Chapter 9

Tittle : Are You A Vampire?

Author : Yue m00nlight

Cast : Hunhan and the other

Genre : Romance, Drama & Fantasy

Rate : M

Lenght : 9/?

Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.

Warning : NC Inside! Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.

A/N : Annyeong^^ sebelumnya Yue mau minta maaf karena di chap sebelumnya malah nulis end tanpa penjelasan. Jadi gini itu maksudnya end di chap itu aja trus lanjut di chap ini, kemarin lupa buat TBC nya^^ #digaplok

Mungkin ini efek habis nulis NC absurd dan gak hot kemarin, jadi jari indah nan lentik Yue ini lupa buat kata TBC nya dgn baik dan benar #ngeles

Tenang cerita ini belum berakhir, mungkin sekitar 4/5 chap lagi baru end atau mungkin lebih cepat. Lagipula Yue juga ga mungkin biarin cerita ini gantung ga jelas getoh. Karena kesalahpahaman sudah diperbaiki, mari kita lanjut ceritanya chinguuu~

.

.

.

.

.

.

.

This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me

please close the tab now!

.

.

.

NO BASH, FLAME, PLAGIARISME

AND NO SIDERS

.

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo menatap marah Luhan, dia benar-benar kelewatan kali ini.

Mengerti dengan tatapan membunuh Kyungsoo, dengan acuh Luhan melihat ke tubuh Sehun. "Sudahlah Kyungsoo, tidak perlu marah padaku anggap saja dia seperti Sulli" Luhan menyeringai, matanya kembali berubah coklat.

"Mereka berdua datang di saat yang tidak tepat, jika mereka mati anggap saja itu memang takdir mereka" ujar Luhan santai dengan seringaian iblisnya.

.

.

.

Happy Reading ^^

Kyungsoo mencoba menenangkan emosinya yang mengancam keluar, dia tidak ingin berkelahi dengan Luhan hanya karena masalah seperti ini. Tapi sikap Luhan yang kelewat santai itu membuat Kyungsoo geram. Walaupun sekarang mereka bukan manusia, tapi sebelumnya mereka sama bukan. Jadi kemana perginya belas kasih? Hah, entah kenapa dia jadi kesal sendiri.

Kamar Sehun seperti terkena badai, bantal dan seprei berserakan, baju tergeletak asal dilantai, tubuh separuh naked sehun yang di tutupi selimut, dan jangan lupakan bau khas sperma yang berceceran ditubuh dan lantai.

Sepertinya Sehun memang seme sejati, kalau melihat aktifitas ini.

Bagi vampire, bercinta itu kebutuhan kedua setelah darah. Bercinta sampai pagipun tidak masalah, mengingat kekuatan mereka yang tidak terbatas beda dengan manusia.

Apalagi Luhan seorang uke yang cukup agresif, dia tidak pernah bosan bercinta –itu yang dikatakan Yunho pada Kyungsoo. Tapi walau Luhan seorang uke yang agresif dia baru bercinta dengan dua pria, pertama Yunho dan kedua Sehun. Perbedaannya jika Luhan dengan Yunho mereka bisa sampai dua hari nonstop bercinta dan itu -cukup mengganggu buat Kyungsoo dan mereka sama-sama vampire.

Lain dengan Sehun, dia manusia dan dia bisa mengimbangi permainan Luhan? Ck, Kyungsoo menggelengkan kepala tak habis pikir. Apa Sehun maniak seks? Atau dia memang mempunyai stamina luar biasa? Atau –Ah, lupakan terlalu banyak.

"Santailah Kyungie, tenang saja aku tidak akan membuat kacau. Oh ya, bagaimana ceritanya kau bisa lolos dari Kai?" Luhan sedang duduk di sofa dalam kamar Sehun dengan menyilangkan kakinya.

Kyungsoo mendelik sebal, "Ini semua salahmu hyung, kenapa kau meninggalkanku sendiri dengan si hitam" Kyungsoo juga duduk disebelah Luhan yang nyengir. "Mian, aku di bawa pergi ke sini dan yah kau tahulah apa yang terjadi selanjutnya" dengan santai Luhan mengangkat bahunya.

"Bercinta sampai subuh, setelah itu menghisap darah manusia yang menjadi seme-mu" ujar Kyungsoo dengan sarkastik.

Mata Luhan memicing, "Kau sedang PMS ya Kyungsoo? Sensitif sekali hari ini" WHAT ?! Luhan pikir Kyungsoo yeoja apa. "Terima kasih hyung, aku tahu kau sangat mengerti diriku" Luhan tertawa terbahak karena berhasil membuat sepupunya kesal setengah mati.

Telinga Kyungsoo mendengar sesuatu, membuatnya bergerak secepat kilat mendekat ke sumber suara. "Hyung, ini..." Luhan tertawa meremehkan, melihat Kyungsoo yang menggunakan kekuatan vampire nya bergerak secepat kilat. Padahal selama ini dia selalu berusaha keras, agar terlihat normal seperti manusia walaupun hanya berdua dengan Luhan. Menurut Luhan, sepupunya ini terlalu manusiawi untuk ukuran vampire. Saking manusiawi nya, Kyungsoo sering menolak berburu dan lebih memilih membeli berkantung-kantung darah untuknya di dalam kulkas.

Lihat, terlalu manusiawi kan? Padahal mereka vampire.

Namun Luhan lebih suka berburu manusia, melihat mereka ketakutan, mendengar mereka memohon sia-sia dan juga mendengar detakan jantung mereka yang meningkat karena adrenalin, itu sangat menyenangkan. Bahkan membayangkannya saja Luhan kembali haus.

"Pulanglah, aku akan membereskan kekacauan ini" Luhan bangkit, dan mengedarkan pandangannya ke kamar Sehun yang berantakan.

Kyungsoo mengangguk mengerti, lagipula dia juga tidak mau membantu Luhan membersihkan cairan mereka yang berceceran karena itu menjijikan. "Kalau begitu aku pulang duluan, dan segera kembali setelah hyung membereskan semuanya" dengan gerakan cepat Kyungsoo melompat keluar dari balkon apartemen Sehun. Bunuh diri? Tentu tidak, ingat mereka vampire dan tidak akan mati hanya karena melompat dari gedung 16 lantai.

Tangan Luhan mulai bergerak, menyambar gaun, tuksedo, sepatu dan yang lainnya di kamar Sehun. Dia harus menyelesaikan ini semua sebelum matahari bersinar.

Takut cahaya matahari, tentu saja tidak karena mereka kebal.

Ingat, mereka bukan tipe vampire yang sering kalian tonton. Tubuh terbakar karena cahaya matahari sehingga harus memakai cincin, atau tubuh mereka bersinar seperti berlian, atau menjadi abu dalam seketika.

Kelemahan mereka hanya perak, yang bisa membuat tubuh mereka melemah. Atau jantung mereka dipancang dan tubuh mereka dibakar. Kalau sudah seperti itu mereka pasti mati untuk selama-lamanya. Hanya para vampire dan hunterlah yang tahu kelemahan mereka. Hunter memang jadi musuh bebuyutan mereka sejak dulu, walaupun mereka hanya segerombolan manusia dengan senjata perak mereka tetap tidak bisa diremehkan.

Ribuan tahun peperangan antara manusia melawan vampire, tak terhitung juga jumlah korban dari kedua belah pihak. Namun entah kenapa manusia masih saja mau bergabung menjadi Hunter, berlatih melawan vampire tanpa lelah.

Luhan jadi ingat ketika kelompok mereka diburu oleh para hunter. Semua anggota kelompoknya mati menyisahkan Luhan dan Kyungsoo yang berhasil kabur, markas mereka di serang mendadak oleh segerombolan hunter dan itu semua karena satu hal. Cinta. Apa hubungan antara cinta dan markas diserang? Itu semua karena ketua mereka jatuh cinta pada manusia, dan mempercayainya tanpa tahu kalau manusia yang dia cintai adalah seorang hunter. Bahkan saat markas di serang, hunter tersebut tanpa belas kasih membunuh ketua tolol mereka.

Respect? Untuk apa Luhan membutuhkan kata tersebut, kenapa dia harus perduli dengan manusia padahal manusia sendiri memburu mereka.

Karena itu Luhan tidak percaya dengan cinta yang dikatakan Sehun.

Sebenarnya Luhan bisa saja menjadikan Sehun seorang vampire dan bergabung dengan mereka. Tapi apa keuntungan yang Luhan dapat? Sepertinya tidak ada, walau tidak bisa Luhan pungkiri sikap manis Sehun padanya cukup menarik dan menyenangkan tapi tetap saja dia tidak mau menjadikan Sehun vampire. Kalian tahu, sebenarnya Luhan sudah tahu kalau Sehun adalah orang yang meletakkan bunga di lokernya setiap hari bahkan mengawasinya seperti seorang stalker.

Darimana dia bisa tahu semuanya, ingat Luhan bukan vampire bodoh atau polos seperti Kyungsoo.

Tanpa terasa Luhan selesai membersihkan kekacauan di apartemen Sehun karena aktifitas bercinta mereka yang lama dan liar. Membayangkannya membuat Luhan horny dan ingin Sehun menggagahinya lagi seperti tadi malam.

Segera pikiran aneh itu Luhan buang, kakinya bergerak sangat cepat melangkah ke mesin cuci dan meletakkan baju mereka didalamnya.

Matahari sudah naik, jam juga menunjukkan pukul tujuh pagi. Bingung harus apa, Luhan memutuskan untuk mengelilingi apartemen mewah Sehun dengan kecepatan manusia.

Sering bergaul dan membaur bersama manusia, membuat dia menjadi terbiasa bertingkah seperti mereka. Berjalan lambat, menghela napas, makan, malu-malu, padahal itu semua tidak perlu. Karena jantung mereka tidak berdetak, mereka tidak butuh bernapas, mereka tidak butuh makan kecuali darah yang di konsumsi setiap hari untuk membuat suhu tubuh mereka tetap normal seperti manusia.

Langkahnya terhenti, mata rusanya mengerjap memperhatikan sebuah figura besar berisi foto keluarga Sehun.

Terlihat seorang yeoja cantik bersama dengan namja dewasa yang di asumsikan orangtua Sehun duduk di sofa. Seorang anak lelaki remaja tampan dengan senyum teduhnya, diwarisi dari ibunya berdiri di sisi kanan si ayah. Seorang anak lelaki tampan, sepertinya masih duduk di bangku elementary school dengan senyum manisnya berdiri di sebelah ibunya.

Yang terakhir itu Sehun, bahkan walaupun masih kecil ketampanan Sehun tidak perlu diragukan. Foto keluarga yang sudah lama diambil, lalu kemana orangtua Sehun.

Pikiran Luhan buyar seketika saat sepasang lengan pucat melingkari pinggangnya dengan erat. "Sedang apa disini baby lu? Kau tau, aku pikir kau meninggalkan ku seorang diri" suara husky nya terdengar serak, dagu runcingnya berada di bahu sempit Luhan.

Refleks tangan kanan Luhan mengusap-usap belakang kepala orang tersebut. "Tidak ada Sehunnie, hanya sedang mengamati foto keluargamu saja" Luhan menolehkan wajahnya menatap Sehun hingga hidung mereka bersentuhan. Sehun ikut tersenyum, melihat senyuman manis Luhan dan dengan nakal Luhan menggesek-gesekkan butt kenyalnya ke selangkangan Sehun yang tertutupi bokser.

"Kau rusa yang sangat nakal baby lu" Sehun mengecup dan melumat sebentar bibir merah Luhan. Bibir manis yang menjadi candunya. "Kau membuat little Sehun mulai bangun, apa hole sempitmu merindukannya lagi baby?" Sehun mulai mencium dan menjilat seduktif telinga Luhan yang kegelian.

Luhan bisa merasakan penis keras Sehun menggesek buttnya.

"Ahh...Sehunhhh...mhhh..." cepat sekali Sehun ereksi, padahal Luhan hanya berniat menggodanya saja. Tangan kanan Sehun turun dari pinggang ke depan junior Luhan yang hanya tertutupi kemeja kebesaran Sehun tanpa dalaman. Dengan pelan dia mulai mengelus-elus junior mungil Luhan.

Sehun mengeluarkan smirk andalannya, dan berbisik tepat di telinga kanan Luhan. "Kau tahu baby, sebenarnya masih banyak hal yang harus kau jelaskan padaku. Tapi..." dengan keras Sehun meremas junior Luhan membuat si empu memekik kaget dan nikmat bersamaan. "Penjelasannya bisa menunggu setelah aku mendapat sarapan pagiku" Sehun langsung melumat bibir Luhan dengan kasar.

Dengan cepat Sehun membalik tubuh Luhan menghadapnya, dan menghimpit tubuhnya ke dinding. Meraup bibir merah tersebut dengan ganas serta menggesek-gesekkan junior tegang mereka berdua. "Aku tidak suka pemanasan baby lu, jadi aku akan langsung bermain ke inti" ujar Sehun di sela-sela ciuman panas mereka.

Tangan kanan Sehun mengangkat kaki kiri Luhan, sehun mengocok sebentar penisnya agar menegang sempurna dan mengarahkannya ke hole Luhan. Sementara Luhan melingkarkan kedua tangannya ke leher sehun, berpegangan tanpa melepas ciuman mereka.

JLEB

"Hmmpptt" suara Luhan tertahan keluar karena Sehun masih menciumnya dan menekan tengkuk Luhan menggunakan tangan kirinya yang bebas. Ugh, serius rasanya sangat sakit bagi Luhan. Walau dia baru saja bercinta berjam-jam dengan Sehun tadi malam, tetap saja holenya sakit saat proses penyatuan mereka berdua apalagi tanpa pemanasan.

Sehun tahu kalau Luhan kesakitan karena ulahnya, tapi dia tidak bisa menahan hasratnya lebih lama lagi. Andai kalian tahu seberapa nikmatnya tubuh Luhan, kalian pasti akan mengerti apa yang Sehun rasakan.

Tapi sebagai seme sejati, dia tidak mau Luhan namja yang dia cintai kesakitan. Karena itu untuk mengalihkan rasa sakitnya, lidah Sehun mulai mengeksplorasi mulut Luhan dan menggelitik langit-langit mulutnya. "Eunngghh" Luhan melenguh nikmat, pertanda dia menikmati ciuman panas nya dengan Sehun.

Luhan melepas ciuman mereka, "Move Sehuniie~" kedua kakinya melingkar sempurna di pinggang Sehun, dan mulai menaik-turunkan tubuhnya tidak sabar.

Mendengar perkataan Luhan, maka dengan segera Sehun menggerakkan tubuhnya menggenjot hole Luhan. "Hmmmhh...fa-faster... Se-ahh... hmmhh...hun... ahhh..." tangan Luhan menjambak rambut Sehun hingga kusut, menyalurkan kenikmatan yang dia rasakan.

"Shh.. as you're wish babyhhh... ohhh FUCK!" astaga kenapa lubang Luhan sangat nikmat, menggoda, sempit dan hangat. Sepertinya Sehun tidak akan sanggup jika satu ronde saja untuk 'sarapan paginya' dia akan bertanya nanti setelah puas menikmati hole Luhan. Vampire nakal dan agresif, uke tercintanya.

.

.

.

.

~ Are You A Vampire? ~

.

.

.

.

Mata bulat Kyungsoo melirik resah dari dapur ke arah ruang tengah. Mengawasi seorang namja yang duduk disofa sambil menonton televisi, matanya melirik jam dinding. Sudah lewat tengah hari tapi kenapa Luhan belum pulang. Padahal tadi subuh, Kyungsoo sudah mengingatkannya untuk segera pulang ke apartemen begitu urusannya selesai di tempat Sehun. Tidak tahukah Kyungsoo, kalau HunHan sedang asik bercinta disana.

Kyungsoo meletakkan nampan berisi jus jeruk dan sepiring biskuit buatannya sendiri di atas meja ruang tamu, dan duduk di sofa sebelah si namja yang datang berkunjung. Si namja mengambil biskuit dan mengunyahnya. "Kenapa disini sepi sekali, kemana Luhan hyung?"

Aduh, Kyungsoo harus menjawab apa. Si namja meneguk jus jeruk setelah memakan beberapa potong biskuit yang di berikan Kyungsoo. "Hm, Luhan hyung sedang diluar. Lalu apa yang kau lakukan disini Kai?" namja itu –Kai tersenyum melihat Kyungsoo.

Sebelah tangannya menggengam tangan Kyungsoo, "Tentu saja aku mau mengajak kencan namjachingu-ku ini" ya ampun, kalau saja Kyungsoo bisa merona pasti wajahnya sudah seperti kepiting rebus sekarang. "K-kemana?" sial kenapa sekarang Kyungsoo jadi gugup, bahkan sampai terbata karena perlakuan manis Kai.

Dengan gemas Kai mengacak rambut hitam Kyungsoo.

"Bagaimana kaau kita ke Lotte World?" Kyungsoo mengerjapkan matanya imut, bingung harus menjawab apa.

"Hmm... Tapi Luhan hyung belum pulang, nanti kalau dia mencariku bagaimana?" tentu saja itu alasan yang dibuat-buat Kyungsoo. Kai tampak berpikir sejenak, tidak lama dia mengambil ponsel miliknya dari kantung celana dan mendial nomor seseorang.

"Yeoboseo?"

"..."

"Kurasa aku mengenal suara siapa itu" Kai terkekeh pelan, matanya melirik Kyungsoo yang baru mematikan televisi didepan mereka.

"..."

"Baiklah, aku hanya ingin mengatakan kalau aku akan pergi berkencan dengan baby Soo" mata Kyungsoo yang sudah bulat semakin membulat, begitu namanya disebut Kai.

"..."

"Arraseo, katakan padanya kalau desahannya sangat seksi" Kai tergelak mendengar suara di seberang sana menggerutu tidak jelas.

"..."

"Oh ya, katakan padanya kalau dia harus sabar mempunyai kekasih pervert sepertimu"

Pip!

Kai langsung memutuskan sambungan teleponnya, matanya menatap wajah Kyungsoo yang kebingungan. "Tadi itu Sehun, aku sudah menitipkan pesan pada Luhan hyung kalau kita pergi berkencan" jelas Kai.

Tanpa dikasih tahupun, Kyungsoo bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka dan mengenali suara Sehun dan Luhan yang sibuk mendesah.

'Pantas saja dia belum pulang, ternyata sibuk bercinta dengan Sehun. Tidak bosan apa semalaman suntuk mereka bercinta' batin Kyungsoo sebal, Kai menyadarkan namja bermata bulat itu untuk berganti baju karena mereka akan berkencan. Dengan langkah berat Kyungsoo masuk ke kamar dan mengganti bajunya, lalu menghampiri Kai yang duduk di ruang tengah.

"Sudah siap berkencan baby Soo?" Kai menggenggam tangan kanan Kyungsoo, senyum lebar menghiasi wajah tampannya.

Mau tak mau, melihat wajah bahagia Kai dia pun tanpa sadar tersenyum. "Kajja!"

.

.

.

.

~ Are You A Vampire? ~

.

.

.

.

TINGTONG TINGTONG TINGTONG

"Ah! Ah! Ah! Se-sehun... ahhnn... ada yanghh.. datang... ahhh" tubuh Luhan terhentak-hentak di depan meja makan. Tangannya sibuk memegang pinggiran meja makan Sehun, menghalang dadanya agar tidak menghantam pinggiran meja karena pergerakan Sehun yang terlalu kuat di belakangnya.

Dia harus berkonsentrasi agar, tidak menghancurkan meja makan Sehun.

"SEHUN! Ah! Ah! Ah! Nghhh..." Luhan membentak Sehun, karena namja pucat itu tidak merespon perkataannya. Padahal bel apartemen mereka terus berbunyi.

Tubuh Luhan menungging, sementara di belakangnya Sehun berdiri dan meng-in-outkan juniornya cepat. Doggy style, yah Sehun menyukainya karena bisa memanjakan junior dan prostat Luhan secara maksimal.

Tangan kanan Sehun yang sebelumnya memelintir dan menyentil nipple Luhan beralih memegang pinggang Luhan, tangan kirinya masih memanjakan junior Luhan, sementara bibirnya terus membuat kissmark di leher, bahu dan punggung Luhan. "Shhh... biarkan sajahh baby lu" dia terus mengenjot hole Luhan dengan irama cepat.

Bagaimanapun Sehun tidak perduli dengan tamu kurang ajar, yang terus membunyikan bel apartemennya dengan tidak sabar. Sudah cukup dia diganggu saat Kai menelpon, hanya untuk mengatakan bahwa dia pergi berkencan dengan Kyungsoo.

Luhan menggigit bibir bawahnya, dia hampir klimaks. Juniornya sudah berkedut di tangan Sehun yang semakin cepat mengocoknya. "Ta-tapi... ada tamuhhh... AKKHH!"

Crooott

Crooott

Luhan mendongakkan kepalanya, matanya terpejam menikmati klimaks yang baru saja terjadi. Cairannya tumpah ke lantai dan mengenai tangan Sehun. "Oh, FUCK! Baby lu jangan mengetatkan holemu... Hmmhh" tadi hole Luhan mengetat refleks, karena klimaks. Sehun masih tetap menggenjotnya tanpa henti, membuat Luhan sibuk mendesah kembali. "Ahhh... Hmm... Eungghh... Se-hunnie..."

Junior Sehun mulai berkedut didalam hole Luhan, kedua tangan Sehun beralih memegang pinggang Luhan dan menggerakkannya berlawanan arah dengan tusukannya secara tidak sabar.

Crooot

Crooott

Crooott

"Babyhh Luuuhhh" Sehun menikmati klimaksnya, pinggangnya masih bergerak dan berhenti saat cairannya sudah keluar sepenuhnya dalam hole si mungil.

Dada mereka berdua naik turun, atmosfer panas masih mengelilingi mereka.

Bercinta dengan Luhan, adalah hal terindah sekaligus ternikmat bagi Sehun. Sepertinya dia tidak akan pernah lelah bercinta dengan namja mungil tersebut. Kalau saja belnya tidak terus menerus berbunyi. Sehun bersumpah akan menghajar orang yang mengganggu kegiatannya dengan Luhan jika orang tersebut tidak punya alasan yang bagus.

Dengan sangat terpaksa, Sehun mengeluarkan juniornya yang melemas dan menyambar bokser nya dilantai. Sementara Luhan mengambil kemeja hitam Sehun dan memakainya dengan cepat. Setelah memakainya Sehun melangkah menuju pintu dan sudah bisa menduga siapa yang datang.

"Hey dude" sebuah cengiran lebar dan memuakkan langsung tersaji begitu pintu terbuka. Sehun hanya menatap namja tersebut datar seperti tidak ada yang terjadi, padahal tubuh topless Sehun ada bercak sperma yang sudah mengering.

Tanpa aba-aba, Chanyeol si tamu langsung menerobos masuk apartemen Sehun dan meninggalkannya yang terpaku didepan pintu. "UGH! Bau sperma!" teriakkan kuat itu membuat Luhan segera menuju ke ruang tengah dan terlihatlah Sehun yang baru menutup pintu dan si tamu yang baru datang.

Suara melengking itu terdengar lagi, "Astaga, kenapa apartemenmu bau sekali. Kau habis bercinta dengan sia- LUHAN HYUNG!"

Mata rusa itu membulat sempurna begitu melihat si tamu. "Baek-Baekhyun" astaga kenapa Baekhyun bisa ada disini, dan kenapa dia bisa datang dengan Chanyeol. Yah, alasan Sehun terpaku didepan pintu tadi karena Chanyeol tidak sendiri. Dia malah membawa Baekhyun si berisik juga bersamanya.

Tamat sudah riwayatmu Luhan!

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

.

Andweee, Lu ge beneran keluar dari EXO :( ga tau mesti ngomong apa. Hah~ tapi yang jelas sebagai fans nya EXO dan juga HunHan hard shipper ini merupakan pukulan telak buat Yue karena dia adalah bias Yue. Namun sebagai fans setia, Yue bakalan doa kan yang terbaek buat Luhan ge dan juga buat EXO.

Segitu aja, mood ge down banget. Mungkin Yue bakalan ngalami sedih berkepanjangan sama kaya Kris waktu keluar dulu. Lebay? Nggak, karena ini mank murni perasaan Yue sebagai seorang fans. Ya udah ayo balas review nya dulu.

~Babyxing: Mian kemarin salah tulis, ini masih lanjut kok. Yah walaupun nanti ending nya bakalan ada yang mati.

~Oh HunHan Zelus: Belum mati kok Ly, hahahha... emang tu si Sehun lemah. Gomawo yah, udah ucapinnya :*

~Chiello: Hahahaha... iya mank si Sehun Cuma dimanfaatkan ma Luhan aja. Belum end tapi mank udah mendekati end kok, mungkin sekitar 4-5 chap lagi baru end. Sehun bakalan tetap di buat kecewa dan Luhan masih belum tahu, tapi yang jelas bakalan ada yang mati di chap terakhir.

~ .58: Ga serius chingu, ini buktinya di lanjut. Kalau bersatu dalam wujud vampire, berarti kaya twilight donk?

~Luludeer2009: Hm, maybe Yue udah gila karena kepergian Lu ge dari EXO #nangiskejer ini udah di lanjut kok.

~Juniel is A Vampire Hybrid: Mian, kemarin salah ketik. Wah, Sehun reinkarnasi? Kira-kira masih cadel ga ya? Kkkkk~

~Ariviavina6: Yehet! Masih polos yah? Kkkk~ alur kecepatan? Hm, kayanya mesti kita rem lah biar ga bablas.

~imafujoshifaghag: Sequel? Ini belum tamat ya, kalau mau demo silahkan didepan kantor SME. Sehun jadi vampire? Wow, kalau itu Yue juga mau.

~Adindaekaputri20: Belum, mian kemarin salah ketik chingu.

~Choiharin: Sequel? Ini belum tamat kok. Kalo thehunie dead, tinggal dikubur aja.

.

.

.

.

Gomawooo utk yg meRiview, Fav / Follow

Sekali lagi

Please reviewnya chinguuu^^

~Yue m00nlight~