Fantastic Tune Sequel : Touch The Style
Parodi berdasarkan mini album pertama Ono Kensho sekaligus untuk menepati janji saya pada beberapa reader jika saya akan membuat sequelnya kalau si Kensho bikin lagu+video lagi serta konser. Dan karena beliau sudah merilis album (katanya konser juga?) saya akan membuat parodinya juga :'D
Maaf karena sangat lama, saya baru tau kalau si Kensho beneran bikin CD lagi dr temen saya -_- tapi ga ngerock kayak fantastic tune -_- belum nanti opening kedua anime KnB dia lagi yang bawa. Keren banget ya hahahaha.
Enjoy Reading!
.
.
.
Tashika ni tsukanda ima o kore ijou aiseru jishin ga arukara.
Kakitameta omoi da toka oto mo nai kanjou da toka.
Yamikumo ni te wo nobasu subete jibun jishin da.
Don't be afraid of..
Kaima mieta asu wo..
Dive into you..
.
Tokyo. Ah, sebenarnya tidak hanya Tokyo yang sedang memutar video tersebut dimana-mana. Toko CD serta beberapa pusat perbelanjaan banyak yang memutar video tersebut.
Video apakah yang sedang populer tersebut?
Tentu saja video lagu TOUCH - Kuroko Tetsuya. Dari album barunya yang berjudul Touch The Style.
Sungguh mengejutkan. Hanya dalam beberapa bulan saja Kuroko kembali diminta untuk menyanyi dan membuat CD lagi. Sepertinya debut pertamanya dalam FANTASTIC TUNE benar-benar mengguncang Jepang serta meningkatkan perekonomian produser musik disana. Bahkan beberapa produser menawari Kuroko untuk berkarya lagi didalam bidang musik, namun dengan halus Kuroko menolaknya dan setia pada Lant*s.
Lalu bagaimana Kuroko membuat video yang kedua ini?
Tentu saja tidak jauh berbeda dengan yang pertama. Pak produser sampai kembali kewalahan mengurusnya...
.
.
.
.
.
.
"Tashika ni tsukanda ima o kore ijou aiseru jishin ga aru kara. Kakitameta omoi da toka oto mo nai kanjou da toka. Yamikumo ni te wo nobasu subete ji-"
"Berhenti disana, Kuroko-kun."
"Hai?"
"Seharusnya kau nyanyikan dengan nada yang lebih semangat dan menghayati. Kalau seperti itu.. Uhmmm.. Terkesan terlalu datar.."
Pak produser tersebut masih tetap seperti dulu. Sedikit kewalahan menghadapi pemuda baby blue yang datarnya kelewatan. Sudah lama dia bertanya-tanya Kuroko sebenarnya dibesarkan dalam keluarga yang bagaimana hingga bisa begini datarnya? Cara berbicara, wajah, hingga senyumnya semuanya datar.
Kuroko mengangguk mengerti. Sebenarnya dia sendiri juga tidak ingin terus menerus menyusahkan sang produser. Mengingat beliau sudah berbaik hati mempertahankannya setelah membuat banyak sekali kesalahan. Namun Kuroko juga tidak bisa berbuat banyak karena semua itu adalah sifat asli dan bagian dari dirinya. Kalau Kuroko harus mengubah sifatnya, namanya bukan Kuroko Tetsuya lagi kan?
Kuroko mengambil nafas dalam sebelum kembali menyanyikannya.
"Tashika ni tsukanda.. ima o kore ijou! Aiseru jishin ga aru kara." Kuroko tetap membaca lirik lagu dan mengingat nada yang diajarkan padanya tadi. "Kakitameta omoi da toka oto mo nai kanjou da toka. Yamikumo ni te wo nobasu subete jibun jishin da."
Pemuda datar tersebut mengubah sedikit nada menyanyinya menjadi lebih kuat. "Don't be.. afraid of!
Kaima mieta asu wo! Dive into youuuu.."
Pak produser mengangguk mantap sambil tetap mendengar Kuroko menyanyikan lagu tersebut. Begini lebih baik dibandingkan yang tadi. Meskipun Kuroko masih perlu banyak belajar.
"Kakegae no nai koto.. sukoshi wakatta you na? Sonna ki ga shite boku wa utau."
"Ah! Disana!" Pak produser menunjuk kearah lirik yang baru saja dinyanyikan Kuroko. "Perpanjang bagian akhirnya, Kuroko-kun."
Kuroko mengangguk mengerti. Dirinya kembali mengulang bagian itu. "Kakegae no nai koto.. sukoshi wakatta you na? Sonna ki ga shite boku wa utauuuUUUUUUUUU..."
Pak produser menepuk jidatnya sendiri. "Itu terlalu panjang, Kuroko-kun.."
"Ara.. Sumimasen.."
Dan itu menjadi awal kesusahan para pekerja untuk album Kuroko. Ulangi, AWAL kesusahan.
.
.
.
.
Setelah melewati persiapan dan latihan yang sangat paaaaaaaaaanjaaaaaaaaaaaaaaaang, akhirnya Kuroko kembali bertemu dengan para staff yang sempat bekerja sama dengannya dalam pembuatan video sebelumnya. Ada beberapa yang menyapa Kuroko dengan hangat, namun ada juga yang sudah terlihat pucat saat melihatnya. Entah apa salah Kuroko padanya(?). Namun syukurlah, pemuda kuning yang mengenalkannya pada dunia musik hari ini tidak datang.
Setelah selesai dengan semua persiapan dan segala tambahan-tambahan, akhirnya Kuroko diantar ke lokasi syuting yang berlatar belakang pantai dengan ombak yang melambai-lambai. Kuroko turun dari mobil dengan baju putih dalaman hitam, kalung dan beberapa gelang ala paranormal serta stylingan rambut yang cukup nyentrik. Awalnya Kuroko ingin memakai wristband hitam miliknya, namun para staf melarangnya. Entah kenapa dirinya didandani seperti itu, Kuroko hanya bisa pasrah.
"Baiklah. Kalau begitu ayo kita mulai, Kuroko-kun."
Beberapa staff sudah siap akan semuanya. Namun beberapa juga terlihat tidak bersemangat. Sepertinya sebagian besar dari mereka sempat trauma dengan pembuatan 'FANTASTIC TUNE'. Untung saja Kuroko tidak kepahitan dengan mereka
"Hai."
Ambil nafas dalam.
Hembuskan.
"Wooo... Woo... Wooooo.."
Kuroko masih diam saat lagu sudah dimainkan. Aktingnya belum dimulai sampai sini. Tetapi sebuah sepeda motor mulai merekam jalan raya hingga dirinya. Barulah setelah itu Kuroko berjalan-jalan santai sambil tersenyum sesuai arahan naskah.
"Tashika ni tsukanda.." Kuroko berjalan kedepan sambil mengulurkan tangannya. "Ima o kore ijou! Aiseru jishin ga arukara..." Lanjutnya sambil memegang dadanya sendiri.
"Kakitameta omoi da toka oto mo nai kanjou da toka. Yamikumo ni te wo nobasu subete jibun jishin da."
Pak produser mengangguk-angguk melihat Kuroko yang sudah sedikit terbiasa pada industri musik. Meskipun akting Kuroko barusan kurang bagus. Tapi dia berencana mengeditnya lagi nanti. Ini bukan satu-satunya tempat Kuroko untuk membuat video.
"Don't be afraid of.. Kaima mieta asu wo! Dive into youuuuuu!"
Kamera kembali focus ke Kuroko.
"Kakegae no nai koto. Sukoshi wakatta you na.. Sonna ki ga shite boku wa utauuuuuuu.." Tepat saat ombak melambai-lambai, Kuroko berakting tersenyum dan seolah-olah memberi sesuatu yang berharga bagi yang melihatnya.
Dan...
PRANG!
Salah satu lampu pecah. Akibat salah satu staff wanita yang tiba-tiba saja pingsan dan mengeluarkan darah dari hidungnya. Menurutnya Kuroko yang bergaya dibawah terik matahari terlihat begitu sexy. Namun perbuatannya malah membuat semuanya panik dan terpaksa ditunda.
Meski Kuroko sudah berusaha keras, tetap saja hal-hal seperti ini terjadi..
.
.
.
Setelah insiden dadakan dan istirahat selama tiga puluh menit akhirnya syuting kembali dilanjutkan. Kuroko kembali muncul dengan muka datarnya. Mengambil nafas panjang sebelum dirinya kembali menjadi seperti orang sinting saat syuting nanti. Kuroko harus memasang senyum terus menerus yang membuat bibirnya lelah karena harus melengkung dalam waktu yang lama.
"Kita ulang dari reff."
"Hai."
Lagu TOUCH kembali diputar. Beberapa saat kemudian para staff
"Kakegae no nai koto. Sukoshi wakatta you na.. Sonna ki ga shite boku wa utauuuuuuu.."
Kali ini proses perekaman berjalan lancar meskipun beberapa staff mati-matian menahan sifat fangirlnya. Kalau sampai ada kecelakaan lagi, bisa-bisa Kuroko tidak akan mengeluarkan mini album pertamanya.
"Sou sa kimi mo ite kureru darou, tobitateba iinda next stage e!"
Dan mantra lama kembali terdengar.
"CUT!"
Baru saja Kuroko merasa lega. Baru saja para staff disana sudah mengganti imej Kuroko di otak mereka. Baru saja pak sutradara menyunggingkan senyumnya. Namun kata-kata 'CUT' kembali terdengar setelah sekian lama.
"Kuroko-kun, jangan diam saja setelah lagunya berhenti. Bergeraklah!"
Sepertinya pembuatan lagu seorang Kuroko Tetsuya untuk berjalan lancar adalah mustahil...
.
.
.
"Lari! Terus berlari seperti itu, Kuroko-kun!"
Kuroko terus berlari. Kipas angin besar membuat dirinya terlihat seperti tertiup angin. Padahal yang dilakukannya sekarang hanyalah berlari di studio dengan background hijau polos. Entah apa yang bakal dibuat untuk videonya nanti.
"Lebih cepat, Kuroko-kun!"
Sebenarnya Kuroko heran. Dia sempat mendengar jika bagian ini akan di slow-motion. Lantas mengapa dirinya harus berlari lebih cepat lagi? Apakah bapak sutradara tidak melihat dirinya kewalahan?
Gawat. Kuroko sudah tidak tahan. Latihan di Teikou memang berat. Tetapi syuting untuk videonya sendiri jauh lebih melelahkan. Belum lagi Kuroko diperintahkan untuk berlari lebih kencang. Terus berlari hingga poninya bisa naik turun dan bajunya berterbangan tanpa bantuan kipas angin. Apa semua itu masih kurang? Untuk apa berlari sampai seperti ini kalau ujung-ujungnya akan dibuat slow motion?
Oh Tuhan, Kuroko sudah tidak kuat...
BRAK!
"KUROKO-KUN! JANGAN PINGSAN DITENGAH-TENGAH SYUTING!"
.
.
.
.
Setelah tiga hari, Kuroko beserta staff yang lain kembali datang ke lokasi syuting dengan latar belakang ombak. Rambut Kuroko kembali distyling semirip mungkin sehingga tidak akan ada yang mengira jika itu adalah syuting yang kedua kalinya. Memang mengesalkan, namun tiga hari lalu matahari keburu terbenam disaat syuting videonya belum mencapai setengah.
"Kita mulai, Kuroko-kun.."
"Wakarimashita."
Lagu Touch diputar untuk yang kesekian kalinya. Hingga hampir semua orang disana hafal dengan lagu Touch dari awal. Hingga akhirnya lagu dipercepat sampai pada bagian yang harus diaktingkan oleh Kuroko.
"Sou sa kimi mo ite kureru darou!" Kuroko menunjuk-nunjuk kearah kamera dan menggerakkan tangannya. "Tobitateba iinda next stage e!" Dan setelah itu Kuroko tersenyum sambil menggerakkan tangannya. Dilakukannya dengan sempurna semua nasihat pak produser.
Gila. Kawaii. Itulah yang ada dalam pikiran para staff disana. Namun mereka harus bertahan... Bertahan... Atau kini mereka harus mengganti peralatan yang pecah akibat ulah absurd mereka.
"Tarinai piece wo, sagashi tsuzukerunda! Mitasarenai koto ga shinjitsu. Senteteki ni motomeru yume bakari no mainichi wa.." Kuroko memegangi kepalanya seakan-akan pusing. "Boku no me ni, utsuru sekai.. Colorful ni irodotte iku." Lanjutnya sambil menunjuk matanya kali ini.
"Always, be straight! Eranda michi wo!" Kata Kuroko sambil menggerakkan tangannya.
"CUT!"
Pak sutradara memandangi Kuroko dengan tajam. "Jangan menggerakkan tanganmu seperti akan melakukan pass, Kuroko-kun!"
"Lalu sebaiknya bagaimana?"
"Gerakkan tanganmu dengan natural!"
"Baik. Sumimasen..."
Dan kesalahan Kuroko tidak hanya berhenti disana saja...
"Sudah sore.." Pak sutradara memijat keningnya. Wajahnya depresi. "Lebih baik besok syuting indoor saja.." Kali ini pak produser hanya bisa mengelus punggung sang sutradara.
.
.
.
Berkat kekuatan para staff, editor, animator, illustrator dan yang lainnya, video Touch Kuroko Tetsuya membuahkan hasil yang memuaskan. Berbagai scene dari berbagai tempat diedit menjadi satu dan menutupi kesalahan Kuroko semaksimal mungkin. Memang banyak perjuangan yang dilalui mereka semua dengan tidak mudah. Namun untung saja sekarang CD Touch The Style - Kuroko Tetsuya siap diluncurkan di pasaran.
Dan saat itulah Kuroko sedang berduaan di sebuah cafe dengan pak produser.
"Yoroshiku Onegaishimasu, Kuroko-kun.."
"Tapi.."
"Aku berharap besar padamu.." Pak Produser berdiri. Lalu membungkukkan tubuhnya dan berlutut didepan Kuroko hingga menarik perhatian sebagian besar pengunjung cafe. Apa yang dilakukan oleh bocah biru itu hingga seorang pria paruh baya berlutut didepannya? Apa Kuroko berhasil memerasnya? Padahal tampangnya datar begitu.
"Tolong jangan berlutut seperti itu. Yamette kudasai.."
"Aku tidak akan berhenti sampai kau mengatakan 'iya' Kuroko-kun.."
Gawat. Orang-orang semakin berdatangan. Mereka berdua semakin menjadi pusat perhatian. Kuroko sudah risih dengan pak produser, dan sekarang kehadiran banyak orang disana membuatnya semakin salah tingkah.
Ambil nafas dalam.. Hembuskan...
"Baiklah. Aku bersedia untuk menggelar konser."
Wajah pak produser langsung berseri-seri. Senyumannya mengembang sangat lebar.
"Arigatou! Hontou ni arigatou gozaimasu, Kuroko-kun!"
Kuroko sudah terlanjur menggali lubang kuburannya sendiri, dan tidak ada langkah lagi untuk mundur.
"Kalau begitu konser Kuroko Tetsuya - Touch The Style akan diadakan di suatu tempat di Tokyo!"
Rasanya Kuroko ingin pingsan saja...
.
.
.
.
.
Sekali lagi Kuroko bertingkah seperti orang gila dirumahnya. Pak produser kembali memintanya untuk berlatih menjadi rocker. Dan kali ini bukan hanya berpura-pura, melainkan sungguh-sungguh menghayatinya karena Kuroko akan tampil diatas panggung. Bahkan Kuroko sampai dipinjami stand mike untuk dibawa pulang sehingga dia tidak perlu berlatih menggunakan sapu.
Kuroko banyak menonton video konser rocker. Namun kenyataan untuk meniru mereka jauh lebih susah dari perkataan. Pak produser telah mendustainya dengan mengatakan 'Kuroko-kun pasti bisa!'.
Tapi mau bagaimana lagi. Kuroko sudah terlanjur menyetujuinya. Masa dirinya harus mundur karena konser? Bukan laki-laki namanya kalau begitu. Lagipula mungkin ini adalah salah satu cara untuk membalas budi kebaikan pak produser yang selalu sabar membimbingnya.
Semangat Kuroko kembali muncul seperti saat-saat dirinya akan melawan Kiseki no Sedai bersama Kagami. Kedua tangannya menepuk singkat wajahnya sebelum akhirnya Kuroko kembali berlatih.
"Tashikani tsukanda ima wa kore ijou aiseru jishin ga aru kara."
Terlalu datar. Kuroko juga menyadarinya. Sekali lagi dia berdehem pelan. Mengambil nafas dalam... Hembuskan..
Kuroko menyalakan pemutar mp3 di ponselnya. Beruntung pak produser memberikannya versi karaoke untuk latihan.
"Tashikani tsukanda.. Ima wo kore ijou! Aiseru jishin ga aru kara~" tanpa sadar Kuroko memegang dadanya sendiri seperti saat membuat video. Rupanya dirinya masih dihantui dengan proses pembuatan videonya sendiri.
"Kakitameta omoi da toka. Oto mo nai kanjou da toka. Yami kumo ni te wo nobasu, subete jibun jishin da." Lanjutnya sambil memajukan tangannya.
Tiba-tiba saja tubuhnya terjatuh. Kuroko memegangi kepalanya.
Gawat.. Dia benar-benar dihantui dengan video Touch..
Cepat-cepat Kuroko mengambil ponselnya. Mengganti lagu yang juga harus dinyanyikannya saat konser nanti.
"Kasunda mirai wo kirisaku yo ni terasu hikari.."
Sungguh nostalgic. Sudah lama Kuroko tidak mendengar lagunya sendiri. Bagaimanapun juga Fantastic Tune adalah debut yang membuatnya bersinar dan menerror orang banyak. Banyak yang salut dan juga banyak yang kena dampaknya. Untung saja kedua orangtua Kuroko tidak sempat melihat video putra tunggal mereka akibat Kuroko hanya membawa pulang CD yang biasa, bukan limited.
"What a fantastic tune~ woo woo~ woo woo~ everybody say! What a fantastic tune woo woo.."
"Tetsuya-kun, apa yang sedang kau lakukan nak?"
"Ah.. Okaa-san.."
Ibunda Kuroko hanya bisa mengerjapkan mata.
.
.
.
.
.
"Kakegae no nai koto.. sukoshi wakatta you na? Sonna ki ga shite boku wa utauu.."
Kuroko terus berdiri di depan panggung sambil memegangi stand mike yang tersedia. "Ano hi tsukuridashita, ima wa kataru silhouette."
"Stop, Kuroko-kun."
Kuroko berhenti. Kali ini pak produser menyewakan seorang pelatih untuk membantunya konser. Namun sudah beberapa hari dirinya latihan, hasilnya tetap menggenaskan.
"Kau seperti penyanyi bar, Kuroko-kun."
Komentar yang sangat pedas dan menusuk. Tetapi memang itulah kenyataannya. Kuroko bagai penyanyi bar yang hanya menyanyikan lagu melow.
"Lalu harus bagaimana? Apa yang seharusnya kulakukan?"
"Kenapa tidak kau tonton ulang video FANTASTIC TUNE milikmu?" Pelatih menyeramkan itu mendekati Kuroko dan memandangnya tajam. "Kalau kau bisa membuat video seperti itu, tidak mungkin kau tidak bisa konser, bocah."
Kuroko memandanginya dengan tampang innocent. Para staff lainnya hanya bisa speechless. Apa beliau tidak tahu perjalanan panjang sehingga video fantastic tune bisa keluar dengan mulus?
"Kenapa tidak kau tiru saja gerakan di video itu untuk konsermu?"
Kuroko mengerjapkan mata untuk beberapa detik. Meniru gerakan video FANTASTIC TUNE?
"Wakarimashita."
Kali ini para staff memutar lagu FANTASTIC TUNE off vocal untuk Kuroko berlatih sesuai arahan sang kantoku. Tetapi apakah semuanya akan berjalan lancar?
"Kasunda mirai wo kirisaku yo ni terasu hikari. Musuu na kanousei wo motome.."
Kuroko memejamkan matanya.
"GOTTA OPEN MY EYES!" Dan saat itulah mata Kuroko langsung melotot. Berusaha mengingat-ingat disaat dirinya membuat video. Badannya langsung bergerak kesana kemari sambil membawa stand mike yang dipegangnya.
Dan..
"Wake up! Sabi.. Are?" Saat itulah Kuroko baru sadar jika kabel stand mike miliknya lepas akibat ditarik kesana kemari.
"Kuroko-kun! Apa kau tidak bisa serius sedikit?!" Bapak pelatih mulai kehabisan kesabaran.
"Tetapi bukankah tadi kantoku berkata untuk meniru gerakan di video FANTASTIC TUNE?"
Facepalm. Rasanya sang kantoku ingin menjedokkan kepalanya ke tembok. Beberapa detik kemudian dengan berjalan ala mayat hidup, Kantoku meninggalkan tempat. Menyerah untuk melatih Kuroko Tetsuya.
"Hmmm.. Sepertinya tidak berjalan mulus ya.."
Sang produser Lant*s datang seperti biasanya untuk mengecek keadaan Kuroko - lebih tepatnya keadaan lokasi. Dan dugaannya benar, pak pelatih sudah menyerah untuk melatih Kuroko. Sekarang harus bagaimana?
Kuroko menunduk. Meski wajahnya datar, tetap tergambar sedikit penyesalan disana. "Sumimasen.."
"Tidak apa-apa Kuroko-kun! Oh ya, aku membawa seorang tamu. Dia salah satu fansmu yang jauh-jauh datang dari Amerika!"
Kuroko menoleh, mendapati seorang gadis berambut blonde alami dengan wajah khas barat. Untuk apa dia datang kemari?
"Dia adalah keponakanku. Dan dia jauh-jauh datang kesini untuk melihatmu, Kuroko-kun! Karena itu bersemangatlah! Masih ada beberapa jam hingga konsermu dimulai! Berusahalah sebaik mungkin!" Kata pak produser sambil memegang kedua bahu Kuroko.
"Uhm.. Excuse me.." Gadis tersebut mendekat sambil malu-malu kearah Kuroko. "I think it's NEEDLESS TO SAY that my admiration for you is not a PHASE. Somewhere along this BLUE HORIZON, Mr. Tetsuya Kuroko is ON THE ROAD to his dream, playing a FANTASTIC TUNE to beat of his GLORY DAYS. Your songs continue to TOUCH the hearts of many people, and it brings them together like they were all ONE OF PIECES. Goodluck on your tomorrow concert, I'll be watching and cheering you on! KEEP GOING ON!"
Mata Kuroko membesar untuk sejenak. Meski tidak terlalu mengerti apa yang dikatakannya dengan bahasa inggris, namun Kuroko begitu tersanjung gadis itu memasukkan semua lagu-lagunya dalam perkataannya. Apa itu sudah dipersiapkan sebelumnya? Entahlah, yang penting Kuroko bahagia. Dan juga Kuroko berjanji untuk bekerja keras besok.
"Yes.. I'll work hard tomorrow.. I'll do my best." Balas Kuroko dengan senyumannya.
.
.
.
.
.
Tempat yang menjadi konser Kuroko Tetsuya - Touch The Style sudah ramai akan pengunjung dua jam sebelumnya. Sebenarnya Kuroko tidak memberitahu teman-temannya, dia hanya memberi dua tiket pada orang tuanya. Namun siapa sangka jika semua orang yang mengetahuinya entah lewat basket atau yang lain akan datang?
"Aku tidak percaya jika bayangan Seirin akan mengadakan konser seperti ini."
"Jangankan mengadakan konser! Dirinya yang membuat dua CD saja susah untuk kupercaya!"
"Tetapi.. Dia benar-benar tampak berbeda saat di video. Biasanya dia akan memasang wajah datar, namun saat di video FANTASTIC TUNE dan Touch, si nomor sebelas itu benar-benar beda!"
Tempat konser Kuroko bagai menjadi stadion basket. Anggota tim basket Seirin, Touou, Shuutoku, Rakuzan, Yosen, Kaijou, Josei dan sekolah-sekolah lainnya duduk berkelompok sesuai sekolah masing-masing. Tanpa disuruh dan diberitahu mereka datang sendiri saat mendengar Kuroko Tetsuya akan konser. Bagaimana Kuroko tidak bahagia kalau mengetahui hal ini?
"Minna-san konnichiwaa!"
Saat itulah semua orang yang mengenal Kuroko membesarkan matanya. Itu... Bukan suara Kuroko kan?
"Kyaaaa! Tetsuya-sama!"
"Tetsuyaa!"
Kagami speechless. Nyaris epilepsi lagi mendengar triakan fangirl Kuroko. Sejak kapan bayangannya bisa begitu terkenal di kalangan gadis? Setaunya cuma Momoi yang berteriak seperti itu.
"Tetsu.." Aomine juga facepalm melihat mantan bayangannya seperti itu. Sejak kapan Kuroko bisa memasang senyum serta berteriak seperti itu? Apa Kuroko kerasukan?
"Kasunda mirai wo kirisaku yo ni terasu hikari. Musu na kanousei wo motome.." Kuroko mengarahkan tangannya keatas. "GOTTA OPEN MY EYES!"
Setelah itu Kuroko berjalan sambil sedikit melompat. Entah apa yang merasukinya, seorang Kuroko Tetsuya benar-benar terlihat sudah profesional dalam konser.
"Wake up! Sabitsuita, me ni! Hi wo tomose." Kuroko terus saja bernyanyi sambil bergaya. Bahkan para staff disana ikut cengo melihat Kuroko menjadi berbeda lagi. Tidak hanya itu, pelatih yang sebelumnya menyerah akhirnya bangga kepada Kuroko Tetsuya.
"Nee... Akashi... Itu teman SMPmu kan? Yang waktu itu mengalahkan kita kan?" Tanya Hayama meski dia sudah tahu kenyataannya. Hanya saja Hayama tetap susah mempercayainya.
Kali ini Akashi memilih untuk diam. Sejujurnya dia sendiri merasa tidak kenal dengan orang yang berada di panggung. Akashi sudah susah mempercayai dua video lagu yang dibuat oleh Kuroko apalagi jika dia konser.
"Asu wo tsukame kono te de!" Kuroko mengepalkan dan mengangkat tangannya. "Detarame na rizumu ne, nurikaete iku kako ni. Konkai hitotsu arienai darou.." Kedua kaki Kuroko terus membawa dirinya berjalan-jalan dan menebar senyum.
Ogiwara Shigehiro mengelus dada. "Setahun tidak bertemu Kuroko dan kini dia seperti ini.."
"Kizami konda sonsai wo kesshou toshite.. Keep it in my story!"
Beberapa anggota Kaijou membuka mulutnya lebar-lebar. Bahkan Kise yang sempat melihat pembuatan video FANTASTIC TUNE tidak kalah kaget kali ini. Kenapa Kuroko berubah menjadi ganas?
"Oi Kise.. Itu teman SMPmu kan?"
"Itu orang yang bermain bersama Kagami kan?"
"Dia bayangan Sei(ri)n kan?"
Kise sudah tidak kuat melihat Kuroko apalagi menjawab pertanyaan rekan se-timnya.
"Maybe! Sou kakushou nante sa.. Right now! moteru hazu wa nai. One day eru kekka toshite no MESSE-JI I mean it woo.."
*Kraus* "Muro-chin... Aku minta snacknya lagi~"
Himuro yang tampaknya terlalu terpesona oleh konser Kuroko itu nampaknya tidak mendengar perkataan partnernya. Demi lagu Punky Funky Love yang mirip suaranya, Himuro berjanji tidak akan menjadi seperti Kuroko kalau dirinya akan berprofesi sebagai rocker suatu hari nanti...mungkin begitu.
"Aseru koto wa nai hazu nanda. Yukkuri to kono me de tashikamereba ii." Kali ini Kuroko berjalan sambil memutar-mutar badannya. Sepertinya Kuroko sudah mulai kehabisan ide akan gerakan yang harus dilakukannya. Namun bukan Kuroko namanya jika dia tidak berusaha keras. "Asu wo egake kono te de." Kuroko mengulang untuk mengangkat tangannya.
"Oi Shin-chan.. Apa Kuroko punya kepribadian lain didalam dirinya?"
"Entah nanodayo."
Takao tertawa terbahak-bahak saat melihat kacamata Midorima pecah.
"GAMUSHARA de ii sa kitto rashisa datte
shitterunda~ Koukai nante shitakunai darou!"
Momoi terus menyalakan lampu batangan yang dibelinya dengan muka ceria. "Ganbatte Tetsu-kun! Daisuki!"
Imayoshi terus saja melongo dengan mata garisnya. Apa yang dilihatnya sungguh diluar batas kewajaran baginya. Apa yang diperbuat Kami-sama hingga pemuda transparan itu bisa seperti ini sekarang?
"Ku-Kuroko-san.. Sugoi.."
"Ha?"
"Sumimasen!"
Wakamatsu tetap melongo menyaksikan Kuroko meski sebelahnya berisik setengah mati.
"Ima wa mae dake wo muite ikunda, With a fantastic tune.." Kuroko kembali berjalan berputar-putar. Sudah bisa dipastikan dia bingung harus bagaimana. Namun poker face nya membuat semuanya seolah-olah berjalan dengan natural. "Taking time for ease my pain and listening to the sound from myself... My self.."
Anggota tim Seirin kini menjadi deg-deg an entah kenapa. Apa yang akan dilakukan oleh Kuroko sebentar lagi? Apakah...
"OH YEAAAAAAAAHHHHHHHH!"
Masih belum seberapa.
Kuroko memegang mikenya dan memandang semua penonton yang berharga. "OHH YEAAAAAAHHHHHWWWW!" Dan teriakannya kembali diakhiri dengan suara serak.
Semua orang semakin terkejut dengan tingkah Kuroko yang tidak pernah bisa ditebak. Inikah wajah ngototnya saat berteriak "Oh Yeah" yang menjadi "OOHH YEEAAAHHHWWW"? Siapa yang melatihnya? Apa yang merasukinya?
"What a Fantastic Tune! Woo woo.. Woo woo.. Everybody say! What a Fantastic Tune woo woo.." Kuroko menggerak-gerakkan kakinya sebelum kembali berjalan-jalan di panggung.
Kedua orang tua Kuroko yang mendapat seat VIP bergetar-getar hebat. Kenapa Tetsuya mereka yang manis bisa menjadi seperti ini? Apa pengaruh pergaulan?
"A... A-anata..." Ibunda Kuroko memegang lengan baju suaminya. "Dia bukan putraku.. Dia pasti bukan Tetsuya-kun.."
"Aah.. Aku juga tidak mengenalnya..."
Sungguh malang. Padahal Kuroko berhasil menggelar konser, namun kedua orangtuanya tidak mengakuinya... Saat Kuroko mengakhiri lagunya dengan back flip, Ibu Kuroko tidak bisa menahan dirinya lagi untuk pingsan.
Dan Terror Kuroko Tetsuya tidak akan berhenti sampai disana saja.
End.
.
.
.
Halo semuanya~ masih ada yang ingat sama fic yang gak fantastic ini? ._.a saya beneran baru tahu si Kensho buat CD lagi -_- meski ga sefantastic FT sebelumnya. Dan juga opening kedua season 3 nanti dia juga yang bawa -_- hebat banget ya tuh Kensho hahahaha -_-a. Sekali lagi saya minta maaf jika memPHP beberapa reader, mengacaukan citra Kuroko Tetsuya (karena sekarang tiap saya nonton Kuroko rasanya aneh habis lihat Seiyuunya!). Dan untuk konser, itu parodi dari Animelo Summer waktu Kensho nyanyi FT, dikarenakan video konser asli Touch the Style tidak pernah ada ;_;. Juga buat quote si gadis bule itu saya diberitahu teman yang ngutip dari tumblr, jadi bukan murni ide saya gitu~ hehehe 'v'
Oke. Sekian. Terima kasih sudah membaca fic yang ga FANTASTIC dan menTOUCH ini. Mata nee~~
.
.
.
.
Omake
.
"Nee Kuroko-kun.."
"Hai?"
"Single keduamu.. Bagaimana kalau judulnya ZERO?"
Vanilla shake milik Kuroko langsung jatuh berceceran di tanah...
