Yahooo~... ketemu lagi dengan saya author gaje ini akan mengupdate fic yang baru.
Gomen, jika judulnya kurang nyambung dengan ficnya *di bankai ichi*
Selamat membaca ^^
Tite kubo
Rate: T
Family, Friends, Hurt and Romantis.
Gaje, Typoo(s), humor(mungkin), OOC
Ichiruki, Hitsu(?), RenTatsu, ByaHisana dll
Summar: Tsuki dan Yuki adalah seorang murid pindahan dari keluarga Kurosaki di Karakura High School, karena suatu hal yang tidak bisa di katakan. Apakah mereka akan menagalmi hal yang sama? ataukah sebaliknya?
Chapter 1
Pagi hari yang cerah dan damai namun tidak di kediaman Kurosaki, seperti biasanya terdengar suara ribut, teriakan, dan pecahan barang yang sudah menjadi hal yang biasa di pagi hari. Suara itu berasal dari suara Yuki yang di jailin oleh kakaknya Kaien, Tsuki yang keluar dari kamarnya hanya melihat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Tiba-tiba di belakang Kaien datang seorang wanita berambut hijau menggunakan celmek hijau muda dengan pisau di tangan kirinya.
"Kaien-nii~" Teriak Nel yang sudah masuk di kamar Yuki, Kaien merinding ketika merasakan Nel yang sudah datang di belakangnya." berhenti menjahili adik mu sendiri" Nel berbicara dengan penuh penekanan perkalimat yang di keluarkannya.
"i-iya.. ku segera ke bawah" Kaien kabur sebelum Nel melempar pisau yang dia bawa, dan mengelempar ke arahnya dengan lemparan dasyatnya "bye~ buruan ya ke bawah"
Nel menghela napas melihat tingkah laku kakaknya itu. Ia berjalan keluar di ikuti dengan Tsuki dan Yuki yang sudah siap untuk berangkat ke sekolah mereka yang baru.
Karena Kaien yang menyuruh mereka pindah dari sekolah yang dulu sangat jauh dari rumah mereka, dan agar lebih bisa mengawasi mereka jika terjadi sesuatu. Karena mereka berdua pernah di jadikan korban penganiayaan oleh kakak kelas mereka yang fans dari Kaien,
Ichigo, dan Hitsugaya. Mereka membencinya karena Tsuki dan Yuki sangat dekat dan akrab sama meraka. Dan berharap tidak terulang lagi di sekolah yang sekarang. Setelah semua berumpul di ruang makan mereka sarapan bersama dengan hening dan tenang.
Perusahaan Kurosaki dan cafenya sangat di kenal di masyarakat luas hingga ke keseluruh jepang. Perusahaanya sendiri di bangun oleh Kaien, Ichigo dan Nel, yang sudah berkembang pesat dan bercabang di negara-nedara di luar jepang. Karena itulah mereka semakin di kenal dan banyak populer di kalangan wanita.
"Tsuki, Yuki kalian sudah siap berangkat ke sekolah kalian yang baru?" Kaien sudah menyalesaikan sarapannya dan melihat ke dua adiknya secara bergantian "oh, iya nii-san lupa memberitahu kalian akan bersekolah, di sekolah yang sama dengan Ichigo dan Hitsugaya"
"tentu saja nii-san" jawab Tsuki dan Yuki bersamaan namun mereka kaget mendegarnya. Tetapi meraka tidak bisa membantah apa yang di katakan sang kakak dan hanya mengangguk saja sebagai jawaban mereka.
"Semoga kalian senang bersekolah di sana" Ichigo bangun dari tempat duduknya dan bersiap untuk berangkat, berpamitan dengan sang kakak dan ke dua adiknya.
Nel yang mencuci piring di bantu dengan adik perempuannya. Setelah selesai Nel berangkat menggunakan mobil dengan Tsuki dan Yuki untuk di antar ke sekolah meraka, setelah itu baru dia berangkat ke kampusnya. Tsuki yang duduk di sebelah Yuki di kursi belakang sama mendengarka lagu dari hp masing-masing, sedangkan Nel fokus untuk menyetir.
Ichigo yang menggunakan motor merahnya berangkat dengan Hitsugaya dan sampai lebih dulu, Kaien berangkat ke kantornya dengan mobil hitam favoritnya.
Ichigo yang sudah berumur 17 tahun juga dengan Hitsugaya telah di izinkan membawa kendaraan sendiri, baik mobil atau pun motor. Dan mereka telah membuat SIM dan STNK untuk berjaga-jaga jika polisi menilang mereka.
Pada sore harinya cafenya baru di buka hingga malam hari, di bantu dengan adik-adik tercinta dan teman-teman mereka. Begitu juga dengan Tsuki dan Yuki turut membantu juga.
Sebenarnya Kaien juga yang lain tidak mengizinkan mereka membantu, namun Yuki berkata karena tidak mau merepotkan merreka lebih dari ini dan merawat juga membesarkan mereka, jadinya mereka ingin membantu. Mereka semua yang mendengarnya menjadi tertewa geli, tetapi Kaien dan yang lain menghargai hal itu dan mengizinkanya.
"nah, sudah sampai" Nel memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobilnya. Tsuki dan Yuki keluar dari dalam mobil dan terkejut ketika sampai di sekolah mereka yang baru.
To be continue.
Ichi: hoi, author apa maksudnya fic ini? Kenapa, Kaien yang jadi kakak ku? *datang dengan membawa zangetsu*
Author: nanti juga tau. Lagi pula cocok kok. XD *cuek dan tidak pedulikan Ichi. Mengeluarkan zanpakunya*
Kaien: sudahlah, Ichi-kun jangan bertengkar.
Ichi: jangan panggil begitu *send death glare ke kaien*
Author: tau, tuh Ichi-chan. *nada dingin* masih, mending kau tidak ku siksa *smile devil*
Ichi: kau *nyerang author**terjadilah pertarungan gaje antara author dan Ichi*
Hitsu: *swt* author akan hiatsu untuk sementara waktu, jadi maafkan jika telat update *tersenyum manis*
Author & Ichi: *masih bertarung*
Kaien: Semoga suka dengan fic ini ya~ RNR.. Arigatou bagi yang membacanya ya.
