Poppo
-KiHyun-
Semoga menghibur dan banyak yang suka
.
.
Flashback
Siang hari yang cerah, disebuah rumah mewah, terdapat dua anak namja tengah duduk di karpet ruang tengah, sekitar 5 tahun usianya. Mereka tengah asik bermain dengan berbagai macam mainan yang mereka punya dan sekarang sudah berserakan di ruang tengah yang tadinya rapi dan terlihat bersih.
Sret..!
"Bum-yung! Itu punyaku..!" pekik namja yang tadi mainannya direbut namja satunya bernama Kibum
"Bum mau main ini, Kyu main yang lain caja" jawab Kibum enteng ala bocah masih pake dot
"Shilleo, Kyu mau ituuu" Kyuhyun merengek-rengek dan menunjuk mainan pistol air yang direbut Kibum tadi
"Ambil caja kalau bica, wleee" Kibum malah menjulurkan lidahnya dan menggoda Kyuhyun dengan mendekatkan pistol air itu ke arah Kyuhyun lalu menjauhkannya jika Kyuhyun bergerak akan meraih pistol mainan itu.
"Hiks..hiks..huweeee...Eommaaaaa...huweee~" tangisan Kyuhyun pecah saat itu juga, Kibum langsung melempar pistol itu ke arah Kyuhyun dan tepat mengenai kening Kyuhyun membuat Kyuhyun semakin kencang menangisnya, niatnya Kibum ingin mengembalikan pistol itu karena Kyuhyun menangis, tapi karena mendengar langkah Eomma semakin dekat, Kibum melemparnya.
"Ada apa Kyu-ah?" Eomma sedikit kerepotan karena sedang menggendong Saehee yang baru berusia 1 tahun, dan sedang minum susu dengan dot pink-nya karena akan tidur
"Bum-yung nakal Eomma~ huweeee..." adu Kyuhyun dan berhambur memeluk kaki Eomma
"Bum-ah, kau apakan adikmu,eoh?" tegur Eomma lembut, ia mencoba menahan emosinya
"Ani, Bum tidak nakal" jawab Kibum bohong
"Bum-yung nakal Eomma, mainan Kyu dilebut cama Bum-yung~" adu Kyuhyun lagi masih merengek-rengek dan menarik-narik daster Eommanya
"Mainan yang mana? Bum-hyung tidak membawa mainanmu kan?" tanya Eomma
"Hiks..hiks..huweeee..." Saehee yang terganggu karena keributan itu menangis, dia sudah sangat mengantuk dan ingin tidur tapi sekitarnya malah berisik.
"Ssstt...ssstttt...hmmmm... " Eomma langsung menggoyang-goyangkan tubuh Saehee digendongannya dan bersenandung kecil agar Saehee tidur kembali, lalu pergi meninggalkan KiHyun.
"Eomma~" gumam Kyuhyun dengan suara paraunya
"Awas kau kalau mengadu lagi?" tiba-tiba Kibum mendorong Kyuhyun hingga terjatuh
"Bum-yung" gumam Kyuhyun lagi, tidak percaya dengan apa yang barusaja Kibum lakukan
"Uh! Menyebalkan!" kesal Kibum dan membanting mainan milik Kyuhyun lalu pergi masuk kamar
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya menahan agar isakannya tidak keluar, sakit sekali rasanya, untuk menelan ludah saja tenggorokannya pun terasa sangat ngilu.
Sore harinya, sejak tadi siang Kibum tidak keluar dari kamarnya, dan Kyuhyun tidak berani masuk ke kamar karena takut dengan Kibum.
"Kyuhyun-ah, palli masuk kamar dan mandi, sebentar lagi Appa pulang" Eomma mendatangi Kyuhyun yang masih duduk disofa ruang tengah sejak tadi
"Eomma, Kyu mandi cama Eomma" ucap Kyuhyun memelas
"Kyu kan sudah besar, malu sama Saehee, arra? Kau mandi dengan Bum-hyung, ne?" bujuk Eomma
"Eung~" Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dan mencengkeram erat baju Eomma
"Geurae, kajja kita mandi" Akhirnya Eomma mau memandikan Kyuhyun, beruntunglah Saehee tertidur lagi setelah dimandikan.
"Hiiiy..dingin hihihi" Kyuhyun bergidik tapi tersenyum karena airnya dingin, dan reflek meloncat-loncat karena efek air yang dingin menyentuh permukaan kulitnya. Eomma terlihat gemas melihat tingkah Kyuhyun.
Sekarang Eomma menggendong Kyuhyun menuju ruang tengah untuk dipakaikan baju, disana ada Kibum yang sudah terlihat rapi, rambut disisir menyamping dan bedak yang sedikit belepotan tapi terkesan menggemaskan duduk sambil memainkan mainan robot-robotan miliknya.
"Nah, kau tunggu disini sebentar dengan Bum-hyung ne, Eomma lupa mengambil minyak tadi" Eomma beranjak darisana mengambil minyak. Kyuhyun hanya duduk disofa dengan handuk yang melilit tubuhnya sambil menundukkan kepalanya.
"Mianhae" ucap Kibum tiba-tiba dan mengulurkan tangannya
"Uh?" Kyuhyun bingung tapi menyambut uluran tangan Kibum, dan Kibum tersenyum membuat Kyuhyun juga tersenyum
Sret..! buk..!
"hiks,,hikss,,huweeeeee...huweeee...!"
"Kibum-ah! apa yang kau lakukan,eoh?" Eomma berlari menghampiri Kyuhyun dan menggendongnya, dia menyaksikan sendiri apa yang dilakukan Kibum pada Kyuhyun tadi.
"Kenapa kau menarik Kyuhyun sehingga dia terjatuh? Kau tahu, itu bisa membahayakannya!" marah Eomma pada Kibum yang hanya diam
"Hikss..huwee appo Eomma~" adu Kyuhyun merintih kesakitan
"Ssst..uljima sayang, cup cup cup~" Eomma mencoba menenangkan Kyuhyun yang masih menangis
"Appa pulaang~" Appa memasuki rumah dan terkejut melihat Kyuhyun menangis masih mengenakan handuknya juga rambut yang masih basah
"Lho? Kenapa Kyu menangis,eoh?" tanya Appa
"Kibum menariknya dari atas sofa, yeobo. Kenapa dia jadi menakali adiknya sekarang?" jawab Eomma
"Jinjja?" Appa malah menggendong Kibum "Jagoan Appa, kenapa Bum menarik Kyuhyun hmm?" tanya Appa lembut pada Kibum
"Ani, Bum hanya ingin minta maaf Appa" jawab Kibum polos
"Tadi Bum nalik Kyu, Bum nakal Appa..!" pekik Kyuhyun tidak terima Kibum tidak mengakui yang sebenarnya
"Bum tidak nakal..!" balas Kibum tak kalah memekik
"Bum nakal..! Kyu benci Bum..!" teriakan maut dari Kyuhyun mampu membuat Kibum bungkam, akhirnya Appa memilih menjauhkan keduanya, Appa membawa Kibum ke taman belakang. Kibum terus menatap tajam Kyuhyun dibalik bahu Appa ketika Appa membawanya pergi, Kyuhyun masih menangis dan juga menatap Kibum yang menatapnya tajam.
Ditaman...
"Bum-ah, sekarang sudah tidak ada siapa-siapa, katakan pada Appa kenapa kau menakali Kyu hm?" Tanya Appa lembut pada Kibum yang masih digendongannya.
"Bum mau dekat dengan Kyu" Jawab Kibum polos khas anak-anak. Mendengar jawaban itu Appa malah tertawa.
"Bum sayang Kyu, eoh?" Tanya Appa gemas
"Eum, Bum cangat cayang Kyu, Appa" Jawab Kibum yang lagi-lagi jujur dan polos
"Bum ingin akrab dengan Kyu begitu? Tapi bukan seperti itu nak caranya" Appa mencoba meluruskan maksud anaknya
"Hng?" Kibum bingung dengan penjelasan Appa yang belum bisa ia tangkap diusianya.
"Kalau Bum sayang Kyu, Bum harus baik sama Kyu, jangan menakalinya, ajak Kyu main dan jangan buat dia menangis, arrachi?" Nasehat bijak Appa
"Eum!" Kibum mengangguk pasti seolah mampu menangkap apa yang dikatakan Ayahnya
.
.
Sekarang saatnya untuk tidur...
Kibum duduk bersila diranjangnya menghadap ke ranjang Kyuhyun, menatap ranjang dan punggung itu datar. Kyuhyun yang tidur membelakangi Kibum sebenarnya tidak tidur, dia masih takut dengan Kibum, jantungnya berdetak kencang karena ketakutannya.
Perlahan ranjang Kyuhyun bergerak, Kyuhyun memejamkan matanya erat, dia tahu Kibum merangkak naik keranjangnya. Nafas Kyuhyun semakin tak beraturan dan kini Kibum malah mendekatkan wajahnya ke pipi tembem Kyuhyun.
"Huweeeeee...!" Karena sudah tidak kuat lagi Kyuhyun akhirnya menangis, Kibum langsung terduduk disana sementara Kyuhyun berdiri mepet kearah kepala ranjang dan masih menangis kencang.
"Kyuhyun-ah..?" Eomma datang tergopoh-gopoh sambil membenarkan tali piyamanya yang belum tertali sempurna.
"Eomma huweeeee..." Kyuhyun menunjuk-nunjuk muka Kibum yang innocent banget, Eomma langsung menggendong Kyuhyun.
"Ada apa sayang?" Eomma bertanya pada Kyuhyun dan menghapus airmata Kyuhyun dengan sedikit kasar.
"Bum-yung nakal, Bum-yung mau gigit Kyu huweee..." Adu Kyuhyun lagi-lagi, sepertinya dia lupa dengan ancaman Kibum tadi siang.
"Mwo? Menggigit Kyu?" Eomma menautkan kedua alisnya bingung.
"Ada apa ini?" Appa datang dan terlihat panik
"Appa.. Bum-yung nakal..!" Adu Kyuhyun pada Appanya
Appa menghela nafas kemudian duduk didekat Kibum dan memindahkan anak tampannya itu ke pangkuannya.
"Hm, jagoan Appa kenapa tidak menuruti nasehat Appa,eoh?" Tanya Appa lembut pada Kibum. Kyuhyun sudah reda menangisnya, tinggal isakan-isakan kecil yang masih terdengar.
"Bum tidak nakal Appa" Jawab Kibum membela dirinya
"Bum-yung mau gigit Kyu, Appa!" Pekik Kyuhyun
"Bum tidak gigit Kyu, tapi-" Kibum menghentikan ucapannya
"Tapi?" Appa mencoba menuntun Kibum
"Poppo" Ucap Kibum polos
"Poppo? Poppo bagaimana Bum-ah?" Tanya Eomma bingung
"Bum ingin mencium pipi Kyu cebelum tidurl" Jawab Kibum malu-malu
Cengo
Cengo
Cengo
"Ahahahaha..." Appa dan Eomma malah tertawa mendengarnya
"Kyu-ah, kau dengar itu Bum-hyung tidak ingin menggigitmu, tapi dia ingin menciummu" Jelas Eomma.
"Kajja!" Appa menggendong Kibum dan berdiri didepan Eomma yang menggendong Kyuhyun "Sekarang Bum coba cium pipi Kyu"
Kyuhyun tidak menyangka itu, ia semakin merapatkan pelukan dileher Eomma dan menyembunyikan wajahnya di tengkuk Eomma, "Andwae..!" Pekiknya
"Aah ayolah Kyu-ah, sedikit saja biarkan abangmu ini menciummu ne?" Bujuk Appa
"Andwa! Andwae! Andwae!" Kyuhyun menggeleng tidak jelas ditengkuk Eomma.
Akhirnya setelah melakukan ratusan jurus pembujuk, Kyuhyun mau menyerahkan pipinya pada Kibum. Eomma sedikit mencondongkan Kyuhyun digendongannya agar Kibum bisa lebih mudah menjangkau pipi Kyuhyun.
"Satu.. Dua.. Tiga.." Appa Eomma menghitung moment itu
Ckiiiitt...!
"Huweeeeee...!"
Dan Kibum malah menggigit pipi Kyuhyun, Kyuhyun menangis keras kali ini
Sejak kejadian itu Kyuhyun tidak pernah lagi menanggapi Kibum, ia menganggap Kibum tak tampak, memang jahat tapi dia masih trauma dengan kejadian itu. Bayangkan saja pipinya terluka setelahnya, dan ada bekas cap gigi susu Kibum disana, Appa dan Eomma segera melarikan Kyuhyun ke rumah sakit.
Flashback end
Sekarang...
"Kyuhyun-ah" Panggil Kibum
"Ye?" Entah kenapa hati Kyuhyun langsung adem Kibum memanggilnya
.
.
CUP
.
.
Satu kecupan dipipi Kyuhyun berhasil Kibum lakukan #bukan incest lho ini
"Hy-hyung kau?" Kyuhyun yang awalnya cengo dengan perlakuan Kibum reflek memegangi pipinya yang dikecup Kibum.
"Aigooo, demi mendapatkan pipimu aku harus terbang ke Korea, begitu mahalnya kah pipi bakpaomu itu Kyu?" Kibum malas menanggapi.
Hahaha, Kibum ternyata sudah lama bahkan dari mereka masih bocah dahulu Kibum ingin mencium adiknya tapi adiknya malah seperti itu. Lah itukan akibat perbuatanmu Kibum-ah?
_END_
Hehe gomawo dan maaf ceritanya gak serius..
Yang ff Jadilah Hyung ku kapan-kapan dulu ya chingu, soalnya saya lagi banyak tugas negara nih, hehe. Mianhae
Review Juseyo...
