Chapter 10
Tittle : Are You A Vampire?
Author : Yue m00nlight
Cast : Hunhan and the other
Genre : Romance, Drama & Fantasy
Rate : M
Lenght : 10/14
Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.
Warning : Little bit NC inside! Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.
A/N : Annyeong^^
Hmm, di chap kemarin banyak yg review pada tanya kenapa si Sehun masih hidupkan? Nah untuk hal ini bakalan Yue jawab di chap ini, dan juga ada clue nya kenapa Sehun masih hidup dan apa dia jadi vampire atau manusia. Clue nya di chap kemarin, 'Telinga Kyungsoo mendengar sesuatu, membuatnya bergerak secepat kilat mendekat ke sumber suara. "Hyung, ini..." Luhan tertawa meremehkan'.
Ada kah yang berubah dari tulisan di atas? Yups benar, cerita ini udah Yue selesai ketik sampai tamat dan berakhir pada chapter 14. Semoga para readers semua, masih mau membaca ff ini sampai habis dan tentunya tidak bosan untuk memberikan review^^
.
.
.
.
.
.
.
This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me
please close the tab now!
.
.
.
NO BASH, FLAME, PLAGIARISME
AND NO SIDERS
.
.
.
.
.
.
.
Mata rusa itu membulat sempurna begitu melihat si tamu. "Baek-Baekhyun" astaga kenapa Baekhyun bisa ada disini, dan kenapa dia bisa datang dengan Chanyeol. Yah, alasan Sehun terpaku didepan pintu tadi karena Chanyeol tidak sendiri. Dia malah membawa Baekhyun si berisik juga bersamanya.
Tamat sudah riwayatmu Luhan!
.
.
.
Happy Reading ^^
Baekhyun memicingkan matanya, kedua tangannya terlipat di dada dan dia mendongak dengan gaya angkuh. Sementara di sebelahnya duduk Chanyeol dengan dahi berkerut bingung –karena sikap Baekhyun. "Sudahlah Baek, kenapa kau dramatis sekali sih?" Chanyeol berusaha mencairkan suasana yang terlanjur tegang di sekeliling nya.
Bukannya menanggapi omongan Chanyeol, Baekhyun malah semakin mengeluarkan aura mengerikan di sekitar tubuhnya. Membuat Chanyeol mau tidak mau bergidik ngeri sambil mengusap tengkuk nya yang meremang. 'Kenapa aura nya jadi seperti ini?'
"Bisa jelaskan apa yang terjadi?" kali ini Baekhyun buka suara setelah terdiam cukup lama, memandang Sehun dan Luhan yang duduk di sofa bersebrangan dengan dirinya. Sehun memutar mata nya bosan, malas sekali dia menanggapi sepupunya yang terkenal sebagai drama queen –Baekhyun maksudnya.
Dia dan Baekhyun memang saudara sepupu, tapi tidak ada satupun yang tahu kecuali orang tua, dan juga hyungdeul tampan bin keren plus kece nya.
Luhan mengangkat kepalanya yang menunduk, menatap Baekhyun yang masih menatapnya tajam. "Hm... i-itu... anu... aku dan Sehun..." Luhan menatap Sehun dengan pandangan memelas, berharap agar Sehun mau membantunya menjelaskan apa yang terjadi.
Namun Sehun hanya balas menatap Luhan dengan pandangan datar.
Sepertinya maknae kita memang harus turun tangan sekarang, dia tidak tahan terus di pandang Luhan dengan puppy eyes nya yang menyedihkan.
"Seperti yang kau lihat Baekhyun hyung, aku memang habis bercinta dengan Luhan hyung semalaman suntuk bahkan berlanjut sampai sore ini kalau kalian tidak datang dan mengganggu kegiatan kami" jelas Sehun panjang lebar dengan satu tarikan napas, seolah acuh seakan-akan penjelasannya barusan adalah hal normal.
Berbanding terbalik dengan Sehun yang terlihat biasa saja, Luhan sudah menutup wajahnya yang memerah sampai telinga karena malu –teramat sangat malu. Bagaimana mungkin Sehun menjelaskan hal vulgar, seperti tadi dengan lancar tanpa ekspresi.
Baekhyun mendengus kesal, seakan sudah tahu bahwa sepupunya ini memang akan menjelaskan hal tadi dengan enteng.
Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. Pertama, kerena ucapan frontal Sehun. Kedua karena situasi yang ada di hadapannya sekarang. "Apa kalian berdua sudah berpacaran?" Chanyeol berharap setidaknya, mereka memang sudah berpacaran sebelum melakukan seks.
Sehun hanya bergumam pelan mengiyakan ucapan Chanyeol, membuat dia bisa bernapas lega. "Lalu dimana kalian bertemu dan bukan kah Luhan sunbae seharusnya baru pulang dari Jepang sore ini?" Chanyeol tentu masih ingat perkataan Kyungsoo sebelum mereka pergi ke Jepang.
Luhan menatap Chanyeol dan juga Baekhyun yang memandangnya penasaran. "Hmm, sebenarnya itu... aku sudah pulang sejak kemarin sebelum prom karena kondisi orang tuaku yang sudah membaik" bohong Luhan sambil menggaruk belakang kepalanya kikuk.
"dan untuk pertemuan dengan Sehunnie, kami bertemu kemarin di malam prom sekolah kita" lanjutnya dengan senyum canggung. "Sebaiknya panggil aku hyung saja Chan, sunbae terkesan terlalu formal"
Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan dan tidak lama mereka mengangguk kompak. Senyum jahil terpatri di wajah mereka berdua. "Kalau begitu sejak kapan Luhan hyung menyukai Sehunnie?" alis mata Baekhyun naik-turun dengan jahil.
"A-ah... itu.. sejaaakk... hmm..." serius Luhan bingung harus menjawab apa sekarang, apalagi di tambah Sehun yang juga ikut memandangnya penasaran.
"Sejak kapan?" desak Chanyeol tidak sabar, dia juga ingin tahu.
Luhan menghindari tatapan penasaran tiga namja tersebut ke arah lain. Dalam hati dia terus mengutuk kenapa otaknya berjalan lambat hari ini. Padahal berbohong adalah keahliannya.
Dagu Luhan di tarik tangan Sehun menghadapnya. "Sejak kapan Hannie?" astaga mata elang itu terus mengunci mata rusa Luhan, membuat Luhan semakin gelagapan. "Itu... sejaaakk..." ayolah pikirkan sesuatu Luhan.
Senyum manis mengembang di bibir Luhan, berusaha menutupi kegugupannya. "Sejak kejadian di perpustakaan sekolah" hanya itu yang bisa terpikirkan Luhan sebagai jawaban.
Senyuman atau tepatnya seringaian muncul di wajah Sehun, ternyata Luhan menyukai dia karena sikap lancangnya menyentuh Luhan tempo hari di perpustakaan. "Benarkah?" Sehun mulai menggoda Luhan yang menelan saliva nya gugup.
Alis Baekhyun mengerut bingung, perpustakaan? Apa Sehun dan Luhan pernah bertemu di sana. "Memangnnya Luhan hyung pernah bertemu si maknae di sana?"
Chanyeol menutup mulutnya menggunakan tangan, dia tidak mau tawanya meledak karena ingat kejadian sore itu di perpustakaan. Kejadian saat Sehun meraba-raba tubuh Luhan hingga mendesah.
Baiklah, sediakan sumur tua dan dalam untuk Luhan sekarang.
Rasanya dia ingin masuk terjun ke dalam sumur dan mati di sana –kalau bisa, karena malu dengan jawaban yang dia ucapkan. Apalagi mengingat kejadian tersebut.
Sehun tersenyum mesum, entah kenapa libido nya jadi naik karena pertanyaan Baekhyun. "Tentu saja kami pernah bertemu di sana, bahkan aku hmmmpt" tangan Luhan dengan cepat langsung membekap mulut Sehun. Mata Luhan mendelik sebal, karena Sehun hampir saja mengatakan hal memalukan itu.
"Kenapa kau menutup mulutnya hyung? Aku ingin mendengar jawaban dari Sehun" Baekhyun memberikan death-cutie-glare pada Luhan yang nyengir nggak jelas. Sementara tawa bass Chanyeol sudah menggema di apartemen Sehun, tidak sanggup menahan tawanya lebih lama lagi.
Luhan melepaskan tangannya yang membekap mulut Sehun, karena geli merasakan lidah Sehun menjilat tangannya sambil tersenyum mesum lagi. "Iya kami pernah bertemu disana secara tidak sengaja Baek" semoga saja Baekhyun tidak bertanya lebih detail lagi.
Baekhyun menatap Luhan dari atas sampai bawah dan berdecak pelan. Tadi sebelum di interogasi, Luhan dan Sehun pamit mandi dan memakai pakaian yang lebih layak dari pada sebuah kemeja dan bokser.
Mulut Baekhyun baru terbuka untuk bertanya, namun gagal karena suara Chanyeol terdengar duluan. "Kita harus pulang sekarang Baek" Chanyeol berdiri sambil menarik Baekhyun dari duduknya.
"Kenapa?" padahal Baekhyun baru satu jam berada disini.
Chanyeol mengangkat bahu, "Sudah hampir malam Baek, dan aku harus memulangkan dirimu ke rumah" sebenarnya itu hanya alasan saja. Tadi Sehun mengirim pesan padanya, meminta agar dia membawa pulang Baekhyun sekarang dan berjanji akan menjelaskan semua nya di kelas besok.
Baekhyun melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya, dan benar sudah hampir jam tujuh malam. Sementara dari sini ke rumahnya memakan waktu tiga puluh menit. "Baiklah, kita pulang sekarang" matanya melirik Luhan dan Sehun bergantian. "Kalian berhutang penjelasan padaku besok jam istirahat di kantin" setelahnya dia pun keluar dari apartemen Sehun di ikuti Chanyeol.
Luhan menghela napas lega begitu pintu apartemen tertutup rapat. Dia sadar kalau sedari tadi Sehun terus menatapnya.
"Apa yang ingin kau tanyakan Hunnie~" Luhan membelai lembut dahi hingga rahang tegas Sehun.
Sehun memejamkan matanya, menikmati kelembutan yang diberi Luhan padanya. Telunjuk Luhan mengelus kedua mata Sehun yang terpejam, turun ke hidung mancungnya, dan mengusap pelan bibir tipis Sehun sambil mengagumi wajah tampan Sehun di dalam hati.
.
.
.
.
.
Kenapa dia tidak jatuh cinta saja pada Sehun.
Jelas-jelas sehun sudah mengungkapkan perasaannya pada Luhan. Kenapa dia tidak belajar mencintai pemuda ini saja.
.
.
.
.
.
Bukan kah sekarang dia juga tidak memiliki pasangan.
Karena Yunho juga sudah meninggalkannya, dan memilih Jaejoong sebagai pasangannya sejak lama.
.
.
.
.
.
Bukan kah dia juga ingin merasakan indahnya cinta sekali lagi.
Lalu kenapa tidak mencoba menikmati cinta, yang di tawarkan Sehun sepenuh hati kepadanya walaupun dia sudah menyakiti perasaan Sehun.
.
.
.
.
.
Bukankah dia ingin melupakan Yunho dan mengobati hatinya.
Mungkin berpacaran dengan Sehun, bisa membuat dia melupakan Yunho dan mengobati luka di hatinya selama ini.
.
.
.
.
.
Tapi Sehun manusia dan dia seorang vampire.
Kenapa harus pusing, bukan kah dia bisa mengubah eksistensi Sehun menjadi sama seperti dirinya –seorang vampire. Kelihatannya Sehun juga tidak keberatan dengan hal tersebut, mengingat hal yang sudah terjadi.
.
.
.
.
.
Benar!
Tidak ada alasan masuk akal lagi untuk menolak Sehun, apalagi namja itu memiliki pesona yang tidak kalah mengagumkan dari Yunho. Jadi kenapa tidak mulai mencoba menikmati segalanya dan melupakan keraguan yang hinggap di hatinya.
.
.
.
.
.
Luhan mencium lembut bibir tipis Sehun. Mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa mencintai Sehun adalah pilihan terbaik saat ini.
Sehun mulai melumat bibir Luhan, tangannya menarik tubuh ramping Luhan agar duduk di pangkuannya. Kedua tangan Luhan melingkar di lehernya, matanya mulai terpejam menikmati lumatan-lumatan lembut Sehun dan membalasnya.
Hanya lumatan-lumatan lembut tanpa perang lidah seperti sebelumnya. Karena mereka hanya ingin menyalurkan perasaan satu sama lain lewat ciuman.
Sehun ingin menunjukkan seberapa besar rasa cintanya pada Luhan. Berusaha mengatakan bahwa dia akan terus mencintai Luhan sepenuh hati, serta berjanji tidak akan menyakiti hati Luhan sampai kapanpun.
Luhan bisa merasakan semua perasaan Sehun padanya. Perlahan hati nya ikut menghangat merasakan ketulusan cinta Sehun yang dalam padanya.
Pagutan mereka yang cukup lama terlepas, karena kebutuhan oksigen untuk Sehun. Begitu napasnya normal, Sehun menyunggingkan senyum tampan untuk Luhan sambil merapikan poni Luhan yang menutupi mata indahnya. "Saranghae Luhan"
Luhan menatap lama manik mata Sehun, mencoba mencari kebohongan, keraguan, ataupun cela lain di sana. Namun nihil, yang ada dia melihat pantulan dirinya di mata Sehun yang menatap nya dengan penuh cinta. "Nado... Sehunah"
Harapan palsu atau pernyataan palsu. Luhan tidak tahu jawabannya, dia hanya membalas agar Sehun tidak kecewa.
Namun satu hal yang Luhan ketahui secara pasti. Bahwa dia akan berusaha membalas perasaan Sehun padanya, walaupun tidak tahu kapan hal itu bisa terwujud.
Sedikit raut kekecewaan terpancar dari Sehun. Namja itu sadar bahwa jawaban Luhan yang terkesan ambigu tersebut, sama seperti perasaan Luhan yang masih ragu menerima dirinya.
Tapi Sehun tidak akan menyerah, sampai dia bisa mendapatkan hati Luhan.
.
.
.
.
~ Are You A Vampire? ~
.
.
.
.
Mata bulat Kyungsoo melebar, menatap tidak percaya ke arah Kai yang tersenyum disebelahnya. "Waeyo, Soo baby?"
Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Aniii... hanya saja, kenapa kita ke sini?" sejak tadi Kai datang ke apartemennya dan mengajak dia pergi kencan ke Namsan tower, bioskop dan terakhir ke taman. Kenapa sekarang mereka harus datang kemari sih.
Tangan Kai menangkup pipi Kyungsoo, tatapan mereka berdua bertemu. "Kau tidak suka jika aku ajak kemari?"
"Tentu saja tidak... hanya saja..." Kai jadi gemas sendiri karena sikap Kyungsoo, jadi dia mengecup sekilas heartlips nya Kyungsoo. "Hanya saja apa?"
Wajah Kyungsoo bersemu merah. Astaga kenapa sekarang dia seperti ini, bersikap malu-malu, merona karena perlakuan manis bin mesum Kai, jantung yang berdetak keras kalau saja masih bisa. Kenapa dia jadi seperti seorang yeoja.
Karena tidak ada jawaban, Kai melepas kontak mata mereka dan menekan beberapa digit angka di apartemen tempat mereka berada sekarang.
Suara kunci terbuka dan Kai mendorong pintu, masuk kedalam bersama Kyungsoo dan melepas sepatunya yang di ikuti Kyungsoo. Mereka berdua melangkah ke ruang tengah dan menghampiri sofa yang terdapat kepala seseorang di sana. "Hoi albino, mana Luhan hyung?" ternyata mereka sedang di apartemen Sehun, pantas Kyungsoo terlihat ragu mau masuk.
Terlihat Sehun sedang berbaring di sofa panjang tersebut, dan Luhan dengan nyaman tidur di atas badan Sehun. Kepalanya berada di atas dada Sehun, mata terpejam dan kedua tangan kurusnya memeluk pinggang Sehun.
Sehun masih mengusap sayang rambut Luhan, matanya hanya mengikuti pergerakan Kai yang duduk di sofa single di sebelahnya dengan Kyungsoo yang di tarik hingga terduduk di pangkuan Kai. "Sepertinya Luhan hyung kelelahan kerenamu Hun" Sehun terkekeh mendengarnya, tapi tangannya tetap tidak berhenti mengusap kepala Luhan.
Kyungsoo merilekskan tubuhnya, menyandarkan punggungnya di dada Kai dan tangannya mengusap-usap pelan kedua tangan Kai yang melingkar di perut nya. "Kami tahu kau tidak tidur hyung, jadi berhentilah berpura-pura"
Luhan mengerjapkan matanya sebentar, kemudian mendongak melihat Sehun yang tersenyum tipis padanya lalu melihat Kyungsoo sebentar sebelum menutup matanya lagi. "Tapi ini sangat nyaman Kyungie~" rajuk Luhan sambil mendengkur seperti kucing.
Tangan kiri Sehun bergerak mengelus punggung Luhan, dia senang bisa mengetahui sikap Luhan yang manja seperti ini.
"Kau sudah menjelaskan yang terjadi padanya hyung?" Kyungsoo terus menatap Luhan yang kembali membuka matanya. "Belum" Aish, kenapa Luhan selalu menunda-nunda nya sih.
Sehun mendudukan dirinya, sementara Luhan duduk manis di pangkuannya. Tangan Sehun mengambil kaos yang tadi dia letakkan di lantai. Selama berbaring dengan Luhan, dia memang melepasnya dan memakai celana pendek hitam selutut saja.
Merasa pandangan tajam dari Kyungsoo dan Kai, maka Luhan memilih menjelaskan yang terjadi pada Sehun. Tapi sebelumnya, "Apa Kai sudah tahu?" Kai tersenyum dan memandang Kyungsoo yang juga memandangnya. "Ne hyung, aku sudah tahu tentang kalian dari Kyungsoo. Jadi tidak perlu khawatir dan jelaskan saja pada Sehun".
"Bagaimana mungkin Kai bisa tahu? Dan apa kalian sudah menjadi sepasang kekasih sekarang?" Luhan bertanya dengan sebelas alis terangkat.
Kai menganggukkan kepalanya, sementara Kyungsoo diam. "Kami sudah resmi berpacaran sekarang hyung dan kabar baiknya, semua hyungdeul juga sudah memiliki kekasih masing-masing"
Sehun dan Luhan melongo, bagaimana mungkin mereka semua bisa memiliki kekasih hanya dalam waktu satu malam bersamaan pula lagi. "Jinjja? Tapi bagaimana mungkin?" Sehun masih tidak percaya.
"Sebenarnya belum semua berpacaran, Kris hyung dan Tao memang sudah berpacaran karena ternyata Kris hyung sudah menyukai Tao sejak lama. Sedangkan Suho hyung dan Lay hyung masih dalam proses pendekatan. Kalau Chen hyung dan Xiumin hyung juga sama. Nah, Chanyeol dan Baekhyun akhirnya resmi berpacaran juga tadi malam, setelah sekian lama Chanyeol menunggu jawaban dari Baekhyun" jelas Kai.
Sehun dan Luhan kompak mengatakan 'O'. "Lalu bagaimana dengan kalian berdua?" –Luhan.
Gantian Kyungsoo yang menjawab. "Tadi malam kami juga sudah menjadi sepasang kekasih seperti kalian berdua, hanya saja proses nya yang berbeda dan biar kami berdua saja yang tahu. Yang jelas Kai sudah mengetahui siapa kita yang sebenarnya" sindir Kyungsoo.
Luhan nyengir lagi, kemudian menatap Sehun yang ikut menatapnya. "Sehun tahu kan sekarang kalau aku dan Kyungie adalah vampire?" Sehun menganggukkan kepalanya. "Maaf kalau kami berbohong selama ini, masalahnya kami juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada kalian semua" Luhan mengelus pipi Sehun lembut.
"Umurku 18 tahun dan Kyungsoo 17 tahun, namun itu adalah umur ketika terakhir kali jantung kami berdetak sebagai manusia. Kami juga hidup sudah sangat lama di muka bumi ini, berkamuflase sebagai manusia dan melakukan kegiatan sehari-hari seperti kalian semua. Kami tidak takut matahari, dan juga kami sangat kuat, mempesona serta mematikan." Ekspresi Sehun masih datar seperti biasa, seolah tidak terganggu dengan penjelasan tersebut.
Karena tidak ada sanggahan, Luhan melanjutkan kembali. "Kami bisa berlari kencang, bisa menghancurkan dinding beton, tidak butuh bernapas dan tenaga yang tanpa batas. Tapi kami tetap memiliki kekurangan, yaitu haus akan darah dan juga gairah bercinta bagi yang memiliki pasangan. Perlu latihan bertahun-tahun agar aku dan Kyungsoo, bisa berbaur dengan baik bersama kalian tanpa mencelakai satu manusia pun".
Dahi Sehun berkerut samar, "Apa kematian Sulli ada hubungannya dengan kalian?" ini saatnya jujur Luhan.
"Heum, dia meninggal karena aku. Sebenarnya begini Sehun, saat para vampire diliputi gairah mereka akan saling menggigit dan menghisap darah pasangan. Menyalurkan seluruh hasrat yang mereka rasakan, karena tidak ada bercinta tanpa gairah ingin menggigit Sehun" Luhan menatap Sehun dalam, mencoba meminta pengetian darinya.
Sehun tersenyum tipis tanda mengerti.
"Saat di perpustkaan, jika Chanyeol tidak mengganggu kita aku rasa sekarang kau yang sudah di makam kan" Kai melotot, hei dia belum mendengar yang ini dari siapa pun.
"Rasa haus itu terus menderaku dan saat aku ingin mencari mangsa di luar, tiba-tiba saja Sulli datang dan kau pasti tahu kelanjutannya" Luhan mengedikkan bahunya acuh. "Setelah dia mati, aku harus menyamarkan kematiannya agar identitas kami tidak ketahuan. Kau juga tahukan kalau setelah luka yang di sebabkan taring kami akan menutup sempurna jika di jilat oleh kami? Karena itu, selama para vampire 'makan' mereka tidak pernah ketahuan karena tidak ada jejak dan juga bukti"
Baiklah, berarti kematian Sulli karena ulah Luhan rupanya.
"Jadi karena itu, kau menggigitku hingga pingsan kemarin?" Luhan hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sambil tersenyum kikuk. "Aku pikir, aku akan mati kemarin karena sepertinya darahku terlalu banyak kau hisap" gerutu Sehun sambil mendeath glare Luhan.
Kai terkekeh pelan dan mendapat cubitan pelan di tangannya dari Kyungsoo. "Lalu kenapa kau belum mati albino?" sekarang Sehun gantian mendeath glare Kai.
"Kau ingin aku mati kkamjong?" nada nya dingin dan menusuk. Kai tersenyum mengejek, "Aku kan hanya bertanya saja, benarkan Luhan hyung?"
Luhan menggaruk tengkuknya lagi, "Hehehehe... iya, tidak ada salahnya bertanya Kai" Sehun mendengus kesal karena Luhan membela Kai. Dan Kai tertawa keras menanggapinya.
Kemarin juga Kyungso sempat berpikir jika Luhan benar-benar membunuh Sehun. Namun tidak lama telinganya mendengar detak jantung seseorang berdenyut. Setelah memastikan jika itu milik Sehun, Kyungsoo bisa bernapas lega.
"Jadi kalian para vampire tidak punya kelemahan ya? Wah kalau begitu enak juga jadi vampire" girang Kai sambil menatap Kyungsoo yang memutar mata sebal. "Tentu saja kami punya kelemahan Kai" jawab Kyungsoo.
Sekarang wajah Kai berubah serius, "Jinjja? Kalau begitu apa kelemahan kalian?"
Kyungsoo menatap Kai curiga, "Untuk apa kau ingin tahu?" walaupun sekarang Kai adalah namjachingu-nya tetap saja dia tidak bisa mengatakan kelemahan mereka pada sembarang orang.
"Kau curiga padaku Soo baby?" tanya Kai heboh tak percaya
"Tentu saja, memang tidak boleh?" Kyungsoo balik tanya, masih dengan tatapan curiganya pada Kai.
Sementara Sehun dan Luhan hanya memperhatikan, tanpa ada niat untuk ikut campur dari perdebatan mereka berdua. Apalagi bagi Sehun pemandangan seperti ini sudah terlalu sering dia lihat di kelas.
"Aigoo... dengar ya Soo baby, aku ingin tahu karena aku ingin melindungi mu." Tegas Kai.
"Ck, aku tidak perlu di lindungi. Karena aku lebih kuat dari mu" balas Kyungsoo
"Tapi Soo baby, kan tidak ada salahnya aku tahu"
"Tidak bisa, kau tidak perlu tahu"
"Tapi aku kan hanya ingin tahu, kau tega melihat kekasih mu ini mati penasaran?" rengek Kai seperti anak kecil.
Kyungsoo mendengus sebal, "Sudah lah tidak usah di bahas. Lagipula aku yakin kalau Luhan hyung juga sependapat dengan ku, benarkan hyung?"
Bingung mau menjawab apa, Luhan hanya bergumam saja. Seandainya pun Kai tahu, toh dia tidak akan menyakiti mereka kan.
Sesuatu yang kenyal dan sedikit basah menempel di pipi halus Luhan, membuat dia menoleh dan melihat Sehun yang mengecup pipinya. Luhan mengecup ujung hidung mancung Sehun, membuat namja yang lebih muda terkekeh pelan. "Jadi, setiap kali kita bercinta kau akan menggigit ku juga baby Lu?"
Luhan terlihat berpikir sebentar sebelum menjawab, "Tidak juga Hunnie, aku akan meralatnya. Aku akan menghisap darah mu setiap kali libido ku naik karena ulah nakal mu seperti sekarang"
Sehun terkekeh pelan, tangannya yang mengusap-usap paha Luhan terhenti karena di tahan. "Baiklah, kalau begitu aku tidak akan membuat libido mu naik sayang. Aku tidak mau darahku segera habis karena dirimu pasti akan mencari mangsa lain diluar sana" ujarnya enteng.
Luhan menyeringai menanggapi ucapan Sehun, "Kalau begitu kita lihat saja nanti" Luhan mengeluarkan wink maut nya pada Sehun dan mendapat sebuah ciuman lembut di bibirnya dari Sehun.
.
.
.
.
~ Are You A Vampire? ~
.
.
.
.
Suasana sekolah kembali ramai seperti sedia kala. Begitu juga dengan enam namja populer di SM SHS, sekarang semua fans mereka merasa sedikit kecewa.
Kecewa karena sekarang mereka berenam sudah memiliki namjachingu masing-masing, walaupun awalnya mereka kaget karena ternyata idola mereka seorang gay. Tapi seiring berjalannya waktu mereka bisa menerima keadaan ke enam orang namja itu.
Sejak peristiwa prom, sudah dua bulan waktu terlewati. Suho dan Lay beserta Chen dan Xiumin juga sudah resmi berpacaran.
Untuk Chanyeol dan Baekhyun, Sehun menjelaskan proses mereka bisa menjadi sepasang kekasih dengan Luhan tentu tanpa adegan menghisap darah. Sampai sekarang yang mengetahui jati diri Luhan dan Kyungsoo hanya namjachingu masing-masing saja.
Semua berjalan normal dan baik, walaupun Kyungsoo dan Kai masih sering berdebat karena tingkah Kai yang sok manja bagi Kyungsoo.
Untuk Sehun dan Luhan mereka berdua dijuluki, sebagai couple paling serasi di antara mereka berenam. Dan juga jangan lupa, couple paling pervert.
"Eungghhh... sehuuunnhh... ahhh... " Luhan terus mengeliat di bawah kukungan Sehun di atas tempat tidur UKS. Tangannya menjambak pelan rambut platina Sehun, yang masih mengulum junior Luhan dan menghisapnya keras sesekali.
Seolah tuli, Sehun masih meneruskan blowjobnya untuk Luhan. "Sehunhh.. a-aku... sampaihh... akkhhh!"
Cairan Luhan menyembur deras dalam mulut Sehun, dia menelan setengahnya. Tubuh Luhan ditarik dan terduduk mengangkangi Sehun, Sehun membagi cairan Luhan yang tersisa setengahnya dari mulut ke mulut.
Rasanya sedikit dingin, itu yang Luhan rasakan saat menelan cairannya. Berbeda dengan cairan manusia yang hangat.
Sehun terus melumat ganas bibir Luhan, membuat Luhan ikut terhanyut dalam ciuman panjang dan dalam serta menggairahkan. Luhan bisa merasakan junior Sehun yang mengeras di bawah bokongnya. "Kau sudah tegang, eoh?" tangan Luhan mengusap pelan celana Sehun yang menggembung.
Bibir tipis Sehun berdesis pelan, merasakan sentuhan nakal Luhan yang menggoda 'adiknya'. "Luuuhh... jangan menggodanyahh" dengan segera Luhan membuka gesper dan membuka resleting celana serta menurunkan sedikit bokser dan dalaman Sehun sampai junior big size Sehun yang menegang mengacung tegak tepat di depan wajahnya.
"Kulum dia baby luuu.." segera saja mulut Luhan mengulum junior Sehun dan mengurut setengahnya yang tidak masuk ke mulut menggunakan tangan.
Tanpa henti Luhan terus memberikan blowjob pada Sehun, mengigit kecil, mengecup dan menghisap kuat sampai pipinya tirus. Beberapa menit kemudian desahan tertahan Sehun makin kuat. "Shh... babyhh.. aku hampir.. s-sampaihh...hmmm" mendengar itu, Luhan semakin cepat menggerakkan kepalanya maju mundur. Dan akhirnya cairan Sehun menyembur deras hingga Luhan terbatuk.
Sehun menarik wajah Luhan mendekat dan mulai menjilat cairannya, yang berada di wajah Luhan sampai bersih dan di akhiri ciuman lembut keduanya.
"Permainan inti?" tanya Luhan dengan mata berbinar menatap Sehun.
Kepala Sehun menggeleng, "Maaf baby, tapi ini masih disekolah dan aku tidak mau ketahuan siapa pun. Apalagi jika mereka sampai melihat mu menghisap darahku, mereka akan tahu kalau kau sebenarnya".
Luhan mempoutkan bibirnya imut, sudah sebulan ini mereka tidak melakukan seks dan Luhan menginginkannya.
Berbanding terbalik dengan bulan lalu, karena mereka melakukan seks tiap akhir pekan dan berakhir dengan Sehun yang masuk ke rumah sakit karena anemia.
Salahkan saja gairah vampire nya.
Sehun turun dari ranjang dan menaikkan kembali celananya, sambil merapikan penampilan serta rambutnya yang berantakan karena Luhan. "Jangan marah baby, nanti malam datanglah ke apartemenku dan aku akan menggenjot lubang mu hingga pagi karena besok hari minggu" bisik Sehun sambil memasangkan celana Luhan.
"Yaksok?" Luhan mengacungkan jari kelingkingnya pada Sehun.
Sehun tersenyum, bagaimana mungkin Luhan bersikap seperti anak kecil begini padahal umurnya sudah ratusan tahun. "Yaksok" Luhan tersenyum sumringah mendengar jawaban Sehun dan menarik tangannya keluar UKS. "Kajja, kita ke kantin sekarang" Sehun mengikuti Luhan dan berjalan disebelahnya.
Jari mereka saling bertautan, "Hmm, Sehunnie aku boleh bertanya?" Sehun menatap Luhan sebentar dan menganggukkan kepalanya. "Saat aku di apartemenmu, kulihat ada foto keluargamu. Tapi dimana mereka semua? Kenapa Sehunnie tinggal sendiri?"
Mata Sehun masih menatap koridor tempat mereka berdua berjalan. "Eomma sudah lama meninggal" Luhan menghentikan langkahnya, Sehun juga. "Sudah lah tidak apa, lagipula aku sudah tidak sedih lagi karena omma meninggal saat aku masih duduk di Elemntary School"
Sehun melanjutkan kembali perjalanan mereka, "Sedangkan appa berada di luar negeri mengurus perusahaan dan juga menekuni hobby barunya" alis Luhan mengkerut bingung, ada yang membuat dia penasaran sejak kemarin.
"Kalau kau memang memiliki seorang hyung, lalu kenapa orang-orang di sekolah mengatakan bahwa kau anak tunggal Sehunnie?"
Mata Sehun melirik sekilas Luhan yang ada di sebelahnya. "Hyung juga meninggal bersama dengan eomma, mereka berdua di bunuh perampok saat mengunjungi villa keluarga yang rencananya akan di renovasi".
Luhan memeluk tubuh Sehun sambil mengusap punggungnya, "Mian, aku tidak bermaksud mengorek luka lama mu" Sehun membalas pelukan Luhan dan tersenyum tipis. Perasaannya hangat, mengetahui kalau Luhan menyayangi dia. Tidak lama lagi dia pasti bisa mendapatkan hati namja rusa ini sepenuhnya.
Bagaimana dengan Luhan? Apa dia sudah mencintai Sehun? Jawabannya dia masih ragu, memang sekarang dia sangat menyayangi Sehun tapi kalau untuk cinta Luhan juga bingung menjawabnya.
Biarkan saja waktu yang menjawab perasaan Luhan.
Tapi yang di takutkan adalah, bagaimana jika waktunya habis dan Luhan terlambat. Terlambat mengungkap kan perasaannya kepada Sehun. Setelah itu hanya tersisa penyesalan tanpa akhir untuk mereka berdua.
.
.
.
.
Enam pasang namja itu duduk di satu meja kantin, sesekali mereka saling menggoda dan juga mengejek. Kris duduk sebelah tao, Suho yang sibuk menatap penuh cinta pada Yixing. Chen dan Xiumin yang terus membully Baekhyun karena eyelinernya. Chanyeol yang hanya bisa tertawa tanpa dosa di sebelah Baekhyun. Kai yang sesekali mengusap rambut Kyungsoo penuh sayang dan terakhir Luhan yang duduk di pangkuan Sehun.
Di antara enam pasang itu, hanya HunHan yang terlalu menampakkan kemesraan mereka. Salahkan saja Sehun yang tidak membiar kan Luhan duduk di sebelahnya, bahkan dia tidak perduli tatapan atau pun tanggapan orang di sekeliling mereka.
Sedang asiknya bercanda, seorang pengantar makanan mendatangi mereka dan membawa sekotak macarons. Mereka terdiam, "Maaf ada yang bisa kami bantu?" Suho bertanya dengan sopan.
Pengantar makanan itu seorang namja berusia dua puluhan mengangguk. "Apa disini ada yang bernama Zhang Yixing?" spontan Yixing mengangkat tangannya. "Itu aku" namja itu memberikan sekotak macarons yang dia bawa pada Yixing.
Yixing memberikan tatapan bertanya pada namja tersebut. "Tadi ada pelanggan membelinya di toko dan meminta saya untuk mengantar nya ke sekolah ini atas nama anda" jelasnya dan berpamitan pergi.
Mereka semua berpandangan bingung, terutama Suho. "Siapa yang memberikannya?" Yixing mengangkat bahu dan membuka kotak tersebut. Sebuah kertas disertai tulisan ada diatas makarons tersebut. "Macarons manis untuk namja manis sepertimu. Dari H" baca Yixing keras.
"Sepertinya dari penggemar rahasiamu Yixing ge" ujar Kyungsoo membuat Yixing tersenyum malu. Dia mengambil sebuah macarons dan memakannya, "Enak, kalian mau?" tawar nya pada yang lain.
Para seme tentu menolak, bagi mereka makanan manis apalagi warna-warni seperti itu tidak mencerminkan diri seorang seme. "Aku tidak terlalu suka makanan manis, aku lebih suka bakpao" ujar Xiumin yang di setujui Luhan dan Kyungsoo padahal.
Beda dengan Baekhyun yang berbinar-binar "Aku mau" dan mengambil macarons berwarna pink.
Hampir saja Baekhyun menggigit macarons nya, tiba-tiba Yixing batuk dan muntah-muntah. Mereka semua panik, bahkan para siswa yang ada di kantin.
"Huweeek... uhuk.. uhuk..."
Yixing terus muntah dan wajahnya pucat pasi. Karena terlalu banyak cairan yang keluar dari tubuhnya, Yixing pingsan di kantin. Dengan cepat Kris mengangkat tubuh Yixing dan berlari ke arah UKS di ikuti yang lain.
Dokter di sana bergerak cepat, dia langsung memeriksa tubuh Yixing yang di letakkan di atas tempat tidur. Setelah beberapa saat memeriksa, dokter tersebut keluar dari UKS menghampiri mereka. "Sebaiknya dia di bawa ke rumah sakit sekarang, dia keracunan makanan dan membutuhkan perawatan intensif dari rumah sakit".
"MWO ?!" teriak mereka sebelas kompak.
Dokter tersebut menutup telinganya, karena suara keras barusan. "Cepatlah bergerak, racun nya cukup berbahaya".
Kris mengambil alih situasi dengan cepat memerintah mereka semua. "Suho ambil mobilmu dan parkir tepat di bawah tangga. Chanyeol dan Kai segera pergi ke kantin dan ambil macarons tadi, aku curiga makanan itu beracun. Xiumin dan Luhan pergi ke ruang kepala sekolah dan beritahukan kejadian ini serta minta ijin untuk kami. Tao temani Baekhyun mencuci tangannya hingga bersih. Chen dan Sehun coba lacak toko kue dan namja tadi. Selebihnya kembali ke kelas biar aku yang membawa Yixing turun" dan mereka semua menjalankan perintah Kris tanpa protes.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
.
Maaf jika kali ini Yue nggak bisa membalas review kalian semua, tapi percayalah Yue udah membaca semua review yang kalian tulis untuk cerita ini. Dengan adanya chap ini yang cukup panjang, berarti udah menjawab pertanyaan readers semua donk.
Mulai chap depan, ketegangan dari konflik nya juga udah muncul jadi harap ditunggu #plakk. Jadi jangan lupa tinggalkan review ne? Kalo mau fast update, review yang banyak yah^^
.
.
.
.
Sekali lagi
Please reviewnya chinguuu^^
~Yue m00nlight~
