Chapter 4
Tittle : Are You A Vampire?
Author : Yue m00nlight
Cast : Hunhan and the other
Genre : Romance, Drama & Fantasy
Rate : M
Lenght : 4/?
Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.
Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje dan abal.
A/N : Update kilat khusus Yue persembahkan buat dede' tercinta "Oh HunHan Zelus" yg mau dengerin curcol gila Yue (-_-") Yue juga mau kasih tahu kalo Yue bakalan lama Update karena sesuai pesan Yue di chap sebelumnya. Yue bakalan update cerita ini dua minggu atau sebulan sekali karena para hantu yang mengabaikan pesan Yue kemarin.
Tapi Yue harap kalian semua jangan kecewa dengan keputusan Yue ya, semoga aja mood Yue cepat membaik dan ga lama update. Segitu aja bacotan Yue dan hope you enjoy this story chinguuu~
.
.
.
.
.
.
.
This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me
please close the tab now!
.
.
.
NO BASH, FLAME, PLAGIARISME
AND NO SIDERS
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading ^_^
Luhan membuka loker untuk mengambil buku yang akan dia pakai belajar hari ini, disebelahnya terlihat Kyungsoo bersandar dengan bersedekap "Lagi?" tanya Kyungsoo sarkastik. "Bahkan ini sudah satu minggu, apa dia tidak bosan terus mengganggu mu hyung?" Kyungsoo kembali mengerutu tidak jelas disamping Luhan yang menggeleng-gelengkan kepalanya maklum.
Pagi ini Luhan mendapat setangkai bunga Camellia berwarna putih dan bisa dipastikan ada sebuah note yang lagi-lagi berasal dari orang yang sama, namun sampai sekarang baik Luhan maupun Kyungsoo belum mengetahui siapa dalang dibalik ini semua.
Sebenarnya jika Luhan mau dia bisa menyelidiki ini dan tau siapa pelaku yang selalu menyebut diri nya 'iOS' namun berhubung Luhan tipe orang yang malas melakukan hal merepotkan seperti itu, jadi dia membiarkan saja. Lagipula jika orang tersebut sudah selesai atau bosan mengirim bunga yang selama satu minggu ini selalu diterima Luhan dia pasti akan berhenti sendiri, iya kan.
Luhan dan Kyungsoo beranjak ke kelas mereka, sepanjang perjalanan Luhan membaca note yang ditinggalkan si pengagum rahasianya. Untuk bunganya Luhan tinggalkan saja diloker dan setelah pulang baru diambil, dan seperti nasib bunga lainnya yang sudah diterima Luhan mereka akan berakhir di dalam tempat sampah di apartemennya.
"Setangkai White Camellia
Tentu kau tahu makna dari bunga ini kan?
Bunga ini melambangkan dirimu Luhan
Barat : Sempurna, Elegan dan Anggun dengan kata lain
'You Are The Perfect One'
Jepang: melambangkan penantian
Kedua makna dari bunga tersebut sama, yaitu:
Kesempurna dan Penantian
Seperti aku yang menantikanmu
Untuk menerima aku dalam hidupmu"
- iOS-
Apa orang ini tidak punya kerjaan selain mengirimi Luhan setangkai bunga yang selalu berbeda? Ckckckck sepertinya dia benar-benar mabuk akan pesona Luhan yang katanya sempurna. Mereka sudah sampai didepan kelas Kyungsoo dan langsung disuguhi pemandangan yang sama setiap harinya, Kai Kai dan Kai dengan segala hal yang menyebalkan serta mengganggu.
Rasanya ada beban ribuan ton di kaki Kyungsoo begitu melihat Kai yang sedang duduk dibangkunya dan memasang wajah polos tak berdosa, oh ayolah Kai kau pikir kami tidak tahu itu semua hanya topeng mu bahkan Kyungsoo saja sudah berdoa didalam hati agar kau menghilang dari hadapannya dalam sekejap.
"Morning baby Soo, bagaimana tidurmu tadi malam ? apa kau memimpikan aku, seperti aku yang selalu memimpikanmu setiap malam" lihat, bahkan belum satu menit Kyungsoo duduk dengan tenang dibangkunya Kai sudah memulai aksinya merayu Kyungsoo yang menjadi aktifitas wajibnya di pagi hari.
Kyungsoo mengeluarkan death-cute-glarenya untuk Kai, "Dengar ya tuan muda Kim! Ada tiga hal yang harus kau ketahui tentangku" Kyungsoo mengacungkan tiga jarinya didepan wajah Kai yang masih tersenyum gaje.
Tanpa memperdulikan tatapan siswa sekelas yang melihat mereka berdua, Kyungsoo melanjutkan ucapannya tadi. "Pertama, jangan pernah memanggilku dengan sebutan baby! Kedua, aku tidak mungkin dan tidak akan pernah memimpikanmu! Dan ketiga, jangan pernah sok akrab denganku! Arrachi ?" jelas Kyungsoo menggebu-gebu.
Kai merespon pernyataan barusan dengan cara yang singkat, padat dan tentu saja menguntungkan dirinya sendiri, "Tidak bisa baby Soo, karena kau hanya milikku! Milik seorang prince Kai" dan diakhiri dengan kecupan singkat di bibir merah Kyungsoo.
Sontak hal tersebut membuat setiap pasang mata yang melihat adegan itu sweetdrop ria, namun sebelum Kai mendapat amukan dahsyat bin ganas dari Kyungsoo yang masih terkejut dengan langkah seribu Kai meninggalkan kelas mereka sambil tertawa puas karena berhasil merasakan bibir menggoda Kyungsoo walaupun hanya sebentar.
Respon Kai terhadap pernyataan Kyungsoo barusan membuat emosinya sudah sampai di ubun-ubun, 'Shit! Kenapa aku harus dapat teman sebangku seperti ini sih?' batin Kyungsoo emosi sambil mengacak rambutnya frustasi.
Kyungsoo benar-benar tak habis pikir bagaimana mungkin Kai hanya merespon pernyataannya dengan cara seperti itu! HAAAH...Kyungsoo menghela nafas dengan kesal, 'Mungkin membolos di pagi hari bagus juga'. Dan disinilah dia sekarang berada di atap sekolahnya dan duduk menyandar dibagian tempat yang dingin dengan handset yang menutup telinganya memutar lagu Yiruma-Kiss the Rain.
Suasana di kantin benar-benar riuh dengan tawa dan gosip dari para siswa yang sedang menghabiskan jam istirahatnya, di sebuah meja duduk enam orang namja yang kelihatan sedang menertawakan seseorang yang masih mempoutkan bibirnya kesal.
Mereka adalah Luhan, Baekhyun, Tao, Xiumin dan Lay masih setia mengejek Kyungsoo karena kejadian dikelasnya tadi pagi. Salahkan saja si ember Baekhyun dan Tao yang mengungkit cerita itu didepan para hyungnya, membuat efek Kyungsoo jadi sasaran godaan mereka semua.
"Sudahlah berhenti menggodanya" Xiumin menghentikan acara-menggoda-kyungsoo, tentu saja hal tersebut membuat Kyungsoo lega seketika sampai— "Nanti kalau pangeran Kai nya tahu bisa habis kita, benarkan baby Soo" lanjut Xiumin menaik turunkan alisnya lengkap dengan seringaian jahil diwajah imutnya.
Tuhan...apa salah dan dosa Kyungsoo hingga dia mendapat kesialan hari ini, AKKHHH jika ini semua terus berlanjut bisa dipastikan Kyungsoo kena Stroke mendadak karena tingkah Kai yang keterlaluan. Kyungsoo langsung sweetdrop melihat bagaimana BaekTao mengulangi adegan KaiSoo dikelas tadi yang sukses menarik perhatian penghuni kantin kepada mereka.
Xiumin dan Lay adalah teman satu kelas Luhan, mereka menjadi akrab karena satu kelompok untuk mengerjakan tugas yang diberikan Kim seonsaengnim beberapa hari yang lalu. Saat jam istirahat tanpa ragu Luhan mengajak teman barunya bergabung dimeja mereka berempat, awalnya suasana agak canggung namun hal itu tidak berlangsung lama karena dengan cepat Baekhyun yang cerewet mencairkan suasana dengan para sunbaenya.
.
.
.
.
.
.
.
Disetiap rak yang berbaris rapi terlihat buku-buku tersusun sesuai dengan tempatnya, tentu saja nama nya juga perpustakaan pasti isi nya buku semua. Kalau kau bertanya kenapa kita bisa sampai ditempat ini, tentu saja karena kita sedang mengawasi Seorang namja mungil yang terlihat kesusahan mengambil buku yang letaknya cukup tinggi.
Bahkan setelah menjinjitkan kakinya Luhan masih belum bisa menggapai buku yang terlihat berbaris rapi dengan buku lainnya, 'Kenapa bukunya susah sekali diambil sih' batin Luhan lelah sambil berdiri menghadap rak dan menundukkan kepalanya menatap lantai perpustakaan yang terlihat sepi.
Setelah semangatnya kembali terkumpul, Luhan meneruskan acara mengambil buku yang sebenarnya sudah berlangsung selama 10 menit tersebut. Bukan karena tidak ada yang ingin membantu dia mengambil buku tersebut, hanya saja tempat Luhan yang berada di ujung perpustakaan serta keadaan yang sedang sepi membuat dia harus berjuang sendiri mengambil buku.
"Se-sedik-kit lagi" monolog Luhan saat jari-jari indahnya hampir menggapai buku itu, namun dengan cepat sebuah tangan mengambil buku itu dengan mudahnya. Membuat Luhan membeku ditempatnya tidak berani berbalik untuk melihat orang tersebut.
Orang itu menyodorkan buku yang Luhan inginkan didepan Luhan yang masih memunggunginya sedari tadi, Luhan mengambil buku tersebut tanpa mengucapkan terima kasih karena dia gugup ada orang berada sangat dekat darinya. Melihat Luhan tidak memberikan reaksi atas kebaikan hatinya membuat orang tersebut merapatkan dirinya dan berbisik tepat di telinga Luhan.
"Ini bukumu sunbae, apa kau tidak ingin berterima kasih kepadaku" terdengar suara husky berbisik ditelinga Luhan.
Tersadar dari reaksinya sendiri dengan cepat Luhan menjawab, "Te-terima k-kasih" terbata-bata Luhan mengucapkan kalimat tersebut. Aroma maskulin menyeruak ke hidung Luhan saat si penolong dengan lancang menyusupkan kepalanya ke perpotongan lehernya, membuat Luhan merasa kegelian saat orang itu dengan berani mengendus, menjilat dan mengecap lehernya.
"Manis sepertimu baby" gumam orang tersebut masih dengan setia menjilat, menggigit kecil dan menyesap leher Luhan dengan lembut yang menampakkan bekas merah yang sangat kontras di kulit putih susu milik Luhan. "Aroma mu benar-benar menggoda baby" lanjutnya lagi tanpa menghentikan kegiatan menjilat leher Luhan, bahkan sekarang Luhan merasakan deru napas orang tersebut semakin memberat.
Ini sangat gila, Luhan ingin sekali menghajar orang yang dengan berani membuat kissmark di lehernya dan memanggil dirinya baby namun Luhan tidak bisa bergerak karena kedua tangan orang itu memeluk pinggangnya possesif.
"Eunghh. . .b-ber-hentihhh" desah Luhan saat sebelah tangan orang itu masuk ke dalam seragamnya dan mengelus-elus lembut perut Luhan sedangkan tangan yang satu lagi masih memeluk pinggangnya.
Gila ini benar-benar gila, Luhan ingin sekali melawan dan memarahinya tapi kenapa justru tubuhnya malah menghianati otaknya dan berkata sebaliknya. Tubuhnya seakan tidak ingin berhenti dijamah oleh si orang asing, yang sekarang semakin banyak membuat kissmark di leher Luhan.
Berhasil membuat satu lagi kissmark di leher indah Luhan, orang tersebut kembali berbisik dengan suaranya yang terdengar semakin berat dan sexy, "Kau yakin baby?" tanyanya sebentar sambil menjilat-jilat telinga Luhan dengan sensual. "Aku lihat kau menikmati sentuhanku ini"
Tersentak dengan pernyataan tersebut membuat Luhan mengumpulkan kembali kesadarannya yang sempat melayang karena sentuhan si hoobae kurang ajar yang Luhan tidak tahu siapa dia dan bagaimana wujudnya kecuali dia seorang namja dari suaranya (?), "ya! Apa yang kau lakukan bod-aahhh..." kesadaran dan kemarahan Luhan berganti dengan desahan karena si hoobae mengelus dan meremas dengan lembut junior Luhan dari luar celana seragamnya.
"kau menikmatinya baby ?" tanya si hoobae kembali, sambil meremas junior Luhan dengan lebih kuat dan bibir si namja juga ikut andil membuat kissmark di bagian lain leher Luhan yang masih mulus.
Hell! Persetan dengan semua akal sehat dan logika, Luhan sudah tidak bisa menahan hasratnya yang mendesak sedari tadi karena ulah si namja hoobae yang menggoda dia dengan semua sentuhannya. "Eunghh...ahhh, te-terus.. mmhh moreee aahhh" desah Luhan semakin menjadi saat si hoobae memasukkan tangannya kedalam celana Luhan dan mengocok juniornya yang sudah menegang dengan tempo sedang.
Luhan hampir saja mencapai klimaksnya kalau saja tidak di ganggu dengan suara bass berat, yang berseru memanggil hoobae yang masih asik memanjakan dirinya. "Hei ayo kita kembali ke kelas Oh se- ya tuhan!" teriaknya seperti seorang yeoja sambil menutup matanya dan membalikkan badannya membelakangi teman yang dia panggil tadi.
Luhan membelalakkan matanya begitu mendengar suara tersebut, sedangkan si hoobae hanya mendengus kesal dengan keras sambil melepaskan pelukannya dan mengeluarkan tangannya dari celana Luhan. "Kau menggangguku saja, Chanyeol hyung"
Dengan cepat Luhan merapikan seragamnya dan memakai zippernya yang terbuka karena ulah tangan nakal hoobaenya, selesai merapikan seragam Luhan langsung berbalik untuk melihat tampang hoobae nya yang barusan selesai menjamah tubuhnya. Pemandangan tubuh tinggi, kulit putih pucat dengan bahu lebar tampak sedang merapikan rambutnya yang berantakan karena Luhan remas-remas saat mereka yah you know what i mean lah.
"Hehehehe, maafkan aku sehunnie~ kau tidak bilang kalau kau sedang sibuk disini" ujar si namja tinggi bersuara bass bernama Chanyeol sambil tersenyum mesum didepan Sehun. Yap, benar sekali hoobae nakal itu adalah Oh Sehun yang hampir saja melakukan hal 'iya-iya' pada Luhan.
Chanyeol mengalihkan tatapannya dari Sehun yang sudah tampil rapi pada Luhan yang masih menatap mereka berdua heran, "Annyeong Luhan sunbae, maaf mengganggu aktifitasmu dengan Sehun. Habisnya dia tidak bilang sih padaku, malah langsung kabur saja tanpa pamitan" Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudahlah, ayo kita pulang" ujar Sehun sambil menarik Chanyeol menjauh dari Luhan yang masih bingung dengan situasi barusan.
'Jadi namanya Sehun, tampan juga dia. Tunggu dulu bukankah mereka adalah dongsaeng Kris, Chen dan Suho?' ingat Luhan dalam hati sambil mengingat-ingat wajah Sehun barusan.
Memang Luhan belum sempat berkenalan dengan tiga orang dongsaeng Suho, tapi Kyungsoo pernah memberitahu Luhan seperti apa wajah mereka bertiga ketika berada di parkiran mobil. karena mereka lewat didepan duo tersebut, tanpa menyadari keberadaan mereka karena asik berbicara satu sama lain dan Luhan hanya melihat sekilas tampang ketiga hoobaenya yang cukup tampan. Ponselnya bergetar membuat Luhan segera mengambil ponselnya didalam kantong celana, ada dua pesan tampak dilayar ponselnya.
Satu pesan dari Kyungsoo yang menanyakan keberadaan dirinya, dia sekarang berada di parkiran mobil menunggu Luhan untuk pulang ke apartemen. Dan sebuah pesan dari nomor asing yang langsung dibuka tanpa basa-basi.
From : +621404xxxxxx
To : LuluDear
Hai, baby Lu
Maaf ya jika aku meninggalkanmu begitu saja
Gara-gara aku kau harus bermain solo :(
Tapi aku janji utk yang selanjutnya
Tidak akan terjadi seperti itu ^^
Hoobaemu tercinta, Oh Sehun^^
Aish...Jinja! itu memalukan tapi membaca pesan tersebut, membuat Luhan menundukkan kepalanya kebawah melihat junior kebanggaannya yang masih menegang dengan sempurna. Sebenarnya itu terasa cukup sakit tapi bukan hal itu yang mengganggu pikirannya, masih ada satu hal lainnya yang lebih mengganggu dan bahkan sangat ingin dipuaskan sekarang.
Menekan tombol panggilan cepat angka satu, Luhan menempelkan ponselnya ditelinga terdengar suara seorang namja menjawab, "Hyung kenapa kau lama sekali" marah Kyungsoo cepat.
"Mi-mianhe Kyungie~ datanglah ke perpustakaan sekarang, kode merah" bahkan sebelum Luhan mematikan sambungan teleponnya, Kyungsoo sudah melakukannya duluan. Luhan terduduk lemas dilantai perpustakaan yang dingin sambil melihat jam tangan hitam di tangannya.
Jam menunjukkan pukul 04.10 KST, memang mereka pulang jam segitu setiap hari dan sekolah ditutup pukul 06.00 oleh penjaga sekolah. Kenapa ditutup jam segitu? Karena ada beberapa kegiatan club sekolah yang berakhir 30 menit sebelum jam 06.00 KST.
Sebuah langkah kaki terdengar menggema didalam perpustakaan, memperlihatkan sosok Kyungsoo yang berlari dengan cepat menghampiri Luhan. "dimana dia?" tanya Kyungsoo panik.
Luhan menggeleng lemah, "Tenang saja, aku masih bisa menahannya" Kyungsoo menghela napas lega, kemudian mensejajarkan dirinya dengan Luhan yang terlihat sedikit lemah. "Aku haus, apa sekolah sudah sepi?"
"Kau mau melakukannya disini hyung?" tanya Kyungsoo yang di balas anggukan oleh Luhan, dengan segera Kyungsoo memapah Luhan keluar perpustakaan menuju mobil mereka. Untung saja sekolah memang sedang sepi, hanya terlihat beberapa siswa sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Sebenarnya Kyungsoo keberatan namun mau bagaimana lagi, ini semua tidak bisa dihindari begitu saja saat Kyungsoo sedang mengawasi keadaan sekolah yang sepi Luhan menggeram tertahan disebelahnya, "Cepatlah Kyungiee" Luhan memejamkan matanya erat terlihat dengan jelas bahwa dia sedang menahan hasratnya yang semakin mendesak setiap menitnya. Andaikan saja Sehun tahu, bahwa perbuatannya barusan bisa membahayakan keselamatan orang lain. Ah... andaikan saja antara libido dengan hasrat 'lainnya' itu bisa terpisahkan pasti Luhan tidak akan repot seperti ini.
Dirasa cukup aman Kyungsoo membiarkan Luhan melangkahkan kakinya ke belakang sekolah yang tembok belakangnya berbatasan langsung dengan hutan, tembok sekolah itu sangat tinggi jika kau ingin memanjatnya kau butuh teman untuk mengangkatmu agar mencapai bagian atas tembok.
Lupakan urusan tembok dan kembali ke Luhan, yang sekarang berdiri diam menghadap tembok tersebut dia sedang berpikir bagaimana cara memuaskan rasa hausnya yang tidak biasa ini. "Luhan oppa, sedang apa disini?" seorang yeoja cantik menghampiri Luhan di belakang sekolah.
Yeoja cantik dengan rambut hitam bername tag Sulli, melambai-lambaikan tangan didepan wajah Luhan yang terlihat terdiam. Bukan, bukan karena yeoja itu terlihat cantik hingga membuat Luhan terdiam tapi karena Luhan sedang memperhatikan leher si yeoja yang terekspose bebas karena dua kancing bajunya terbuka. O-oh sebaiknya kau lari sekarang selagi ada kesempatan Sulli, kau tidak tahu bahaya apa yang sedang mengintaimu dan apa yang akan kau hadapi.
Luhan berjalan perlahan, membuat jarak dia dengan yeoja bernama Sulli hanya beberapa centi saja bahkan dengan jarak mereka yang sedekat ini Sulli bisa merasakan deru napas Luhan yang memberat diwajahnya.
Dengan pasti Sulli bisa melihat perubahan pada wajah Luhan. Mata cokelat itu berubah perlahan menjadi merah, wajah lugu Luhan yang biasa terlihat di sekolah berubah menjadi menakutkan dengan senyum licik dan oh tuhan! Sekarang muncul sepasang taring yang memanjang dengan perlahan di bibirnya yang sedikit terbuka, "Aromamu lezat juga Sulli-ssi" Luhan menjeda kalimatnya sebentar melihat wajah Sulli yang memucat dan bibir yang bergetar ketakutan.
Sebuah gerakan cepat Luhan berhasil mengunci tubuh Sulli dipelukannya yang terus meronta ketakutan, "Karena aku tidak bisa memangsa Oh Sehun sebagai makananku, maka kau adalah penggantinya" bisik Luhan seduktif ditelinga Sulli.
Setelahnya hanya terdengar jeritan pilu dari Sulli yang teredam dengan bekapan sebelah tangan Luhan, Yah mungkin ini yang namanya rejeki disaat sedang membutuhkan sesuatu mendesak datang lah bantuan tanpa terduga. Luhan tidak tahu harus mensyukuri ini atau justru menyalahkannya.
Pergerakan Sulli terlihat semakin lemah dan akhirnya berhenti, seperti jantungnya yang juga ikut berhenti berdetak alias yeoja bernama Sulli itu sudah mati di pelukan Luhan.
Tubuh Sulli yang malang jatuh begitu saja di atas tanah tepat didepan kaki Luhan, terlihat sebuah gigitan dengan dua lubang mengangga mengeluarkan sedikit darah mengalir turun ke lehernya.
Luhan menghentikan acara membersihkan mulutnya yang tadi sedikit kotor karena darah yeoja bernama Sulli, setelah bercak darah di sekitar bibirnya bersih Luhan sedikit merapikan seragam yang sempat berantakan karena perlawanan Sulli saat dihisap darahnya.
"Kau sudah siap hyung?" Kyungsoo muncul tiba-tiba didepan Luhan, matanya menatap sesosok mayat yang mati kehabisan darah itu dengan tatapan datar tanpa ada penyesalan terlihat dimatanya.
"Hmm, ada yang melihat?" tanya Luhan sambil membopong mayat Sulli dibahu kirinya, Kyungsoo menggelengkan kepalanya sambil tetap mengawasi keadaan sekitar mereka berdua.
Kyungsoo melipat kedua tangannya di depan dada, dia sangat penasaran sekarang dan dia harus bertanya toh Luhan juga sudah selesai makan. "Aku tahu kita belum berburu minggu ini, tapi aku juga tahu pasti ada sesuatu yang terjadi di perpustakaan". Kyungsoo menatap iris merah pekat milik Luhan, "Bisa kau jelaskan apa yang terjadi hyung?" selidik Kyungsoo kemudian.
Luhan memejamkan matanya sebentar dan wualaaa, seperti sihir matanya yang semula merah pekat berubah kembali menjadi cokelat. "Tadi ada hoobae bodoh yang meransangku disana, sebenarnya aku hampir saja menerkam dia tapi tidak jadi karena ada temannya datang menyelamatkan dia." Luhan berdecak sebal, jujur saja belum pernah dia melepaskan satu orang pun mangsanya kecuali Sehun padahal aromanya sungguh lezat membuat Luhan mabuk kepayang.
Bahkan dengan mengingat kejadian barusan, membuat Luhan ingin menitikkan air liurnya karena selama kehidupan abadi Luhan baru ada tiga orang saja yang memiliki aroma selezat itu.
Dengan satu lompatan mantap Luhan sudah berada di atas tembok sekolah yang tinggi, manusia mana yang sanggup melakukan hal mustahil itu apalagi dengan beban mayat di bahunya. "Kau mau kemana hyung?" tanya Kyungsoo.
Luhan memutar bola matanya bosan, "Menurutmu?" balas Luhan malas, tentu saja membuang mayat yeoja dibahunya ini masa hal seperti itu harus dijelaskan juga sih. Mengerti dengan tatapan sinis Luhan, Kyungsoo melangkahkan kakinya pergi ke parkir namun belum jauh Kyungsoo melangkah sebuah suara menginterupsi pergerakannya. "Nanti malam kita berburu lagi Kyungie, aku tahu kau lapar sekarang dan aku masih belum kenyang jadi tunggu aku di apartemen!" seru Luhan dan menghilang dalam sekejap.
Vampire, bagi sebagian orang mahkluk itu hanya mitos atau tidak nyata. Tapi itu tidak benar, seperti yang kau lihat bahkan mereka bisa berbaur dalam kehidupan kita dengan sangat baik dan satu hal yang harus kau ketahui bagi vampire seperti Luhan dan Kyungsoo antara gairah bercinta dan keinginan menghisap darah itu tidak bisa dipisahkan.
Oh Sehun, kau harus berterima kasih pada Park Chanyeol karna kalau bukan karena dia kau pasti akan bernasib sama dengan yeoja yang di bawa pergi Luhan entah kemana.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Chapter 4 update!
Yeeeay! Akhirnya Yue tepati janji untuk update kilat chap ini, lega banget rasanya^^ dan bagaimana readers semua? Apa chap ini sudah bisa menjawab beberapa pertanyaan di pikiran kalian semua? Hahahaha kayanya belum semuanya sih, tenang semua ada prosesnya chinguuu~
Baiklah Yue bakalan balas review kalian semua, Yehet ^_^
~Oh HunHan Zelus : hmmm, udah kaka jawabkan pertanyaan dede' ni udah kaka update khusus buat kamu dede' gmna? Gmna? Gmna? #puppyeyesmode Terima kasih reviewnya, keep review chinguuu~
~ : ada tapi belum di chap ini chinguu~ tapi udah ada dikit nyerempet ke NC HunHan sayang ga jadi #ChanyeolditerbanginSehun Terima kasih reviewnya, keep review chinguuu~
~ .58 : iya urri panda lagi unjuk gigi #aneh Urri galaxy oppa ngelirik siapa ya? Pastinya ngelirik Yue lah...hahahahaha #diwushuTao
Identitas mereka bakalan terungkap di depan semua orang di chap 7 chinguuu~ kalau utk iOS bakalan terjawab dichap depan, utk penasaran ada apa dengan chap ini udah terjawab donk ya. Terima kasih reviewnya, keep review chinguuu~
~Fuji jump910 : Luhan terpesona ma Sehun? Udah pasti jawabannya BIG NO! Karena Luhan Oppa udah terpesona sama Yue #pelukLuhan erat #Luhansenyumgaje #Sehunpundung Terima kasih reviewnya, keep review chinguuu~
Dan sekali lagi Yue minta tolong donk buat siders yang jumlahnya meledak(?) agar mau review cerita Yue untuk menghargai karya Yue disini. Yue juga mau ucapin makasih yg sebesar-besarnya buat yg udh meriview, Fav / Follow cerita Yue #bowbarengHunHan
Ok deh sekali lagi,
Please reviewnya chinguuu~
~ Yue m00nlight~
