Chapter 7
Tittle : Are You A Vampire?
Author : Yue m00nlight
Cast : Hunhan and the other
Genre : Romance, Drama & Fantasy
Rate : M
Lenght : 7/?
Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.
Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.
Summary : Kehidupan para murid SM SHS merupakan sekolah terbaik di Korea Selatan, yang semula tenang mulai menjadi kacau karna kedatangan dua orang namja sebagai murid baru di sekolah tersebut. Tidak cukup sampai disitu, sekarang mereka dihadapkan oleh sebuah misteri tak kasat mata namun mengancam jiwa mereka, bisakah mereka memecahkan misteri tersebut sebelum mereka kehabisan waktu ?
.
.
.
.
.
.
.
This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me
please close the tab now!
.
.
.
NO BASH, FLAME, PLAGIARISME
AND NO SIDERS
.
.
.
.
.
.
.
Sadar dengan dirinya yang tidak akan menang atau menandingi namja yang menjadi cinta pertama Luhan, maka Sehun memutuskan dan berjanji akan melupakan saja namja bermata rusa, yang telah mengambil hatinya saat pertama kali bertemu sekaligus menghancurkan hatinya tanpa ampun dan belas kasih.
Yah, Sehun harus melupakan Luhan dari hatinya selamanya sebelum hatinya yang sudah terlanjur luka semakin sakit dan terus sakit. 'Aku berjanji akan melupakan dirimu selamanya Luhan' janji Sehun dalam hati.
Happy Reading ^_^
Niigata, Jepang
Sebuah kota indah yang berada di bagian Utara Jepang, bisa ditempuh selama 1 jam 40 menit dari Tokyo menggunakan kereta kecepatan tinggi Shinkansen. Kota yang terkenal dengan sake dan berasnya ini, merupakan tempat dimana Luhan dan Kyungsoo berada sekarang.
Mobil sedan berwarna hitam dan jendela hitam sepekat malam, tampak memasuki areal kotor dan tak berpenghuni bahkan tempat tersebut disebut-sebut sebagai tempat berhantu oleh penduduk Jepang.
Dua orang namja turun dari dalam mobil, Luhan dan Kyungsoo adalah mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling bangunan yang megah dan indah namun tidak terawat mencari keberadaan seseorang. "Disini!" seru seorang namja memanggil mereka mendekat. "Aku kira kalian berdua tidak jadi datang" ujarnya ceria.
"Kenapa disini? Dimana yang lain?" tanya Luhan to the point kepada namja yang sekarang menuntun dirinya dan Kyungsoo memasuki bangunan tersebut.
Namja itu berhenti didepan sebuah pintu besar didalam bangunan, "Karena disini aman dari manusia Lulu baby" namja itu melirik Luhan dan Kyungsoo sebentar kemudian mendorong pintu didepan mereka.
Terlihat sosok-sosok didalam ruangan itu dalam berbagai pose, duduk, berdiri sambil mengobrol, memandang keluar bangunan dari kaca, bahkan meletakkan kepala di atas meja dengan bosan.
Dengan langkah pasti mereka masuk dan bergabung bersama yang lainnya, tidak lama berdiri seorang lelaki berwajah oriental sambil memukul gelas yang dipegangnya menggunakan sendok. Membuat semua pandangan mengarah padanya secara otomatis, "Aku ucapkan selamat datang untuk semua saudaraku yang bersedia hadir disini" ujar pria tersebut dengan bahasa inggris yang fasih.
"Hari ini, kita berkumpul untuk megadakan pertemuan vampire setiap tiga tahun sekali untuk membahas hal rutin yaitu Hunter" lanjutnya menatap semua orang didalam. Benar sekali mereka semua adalah vampire yang terdiri dari berbagai ras dan negara, mereka tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi karena menggunakan bahasa yang sama bahasa inggris.
Pria oriental adalah vampire yang mengadakan pertemuan rutin ini, sebagai salah satu dewan vampire dia juga petarung handal dan berumur sangat tua sekitar 1800 tahun lebih. Tempat pertemuan mereka selalu berbeda, dan sekarang di negara Jepang dalam bangunan Russian Village yang ditutup tahun 2002 lalu karena bangkrut. Jauh dari jangkauan manusia, tempat seperti itulah yang mereka gunakan untuk mengadakan pertemuan penting ini.
Pria oriental bernama Renji melanjutkan kembali, "Aku dengar para Hunter mulai aktif kembali di dataran Eropa dan beberapa saudara kita menjadi korban mereka. Aku harap kalian menjauhi tanah tersebut untuk sementara waktu, tapi bukan berarti kalian bisa santai di tempat tinggal kalian masing-masing. Karena para Hunter tidak pernah terduga, jadi jagalah diri kalian sebaik mungkin serta selalu memberi informasi terbaru tentang Hunter kepada saudara kita yang lain!" jelas Renji kembali dengan tegas.
"Sekian berita dari dewan vampire, selamat menikmati waktu kalian dan juga menikmati makanan yang disajikan" tutup Renji, setelahnya keluar beberapa wanita berpakaian maid membawa bergelas-gelas darah segar yang menggiurkan.
Mereka bukan vampire seperti difilm yang biasa kalian lihat, mereka 'makan' dengan etika yang tinggi dan berkelas tak terkecuali duo HanSoo yang baru saja meneguk darah di gelas mereka.
"Dimana Jae hyung?" Kyungsoo bertanya pada Yunho. Merasa heran karena tidak menemukan vampire yang terlihat cantik dan tampan pada saat bersamaan. Apalagi beberapa hari lalu dia lah yang datang ke Korea dan mengundang mereka untuk menghadiri acara ini –Luhan yang menyampaikan padanya.
Yunho melirik Luhan disebelahnya yang tampak menatap keluar bangunan dari jendela, jari-jari tangannya memainkan gelas tinggi cantik berisi darah dengan pandangan datar. "Sebentar lagi dia datang, dia harus mempersiapkan sesuatu" jawab Yunho setelah menyesap kembali darah didalam gelas yang dia pegang.
"Kau penasaran kenapa dia bersikap seperti itu?" lagi Kyungsoo bertanya sambil tersenyum lembut menatap Luhan yang tidak memperdulikan mereka.
Sebenarnya Yunho penasaran, kelihatannya Luhan yang merupakan cinta pertamanya itu sedang memikirkan sesuatu dan mengabaikan Yunho. Padahal kalau mereka berdua bertemu, Luhan selalu bersikap manja pada Yunho walaupun sudah ada Jaejoong sebagai pasangannya sekarang.
Untunglah Jaejoong bisa memaklumi sikap Luhan yang selalu manja bila berada didekat Yunho, walaupun terkadang ada rasa kesal singgah di hati namja cantik itu jika Luhan sudah bersikap kelewatan pada Yunhonya.
Merasa tidak ada respon dari Yunho, Kyungsoo menjelaskan saja perubahan sikap dari Luhan. "Luhan hyung seperti itu karena gagal memangsa manusia yang memiliki aroma sangat lezat disekolah" Kyungsoo berlalu dari hadapan Yunho setelah dipanggil Jaejoong yang baru tiba di pintu masuk.
Jaejoong tahu kalau Yunho dan Luhan sedang membutuhkan waktu berdua, karena itu dia membawa pergi Kyungsoo dari sana dengan alasan ingin berkeliling di kota Niigata.
.
.
.
.
.
.
.
"Haaah... H-hyunghhh...Mhhhmm" Luhan mendongakkan kepalanya, menikmati setiap hujaman yang berada di holenya.
"Euunggh... there h-hyung!...ahh...yesss...fas-faster hyunghhh" desahan nikmat keluar dari mulut Luhan saat Yunho menumbuk prostatnya kuat. Membuat dia melengkungkan badannya nikmat.
"Shhh..you...ahh...so tighthh...lu...ahh" nikmat Yunho semakin dalam menghunjam hole sempit Luhan, yang terasa meremas-remas penis besarnya.
"Ahh...eungghh...oohhh...fuck me hard hyunghhh" desah Luhan lagi semakin menggila saat dirasakan penis Yunho menumbuk prostatnya berulang kali tanpa ampun, hingga membuat dia mengelinjang keenakan sambil meremas rambut belakang Yunho menyalurkan kenikmatan yang dia rasakan.
"Assshh...you wiss baby" balas Yunho semakin cepat dan brutal meng-in-out kan penisnya didalam hole Luhan.
Desahan dan erangan kenikmatan terus keluar dari bibir bengkak Luhan, sampai akhirnya dia merasakan perutnya mulai menegang dan penisnya mulai berkedut-kedut ditangan Yunho yang mengocok juniornya dengan tempo seirama dengan tusukannya di hole sempit Luhan. "Ahhh..nggghh...i.. wannahhh...cumm...ahhh" saat dirasa Luhan hampir klimaks.
Yunho berhenti mencumbui leher Luhan, terdapat bercak-bercak merah keunguan di sekitar lehernya. "To-together babyhhh" Yunho juga merasa bahwa dirinya hampir sampai.
Setelah beberapa kali hentakan cepat dan brutal, Yunho dan Luhan klimaks bersamaan sambil meneriakkan nama pasangan mereka masing-masing.
"Ahhh...YUNHOOOOO"
"Ahhhh...JAEJOOOOOONG"
Croot
Crooot
Crooot
Luhan yang baru menutup matanya, langsung menatap tidak percaya ke arah Yunho yang terbaring disebelahnya. 'Bagaimana mungkin dia mendesahkan nama lain saat dia sedang bercinta denganku'. Pikir Luhan frustasi.
Sadar dengan hawa tidak enak disebelahnya, Yunho memiringkan kepalanya menatap Luhan . "M-maafkan aku Lu...ak-aku hanya-"
"Sudahlah hyung, aku tahu kalau orang yang kau cintai sekarang adalah Jae hyung sedangkan aku hanya orang dimasa lalumu" potong Luhan sinis sambil memakai kembali pakaiannya yang berserakan di lantai.
Kembali Yunho menatap bersalah pada Luhan, yang sudah selesai memakai bajunya sambil merapikan rambutnya yang berantakan. "Mianhe Lu...mianhe karena aku hanya bisa menyakitimu" lirih Yunho sembari duduk di tepi ranjang.
Tangan Luhan terkepal erat disisi tubuhnya, berusaha menahan amarah yang menyeruak didalam hatinya. Sakit, sangat sakit rasanya begitu mengetahui orang yang pernah menjadi cinta pertamamu dan menghabiskan waktu cukup lama bersama sudah melupakanmu begitu saja. "Mianhe Lu, aku yang salah" lagi lirihan itu terlontar dari mulut Yunho sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Hah, seandainya saja dulu mereka tidak pergi ke Korea dan bertemu dengan Jaejoong dan kelompoknya Luhan rasa Yunho masih disisinya sekarang menikmati waktu berdua tanpa rasa sakit seperti ini.
"Aku sudah memafkanmu hyung" Luhan membuka kedua tangan yang menutup wajah tampan Yunho pelan, kemudian dia tersenyum lembut menatap mata musang yang terlihat sedih, sakit, dan perasaan bersalah dihadapannya. "Kajja, aku rasa mereka sudah menunggu kita" Luhan menarik Yunho berdiri.
Memang sudah tiga jam berlalu sejak mereka berempat bertemu tadi. Dan itu artinya sudah hampir tiga jam pula Yunho dan Luhan bercinta tanpa lelah di hotel yang mereka sewa.
Yunho memeluk Luhan dengan erat, dia bingung kenapa Luhan masih bisa memaafkannya begitu saja setelah dia meninggalkan Luhan dan memilih bersama Jaejoong. 'Kuharap kau bisa segera melupakanku dan mendapatkan cintamu secepatnya lu´. Tiba-tiba Yunho berbisik di telinga Luhan, "Kurasa kita harus mandi dulu deer, kau bau sperma" canda Yunho sambil melepas pelukannya dan berlari ke kamar mandi.
"YA! INI JUGA BAU SPERMA MU HYUUUNG!" marah Luhan sambil menyusul Yunho ke kamar mandi yang pintunya tidak dikunci.
.
.
.
.
.
.
.
Mata Jaejoong menatap nanar dua orang yang baru datang menghampiri mereka, tangan yang bertautan, senyum yang selalu terkembang, dan juga tatapan kedua mata tersebut seolah menyiratkan cinta yang dulu pernah hilang kembali muncul. "Kalian sangat lama" keluh Jaejoong setelah Yunho berada di sebelahnya.
Tidak ada jawaban, hanya senyum kecil yang Jaejoong dapat. "Kalian kemana saja hyung?" tanya Kyungsoo polos. Tidak ada jawaban, hanya senyum tipis dari Luhan.
Perasaan terluka itu muncul, tatkala mata Jaejoong melihat dengan jelas beberapa kissmark di leher Luhan yang tidak ditutupi syal. Padahal cuaca sedang dingin.
'Mereka kembali bercinta', itulah pikiran yang hinggap di kepala Jaejoong. Sepertinya Luhan sengaja tidak menutupi tanda tersebut, apa dia ingin pamer di depan Jaejoong yang telah merebut Yunho dari sisinya? Jaejong tahu dia layak dibenci, tapi apakah harus seperti ini Luhan membalasnya. Namun semua kekecewaan itu hanya mampu disimpan dalam hati, Jaejoong sadar dia lah pihak ketiga dalam hubungan mereka dulu.
Empat namja itu kembali masuk ke dalam bangunan itu, menemukan beberapa tubuh manusia tergeletak di dalam ruangan meregang nyawa karena darahnya yang habis di hisap oleh vampire.
Yunho mengajak mereka ke ruangan lain, tiba di dalam Jaejoong memberi kode pada Yunho yang dibalas kekehan pelan membuat Luhan dan Kyungsoo berpandangan bingung. "Luhan bagaimana kalau kita bermain game?"
"Game apa?" setahu Luhan tidak ada apa pun disini yang bisa dibuat sebagai permainan, hanya ruangan kosong tak bertuan. Kyungsoo mengangkat sebelah alisnya, dia merasa curiga.
Yunho merangkul pundak Luhan dan Kyungsoo, "Tenang saja ini hanya permainan adu kekuatan saja kok. Bermain panco tapi ada taruhannya" seringaian licik itu kembali mempertegas ada hal yang mencurigakan.
Kyungsoo menatap Yunho, "Apa taruhannya hyung?" jujur jika berurusan dengan namja satu ini, pasti akan ada siaga satu di kepalanya.
Jaejoong mendekat dan ikut merangkul Kyungsoo, "Tenang saja, ini taruhan yang menarik dan aku yakin kalian akan menyukainya" YunJae saling menatap, ada sedikit kelicikan terlihat di kedua mata tersebut.
.
.
.
~ Are You A Vampire? ~
.
.
.
Promnite berlangsung meriah, beberapa pasang muda-mudi terlihat berdansa dalam pola menarik mengikuti alunan musik klasik khas eropa yang dimain kan oleh tangan-tangan ahli. Tema untuk promnite tahun ini adalah eropa klasik abad pertengahan 'Romeo & Juliet'. Maka dari itu para namaja terlihat mengenakan tuksedo mewah dan para yeoja mengenakan gaun dan topeng yang menyembunyikan paras mereka.
Semua yang hadir tampak menikmati malam promnite, kecuali dua orang namja tampan berbeda warna kulit yang menyandar di dekat dinding.
Kai dan Sehun kesal, mereka di paksa datang oleh para hyungdeul ke sini dan di tinggal begitu saja setelah mendapat teman dansa atau teman mengobrol. Wajah tampan-namun-kesal tersembunyi di balik topeng yang mereka gunakan. "Hun, bagaimana kalau kita pulang saja?" usul Kai.
"Aku rasa itu ide bagus" memang mood mereka sedang buruk. Bukan karena tidak ada yang mengajak mereka berdansa atau apa, tapi karena tidak hadirnya dua orang yang mereka sukai disini.
Gelas yang mereka pegang, sudah di letakkan di meja yang berisi makanan dan minuman. Sepanjang kaki mereka melangkah menuju pintu keluar, tampak para hyungdeulnya mengobrol akrab dengan beberapa namja di berbagai tempat. Kenapa bukan yeoja? Tanyakan saja pada mereka. Tiba-tiba langkah mereka berdua terhenti di dekat pintu, jantung mereka berdetak cepat, napas tak beraturan, dan lidah yang terasa kelu, -setelah dua orang yeoja melewati mereka masuk ke dalam ruangan dansa.
Dua orang gadis cantik, walau tersembunyi di balik topeng melenggang masuk ke dalam acara. "Kau tahu Sehun?" tanya Kai tanpa mengalihkan perhatiannya dari dua orang gadis yang mengambil minuman di atas meja. "Aku rasa, ada baiknya jika kita menikmati pesta ini" lanjut Kai membawa langkahnya ke gadis tersebut.
"Menurutku juga begitu" gumam Sehun mengikuti Kai, mendekat ke arah dua gadis tadi. "Hey, mau berdansa?" tanya Kai tanpa basa basi pada gadis bergaun light blue tanpa lengan dan berambut coklat lembut bergelombang sepunggung. Gadis itu menatap temannya dengan gelisah, seperti mengerti temannya mengangguk. "Tentu"
Dan dengan cepat, Kai menarik gadis tersebut dalam pelukannya. Berdansa mengikuti lantunan lagu yang menggema. Sehun masih menatap gadis bergaun hitam berambut hitam lurus sebahu, "Kau mau menemaniku berdansakan?" tangannya terulur ke arah si gadis.
Awalnya gadis itu terlihat ragu, namun tidak lama dia menerima juga ajakan Sehun untuk berdansa. Mereka semua terus berdansa, menikmati moment-moment berharga di sekeliling mereka. Mata Sehun tidak bisa lepas dari wajah gadis di hadapannya ini, membuat si gadis menundukkan kepalanya malu karena tatapan tajam Sehun. Sehun tahu ini gila, bahkan dia merasa seperti berselingkuh di belakang Luhan sekarang. Tapi sejak pertama kali melihat gadis ini, tidak bisa di pungkiri, dia seperti melihat seseorang sekarang. Seseorang yang dirindukannya.
Luhan. Gadis ini mengingatkannya pada Luhan.
Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba mengusir bayangan Luhan. Bukankah seminggu yang lalu dia sudah berjanji akan melupakan namja itu. Gadis didepannya mengernyit bingung, kenapa namja teman dansanya ini menggeleng-gelengkan kepala sejak tadi apa dia sakit. "Gwenchana?"
Mendengar suara lembut itu, Sehun tersenyum tipis. 'Dasar pabo, Luhan itu namja bukan yeoja' rutuk Sehun dalam hati. "Bagaimana kalau kita keluar?" tawar Sehun, membuat si gadis mengiyakan pertanyaan Sehun. Tanpa Sehun sadari, dua pasang mata menatap kepergiannya dengan penuh tanya. "Kau baik-baik saja melihat itu hyung?" cemas salah seorang namja yang mengawasi kepergian Sehun dengan seorang yeoja.
Sedangkan si namja yang ditanya tersenyum sendu, "Ne" balasnya singkat. Namja yang lebih muda mengerti, "Entah kenapa, firasatku mengatakan kalau mereka akan bersama" tuturnya pelan namun bisa di dengar oleh yang lebih tua. 'Aku juga merasa seperti itu' batinnya miris.
"Aku harap mereka menjadi sepasang kekasih, karena kulihat mereka sangat serasi"
Dia tahu firasatnya tidak pernah salah. Apalagi setelah hidup abadinya selama ratusan tahun. Bukankah pengalaman mengajarkan segalanya? Semoga orang yang di sukainya bisa berbahagia walaupun tak bersama dengannya.
.
.
.
~ Are You A Vampire? ~
.
.
.
Sehun tahu ini gila. Sehun tahu ini tidak masuk akal. Sehun juga tahu apa yang dilakukannya sekarang salah. Tapi dia butuh pelampiasan sekarang. Dan gadis ini lah korban pelampiasannya sekarang. Salahkan saja dia datang di saat yang tidak tepat. "Eungghh..." gadis itu kembali melenguh dalam ciuman panas mereka.
Sehun terus menghisap bibir atas dan bawah gadis itu, menjilat-jilat bibirnya sesekali. Dengan sedikit kuat Sehun menggigit bibir bawah si gadis. "Akh!" kesempatan itu tidak di sia-siakan Sehun untuk melesakkan lidahnya masuk. Menjelajahi mulut tersebut, mengabsen setiap gigi, mengelitik langit-langit dan mengajak duel lidah si gadis yang semakin memperpanas ciuman mereka sedari tadi di kamar apartemen Sehun.
Apartemen? Bagaimana kedua insan tersebut bisa sampai sana.
Jawabannya, saat Sehun keluar bersama dia. Sehun bingung harus kemana, dan akhirnya memutuskan membawa gadis asing ini ke dalam apartemen miliknya.
Hal yang lebih gila lagi, entah setan dari mana. Atau siapa yang duluan memulai, tiba-tiba saja mereka sudah berciuman. Awalnya hanya ciuman biasa dengan sedikit lumatan namun lama kelamaan menjadi semakin panas dan menggairahkan keduanya. Bahkan sudah sampai kamar dan diatas ranjang Sehun, mereka masih saling memagut bibir satu sama lain. Tangan si gadis terus menjambak rambut belakang Sehun, membuatnya semakin berantakan dan menimbulkan kesan liar dan seksi pada Sehun. Saliva juga mengalir keluar dari sudut bibir si gadis, entah milik siapa. Topeng Sehun sudah terbuka sejak mereka masuk apartemen, berbeda dengan gadis itu karena dia masih memakainya.
Puas dengan bibir si gadis yang memerah dan sedikit membengkak, Sehun menurunkan bibirnya mengecup sepanjang rahang sampai ke leher putih yang belum tersentuh sejak pagutan mereka beberapa saat yang lalu.
Lidah Sehun mulai menjilat sensual leher putih tersebut, membuat si gadis bergidik geli dan nikmat.
Selesai menjilat-jilat leher mulus itu, dengan cepat sehun mulai menghisap, menggigit kecil dan mengecapnya sebentar membuat tanda kissmark merah keunguan. Sehun menatap karyanya sebentar dan seringaian terpampang di wajah tampannya. Tentu dia tidak ingin hanya satu tanda maka dengan lihainya dia mulai menambah jumlah kissmark. Membuat gadis dibawahnya mengerang nikmat dan mendongakkan kepalanya memberi akses lebih pada Sehun.
"Mhh..Su-sudahhh...Cukup S-sehun...ahhh" desahnya keras saat Sehun menghisap lehernya kuat-kuat seperti seorang vampire. Cieee, yang mau nyaingi Luhan karena cintanya di tolak #dilemparSwalowSehun.
Dengan cepat Sehun mengangkat wajahnya dari leher si gadis, menatap wajahnya yang masih tertutup topeng. "Siapa kau?" Sehun ingat dia belum berkenalan dengan gadis ini. Bahkan dia saja tidak tahu nama gadis asing ini. Bisa dipastikan otak pintar Sehun tahu, jika gadis ini bukan salah satu siswi di sekolahnya. Si gadis membeku, dalam hati dia mulai merutuk kenapa mulutnya bisa kelepasan bicara.
Tangan Sehun tertahan oleh si gadis, ketika Sehun mencoba membuka topengnya. "Ja-jangan Oh Sehun" gagapnya membuat Sehun menyipit semakin curiga. Tidak perduli denan perkataan gadis itu, Sehun langsung menarik topeng itu hingga terlepas dan menampakkan wajah si gadis yang terbelalak kaget. "KAU!" teriak Sehun seketika.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Fyuuh, lega juga karena udah selesai ngetik cerita ini. Jadi gimana readersnim? Apa pertanyaan kalian sudah terjawab semua? Jika belum silahkan menunggu kkkk~ #dijongkrokinkesumur
Kemarin kan Yue udah janji kasih NC nah udah ditepatikan? Yah walaupun bukan HunHan tapi YunHan waaupun hanya dikit #diterbanginSehun
Gila, Yue beneran bingung jadinya. Ada kabar yang nyebutin kalau Luhan oppa mau keluar dari EXO, karena jadwal mereka yang terlalu padat. Apalagi setelah Luhan ngedrop and jatuh sakit, andweeee ini ga bisa di biarin. Semoga aja berita ini ga bener, karena Yue udah cukup sedih kehilangan Kris oppa yang jelas-jelas biasnya Yue.
Sebenarnya bias Yue di EXO tuh, Kris, Luhan dan Baekhyun oppa. Sialnya entah kenapa Yue justru merasa sakit karena mereka bertiga :( Mulai dari Kris oppa yang keluar EXO, Baekhyun oppa yang pacaran ma si Taeyeon ahjumma, dan sekarang kondisi Luhan oppa yang ngedrop dan dikabarkan mau keluar dari EXO ngikuti Kris. Andweeeee, kenapa para bias Yue hanya membuat Yue sedih terus sih? #elapingus
Mian kalau kalian tersinggung karena Yue bilang Tae itu ahjumma. Jujur aja Yue ga terima mereka pacaran sampai sekarang. Yue bahkan ikut ngebash Taeyeon ahjumma di IG nya, perduli kata orang karena bagi Yue Baekhyun oppa hanya punya kita para EXO-L. Walaupun efeknya Yue di bash balik ma fansnya Taeyeon ahjumma dan jumlahnya juga ga dikit, tapi bodoh amat yang penting dulu Yue puas karena udah ngeluarin unek-unek Yue ma si Tae ahjumma penjual ikan di pasar #smirkevil #dibakarTaefans Adakah diantara readers semua merasakan hal yang sama dengan Yue atau sebaliknya?
Untuk sekarang Yue belum bisa balas review kalian semua, jadi chap selanjutnya aja yah baru di balas #deepbow
Gomawooo utk yg meRiview, Fav / Follow
Fic Yue ini dan juga,
Please reviewnya chinguuu^^
~Yue m00nlight~
