Chapter 12
Tittle : Are You A Vampire?
Author : Yue m00nlight
Cast : Hunhan and the other
Genre : Romance, Drama & Fantasy
Rate : M
Lenght : 12/14
Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.
Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.
A/N : Annyeong^^
Apa kabar readers-nim semua? Semoga kabar nya baik ya^^ nah, gak terasa nih kalau udah masuk ke chapter ini itu artinya ff ini selesai dua chap lagi kan? Yue ucapin terima kasih yang sebesar-besarnya buat para readers semua, yang review, follow, dan favorite kan ff ini /deepBow
Setelah ff ini selesai, yue bakalan meluncurkan projek ff baru yue yang... Hm, pastinya HunHan sebagai main pair /promosi. Udahlah segitu aja, happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me
please close the tab now!
.
.
.
NO BASH, FLAME, PLAGIARISME
AND NO SIDERS
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading ^^
BLAM
"Aku pulaaaang" seorang namja masuk ke dalam apartemen, dia melangkahkan kakinya ke dapur. Hidungnya menghirup aroma kue berasal dari sana, dan terlihat seorang namja memakai apron baru saja mengangkat kue dari dalam oven dan meletakkannya di atas meja konter.
"Kau sudah pulang hyung?" tanya namja itu –Kyungsoo saat melihat sosok lain baru datang. Namja yang dia tanya mengangguk dan menyandarkan tubuhnya miring di samping kulkas.
Kyungsoo tersenyum manis pada Luhan yang memperhatikannya menghias kue tadi dengan cekatan. "Bagaimana acara tadi?" tanya Kyungsoo masih menghias kue tadi dengan krim. Luhan beranjak dari samping kulkas, mendekatkan dirinya pada Kyungsoo. "Membosankan" ujarnya sambil mengedikkan bahu.
Dahi Kyungsoo berkerut dalam, "Apa maksud mu hyung? Apa tadi hyung tidak jadi berkunjung ke apartemen Yunho hyung?" tidak biasanya Luhan bersikap seperti itu jika habis bertemu dengan Yunho.
"Tentu saja aku bertemu dengannya" Kyungsoo selesai menghias kue tadi dengan krim hingga terlihat cantik. "Lalu?" mata bulat itu memperhatikan Luhan sambil melepas apron pororo yang dia kenakan.
Luhan tidak menjawab pertanyaan Kyungsoo, dia malah berjalan ke ruang tengah dan menyalakan televisi setelah duduk di sofa. Kyungsoo mengikutinya.
Jari Luhan terus memencet remote, mengganti siaran terus hingga berhenti karena serial kartun pororo kesukaan Kyungsoo. "Jangan mencoba mengalihkan perhatianku hyung" tangan Kyungsoo merebut remote dan mematikannya.
Luhan mendengus kesal, ternyata usahanya untuk mengalihkan perhatian Kyungsoo gagal. "Aku bertemu dengan yunho dan Jaejoong, dan begitu lah" jawab Luhan sekenanya.
Ambigu sekali kata-kata Luhan, terkesan menghindar.
"Kalau begitu apa yang membuatmu seperti ini hyung? Biasa nya jika sudah bertemu dengan Yunho hyung wajah mu selalu berseri bahagia. Bukannya datar seperti jalan tol" cibir Kyungsoo sebal.
Kekehan terdengar dari mulut Luhan, sepupunya ini memang selalu perhatian. "Yah, kau benar kyungie. Aku begini karena hal lain" tiba-tiba senyuman Luhan memudar.
Sebuah pemikiran terlintas di kepala Kyungsoo. "Apa kau merindukan Korea hyung?" waktu memang berjalan dengan cepat, tanpa mereka sadari satu minggu mereka telah meninggalkan Korea, sekolah, teman dan...
"Sehun. Aku merindukan Oh Sehun" lirih Luhan. Wajahnya berubah sendu, matanya juga terlihat kosong. Efek buruk karena merindukan Sehun?
Ternyata tebakan Kyungsoo benar. "Aku juga merindukan Kai, kira-kira bagaimana kabar mereka semua sekarang?" mereka berdua memang tidak pernah berkomunikasi lagi dengan yang lainnya. Atas saran Yunho, mereka harus memutuskan semua kontak, agar menghilangkan jejak dari Hunter sialan yang mengincar mereka.
.
.
.
.
.
At Seoul, Korea.
Sepertinya kepergian mendadak dan tanpa pemberitahuan Luhan dan Kyungsoo berefek buruk bagi kesepuluh cowok tampan dan imut ini. Lihat saja wajah lesu mereka, bahkan sampai seperti zombie dengan lingkar gelap di bawah mata Kai. Sepertinya namja tampan berkulit tan itu kurang tidur, merindukan Kyungsoo eoh?
"AARRGGGHH! Aku bisa gila!" pekik Kai sambil meninju tembok kelas mereka dengan kuat.
Sehun, Chanyeol, Baekhyun, Tao dan siswa lain terkejut melihat tindakan Kai. Mereka semua berada di kelas dan tidak belajar karena guru sedang mengadakan rapat.
"Tenang lah Kai, bukan hanya kau yang merindukan Kyungsoo. Kami juga sama" Chanyeol menepuk bahu Kai pelan dan tersenyum prihatin melihat wajah frustasi Kai.
Baekhyun dan Tao mengangguk, membenarkan ucapan Chanyeol. "Kita sudah melakukan segala usaha untuk menemukan mereka, tapi hasilnya nihil jadi kita hanya bisa menunggu saja sekarang". Ujar Baekhyun.
Kai mendengus, mau sampai kapan dia harus menunggu.
"Tentu saja kau bisa tenang, kan pacarmu ada disini. Sedangkan aku? Tidak bisa menemukan keberadaan kekasihku sendiri hingga sebulan berlalu. KAU PIKIR BAGAIMANA RASANYA HAH?!" teriak Kai frustasi.
"KAU PIKIR HANYA KAU YANG KEHILANGAN MEREKA? KAMI JUGA BRENGSEK!" balas Baekhyun ikut berteriak. Mereka berdua bahkan berdiri dan saling menatap sinis satu sama lain.
Aduh, Tao paling tidak suka situasi seperti ini. "Aku mohon hentikan, kalian tidak malu di perhatikan semua orang?" Tao memandang sekeliling, semua siswa memperhatikan mereka karena teriakan KaiBaek barusan dengan suara yang cukup kuat.
Tapi memang dasarnya emosi sudah menyerang, mana mungkin perkataan Tao didengar mereka. "PERDULI APA AKU DENGAN YANG LAIN! YANG AKU BUTUH KAN HANYA KYUNGSOO!" Tao terkejut karena di marahi Kai, mata nya mulai berkaca-kaca.
Baekhyun yang melihat Tao mau menangis semakin emosi. "LIHAT KARENA KAU, TAO JADI BEGITU KAN!" hardik Baekhyun sambil menunjuk Kai tepat di depan wajahnya.
"APA KAU BILANG? JADI KAU MENYALAHKAN KU?"
"KALAU IYA KENAPA?!" sepertinya tidak akan ada yang mau mengalah dari mereka berdua.
Chanyeol berdiri di antara Kai dan Baekhyun, dia jengah melihat mereka saling berteriak. "Hentikan, tingkah kalian sangat konyol. Tidak ada gunanya saling menyalahkan sekarang" nasehat Chanyeol menatap mereka berdua bergantian.
Akhirnya Kai dan Baekhyun duduk kembali, setidaknya perkataan Chanyeol barusan benar. Tidak ada gunanya saling menyalahkan.
Sehun yang sedari tadi hanya menonton perdebatan, melangkah keluar kelas. Dia butuh udara segar sekarang, hatinya kembali berdenyut sedih karena Kai mulai mengungkit keberadaan dia. Luhan, vampire yang dia cintai.
Luhan yang keberadaannya hilang bak di telan bumi.
Baru beberapa langkah beranjak, suara Kai membuat emosi Sehun merambat naik ke kepala nya. "Mau kemana kau Sehun? Sepertinya semenjak Luhan hyung dan Kyungsoo menghilang hanya kau yang bersikap tenang. Bahkan kau juga tak terlihat mencemaskan atau merindukan mereka. Apa kau sudah melupakan Luhan hyung dan mempunyai penggantinya?" cerocos Kai sarkastik, sepertinya kepala Kai masih panas.
Sehun berbalik menghadap Kai, wajahnya masih datar seperti biasa tapi tidak dengan emosinya. "Tutup mulutmu Kai" desis Sehun dengan nada mengancam.
Memang nya tahu apa Kai dengan perasaannya, Sehun juga merasa sedih tapi dia tidak mungkin bersikap berlebihan seperti Kai bukan.
Namun Kai tidak mengerti dengan atmosfer yang mulai menegang, dia malah berjalan mendekati Sehun wajahnya menampakkan ekspresi mengejek yang kentara. "Kalau aku tidak mau bagaimana?" tantang kai dengan seringaiannya.
Mata elang Sehun berkilat emosi, tapi dia tidak ingin melakukan hal yang anarkis pada sahabatnya. Karena itu dia pun berlalu keluar kelas, namun tangannya malah di cekal Kai. "Lepas!"
Kai melepaskan tangan Sehun, namun seringaian mengejek masih tetap dia pertahankan. "Wae Sehun-ah? Apa kau menghindari pertanyaanku? Jangan-jangan kau memang sudah melupakan Luhan hyung?"
Tangan Sehun mengepal erat disisi tubuhnya, mencoba menahan emosinya hingga buku-buku jarinya memutih. "Kau tidak tahu apa pun yang ku rasakan KAI" Sehun memang sengaja menekan nama Kai untuk memperingatinya.
Namun sekali lagi, Kai tidak mengerti situasi.
Berbeda dengan Chanyeol, Baekhyun dan Tao. Mereka bisa merasakan aura intimidasi dan membunuh yang menguar dari Sehun.
Chanyeol mendekati mereka, berinisiatif untuk menengahi kedua temannya.
"Benarkah? Tentu saja aku tidak tahu apa yang kau rasakan, karena aku mengkhawatirkan kekasih ku dan berusaha mencari nya. TIDAK SEPERTIMU YANG DIAM SAJA SAAT KEKASIHMU PERGI!"
BUGH!
Satu bogem mentah Sehun menghantam pipi Kai dengan kuat, hingga Kai tersungkur di lantai. Sudut bibirnya robek dan mengeluarkan sedikit darah. "AKU BILANG TUTUP MULUT MU BRENGSEK!" maki Sehun kesal.
Kai berdiri cepat dan menghantam Sehun hingga tersungkur ke lantai, tidak lama kedua nya sibuk saling menghajar satu sama lain tanpa memperdulikan teriakan Tao yang meminta mereka untuk berhenti saling memukul.
Chanyeol dan ketua kelas berusaha menghentikan aksi saling pukul Kai dan Sehun, tapi semua tampak sia-sia. Bahkan sekarang semakin banyak anak kelas lain yang berdatangan ke kelas mereka untuk melihat tontonan seru bagi sebagian siswa disana.
Kris, Suho, Chen, Lay dan Xiumin yang mendengar dongsaeng mereka sedang berkelahi, segera ke sana dan saat mereka ingin memisahkan Kai dan Sehun sesuatu yang tak terduga malah terjadi.
BUGH!
"AKH!" pekik Tao sambil memegang pipinya yang terkena tinjuan Sehun saat berusaha memisahkan mereka berdua.
Tak hayal, mereka semua memekik kaget. "TAO!" semuanya mendekati Tao, terutama Kris yang sangat panik. Sehun dan Kai pun terbelalak kaget, mereka menghentikan perkelahian nya dan mendekat. "Tao, maafkan aku- aku tidak sengaja" Sehun menjelaskan dengan tergagap.
Kris berbalik dan menghadap Sehun, matanya berkilat marah dan tanpa aba-aba dia menghantam wajah Sehun dengan kuat. "Brengsek kau Sehun! Kau pikir apa yang kau lakukan HAH!" maki Kris dan berniat menghajar Sehun yang tergeletak di lantai.
Namun dengan sigap Chanyeol, Suho dan Kai menahan tubuh menjulang Kris agar tidak menghajar Sehun. "Lepaskan aku! Biar aku menghajar bocah sialan itu!" Kris terus meronta-ronta agar terbebas dengan kuat.
"Sudah Kris, Sudah!" Seru Suho masih menahan tubuh Kris.
Sehun mengerang di lantai, sebelah tangannya memegang rahangnya yang baru di hajar Kris. Kepalanya terasa agak pusing sekarang, pukulan Kris sangat kuat menghantamnya.
Jung seonsaengnim masuk ke kelas, sepertinya ada yang melapor ke kantor. Guru killer itu memperhatikan para aktor adegan pemukulan satu-persatu. "Kai, Sehun, Kris dan Tao ikut saya ke kantor sekarang!" setelahnya dia berlalu meninggalkan mereka.
Kris mendengus dan merapikan seragamnya, setelah yang lain melepas tubuhnya. Dia menghampiri Tao dan berjalan menuju kantor.
Sedangkan Kai berdiri di depan Sehun, dia mengulurkan tangannya. "Ayo cepat, nanti guru killer itu mengamuk kalau kita lama ke sana" Sehun menerima uluran tangan Kai dan berdiri sambil di tarik Kai.
"Apa yang kalian lihat? Bubar!" usir Chen sambil mengibaskan tangannya ke sekitar.
Para siswa membubarkan diri dari sana, tidak ada lagi yang perlu mereka lihat.
Chen menepuk bahu Chanyeol, "Kau harus menjelaskan apa yang terjadi pada kami, Chanyeol". Haah... sepertinya ini hari yang panjang untuk Chanyeol.
Dan Chanyeol hanya bisa pasrah mnenjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Suho, Chen, Lay dan Xiumin.
.
.
.
.
~ Are You A Vampire? ~
.
.
.
.
Seoul, in some place.
Sementara itu di dalam sebuah gudang besar, berdiri seorang pria paruh baya duduk di bangku. Di sampingnya ada seorang namja sedang berbisik pelan, wajah pria itu terlihat kesal setelah mendengar laporan barusan.
"Jadi kedua vampire itu melarikan diri ke luar negeri dan kalian tidak bisa menemukan keberadaannya?" pria yang melapor mengangguk. Pria paruh baya itu terlihat berpikir sejenak, tidak lama sebuah seringaian menakutkan muncul di wajahnya.
Dia berdiri, semua orang di dalam gudang itu memperhatikannya dengan serius.
Pria paruh baya itu berdehem sebentar. "Kedua vampire itu melarikan diri, tapi bukan berarti kita kehilangan mereka begitu saja" suara beratnya mengalun.
Mata tajamnya memandang semua rekannya sebentar, lalu melanjutkan ucapannya. "Jika kita tidak bisa menemukan mereka, maka kita buat mereka menemui kita" tegasnya. Salah satu dari yang hadir disana mengangkat tangan untuk bertanya.
"Bagaimana caranya agar mereka mau menemui kita ketua?" namja paruh baya yang di panggil ketua itu tersenyum licik.
Tangan nya mengambil ponsel yang tergeletak di dekat dia, kemudian mendial sebuah kontak dari sana. "Kita akan menjalankan rencana B, hari ini" hanya satu kalimat itu yang dia ucapkan setelah telpon nya di angkat seseorang di seberang sana.
Orang yang dia hubungi mengiyakan perkataannya dan sambungan telpon mereka berdua mati. Pria paruh baya itu tersenyum puas.
"Besok kita akan menghabisi kedua vampire itu, jadi bersiap lah! Jangan meremehkan penampilan mereka, walaupun mereka terlihat lemah tapi aku yakin mereka bisa bertarung dengan baik".
Salah satu dari mereka kembali bertanya, "Ketua yakin mereka akan masuk dalam jebakan kita?" Pria itu tersenyum lagi, dia yakin jebakan nya akan berhasil.
Dia melipat kedua tangannya di depan dada dengan gaya angkuh. "Tentu saja mereka akan termakan umpan kita, karena mereka berdua pasti akan datang dan menyelamatkan kekasih mereka yang kita culik"
Itulah rencana B pria tersebut, kemudian mereka akan menghabisi Luhan dan Kyungsoo yang sudah mereka buru sejak beberapa bulan terakhir.
Ada sekitar tiga puluh orang di dalam gudang tersebut, mereka memakai jubah hitam dengan lambang huruf H berwarna merah berukuran besar di punggungnya. Mereka semua menyeringai kejam, karena besok mereka akan menghabisi Luhan dan Kyungsoo. Dengan kematian kedua vampire tersebut, maka jumlah vampire akan berkurang.
Membunuh vampire adalah tugas mereka, karena mereka adalah hunter.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Drrt Drrt
Ponsel Luhan bergetar di atas nakas, dia sedang menonton berita saat ini. Di sebelah nya terlihat Kyungsoo sedang membaca novel dengan serius.
Sebuah email masuk ke ponselnya, dengan cepat dia membuka email tersebut.
Walaupun nomor ponselnya sudah di ganti untuk menghilangkan jejak, tapi untuk email Luhan tidak pernah mengganti akunnya. Sebuah foto terpampang berasal dari email tersebut, dengan subjek 'Dead or Live'.
Tubuh Luhan berdiri kaget, tangannya masih memegang ponsel dan matanya terbelalak begitu melihat foto tersebut.
Kyungsoo yang melihat perubahan sikap Luhan, dengan cepat berdiri di sebelahnya dan mengintip penyebabnya dari ponsel Luhan. Mata bulat itu juga terbelalak kaget, di foto tersebut terlihat dua orang namja memakai seragam sekolah mereka dulu, terikat di kursi dengan mata tertutup dan wajah yang penuh lebam.
Ruangan di sekitar mereka gelap, dan melihat kondisi gambar tersebut mereka bisa menyimpulkan kedua namja terikat itu dalam keadaan tak sadarkan diri.
"H-hyung...Bukan kah itu..." jari Kyungsoo bergetar menyentuh foto tersebut.
Luhan membuka mulutnya, "Kai dan Sehun" bagaimana mungkin mereka tidak mengenali namjachingu-nya sendiri.
Kai bisa di kenali dari warna kulit tan nya yang eksotis dan juga Sehun yang di kenali dari rambut platina nya. Kemudian di bawah gambar tersebut, ada note yang membuat mereka berdua tercekat.
.
'Jika kami tidak bisa menemukan kalian,
Maka kalian lah yang harus menemui kami.
Jika ingin menyelamatkan kekasih manusia kalian,
Datanglah ke Korea besok sebelum jam tiga sore.
Setibanya di Korea, segera hubungi nomor yang tertera disini,
Ingat, jika kalian membawa bala bantuan.
Maka kami pastikan, mereka berdua akan mati
Dengan cara yang sangat mengenaskan'.
.
Luhan dan Kyungsoo berpandangan sejenak, mereka tahu jika ini perbuatan para Hunter. Mereka tahu jika ini adalah jebakan untuk membunuh mereka. Mereka juga tahu jika mereka tetap datang ke sana, maka sama saja mereka dengan bunuh diri.
Tapi mereka tidak mungkin mengabaikan email tersebut.
Ada dua orang namja yang mereka cintai disana, berada dalam bahaya. Mereka jadi terlibat, karena berhubungan dengan para vampire.
Karena itu dengan membulatkan tekad untuk menyelamatkan Sehun dan Kai, Luhan segera menelpon untuk memesan tiket Korea dengan keberangkatan terdekat. Sedangkan Kyungsoo, mulai menyambar dompet, ponsel, paspor dan mantel.
"Ada penerbangan ke Korea satu jam lagi, jadi lebih baik kita berangkat sekarang" ucap Luhan setelah memesan tiket untuk mereka berdua.
Kyungsoo mengangguk, mereka berdua keluar apartemen dan menguncinya. Turun ke bawah menggunakan lift dan menghentikan sebuah taksi yang melintas dan berangkat menuju bandara.
Jarak dari apartemen mereka ke bandara memakan waktu tiga puluh menit. Untung saja mereka tidak perlu ganti baju, karena mereka memakai setelan casual celana jeans dan sweater.
Setibanya di bandara, mereka segera mengurus segala administrasi yang di butuhkan dan menunggu hingga panggilan untuk pesawat mereka terdengar.
Sebelum berangkat Luhan mengetikkan sebuah pesan untuk Yunho dan juga Jaejoong.
.
To: YunJae hyung
Hyung sebelumnya aku ingin minta maaf,
Jika selama ini telah membebani kalian berdua.
Sekarang aku dan Kyungsoo kembali ke Korea,
Maaf jika tidak memberitahukan kalian.
Tapi ini sangat penting, karena para Hunter
Menculik Kai dan Sehun serta mengancam akan
Menghabisi mereka jika kami tidak datang.
Kami tahu jika ini tindakan konyol dan bodoh,
Tapi kau pasti tahu jika cinta bisa membuat orang
Melakukan hal konyol termasuk merelakan nyawa mereka.
Karena itu, senang bisa mengenal kalian hyung dan juga
Selamat tinggal. Kami menyayangi kalian.
.
Selesai menuliskan pesan pemberitahuan sekaligus perpisahannya, Luhan menekan tombol send dan menonaktifkan ponselnya. Ketika dia melewati tempat sampah, dia membuang ponselnya ke dalam sana. dia tidak membutuhkannya lagi, karena dia sudah mengingat nomor yang Hunter itu berikan.
"Tunggu kami Sehun/Kai, kami akan menyelamatkan kalian dari para Hunter apapun yang terjadi" batin Luhan dan Kyungsoo bersamaan dengan berangkat nya pesawat yang mereka naiki.
Pesawat yang akan mengantarkan mereka berdua untuk bertemu orang yang mereka cintai, sekaligus tempat yang mungkin akan menjadi kuburan mereka berdua untuk selamanya.
.
.
.
.
~ Are You A Vampire? ~
.
.
.
.
Luhan dan Kyungsoo berlari menuju toko ponsel, membeli satu dan menghubungi nomor Hunter tersebut. Pesawat yang mereka naiki baru saja sampai di Korea pukul dua siang, berarti satu jam lagi waktunya tersisa.
Namun setelah beberapa kali menghubungi nomor tersebut, belum ada jawaban dari para Hunter. "Sial! kemana mereka, kenapa tidak ada yang mengangkat nya?" teriak Luhan sambil menjambak rambutnya frustasi. Di sebelahnya Kyungsoo juga panik, apa para Hunter itu sengaja mengulur waktu.
Saat Luhan mencoba untuk kembali menghubungi nomor tersebut, sebuah pesan masuk ke ponselnya.
.
To: SweetVampire
Sudah tiba di Korea?
Silahkan datang untuk menyelamatkan kekasih kalian.
Namja berkulit tan ada di gudang A, ini alamatnya.
.
Mata keduanya terbelalak, apa maksudnya? Apa mungkin tempat Sehun dan Kai di sekap berbeda? Jika benar, apa yang harus mereka lakukan. Selang beberapa menit kemudian masuk sebuah pesan dari nomor yang sama.
.
To: SweetVampire
Untuk namja berkulit putih pucat,
Dia ada di gudang B, ini alamatnya.
.
Alamat yang dikirim pada mereka berbeda, mereka tahu jika lokasi gudang itu berada di pinggir kota Seoul. Dan juga jarak antara kedua gudang itu berbeda, kira-kira memakan waktu sekitar tiga puluh menit.
Luhan menggigit bibir bawahnya, dia bingung apa yang harus dia lakukan.
Jika mereka berdua ke tempat Kai dulu kemudian ke tempat Sehun, sudah pasti mereka akan kehabisan waktu. Apalagi Luhan juga tidak tahu berapa banyak hunter yang akan mereka hadapi.
Tapi jika mereka berpencar dan meyelamatkan Sehun dan Kai sendiri-sendiri, itu juga berbahaya. Entah jebakan apa lagi yang di pasang para hunter, dan berpencar jelas merupakan ide yang sangat buruk.
"Ottokhae?" lirih Luhan sambil menghela napas berat.
Kyungsoo berpikir, jika mereka berpisah tentu ide buruk. Dan kemungkinan itu juga yang di inginkan para hunter, mereka berdua terpisah agar lebih mudah di habisi. Namun jika mereka bersama dan menyelamatkan salah satunya terlebih dahulu, tentu mereka akan kehabisan waktu.
Aish! Sial sekali para hunter, kenapa mereka harus terlibat dengan ini semua. Setelah terdiam beberapa saat akhirnya Kyungsoo mengambil keputusan, sebuah keputusan yang mungkin tepat untuk saat ini walau membahayakan mereka.
"Hyung" Luhan menoleh, menatap Kyungsoo dengan raut wajah serius.
"Ada apa Kyungie?" Luhan mencoba terlihat biasa saja, walau dalam hatinya dia panik setengah mati.
Wajah Kyungsoo berubah sendu, di tatapnya wajah Luhan dalam. Dia ingin menyimpan ingatan ini di benaknya, wajah Luhan hyung sepupunya. Dia tahu kemungkinan besar ini adalah terakhir kalinya mereka bisa bertemu dan juga berbicara. "Sebaiknya kita berpencar saja" Kyungsoo berusaha agar suara nya jangan sampai bergetar.
Luhan tahu arah pembicaraan ini. "Tapi Kyungie jika kita berpisah, kita akan..." Luhan tidak melanjutkan ucapannya, tubuh mungilnya di peluk erat Kyungsoo.
Jika bisa menangis, tentu air mata sudah mengalir sejak tadi. "Aku tahu hyung, kita tidak akan selamat bukan?" Luhan mengangguk pelan. "Tapi jika kita bersama, salah satu dari mereka berdua tidak akan selamat. Apa hyung sanggup melihat itu terjadi?" suara Kyungsoo bergetar, rasanya sangat sakit dan pedih di hatinya.
Suara Luhan juga ikut bergetar, "Ti-dak... aku tidak akan sanggup kehilangan salah satu di antara mereka berdua" bahkan Luhan tidak sanggup membayangkannya.
Kyungsoo melepas pelukannya, dan menangkup wajah Luhan serta mengamatinya perlahan. "Karena itu kita harus berpisah, dan berjuang untuk menyelamatkan orang yang kita cintai" Kyungsoo mencoba untuk tersenyum namun gagal.
Luhan menatap mata bulat itu, terlihat kesungguhan di sana dan juga kesedihan.
"Maafkan aku Kyungsoo, hyung tidak bisa menjadi saudara yang bisa di andalkan" Luhan memeluk tubuh Kyungsoo yang lebih pendek beberapa senti dari nya.
Tangan Kyungsoo mengusap pelan punggung Luhan, berusaha memberi ketegaran. "Gwenchana hyung, bagiku hyung adalah saudara terbaik yang aku punya" mereka berpandangan sejenak. "Aku harap kita berhasil menyelamatkan dan mengeluarkan mereka dari sana, dan semoga saja ini bukan akhir dari perpisahan kita hyung" lanjut Kyungsoo sambil tersenyum lembut.
Hati nya merasa lega, sudah mengungkapkan apa yang dia rasakan pada Luhan. Setidak nya ini bisa mengurangi sedikit beban hatinya, dan jika memang dia tidak selamat dan tidak bisa bertemu Luhan lagi.
Dia sudah mengatakan, apa yang ingin dia katakan.
Luhan mengusap kepala Kyungsoo,merasa sangat beruntung memiliki saudara seperti dia. "Hyung harap juga seperti itu Kyungie, semoga ini bukan akhir dari perpisahan kita"
Dua buah taksi berhenti di depan mereka, mereka membuka pintu itu dan saling bertatapan sejenak. "Kyungsoo-ah! Hyung menyayangimu!" seru Luhan sebelum masuk ke dalam taksi. Kyungsoo tersenyum mendengar nya.
Setelah menyebutkan alamat yang mereka tuju pada supir, kedua mobil itu berjalan dan berpisah.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Okeh fix, segitu dulu untuk chap ini. Gantung? Pastinya. Oh ya, apa kemarin Yue udah pernah bilang kalau di ff ini bakalan ada death chara? Jika belum, berarti udah tahu sekarang donk ya XD.
Di chap depan bakalan full moment antara KaiSoo dan HunHan VS Hunter. Udah gak sabar nunggu nya? Sama Yue juga /Plak. Mari kita balas review nya syalalalalala
~junia angel 58: Ya, hunter nya baik karena udah tahu kalau KyungHan di bunuh tanpa di kasih kesempatan entar jadinya... sakitnya tuh disini /tunjukdada /plak /abaikan
~Oh Zhiyulu Fujoshi: Ahahahaha... Ya, taring Lulu kan mujarab banget. Eonni juga pengen jadi vampire asal ma Lulu-ge /plak. Jangan donk, entar kalo di lempar ke gunung Sinabung siapa yang jadi hunter di ff ini?
~Lieya EL: Bener donk, ini mereka berdua ge di rumah Yue kkkk~ Tenang aja tuh bukti nya bentar ge si KaiHun bakalan ketemu lagi ma pujaan hati mereka.
~HunHan aegy: Hayo, apa nya yang cepet? Tenang chap depan bakalan bersatu ketemu lagi kok mereka nya.
~Imeyyteukmin: Hm, untuk masa lalu Luhan dan Kyungsoo bisa jadi vampire bakalan di jelasin tapi gak secepatnya. Ntar ada bagiannya kok, Sehun Cuma di hisap darahnya dikit doank jadi gak bakalan mati kaya si Sulli. Ahahahaha... gomawo atas pujiannya.
~Guest: Ini udah di next ya.
~Jujujus: Ahahahaha... berarti nunggu Yue juga donk /narsis. Kalau untuk itu gak bisa di bocorin ya, tapi ada clue nya di chap depan... hohohohoho
~Yilay: Untuk itu, masih belum bisa di kasih tahu. Ikutin aja ff ini pasti tahu juga kok /plak
~Fenny030502: Ini udah di next kok.
~ia: Ahahahahaha... orapopo, bentar lagi ketemu kok.
~HUNsayHAN: Perasaannya mari kita tanya Sehun... reaksi Sehun udah tahu donk di chap ini? Yup, hunter bakalan ngejar mereka sampai ke ujung Korea.
~Mybabydeer: Apa ya? Udah lanjut kok^^ tenang mereka bakalan bersama lagi kok. Jinjja? Wah, kaya nya perasaan Sehun mank dalam banget ma Luhan. Sampai kapanpun HunHan itu tetap disini /tunjuk kepala. Ahh, nde! Karena HunHan is my inspiration.
~EXO88: Nah, udah terjawab donk pertanyaan nya. Tenang si Sehun bakalan tetap setia kok ma Luhan, karena kalau sempat pindah hati! Tak sobek-sobek si Sehun! /HTS i warn you!
~Nadiyaulya02: Ahahahaha... mereka akan bertemu di chap depan.
.
.
.
.
.
.
Hm, kalau mau fast update bisa aja sih tapi... reviewnya dulu donk, hahahahahaha.
Kalau review nya bisa lewat dari 20 /ngarep / maka untuk next chap bakalan fast update, tapi jika gak sampai maybe molor ampe... gak tahu ampe kapan. Nah karena udah tahu apa tugasnya buat para readers-nim dan juga silent riders
.
.
Reviewnya jusseyooooo
~Yue m00nlight~
