Chapter 6

Tittle : Are You A Vampire?

Author : Yue m00nlight

Cast : Hunhan and the other

Genre : Romance, Drama & Fantasy

Rate : M

Lenght : 6/?

Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.

Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.

Summary : Kehidupan para murid SM SHS merupakan sekolah terbaik di Korea Selatan, yang semula tenang mulai menjadi kacau karna kedatangan dua orang namja sebagai murid baru di sekolah tersebut. Tidak cukup sampai disitu, sekarang mereka dihadapkan oleh sebuah misteri tak kasat mata namun mengancam jiwa mereka, bisakah mereka memecahkan misteri tersebut sebelum mereka kehabisan waktu ?

.

.

.

.

.

.

.

This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me

please close the tab now!

.

.

.

NO BASH, FLAME, PLAGIARISME

AND NO SIDERS

.

.

.

.

.

BGM : Katy Perry - Unconditionally

Avril Lavigne – Wish You Were Here

.

.

.

.

.

.

.

Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka ke kantin sekolah dengan perasaan campur aduk, terutama Sehun yang baru saja mendapatkan kenyataan pahit bahwa orang yang dia sukai ternyata sudah menyukai orang lain. Ketika kaki mereka menginjak kantin, dengan cepat Sehun merubah ekspresi wajahnya kembali seperti semula yaitu poker face andalannya untuk menutupi perasaannya.

Happy reading^_^

Seorang namja mungil bermata rusa mengedarkan pandangannya ke dalam area cafe, mata nya berhenti pada satu sosok pria yang mengangkat tangannya memanggilnya, dengan langkah riang namja mungil tersebut berjalan ke arah si pria.

"Sudah lama menunggu?" tanyanya sambil duduk di depan si pria.

"Belum, baru 10 menit yang lalu" pria tersebut menjawab sambil melihat jam tangan yang dikenakannya lalu menatap pria mungil yang duduk berhadapan dengannya. "Bagaimana sekolah barumu Luhan?"

Si namja mungil bernama Luhan, menggumamkan terima kasih kepada pelayan cafe yang mengantar pesanan ke meja mereka, dua gelas Americano berada dimeja mereka. Dengan semangat Luhan mengambil salah satunya, menyesap sebentar minuman tersebut sambil melirik pria di hadapannya. "Lumayanlah, Yunho hyung" ujarnya singkat.

Pria bernama Yunho tersenyum, "Kenapa tidak membawa Kyungsoo kemari?" Yunho memang ingin bertemu dengan mereka berdua tapi kenapa hanya satu yang ada disini.

"Aku memang sengaja tidak membawa dia kemari" Luhan menjeda kalimatnya sebentar sambil menatap serius Yunho, "Aku kan ingin melepas rasa rinduku padamu chagi~" ujar Luhan manja.

Mendengar jawaban dari Luhan, dengan cepat Yunho pindah duduk disebelahnya dan menautkan jari mereka berdua sambil menatap intens padanya. "Aku pikir hanya aku yang merindukanmu, deer" Yunho mengecup pelan puncak kepala Luhan yang menyandar manja di bahunya.

Dengan manja Luhan memeluk pinggang Yunho dari samping, mengendus sebentar aroma maskulin yang menguar dari tubuh tegap tersebut di lehernya. "Jangan menggodaku deer" Yunho mengingatkan Luhan dengan suara pelan dan seksi miliknya.

Namun hanya di tanggapi kekehan pelan dari Luhan, "Bogosipeo, hyung" Luhan mengecup pelan pipi kanan Yunho, tidak sadarkah mereka banyak pasang mata yang menatap iri ke arah mereka dari pengunjung cafe.

Memang kalau diperhatikan mereka berdua sangat serasi, Luhan dengan tubuh mungil berseragam sekolah di sertai wajah yang imut dan manis yang mengalahkan kecantikan seorang yeoja disandingkan dengan seorang Yunho pria tampan, tinggi dan kelihatan seksi serta memiliki mata musang plus seringaian nakal dibibir merah alaminya.

Cukup lama mereka berdua dalam posisi seperti itu, sampai Yunho merasakan ada orang yang memperhatikan mereka berdua sedari tadi. Karena penasaran, Yunho mengedarkan pandangannya ke sekeliling menatap setiap pengunjung dan gotcha! Yunho tersenyum miring melihat dua orang namja yang memakai seragam persis seperti yang Luhan kenakan.

Sebersit ide jahil muncul di pikiran Yunho, entah kenapa Yunho yakin sekali dengan pemikirannya barusan setelah melihat tatapan dari dua namja sekolahan itu. Luhan terlihat masih setia menyandarkan kepalanya dibahu Yunho, bahkan dia memejamkan matanya menikmati perasaan nyaman yang menjalar dihatinya karna pria ini.

Chuup~

Mata Luhan membuka dan menutup beberapa kali, saat merasakan ada sebuah benda kenyal dan basah mengecup bibirnya. Saat Luhan sadar, wajah tampan Yunho lah yang pertama kali dilihatnya.

Kedua bibir yang bertemu itu tidak saling melumat, hanya menempel beberapa saat dan setelah itu terlepas saat Yunho menjauhkan wajahnya dari Luhan. Terdengar meja dipukul dengan keras membuat semua mata melihat ke meja tersebut, dapat dilihat seorang namja bersurai platina dan seorang lagi namja bersurai cokelat keluar cafe dengan cepat.

Pandangan Luhan masih mengikuti sosok dua namja tersebut, sampai namja bersurai platina tersebut menabrak bahu seorang namja cantik yang baru saja masuk ke cafe didepan pintu.

Dia terlihat berlalu begitu saja tanpa berniat meminta maaf, sedangkan namja bersurai cokelat di belakangnya tampak membungkukkan badannya meminta maaf pada si namja cantik. Namja cantik yang barusan kena tabrak nampak mendekat ke meja yang ditempati oleh Luhan dan Yunho, "Hei Luhan, apa dua orang tadi temanmu?" si namja cantik duduk didepan Luhan.

"Aku rasa begitu" jawab Luhan acuh, Yunho pindah duduk disamping si namja cantik yang baru saja bergabung dengan mereka. "Kau dari mana Jae hyung?" Luhan kembali menyesap minumannya sambil menatap si namja cantik.

Jaejoong, si namja cantik hanya mengedikkan bahu, "Hanya berkeliling sebentar" Jaejoong mengerutkan dahinya bingung saat melihat Yunho terkekeh pelan disampingnya. "Dan ada apa denganmu Yunho?"

Yunho menggelengkan kepalanya sebentar sambil meredam tawanya yang sudah hampir keluar, "Ada hal lucu, nanti aku ceritakan padamu chagi. Sebaiknya segera ceritakan tujuan kita kemari pada Luhan, kita masih harus pergi ke tempat lain untuk mengundang semuanya" ujar Yunho sambil melirik Luhan dan Jaejoong bergantian.

Jaejoong mendengus pelan, "Aku pikir sudah kau katakan kepadanya! Tapi baiklah aku akan menjelaskannya pada mu Luhan nanti tolong kau sampaikan pada Kyungsoo juga ya" Luhan hanya menganggukkan kepalanya sambil menunggu penjelasan Jaejoong.

.

.

.

.

.

Sudah 15 menit lebih Kyungsoo menunggu taksi untuk pulang ke apartemennya, namun yang di tunggu belum juga terlihat padahal Kyungsoo ingin segera pulang dan beristirahat. Kemana perginya Luhan? Luhan katanya mau pergi menemui teman lama, tanpa mengajak Kyungsoo alasannya dia tidak ingin diganggu karena itu disinilah Kyungsoo sekarang.

TIIN TIIIIIIIN

Mata Kyungsoo mencari-cari suara klakson mobil barusan yang berbunyi nyaring, dan terlihatlah sebuah mobil Lamborgini berwarna silver berhenti tepat didepannya, kaca hitam pekat mulai turun perlahan dan menampakkan si pengemudi yang sedang tersenyum ramah. "Naiklah" ujar si pengemudi.

"Ah, tapi aku tidak mau merepotkanmu Suho hyung" balas Kyungsoo cepat kepada si pengemudi yang ternyata Suho.

"Tidak apa, naiklah. Aku tidak merasa repot kok" tawar Suho sekali lagi.

Dengan cepat Kyungsoo memasuki mobil Suho dan menutupnya, tidak lupa dia memasang seat belt. "Baiklah, berangkat!" riang Suho. Suho menghentikan laju mobilnya saat tiba dibawah lampu merah, ponselnya bergetar membuat Suho memakai handset nya untuk menjawab panggilan.

"Yeoboseo Sehunnie, waeyo?" tanya Suho setelah mengangkat panggilan yang ternyata dari Sehun si dongsaeng muka datar.

"Hyung oediseo?" tanya Sehun balik tanpa menghiraukan pertanyaan Suho barusan.

"Aku sedang dalam perjalanan mengantar Kyungsoo pulang, ada masalah Sehun?" tanya Suho lagi dengan sabar.

"Ani hyung, sepertinya aku mengganggu. Kalau begitu besok saja" datar Sehun diseberang sana sambil mematikan sambungan telepon mereka sepihak. Suho hanya mengedikkan bahu acuh sambil mengantongi kembali ponselnya dan melanjutkan perjalanan setelah lampu berubah menjadi hijau.

Sampai di depan apartemen, Kyungsoo turun dan berdiri disebelah Suho yang masih berada didalam mobil. "Mau mampir hyung?" tawar Kyungsoo sopan.

"Tidak, aku langsung pulang saja" tolak Suho dan meninggalkan Kyungsoo setelah berpamitan, tidak mau membuang waktu Kyungsoo pun melesat masuk ke dalam apartemennya tanpa ragu.

.

.

.

.

SEHUN POV

Hah, kenapa lampu merahnya lama sekali sih! Tidak tahu apa dia kalau aku paling malas yang namanya menunggu, dan lagi keberadaan Chanyeol hyung di sebelahku ini cukup mengganggu.

Bukannya bermaksud kurang ajar hanya saja, sudah menumpang berisik pula SHIT! Ingin sekali aku melemparnya ke laut agar mati tenggelam, kalau tidak ingat dia adalah salah satu hyung yang cukup dekat denganku. "Hey Sehunie, bagaimana kalau kita ke cafe langgananku sebentar. Kau tahu, menurutku jika kita bisa mengurangi sedikit rasa sesak di hatimu itu" Chanyeol hyung menunjuk dada kiriku.

Sebenarnya aku ingin pulang saja ke rumah, tapi tidak ada salahnya juga ikut dengan si 'Happy Virus' ini mana tahu bisa mengurangi sedikit sakit hati yang aku rasakan di sekolah tadi.

Aku mengangguk pelan sebagai jawaban, setelah lampu berubah warna menjadi hijau dengan segera aku menginjak pedal gas dan membawa mobil milikku ini ke cafe langganan Chanyeol hyung. Aroma kopi langsung menyerbu indra penciuman saat membuka pintu, sedikit merilekskan pikiranku yang seperti benang kusut sejak disekolah.

Aku menuju sebuah meja diujung cafe dan mendudukan diri disalah satu kursi, setelah menyebutkan pesananku pada Chanyeol hyung yang sedang memesan di kasir. Tidak lama dia kembali membawa pesanan kami berdua sambil tersenyum, "Ini punyamu" dia menyodorkan segelas minuman yang langsung ku sesap isinya sambil memejamkan mata menikmati aliran cappucino kesukaanku mengalir ke dalam kerongkongan.

"Merasa lebih baik?" tanya Chanyeol hyung yang duduk di sebelahku. Aku tersenyum tipis sambil menatapnya. "Lumayan hyung"

Chanyeol hyung tersenyum semakin lebar, "Setidaknya aku senang bisa membantumu mengurangi sedikit rasa ITU" ujarnya sambil menyesap minuman yang dia pesan. Inilah yang aku suka dari sifatnya, bisa menjadi dewasa di saat aku ada masalah dan selalu ada kapanpun aku membutuhkannya.

Yah walaupun terkadang, sifat jahil dan senyum lebar yang tak pernah absen dari wajahnya itu bisa membuatku kesal. Tapi dibalik itu semua ada sifat dewasa yang sangat jarang dia perlihatkan pada orang lain.

TRIIIIINGG

Suara lonceng diatas pintu cafe, mengalihkan pandanganku ke pintu tersebut dan astaga kenapa aku harus melihat dia di sini lagi tuhan. Terlihat mata rusanya mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang, sedang apa dia disini dan kemana Kyungsoo? Ah benar Kyungsoo baru saja diantar oleh Suho hyung, Luhan berjalan menuju ke sebuah meja yang sudah ditempati seorang pria.

"Bukankah itu Luhan sunbae? Sedang apa dia disini?" suara bass yang berat itu mengintrupsi pikiranku, aku menatap dia yang masih setia memandangi sosok Luhan yang sudah duduk didepan namja tersebut.

"Aku tidak tahu hyung" ujarku seadanya kembali memperhatikan Luhan dan namja tersebut, untunglah Luhan sunbae tidak menyadari keberadaan aku dan juga tiang listrik di sampingku ini. Padahal meja kami cukup dekat dan letaknya cukup strategis sehingga bisa mengamati dan mendengar percakapan mereka berdua.

Banyak sekali pertanyaan berkecamuk di kepalaku, siapa pria itu? Ada hubungan apa mereka? Kenapa mereka terlihat sangat akrab? Harus aku akui pria bersama Luhan itu cukup tampan, dengan badan atletis, rambut cokelat gelap, matanya yang seperti musang, hidung mancung dan bibir merahnya. Dia mengenakan celana levis hitam, kaos biru langit dan dilengkapi jaket kulit berwarna cokelat. Tapi bukan berarti aku memujinya karena aku merasa kalah, melainkan karena aku kagum saja apalagi kuitnya juga putih bersih tapi aku masih jauh lebih tampan darinya.

Perasaan itu kembali lagi, perasaan sakit yang sempat menghilang sebentar saat aku memutuskan datang kesini datang kembali menusuk-nusuk jantungku. Bahkan rasanya berkali-kali lipat daripada saat disekolah, mataku terus melihat bagaimana setiap adegan yang terjadi antara Luhan dengan pria bernama Yunho didepan mataku.

Cemburu? Aku rasa kata itu bisa menggambarkan hatiku saat ini, ketika ku lihat Luhan memeluk pinggang lelaki itu tanpa canggung, bagaimana dia tersenyum lembut dan terlihat sangat nyaman berada disebelah lelaki itu.

Sakit? Ya aku juga baru tahu apa itu sakit hati, melihat bahwa kemungkinan besar pria yang bersama Luhan adalah orang yang di sukainya atau yang lebih buruk lagi kekasihnya.

Hatiku terus berdenyut sakit, tapi entah kenapa mataku seakan tidak rela melepas setiap adegan mesra yang dilakukan oleh dua namja di dekatku ini. Kulihat pria bernama Yunho-yang-kutahu-saat-luhan-memanggilnya tampak mengedarkan pandangannya. Dan tidak lama pria itu menatapku cukup lama, dia mengeluarkan smirk evilnya sebentar kepadaku sebelum mengalihkan pandangannya kembali entahlah aku tidak tahu apa maksudnya.

"Hei, kenapa pria itu menatapmu Sehunnie?" Aku juga tidak tahu jawabannya, tapi tiba-tiba perasaanku berubah menjadi tidak enak ketika kulihat pria disamping Luhan mulai mendekatkan wajahnya pada Luhan.

Aku bukan anak kecil polos yang tidak tahu apa maksud dari adegan indah namun menyakitkan didepanku, arrrrghhhh! Shit! Kenapa Luhan, kenapa kau tega melakukan itu didepan mataku? Kenapa kau diam saja ketika pria itu menciummu? Tidak, aku tidak tahan lagi! Tanpa sadar aku memukul meja dengan kuat karena geram melihat kemesraan mereka.

Aku beranjak pergi keluar dari cafe, tidak perduli dengan chanyeol hyung yang memanggilku begitupun ketika aku menabrak seseorang didepan pintu cafe. Namja yang kutabrak melihatku, namun aku tidak mau mengucapkan maaf apalagi dengan pikiran dan juga hatiku yang sekarang sedang kacau karena seorang namja bernama Luhan.

SEHUN POV END

.

.

.

.

.

.

.

AUTHOR POV

Tiga hari berlalu sejak peristiwa terpahit dalam hidup Sehun, namja dingin itu mencoba untuk mengusir bayang-bayang Luhan dari pikirannya. Tapi tentu saja itu bukan hal yang mudah, mengingat hatinya hancur hanya dalam satu hari begitu saja. Bahkan Luhan semakin menambah luka hatinya dengan berciuman didalam cafe yang harus dilihat secara live oleh Sehun.

Suara teriakan antusias para yeoja mengusik lamunan Sehun, ck! Mereka benar-benar mengganggu dengan suara yang bisa dibilang sangat kuat. Terlihat beberapa yeoja dan namja heboh, memegang selebaran ditangan mereka " –hun hey Sehun!" teriak Kai kesal karena diacuhkan.

"Wae?" dengan terpaksa Sehun menjawabnya, sementara Kai berdecak sebal sambil melotot melihat kelakuan Sehun yang ahhhh! Lupakan saja, "Kau baca saja ini" tampak Kai menyodorkan sebuah kertas di hadapannya.

Promnite tahunan yang selalu diadakan disekolah mereka, itu adalah isi dari kertas dan juga menjelaskan pekikan histeris dari beberapa yeoja disekolah mereka sedari tadi. Tapi Sehun malas toh, tahun ini akan sama saja dengan tahun kemarin tidak ada yang istimewa pikir Sehun sambil meletakkan kertas tersebut diatas mejanya dan memandang kembali jendela kelas.

Seorang namja tiang listrik, Park Chanyeol terlihat memasuki kelas dan mendudukan bokongnya disebelah Sehun yang masih setia memandang keluar jendela. Namun ada sesuatu yang menarik perhatian si tiang listrik ini.

"Kau tahu Hun? Sebaiknya kau mulai melupakan perasaanmu itu pada Luhan sunbae. Aku sedih melihatmu terluka seperti ini" perkataan Chanyeol barusan membuat Sehun menatap hyungnya dengan tatapan datar.

"Bukankah satu minggu lagi prom? Cobalah cari seseorang di acara itu untuk melupakan Luhan sunbae" saran Chanyeeol tulus selesai membaca kertas yang dipegang Sehun tadi.

Sehun menghela napas dengan berat, "Akan kucoba hyung" bohong! Tidak mungkin Sehun bisa melupakannya begitu saja. Kau tahu bahkan sampai sekarang Sehun terus menghindari Luhan dimanapun namja cantik itu terlihat, alasannya simpel saja karena setiap Sehun melihat Luhan maka luka dihatinya seolah terbuka kembali dan berdenyut perih.

Lalu bagaimana dengan Luhan? Tentu saja namja rusa itu acuh, bukan jahat tapi perduli apa Luhan pada hoobaenya yang kemarin sempat bertingkah kurang ajar di perpustakaan. Walau harus diakui Luhan juga cukup menikmati setiap sentuhan Sehun, padahal mereka tidak cukup mengenal satu sama lain -menurut Luhan.

Kyungsoo mendengus kesal melihat Kai yang terus mengoceh di sebelahnya, yah namja hitam itu masih sibuk merayunya agar mau datang ke promnite bersama yang diadakan sekolah mereka satu minggu lagi.

Hell... bahkan duduk di sebelahnya saja sudah seperti disiksa dineraka apalagi datang ke prom bersama. Ck! Yang benar saja, asal kalian tahu Kyungsoo sudah menyukai orang lain dan itu bukan Kai tapi Suho. Yap sejak kejadian mereka pulang bersama, mereka semakin akrab sekarang walaupun tidak pernah ditunjukkan di depan umum.

"Ayolah baby Soo~" rengek Kai manja sambil menarik-narik lengan seragam Kyungsoo dan mengeluarkan puppy eyesnya yang terlihat menjijikan didepan Kyungsoo.

Keras kepala sekali anak ini, "Aku tidak mau Kai, lagipula aku tidak akan datang ke prom" ujar Kyungsoo kesal sambil menarik tangannya agar terlepas dari Kai yang sekarang cemberut mendegar perkataan Kyungsoo barusan.

"Wae? Apa kau tidak bisa berdansa? Tenang saja aku sangat mahir melakukannya jadi tidak perlu khawatir" narsis Kai sambil mencolek dagu Kyungsoo genit.

Perdebatan mereka berdua menarik perhatian Sehun dan Chanyeol yang duduk dibelakang, kenapa Kyungsoo mengatakan tidak akan datang ke prom padahal semua siswa maupun siswi sangat menantikan acara tersebut. "Itu karena aku dan Luhan hyung akan kembali ke Jepang besok" tutur Kyungsoo menjawab pertanyaan dibenak mereka berdua.

Kai langsung histeris, "Andweee baby Soo. Kenapa kau mau kembali ke Jepang lagi? Kalau kau pergi bagaimana denganku" melas Kai menatap Kyungsoo yang balas menatapnya jengah.

"Kalau kau pergi karena aku menyebalkan, aku janji tidak akan bersikap seperti itu lagi baby Soo tapi please jangan tinggalkan aku disini sendirian" janji Kai sambil menatap penuh harap ke arah Kyungsoo. "Kau tahukan, aku tidak bisa hidup tanpamu" tambah Kai lagi agar terlihat meyakinkan.

Kyungsoo memijat pelipisnya sebentar, sungguh bicara dengan makhluk menyebalkan ini menguras pikiran dan juga tenaganya tapi Kyungsoo tersenyum sebentar karena perkataan Kai yang terdengar berlebihan.

"Aku tidak bilang mau pindah kan Kai?" sementara Kai yang ditanya hanya kebingungan sambil menelengkan kepalanya.

Baiklah mari kita perjelas ini Kyungsoo, "Aku dan Luhan hyung memang mau kembali ke Jepang tapi bukan karena pindah tapi Appa Luhan hyung sedang sakit. Beliau meminta kami berdua libur untuk datang kesana, lagipula kami hanya ijin selama seminggu kok" jelas Kyungsoo membuat Kai berbinar-binar menatapnya.

Sehun menghela napasnya lega, sungguh hampir saja Sehun berlari keluar menuju kelas Luhan dan meminta kepada namja mungil itu agar tidak pindah. Bahkan dia melupakan sakit pada hatinya karena Luhan.

"Lalu kalian tidak datang ke prom?" tanya Chanyeol sambil melihat Kyungsoo.

"Hmm, begitulah soalnya kami akan pulang satu hari setelah prom" jawab Kyungsoo sambil memutar badannya menghadap Chanyeol dan Sehun. "Kenapa kalian berdua lama sekali disana? Ayolah prom sekolah ini adalah prom termewah sekaligus terbaik di Seoul, bahkan banyak orang dari luar yang ikut masuk kedalam setiap tahunnya" promosi Chanyeol panjang lebar.

Memang setiap tahun prom ini diadakan, acara tersebut dibuka untuk umum dan anak dari sekolah lain bebas masuk kedalam dan menikmati acara langka bin mewah tersebut. "Maafkan aku Chanyeol hyung, hanya saja disana kami juga ingin bertemu dengan teman lama dan Luhan hyung ingin melepas rindu dengan orang yang berarti baginya" Great! Sekarang Sehun kembali sakit hati karena penjelasanmu Kyungie~.

"Apa orang itu kekasih Luhan sunbae?" selidik Chanyeol, sebenarnya dia penasaran dengan sosok pria yang kemarin berduaan dengan Luhan di cafe.

Kyungsoo memasang pose berpikir sambil menaruh telunjuknya di dagu, membuat Kai yang duduk di sebelahnya mati-matian berusaha tidak menerkam namja pujaan hatinya. "Hmm, aku tidak bisa mengatakannya karena .si.a".

"Tapi kalau hyung penasaran, aku akan memberi sedikit bocoran!" Kyungoo mendekatkan wajahnya kepada mereka bertiga seolah sedang membicarakan rahasia negara. "Orang yang akan kami temui nanti, adalah cinta pertama Luhan hyung dan mereka baru saja bertemu beberapa hari yang lalu di sini"

What the Hell... Sekarang Sehun tahu bahwa pria itu yang bernama Yunho adalah cinta pertama dari namja yang dia cintai, bahkan besok mereka akan segera bertemu di Jepang untuk melepas rindu.

Sadar dengan dirinya yang tidak akan menang atau menandingi namja yang menjadi cinta pertama Luhan, maka Sehun memutuskan dan berjanji akan melupakan saja namja bermata rusa yang telah mengambil hatinya saat pertama kali bertemu sekaligus menghancurkan hatinya tanpa ampun dan belas kasih.

Yah, Sehun harus melupakan Luhan dari hatinya selamanya sebelum hatinya yang sudah terlanjur luka semakin sakit dan terus sakit. 'Aku berjanji akan melupakan dirimu selamanya Luhan' janji Sehun dalam hati.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc sodara-sodara sekalian!

Baiklah, sepertinya semakin lama ini semakin aneh dan membosankan. Yue sengaja buat chap ini hanya untuk membahas keadaan HunHan setelah kejadian di cafe. Tenang aja si cadel Sehun masih bakalan Yue siksa kok, alias ngenes batin. Dengan adanya chap ini udah terjawab donk siapa yang di sukai Luhan? Sayang nya itu bukan Sehun. Makanya jangan kebanyakan selingkuh Hun, jadi Yue siksa kan #ketawaevil.

Untuk chap depan, sedikit demi sedikit misterinya bakalan terungkap satu persatu. Sedangkan untuk konfliknya bakalan muncul di chap depan, maafin Yue kalau alur nya sangat lambat dan bertele-tele karna Yue masih belajar nulis.

Yue menerima semua kritik dan saran dari kalian chingu, karena itu membantu Yue untuk memperbaiki cara penulisan dan menambah semangat melanjutkan fic ini. Mari kita balas review kalian chinguuu~

~Fuji jump910: Ada tuh, tapi bukan HunHan ya. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Oh HunHan Zelus: Hahahaha... Seneng banget liat si cadel sakit hati. Udah tahu donk siapa orang yang di sukai Luhan. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~ .58: Cieeee...Yue juga sama suka liat si cadel patah hati. Udah terjawab donk siapa yang di sukai Luhan dan sayangnya itu bukan iOS atau Sehun. Soal Sulli nanti di chapter selanjutnya akan di jelaskan. Wah, makasih loh udah kasih tahu tentang typonya. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Kimyori95: Gomawo...Hehehehehe...wah bener tuh, kalau tahu Sehun masih mau gak ya Luhan jadi ukenya ? Sehun jadi gimana hayo? Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Devrina: Ini udah di next chingu, tolong kasih kritik dan saran juga ne? Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~No Minwoo: wah, makasih udah bilang cerita Yue bagus, semoga suka dengan chapter ini ne. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

.

.

.

Gomawooo utk yg meRiview, Fav / Follow

Fic Yue ini dan juga,

Please reviewnya chinguuu^^

~Yue m00nlight~