Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Story by Faris Shika Nara
Rate T (maybe)
warning :AU, OOC, TYPO DLL.
"NARUTO-KUN"
"Kring...kring...kring"
Gadis Remaja itu tak menggubris alarm yang sedari tadi berbunyi itu, tangannya kembali meraih selimut guna menutupi sekujur tubuhnya. Seolah suara keras nan nyaring yang membahana itu bagaikan senandung pengantar tidur yang membuatnya ingin lebih lama bergelut dengan bantal dan selimut diatas ranjang yang besar itu.
"Dok..dok...dok! Bangun putri tidur, bangunn!"
Suara gedor-an diikuti teriakan yang keras nan cempreng itu terdengar dari balik pintu kamar Gadis yang sedang tertidur nyenyak itu. Suara alarm, gedor-an dan teriakan itu tak mampu membangunkan Gadis itu. Gadis itu malah me-nyaman-kan posisinya dengan memeluk boneka kecil yang sedang dipeluk-nya.
Semakin ia eratkan pelukannya tersebut, seolah itu adalah sesuatu yang sangat berharga baginya. Dengan pelukan eratnya, bibirnya tersenyum lembut. Seolah mengalami mimpi yang sangat indah.
.
.
Gadis kecil yang berdiri didepan pintu itu berdecak sebal, tangan mungilnya berkacak pinggang dengan mulut yang ia manyunkan, sesekali ia mengumpat karena kesal dengan kelakuan kakak perempuannya.
Dengan senyum licik, pikirannya sedang memikirkan sesuatu, sesuatu yang satu kali tendangan, pintu yang tadinya terkunci itu menjadi terbuka. Gadis itu langsung berlari sambil berteriak sekencang-kencangnya lalu naik keatas ranjang, tangannya meraih kemudian menarik paksa selimut yang sedang digunakan oleh kakaknya tersebut.
"Kakak, cepat bangun! Sudah pagi, apa kakak mau nanti terlambat sekolah!" Gadis itu berteriak sekencang-kencangnya sambil melompat-lompat diatas ranjang. Mengakibatkan sang kakak yang tengah tertidur pulas itu terbangun. Dengan sebal,sang kakak langsung menutup telinganya dengan boneka yang sedari tadi ia peluk ketika tidur.
Merasa usahanya tidak berhasil, sang adik langsung menduduki tubuh kakaknya kemudian mengguncang-guncang bahu sang kakak dan berteriak.
"Bangun putri tidur, banguun!"
"Iya-iya, aku bangun! Dasar Gadis kecil cerewet! Tapi, lima menit lagi." Ucap sang kakak. Sedetik kemudian ia langsung merangkul sang adik dan mendekap-nya dengan kedua tangannya, mengajak adiknya berbaring untuk melanjutkan tidur 5 menit yang ia minta.
"Ukh!" Gadis kecil itu tidak bisa bergerak, ia meronta-ronta dalam pelukan sang kakak, mencoba melonggarkan pelukan tersebut kemudian melarikan diri, tapi itu semua hanya terjadi dalam bayangannya.
"Ukh..le-lepas! lepaskan aku kakak!" Gadis itu kembali merengek, mengerahkan seluruh kkekuatannya.
"Tidak akan semudah itu, bocah nakal!" Ucap sang kakak kemudian ia mulai me-nyaman-kan wajahnya di antara rambut coklat panjang milik adiknya.
"Kalau kakak tidak mau melepaskanku, aku akan memberi tau semua teman kakak, bahwa kakak masih tidur dengan benda kuning jelek kusam ini selama 10 tahun terakhir!" Ucap sang adik mengancam.
"Oke-oke! kau akan aku lepaskan!" Ucap sang kakak kesal. "Dasar!" cibirnya pelan.
"Kak Hinata harus bangun terus mandi, kakak bisa terlambat nanti!" kata sang adik setelah mengingat tujuan utamanya.
"Baiklah, kau benar. Aku akan mandi dulu!" Ucap sang kakak sambil mencubit kedua pipi adiknya.
"Ukh"
Hinata akhirnya harus bangun dan mandi, walaupun sebenarnya matanya masih sangat mengantuk. Dengan langkah gontai Hinata berjalan mendekati lemari kemudian mengambil handuk yang terlipat dengan rapi didalamnya. Kakinya kemudian berjalan mendekati Sang adik kemudian menyambar boneka kuning usang yang berada ditangan mungil sang adik.
"Naruto-kun itu milk-ku, kau mengerti Hanabi?"
"Terserah kak Hinata saja lah!" jawab Hanabi malas. 'Apa bagusnya boneka jelek usang itu?' tanyanya dalam hati.
"Baiklah, sekarang kau keluar dulu! Kau tidak mau kalau aku sampai terlambat kan?" Hanabi mengangguk.
"Kalau begitu, tunggu aku diluar!" ucap Hinata sembari menggiring adiknya keluar kamar!
"Blam" pintu pun tertutup.
.
.
"Naruto-kun duduk disitu dulu ya.. aku mau mandi dulu!" ucap Hinata kemudian memberikan sebuah kecupan di pipi Boneka usang berwarna kuning itu.
Hanabi diam-diam masuk kedalam kamar kakaknya, ia segera mencari boneka kuning yang sangat disayangi kakaknya itu. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya ia menemukan boneka tersebut. Boneka itu ada diatas meja dengan posisi terduduk matanya menatap lurus pintu kamar mandi.
Hanabi hanya menatap boneka kuning yang dinamai Naruto-kun itu oleh kakaknya beberapa menit terakhir. Kedua matanya menyelidik, menatap lekat boneka tersebut, guna mencari tau apa keistimewaan boneka kuning itu, sehingga kakaknya sangat menyukainya. Hasilnya Nihil, tak ada yang istimewa dari boneka tersebut, baginya Boneka itu hanyalah boneka kuning, jelek, kusam dan tidak menarik sama sekali.
"Ehm"
Hanabi merasa tubuhnya menegang saat mendengar suara deheman dari belakangnya. Dengan perlahan Hanabi mulai memutar tubuhnya.
'Oh No!' Ucap Hanabi dalam hati ketika melihat Sang kakak yang sudah berdiri dihadapan-nya dengan berkacak pinggang. Ditambah penampilannya yang bisa dibilang ngeri itu. Hinata dengan wajah melotot yang hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya dan kepalanya.
"Apa yak kau lakukan disini?" tanya Hinata sambil mendekatkan wajahnya tepat dihadapan Hanabi. jaraknya hanya satu jengkal.
Hanabi hanya bisa menelan ludah kemudian mundur beberapa langkah hingga menabrak meja yang ditempati boneka Naruto-kun tadi. Tangannya perlahan meraih boneka itu kemudian ia masukkan kedalam baju belakangnya.
"Sekali lagi, apa yang kau lakukan disini?" Sekarang Hinata bertanya dengan nada yang menekan. Dan itu sangat mengerikan menurut Hanabi.
Hanabi menggeleng untuk menjawab, peluh sudah banyak berjatuhan menuruni politisnya.
"Apa yang kau sembunyikan dariku Hanabi?" tanya Hinata curiga terhadap tingkah adiknya.
"Tidak ada!" Jawab Hanabi gugup sembari menggeleng. 'Ini gawat, aku bisa dicincang oleh kakak kalau dia mengetahuinya. Tiba-tiba di pikirannya muncul sebuah ide saat melihat tas sekolah kakaknya yang tak berada jauh dari dirinya.
"Lihat kakak! Ada tikus!" Hanabi berteriak dengan matanya yang menatap kearah samping Hinata dengan tajam untuk meyakinkan. Saat itu juga Hinata mengikuti pandangan Hanabi.
"Dimana? Dimana?!"
Hanabi tak mau menyia-nyiakan waktu, Hanabi langsung berlari menuju tas salempang Hinata kemudian memasukkan boneka Kuning itu kedalam tas, takut kalau kakaknya melihat ia membawa boneka kesayangannya.
"Hei, apa yang kau lakukan dengan tas sekolahku Hanabi?" Tanya Hinata karna melihat Hanabi yang tiba-tiba berlari menuju tas sekolah miliknya.
"Tas kakak tadi jatuh." Jawab Hanabi sembari tersenyum kecil.
"Keluar sekarang!"
.
.
.
.
.
.
Semua mata siswa-siswi mengalihkan pandangannya ketika sebuah mobil berwarna putih yang baru memasuki area parkir sekolah itu. Setelah mobil itu diparkir-kan, Sang sopir keluar kemudian membukakan pintu bagi majikannya.
Sekarang keluarlah seorang Hyuga Hinata, Siswi paling cantik, terpopuler sepanjang sejarah sekolah SMA Konoha. Dan itulah yang membuat semua mata menatap terhadapnya. Ia keluar dari mobil dengan anggun-nya, tiba-tiba semuanya bergerak bagai gerakan slow motion.
Wajahnya begitu bersinar dan cerah kala sinar mentari pagi menerpa wajahnya, Rambut indigo miliknya yang diurai, berkibar terkena angin pagi yang yang menyejukkan.
Suara siulan yang saling menyahuti itu bagaikan lagu pengiring saat ia berjalan. Suara yang keluar dari para siswa-siswa yang mereka lewati.
"Oh, Hinata-sama!" Gumaman kagum keluar dari mulut seluruh murid yang ia lewati.
Ia berjalan dengan anggun-nya, membuat semua siswa meleleh saat Hinata membalas siulan mereka dengan senyum manis miliknya. Ia mengumbar senyum terhadap Siapa saja yang menyapanya. Wajahnya tersenyum bahagia, tapi itu hanya sesaat. Senyum manis tadi berubah menjadi senyum ambigu, setelah Kedua mata cantik bermanik lavender miliknya menatap seseorang yang tengah berdiri tak jauh darinya.
Mata Hitam itu menatap lekat kearah Hinata, Pemuda itu berjalan dengan kedua tangan yang ia masukkan kedalam saku celananya, memberi kesan keren dan cool bagi siapapun yang melihatnya. Rambut revan miliknya sedikit berkibar terkena angin, membuat pesona seorang Casanova yang bernama Uchiha Sasuke semakin membumbung tinggi hampir terlihat terlihat sempurna. Membuat para siswi berteriak histeris hanya karna melihat gaya berjalan yang menurut mereka sangatlah keren itu.
Jarak Hinata dan Sasuke semakin dekat, dengan mata yang sudah terkunci satu sama lain. Hingga beberapa saat, mereka akhirnya berhadapan, saling menatap memperlihatkan gaya cool masing-masing.
Angin berhembus menambahkan kesan dramatis, semua murid mendadak tubuhnya jadi tegang, suasana menjadi hening, yang terdengar hanya suara gemeletuk gigi yang keluar para murid, ada juga suara para murid yang tengah menggigit kuku-kuku jarinya, seperti akan terjadi sesuatu yang mengerikan.
"Bawa tas-ku kedalam kelas, aku mau ke kantin!" Ucap Hinata santai kemudian menyerahkan tas salempang lavender miliknya pada Sasuke. Semua murid yang berada disana langsung sweatdrop ria.
Sementara Sasuke hanya mengangguk kemudian menerima tas itu tanpa bicara sepatah katapun, bibirnya terasa dikunci, lidahnya menjadi kelu. Siapapun tak akan berdaya jika berhadapan dengan Hinata, walau se-Keren apapun orang itu.
"Bagus, sekarang pergi Pantat ayam!" Ucap Hinata kemudian tersenyum meremehkan. Ia segera berbalik berjalan menuju kantin untuk menemui teman-temannya. Meninggalkan seonggok manusia yang sudah berada pada titik rendahnya.
Semua siswi menatap tak percaya pada Hinata, ia bisa-bisanya menyuruh pangeran sekolah, cowok paling keren dan cool layaknya seorang babu pribadi miliknya. Dan anehnya lagi sang pangeran Uchiha Sasuke tidak merasa marah terhadap Hinata, Uchiha Sasuke malah menerimanya dengan senang hati, ia pun tak marah sekalipun walau ia sudah dipanggil 'Pantat ayam' oleh Hinata. Sosok ke-Uchiha-an miliknya mungkin tidak berpengaruh bagi seorang Hyuga Hinata.
.
.
Sang pangeran sekolah berjalan gontai menuju kelas miliknya dengan tangan yang membawa sebuah tas milik Gadis paling cantik di sekolahnya. Ia tak menyangka ia selalu dipermalukan oleh Hinata setiap pagi setiap hari. Seperti seorang budak.
Ia meletakkan begitu saja tas Hinata seperti biasa. Untung saja disana tidak ada orang sekalipun, sehingga wajah murung Sasuke Uchiha tak ada satupun yang kemudian berjalan keluar menuju sebuah toilet kemudian menjedotkan kepalanya berulangkali.
.
.
.
"Hei kalian!" Seru Hinata ketika melihat teman-temanya yang sedang asik mengobrol satu sam lain.
"Hai, Hinata! Cepat kesini, Ino punya sesuatu yang sangat kau inginkan!" Teriak Gadis yang mempunyai rambut pink pada Hinata.
"Benarkah! Mana?" Jawab Hinata kemudian berlari menuju 2 sahabatnya itu.
"Kau duduk saja, biar aku yang memakaikan-nya untukmu!" Seru Gadis berambut kuning panjang itu.
"Bagaimana menurutmu Sakura?" Tanya Hinata pada salah satu sahabatnya.
"Sempurna!" Ucap Sakura bahagia.
"Kau memang hebat Ino!" Seru Hinata pada temannya itu.
"Tidak perlu diragukan lagi!" Jawab Gadis berambut kuning itu sembari melahap sebuah ice cream.
"Berapa Harganya Ino?"
"Untukmu aku beri diskon, harganya 2000 yen saja!" Jawab Ino sambil tersenyum.
"Baiklah, aku akan mengambil uang dulu didalam kelas, kalian tunggu disini saja!" Ucap Hinata kemudian segera berlari menuju kelas.
"Heeei, Hinata!? Kau bisa memberikan uangnya padaku nanti!" Teriak Ino pada Hinata.
"Tidak apa-apaa! Aku akan segera kembali!"
.
.
.
.
Sementara itu sebuah keajaiban sedang terjadi didalam kelas Hinata, sang boneka akhirnya bisa memperlihatkan wujud aslinya. Setelah bertahun-tahun menunggu akhirnya ia bisa menampakan wujudnya.
Ingatlah, Boneka itu bisa mendengar tapi tidak bisa bergerak kalau berada dalam rumah pemiliknya. Boneka itu juga tak akan berubah walaupun ia berada diluar rumah, selama jarak antara dia dan pemiliknya masih bisa dibilang dekat walaupun diluar rumah ia masih akan tetap menjadi boneka.
Tapi hari ini, adalah kali pertama ia keluar dari rumah dan ia jauh dari pemiliknya. Sekarang boneka itu mulai bersinar, terbang melayang dengan sinar yang semakin terang. Tiap inci bagian tubuhnya sedikit demi sedikit mulai membesar dan akhirnya cahaya kuning itu mulai meredup dan mulai turun dari atas.
Menampakan sesosok pemuda yang sangat tampan nan menawan, yang sedang duduk diatas meja milik Hinata.
"Akhirnya!" Ucap pemuda itu kemudian tangannya ia angkat guna merenggangkan otot-otot tubuhnya.
Boneka itu berubah menjadi sesosok pemuda yang gagah nan tampan, bahkan mengalahkan ketampanan dari pangeran sekolah yang bernama Sasuke Uchiha itu, yang sekarang sedang meratapi nasib tragisnya.
Pemuda itu hanya akan berubah menjadi boneka lagi kalau pemiliknya melakukan sesuatu yang biasa ia lakukan terhadapnya. Dan setelah itu, ia bisa merubah dirinya kapanpun ia mau, baik dalam wujud boneka maupun manusia.
"Ceklek!"
Langkah kaki Hinata tiba-tiba berhenti ketika melihat sesosok pemuda yang tengah duduk diatas mejanya yang kini menatapnya dengan intens.
"Si-siapa kau? ke-kenapa kau berada di ke-kelasku?" Tanya Hinata tergagap dengan wajah yang sedikit kaget dan memerah.
"Aku tidak mengira, kalau Hinata-chan akan berbicara gagap kepadaku!" Ucap Naruto kemudian turun dari posisi duduknya kemudian mendekati Hinata dengan perlahan.
"Dari mana kau tau namaku?" Hinata berusaha mati-matian agar tidak tergagap ketika berbicara dengan pemuda itu, apalagi pemuda tampan itu kini semakin mendekat ke arahnya. Membuat tubuhnya serasa beku seketika tak bisa bergerak.
"Tentu saja aku tau, kita kan sudah banyak menghabiskan waktu bersama, bagaimana aku bisa lupa padamu!"
"Siapa kau?'
"Aku Naruto-kun, aku Naruto-kun boneka milikmu!"
"Na-naruto-kun?" Pemuda itu mengangguk dan tersenyum lembut kepadanya.
TBC...
Hai Chapter 1 update! Bagaimana menurut readers, apakah bagus atau malah mengecewakan?
Semoga fict ini masih menarik bagi kalian, sehingga kalian akan memberikan sebuah review karna fict ini menarik.
Review adalah dorongan bagi author, sesuatu yang bisa membuat author bersemangat untuk menulis.
Terimakasih buat...
riu M
guest
.9
Yukimura Hana - Iwahashi Hani
manguni
ichirukilover30
Rae rim
yui Kazu
Terimakasih telah memberi sebuah review, aku tunggu review kalian untuk Chapter ini.
Faris Shika Nara/Samarinda/22-07-13/0:40.
Untuk yang lainnya review juga dong...! :-D
sampai jumpa
