mencium Malfoy? mungkin Hermione lebih memilih mencium troll dibanding harus mencium Malfoy.

"KAU GILA MALFOY! AKU TIDAK MAU"

"kalau begitu selamat mencari tanduk itu sendiri Granger" Draco tersenyum senang karena dugaannya tepat, Draco melepaskan Hermione dan hendak menyuruh Hermione pergi, sebelum tangannya ditarik dan..

Chhupp

Hermione mencium bibirnya, Draco membelalakan matanya melihat tindakan nekat

Hermione, seakan ingin menghukum Hermione yang telah menyusup ke dalam kamarnya, Draco tidak mengizinkan Hermione menyudahi ciumannya.

Draco terus menekan kepala Hermione untuk memperdalam ciuman mereka, tidak perduli erangan protes dari Hermione. Bahkan Draco mulai memaksakan mulut Hermione untuk memberikan jalur untuk lidahnya.

"lepp ...assshh" Hermione mengerang ditengah ciuman mereka, tapi bukannya melepaskan Hermione, Draco malah menggunakan kesempatan itu untuk menerobos masuk kedalam rongga mulut Hermione, mengobrak-abrik mulut Hermione dengan lidahnya, mengecap segala rasa yang ada, mengabsen gigi rapih Hermione, bertukar saliva bahkan mengajak lidah Hermione bertarung.

Berciuman selama sepuluh menit membuat mereka memerlukan oksigen segera, dan akhirnya Draco pun melepaskan ciumannya. Hermione segera menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, dada Hermione naik turun karena kekurangan oksigen, dan yang parahnya wajah Hermione merah seperti udang rebus entah karena kesal ataupun malu.

"sialan kau ferret! kau mengambil kesempatan dalam kesempitan, kau harus membayar janjimu tadi" Hermione mencak mencak kesal terhadap kelakuan Malfoy.

"cih percaya diri sekali kau, itu hukuman karena kau menyusup ke kamarku, iya aku ingat, dasar jalang"

Rasanya Hermione ingin merobek mulut Draco yang mengatainya jalang, tapi Hermione mengurungkan niatnya "kutunggu satu jam lagi" ucap Hermione sebelum membanting pintu kamar Draco."Manis, seperti vanilla" seringai Draco sambil menyentuh bibirnya.

Hermione membanting tubuhnya dikasur

sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. "Aarrrgghh apa yang kupikirkan, dasar bodoh kenapa aku mau melakukannya, arghh itu ciuman pertamaku"

Hermione tambah histeris ketika mengingat itu ciuman pertamanya, dia mengusap kasar bibirnya seakan ingin menghilangkan jejak bibir Draco, dan saat itu juga Hermione mengingat sensasi basah dan hangat bibir Draco membuat wajahnya memerah kembali, tapi Hermione langsung mengenyahkan ingatan itu. "Tidak kau tidak boleh mengingatnya Mione, kau harus fokus pada nilai ramuan mu, semangat" ucap Hermione menyemangati dirinya sendiri.

Draco sudah siap dengan mantel nya yang hangat, cuaca sangat ekstrim membuatnya harus memakai pakaian tebal. Dia mengetukkan jarinya bosan menunggu Hermione yang belum keluar juga dari kamarnya.

"Apakah si Granger itu ngambek? ya baguslah jadi tidak usah ke hutan terlarang" pikirnya, seakan panjang umur Hermione keluar dari kamarnya, dia menatap kesal Draco, mungkin efek dari ciuman konyol tadi.

"kau lama berang-berang" Draco mendesis kesal kepada Hermione "firebolt" , Hermione terkejut mendengar Draco memanggil sapu terbangnya, "jangan katakan kita naik sapu terbang" Hermione panik melihat Draco sudah memegang sapu terbangnya.

"lalu kau pikir kita naik apa hah?"

"lebih baik kita berjalan kaki saja"

"yang benar saja , aku tidak mau"

"dasar manja"

"katakan saja Granger kau takut terbang kan?" Draco menyeringai puas saat melihat wajah pucat Hermione , "tidak, naik sapu terbang terlalu beresiko" Hermione memulai argumentasi nya untuk menutupi rasa gugupnya " jika kita naik sapu terbangmu, kita akan terlihat oleh para penjaga sedangkan jika berjalan kaki, aku rasa kita tidak akan ketahuan , lagipula aku tau jalan rahasia untuk keluar dari Hogwarts". Draco tampak memikirkan tawaran Hermione, sebenarnya benar juga apa yang dikatakannya, mereka bisa terlihat jika naik sapu terbang.

" ya ya baiklah Granger kau menang, ternyata kau berbakat yah jadi seorang penyusup" rasanya ingin sekali Hermione merobek mulut kurang ajar Draco , tapi Hermione berusaha mengabaikannya.

'sabar mione sabar, jangan habiskan energimu hanya untuk meladeni ferret busuk itu' Hermione membatin menahan emosinya, sedangkan Draco masih tetap tersenyum sinis.

"Terserah kau sajalah, ayo jalan" perintah Hermione, untuk sekali seumur hidup ini pertama kalinya Draco menuruti perintah Granger dan itu membuatnya kesal

'ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya aku diperintah darah lumpur' rutuk Draco kesal.

Perjalanan mereka bisa dibilang cukup lancar, tidak ada satu pun orang yang menemukan mereka sedang mengendap endap keluar dari Hogwarts. Hermione benar-benar hafal jalan rahasia di Hogwarts, membuat Draco semakin yakin bahwa Hermione berbakat menjadi penyusup.

"Granger kau ini lama sekali seperti siput" Draco berdecak kesal melihat Hermione yang tertinggal jauh dibelakangnya, Hermione mendengus mendengar bentakan Draco

'dia kan laki-laki tentu saja berbeda stamina' gerutu Hermione dalam hati. Sudah dua jam mereka berjalan dab Draco rasa tempat ini sudah cukup jauh didalam hutan.

"hai Granger apakah kita sudah sampai? kurasa ini sudah berada di tengah hutan"

Hermione mengamati hutan sekelilingnya benar juga mereka susah berada di tengah hutan "ya kurasa sepertinya kita sudah sampai"

"baguslah kau taruh sana rumput bulannya"

"baiklah TUAN DRACO" Hermione mengambil rumput bulan dengan menggerutu tidak jelas "dasar ferret albino bodoh idiot menyebalkan dia pikir aku pembantunya apa, sialan"

"aku mendengar mu Granger" teriak Draco dari tempatnya, Hermione semakin mendengus melihat kelakuan Draco

"fuck you Malfoy!" Hermione akhirnya mengeluarkan emosinya yang sudah dia tahan dari pagi, selesai menata umpan rumput bulan Hermione menghampiri kembali Draco yang tengah bersantai dibawah pohon.

"aku sudah menaruh rumput bulan sebagai umpannya, kita tinggal menunggu unicorn datang dan ambil tanduknya lalu perbaiki kembali tanduk baru untuknya" jelas Hermione panjang lebar, Draco hanya menguap mendengar penjelasan membosankan dari Hermione , "kau dengar tidak sih Malfoy?" emosi Hermione kembali tersulut saat Draco tidak mendengarkan penjelasannya, tidak bisakah sekali saja Draco perduli pada sesuatu? 'berpatner dengan Malfoy memang sangat melelahkan'

"aku sudah tahu Miss-Know-it-all, otakku tidak sebodoh weasley ataupun si kepala codet"

"mereka punya nama , tidak bisakah kau sebut namanya? Malfoy!"

"cih terserah aku"

"arghhh kau menyebalkan ferret!"

Draco menyeringai melihat Hermione frustasi, 'hiburan' batin Draco, ya bukankah kekesalan Hermione adalah hiburan untuknya? maka dari itu Draco senang melakukanya.

Hening..

untuk pertama kalinya mereka saling terdiam, tidak ada perang ejekan ataupun pertengkaran. Hermione terlalu lelah untuk bicara sedangkan Draco sedang berusaha untuk memejamkan matanya, walaupun dia sama sekali tidak bisa tidur tenang karena sang partner terus menggelutukkan giginya menggigil.

"shit Granger

bisakah gigi besar mu itu berhenti bergeletuk? aku ingin tidur"

"tidakkah kau rasa disini dingin Malfoy? wajar kalau aku mengigil"

"itu urusan mu, salah sendiri hanya pakai jaket tipis

,dasar bodoh , ini pakai syalku agar kau berhenti menggigil" Draco melepaskan syal hijau-perak yang dikenakannya dan menyodorkannya pada Hermione , tapi Hermione hanya diam tidak mengambil syal itu, dia malah menatap Draco heran, 'benarkah itu Malfoy? dia menolongku? yang benar saja? apa dia baik-baik saja? oh merlin bisakah ini kusebut keajaiban?' pikiran Hermione dipenuhi oleh berbagai macam tanda tanya, seorang Malfoy angkuh menyodorkan syalnya untuk darah lumpur oh itu keajaiban.

Mengerti tatapan heran dari Hermione , Draco merutuki dirinya sendiri yang bertindak refleks seperti tadi, "mau tidak? jangan salah paham, aku hanya tidak ingin mendengar suara gemelutukkan gigi besarmu itu, mengganggu tidurku" dengan lancar Draco mengelak dari tatapan aneh Hermione , 'cih ternyata Malfoy hanya memikirkan dirinya sendiri' batin Hermione.

"lalu kau bagaimana?"

"aku lebih tahan dingin, tenang saja"

"ah iya aku lupa, kau kan manusia es"

"berisik, sudah pakai saja sebelum aku memakainya untuk mengikat mulutmu ang berisik itu"

Hermione mengambil syal slytherin dan langsung memakainya, dia benar-benar merasa aneh memakai syal slytherin, asrama yang selalu jadi musuh bebuyutan gryfindor asramanya sendiri.

"apakah aku terlihat seperti slytherin? ah semoga tidak" Hermione langsung mengenyahkan pikiran itu, dia tidak mau seperti para slytherin.

satu jam menunggu membuat Hermione bosan, selama itu juga tidak ada unicorn yang menghampiri rumput bulannya.

"oh merlin datangkanlah unicorn untuk ku" ucap Hermione sambil mengumpat, dan jangan tanyakan dengan keadaan Draco. Dia sudah tertidur nyenyak di pangkuan Hermione, ajaib bukan? ya begitulah sang Malfoy tertidur dan tiba-tiba jatuh kepangkuan Hermione. Dan sialnya Hermione tidak bisa menolak, pertama dia merasa kasihan untuk membangunkan Draco dan yang kedua Hermione dapat leluasa memandangi wajah Draco. Entahlah sejak Draco jatuh tertidur dipangkuannya, menatap wajah Draco menjadi kegiatan selingan Hermione selain menunggu unicorn.

"Wajah lancip, rambut pirang platina, rahang tegas, kulit pucat, irish biru, hidung mancung, ya perpaduan yang sempurna andai saja sifatnya tidak menyebalkan,mungkin aku masih menyukainya" tanpa sadar tangan Hermione mengelus rambut Draco.

Pikirannya melayang waktu pertama kali bertemu dengan Draco sewaktu kelas satu, ya Draco adalah cinta pertamanya yang sekarang menjelma menjadi musuh besarnya dan rasa bencinya pada Malfoy telah mengalahkan rasa sukanya, membuat Hermione yakin dia tidak akan jatuh cinta lagi pada Malfoy. Tapi bukankah cinta dan benci hanya dibatasi oleh benang yang sangat tipis? entahlah Hermione terlalu lelah dan enggan untuk memikirkannya. Rasa lelah dan kantuk mulai menyerang Hermione, hingga akhirnya dia pun ikut tertidur diatas perut Draco. Dua musuh bebuyutan kini tengah tertidur bersama di tengah hutan,benar benar keajaiban. Hari ini terlalu banyak keajaiban untuk mereka.

A/N :

Driccha : wah terimakasih udah menghayati fic ini, gimana chap 4 nya? Bisa terbawa juga gak suasananya? Hehe review lagi yah XD

Megu Takuma : gpp kok telat review nya asal kali ini review lagi yah hehehe XD

Ochan Malfoy : yey akhirnya setelah saya mikir keras cara bujuk Draco biar mau ikut Hermione,maka beginilah jadinya hehehe, iya aku suka kalau mereka berantem terus, lucu hehe, semoga chapter ini bisa memuaskan kamu, review lagi yah XD

Nb author : yey chap empat datang haha ,agak sedikit telat updatenya hehe .Di chap ini saya banyak ngarang bebas ,apalagi tentang rumput bulannya huaaa gomenn kalau chap ini jelek, dan sepertinya minggu depan saya gak bisa update chap 5 soalnya UAS T_T. Semoga chap ini bisa memuasakan para reader, dan jangan capek buat baca cerita saya ya XD . Untuk membangkitkan semangat saya sangat mengharap kan review dari readers, oh iya thanks buat temen Toge-chan yang baik hati udah mau bantu bikin nih ff.

SO REVIEW PLEASE XD