Hai~ datang lagi author yang gaje ini. Gomen updatenya lama.
Ichi: memang lama tahu dasar.
Hitsu: dasar, tidak bisa berantem satu hari saja?
Kaien: terima kasih yang sudah membaca di chap sebelumnya. Maaf telat mengucapkan happy new Year, dan sekoahnya tetap semangat ya.
Byakuya: semoga suka dengan chap ini.
Rukia: silahkan membaca, dan semoga terhibur dengan fic ini.
Bleach
Tite Kubo
Rate: T
Drama, Family, Friends, hurt, and romantis.
Gaje, Typoo(s), humor (mungkin), OOC.
Pair: IchiRuki, Hitsugaya(?), RenTatsu, Byahisana, Dll
Summary: Tsuki dan Yuki adalah murid pindahan dari keluarga Kurosaki di Karakura High School, mereka pindah karena suatu alasan yang tidak bisa di katakan. Apakah mereka akan mengalami hal yang sama? Atau sebaliknya?
Chapter 4
Ichigo menunggu Tsuki atau pun Yuki memberikan kertas yang di sembunyikannya di balik badan, Hitsugaya yang di sebelahnya juga menunggu hanya diam saja dan menatap mereka dengan penuh arti. Senna yang akhirnya memberikan kertas yang di remasnya ke Ichigo, mereka berdua yang membacanya sangat kaget.
"Siapa yang mengirimkan ini?" Ucap Ichigo berteriak hampir dan mengagetkan semua orang yang berada di sana. Ia menjadi sangat kesal dan marah. Apa keputusan dia, Hitsu dan kedua kakaknya salah memindahkan mereka ke sekolah ini?
"Ichigo sudah sabar kita lihat apa yang terjadi satu hari ini, dinginkan kepalamu dulu." Ucap Hitsugaya yang masih berkepala dingin dan tenang walau dalam hatinya juga marah tetapi ia mencoba tetap tenang.
"Aku, tahu Hitsu tapi ini sudah yang keberapa kalinya? Dulu juga seperti ini, apa mereka tidak bisa berhenti mengganggu mereka?" Kata Ichigo memukul loker yang di sampingnya dan memasukkan surat itu ke saku celananya. Ia menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya. Setelah tenang Ichigo dan Hitsu mengajak Senna juga Tsuki, Yuki pergi ke kelas, tetapi sebelum itu mereka pergi ke ruangan kepala sekolah. Senna ternyata di tempatkan satu kelas dengan Tsuki dan Yuki. Mereka pun pergi ke kelas masing-masing dan berpisah di depan kelas adiknya. Sepanjang perjalanannya ke kelas ia ingat perkataan Kaien kakaknya.
Flash Back
Malam hari di kediaman Kurosaki begitu hening dan sepi, hanya ada suara jangkrik di pohon di luar rumah dan suara angin. Kaien meminta adik-adiknya berkumpul di ruang kerjanya untuk memberitahukan hal yang penting, ia melihat wajah ke tiga adiknya yang di penuhi wajah yang sedih. Ichigo masih mengingat saat ia menemukan ke dua adik permpuananya Tsuki dan Yuki di gudang di sekolah Tsuki waktu itu. Yuki sepulang sekolah pergi ke sekolah Tsuki namun mereka mendapat masalah dan di sekap di gudang. Nel dan yang lainnya cemas dan sangat khawatir mereka belum pulang hinnga malam hari pukul 22.00, mereka mencari ke sekolah keduanya ke seluruh kota di karakura, rumah teman-temanya tetapi tidak ada yang tahu mereka kemana?
Kaien meminta bantuan ke Shinji yang bekerja di kepolisian untuk mencari kedua adiknya, ternyata setelah berhasil mencari dengan bantuan teman-teman mereka. Tsuki dan Yuki di temukan di gudang di sekolah Hueco Mundo sekolah yaitu tempat sekolah Tsuki di gudang, mereka yang di perlakukan kakak kelas mereka dengan kasar dan ketika Nel dan yang lain masuk mendapatkan mereka hampir di lecehkan oleh kakak kelas mereka yang laki-laki, tapi Shinji dan yang lain bergerak dengan cepat sebelum itu terjadi. Mereka berdua mendapatkan cidera parah dan harus di larikan ke rumah sakit, Hitsugaya dan Nel melepaskan ikatan di tubuh mereka dengan pisau kecil dari Ulquiorra yang membantu mereka. Rukia menelepon rumah sakit dan memberitahu alamat sekolah itu dan meminta cepat datang. Setelah ketahuan siapa yang menyekap mereka Ichigo hampir memberi pelajaran ke anak perempuan mau pun yang laki-laki, tetapi ia di tahan Renji Kaien juga Grimmjow kalau saja mereka tidak di sana di pastikan orang-orang itu juga akan masuk rumah sakit.
"Ichigo tenang kita harus membawa mereka ke rumah sakit." Ucap Kaien menahan Ichigo dan menatap mereka dengan tajam.
"Nii-san, tapi-" ucapannya terpotong ketika Kaien menyuruhnya diam dan melihat kakaknya yang begitu marah dan berjalan kearah mereka.
"Ichigo ayo, biarkan mereka jika kalian datang ke hadapan kami dan menggangung keluarga ku dan teman-temanku kalian akan berhadapan dengan ku ingat itu." Ucap Kaien berteriak dengan lantang dan kencang, ia dan yang lain keluar dengan membawa Tsuki dan Yuki ke dalam mobil Ambulans yang sudah datang, dengan cepat mereka di bawa ke rumah sakit pusat karakura, dan di tangani oleh para dokter di sana di UGD. Mereka menunggu dengan perasaan cemas yang mendalam, sedangkan Nnorita dan yang lain di bawa ke kantor polisi untuk di periksa.
Setelah selesai dokter yang memeriksa Tsuki dan Yuki memberitahukan bawha mereka lukanya cukup parah dan kritis, jika berhasil melewati masa kritis mereka akan bia sembuh tetapi jika tidak mereka dinyatakan koma mereka yang mendengarnya sangat terpukul atas kejadian yang menimpa adik mereka. Mereka di rawat di ruangan ICU, tiga minggu setelah itu Tsuki yang tersadar lebih awal dari pada Yuki tetapi kondisinya msih sangat lemah, setelah dua hari lewt Yuki pun bisa melewati masa dia mengalami koma., mereka di rawat berbulan-bulan karena cidera mereka. Setelah sembuh total mereka dinyatakan boleh pulang. Setelah kejadian itu Yuki menjadi takut kegelapan dan Tsuki yang gemetar jika di sentuh oleh anak laki-laki namun setelah cukup lama Tsuki tidak takut lagi. Ichigo tersadar dari termenungnya ketika Kaein mulai berbicara.
"Begini aku mengumpulkan kalian untuk memberihatukan kalian tentang kepindahan imotpu ke sekolah kalian Ichigo, Hitsugaya, apa kalian keberatan? Aku dan Nel sudah sepakat mengenai hal ini." Ucap Kaien berbicara dengan serius sekekali ia menghela napas dengan berat.
"Nii-san kita tidak keberetan apa yang menjadi keputusan Nii-san, tapi apa hal yang sama akan terjadi lagi?" Kata Hitsugaya menatap Kaein yang berada di depannya, pertanyannya membuat ichigo dan nel menatap seolah-olah bertanya juga ke Kaien.
"Kalau masalah itu, mungkin akan terulang lagi apa tidak kita belum tahu apa yang akan terjadi." Ucap Kaien melihat wajah mereka yang berubah kaget namun ia melanjutkannya "Tetapi kita berharap tentu halmitu tidak akan terulang mereka sudah membawa beban yang berat dan menderita."
"Kalau itu keputusan Nii-san dan Nel-nee kita tidak bisa membantahnya lagi." Kata Ichigo yang kali ini berbicara yang dari tadi hanya diam saja.
"Kalau begitu sudah di putuskan." Kata Kaien merenggakan badannya yang terasa kaku dan meminum teh hangat yang di buatkan Nel.
"Baiklah, karena sudah selesai aku mau melihat keadaan mereka, sekalian mau tanya pendapat mereka tentang ini." Ucap Nel keluar ruangan dan Ichigo juga Ikut nel ke kamar adiknya. Hitsugaya dan Kaein masih membicarakan hal yang lain. Nel dan Ichigo masuk ke kamar mereka yang waktu itu mereka di tempatkan satu kamar, mereka melihat Tsuki dan Yuki sedang duduk di dekat balkon kamar mereka dengan.
"Tsuki Yuki, nee bawakan makanan kesukaan kalian." Kata Nel yang ternyata sebelum ke sana pergi ke dapur terlebih dahulu ia meletakkan makana itu di meja di depan meraka.
"Ichi-nii, nee-san." Kata Tsuki dan Yuki bersamaan dan semangat, lalu makan cake yang di bawakan Nel.
"Kenapa kalian di luar begini? Angin malam ini sangat dingin dan cuacanya kurang bagus" Kata Ichigo duduk di depan mereka. Nel mangambil jaket dan memberikan kepada mereka dan duduk di sebelah Ichigo.
"Tidak, hanya ingin mencari udara segar saja bosen di tempat tidur terus." Ucap Yuki menjawanya lalu memakan cakenya.
"Benar, Ichi-nii, nee-san, sekali ini saja tadi bosen lagi pula malam ini verah kok dan kita berdua sudah tidak apa-apa kok, jangan khwatir begitu." Kata Tsuki menatap mereka dengan sedikit cemberut.
"Dasar, kalian itu. Baiklah oh, ya nii-san mau memberitahukan sesuatu tetapi jangan kaget ya" Ucap Ichigo menarik napas sebelum melanjutkan perkataannya " kalian akan pindah sekolah ke tempat nii-san dan hitsu kita semua sudah sepakat apa kalian setuju?
"Eh? Pindah? Apa itu tidak memberatkan Ichi-nii, nee-san, Kaien nii, juga Hitsu nii?" Kata Yuki hampir tersedak mendengarnya dan buru-buru minum tehnya.
"Benar, Ichi-nii, nee-san apa yang dikatakan Yuki di seolah yang sekarang aja cukup kok" Tsuki berhenti makan cake yang dimakannya.
"Dengar imotou sayang kami tidak keberatan jika itu demi keselamatan kalian kami tidak keberatan kok, lagi pula kita sudah membicarakan hal ini dan memikirkannya baik-baik. Kalian jangan cemas dengan masalah itu, karena kita adalah keluarga aya kan?" Nel berkata lembut dan menatap mereka bergantian.
"Iya, imouto tidak usah di pikirkan hal itu lagi ya? Sekarang tidurlah sudah malam kita lanjutkan besok lagi." Kata Ichigo melihat mereka lalu tersenyum.
"Baiklah, terserah nii-san dan nee-san aja." Kata Tsuki yang menjawab di setujui dengan Yuki, mereka masuk ke dalam lalu pergi kekamar mandi. Nel membawa nampan itu dari meja dan Ichigo menutup pintu, menguncinya dengan rapat dan menutupnay dengan korden yang ada. Setelah keluar mereka menngucapkan oyasumi ke kakaknya dan pergi tidur, setelah memastikan tidur mereka keluar, Ichigo menyalakan lampu kamarnya karena pasti ia tahu Yuki tidak begitu suka gelep, ia dan Nel keluar lalu menutup pintunya perlahan. Mereka pun pergi ke kamar mereka masing-masing karena sudah malam dan besok harus masih menjalankan aktivitas yang biasa dilakukan oleh mereka.
Flash back off
Ichigo masuk ke kelasnya di klas 11 A dengan wajah yang kelas, ia membanting tasnya di meja dengan kencang dan duduk di bangkunya, teman-teman di kelasnya sangat kaget dan melihat ke arah Ichigo, Renji yang di sampingnya sedang sms dengan Tatsuki hamper terjungkal dari kursinya. Ia bertanya ke Ichigo dan hanya mendapatkan sang empunya menghela napas kasar.
"Ichigo ada apa? Kenapa kesal begitu sih?" Kata Rukia bertanya lembut dan duduk di depan ichigo lalu menggengam tanganya.
"Rukia? Ini" Ucap Ichigo mengeluarkan surat itu dari dalam kantung celananya. "Surat ini ada di dalam loker Tsuki dan Yuki entah dari Siapa?" Kata Ichigo pelan dan melihat ke Rukia.
Rukia Renji Hisagi dan Ishida yang berkumpul di sana pun membacanya mereka kaget dengan isi surat itu yang berisi ancaman sekaligus peringatan. Bulu kuduk mereka menjdi berdiri namun hal ini tidak akan merekja biarkan terjadi lagi dan terulang kembali unutk yang kedua kalinya, Rukia menyuruh Ichigo Untuk menyimpan surat itu dan sewaktu-waktu kalau di perlukan. Mereka tidak menyadari ada seseorang di kelas itu menatap mereka ridak suka dan benci.
Bel masuk pun berbunyi Kensei-sensei memasuki kelas 10 A dan di beritahu kan Isane sensei yang masuk ke kelasnya memberitahukan ada murid baru yaitu Senna yang pindahan dari paris.
"Maaf, Kensei-sensei menggangu sebentar" Kata Isane di depan murid-muridnya
"Ya, silahkan Isane-sensei". Ucap Kensei mempersilahkannya untuk memperkenalkan dirinya.
"Ohayou minna-san, perkenalkan nama saya Senna saya pindahan dari paris, dulu saya juga tinngal di kota ini saja berdarah jepang asli, mohon bantuannya dan salam kenal." Kata Senna yang memperkenalkan dirinya di depan teman-teman barunya.
"Nah, baiklah silahkan Senna duduk di belakang Tsuki dan Yuki mereka duduk di dekat jendela dan teman sebangmu dengan Rurichio, arigatou keisei sensei silahkan di lanjutkan belajarnya." Kata Isane memberitahukan tempat duduk Senna dan pergi keluar ketika sudah selesai.
"Anak-anak buka buku biologi kalian hal 25, dan untuk Senna bisa pinjam teman sebanggu mu." Kata Kensei-sensei mulai mengajarkan biologi di kelas 10 A Senna yang duduk dengan Rurichiyo dan senang bisa mengawasi jika ada hal yang tidak di ingin kan di hari itu.
Di kelas Ichigo yang pelajaran sedang berlangsung tetapi ia mencoba focus terhadap pelajarannya tetapi di sisi lain ia juga cemas apa yang akan terjadi setelah itu. Ia merasakan hal buuruk akan terjadi nanti. Hitsugaya melirik ke arah Ichigo yang namun ia juga bingnun dengan situasi hari ini.
Pada jam istirahat datang Tsuki dan Yuki pergi ke kamar mandi bersama Senna, mereka tidak tahu ada jebakan yang sudah menanti mereka. Ketika Yuki mauk ke kamar mandiu dan bersebelahan mereka langsung ada air yang menyiram mereka dari atas kamar mandi, Senna curiga dan menyusul masuk tetapi ia melihat badan mereka basah kuyup dan mendekati mereka yang sudah keluar. Ia tidak tahu ada orang di belakangnya dan memukul pundaknya sehingga ia pingsan. Orang itu keluar namun ia mematikan lampu di dalam kamar mandi dan menguncinya dari luar.
Yuki yang teringat kejadian dimana ia di sekap di tempat yang sangat gelap menjadi gemetar hebat dan terduduk lemas di depan Senna, Tsuki tahu Yuki sangat tidak suka gelap. Ia memluknya mencoba menenangkannya samapi bantuan datang ia mencari0cari ponselnya namun ia tidak menemukanya ia ingat hpnya ada di kelas hp Yuki pun juga berada di kelas, ia bingnun apa yang harus ia lakukan saat ini? Yang bisa Ia lakukan sekarang hanyalah berdoa semoga kakak mereka menemukan mereka di sana dan ia mengeratkan pelukannya ke Yuki.
Ichigo yang berlari ke kelas adiknya dan yang lain mengejar membuat mereka kewalahan juga karena Ichigo berlari sangat cepat, setelah ia juga yang lain sampai di kelas mereka tetapi ia tidak melihat ke dua adiknya juga senna. Hisa dan Kyo yang melihatnya berjalan mendekati Ichigo yang berada di depan kelas.
"Hisa-chan apa kalian melihat imouto juga Senna?" Tanya Rukia tenang namun terdengar panik.
"Tadi katanya mereka mau ke kamar mandi hp mereka juga di tinngal tetapi sampe sekarang belum kembali." Kata Hisa menjawab dengan detail singkat dan tepat.
"Sudah berapa lama?" Tanya Ichigo yang terlihat sangat panik terlihat dari wajah dan matanya.
"Kira-kira15-20 menit." Jawab Kyo yang melihat ke arah jam tangan. Tanpa menggunggu lagi Ichigo yang pergi kea rah kamar mandi, Hisa dan Kyo menjadi bingung tetapi mereka ikut bersama Ichigo dan temen-temannya. Setelah sampai Ichigo membuka pintu tetapi tidak bisa karena terkunci, ia memanggil mereka namun tidak ada jawaban. Senna tersadar dari pingsannya lalu melihat Tsuki yang masih memeluk Yuki yang badannya gemetaran, ia mendekat sambil memegang bahunya yang tersa sakit, ia mendengar Ichigo memanggil mereka dari luar.
Ichigo yang mendengar suara Senna sedikit bernapas lega tetapi ia juga belum lega karena belum berhasil membuka pintu itu. Chad yang memngang pundaknya mengisaratkan agar mundur kebelakang, dengan sekali dobrakan pintu itu terbuka. Ia kaget ketika melihat mereka di ruangan yang gelap.
"Tsuki! Yuki! Senna." Teriak Rukia dan Hisa yang ikut kaget melihatnya dan masuk ke dalam melihat keadaan mereka.
To Be Continue
Ichi: *sweat drop*
Author: kenapa?
Ichi: tidak, Cuma bingng saja tidak biasanya buat yang berhungan kekerasan?
Kaien: benar?
Author: rahasia. *smrik* Balas reviewnya, dari Hikary Cresenti Ravenia: hahahaha, iya yang keluar Senna.
Senna: yup, teman masa kecil.
Ichi: pengirimnya ya? Hm… itu masih di rahasiakan jadi tidak bisa di jawab sekarang.
Kaien: nah dari Shuukai Shushi KaiHisa lover: iya Senna dia temannya Yuki dan Tsuki.
Kusa: arigatou yang sudah review.
Hitsu: baiklah sampai jumpa minna-san bye.
All: Terima kasih yang sudah bersedia membaca dan jangan lupa RNR PLEASE.
