Yo~….. autor gaje datang lagi. Yey bertambah banyak yang membaca dan mengreview arigatou udah suka dan membacanya~ *terharu*
Kaien: untuk Hikary dan Shuukai yang sudah menjawabnya dan jawabanya bisa di lihat di chap berikutnya. Sumimasen. Jawabannya hampir
Ichi: Woi! Awas ya di chap ini ku di buat menderita lagi *natap tajam author*
Author: tau, deh liat aja nanti *smile devil dan cuekin Ichi* perasaan di fic ini gak di siksa deh. *tampang polos*
Ichi: jahat~ *pundung di pojokan meratapi nasibnya*
Nel: walah, kawai~ Ichigo kalau pundung, nanti ku sebar ah~ *foto-foto*
Ichi: *melempar death glare ke Nel*
Byakuya: kok, saya belum muncul? Dan kenapa kepala jeruk itu bersama Rukia?
Author: Byakuya-sama~ hoho tenang anda muncul nanti, kan ada Hisana-sama.
Rukia: benar nii-sama kan sama hisana-nee, jadi ku sama Ichigo ? *blushing tingkat akut*
Byakuya: ….. *hanya melihat hisana*
Hisana: dari pada readers menggugu terlalu lama updatenya silahkan membacanya dan semoga terhibur dan suka. *tersemyum manis*
Bleach
Tite Kubo
Rate: T
Family, Friends, Hurt, and romantis.
Gaje, Typoo(s), humor (mungkin), OOC.
Pair: IchiRuki, Hitsugaya(?), RenTatsu, Byahisana, Dll
Summary: Tsuki dan Yuki adalah murid pindahan dari keluarga Kurosaki di karakura High School, mereka pindah karena suatu alasan yang tidak bisa di katakan. Apakah mereka akan mengalami hal yang sama? Atau sebaliknya?
Chapter 3
Yuki merasa kaget dan buku order yang di pegangnya terjatuh begitu saja ketika gadis itu memeluknya tiba-tiba, dan hampir ia terjatuh ke lantai. Yuki yang merasa bingung dan terkejut hanya diam saja dan tidak bebicara sepatah kata pun, Kaein yang mendekat menjadi bingung melihatnya menjadi bingung dan banyak pertanyaan. Gadis itu melepaskan yuki lalu melihat kaein yang di sebelahnya, ia menunduk hormat ke Kaein.
Yuki masih kaget dengan kejadian yang ia alami.
"maaf, kau siapa?" Tanya kaien kepada gadis itu yang memluk adiknya. Ia sangat penasaran dengan gadis itu.
"perkenalkan nama saya, Senna. Saya teman masa kecil Yuki" senna dengan ramah sambil tersenyum. " apakah anda Kaien Kurosaki?"
"iya, benar kau tau dari mana? Begitu tidak enak jika berbicara di sini ayo kita kerungan ku saja. Ia menupuk pundak Yuki pelan dan langsung tersadar lalu mengambil nota ordernya lalu mengikuti kaien dan senna yang tentu membawa kopernya juga. Setelah sampai di ruangan kaien menyuruhnya duduk di sofa dalam ruangan itu.
"saya, mengetahuinya dari kabar yang sudah menjadi umum di Negara di perancis, anda buka cabang perusahaan di sana kan?" Senna duduk di sebelah Yuki yang hany diam saja.
"iya, benar kau tunngu di sini akan ku minta Ichigo membuatkan sesuatu kau berbicara saja dengan Yuki ya" kaein keluar ruangan dan meminta Ichigo untuk ke dapur dan membuat kan the dan cake. Sedangkan ia kembali untuk menggantikannya. Senna maupun Yuki merasa canggung muncul di antara keduanya, ia ingin memulai pembicarannya dengan Yuki namun ia menjadi ragu. Apakah Yuki masih sama dengan dirinya yang dulu? Apakah sudah berubah? Lalu apa dia menginagt kenangan di antara mereka? Tetapin ia sudah membulatkan tekatnya dan mulai membuka suaranya.
" Yuki, apa kau masih mengingat ku? Ini barang pemberian mu dulu, saat kita ingin berpisah?" Senna menatap lembut kea rah Yuki. Namun Yuki merasa kepalanya berdenyut sakit ketika Senna menanyakannya.
"m-maaf, aku tidak ingat apa-apa" Yuki pelan hamper berbisik namun Senna bisa mendengar hal itu dengan jelas. Seena sangat kaget ketika mendengar jawaban Yuki, ia merasa terpukul sekali dan sedih saat mendengarnya. Ia membanyangkan pertemuan denganYuki teman sekaligus sahabatnya yang sudah lama terpisah karena ia harus panda ke perancis mengikuti ke dua orang tuanya.
Ichigo masuk dengan membawakan cake dan milk shake strawberry, lalu menaurhnya di meja di depan mereka lalu ia duduk di depan di samping Yuki. Ichigo memperkenalkan dirinya lalu bertanya kepada Senna dan menakan tujuannya. Senna tersentak ketika Ichigo bertanya kepadanya dan ia menjawab apa yang di tanyakan Ichigo kepadanya.
"jadi, kau temannya Yuki, dan berpisah sudah sejak lama? Maaf, pertemuan klian jadi begini Yuki mengalami trauma dan amnesia jadi dia begini kondisinya. Ku harap kau masih jadi temannya" Ichigo yang mengelus rambut Yuki pelan dan tersenyum tipis. Rut mukanya berubah ketika mengingat kejadian yang di alami sang adiknya.
"tentu saja, ichigo-san aku sudah susah payah mencarinya, dan ingin bertemu denganya. Apa, Ichigo-san bias memberitahu ku tentang apa yang terjadi kepada Yuki?" Senna sangat ingin mengetahui apa yang terjdi ke yuki saat ia berada di perancis.
"baiklah, akan ku ceritakan, tapi ku minta kau berjanji agar tidak menceritakan kepada orang lain. Karena kita tidak ingin ia menjadi lebih sakit dan menderita lagi." Ichigo melihat senna menjawab `iya dan berjanji` Ichigo menghela napas dan mencerikankan semuanya.
Dari ia bertemu Yuki yang hamper di culik oleh organisasi, dan membawanya ke rumah sakit. Dokter unohana yang mengetahui keadanYuki dari kecil, dan ia Truma karena gempa bumi yang menyebabkan kehingan sang ibu, dan kecelakkan mobil yang menyababkan ia amnesia dan ayahnya meninggal. Ia menggetahuinya dari dokter unohana yang teman dekat dari ke dua orang tuanya, dan ia juga Kaein ingin mengapdosi Yuki menjadi keluarganya dan dokter Unohana menyetujuinya, dan juga alasan mereka tidak ingi Yuki memaksakan Yuki mengingat masa lalunya dan agar ingatanya kembali lagi. Ichigo juga menceritakan apa yang terjadi di sekolah yang lama dan alasannya memindahkan Tsuki dan Yuki ke sekolah mereka Senna sangat kaget dan terpukul mendengar semua penjelasan Ichigo, ia melihat Yuki yang masih memegangi kepalanya yang tersa sakit. Ichigo melihatnya mencoba menenagkannya.
"Imotou, sudah jangan di ingat lagi, kita tidak memaksakan mu untuk mengingat itu semua. Nii-san ingin kau yang sekarang ini sudah cukup" Ichigo mencium puncak kepalanya pelan, ia menggangguk pelan.
"Yuki, aku akan tetap menjadi temanmu untuk selamanya karena itu jainji yang kita buat" Senna tersenyum tulus dari dalam hatinya saat mengucapkan hal itu.
"a-arigatou, nii-chan, Senna" ia melihatr kearah Ichigo dan Senna bergantian, ia merasa senang dan hangat dalam dadanya. Ichigo menyuruhnya berganti pakainyaya ia berjalan keluar ruangan dan megambil baju bebas yang ia bawa dari tadi pagi sebelum sekolah, Tsuki yang masuk bersamaan dengan Nel binggung yang di sebelah Ichigo. Senna yang menyadari keberadaan mereka memperkenalkan dirinya, begitu juga dengan Nel dan Tsuki. Nel menanyakan yuki sewaktu mereka kecil. Senna yang bergantuian bercerita.
Malam menunjukkan waktu jam 22.00 wktu mununjukkan kafe sudah haructutup, kaein dan teman-temanya sedah selesai membersihkan kafe dan berganti baju. Ia, hitsugaya dan juga Yuki masuk ke runagn sedangkan yang lain sudah pulang duluan. Senna selesai bercerita ketika yuki yang paling terakhuir masuk, ia tidak mau membuatnya bertamb ah sedih lagi. Nel di setujui dengan yang yang lain mengajak Senna untuk tinngal bersama mereka, Senna sangat senang dan bisa bersama dengan Yuki dan melindunginya dan Tsuki, ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri setelah mengar cerita dari Ichigo dengan yang lain.
Kaein mengunci pintu belakang kafenya setelah memastikan semua terkunci dengan baik. Ia naik kedalam mobilnya bersama dengan Tsuki, Ichigo dan Hitsugaya menggunakan motor Ichigo, lalu Nel membawa mobilnya dengan Senna dan Yuki. Nel melihat Yuki sudah tertidur pulas dari kaca yang ada di dalam dan Senna melepaskan jaket yang ia pakai di lepaskan untuk di selimutkan ke Yuki, Ia tersenyum dan bersyukur Yuki mempunyai teman yang beik seperti senna.
Ichigo yang sudah sampai terlebih dahulu karena menggunakan motornya, membuka pintu pagar rumahnya yang masih terkunci rapat, karena mereka tidak memperkerjakan pelayan atau pun satpam di rumah itu. Ia memarkirka motornya di dalam bagasi lalu tidak lama kemudian Kaein sampai dan di belakangnya Nel juga sudah sampai.
"sudah malam kalian beristirahatla, oh ya Yuki dan Senna?" Kaien yang keluar dari dalam mobil begitu juga dengan Tsuki dan ia tidak melihat Yuki dan senna.
"Yuki, sudah tidur sewkti perjalanan pulang ke rumah, senna masih ada di dalam" Nel yang mengeluarkan barang yang masih ada di dalam mobilnya.
"begitu, biar aku saja yang membawanya ke kamar. Hitsugaya, Ichigo kau Bantu Nela, dan tsuki bias kau tolong buka kan pintunya?" Kaein memerintahkan semuanya dan ia berjalan menuju pintu bagasi lalu menutupnya dan menguncinya rapat-rapat, setelah itu ia berjalan menuju mobil Nel yang berada di sebelah mobilnya, menggendong Yuki keluar dari dalam mobil juga Senna ia mengeluarkan kopernya dari dalam bagasi mobil Nel. Nel menguci mobilnya dan menysuul meraka masuk ke dalam dan tidak lupa mengunci pintu yang di belakangnya.
"hai, Nii-san" tsuki menelurakan kunci dan membuka pintu yang ada di dalam bagsi itu karena mengghubungkan ke dalam rumah mereka.
Setelah mereka masuk dari samping rumhnya dan lampu yang di perlukan menyala semua, Kaein membawa yuki ke dalam kamarnya di lantai dua di tengah-tengah kamar Tsuki dan Nel. Senna ikut Kaein ke kamar Yuki.
"oyasumi, imotou-chan, Snna kau bias se kamar dengan Yuki dulu untuk sementara, kamar ku dan huitsugaya berada di bawah Ichigo ada di depan kamar nell, dan unutk kamar tamu ada dua yang kosong tetapi belum di bersihkan nanti kau bias menmpatkan kamar itu. Oyasumi" Kaein yang beranjak keluar dari kamar adiknya setelah membaringkan Yuki di atas kasur.
"arigatou Kaein-san saya tidak tahu harus membalas kebaikan anda dan yang lain dengan cara apa?" Senna dengan badan setengah membungkuk ke Kaein.
"tidak apa-apa, kami hanya minyta satu hal saja kau bersedi jadi keluarga kami dan tetap jadi teman Yuki Dan Tsuki itu saja. Oh ya. Kau akanbersekolah dimana?" Kaien membalikkan badannya kearah senna dan ia lupa menayakan hal itu tadi.
"aku, akan bersekolah di sekolah Yuki saya sudah mendaftarkan diri di sana, tentu saja"
"begitu baiklah," Kaien keluar kamar adiknya dan menuju Kamarnya yang berada di lantai satu. Senna menngunakn kamar mandi yang ada di kamar itu untuk membersihkan badannya yang terasa kaku dan lelah, banyak yang ia alami malam hari itu juga.
Nel dan Tsuki yang ingin menuju kamarnya bertemu dengan Kaein yang juga mau ke kamar dia. Ichigo dan Hitsugaya sudah lebih dulu ke kemar mereka. Setelah sama-sama mengucapkan oyasumi, Nel, dan Tsuki menuju kamarnya yang bersebelahan dengan Yuki. Nel masuk ke kamar Yuki melihat Senna sudah berganti pakaian tidur dan sudah ingin tidur. Setelah mengecek ia ke kamarnya sendiri yang ada di sebelah dan tidur, setelah membersihkan badan dia. Mereka tertidur di bawah sinar rembulan yang terang dan indah.
Pagi hari berganti dengan cepat menggantikan sang malam, Yuki bangun di saat yang yang masih belun ada yang bangun ia cepat-cepat pergi ke kamar mandi dan memakai bajunya, setelah itu ia ingin membuat sarapan untuk yang lain, ia membuka pintu pelan-pelan agar tidak membangunkan Senna yang tidur pulas. Ia menuju dapur dan mulai memasak sarapan pagi ini, ia membuat nasi goreng dengan sayuran yang segar dan telur mata sapi. Tsuki dan Senna yang sudah bangun mencium bau harum dari dapur.
" ohayou Yuki, Tsuki" Senna yang masuk ke dapur dan mendakat ke yuki yang sudah selesai masak dan sedang menempatankannya.
"ohayou Tsuki, Senna, mana nee-chan, Kaien nii, Ichi-nii, juga Hitsu-nii belum bangun? Tolong Bantu aku menata di meja makan" Yuki membawa piring-piring itu ke meja makan yang ti dak jauh dari dapur.
"tadi, ku lihat Ichi-nii seperti biasanya bangunnya agak susah, nee-chan sudah mungkin sebentar lagi turun" Tsuki membantu Yuki membawakan makanan yang lain
"pasti, mereka juga datang ke bawah mencium masakan Yuki yang harum pasti" Senna membawa minumannya ke meja. Setelah siap semua mereka datang masuk ke ruang makan, dan makan bersama seperti biasanya. Tetapi kali ini ada anggota baru di keluarga mereka.
"Seperti biasanya masakan Yuki tidak kalah dengan Nel dan Tsuki" Kaein yang sudah selesai sarapanya. Begitu juga dengan yang lain, setelah selesai sarapan dan membersihkan meja makan dan mencuci piring. Kaein yang seperti biasanya pergi bekerja di kantornya karena masih ada banyak yang harus di selesaikan. Nel yang tidak bias mengantarkan adiknya karena ada jadwal lebih awal jadinya Tsuki, Senna Yuki, dan berangkat dengan Hitsugaya yang menyetir mobil pergi ke sekolah yang biasa di gunakan ketika ia hanya di perlukan saja, begitu juga Hitsugaya sangat jago dalam menyetir mobil.
Dan Ichigo menggunakan motornya ia tadinya ingin mengajak di antra mereka berangkat bareng dengannya, tetapi itu hanya akan membuat para fans yang entah sejak kapan ada. Mereka sangat tidak menyukai itu, tetapi bagaimanakah hari ke dua mereka di sekolah? Baru saja ichigo masuk ke dalam halaman sudah mendapati juga dengan hitsugaya setelah mereka memarkirkan kendaraan mereka, lalu pergi masuk ke dalam gedung bersama. Dalam perjalanan masuk ke gedung sekolah senna hanya memandang mereka cuek ia berjalan di sebelah Tuki dan Yuki yang di depannya ichigo dan Hitsyugaya.
Mereka baru ingin mengganti sepatu mereka mereka mendapatkan hal yang tidak di ingin kan dan tidak bagus. Tsuki maupun yuki sangat kaget mendapatkan surat terror yang terdapat dalm loker mereka, senna yang membacanya sangat marah dan meremas kertas itu hingga lecek.
"jauhi keluarga Kurosaki atau kalian akan mendapatkan hal yang lebih dari ini dan berat. Ingat itu baik-baik.
Xxxxxx" Tsuki sempat kaget dan keringat dingin keluar dari pelipisnya, begitu juga dengan Yuki. Ia buru-buru menyambunyikan kertas itu sebelum kakak mereka mengetahuinya, tetapi terlambat Ichigo dan Hitsugaya sudah ada di belakang mereka karena memdadak sikap dan tingkah laku mereka berubah.
"ni-nii-chan" panggil Yuki ragu-ragu dan gugup saatia membalikan badan mereka hadapan hingga mereka saling bertatapan.
"apa, itu tadi? Berikan kertas itu" Ichigo sedikit marah ke orang yang mengirim surat itu ke adiknya. "imouto?"
To be Continue
Senna: senangnya dapat muncul
Renji: ku gak muncul?
Grimm, Ggio, hisagi kira: benar, kapan munculnya author ?
Author: kapan-kapan ya *kena serangan renji dkk author mati seketika*
Ichi: mari kita doakan kepergian author kita yang satu ini dan iklaskan kepergiannya *menundukkan kepalanya*
Renji Dkk: *berdoa sambil menundukan kepala*
Ulqui: *ngubur author*
Author: WOI!~ KU BELUM MATI TAHU….. *bangkit dan ngejar Ichi Dkk*
Ichi Dkk: HUWAAAAAAAAAAAAAAAA~~~~ ADA AUTHOR ZOMBIE~~~~~~~~~~~ AMPUNNNNNNNNNNNN~ *kabur ngibrit*
Byakuya: bisa-bisanya aku punya wakil kaya Abarai *sweatdrop*
Kaein: baiklah arigatou udah membaca fic author zombie *di bankai author tepar* ok kita balas reviewnya… *teriak ke author n Ichi dkk pake toa*
Ichi: dari Hikary cresenti Ravenia, makasih udah review. Hehehehe, benar tapi susah jelasin hehe.
Ren: wah aw bukan babon enak aja lo.
Ruki: makasih ya, hehehe
Tatsuki: kami cocok ya.
Hisa: selanjutnya dari Shuukai Lover: ya pasangan heheh.
Kai: gak apa kan mesti sabar.
Ichi: makasih doakan aku langgen ya.
Rukia: sekian untuk chap ini semoga kalian masih suka dan ingin membaca chap berikutnya ya *bow*
Hitsu: dan bye-bye minna-san ketemu lagi di chap berikutnya RNR PLEASE~
