Chapter 8

Tittle : Are You A Vampire?

Author : Yue m00nlight

Cast : Hunhan and the other

Genre : Romance, Drama & Fantasy

Rate : M

Lenght : 8/?

Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.

Warning : NC Inside! Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.

A/N : khusus chap ini full HunHan moment and ga di ganggu cast lain kecuali di akhir cerita. Sebelumnya Yue minta maaf kalau ada yang kecewa dengan chap kemarin, tapi tenang udah di ganti kekecewaannya dengan chap ini^^ karena HunHan bakalan NC-an tanpa terganggu. Tapi maaf yah, kalau NC nya ga hot seperti yang kalian semua inginkan, maklum masih amatir dan masih belajar juga.

.

.

.

.

.

.

.

This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me

please close the tab now!

.

.

.

NO BASH, FLAME, PLAGIARISME

AND NO SIDERS

.

.

.

.

.

.

.

Dengan cepat Sehun mengangkat wajahnya dari leher si gadis, menatap wajahnya yang masih tertutup topeng. "Siapa kau?" Sehun ingat dia belum berkenalan dengan gadis ini. Bahkan dia saja tidak tahu nama gadis asing ini. Bisa dipastikan otak pintar Sehun tahu, jika gadis ini bukan salah satu siswi di sekolahnya. Si gadis membeku, dalam hati dia mulai merutuk kenapa mulutnya bisa kelepasan bicara.

Tangan Sehun tertahan oleh si gadis, ketika Sehun mencoba membuka topengnya. "Ja-jangan Oh Sehun" gagapnya membuat Sehun menyipit semakin curiga. Tidak perduli denan perkataan gadis itu, Sehun langsung menarik topeng itu hingga terlepas dan menampakkan wajah si gadis yang terbelalak kaget. "KAU!" teriak Sehun seketika.

.

.

.

Happy Reading ^^

"KAU!" teriak Sehun seketika.

Tubuh namja pucat itu kaku, melihat sosok di balik topeng. "Lu-Luhan hyung" lanjutnya terbata karena terkejut.

"Bagaimana kau bisa ada disini? Bukannya kau dan Kyungsoo sedang di Jepang sekarang?" sial Luhan benar-benar malu sekarang, identitasnya yang sedang menyamar terbongkar didepan hoobaenya sendiri. "Mmm., a-aku sudah pulang kemarin makanya datang ke prom" jawab Luhan sambil tersenyum canggung.

Sehun senang bukan main, ternyata Luhan sudah pulang. Dua hari lebih cepat dari yang dikatakan Kyungsoo kemarin, tapi kenapa namja ini memakai pakaian yeoja ke prom bahkan dandanannya juga. "Lalu kenapa kau memakai berdandan ala yeoja?" JDEERRR! Sial, Sehun malah menanyakannya. Apa dia harus jujur.

"Bisakah kita duduk? Hmm... posisi ini terasa canggung" Sehun baru sadar kalau dia masih menindih Luhan sedari tadi. "Mian hyung" Sehun menarik tubuh Luhan hingga mereka berdua terduduk di atas tempat tidur.

Mata Sehun melirik Luhan, sebenarnya Luhan itu cukup cantik jika berdandan ala yeoja seperti ini. "Hmm, sebenarnya aku dan Kyungsoo berdandan ala yeoja seperti ini karena kalah taruhan" jelas Luhan malu-malu. Kyungsoo? Perasaan Sehun belum melihat sosok Kyung- ah dia ingat sekarang.

"Apakah yeoja bergaun light blue tadi adalah Kyungsoo?" dan Luhan mengangguk kan kepalanya imut.

Ugh! Sehun bisa kena diabetes jika sering-sering melihat tingkah Luhan yang sangat imut seperti tadi.

"Kalah bertaruh? Memangnya hyung bertaruh dengan siapa?" Sehun ingin berterima kasih pada orang yang membuat Luhan berdandan seperti ini. Walaupun Luhan kelihatan tidak suka berpenampilan seperti yeoja, tapi Sehun tidak bisa bohong kalau Luhan sangat cantik bahkan mengalahkan kecantikan yoja manapun dalam balutan gaun dan juga wig palsu.

Luhan mempuotkan bibirnya imut, tangannya terlipat kesal didepan dada. "Ini semua karena taruhan konyol Yunho dan Jaejoong hyung, dasar pasangan evil" sungut Luhan.

Didepannya Sehun terlihat bingung, bukankah Yunho adalah namja yang kemarin dia temui di cafe dan juga namja atau mungkin pacar Luhan. 'Kenapa Luhan hyung menyebutnya pasangan evil? Siapa itu Jaejoong?'

Sehun tahu dia bisa di anggap tidak sopan tapi dia sangat penasaran. "Memangnya siapa mereka berdua?" tidak ada salahnya kan bertanya.

Sekarang gantian Luhan yang kelihatan bingung mau menjelaskan apa. "Eh? Hmm, mereka... ngg... adalah temanku... dan juga mereka berdua sepasang kekasih...begitu hehehhe" Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, berharap penjelasannya tadi bisa dipercaya Sehun.

Senang? Tentu saja, akhirnya dia tahu siapa itu Yunho. Mungkin Yunho memang orang yang penting bagi Luhan dulu, namun sekarang orang tersebut sudah memiliki pacar. Bukankah itu artinya Sehun masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati Luhan.

Mereka berdua terdiam beberapa saat, sibuk dengan pemikiran masing-masing.

"Luhan hyung, aku tahu ini mendadak tapi aku rasa ini adalah waktu yang tepat" Sehun terlihat serius, dia yakin inilah saatnya menyatakan perasaannya pada Luhan.

Luhan hanya diam, dalam hati dia bertanya-tanya apa yang ingin di katakan Sehun pada dirinya.

Dengan perlahan Sehun menggenggam kedua tangan Luhan, mata elangnya menatap ke mata rusa Luhan dalam. "Aku sudah lama menyukaimu hyung, bahkan sejak pertama kali melihatmu. Karena itu maukah kau menjadi namjachingu-ku Luhan hyung?" dengan lancar Sehun menyelesaikan kalimatnya.

Bagaimana dengan Luhan, sepertinya dia sudah tahu harus menjawab apa. "Tentu... aku mau menjadi namjachingu-mu Oh Sehun" senyum manis Luhan terkembang, kenapa dia bisa menjawabnya semudah itu.

Namun sekali lagi Sehun tidak perduli.

Yang dia perdulikan adalah Luhan yang menerimannya dan resmi menjadi kekasihnya sekarang.

Tuhan apakah ini jawaban dari segala sakit yang Sehun rasakan. Sehun langsung memeluk tubuh Luhan, mengecup kepala Luhan berkali-kali. Dia sangat sangat sangat bahagia.

Sehun melepas pelukannya dari tubuh Luhan, kedua tangannya menangkup wajah Luhan. Wajahnya berseri bahagia, "Saranghae baby lu, jongmal saranghae" Sehun mengecup dahi Luhan dengan lembut dan lama, menyalurkan rasa kasih sayangnya pada Luhan.

Sekali lagi Luhan tersenyum manis, membuat Sehun ikut tersenyum lebar menampilkan eyesmile nya yang langka. "Nado Hunieee" ujar Luhan manja sambil mengedipkan sebelah matanya.

Apakah ini mimpi? Jika benar tolong jangan bangunkan Sehun sekarang. Dia terlalu bahagia, karena Luhan membalas perasaannya dan memanggilnya dengan panggilan manja.

Sehun tersenyum mendengar jawaban Luhan. Karena pada akhirnya dia bisa mendapatkan Luhan, namja yang sangat dia cintai. Sehun mendekatkan wajahnya ke arah Luhan, napas hangatnya menyapu wajah Luhan yang mulai menutup matanya.

Tanpa basa-basi Sehun meraup bibir merah Luhan. Menekan tengkuk Luhan untuk memperdalam ciuman mereka. Membawa mereka berdua dalam ciuman yang panas dan menggairahkan. Kepala mereka bergerak kesana kemari mencari kenikmatan. Lidah mereka juga ikut bertarung saling mendominasi satu sama lain. Bunyi decakan khas terdengar, karena pertarungan lidah yang luar biasa nikmat.

Namun sebagai ultimate seme, tentu saja Sehun lah yang keluar sebagai pemenang. Luhan yang kalah hanya pasrah saat lidah Sehun kembali menjelajahi goa hangat miliknya. Luhan juga harus mengakui jika Sehun seorang good kisser, bahkan lebih hebat dari Yunho.

"Ngghh...ahhh..." desahan kembali mendominasi kamar Sehun. Setelah beberapa menit yang panjang, Sehun menghentikan ciumannya membuat benang halus saliva menjuntai saat dia menarik lidahnya keluar dari mulut Luhan. Dadanya naik-turun, menghirup oksigen dengan cepat. Berbeda dengan Luhan yang kelihatan baik-baik saja.

Mata Sehun ditutupi kabut nafsu, tidak jauh berbeda dengan Luhan. "Aku menginginkanmu malam ini baby lu" suara Sehun memberat, tanda gairah sudah naik sampai ke ubun-ubun.

Kepala Luhan mengangguk, menyutujui keinginan Sehun. Lagipula memang ini yang dia inginkan sejak tadi. Mendapat ijin dari Luhan, dengan cepat Sehun melucuti pakaian mereka berdua hingga tubuh mereka sama-sama naked total.

Keduanya saling menatap tubuh pasangn masing-masing, mengagumi keindahan yang di perlihatkan. Jakun Sehun naik turun memperhatikan bagaimana tubuh mulus, putih, nan mengoda milik Luhan. "Kau...sangat indah baby" puji Sehun sambil membelai lembut pipi kiri Luhan.

Luhan tersenyum, "Kau juga sangat luar biasa Sehun" benar, Luhan terpesona melihat otot dada bidang milik Sehun. Lalu perut rata dengan abs yang tercetak samar, entah bagaimana di mata Luhan terlihat sexy dan menggairahkan. Ketika mata Luhan turun semakin ke bawah terlihat junior kebanggaan Sehun yang menegang sempurna. "Besar sekali" gumam Luhan tanpa sadar. Sial bahkan punya Sehun lebih besar dari pada milik Yunho.

Smirk khas Sehun terlihat, ketika mendengar gumaman Luhan. Ternyata tidak sia-sia selama ini merawat dan menjaga (?) juniornya dengan baik. "Kau suka melihatnya baby?" kembali Sehun membelai pipi Luhan. Namja itu mengangguk dan tanpa basa-basi mendorong tubuh Sehun hingga posisi Luhan berada di atas Sehun.

Tangan mungil Luhan, memegang junior Sehun. Bibirnya mengecup ujung penis Sehun, lidahnya menusuk-nusuk lubang kecil disana. Tak lama lidah Luhan mulai menjilati batang penis itu dari ujung hingga pangkal, tangan lainnya yang bebas meremas twinsball Sehun.

Kadang Luhan meremas penis itu dengan lambat dan pelan, lalu diganti dengan gerakan cepat dan tidak terkontrol. "Shh.." Sehun mendesis nikmat dan mendongakkan kepalanya menikmati servis Luhan.

Luhan mulai mengulum penis Sehun, namun karena terlalu besar dan panjang hanya separuh yang sanggup masuk dalam mulut kecilnya. Sisanya di genggam dengan menggunakan tangannya. "Mhhmm...hmmm" Sehun terus menikmati blowjob yang diberikan oleh Luhan. Dengan lincah Luhan menggerakkan kepalanya maju mundur dan sisa penis Sehun di urut menggunakan tangannya, saat dirasa junior milik Sehun mulai membesar dan urat-uratnya semakin menonjol maka Luhan mempercepat kuluman dan kocokannya di penis Sehun.

Tiba-tiba kuluman Luhan terlepas, membuat dia cemberut. "Baby, cukup sampai disitu. Biar aku yang memuaskanmu". Sehun kembali menindih Luhan, dia bertumpu pada lututnya. "Kulum" Sehun menyodorkan tiga jarinya untuk dikulum Luhan.

Dengan patuh Luhan mengulum ketiga jari tersebut, setelah semuanya sempurna dibasahi saliva Luhan, Sehun menarik jarinya dan memposisikannya di depan hole milik Luhan. "Tahan ya baby" Sehun mulai memasukkan satu jarinya, membuat Luhan mengernyit sakit. Sehun mulai menggerakkan jarinya begitu didalam. "Ngghhh... sehun..." desah Luhan membuat Sehun memasukkan tiga jarinya sekaligus.

"AKHH! There! Ahhh..." Luhan melayang saat Sehun menyentuh sweet spotnya. Sehun menyeringai dan semakin semangat menggerakkan jari-jari tangannya di dalam hole sempit Luhan.

Kepala Luhan mendongak, menikmati jari-jari Sehun di dalam hole nya. Bibirnya setengah membuka mengeluarkan desahan-desahan erotis.

Luhan memberikan death glare pada Sehun, ketika namja itu menarik jarinya keluar. "Mian baby, tapi penis ku ini sudah tidak tahan ingin memasuki lubang sempit dan hangat milikmu" jika saja jantung Luhan masih berdetak, bisa dipastikan dia blushing ria mendengar dirty talk Sehun.

Sehun mngocok cepat penisnya, dan mengarahkan tepat didepan hole pink Luhan yang berkedut minta di isi. Luhan mengernyit, saat dirasa penis besar Sehun mulai memasuki holenya. Walau ini bukan yang pertama, tapi tetap saja holenya terasa sakit ketika penyatuan ini dilakukan.

JLEB!

"AKHH! Appo..." Luhan meremas seprei dengn kuat bahkan hampir merobeknya, ketika Sehun dengan satu hentakan keras mendorong penis miliknya agar tertanam sempurna didalam hole Luhan. Sehun mencium serta melumat bibir Luhan, berharap bisa mengalihkan sedikit rasa sakit yang Luhan rasakan.

Mati-matian Sehun menahan tubuhnya agar tidak bergerak, padahal dia sudah tidak tahan untuk bergerak didalam hole Luhan yang sempit. Luhan menutup matanya, mencoba untuk menyesuaikan dirinya dengan penis Sehun di bawah sana. "Bergeraklah Sehun" dengan lambat Sehun menggerakkan penisnya keluar hingga menyisahkan kepalanya di dalam sana. Dia menarik pinggang Luhan dan JLEB! Batang penisnya langsung masuk dengan sempurna, dan ujung penisnya menyentuh sesuatu yang kenyal. Sweet spot Luhan.

"AHH...there Sehun...ahhh...mhhh..." racau Luhan, saat penis Sehun mulai menumbuk prostatnya telak. Gerakan pinggang Sehun yang semula lambat mulai cepat dan brutal. Membuat Luhan terus mendesah-desah.

"AHH! AHH! Ini...nikmat sekalihhh...ahhh..." Luhan meremas rambut Sehun, namja itu asik mengulum nipple milik Luhan bergantian.

Punggung Luhan melengkung merasakan sensasi kenikmatan yang tak bisa digambarkan. Tangan Sehun mulai mengocok penisnya yang sempat terabaikan. "Ahhh... S-sehun... moreeeehhh... ahhh... deeperrhh... ahh...mhh..." Tubuh Luhan bergetar hebat, merasakan tiga titik sensitif ditubuhnya dimanjakan dengan sempurna oleh Sehun.

Keringat sudah membasahi tubuh mereka berdua. Sehun mendongakkan kepalanya menatap wajah Luhan seperti serigala kelaparan.

"Damn! Shh... kau hh sangat nikmat babyhh"

"Mhhh... ahhh... ahhhh"

Luhan hanya bisa terus mendesah sebagai jawaban. Tidak lama dia merasa kalau dia akan mencapai puncak orgasme.

"Se-sehun... ahhh... akuhh..."

"Together babyhh..." dan tidak lama kemudian.

"AKKHH!"

CROOTT

CROOTT

CROOTT

Mereka klimaks dalam waktu bersamaan. Dada mereka naik turun dengan mata terpenjam menikmati klimaks yang baru terjadi. Cairan Luhan mengenai perut mereka berdua, sedangkan milik Sehun memenuhi holenya yang terasa hangat. Sehun menarik penisnya keluar, hingga spermanya yang banyak meleleh. Dia menunduk dan mejilati lubang Luhan yang terlihat sangat menggoda.

"Mmhhh.." Sehun menjilati paha Luhan, bahkan Sehun menghisap kuat lubang Luhan hingga namja mungil itu kembali mengeliat nikmat.

Luhan membuka mata nya dan terlihat Sehun sedang menatapnya, sebuah senyuman hadir di wajah datar Sehun. "Penismu kembali menegang baby" Luhan menunduk, penis nya memang kembali menegang karena ulah Sehun. "Kau harus tanggung jawab" Sehun terkekeh, dia membalik tubuh Luhan dan menarik pinggangnya hingga si mungil menungging. Doggy style.

"Tentu saja aku akan bertanggungjawab baby lu" Sehun mengecup bibir Luhan sekilas dan mengarahkan penisnya yang masih tegang walau sudah klimaks ke depan hole Luhan.

Setelahnya terdengar desahan nikmat serta erotis dari mulut Luhan memenuhi kamar Sehun.

.

.

.

.

~ Are You A Vampire? ~

.

.

.

.

"Ah! Ah! Ah! Ahhh... Se-sehunhhh...Ahh..."

Entah berapa jam mereka habiskan untuk bercinta. Seolah-olah mereka berdua tak kenal lelah, bahkan entah berapa banyak gaya yang mereka pakai saat bercinta. Dan tak terhitung pula berapa kali Luhan klimaks, beda dengan Sehun yang tahan lama.

Urusan tempat juga sama. Ranjang, sofa, meja makan, kamar mandi, bahkan yang paling ekstrim di bakon apartemen Sehun tanpa takut ketahuan tetangga jika mereka sedang bercinta disana.

Selesai di balkon mereka berdua kembali ke ranjang, Sehun membawa Luhan masuk ala koala hug tanpa mengeluarkan penisnya dan memulai sesi percintaan marathon mereka setelah Sehun mengambil napas sebentar.

"Ngghh... aaahhh... ahhh... owwhhh!"

Luhan mengeluarkan desahannya dengan kuat saat penis Sehun kembali bergerak di lubangnya. Dindingnya terasa sedikit nyeri bergesekan dengan benda sebesar itu, tapi nikmatnya juga tak tertahankan.

"Ouuhh... ahhh... penis muhh... be-besar... sekalihhh... Hun... ahh..."

"Benar, nikmati sepuasmu babyhh...mhh" Sehun menggeram tertahan, saat dengan sengaja Luhan mengetatkan hole nya. Dasar rusa nakal.

Kedua tangan Sehun memegang erat pinggang Luhan, membantu menaik turunkan pinggang Luhan yang sibuk bergerak di atas pangkuannya. Kedua tangan Luhan menggenggam bahu Sehun sebagai pegangan. Sedangkan Sehun menggerakkan pinggangnya ke arah berlawanan hingga ujung penisnya menghujam hole milik Luhan semakin dalam.

"Ahhh.. ahh... mmhhh..."

"Ukh, FUCK! You so tight babyhh lu..." Sehun mengeluarkan dirty talknya, saat dia merasa penis kebanggaannya terus di remas-remas otot hole Luhan. Dia mulai mencari penis Luhan, dan mengocoknya dengan kecepatan yang sama dengan gerakan Luhan diatasnya.

"Ngghhh... AHH! AHH! Mmhhh... ahhh..." desahan Luhan semakin menjadi-jadi. Bibir Sehun sibuk menghisap perpotongan lehernya dengan kuat. Tangan kanannya memelintir dan sesekali menyentil nipple Luhan bergantian. Sedangkan tangan kirinya menggenggam dan terus mengocok penis Luhn tanpa henti.

"AAHH... AHHNN... MHHH..."

Luhan merasa gejolak diperutnya, tanda dia mendekati klimaks. Urat penis Sehun didalam lubangnya juga semakin menonjol, namja itu juga akan mencapai klimaksnya.

"Sehun... aku.. aaakkkkhhhh!"

CROOTT

Luhan klimaks duluan tanpa bisa di tahan, gerakan Sehun semakin cepat mencoba mengejar orgasme nya di dalam hole Luhan.

"Mmhhh... Luhhaaaannnn..." bersamaan dengan itu, sperma milik Sehun kembali memenuhi lubangnya. Mereka berdua merasakan kenikmatan tiada tara, tubuh Luhan melemas dan ambruk dalam pelukan Sehun.

Untuk beberapa saat, mereka mereka masih saling memeluk. Sehun mengatur nafasnya yang memburu, meraup oksigen dengan cepat.

Setelah napas nya normal, dia mengernyit bingung.

Sepertinya ada yang aneh dengan Luhan.

Kenapa dia tidak bisa merasakan detak jantung Luhan?

Tidak seperti jantungnya yang berdetak liar karena aktifitas barusan. Padahal tubuh mereka menempel sempurna. Sehun membuka mulutnya, ingin bertanya pada Luhan yang menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Sehun.

"Baby luhhh... ahh..." perkataan Sehun berubah menjadi desahan, dia bisa merasakan napas memburu Luhan menggelitik lehernya. Apalagi sekarang lidah nakal Luhan mulai menjilat-jilat seduktif lehernya.

Berbeda dengan Sehun yang kegelian, Luhan justru sedang bergairah. Bukan gairah seks, namun gairah yang lain, darah.

Tanpa Sehun sadari, mata Luhan mulai berubah merah, taring kecilnya mencuat keluar. Ingat tidak ada seks tanpa gairah menghisap darah. Lidah Luhan terus menjilat leher Sehun, denyut nadi namja tersebut membuatnya tidak sabar. Kali ini dia tidak akan gagal untuk kedua kalinya merasakan darah Sehun.

"Mmhh.. baby ak- AKHHH!" Sehun menjerit sakit, saat dirasakan lehernya digigit dengan keras oleh Luhan. Hidungnya bisa mencium bau amis, sepertinya lehernya sobek karena di gigit terlalu keras oleh Luhan.

Sehun meminta Luhan berhenti menggigitnya, namun tidak digubris oleh Luhan. Malahan namja mungil tersebut mulai menghisap darah Sehun rakus seperti orang kelaparan.

Merasa ada yang tidak beres, Sehun mencoba berontak. Melepaskan dirinya dari pelukan Luhan, bahkan mendorong-dorong kuat tubuh Luhan agar menjauh darinya. Bukannya terlepas, pelukan Luhan semakin erat di tubuhnya. Membuat namja tampan tersebut sesak napas.

Darah Sehun terasa sangat sangat sangat nikmat bagi Luhan.

Luhan berpikir bagaimana mungkin ada manusia seperti Sehun? Aroma yang lezat, darah yang nikmat, bahkan seme yang handal diatas ranjang. Semua terasa luar biasa memabukkan bagi Luhan, membuatnya enggan untuk berhenti menikmati darah Sehun yang membasahi kerongkongannya yang kering sejak dua hari yang lalu.

Perlahan tapi pasti tenaga Sehun melemah, bibirnya mulai memucat. Bahkan pergerakan tangannya yang mendorong Luhan pun ikut terhenti. Kepalanya terkulai lemah di bahu Luhan, dan pandangannya sedikit demi sedikit mengabur menghilang.

Sebuah pemikirn terlintas di benak Sehun. 'Apa yang terjadi? Kenapa rasanya tubuhku semakin melemah? Siapa sebenarnya kau Luhan?' merasa darahnya terus disedot Luhan, Sehun sadar siapa Luhan yang sebenarnya.

'Apa kau seorang vampire Luhan? Apa aku akan mati sekarang?'

Dan akhirnya Sehun menutup matanya yang terasa memberat, kesadarannya menghilang begitu saja. Ditelan kegelapan.

Tentu saja Luhan tahu semuanya. Cara merubah seorang manusia menjadi vampire, atau meminum darah mereka sampai habis dan mati atau yang lainnya. Dia bukan vampire kemarin sore yang tidak tahu apa-apa. Pengalamannya sangat banyak, karena umurnya yang cukup tua.

Dia bukan vampire karangan penulis terkenal, yang bingung cara merubah seorang manusia menjadi seperti mereka.

Dia juga tahu, bagaimana nasib namja-tampan-namun-malang di depannya ini. Luhan menerimanya menjadi kekasih bukan karena cinta tapi karena... Darah!

Dia juga tidak berniat mengubah Sehun menjadi seperti dirinya atau Kyungsoo.

Luhan melepaskan tubuh lemas Sehun, membuat tubuh tersebut terjatuh ke ranjang. Sebelumnya Luhan menjilat lubang yang di ciptakan taringnya, dan luka yang mengangga tersebut menutup sempurna menyisahkan dua titik hitam yang sangat kecil. Luhan menyeringai puas, akhirnya dia bisa juga merasakan nikmatnya darah Sehun. Luhan menjilat-jilat area sekitar bibirnya, membersihkan darah Sehun yang memiliki rasa berbeda dari manusia lainnya.

Luhan bangkit dari ranjang, berjalan ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang penuh sperma. Selesai mandi Luhan mengambil kemeja hitam Sehun di lantai. Kemeja yang dia pakai ketika menghadiri prom.

BRAAAKKK

Pintu balkon apartemen Sehun terbuka lebar, terlihat seorang namja melangkah masuk ke dalam kamar. "HYUNG APA YANG KAU LAKUKAN ?!" teriakan tersebut membuat Luhan memutar tubuh menghadap Kyungsoo. Kyungsoo terbelalak ngeri disisi tempat tidur, wajahnya tegang begitu melihat tubuh naked Sehun di atas ranjang. Dengan gerakan cepat, Kyungsoo menyambar selimut dan menutup tubuh Sehun. "KAU MEMBUNUHNYA LUHAN HYUNG ?!" lagi kyungsoo berteriak nyaring.

Luhan memutar bola mata malas menanggapi reaksi Kyungsoo yang berlebihan. Bukan kah wajar jika manusia mati karena menjadi santapan mereka tak terkecuali, Sehun.

Memang apa yang dia harapkan? Menjadikan Sehun vampire? Cih, yang benar saja!

Dengan lambat, Luhan beranjak kesisi Kyungsoo. "Sudahlah tidak perlu dipermasalahkan, kau terlalu berlebihan Kyungie" Luhan lega melihat penampilan Kyungsoo. Setidaknya sepupunya itu sudah berpakaian normal ala namja, tidak seperti tadi memakai gaun yeoja karena ulah pasangan Yunho dan Jaejoong.

Kyungsoo menatap marah Luhan, dia benar-benar kelewatan kali ini.

Mengerti dengan tatapan membunuh Kyungsoo, dengan acuh Luhan melihat ke tubuh Sehun. "Sudahlah Kyungsoo, tidak perlu marah padaku anggap saja dia seperti Sulli" Luhan menyeringai, matanya kembali berubah coklat.

"Mereka berdua datang di saat yang tidak tepat, jika mereka mati anggap saja itu memang takdir mereka" ujar Luhan santai dengan seringaian iblisnya.

.

.

.

.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

.

.

Yehet (^^)/

Akhirnya siap juga ceritanya. Fyuh selesai juga nulis cerita ini, maaf kalau NC nya mengecewakan dan gak hot maklum lah masih amatir. Dan akhirnya HunHan bisa NC an juga sodarah-sodarah^^ mari kita balas reviewnya chingu.

~Ariviavina6: hahahha, tenang aja kan di chap ini udah ga di siksa lagi. Tuh HunHan full moment tanpa gangguan, jadi jangan gigit daku ya^^ Gomawo and keep review chingu~

~ : Udah di lanjut, tapi masih kah kasihan sekarang? Gomawo and keep review chingu~

~ : Welcome^^ rapopo, Luhan cinta Sehun di usahakan #digaplok Gomawo and keep review chingu~

~ .58: udah terjawab ya pertnyaannya, Kai bakalan ngamuk kali ma Kyungsoo^^ itu alasan Luhan ma Kyungsoo aja pergi ke ajepang biar ga ada yang curiga. Gomawo and keep review chingu~

~ : Hahaha, tenang ga dilupain kok malah udah jadian walauuuuu... Gomawo and keep review chingu~

~Oh HunHan Zelus: kan mank pengen Eonni buat si Sehun ngenes dulu Ly. Udah terjawab donk pertanyaannya. Gomawo and keep review chingu~

~EXO88: Luhan ga peka, mungkin karena g pke cuka (?) kasihan ma Sehun? Maybe. Gomawo and keep review chingu~

~Choiharin: Tenang Sehun ga bakalan Luhan kok, kalaupun lupa Luhan ma Yue ajah #ditabokreaders Gomawo and keep review chingu~

~HunHanina: Jinjja? Sepertinya kita senasib seperjuangan #masa? Kalau bias selanjutnya sih kayanya Kai, soalnya Yue juga suka ma dia yg item tapi sekseh walaupun dia belum jadi biasnya Yue sih. Soalnya si Sehun ganteng tapi cadel, kalau Tao keren tapi uke manja jadi ga pilih 22 nya. Gomawo and keep review chingu~

~Oh HunHan Zelus: Hahaha, Jinjja? Tapi sekarang udah g sakit lagi kan? Kan udah di obati dengan HunHan NC #wink Gomawo and keep review chingu~

~ : Ga, itu Cuma masa lalu aja. Gomawo and keep review chingu~

~ .58: Wah, gomawo karena udah kasih tahu typo nya. Emank si Yunho itu Cuma masa lalu Luhan, dan tebakan anda BENAR! Yehet! Yups, semoga berita Luhan Cuma rumor, Amin. Gomawo and keep review chingu~

~ : Ya itu mank yeoja jejadian, alias duo unyu HanSoo. Gomawo and keep review chingu~

~Ariviavina6: Ini udah lanjut, kalau akhirnya... Gomawo and keep review chingu~

~Ai: Wah mian kalau mengecewakan, tapi udah ga lagi di sini kan. Tuh HunHan udah NC an. Gomawo and keep review chingu~

.

.

.

.

Gomawooo utk yg meRiview, Fav / Follow

Sekali lagi

Please reviewnya chinguuu^^

~Yue m00nlight~