Halo~…. Author gaje ini akhirnya update di chap yang ke dua terima kasih yang sudah mambaca dan likenya ^^

Ichi: lama banget updatenya, Hikary dan Shuukai udah tunggu kelanjutanya tuh. *mukul kepala author*

Author: apa sih Ichi-chan~… iya tahu kali *ngelus-ngelus kepalanya yang di pukul Ichi dan melayangkan death glare ke Ichi*

Hitsu: *geleng-geleng kepalanya* dasar seperti biasanya deh.

Rukia: asik~ akhirnya ku muncul.

Kaien: karena author banyak kesibukan dan habis ujian semester jadi maaf keterlambatanya untuk mengapdate fic ini.

Rukia: Dari pada banyak bicara lagi silahkan baca ya dan semoga suka.

Disclaminer: Tite Kubo

Bleach

Rate: T

Family, Friends, Hurt, and Romantis.

Gaje, Typoo(s), humor (mungkin), OOC.

Pair: IchiRuki, Hitsu(?), RenTatsu, Byahisana, Dll

Summary: Tsuki dan Yuki adalah murid pindahan dari keluarga Kurosaki di Karakura High School, mereka pindah karena suatu alasan yang tidak bisa di katakan. Apakah mereka akan mengalami hal yang sama? Atau sebaliknya?

Chapter 2

Mereka masih kagum dengan sekolah mereka yang baru, Nel hanya tersenyum geli melihatnya. Ia menepuk kepala mereka pelan menyadarkan kembali ke dunia nyata. Ichigo dan Hitsugaya mendekat lalu mengajak meraka masuk ke dalam gedung. Baru saja mereka masuk fans-fans mereka meneriaki nama mereka itu membuat mereka sebel namun tetap tenang dan cool.

"kyaaaaaaaaa~….. Ichigo-kun~, Hitsugaya-kun~, " teriakan mereka sudah membuat heboh di pagi hari itu.

Para fans mereka bertanya-tanya dalam hati siapa dua anak perempuan yang bersama mereka? Kenapa kelihatan akrab sekali? Membuat penasaran di benak mereka. Namun mereka menjadi tidak suka terhadap Tsuki dan Yuki, mereka melayangkan death glarenya. Tsuki dan Yuki menjadi ragu-ragu akan sekolah di sana, Ichigo yang tahu para cewek-cewek centil itu menatap ke dua adiknya dengan tidak suka membuatnya tiba-tiba saja berhenti membuat Hitsugaya yang di sampingnya ikut berhenti, dan Nel menjadi kesal dan hampir saja menabraknya. Ichigo membalikkan badan ke mereka lalu menatap Nel seolah bebicara lihat-para-cewek-cewek-itu, nel yang sebenarnya sudah mengetahuinya hanya mengghela napas.

"Tenanglah, selama ada nii-san dan Hitsu di sini" Ichigo menepuk kepala mereka pelan, Ichigo melihat mereka mengaguk pelan, ia mengacak-ngacak rambut adiknya.

"Ohayou, Ichigo, Nel-san, Tsuki, Yuki" suara lembut seorang wanita yang ternyata Rukia Kuchiki yang menyapa mereka, ia mempunyai hubungan khusus sejak lama dengan Ichigo dan ada seseorang bermbut merah yang benama Renji Abarai, teman sejak kecilnya. Setiap Ichigo bertemu dengan renji selalu melakukan highfive.

"Ohayou Rukia-Nee" jawab meraka kompak di sertai senyuman mereka yang manis.

"Aku, sudah mendengar dari Ichigo kalian pindah akan pindah ke sini, semoga kalian suka dengan sekolah ini" Rukia mengelus ke duanya dengan sayang.

"Nah, ayo kepala sekolah sudah menunggu kalian" Nel akhirnya angkat suara juga. Akhirya mereka menuju ruang kepala sekolah sambil berbincang-bincang, mereka tidak mempedulikan teriakan atau pandangan fansnya. Setelah sampai Nel mengetuk pintu ruang kepala sekolah dan masuk ketika mendengar perintah masuk mereka masuk, sedangkan Ichigo, Rukia, Renji dan Hitsugaya menunggu di luar dan membicarakan hal yang sepertinya sangat serius dan penting.

"Ohayou, Ukitake sensei" Nel membungkukkan badanya di hadapan mantan senseinya ketika ia bersekolah di sana.

"Ohayou, Nel, yang di sampingmu pasti adik-adikmu yang kau ceritakan tempo dulu ya? "Ukitake bertanya lembut ke Nel dan mendapat jawaban iya dari Nel "Saya sudah mendengar tentang kalian, pretasi kalian sangat bagus di sekolah yang dulu. Kalian di tempatkan di kelas 10 A, wali kelas kalian akan sebentar lagi akan datang"

"Pak kepala sekolah, anda memanggil saya" seorang wanita cantik yang suaranya lembut mengetuk pintu ruangan itu , dan masuk ke dalam ruangan.

"Ya, Nanao Sensei kita mereka berdua akan menjadi murid di kelasmu, Mereka Tsuki dan Yuki saya percayakan mereka di bawah bimbingan anda Nanao Sensei" Ukitake belum beranjak dari tempat duduknya, ia adalah kepala sekolah yang bijak, baik, dan ramah terhadap murid-muridnya dan semua orang di sekolah itu, ia adalah orang yang sangat di hormati.

"Hai, Pak kepala sekolah, kalian akan sensei tunjukan kelasnya saya permisi dulu" Nanao membunggukkan badanya sebelum ke luar dari ruangan. Ukitake sensei tersenyum melihatnya namun di antara mereka separti mengingatkan dia akan seseorang. Di ikuti oleh mereka Rukia yang melihatnya menyudahi pembicaraan mereka lalu mendekat untuk menyapa sensei mereka.

Ichigo dan yang lain menuju kelas mereka yang di lantai dua juga. Nel menuju ke kampusnya karena sudah waktunya setelah memberikan bekal mereka untuk mereka dan memberitahukan sesuatu. Mereka bersama Isane sensei menuju ruang kelas mereka. Isane sensei menyuruh mereka menunggu di luar dan di panggil setelah di suruh olehnya.

" Ohayou anak-anak Ibu harap kalian tenang dulu, kita kedatangan teman baru. Nah Tsuki dan Yuki kalian masuklah" Isane sensei memanggil meraka masuk ke dalam kelas. Setalah masuk mereka di suruh memperkenalkan diri mereka. "kalian silahkan memperkenalkan diri kalian masing-masing"

" ohayou, perkenalkan nama saya Tsuki Kurosaki, saya pindahan dari sekolah Hueco Mundo. Senang bekenalan dengan kalian. Saya harap kita bisa berteman baik" Tsuki selesai memperkenalkan diri.

" ohayou, minna-san saya Yuki Kurosaki, saya pindahan dari sekolah Espada,saya juga senang berkenalan dengan kalian" Yuki bernapas lega ketika selesai memperkenalkan dirinya.

"nah, jika ada yang ingin bertanya silahkan" Isane sensei berbicara ketika mereka sudah selesai.

"Saya, sensei apa kalian adik dari Ichigo-senpai dan Hitsugaya senpai?" Tanya seorang murid perempuan benama Haineko.

"iya, kami adiknya" Tsuki tanpa rasa ragu sedikit pun. Lalu mereka di suruh menuju ke bangku mereka yang kosong berada di dekat jendela kursi ke tiga dari depan. Pelajaran pun langsung di mulai, setelah sesi perkenalan. Hari itu menjadi hari pertama mereka di sekolah itu semoga menjadi hari yang bagus dan baik.

Di kelas Ichigo dan Rukia sedang berlangsung pelajaran matematika yang di ajarkan oleh Byakuya Kuchiki kakak ipar dari Rukia Kuchiki. Ichigo hanya menggelengkan-gelengkan kepalanya ketika melihat Renji teman sebangkunya, ia tidak mau ambil pusing dengan temannya yang satu ini. Dia tetap fokus dengan pelajaran yang sedang berlangsung.

Ketika bel berbunyi menandakan jam pertama telah usai, di kelas mereka jam berikutnya adalah jam olah raga, Ichigo harus siap mental karaena pasti ia yang akan jadi sasaran Kenpachi sensei. Renji menupuk pundaknya pelan untuk memberi semangat, Ichigo menjadi tersenyum kecil. Ketika Ichigo menjadi sasaran Renji, Hitsugaya, dan Hisagi yang membantunya.

Hari itu siswa cowok bertanding basket para murid cewek antusias melihat pertangdingan itu, dan di menangkan oleh Ichigo dan teman-temannya. Hitsugaya menatap jendela kelas adiknya itu ia sedikit curiga dengan salah seorang anak perempuan di kelas itu. Namun di lenyapkan persaannya itu.

Di kelas Tsuki berlangsung pelajaran dengan nyaman dan damai (?), tetapi ia merasa jengah dengan pandangan dari salah seorang siswi di kelas itu yang melihat mereka tajam. Ia melihat Yuki yang mengetahui juga dan berbisik pelan kepadanya membuat Yuki tersenyum kecil dan mengangguk pelan. Mereka kembali memperhatikan pelajaran mereka.

Jam istirahat pun datang para siswa bersorak senang, dan keluar kelas mereka untuk membeli makanan di kantin atau melakukan kegiatan yang mereka sukai pada waktu istirahat. Ichigo bersama teman-temannya yang lain menuju kelas adiknya untuk mengajaknya makan bersama di atap tempat favoritnya dan yang lain karena jauh dari teriakkan yang memekakkan mereka dari para fansnya, entah terbentuk kapan mereka tidak mau mikirkanya dan tidak mempeduliknnya. Ichigo dan temennya di sebut 8 serangkai Karena selalu bersama-sama terus. Mereka terdiri dari Hitsugaya Kurosaki, Ichigo Kurosaki, Renji Abarai, Ishida Uryu, Sado, Shuuhei Hisagi, Ulquiorra Schiffer dan Grimmjow Jeagerjaques.

Mereka, berdelapan teman sejak SMP kecuali Renji yang dengan Ichigo yang sudah dari kecil berteman dan bersahabat, dan Hitsugaya yang sudah lama tinggal dengan Ichigo. Keakraban mereka hingga sekarang walau berbeda kelas tetap akur dan saling mempercayai satu sama lain. Jika ada yang mendapatkan masalah di antara mereka saling membantu dan mendukung hingga masalahnya selesai.

Sekolah Karakura High School mempunyai fasilitas lengkap dan lingkungan yang nyaman, di sekolah itu mempunyai ruangan kelas yang banyak, perpustakaan, laboratorium, gedung olah raga, aula dan lain-lain. Ada sebuah taman kecil di belakang sekolah itu, tidak jauh dari sana ada sebuah bukit yang terdapat padang bunga yang indah. Pohon bunga sakura yang sudah menjadi pohon yang favorit di sekolah itu di biarkan terus hidup dan tidak boleh di tebang.

Setelah Ichigo sampai di kelas adiknya, ia bertanya ke salah satu seorang siswa di sana, ternyata mereka tidak salah kelas. Ia melihat bahwa adik-adiknya masih baik-baik dan sedang bebicara dengan teman baru meraka. Tetapi para fans mereka memanggil mereka terus-terusan. Siswa itu memanggil Tsuki dan Yuki, mereka melihat ke luar bahwa kakaknya sudah datang. Mereka keluar kelas dengan membawa bekal makanan yang di kasih oleh Nel tadi pagi dan tidak lupa membawa untuk ke dua kakanya juga. Tsuki mengajak teman barunya untuk ikut dan di setujui oleh mereka.

Ichigo dan Hitsugaya juga yang lain memperkenalkan sekolah mereka dengan detail lalu pergi ke atap untuk makan bersama-sama, di sana dapat melihat pemandangan yang indah dari sana dan udara yang segar. Mendapatkan matahari bersinar dengan terang cerah, dan langit biru berserta awan putih yang indah.

"jadi, kalian teman-teman imotou, semoga kalian berteman baik ya?" Ichigo tersenyum lembut di hadapan mereka. "boleh tahu nama kalian?"

"aku, Airy Hisa, di sebelahku Kyo, Tatsuki, dan Yuka, pasti senpai kami akan bertaman baik, iya kan?" jawab Hisa dengan riang dan mendapatkan persetujuan dari yang lain.

"tidak usah terlalu formal, panggil aja namanya" Hitsugaya celetuk tiba-tiba dan mendapatkan death glare langsung dari Ichigo "tetapi itu terserah kalian" Ia kembali makan bekalnya.

"kau beruntung Ichigo mendapatkan adik yang manis dan cantik" kata Renji dan secara langsung mendapat jitakan dari Tatsuki, karena ia adalah pacarnya. Mereka pun tertawa melihat pasangan itu, tidak lama jam istirahat sudah habis dan membuat mereka harus kembali ke kelas.

Tidak terasa hari satu hari berlalu dengan cepat dan sekolah telah usai. Matahari sore pun bersinar dengan indah. Ichigo pulang bersama Hitsugaya sedangkan Tsuki dan Yuki pulang bersama Nel yang sudah menjemput mereka, ia dan Yuki berpisah dengan teman-temanya yang rumahnya berbeda arah. Mereka langsung menuju kafe mereka yang berada lumayan jauh dari sekolah karakura. Ichigo dan Hitsugaya yang sudah sampai di kafe mereka masuk ke ruang pegawai untuk istirahat sejenak sebelum kafe di buka, Hitsugaya yang mendengar suara mobil Nel datang langsung keluar untuk membantunya membawakan barang-barang.

Nel sengaja mampir ke mall untuk membeli persedian bahan-bahan makanan untuk di rumah dan di kafe karena sudah hampir menipis jadilah ia membeli banyak sekali. Tidak lama setelah Nel datang para pegawai yang lain pun datang. Tsuki dan Yuki di suruh untuk membersihkan badan mereka terlebih dahulu di kamar mandi yang ada di lantai dua dan mengecek apa ada tugas dari sekolah mereka? Ketika Kaien datang ia melihat kafe sudah bersih dan siap di buka.

Malam hari di bandara kota karakura seorang gadis remaja baru saja keluar dari bandara internasional, ia mencari taksi di sekitar bandara lalu pergi ke daerah pusat kota itu. Ia melihat foto seseorang dalam dompetnya, sudah sejak lama ketika ia mendengar kecelakaan yang menimpa dia karena di jepang mengalami gempa bumi. Entah bagaimana kabarnya saat ini? Dia mencari-cari informasi mengenai seseorang yang sejak lama mereka tidak bertemu, setelah ia mendapatkan informasi ia langsung terbang ke jepang dan mencari keberadaannya.

"kotanya, sudah banyak berubah ya? Semenjak kita berpisah, apa kau masih ingat? Semoga kita bisa bertemu lagi" ucap gadis itu pelan. Taksi itu berhenti di sebuah kafe yang bernama lash noches lalu ia masuk ke dalam kafe setelah membayar taksi yang ia naiki, untuk mengistirahatkan badannya sejak rencananya ia akan mencari gadis itu pada besok harinya.

Pada malamnya pengunjung bertambah ramai dan banyak lebih dari biasanya. Bayak pesannan yang mengantri Nel, dan Heibell di Bantu dengan Ishida teman dari Ichigo di sekolah yang ikut kerja partime membuat cake dan minuman, sedangkan yang lain melayani tamu-tamu mereka. Kafenya di buka dari jam 5 sore hingga jam 10 malam beda dengan malam sabtu dan minggu yang sampai tengah malam.

Saat itu ada seorang remaja yang datang dengan membawa koper yang cukup besar, Yuki yang melayani remaja putri itu membawanya ke meja yang kosong dan memberi menu yang ada di kefe.

"Kamu?" kata gadis itu kaget melihat Yuki yang di depannya, dan ia mengenalinya.

To Be Continue

?: yey, di chap berikutnya ke luar lagi.

Tatsuki: kenapa ku di pasangin dengan babon itu? *nunjuk-nunjuk renji*

Renji: aku juga tidak mau tahu. *berantem ala RenTatsu*

Ichi: kalian itu cocok tahu.

Rukia: betul~ *tersenyum manis dan memeluk Ichigo*

Ichi: *blushing*

Kaien: author punya pertanyaan, tebak apa hubungan Rukia dengan Ichigo?

Author: ada yang tau kah? Dan siapa anak perempuan yang mengenali Yuki?

Grimm: maaf kan kesakahan auhtor yang tidak bisa buat saya di perkenalan kelasnya. author, knapa tdak bicara sama sekali? *siap-siap nyerang*

Auhtor: sabar entar ku buat. Bye~ *kabur sebelum Grimm nyerang*

Grimm: hei~ *ngejar*

Ichi: hoi author balasan review.

Kai: sudah kita aja hehehe. Untuk Hikary Cresenti Ravenia: makasih udah baca, iya saudara Ichi banyak hehe, ya jadi gak kespian. Gomen baru di chap ini balas reviewnya. Makasih pujiannya, gw cocok jugakan jadi kakak lo.

Ichi: dasar Lo, enak aja lo ngatain gw. Iya" gw ngalah.

Hitsu: ya gak kesepian, tapi pada rebut jadi berisik banget.

Nel: wah makaish pujiannya, iay galaknya kalau mereka berantem *datang dengan tiba-tiba*

Hisa: maklum authornya lupa, makasih ini udah update.

Rukia: ok selanjutanya Shuukai Lover: Yup memang banyak hehe.

Kai: iya gw punya fans hehehehe. Wih, gw anggap itu sebagai pujian.

Ichi: so pasti gw gitu fans banyak, tapi gw tetap ama Rukia. Nasib" gw di hina mulu, tapi makasih.

Hitsu Dkk: terima kasih, jika udah membacanya dan menglike chap ini. Sampai jumpa di chap berikutnya jaa nee~ RNR Please. ^^